cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Rancang Bangun Mesin Pembuat Rujak Es Krim Kapasitas 120 Cup/Jam Bagi UMKM Di Surabaya Barat slamet riyadi; Muhammad Nur Rohman; Ahmad Tajol Mahasin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.574 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.908

Abstract

Kuliner rujak es krim memang masih awam dan belum banyak orang tahu. Tak banyak masyarakat berdagang rujak es krim yang dibuat secara manual yang berdampak kwalitas es krim nya kurang optimalnya dan banyak mengeluarkan waktu. Tujuan dibuat mesin rujak es krim ini adalah supaya untuk meningkatkan kwalitas rujak es krim dan meminimalisir waktu dalam pembuatannya sehingga menuai hasil yang maksimal. Cara membuat rujak es krim ini mula-mula buah dikupas dan dipotong kecil, lalu dimasukkan kedalam gelas. Setelahnyadimasukkannya bumbu rujak kedalam cup dan terakhir diberi tiga sampai empat sekop es krim diatanya. Dalam hal ini penyusun berinovasi melakukan pembuatan mesin berbasis pneumatik untuk pemotong buah dan membuat mesin es krim yang praktis dalam pengoperasiannya. Dari dua sistem kerja itu akan digabung di satu kerangka berbahan besi yang dapat menghasilkan mesin rujak es krim, sehingga akan lebih membantu dalam segi waktu dan kualitasnya.
Edukasi Dan Pelatihan Pertolongan Pertama Tanggap Darurat Pada Anggota Palang Merah Remaja (PMR) Dan Osis Smp Pahoa Terpadu Gading Serpong, Tangerang Elissa Oktoviani Hutasoit; Juhdeliena .; Yakobus Siswadi; Masrida Adolina Panjaitan; Sarah Lidya Cicilia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.92 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.909

Abstract

Remaja merupakan masa dimana terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis maupun intelektual. Remaja merupakan salah satu kelompok vulnerable dalam tatanan masyarakat, mereka memiliki aktivitas yang dinamis, namun kadang tidak diimbangi dengan istirahat serta pola makan yang teratur. Banyaknya aktifitas yang dilakukan oleh siswa/i di sekolah membuat mereka mudah mengalami jatuh sakit dan cidera. Hal yang paling sering dilakukan oleh anak usia remaja saat di sekolah adalah olah raga, upacara bendera, dan aktifitas lainnya. Masalah yang dihadapai Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Pahoa Terpadu Gading Serpong Tangerang adalah jatuh, fraktur, trauma kepala, dan pingsan. PkM FoN meningkatkan pemahaman dan ketrampilan dalam pertolongan pertama tanggap darurat pada anggota PMR di sekolah tersebut. Tujuan PKM ini agar ada pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan anggota PMR pada siswa/I. SMP Pahoa dipilih sebagai partner dalam PKM ini karena dilihat dari aksesabilitas adalah mudah dijangkau selain itu FoN UPH ingin menjangkau dari lingkungan dekat supaya mereka juga merasakan keberadaan FoN. Kegiatan PKM ini meliputi pretest, pemberian materi, demonstrasi, redemonstrasi dan posttest. Jumlah siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 64 orang. Hasil dari kegiatan ini didapatkan terjadi peningkatan nilai rerata yang signifikan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi first aid dengan selisih rerata sebanyak 26,56 (p value =0,000)
PPM Usaha Mikro Gethuk Di Dusun Kedungsekar Lor Desa Kedungsekar Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik Aminatuzzuhro Aminatuzzuhro; Prita Anugrah Widowati; Dwi Prihantono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.463 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.910

Abstract

Usaha mikro gethuk yang menjadi mitra dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini berdomisili di Dusun Kedungsekar Lor Desa Kedungsekar Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: (1) Peralatan yang digunakan oleh mitra menggunakan peralatan manual; (2) Bak untuk bahan dan bahan setengah jadi masih menggunakan plastik; (3) Tidak menggunakan alat pelindung diri yang sehat untuk makanan; (4) Proses produksi masih dilakukan di lantai beralaskan tikar; (5) Lingkungan tempat produksi juga kurang bersih dan dekat dengan tempat cuci piring dan kamar mandi; (6) Pengemasan produk juga masih sederhana dengan box karton untuk yang roll gethuk dan kertas minyak untuk yang dijual eceran / potongan; (8) Mitra sampai saat ini masih belum mencatat semua transaksi harian yang sudah dilakukan; (9) Perencanaan produksi juga belum dilakukan atau hanya berdasarkan permintaan Metode pelaksanaan program, yaitu melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan produksi sehat, pembuatan label dan kemasan yang sehat dan aman serta inovasi produk untuk makanan; Pengadaan peralatan pelindung diri untuk produksi makanan; Pengadaan bak stainless steel; dan pencatatan keuangan usaha mikro, perencanaan produksi dan inovasi produk. Hasil pelaksanaan program antara lain; (1) Memberikan pelatihan dan pendampingan produksi sehat, pencatatan keuangan, dan pemanfaatan media sosial untuk pemasaran; (2) pengadaan peralatan produksi yang sehat; dan (3) pembuatan kemasan produk.
PPM Usaha Mikro Sari Kedelai Di Kelurahan Manukan Lor Kecamatan Banjar Sugihan Kota Surabaya Endah Supeni Purwaningsih; Heru Tjahjono; Hario Adji Pamungkas
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.649 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.911

Abstract

Mitra dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini ada ibu Dina dengan usahanya minuman sari kedelai. Permasalahan yang dihadapi mitra dan akan diselesaikan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat ini adalah; Kapasitas produksi yang masih rendah karena minimnya peralatan dan peralatan yang ada masih sederhana, Ketersediaan bahan baku kedelai impor yang tidak stabil dan harga juga cenderung fluktuatif, Tempat produksi masih di lantai dan dekat dengan kamar mandi/sanitasi, Manajemen tenaga kerja masih belum tertata dengan baik dan sangat sederhana, Pemasaran yang saat ini dilakukan adalah dengan menitipkan pada kantin, warung, sentra-sentra kuliner, pusat oleh-oleh Kota Surabaya dan melalui reseller, Pemasaran online sudah cukup intensif namun masih belum belum tepat sasaran, Proses produksi yang masih dilakukan di lantai, menurut tim pelaksana kurang memenuhi unsur kesehatan dan higienitas. Metode pelaksanaan melalui pelatihan, pendampingan, pengadaan TTG dan penyusunan laporan dan luaran kegiatan. Hasil pelaksanaan program antara lain: pengadaan mesin giling kedelai kapasitas 5 kg/jam, pelatihan manajemen persedian dan perencanaan produksi dan persediaan, pembuatan meja kerja yang respresentatif, pelatihan pemasaran online agar lebih tepat sasaran, pelatihan penggunaan aplikasi laporan keuangan berbasis Android “sikecil”, pelatihan tentang kesehatan pangan. Hasil akhir program ini, mitra sudah mampu meningkakan omset dan aset serta peningkatan kesejahteraan mitra.
Perilaku dan Pengetahuan Keuangan Di Masa Pandemik Pada Komunitas IRT Penderita HIV Kecamatan Tandes Surabaya Romauli Nainggolan; Etha Rambung; Hanna Tabita Hasianna Silitonga
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.741 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.912

Abstract

Komunitas Ibu Rumah Tangga (IRT) penderita HIV merupakan salah satu komunitas yang rentan terpapar Covid-19. Tuntutan untuk menjaga kesehatan sembari tetap bekerja demi menopang ekonomi keluarga merupakan pilihan yang tidak mudah. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk mengetahui dengan benar dan mengelola keuangan keluarga dengan tepat di masa sulit ini. Tim kami memberikan pelatihan tentang pengelolaan keuangan keluarga di masa pandemic supaya mereka mampu menghemat uang dan menabung bagi keluarga. Dengan meninjau pengetahuan dan perilaku para IRT ini ditemukan bahwa pengeluaran keuangan untuk makanan tetap namun pengeluaran untuk komunikasi dan pendidikan anak mengalami peningkatan sebesar 80 persen. Perilaku keuangan mengalami perubahan disebabkan kondisi pandemic memaksa mereka tetap dirumah. Oleh karena itu, mereka merupakan komunitas yang tepat menerima Bantuan Tunai Langsung (BLT) dari pemerintah.
Sosialisasi Manajemen Laktasi Pada Masa Pandemi Di Desa Pucung Kecamatan Balongpanggang Gresik Yurilla Endah Muliatie; Nur Jannah
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.812 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.914

Abstract

Lactation is the process of giving breast milk (ASI) to babies. Currently, Mother's awareness of the importance of lactation has begun to build. Babies who need growth and development are an asset for future generations, therefore healthy foods that contain nutrients are needed, all of which start with a healthy life. The existence of the Covid-19 Pandemic presents an obstacle for breastfeeding mothers where they cannot carry out Posyandu activities because the services are eliminated during the pandemic period. And because of the lack of information about the Covid-19 Virus in the village, which is sometimes constrained by signals, power outages and physical distancing that prevented them from accessing the information at the village health Posyandu, therefore socialization was given through the Village Health Posyandu Coordinator (Poskesdes) so hopefully the Breastfeeding mothers can find out how effective Lactation management is during the Covid-19 pandemic. The socialization that can be carried out is by distributing pamphlets through the Poskesdes Coordinator and creating an online communication network to record breastfeeding mothers so that they can find out their condition and are expected to respond quickly if someone is affected by the Covid-19 Virus. With this kind of management, it can finally help the government to reduce the prevention of Covid-19 in breastfeeding mothers so as to create a healthy and smart generation for Indonesian children.
PHP2D Olahan Limbah Tembakau dan Rambut Jagung Bagi Warga Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto Sahroni Sahroni; Dyah Puspita Indah Budi Sari Wulan; Mazitdatur Rohmah; Niken Ayu Aprilia; Adellia Putrian; Faisol Humaidi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.302 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.917

Abstract

Latar belakang program PHP2D pada kelompok tani Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong, Mojokerto adalah adanya perbedaan potensi hasil pertanian antara musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau kelompok tani / GAPOKTAN dibuat kewalahan dengan serangan hama yang menyerang tanaman seperti tanaman jagung, tembakau, kangkung dll. Serangan hama tersebut menyebabkan penurunan produksi tanaman budidaya serta limbah tanaman tersebut yang tidak terpakai. Sedangkan tujuan dari PHP2D memanfaatkan limbah daun tembakau sebagai insektisida alami (Botanical Insecticide) untuk pengendalian hama pada tanaman jagung dan padi, serta memanfaatkan limbah rambut jagung sebagai olahan minuman yang baik dikonsumsi untuk kesehatan. Metode yang digunakan mengolah limbah daun tembakau menjadi insektisida organik berbasis lingkungan serta mengolah limbah rambut jagung menjadi teh yang berguna untuk kesehatan. Hasil kegiatan PHP2D adalah kelompok tani/ GAPOKTAN Banyulegi mahir membuat insektisida organik berbasis lingkungan, juga kelompok ibu- ibu PKK mahir membuat teh rambut jagung yang siap dipasarkan kekonsumen. Disamping itu, dapat meningkatkan pendapatan kelompok tani dan ibu- ibu PKK Desa Banyulegi sampai akhir Agustus 2020 didapatkan penghasilan tambahan untuk kelompok tani dalam 1 bulan sebesar Rp. 1. 250.000,00 Sedangkan untuk penghasilan ibu- ibu PKK dalam 1 bulan sebesar Rp. 750.000,00.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Desa Daleman Terkait Penatakelolaan Sampah Berbasis Circular Economy Sapto Hermawan; Waluyo Waluyo; Rahayu Subekti; Wida Astuti; Purwono SR; Wasis Sugandha; Pius Triwahyudi; Asianto Nugroho
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.461 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.918

Abstract

Jumlah tonase sampah di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten meningkat untuk setiap tahunnya, di mana apabila tidak dikelola dengan komprehensif dipastikan berdampak pada persoalan lingkungan, sosial, dan kesehatan. Artikel ini berusaha menjawab faktor apa saja yang menjadi hambatan dalam penerapan tata kelola sampah berbasis circular economy dan langkah-langkah strategis apa yang ditempuh para pemangku kepentingan di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten guna mendukung keberhasilan tata kelola sampah berbasis circular economy. Artikel ini merupakan hasil kegiatan pengabdian yang ditulis dengan menggunakan pendekatan sosio-legal. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan observasi, pendampingan, pelatihan secara terstruktur, dan evaluasi. Hasil pengabdian memaparkan bahwa hambatan dalam penerapan tata kelola sampah berbasis konsep circular economy lebih disebabkan keterbatasan lahan untuk penerapan sampling, pola pikir dan perilaku semua pemangku kepentingan, serta perbedaan persepsi tentang penerapan circular economy. Untuk itu langkah-langkah yang diperlu dilakukan adalah penguatan kelembagaan dan penyamaan pemahaman setiap pemangku kepentingan desa, dorongan peran serta masyarakat desa yang lebih aktif dan nyata, serta pengawasan dan evaluasi program.
Pengolahan Daur Ulang Minyak Bekas Menjadi Biodisel Untuk Sumber Energi Alternatif Di Kelurahan Karya Merdeka Kabupaten Kutai Kertanegara Andi Sri Irtawaty; Maria Ulfah; Armin Armin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.499 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.922

Abstract

Biodiesel is an alternative fuel that is environmentally friendly, has no effect on health, which can be used as a fuel for motor vehicles which can reduce emissions when compared to diesel oil. Biodiesel can be obtained from the recycling of used used oil mixed with chemicals in the form of methanol and NaOH with a ratio (1: 0.5: 0.001). The implementation of biodiesel can replace the function of diesel in a generator engine or dompeng engine. The 2020 PkM activities were held in Karya Merdeka Village, Kutai Kertanegara Regency. Nearly 27% of the population works as smallholders in oil palm plantations. The implementation of PkM lasted for 3 days which was attended by 25 oil palm plantation farmers. The benefit of this activity is that partners are able to recycle and implement biodiesel which is 3 times more efficient than diesel as fuel for dompeng engines (water machines used to irrigate their oil palm plantations). The goal is to save energy, that is, 3 liters of diesel can be replaced with 1 liter of biodiesel. It has been proven that biodiesel is 3 times more efficient than diesel (3 hours: 1 hour) with the same size.
Perancangan Pembangkit Listrik Tanpa BBM Untuk Penerangan Kapal Nelayan dan Rumah Penduduk Serta Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Kelompok Pedagang Gorengan Di Kelurahan Manggar Andi Sri Irtawaty; Lilik Damayanti; Subur Mulyanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.683 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.926

Abstract

Electrical energy is a primary need in modern human life. As the population increases, the demand for electricity will also increase. Under certain conditions, especially for groups of fishermen and fried food traders, especially at night, of course, requires additional equipment that requires fuel oil (BBM) as a source of lighting energy. Based on the field survey, in a month fishermen use 20 liters of diesel x 30 days x Rp. 6000, - = Rp. 3,600,000 to move the generator engine. Therefore, the Balikpapan State Polytechnic PkM team innovated to design a fuelless power plant with a capacity of 300 watts and 1000 watts assembled from a 12 volt 5A battery for a 300 watt inverter and a 12 volt 8A battery for a 1000 watt inverter. The design of this tool is presented in practical form at PkM activities for 3 working days (2 days offline and 1 day online) in Manggar Village which was attended by 20 participants from fishermen and fried food traders. The results of the participant's questionnaire showed that this tool was very useful, at least reducing the use of diesel generators to Rp. 0, - (specifically for lighting purposes at night).

Page 54 of 138 | Total Record : 1378