cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pegelolaan Website Dan Produksi Konten Multimedia Untuk Website Hkbp Perumnas Tangerang Jumadal Simamora
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.974 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.502

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi, khususnya internet telah membawa pelbagai perubahan dalam masyarakat. Kecendrungan mengirim dan mengakses informasi dalam masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan media cetak dan elektronik, namun sudah beralih ke Internet. Oleh karena itu, banyak institusi bisnis dan sosial keagamaan yang telah mengadopsi media internet (website) sebagai media komunikasi. Gereja HKBP Perumnas Tangerang merupakan salah satu gereja yang telah memiliki website sendiri, namun karena keterbatasan keterampilan, mereka jarang meng-update kontennya. Kegiatan PkM ini bertujuan memberikan ketrampilan bagi peserta agar mampu mengelola dan memproduksi konten website dalam bentuk multimedia. Kegiatan PkM diadakan dalam bentuk workshop yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Pembicara pertama membawakan topik, “Pentingnya Penguasaan Teknologi dalam era Informasi saat ini”. Kemudian Pembicara kedua membawakan topik “Membuat dan Mengelola Website”. Pembicara ke tiga dan ke empat membawakan topik “teknik menulis artikel untuk website”. Topik terakhir adalah “Produksi Konten Multimedia untuk Website”. Peserta dalam PkM ini adalah mereka yang berpotensi untuk mengelola dan memproduksi konten website seperti perwakilan pemuda, penatua dan remaja yang melek teknologi. Kegiatan PkM ini diadakan di Laboratorium Multimedia Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Pelita Harapan. Luaran dari PkM ini adalah artikel dan video yang diupload diwebsite gereja HKBP Perumnas Tangerang. Setelah kegiatan PkM, peserta dapat meng-update dan mengisi konten website gereja.
Peningkatan Perekonomian Rumah Tangga Miskin Melalui Fasilitasi Inkubasi Usaha Mandiri Pada Warga Rumah Susun Dupak Bandarejo Rodhiyah Rodhiyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.177 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.503

Abstract

Program ini bekerjasama Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan adalah melalui pelatihan keterampilan dasar bagi keluarga miskin. Tujuan program ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat yang tinggal di rumah susun, meningkatkan ketrampilan usaha mandiri masyarakat penghuni rumah susun dan menambah penghasilan masyarakat penghuni rumah susun. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: rendahnya motivasi berwirausaha, belum memiliki keterampilan wirausaha, pengelollan keuangan yang buruk dan rendahnya kemampuan pemasaran. Metode pelaksanaan program adalah melalui Identifikasi melalui survey pengumpulan data calon peserta pemberdayaan pelatihan, penyuluhan Motivasi Dan Pembentukan Kelompok Usaha Bersama, Pelatihan Ketrampilan Produksi, Pelatihan Manajemen Usaha, dan Pendampingan Manajemen Usaha. Hasil Pelaksanaan program antara lain; Pelatihan Motivasi Wirausaha, Pelatihan Keterampilan, Pelatihan Manajemen Pemasaran, Pelatihan Manajemen Keuangan, Pelatihan Manajemen Organisasi dan SDM, Penyuluhan Legalitas Usaha dan Lingkungan, dan Penyuluhan Akses Permodalan. Kemudian dilanjutkan dengan pendampingan yang memfasilitasi peserta agar dapat konsultasi terkait hasil mereka mempraktekkan ilmu yang sudah diberikan pada beberapa pelatihan sebelumnya. Disamping menerima konsultasi para narasumber pendampingan juga memberikan tips dan trik untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi peserta.
Pemanfaatan Briket Sekam Padi Sebagai Penghasil Panas Pada Kompor Generator Termoelektrik Untuk Penerangan Pedagang Kaki Lima suliono suliono; Emin Haris; Rachmatullah Rachmatullah; Abu Rizal Al Gifari
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.103 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.504

Abstract

Street vendors or traders who sell on the side of the road or who sell in city parks have lighting problems, because lighting is very influential on visitors or buyers. For areas close to people's homes, traders distribute lamps from one of the residents to turn on the lights by paying Rp.5,000. This study aims to help street vendors overcome the problem of lighting using alternative electric energy based on Thermoelectric Generator (TEG) type TEC-12706 with the side using fire generated by rice husk briquettes while the cold side using a 12V DC fan. This study uses several variations to light the lamp effectively and efficiently, including: variations in the number of cooling fans (without fans, 1 fan and 2 fans), variations of the peltier series (series, parallel and combination), variations in the number of peltiers (3 peltier and 6 peltier ). Based on the test results on the Thermoelectric Generator (TEG) the highest temprature difference is produced using 1 fan with 131.4 ℃, a circuit with 3 peltiers that produces the highest voltage, current and power using a series circuit with 6.84V, 0.28A, and 1.92W, and which is able to turn on a 12V 5 Watt DC lamp using 6 peltier to produce 13.5V, 0.55A, and 7,425W. So that with six peltier can turn on one fan and one 5 watt DC lamp.
Respon Orangtua Pra Sejahtera Terhadap Penambahan Program Pendidikan Anak Pada KejarAURORA Farida Iriani; Adinda Gladya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.194 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.507

Abstract

Perkembangan teknologi akhir-akhir ini telah banyak mengubah tatanan kehidupan di berbagai aspek. Khususnya di bidang pendidikan, tentang bagaimana nilai-nilai yang diberikan kepada anak, agar dapat menjadikan mereka siap menghadapi tantangan industri global 4.0. Sejak tahun 2012 kegiatan Kelompok Belajar (KejarAURORA) bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai inovator khusus bagi anak-anak pra sejahtera di daerah Cihanjuang, kota Cimahi, Jawa Barat. Sejenis kegiatan pendidikan non formal tanpa berbayar telah diterapkan oleh pembina Kejar Aurora, dan berhasil memberikan efek positif bagi anak-anak didik sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan sikap percaya diri mereka sebagai cikal bakal inovator di masa depan. Setelah kegiatan berlangsung tujuh tahun, Yayasan Kejar Aurora mengelola kegiatan formal yang terjangkau secara ekonomi bagi anak-anak pra sejahtera. Sebagian besar peserta kegiatan merupakan anak-anak yang telah mengikuti kegiatan non formal sebelumnya. Metode penelitian berupa survey dan cara wawancara kepada orang tua yang mendaftarkan anaknya karena sudah mengetahui atau sudah pernah mengikuti kegiatan kejarAURORA sebelumnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingginya tingkat kepercayaan orang tua terhadap kegiatan kejarAURORA merupakan faktor penyebab diterimanya penambahan program pendidikan baru kejarAURORA. Orang tua mempercayakan anaknya untuk mendaftar di program baru kejarAURORA karena ada efek positif perubahan sikap anak, serta pelayanan dan keseriusan kejarAURORA dalam mendidik anak.
Inovasi Produk Sambal Lingkung Berbasis Teknologi Sebagai Upaya Peningkatan Usaha Umkm Kecamatan Pelayangan Kota Jambi Agus Solikhin; Husni Hasbullah; Yayuk Sriayudha; Ade Perdana Siregar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.903 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.508

Abstract

Pengembangan produk khas daerah memberikan peluang bagi UMKM dalam peningkatan usaha. Sambal lingkung merupakan salah satu produk khas daerah Jambi yang terbuat dari ikan. Rasa yang lezat dan gurih menjadikan produk sambal lingkung memiliki potensi untuk dikembangkan. Pada kegiatan ini yang menjadi mitra adalah Kelompok Usaha Deniz dan Kelompok Usaha Mutiara Indah Bersama di Kecamatan Pelayangan Kota Jambi. Permasalahan mitra yang menjadi prioritas untuk diatasi adalah kontinuitas bahan baku masih rendah, produksi belum rutin, penerapan teknologi produksi masih rendah dan manajemen usaha. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan usaha UMKM melalui inovasi produk khas daerah sambal lingkung pada aspek produksi, teknologi dan manajemen. Pencapaian tujuan dilakukan menggunakan metode sosial dan pastisipasif dengan memberikan bantuan berupa teknologi tepat guna dan pelatihan serta pendampingan dalam manajemen usaha. Pelaksanaan metode menghasilkan peningkatan yang baik, mitra telah berkerjasama dengan pemasok ikan agar kontuinitas bahan baku meningkat. Pemberian bantuan teknologi tepat guna berupa alat spinner dan mesin pengaduk ikan, dapat meningkatkan produksi mitra secara rutin dan baik. Melalui pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, mitra dapat menciptakan kemasan yang baik dan menarik serta dapat menyusun laporan keuangan. Kata kunci : Inovasi, Teknologi Tepat Guna, Manajemen
Proses Perancangan Ruang Bimbingan Belajar “Makhota” Di Krukut Jakarta Susinety Prakoso; Felia Srinaga, Julia Dewi, Dicky Tanumihardja, Alvar Mensana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.848 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.510

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses perancangan kembali ruang bimbingan belajar “Mahkota” di daerah Krukut Jakarta Barat. Perancangan kembali ruang bimbingan belajar Mahkota merupakan bagian dari kegiatan PkM program studi Arsitektur Universitas Pelita Harapan bekerja sama dengan mitra Yayasan Beritakan Kasih. Perancangan ruang bimbingan belajar ini mendesak untuk dilakukan karena 1) bangunan bimbel terlihat kumuh; 2) ruang kelas terlalu kecil; 3) ventilasi ruang kelas yang buruk; 4) bangunan bimbel terkena banjir. Lokasi bimbel yang terletak di permukiman padat penduduk memberikan peluang pada perancangan kembali bimbel untuk berfungsi sebagai tempat belajar dan bermain bagi anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi untuk memperoleh pelajaran tambahan sekolah. Rancangan kembali ruang bimbingan belajar Mahkota meliputi penataan kembali layout/denah ruang belajar, penataan ruang eksterior dan ruang interior bimbel. Proses perancangan ruang bimbingan belajar menggunakan pendekatan partisipasi, dengan tujuan untuk menghasilkan rancangan yang peka terhadap kebutuhan anak serta bermakna bagi anak. Kegiatan PKM dilakukan dalam empat tahap, yaitu 1) community background research; 2) mengumpulkan pandangan anak dan orang dewasa; 3) membahas material yang terkumpul; 4) memutuskan apa yang perlu diteruskan dan diubah. Luaran kegiatan PKM ini adalah rancangan final gambar desain ruang bimbingan belajar dalam bentuk gambar kerja, gambar presentasi serta maket bangunan yang digunakan oleh Yayasan untuk pelaksanaan pembangunan fisik di lapangan.
Pemberdayaan Tokoh Masyarakat Dan Adat Sebagai Media Komunikasi Harmonis Dan Pembangunan Rosmawaty Hilderiah Pandjaitan; Leila Mona Ganiem
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.175 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.511

Abstract

Pengabdian ini dilatarbelakangi isu belum diberdayakannya tokoh masyarakat dan forum komunikasi adat sebagai media komunikasi harmonis dan pembangunan masyarakat Desa Sawarna Lebak Banten. Menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, bertujuan mengubah persepsi, pengetahuan, kesadaran, maupun kreativitas para tokoh masyarakat Desa Sawarna Lebak Banten. Adapun hasilnya yaitu : Satu, tingkat ketertarikan, pengertian, penerimaan, dan respon peserta terhadap isi pesan sangat tinggi. Dua, penggunaan video sebagai alat bantu penjelasan, sangat mendukung, disukai, dan menarik perhatian. Tiga, kurangnya imbalan, pengorbanan, maupun pembagian keuntungan dari pemerintah desa dan Pemda menjadi salah satu faktor penghambat bagi upaya dimaksud. Empat, tokoh adat dan forum komunikasi adat tidak dapat diberdayakan, karena dianggap belum ada. Lima, bagi masyarakat Desa Sawarna, Pemerintah desa setempat kurang transparan tentang dana Desa, kurang peduli pada pemberdayaan masyarakat desa, dan kurang perhatian secara finansial terhadap kegiatan komunitas pariwisata desa Sawarna. Enam, belum adanya BUMDes, menjadi hambatan bagi upaya pembangunan desa Sawarna. Tujuh, mayoritas peserta yang hadir belum paham arah kebijakan pembangunan sektoral dan pemberdayaan masyarakat (people empowering) desa, sebagai akibat masih adanya kesenjangan komunikasi (communication gap) dan belum adanya dialog yang baik antar masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah desa dan Pemda setempat.
Pelatihan Manajemen Usaha Dan Peningkatan Promosi Untuk Pengembangan UMKM Makanan Ringan Ezizwita Ezizwita; Masruri, Mellyna Eka Yan Fitri, Tri Sukma
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.254 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.512

Abstract

Pengabdian ini dilakukan di Nagari Kamang Hilir, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, sebuah wilayah perkebunan dan pertanian yang juga merupakan daerah wisata. Selain bertani, masyarakat disini banyak yang membuka wirausaha. Produk-produk UMKM yang dihasilkan seperti makanan ringan, perabot, gula aren dan lainnya. Berdasarkan analisis kondisi nyata yang terdapat di Nagari Kamang Hilir dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi berkaitan dengan masalah kewirausahaan yaitu, manajemen usaha, manajemen SDM dan promosi produk. Tujuan yang diharapkan tercapai dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat memahami berbagai hal yang berkaitan dengan kewirausahaan, mampu meningkatkan manajemen usaha, mampu meningkatkan manajemen sumber daya manusia, dan mampu meningkatkan promosi produk dan pemasarannya bukan hanya di wilayah Kabupaten Agam saja tetapi juga bisa merambah ke berbagai daerah lain. Kegiatan dilakukan selama 3 bulan, mulai dari survei, wawancara, kegiatan di lapangan hingga membuat laporan akhir. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini adalah memberikan penyuluhan atau ceramah. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi yang berkaitan dengan kewirausahaan, manajemen usaha, manajemen SDM dan promosi produk.
E-Commerce Kue Bolu “Jihan” Kota Payakumbuh Idwar Idwar; Enny Arita, Faradika
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.609 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.513

Abstract

E-commerce (Electronic Commerce) dapat juga didefinisikan sebagai aktivitas penggunaan teknologi informasi dan komunikasi pengolahan digital dalam melakukan transaksi bisnis untuk menciptakan, mengubah, dan mendefenisikan kembali hubungan antara penjual dan pembeli. E-commerce dapat diartikan sebagai aktivitas transaksi jual-beli barang, servis atau transmisi dana atau data dengan menggunakan elektronik yang terhubung dengan internet. Usaha ini Kue Bolu Jihan ini masih melakukan penjualan secara tradisional yaitu pada pasar tradisional yang mana penjual dan pembeli ketemu lansung. Jadi UKM ini mengalami kendala bagaimana cara penjualan secara elektronik. Untuk ini kami team pengabdian merumuskan permasalahan agar penjualan dapat berkembang maka dibuatlah sistem e-commerce. Tujuan dari pengabdian ini mendesign/memcreate sebuah teknologi/aplikasi e-commerce kue bolu JIHAN. Metode yang dikembangkan dengan konsep transaksi di dalam e-commerce ini, antara lain bisnis ke bisnis, bisnis ke konsumen, konsumen ke konsumen atau konsumen ke bisnis. Hasil yang hendak dicapai adalah desain web e-commerce pada konsep transaksi on line. Luaran yang hendak dicapai Web e-commerce, paten merek, dan publikasi ilmiah.
Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos Di Kelurahan Labuh Baru Timur Pekanbaru Latifa Siswati; Ambar Tri Ratna Ningsih; Jeniwardi Jeniwardi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.334 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.514

Abstract

Labuh Baru Timur Village already has a Waste Bank, but to process organic waste into compost, cadres of Waste Banks every RW still do not have that knowledge. The Unilak Community Service Team has the required knowledge, and through this activity knowledge transfer is carried out, so that the Waste Bank Cadre will be more optimal in managing the waste that has been collected in the Waste Bank of each RW. The method of activities given to the community is awareness, counseling, demonstration, and evaluation. Awareness is intended to give awareness to Waste Bank Cadres that managing waste into compost will have a positive impact on their environment. Counseling aims to provide knowledge to the community so that they are more sensitive to their environment so that the environment will provide beneficial results for their families. The demonstration aims to provide knowledge directly, both through picture shows, and the practice of directly composting household waste. And evaluation is carried out to determine the level of knowledge of partners before and after the activity, and to determine the success of the activity. The results of the activities concluded that the participants' knowledge, understanding, and skills could increase ranging from 4% -95%. And the composting speed depends on the size of the organic material used as the compost material, the smaller the size of the pieces of organic material, the faster the composting process will be. Bio activators used to play a role in accelerating the composting process, besides the homogeneity of materials is also a consideration in composting

Page 36 of 138 | Total Record : 1378