Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Articles
1,378 Documents
Pelatihan Sistem Bercocok Tanam Hidroponik dan Pengolahan Limbah Menjadi Produk Daur Ulang yang Bermanfaat di Desa Barengkok Tangerang
Wahyu Irawati;
Grace Charity Mary Cartir;
Georgine Gladis Paula Sulardi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1207.532 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.892
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu sarana untuk menjalankan misi Universitas Pelita Harapan yaitu berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang dipimpin oleh wawasan dunia Kristen alkitabiah serta berpartisipasi secara redemtif dalam pengembangan individu dan masyarakat bagi kemuliaan Allah. Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Analisis situasi menunjukkan bahwa Desa Barengkok tidak memiliki sumber daya manusia yang memahami cara penanganan sampah dan cara bercocok tanam hidroponik yang benar. Mereka terbiasa “memusnahkan” sampah dengan cara dibakar sehingga menyebabkan terjadinya pencemaran udara dan tanah. Tujuan PkM adalah agar penduduk: (1) dapat mengaplikasikan penanaman hidroponik, (2) dapat membedakan jenis-jenis sampah dan mendaur ulang sampah untuk menghasilkan produk yang bermanfaat. Metode PkM yang digunakan adalah metode ceramah dan pelatihan yang pelaksanaannya dibantu oleh mahasiswa Student Life Universitas Pelita Harapan. Kegiatan PkM dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 November 2018, pukul 10.00-13.00 WIB yang dihadiri oleh 34 orang peserta. Warga dibagi ke dalam tiga kelompok yaitu: 1) kelompok hidroponik; 2) kelompok daur ulang sampah plastik; dan 3) kelompok daur ulang sampah kertas. Kegiatan PkM menghasilkan pemahaman warga akan pentingnya mendaur ulang sampah, dapat mempraktekkan cara pembuatan produk daur ulang yang bermanfaat serta cara bercocok tanam hidroponik.
Pelatihan Pembuatan Produk Kerajinan Berbahan Ranting Kayu Mangrove
Ridwanti Batubara;
Mohammad Basyuni;
Apri Heri Iswanto;
Bejo Slamet;
Arida Susilowati;
Deni Elfiati;
Mariah Ulfa;
Ryzki Pebriansyah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.783 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.894
Ranting kayu mangrove sampai saat ini merupakan limbah yang belum termanfaatkan. Limbah ranting ini sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah melatih masyarakat tentang pembuatan kerajinan berbahan ranting kayu mangrove dan memberikan pengetahuan tentang sifat-sifat pengerjaan kayu khususnya ranting sebagai bahan baku kerajinan. Metode pelatihan meliputi pemberian kuisioner dan materi pelatihan, diskusi dan praktek langsung pembuatan kerajinan. Hasil pelatihan dari praktek masyarakat membuat kerajinan dari ranting kayu mangrove antara lain pas bunga, bonsai, miniatur saung, miniatur kursi dan tempat tissue. Pelatihan ini merupakan pelatihan pertama yang diikuti oleh peserta terkait pelatihan pembuatan kerajinan. Peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan tentang sifat-sifat pengerjaan kayu dan produk-produk kerajinan berbahan ranting kayu. Dampak dari kegiatan ini adalah masyarakat menjadi terampil membuat kerajinan berbahan ranting kayu mangrove.
Penyediaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bagi Rumah Masyarakat Desa Lau Damak
Budi Utomo;
Kasmir Tanjung;
Suri Mutia Siregar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.434 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.895
Sampai saat ini, listrik masih menjadi tantangan di Indonesia. Desa Lau Damak secara administrasi merupakan salah satu desa yang berjarak cukup dekat dengan pusat ibukota propinsi (Kota Medan) yakni berjarak 80 km. Namun pada kenyataannya hingga kini salah satu dusun di wilayah ini masih belum tersentuh listrik. Karena sulitnya akses menyebabkan tidak banyak masyarakat tinggal di kampung ini. Dusun hanya dihuni oleh 15 kepala keluarga sehingga hanya mereka yang berkepentingan saja yang keluar masuk dusun ini. Penerangan sebagai kebutuhan dasar harus dipenuhi dari lampu minyak (sentir). Beberapa warga yang memiliki sedikit kelebihan, dapat membeli genset yang hanya beroperasi pada pukul 18.30-21.00 wib. Setelah itu penerangan dilanjutkan menggunakan lampu minyak. Munculnya Tim Pelaksana PPM PKM USU ke wilayah mitra ini memberikan harapan baru bagi masyarakat. Tim segera menganalisis kebutuhan energI untuk menerangi kampung ini. Untuk dapat menerangi sekitar 15 rumah yang letaknya berdekatan satu dengan lainnya Tim segera membuat 2 pos PLTS yang ditempatkan pada rumah-rumah warga. Selanjutnya Tim PPM membangun PLTS berkekuatan 800 watt peak. Kini warga Dusun Tg Beringin dapat berbahagia karena telah dapat menikmati energi penerangan sepanjang waktu 24 jam tanpa harus mengeluarkan biaya apapun. Warga dapat menikmati siaran televisi serta dapat mengisi daya handphonedi kampung ini.
Produksi Konten Multimedia Untuk Ibadah Online HKBP Perumnas Tangerang Selama Masa Pademic Covid-19
Jumadal Simamora
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.465 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.896
Wabah virus Corona atau yang disebut dengan Coronavirus Diseas 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan kehidupan masyarakat dunia dalam waktu singkat. Sejak pertama kali ditemukan di Wuhan pada akhir tahun 2019, wabah virus Covid-19 dengan cepat menyebar secara global. Di Indonesia, Covid -19 pertama kali dikonfirmasi pada 2 Maret 2020. Seiring dengan itu, pemerintah mengambil tindakan dan langkah langkah strategis membatasi penyebaran virus tersebut seperti pembatasan sosial (Physical Distancing). Upaya itu dilanjutkan dengan kebijakan kerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Untuk mendukung langkah pemerintah, gereja HKBP Perumnas Tangerang juga menghentikan ibadah mingguan di gereja untuk dewasa dan sekolah minggu dan menggantikannya dengan ibadah keluarga yang dilaksanakan di rumah masing-masing. Tentu ibadah keluarga di rumah sangat berbeda dengan ibadah berjemaah yang biasa dilakukan di gereja. Di rumah, ibadah dilaksanakan hanya menggunakan tata ibadah yang dibagikan secara tercetak tanpa dipimpin penatua atau pendeta. Untuk mengatasi kendala itu, kegiatan PkM ini bertujuan untuk menyediakan video ibadah yang dipimpin oleh pendeta dan dapat diakses oleh seluruh jemaat melalui online. Adapun metode yang dilakukan adalah perekaman video kotbah pendeta, kemudian mengedit dan mengunggah di Youtube. Hasil dari PkM ini adalah konten Youtube HKBP Perumnas yang berisi kotbah pendeta, lagu pujian setiap minggu dan rekaman ibadah untuk sekolah minggu HKBP. Dengan demikian, jemaat tetap dapat mengikuti ibadah dan kotbah dari pendeta sekalipun ibadah dilaksanakan di rumah masing-masing.
Joint-Development Of Mobility Assistive Devices For Patients With Special Treatment
Dedy H.B. Wicaksono;
Michael Jeremy;
Lydia Anggraini Kidarsa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (540.716 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.898
The skeletal, muscular and nervous systems in human body works together to enable specific movement or posture. Abnormalities in any of these systems may cause this functionality to degrade. Some examples of such diseases are spinal muscular atrophy and celebral palsy. Patients who suffer from these diseases may require assistive devices designed specifically to their anatomy for supporting their posture and mobility. Bioteknik Design in Bandung, is a small local company focusing in the development of assistive device for helping such patients. A collaboration between SGU and Bioteknik was made to help Bioteknik in designing some of their supportive devices. A student internship was assigned in Bioteknik Design to conduct various tasks related to developing assistive devices based on the need of the patient. These tasks include patient anatomy measurement, design and production of the assistive devices suitable for the patient. These tasks are directed towards giving the patient the mobility and the posture needed, so that the opportunity for the patient to move, explore, and connect to their surroundings could be improved. In this project, several assistive devices, e.g. electrical wheelchair (Go-Roll), specific wheel chair with footrest, and feet-controlled wheelchair, have been measured, design and implemented at various stages.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Desa Matangaji terhadap Pencegahan COVID-19 melalui Pembuatan dan Distribusi APD
Dein Iftitah;
Haryudi Haryudi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.803 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.899
Measures to increase awareness of the village community in COVID-19 preventive still need to be done because the village community still considers the corona virus not as a threat, awareness public too low in implementation health protocols such as the use of masks and social distancing and the lack of personal protective equipment owned by the community. The socialization carried out by the government in implementation the rules for COVID-19 preventive in the community, such as washing hands properly, using proper masks and social distancing through social media, is still being ignored by the community, so it is necessary to do counseling and training on the manufacture and distribution of APD as a implementation COVID-19 preventive in village communities. This community service aims to provide education about the dangers or threats of COVID-19 so that it is hoped that it can raise awareness of the village community and increase understanding of COVID-19 preventive. Community service activities were carried out on 10 August 2020 - 10 September 2020 in Matangaji Village, Sumber District. The methods used were the manufacture and distribution of personal protective equipment such as hand sanitizers, masks and spraying disinfectants as well as socializing the prevention of COVID-19 by placing posters and distributing APD directly to the village community. The results obtained were that 50 liters of handsanitizer were distributed in the Matangaji Village community, spraying assistance was carried out in public places that were visited by many people Matangaji Village and the distribution of 500 masks which were distributed to Matangaji Village residents. After socialization through the distribution of APD and the installation of posters in several public places such as schools, village halls and places that are frequently visited, the people of Matangaji Village understand how to preventive COVID-19 and the village community is alert to the dangers of COVID-19 so they want to implemented health protocols.
SEMINAR TENTANG STRUKTUR DAN FUNGSI JANTUNG KITA DI GEREJA KRISTEN ALKITAB INDONESIA GADING SERPONG, TANGERANG
Wahyu IRAWATI;
Lastiar Roselyna Sitompul
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (297.606 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.901
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan sarana melaksanakan misi Universitas Pelita Harapan yaitu dengan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang dipimpin oleh wawasan Kristen alkitabiah serta berpartisipasi secara redemtif dalam pengembangan individu dan masyarakat bagi kemuliaan Allah. Kegiatan PkM dilaksanakan di Gereja Kristen Alkitab Indonesia jalan Raya Kelapa Dua, Ruko Blitz, Blok A No. 28, Gading Serpong, Tangerang-Banten. Analisis kebutuhan berdasarkan angket menunjukkan bahwa jemaat belum memahami secara utuh bagaimana menjaga kesehatan jantung. Kondisi ekonomi jemaat yang rendah membuat jemaat lebih memilih mengkonsumsi makanan murah dan mengenyangkan seperti gorengan tanpa memperhatikan masalah kesehatan jantung. Jemaat suka mengkonsumsi makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak demi alasan kepraktisan yang dapat berakibat penyakit jantung. Tujuan dilaksanakannya PkM adalah agar jemaat mengetahui bahwa Allah menciptakan jantung dengan struktur yang mendukung fungsinya agar dapat bekerja dengan baik. Metode PkM adalah ceramah dan tanya jawab. Kegiatan PkM dilaksanakan pada tanggal 19 Oktober 2019 dan dihadiri oleh 25 orang. Berdasarkan hasil angket evaluasi menunjukkan bahwa melalui kegiatan PkM, jemaat memahami struktur dan fungsi jantung yang di ciptakan Allah. Jemaat menyadari bahwa kelalaian manusia dalam menjaga kesehatan dapat mengakibatkan penyakit jantung. Jemaat menyadari bahwa Allah melakukan pemeliharaan sempurna melalui pola hidup yang dapat menjaga kesehatan jantung.
Peningkatan Kapasitas Produksi Dan Pendapatan Usaha Pengrajin Keset Kain Di Desa Cagakagung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik
Rodhiyah Rodhiyah;
Andi Iswoyo;
Didik Daryanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.006 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.902
Tujuan Program Pemberdayaan Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi mitra. Permasalahan yang dihadapi mitra, antara lain; 1). Motif monoton pada bentuk oval dan bulat seperti produk dipasaran, perlu inovasi baru; 2). Peralatan produksi masih menggunakan mesin jahit manual dan jumlahnya kurang karena harus bergantian dengan anggota keluarga yang lain; 3). Tidak adanya quality control pasca produksi; 4). Pemasaran produk keset kain saat ini sebagian besar masih berdasarkan pesanan dan atau dititipkan di toko, belum ada upaya memasarkan lebih luas; Solusi yang ditawarkan antara lain; perlu pelatihan dan pendampingan desain produk dan keterampilan menjahit, pemasaran, dan pencatatan keuangan; pengadaan mesin jahit dan motor; pelatihan QC dan kesehatan kerja; Metode pelaksanaan yang digunakan adalah melalui; Pelatihan dan pendampingan, serta Pengadaan mesin jahit baru. Hasil pelaksanaan program antara lain; motif keset tidak hanya monoton, saat ini sudah lebih menarik dan variatif, mitra sudah mampu menjahit dengan baik, mitra sudah mencatat keuangan, mampu memasarkan produknya melalui media sosial dan produksi dan pendapatan meningkat sebesar 40%.
Pengembangan Awal Pendukung Lengan Mekanik untuk Pasien Atropi Otot Tulang Belakang
Dedy H.B. Wicaksono;
Daniel J. Engel;
Leticia A. Genilar;
Samantha T. Wijaya;
Samuel A. Setiawan;
Xaviera Jovinka;
Lydia A. Kidarsa
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (596.727 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.903
Spinal Muscular Atrophy or SMA disorder is generally thought to have affected as many as 1 in 40 in country like USA. SMA type 2 and 3 are commonly found in Indonesia. Children who suffer from SMA disease cannot move their hands with flexion - extension and abduction - adduction orientation maximally, because the muscles in the patient cannot support the movements of the hand. In this project, an initial joint effort was conducted by SGU and Bioteknik Design, to develop an active mechanical arm support with muscular feedback. Hence, the hand movements of the patient can be supported externally through detecting the muscle tension produced by moving the patient's hand. The tension is detected using Carbon Nanotube (CNT)-coated thread Mechanomyography (MMG) sensor. The sensor signal is then fed into Arduino microcontroller, to give appropriate control signal to the universal power window motor. As an early proof of concept, wood was used as the main structural material for the arm support. The project, however, did not go as expected due to the lack of torque from the motor and missed feedback connection from the sensor. A counter balance mechanism like spring may be attached for future improvement.
Modifikasi Desain, Produksi, & Pemasaran Pakaian Bersama Lpk Nadya Jaya & Lovadova
Susi Hartanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (867.884 KB)
|
DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.906
Permasalahan klasik PkM adalah PkM hanya berhenti sampai pelatihan dan sulit diteruskan ke tahap lebih lanjut karena banyak kendala seperti modal, SDM, produksi, pemasaran, dan lainnya. Untuk itu, PkM kali ini menggandeng mitra brand untuk membantu produksi dan pemasaran produk PkM. Melalui periode PkM sebelumnya, mitra PkM telah melihat manfaat pola digital yang praktis dan presisi. Dukungan dari mitra brand juga mulai terjalin sehingga terbentuk siklus utuh dari membuat hingga menjual. Desain pakaian yang berkembang terus dan tuntutan mitra brand yang selalu ingin produk baru membuat pelaku industri termasuk mitra harus terus belajar meningkatkan kemampuan membuat pola pakaian yang lebih kompleks dan beragam mengikuti tren. Periode ini juga memberikan pelatihan bahwa pola tidak harus menyontek 100%, melainkan bisa dimodifikasi sesuai ide, bahan dan aksesoris yang tersedia, batasan harga, dan lainnya. Dalam hal ini, mitra PkM mengikuti arahan mitra brand sebagai klien. Hasil PkM periode ini berupa pola digital dan sample pakaian diteruskan ke mitra brand untuk diproduksi dan dipasarkan. Pelatihan ini merupakan tahapan ketiga dari rangkaian PkM yang disusun dalam skema 3 tahun. Tahapan ketiga ini dibagi menjadi 2 rangkaian proses yang berjalan beriringan agar selaras dengan proses industri fesyen yang cepat.