cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pemberdayaan Umkm Udang Ketak Pada Pembesaran Udang Ketak Di Kecamatan Kuala Jambi Tanjabtim Propinsi Jambi METHA MONICA; HAJAR SETYAJI, SURYANTO
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.509 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.519

Abstract

Daerah pantai yang sering disebut sebagai wilayah pesisir merupakan daerah yang sangat spesifik seperti Kecamatan Kuala Jambi, karena daerah ini merupakan daerah yang berada di perbatasan antara pengaruh daratan dan lautan. Mengingat posisi geografisnya, daerah pantai merupakan daerah penghubung antara daratan dan lautan sangat strategis sebagai usaha pengembangan sektor perikanan spesifik lokal (Juarini,2002). Salah satu usaha pengembangan sektor perikanan spesifik lokal khususnya di Propinsi Jambi adalah usaha agribisnis udang ketak. Kegiatan ini dilakukan selama 3 (tiga) tahun dari tahun 2017 - 2019. Sedangkan Kegiatan pembesaran udang ketak dilakukan pada tahun 2018. Mitra yang dilibatkan adalah 2 (dua) Kelompok UMKM, UMKM Bangau yang berada di Kelurahan Majelis Hidayah di ketuai oleh Ridho Ardiansyah dan UMKM Elang yang berada di Kelurahan Kampung Laut di Ketuai oleh Muamar. Kedua UMKM berada di Kecamatan Kuala Jambi Kabupaten Tanjabtim. Pelaksanaan Kegiatan dilakukan dengan 5 (lima) tahapan yaitu persiapan, penyuluhan, kegiatan lapangan, pembinaan dan penyusunan laporan. Permasalahan Mitra adalah Sumberdaya Manusia, Modal, Bahan Baku dan Penguasaan teknologi tentang pengolahan dan budidaya udang ketak (pembesaran dan pemijahan). Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan ini adalah : a. Memotivasi dan mengembangkan kemampuan teknis penerapan teknologi sederhana pembesaran udang ketak/ mantis shrimps b. Meningkatkan produktifitas dan kesehatan udang ketak/ mantis shrimps melalui teknologi sederhana dengan pembesaran udang ketak sehingga dapat mempunyai nilai ekspor yang tinggi. c. Menambah pendapatan usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM) udang ketak di Kecamatan Kuala Jambi d. Adanya kerjasama antara Perguruan Tinggi dan UMKM. Sasaran yang ingin dicapai yaitu : Penerapan teknologi sederhana dengan cara pembesaran udang ketak yang diberi pakan udang rucah,.sehingga meningkatkan nilai jual udang ketak secara lokal (Jambi, Jakarta, Yogyakarta, Batam) dan untuk ekspor (Hongkong, Singapura dan Shanghai) karena udang ketak yang dijual paling kecil berukuran 7,5 inchi (B) dan menghasilkan udang ketak yang sehat serta dapat menekan tingkat kematian pada saat di ekspor. Hasil luaran yang dicapai adalah penyerahan barang untuk budidaya udang ketak (pembesaran udang ketak) pada kedua UMKM berupa filter air, genset, tedmond, pompa isap (pada UMKM Elang 2 buah dan UMKM Bangau 1 buah ), bak fiber (pada UMKM Bangau 1 buah dan UMKM Elang 2 buah), mesin kapal pada UMKM Bangau. Pengembangan produk olahan udang ketak menjadi kletek udang oleh UMKM Elang,Panen ukuran C yang dipelihara selama 2 bulan Kesimpulan adalah penyerahan barang untuk budidaya udang ketak (pembesaran udang ketak) pada kedua UMKM berupa filter air, genset, tedmond, pompa isap (pada UMKM Elang 2 buah dan UMKM Bangau 1 buah ), bak fiber (pada UMKM Bangau 1 buah dan UMKM Elang 2 buah), mesin kapal pada UMKM Bangau. Panen ukuran C yang dipelihara selama 2 bulan dijual dalam bentuk olahan dan segar, dimonev secara internal dan eksternal.
Bimbingan Belajar Dutasia Di Taman Bacaan Bencongan asih enggar susanti; Budi Wibawanta, Ariani Tandi Padang
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.711 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.523

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor utama yang turut ambil bagian dalam masa depan bangsa. Oleh karena itu, setiap lapisan masyarakat berhak menerima pendidikan yang layak. Akan tetapi yang menjadi permasalahan adalah belum semua masyarakat secara khusus diusia siswa sekolah mendapatkannya. Hal ini dipengaruhi latar belakang perekonomian keluarga setempat yang belum mampu memberikan pendidikan lebih baik. UPH Teachers College bersama dengan yayasan DUTASIA melakukan kegiatan pendampingan belajar bagi para siswa yang memerlukan bimbingan, sehingga para siswa mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Siswa yang bergabung dalam kegiatan pendampingan belajar ini berada pada jenjang SD hingga SMP. Adanya jenjang sekolah siswa maka proses bimbingan belajar disesuaikan dengan kebutuhan siswa melalui penyediaan tutor yang dapat membimbing pada proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini diharapkan bahwa para siswa diusia sekolah tersebut mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan lebih baik serta menjadi salah satu media para mahasiswa guru untuk mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan belajar efektif dan dapat dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.
Pelatihan Vlog Warga Rw 09 Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan Utara Jakarta Barat Yoyoh Hereyah; Hendri Wierfan; Marie Muhammad
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.25 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.524

Abstract

Membuat vlog di era disrupstion ini sangat penting bagi siapa saja, termasuk bagi warga desa dan kelurahan yang ingin menginformasikan kegiatan dan program-program desanya dalam bentuk video yang menarik. Banyak kegunaan membuat blog di era kini, selain bisa memperkaya kemampuan kita di sisi yang lain kemampuan inni bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari terkait dengan penyampaian pesan komunikasi. Kehidupan ibu ibu dan bapak di tegah keluarga, bisa menjadi bahan yang tidak ada habisnya untuk membuat Vlog. Vlog berasal dari dua kata yakni ‘video’ dan ‘blog’. Apa itu video? Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan dan menata ulang gambar bergerak. Lalu apa itu Blog? Blog adalah catatan pribadi secara online yang sering diperbarui dan didistribusikan ke masyarakat umum. Nah, kalau begitu apa itu Vlog? Jadi, Vlog adalah catatan pribadi dalam bentuk video yang diperbarui dan didistribusikan secara umum. Lebih lengkapnya, Vlog ini termasuk suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas sumber media utamanya yakni penggunaan teks atau audio. Kegiatan ini di harapkan memberikan pemahaman yang mendalam tentang teknik membuat vlog yang memberikan manfaat bagi warga RW 09 Kelurahan Kembangan Utara Kecamatan Kembangan Utara Jakarta Barat, sehingga diharapkan manfaat yang didapat memberi dampak yang positif bagi mereka, dengan mampu membuat vlog maka di tengah keluarga bisa menghasilkan tambahan baru dari hasil pendapatan iklan yang masuk , disamping menambah kemampuan melakukan literasi informasi.
Pelatihan Penulisan Berita Untuk Siswa SMA Negeri 16 Pekanbaru Evizariza Evizariza; Mohd. Kafrawi; R. Syamsidar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.845 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.527

Abstract

Kemampuan menulis merupakan bagian penting di masa kini. Seiring dengan perkembangan teknologi, kemampuan menulis menjadi kekuatan untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat dan berfaedah bagi orang ramai. Dengan menulis, penulis dapat mengeluarkan gagasan atau ide melalui bahasa tulis. Selain itu, menulis mampu membangkitkan kratifivitas, mempertajam imajinasi generasi muda, khususnya pelajar. Selain sebagai media untuk menuangkan gagasan atau ide, menulis juga membentuk karakter pelajar dengan mengarahkan potensi kreatif yang didapat dari realita. Meningkatkan Kemampuan Menulis Kreatis ini bertujuan untuk menghasilkan penulis-penulis muda yang handal untuk Provinsi Riau ke depannya.
Pelatihan Literasi Media Menghadapi Era Industri 4.0 Bagi Ibu Rumah Tangga Di Daerah Tangerang Agustin Diana Wardhaningsih; Sigit Pamungkas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.529 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.529

Abstract

Kehadiran media sosial menjadi salah satu alat komunikasi yang mampu menembus ruang dan waktu. Kemudahan yang ditawarkan membuat media sosial menjadi salah satu referensi masyarakat untuk mengakses informasi atau berita dengan cepat. Dan terkadang informasi yang didapat positif dan mengandung kebenaran tetapi bisa saja informasi yang didapat merupakan berita bohong alias hoax. Perlu adanya literasi media sosial agar penggunaannya bukan mengarah ke hal yang negatif, tetapi menjadi positif dan bisa membangun kesejahteraan masyarakat. Salah satu media sosial yang sangat tinggi penggunaannya di Indonesia adalah Whatsapp. Bukan hanya generasi muda saja yang menggunakannya tetapi juga orang tua, salah satu nya para ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga wajib melek digital. Ibu rumah tangga harus mau belajar dan setidaknya mengetahui cara menggunakan media sosial secara positif. Dengan demikian peran ibu rumah tangga bisa aktif memberikan pengajaran kepada anak-anaknya sehingga mereka pun bisa menjadi generasi yang kreatif tidak hanya pasif menerima setiap informasi, tetapi bisa bijak menggunakan media sosial. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran kepada para ibu rumah tangga cara bijak bermedia sosial whatsapp. PKM ini dilakukan di dua lokasi di daerah Tangerang. PKM yang pertama adalah bagi ibu-ibu PKK kelurahan Bencongan Indah, Karawaci, dan juga bagi ibu-ibu rumah tangga di daerah Mauk, Tangerang.
Teknologi Pengolahan Pakan Menggunakan Produfer@Plus Di Mekar Jaya Kab. Tanjung Jabung Barat Yurleni Yurleni; Adriani Adriani; Mairizal Mairizal
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.837 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.530

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani dalam penerapan teknologi pengolahan pakan untuk ternak ruminansia menggunakan starter. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Mekartani 1 dan 2 Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Desa ini merupakan salah satu sentra pengembangan tanaman kopi organik dan ekowisata berbasis tanaman kopi dan pinang. Untuk mewujudkan daerah organik maka pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tahun 2018 mengintroduksikan ternak sapi sebanyak 6 ekor. Kendala yang dihadapi oleh peternak adalah ketersediaan pakan baik secara kuantitas maupun kualitas sangat terbatas. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara di lapangan, sebagian besar peternak masih menerapkan sistem pemeliharaan yang semi intensif dimana ternak dilepas pada siang hari untuk mencari makan sendiri dan malam hari tidak disediakan pakan di kandang. Sehingga input yang didapat berupa feses dan urin yang akan diolah menjadi pupuk organik sangat sedikit. Kondisi ini bila terus berlanjut dan ditambah dengan kurangnya pemahaman petani tentang pentingnya penyediaan pakan yang berkualitas dan tersedia secara terus menerus serta kurangnya pengetahuan peternak tentang pentingnya pemeliharaan ternak secara intensif guna penyediaan bahan baku untuk menunjang tanaman organik. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani mitra dalam menerapkan teknik pengolahan dan pengawetan pakan ternak, sehingga dapat menjamin ketersediaan pakan secara kontinuitas dan berkualitas, meningkatkan produktivitas ternak sapi berkelanjutan. Konsep teknologi pengolahan pakan ini merupakan konsep pengolahan pakan yang mudah, murah dan sederhana sehingga dapat diterapkn dan sasarannya adalah pengolahan pakan dengan memanfaatkan sumber pakan yang terdapat di daerah tersebut baik berupa sumber hijauan yang berasal dari rumput dan legume, limbah perkebunan berupa pelepah sawit,pelepah pinang, kulit kopi dan limbah pertanian yaitu jerami padi dan dedak. Ciri pendekatan dari konsep ini adalah memanfaatkan sumber pakan local yang tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Teknologi pengolahan pakan secara fermentasi menggunakan Produfer@Plus yang ditawarkan kepada petani adalah berdasarkan hasil penelitian serta studi literatur, yang terbukti efektif dalam meningkatkan kandungan nutrisi dan pengawetan pakan. Pakan hasil fermentasi jika diberikan kepada sapi akan berdampak pada peningkatan bobot badan, mengurangi bau kandang sehingga pemeliharaan ternak termasuk ramah lingkungan. Penerapan teknologi pengolahan pakan menggunakan Produfer@Plus dalam pemeliharaan sapi dapat dilakukan melalui pemanfaatan sumber pakan lokal seperti limbah tanaman sawit berupa pelepah daun sawit, pelepah pinang, dedak padi sebagai sebagian pengganti rumput untuk pakan ternak. Starter Produfer@Plu adalah starter fermentasi yang digunakan untuk mendegradasi serat kasar yang berasal dari pakan limbah yeng berasal dari tanaman perkebunan dan pertanian Keberhasilan teknolgi pengolahan pakan ini pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas ternak, meningkatkan ketersediaan bahan baku pembuatan pupuk organic cair dan padat, pada akhirnya akan meningkatkan pendapata masyarakat secara berkelanjutan.
PKM Santri Pondok Al-Hamdaniyah Kecamatan Buduran Desa Siwalan Panji Kabupaten Sidoarjo Nurul Azizah; M Abror; Paramitha Amelia K
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.17 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.531

Abstract

Pondok pesantren merupakan tempat santri menimbah ilmu yang cenderung pada ilmu agama, dimana belum optimal dalam menerapkan pola hidup sehat pada pondok pesantren, padahal sangat penting penerapan hidup sehat bagi kelangsungan hidup. Pondok pesantren Al-Hamdaniyah masih jauh dari kata bersih, kamar mandi yang masih sangat sederhana dan kotor, peletakan baju habis pakai yang berserakan, dan dapur yang dinilai kebersihan kurang sehingga mengakibatkan santri rentan terserang berbagai penyakit gangguan nutrisi hingga penyakit menular seperti hepatitis dan penyakit kulit. Anehnya pihak pondok yakni pimpinan pondok pesantren memberikan paradigma yang salah bahwa ketika santri terkena penyakit menular (hepatitis dan penyakit kulit/scabies) tersebut dianggap “berkah” yang nantinya bisa membuat ilmu bermanfaat, Tujuan dari pelaksanaan program kemitraan masyarakat pada pondok pesantren Al-Hamdaniyah adalah pemberdayaan terhadap santri untuk hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit gangguan nutrisi dan penyakit menular tersebut (hepatitis dan penyakit kulit/scabies). Solusi yang pertama dapat menangani masalah tersebut yakni bertujuan agar mitra dapat melakukan pola kehidupan yang sehat maka diperlukan sebuah pembelajaran serta pemberdayaan pola hidup sehat dengan menciptakan lingkungan pondok yang bersih dan sehat, agar santri dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit sehingga dapat menyerap ilmu dengan baik. Kemudian solusi berikutnya yakni mitra dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman para santri akan di berikan pembelajaran dan pemberdayaan menanam tanaman hydroponik, menerapkan cara pembuangan limbah dengan benar, pengadaan beberapa peralatan untuk menunjang fasilitas kebersihan mitra Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan seminar hydroponik, tentang bagaimana cara pemberdayaan tanaman hydroponik, berikutnya dilanjutkan dengan aplikasi pembuatan hingga penanaman benih disertai penyerahan 2 paket peralatan tanaman hydroponik bersama santri pondok pesantren Alhamdaniyah. Kegitan berikutnya yakni seminar tentang pendidikan pola hidup bersih dan sehat, mulai dari kebersihan diri, pemenuhan kebutuhan gizi dan kebersihan lingkungan yang dilaksanakan pada tanggal 20 juli 2019, serta di lanjutkan dengan praktik pola hidup sehat dan aplikasi kebersihan diri dan lingkungan disertai penyerahan beberapa peralatan kebersihan yang dapat dipergunakan untuk pelaksaan pola hidup sehat. Hasil kegiatan ini santri pondok pesantren Alhamdaniyah dapat mengerti dan mempraktekkan kembali bagaimana cara penanaman dan pemeliharaan tanaman hydroponik sehingga nantinya dapat menikmati hasil tanaman hidroponik untuk dikonsumsi sehari-hari. Para santri juga dapat memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari penyakit menular, dan dapat menjalani kehidupan dengan sehat sehingga dapat menuntut ilmu dengan baik. Kata kunci : santri alhamdaniyah, PHBS, hydroponik
Pemberdayaan Kelompok Tani Dalam Pengembangan Usaha Kompos Di Kecamatan Geragai Yurleni Yurleni; Adriani Adriani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.536 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.535

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemberdayaan kelompok tani dalam mengolah limbah peternakan dan limbah kelapa sawit menjadi kompos di Kecamatan Geragai. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Kelompok Tani Karya Muda Desa Pandan Sejahtera Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kelompok ini memiliki 15 ekor sapi secara swadaya dan kebun kelapa sawit seluas 52 ha, dengan anggota sebanyak 26 orang yang umumnya adalah generasi muda, memiliki aktivitas rutin. Namun disisi lain kelompok tani ini masih baru sehingga belum memiliki sarana dan prasarana pengolahan kompos yang memadai. Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa yaitu 1) pelatihan teknis pengolahan limbah, 2) study banding dan 3) melengkapai sarana prasarana kelompok. Pelatihan teknis pengolahan limbah menjadi kompos dilakukan selama 2 hari di TTP Geragai yang diikuti sebanyak 30 peserta Materi pada pelatihan fokus pada pegolahan limbah ternak dan kelapa sawit untuk pembuatan kompos, biourin dan pakan fermentasi dan dilengkapi dengan praktek pembuatannya. Kegiatan study banding dilakukan oleh anggota kelompok tani Karya Muda ke kelompok tani Karya Trans Mandiri desa Dataran Kempas bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, pengalaman dalam pengelolaan usaha dan pengembangan usaha kearah integrated farming system. Untuk Optimalisasi hasil kegiatan yang dilakukan, maka kelompok tani Karya Muda dilengkapi dengan sarana prasarana pengolahan kompos berupa rumah kompos, chopper, cultivator, mesin jahit karung, angkong dan bahan baku pembuatan kompos untuk 10 ton. Pada tahap awal kegiatan sudah diolah kompos sebanyak 5 ton. Hasil monitoring dan evaluasi pelatihan dengan menjawab quisoner yang diberikan pada peserta, didapatkan hasil bahwa peserta memberi jawaban bahwa pelatihan ini “sesuai” dan “sangat sesuai” dengan kebutuhan kelompok dalam pengembangan usaha yang dilakukan baik materi, contoh, praktek maupun diskusi yang dilakukan. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan pada akhir kegiatan dengan cara diskusi. Hasil diskusi didapatkan bahwa kegiatan ini bisa diterapkan dan akan dikembangkan menjadi usaha utama kelompok terutama produksi kompos, selain itu dipertimbangkan pengembangan usaha kearah integrated farming system. Sehingga kedepan bisa menjadi salah satu pusat percontohan dan pelatihan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani Dalam Pengembangan Usaha Kompos Di Kecamatan Geragai Adriani Adriani; Yurleni Yurleni
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.215 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.536

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan dokumentasi kelompok tani yang sudah berproduksi menghasilkan kompos guna melengkapi dokumen kelembagaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Koperasi Sukamaju Desa Kota Baru Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Usaha kompos Koperasi Suka Maju Desa Kota Baru Kecamatan Geragai sudah berproduksi, namun sampai sekarang produksi belum sesuai dengan harapan terutama pemasaran dan lemahnya kelembagaan. Padahal faktor penunjang produksi pengolahan kompos sudah memadai dengan tingkat keterampilan anggota yang sudah baik. Optimalisasi usaha kelompok ini dilakukan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing. Sehingga usaha yang sudah ada memberi nilai tambah (value added) bagi ekonomi anggota kelompok dan masyarakat pada umumnya. Berdasarakan kondisi yang ada, maka koperasi Suka Maju lebih tepat pada kegiatan penguatan kelembagaan. Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa yaitu 1) pelatihan penguatan kelembagaan, 2) FGD pembuatan dokumen kelompok, 3) magang, dan 4) melengkapai sarana prasarana kelompok. Pelatihan penguatan kelembagaan diikuti 30 peserta yang berasal dari 7 kelompok tani, yang dilakukan pada TTP selama 1 hari. Kegiatan ini membahas pentingnya sistem admintrasi yang tertip dalam mengelola suatu usaha dalam kelompok dan pentingnya aturan-aturan yang disepakati dalam kelompok. FGD dilakukan selama 2 hari dengan sasaran utama anggota koperasi Suka Maju dan Bumdes desa Kota Baru. Kegiatan ini difokuskan untuk melengkapi dokumen unit usaha kompos berupa perjanjian koperasi dengan Bumdes dalam pemasaran kompos, peraturan unit usaha kompos, AD ART dan SOP. Kegiatan mangang dari koperasi Suka Maju dan Bumdes Kota Baru ke kelompok tani Mekar Jaya Desa Dataran Kempas adalah untuk mengali informasi mengenai pengelolaan administrasi usaha, terutama pola kemitraan pemasaran dengan PT WKS, selain administrasi lainnya. Optimalisasi kegiatan penguatan kelembagaan pada koperasi Suka Maju dilakukan dengan menyediakan perlatan administrasi seperti laptop, printer, ATK, peralatan pengukur suhu, kelembaban dalam pembuatan kompos. Hasil monitoring dan evaluasi setelah pelatihan dengan menjawab quisoner yang diberikan pada peserta, didapatkan hasil bahwa peserta memberi jawaban bahwa pelatihan ini “sesuai” dan “sangat sesuai” dengan kebutuhan kelompok usaha yang dilakukan baik materi, contoh, praktek maupun diskusi yang dilakukan. Monitoring dan evaluasi juga dilakukan pada akhir kegiatan dengan cara diskusi. Hasil diskusi didapatkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pemasaran produksi kompos. Sehingga kedepan bisa menjadi salah satu pusat percontohan dan pelatihan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kata kunci: Penguatan kelembagaan, koperasi sukamaju, swakelola kompos
Bimbingan Teknis Fasilitator Teknik Dalam Upaya Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok Sumbawa Siti Nurul Hijah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.821 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.537

Abstract

Serangkaian gempabumi telah mengguncang Lombok pada tanggal 29 Juli (M6.4), 5 Agustus (M7.0) dan 19 Agustus 2018 (M6.9). Akibat dari gempa tersebut telah menimbulkan 567 orang meninggal, lebih dari 2000 orang mengalami luka-luka dan 445.343 jiwa harus mengungsi. Kerusakan terjadi pada infrastruktur dan perumahan sehingga aktifitas masyarakat dan penduduk setempat mengalami kelumpuhan. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana gempa. Dalam rangka mendukung upaya percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca Gempa Lombok – Sumbawa, perlu dilakukan bimbingan teknis kepada para fasilitator teknik pendamping masyarakat dengan tujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan tentang bagaimana mekanisme pembuatan Rumah Tahan Gempa dengan menerapkan kaidah-kaidah teknik yang telah ditetapkan dan tidak keluar dari specifikasi dan aturan yang ditentukan. Pelaksanaan bimbingan teknis diisi dengan pemberian materi yang didesain untuk memberikan informasi dan keahlian sehingga fasilitator teknik mampu menyelenggarakan program Rumah Tahan Gempa (RTG) yang bermutu dan berdampak terhadap Rehabilitasi dan Rekonstruksi pembangunan khususnya yang terkait dengan program pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hancur akibat Gempa Lombok - Sumbawa yang terjadi pada tahun 2018.

Page 37 of 138 | Total Record : 1378