Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
Pengelolaan Sampah Home Industry Berbasis Partisipatif Di Kelurahan Keranggan
Deasy Olivia;
Ade Firmansyah;
Harianto Hardjasaputera;
Ida Ayu Sawitri Dian Mawarni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1426.526 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.475
Kualitas lingkungan merupakan hal yang sedang digalakan untuk mewujudkan lingkungan yang ramah sehat. Namun, dalam penerapannya hal tersebut belum tercapai.Salah satu penyebab menurunnya kualitas lingkungan adalah sampah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik mengakibatkan berbagai permasalahan bagi masyarakat dan lingkungan, yakni mengganggu kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan dan tanah, dan berpotensi menimbulkan bencana. Sampah yang tidak dikelola dengan baik disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola sampah,dan kurangnya perhatian dari pihak pemangku kepentingan mengenai sistem manajemen pengelolaan sampah. Kelurahan Keranggan merupakan kawasan permukiman desa yang memiliki potensi home industry dan cukup bertahan. Namun, kawasan permukiman ini belum memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang cara mengelola sampah mengakibatkan banyaknya sampah yang berserakan di kawasan permukiman ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang cara mengelola sampah yang baik, menambah nilai guna sampah,dan membangun perilaku peduli lingkungan, menggunakan metode sosialisasi berbasis partisipatif dan media tepat guna yang informatif. Dari hasil kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah home industry dapat dilakukan apabila telah memahami jenis sampah,cara memilah sampah berdasarkan jenis sampah, sistem pengelolaan sampah, dan manfaat sampah menjadi barang yang tepat guna.
Peningkatan Produksi Teknologi Tepat Guna Mesin Cetak Kue Jepit Dolar Pada UKM
siswadi siswadi;
Wahyu Nugroho;
Heru Siswanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (254.516 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.477
Pada saat ini kebutuhan tentang teknologi sangatlah tinggi. Sedangkan kebutuhan UKM kue jepit tentang desain pembuatan mesin cetak kue semakin lama juga makin banyak, sehingga UKM kue jepit dolar membutuhkan sistem TTG yang memadahi. Sebagian besar UKM kue jepit dolar ini cetakannya masih menggunakan cetakan sistem manual dengan menggunakan cetakan lempengan logam penjepit, sedangkan pembakarannya masih menggunakan kayu bakar sehingga kapasistas produksinya relatif sangat rendah. Guna mengatasi permasalahan tersebut dari lelompok kami merancang, membuat mesin cetakan kue jepit dolar sekaligus membuat alat peggorengennya dengan menggunakan gas LPG menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG) supaya hasil produksinya lebih banyak. Hal ini berdampak pada peningkatan produktivitas pada mitra pengusaha kue jepit dolar di daerah Sawo Cangkring, Kec.Wono Ayu, Kab.Sidoarjo, Diharapkan melalui mesin cetakan kue jepit dolar ini ouput yang dihasilkan dapat membantu peningkatan produktivitasnya dan juga berpengaruh pada kesejateraan mereka. Sedagkan hasil yang didapat dari kegiatan ini:, 1) Mesin cetakan kue jepit dolar dan sistem penggorengan dapat mempercepat proses pembuatanya dengan kualitas baik. 2) keberadaan mesin cetakan kue jepit dolar ini dapat meningkatkan produktivitas mitra menjadi 3 kali, dari hasil sebelumnya hanya 36 unit per hari, akan menjadi 108 unit per hari. 3) Output yang dihasilkan lebih berkualitas dan lebih sempurna,
Implementasi Pendidikan Budi Pekerti Pada Sekolah Menengah Pertama Di Surabaya Barat
Suprayoga Suprayoga;
Indra Prasetyo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.619 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.478
Upaya untuk mencapai tujuan pendidikan, baik dalam pengembangan kecerdasan dan kecakapan maupun pengembangan karakter peserta didik, yang dilakukan sekolah-sekolah selama ini masih banyak terjadi ketimpangan. Proses pendidikan di sekolah masih bertumpu pada pengembangan intelektual akademik peserta didik. Sementara Pengembangan karakter masih terabaikan. Akibatnya, telah banyak ditemukan berbagai perilaku negatif peserta didik, baik pada saat masih berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah sehingga diperlukan upaya yang lebih serius dalam pelaksanaannya untuk mencapai tujuan pendidikan, khususnya dalam pengembangan perilaku atau pendidikan budi pekerti bagi peserta didik. Karena belum ada pedoman pelaksanaan yang terstruktur, sistematis dan implementatif yang bisa dievaluasi. Luaran yang ditargetkan melalui kegiatan ini adalah ditemukannya model pelaksanaan pendidikan budi pekerti di sekolah mitra yang terstruktur, sistematis dan implementatif. Metode pelaksanaan melalui seminar dan diskusi, workshop dan simulasi, pelatihan dan praktek serta pendampingan. Hasil yang dicapai, antara lain: melakukan Audensi dengan sekolah Mitra untuk mengkomunikasi jadwal kegiatan khususnya yang berhubungan dengan guru & karyawan pada Sekolah Mitra, melaksanakan Seminar Implementasi Pendidikan Budi Pekerti pada Kurikulum 2013, Workshop Implementasi Pndidikan Budi Pekerti, Pelatihan Penggunaan Software / Sistem Informasi Manajemen untuk Pendidikan Budi Pekerti, Pengadaan 2 (dua) unit printer dan 2 (dua) unit Software yang diserahkan pada sekolah dan Pendampingan ke sekolah mitra. Dalam penerepannya Pendidikan Budi Pekerti diperlukan upaya yang sungguh-sungguh dari pimpinan sekolah, guru dan masyarakat sekolah termasuk keluarga.
Program Ipteks Bagi Masyarakat Pengelolaan Usaha Warung Makanan Tradisional Daerah Primitif Bumi Perkemahan Air Terjun Dlundung Kemil Trawas Mojokerto
Efina Krinala;
Fauzi Hidayat;
Slamet Nur Fauzi;
Anggun Puspita Sari;
Wahyudi Wahyudi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (480.048 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.479
This community devotion aims to foster and contribute to the traders food stalls and traditional drinks that exist in the area of primitive mountains Waterfalls Camp Dlundung kemil Trawas. The results of our field observations and interviews with all three partners according to their food stall business partners are difficult to develop and there is even a tendency of profit gained less. This is because of the difficulty of raising the food price despite the increase in the price of the materials at any time, such as the price of rice that is rising significantly, the price of chili and vegetables is very volatile, while there is a tendency price of chicken and chicken eggs Soar. The tight business competition is also a consideration of raising food prices. In the position of competition, the increase in the income of business partners that are coupled with the effort can continue to grow and survive in the middle of existing competition, can be achieved through increasing sales turnover or scaling the business scale. The way to do this is to provide the best and satisfying service to the consumer, as well as maintain the quality of taste and improve the quality of the products so that the traditional stalls in the primitive regions can improve the level of life and can improve the economy. The research method is done by mentoring and training in understanding the cleanliness and quality of food stalls, business management assistance from the formulation of business plans, counseling and guidance of financial processing, comparative study To other food centers in Surabaya. The results of the research are expected to help the food for the overall mentoring to the traditional Warung traders and is expected to change the mindset of traders and pay more attention to the level of quality of products sold so that it can Increase the status of life significantly and can gain the maximum profit from visitors or customers of the land of Trawas waterfall camp. Key Word : Business Warung Food and beverage Traditional
Limbah Industri Tempe Rumahtangga Sebagai Pupuk Dan Pakan Ternak Di Kelurahan Pakal Kecamatan Pakal Surabaya
Andri Krisnadianto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.437 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.480
Produksi tempe yang bahan dasarnya kedelai akan meninggalkan limbah. Sayangnya hingga saat ini belum banyak yang memanfaatkan limbah ini. Di kelurahan Pakal kecamatan Pakal, Surabaya, terdapat home industri pembuatan tempe. Jumlah pembuat tempe di Kelurahan Pakal ini kuranglebih berjumlah 20 orang, dan menghasilkan limbah cair kedelai sekitar 20 liter perhari, jika dikalkulasi jumlah limbah lebih dari 400 liter/hari. Dengan adanya hal ini, perlu inovasi agar limbah ini dapat lebih berdayaguna dan diharapkan dapat membantu perekonomian masyarakat. Kami mengajukan ide, limbah tempe ini diolah untuk campuran pakan ternak dan pupuk organic. Kegiatan yang akan dilakukan meliputi: sosialisasi, pelatihan dan pelaksanaan program pengolahan limbah cair tempe. Pengolahan ini diharapkan memberikan keuntungan bagi masyarakat Kelurahan Pakal secara materi dan masyarakat Kelurahan Pakal lebih sadar terhadap limbah tempe yang mereka produksi sekaligus dapat memanfaatkannya. Diharapkan pula nantinya masyarakat Kelurahan Pakal dapat memproduksi olahan limbah dan memasarkan ke masyarakat luas.
UKM Digital: Persiapan Perekonomian Indonesia Menjelang Bonus Demografi
Magdalena Lestari Ginting;
Jane Anastasya
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.412 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.481
Indonesia sedang mengalami perubahan struktur penduduk. Jumlah penduduk usia produktif yang berusia antara 15 sampai 64 tahun, diperkirakan akan terus meningkat. Menjelang 2030, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia diproyeksikan mencapai 200 juta orang, atau sekitar 68% dari populasi. Hal inilah yang disebut bonus demografi, dimana penduduk usia produktif lebih besar dari yang tidak, sehingga hal ini menandakan bahwa angka kelahiran di Indonesia besar. Pada tahun 2025-2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang bisa menjadi keuntungan besar dalam bersaing dengan negara-negara lain, tetapi kalau kita tidak bisa mengelola, berpotensi menjadi masalah. Oleh sebab itu, persiapan diperlukan untuk menyongsong bonus demografi. Keterampilan dan pengetahuan mengenai digital marketing diperlukan UKM untuk dapat mandiri dan tidak memberatkan negara. Melihat permasalahan bonus demografi di Indonesia yang sangat besar, kegiatan pengabdian masyarakat kali ini berbagi beberapa pengetahuan yang dikemas melalui seminar mengenai bonus demografi dan workshop mengenai digital marketing untuk komunitas penggiat usaha kecil menengah di Kota Bandung dengan bekerja sama dengan Gapura Digital. Materi yang diberikan berupa teknik-teknik marketing dan literasi media yang dapat digunakan sebagai modal penting bagi mereka untuk memiliki skill online bisnis dan memulai digital bisnis.
Penerapan Produksi Ramah Lingkungan Pada Proses Produksi UKM Batik Tulis
Ong Wahyu Riyanto;
Subaderi Subaderi;
Ahmad Sholikhul Nafi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (275.835 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.482
Many Batik SMEs that have developed in the city of Sidoarjo Regency, East Java, are indicated as a cause of environmental pollution caused by the use of chemicals in the batik production process. The majority of the batik production process uses chemical dyes which are categorized as not sustainable but affordable (economically feasible). To increase the eco-efficiency level can be done by increasing the selling price, reducing production costs or creating clean production that can be done using alternative dyes (natural dyes) and applying the end of life strategy through: 1) Application of appropriate technology for dyeing batik cloth in the coloring process. 2) Conversion of fuel using a 3 kg LPG tube. 3) Making simple kowen. 4) Application of wastewater treatment plants (IPAL) with electrocoagulant technology. The most suitable technology alternative to be applied to UKM of Jetis Batik in Sidoarjo Regency, Sidoarjo is the application of appropriate technology to dye batik cloth in the coloring process. With the application of appropriate technology, dyeing batik cloth in the coloring process will be able to increase eco-efficiency in the production process of UKM Batik Tulis, Jetis Sidoarjo Village.
Menumbuhkan Budaya Koperasi Dilingkungan Kelompok PKK Melalui Model Koperasi Simpan Pinjam
Dwi Lesno Panglipusari;
Fitra Mardiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.751 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.483
Dalam program sepuluh pokok PKK terdapat Program Pengembangan Kehidupan Berkoperasi. Dalam kelompok terkecil PKK di tingkat RT diwujudkan dalam kegiatan unit usaha simpan pinjam. Istilah-istilah yang dipakai sering menggunakan istilah dalam koperasi simpan pinjam, tetapi implementasinya seringkali tidak sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi, diantaranya prinsip keadilan bagi anggotanya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah agar budaya koperasi bisa diterapkan melalui penerapan model koperasi simpan pinjam pada Kelompok PKK RT di Perum Pondok Benowo Indah Kelurahan Babat Jerawat. Metode yang dilakukan melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan simulasi, studi banding dan monitoring. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta tentang konsep koperasi meningkat lebih dari 50%, mereka juga percaya bahwa unit simpan pinjam bisa membantu mengatasi masalah ekonomi keluarga. Karena itu 81,25% dari peserta mengharapkan adanya perhitungan model koperasi di simpan pinjam PKK. Implementasi dari hasil kegiatan ini adalah mulai tumbuhnya budaya koperasi di lingkungan kelompok PKK. Adanya kesepakatan untuk menerapkan system koperasi dalam aktifitas simpan pinjam mereka secara bertahap. Perlu keberlanjutan kegiatan pendampingan agar anggota simpan pinjam benar-benar bisa menerapkan model koperasi pada unit simpan pinjam. Ini sebagai salah satu upaya menumbuhkan budaya koperasi dilingkungan ibu-ibu kelompok PKK.
Penerapan Konsep Rumah Sehat Sederhana Pada Bedah Rumah Warga Di Desa Pakulonan Barat, Tangerang
Anisza Ratnasari;
Marchelia Gupita Sari;
Mulyadi Sugih Dharsono;
Abdullah Hibrawan;
Nurul Lestari Hasanuddin;
Mohammad Nur Afla
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.135 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.486
House is one of the primary human needs that must require physiological and psychological needs of its inhabitants. However, the needs that must be fulfilled should not only both of them, but also the criteria of a healthy house, that is, health and safety requirements. Desa Pakulonan Barat is one of the densely populated settlements in Tangerang, where there are still uninhabitable housing. In line with the government's program to reduce the number of uninhabitable housing, institution through community service together with corporate social responsibility (CSR) conducted rebuild or revovation on residents' houses with the concept of a simple healthy house. Open interview are conducted to get resident’s feedback on their psychological needs. Hopely, the activity can educate citizens to create healthy habitable dwellings use simple materials and economical costs.
Peran Lembaga Pelatihan Kerja Swasta dalam Rangka Meningkatkan Peluang Angkatan Kerja untuk Memasuki Dunia Kerja dan Dunia Usaha
yeni Nuraeni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.336 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.487
Kondisi angkatan kerja Indonesia masih lemah dari segi kualitas, sehingga pemerintah perlu mendorong peran dari lembaga pelatihan kerja swasta (LPKS) dalam mengupayakan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana LPKS dapat menyiapkan angkatan kerja sehingga dapat memasuki dunia kerja dan dunia usaha. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan, melalui bantuan Program Pelatihan Kerja dan Bantuan Peralatan Pelatihan Kerja yang diberikan Pemerintah kepada LPKS, dapat memberikan peluang kepada angkatan kerja untuk lebih mudah memasuki dunia kerja dan dunia usaha. Kunci keberhasilan LPKS dalam menciptakan kesempatan kerja dan berwirausaha kepada lulusannya adalah melalui mekanisme kerjasama dengan perusahaan pengguna dan bimbingan kewirausahaan yang bersifat kekeluargaan.