cover
Contact Name
Muhammad Sandi Rosyadi
Contact Email
muasarah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281253539509
Journal Mail Official
muasarah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/muasharah/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
ISSN : -     EISSN : 28287746     DOI : -
Fokus dalam jurnal ini adalah "Islam Kontemporer" dan lingkupnya adalah: Islam sebagai Ajaran Islam sebagai lembaga Islam sebagai praktik ekonomi Islam dan politik Islam dan kebudayaan Penerapan Islam oleh penganutnya
Articles 73 Documents
IMPLIKASI SERTIFIKAT HALAL PRODUK DALAM SAKRALISASI AGAMA DI INDONESIA Cindy Fatimah; Surawan Surawan; Nurul Wahdah
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7675

Abstract

Abstract                This paper aims to determine the implications of halal product certification in the sacralization of religion in Indonesia. Halal certification of the product itself is familiar to business people around the world, especially Indonesia. This paper uses a qualitative descriptive approach through a literature review of halal certification practices in Indonesia. The data were obtained from various articles, magazines, books and media about halal certification and related institutions, namely LPPOM MUI (Indonesian Food, Drug and Cosmetics Institute). The results of this study will describe the halal logo certification, its formation, certification stages, and products that must be halal certified. This article also shows that halal certification is related to the sacralization of Indonesian religion. The implications of product halal certification in the sanctity of Indonesian religion, halal certification does not only sanctify a religion, but also provides guarantees, protection, and provides information about the official halal of a product. Halal certification also affects consumer confidence in halal-certified products for consumption because they have the loyalty and legality of the products consumed and used.Keywords: Halal certification; Religion; Indonesia. Abstract Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui  implikasi sertifikasi produk halal dalam sakralisasi agama di Indonesia. Sertifikasi halal produk sendiri sudah tidak asing oleh para pebisnis di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian literatur praktik sertifikasi halal di Indonesia. Adapun data diperoleh dari berbagai artikel, majalah, buku dan media tentang sertifikasi halal dan lembaga terkait, yaitu LPPOM MUI (Lembaga Pangan, Obat dan Kosmetika Indonesia). Hasil penelitian ini akan memaparkan sertifikasi logo halal, pembentukannya, tahap sertifikasi, dan produk yang harus bersertifikat halal. Artikel ini juga menunjukkan bahwa sertifikasi halal berkaitan dengan sakralisasi agama Indonesia. Implikasi sertifikasi halal produk dalam kesucian agama Indonesia, sertifikasi halal tidak hanya menyakralkan suatu agama, tetapi jugamemberikan jaminan, perlindungan, dan pemberian informasi mengenai halal resmi suatu produk. Sertifikasi halal juga mempengaruhi kepercayaan konsumen pada produk bersertifikat halal untuk dikonsumsi karena memiliki loyalitas dan legalitas produk yang dikonsumsi dan digunakan.  Keywords: Sertifikasi halal; Agama; Indonesia.
SOLUSI AL-QUR’AN DALAM MENGATASI BAHAYA HOAKS PADA ERA DIGITAL (PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISBAH) Panji Ansari; Muhammad Torieq Abdillah
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7802

Abstract

Abstract: From time to time hoaxes have always existed and are now increasing due to the massive development and progress of Science and technology. This hoax is very dangerous if left unchecked. The danger of this hoax can cause many social problems, such as hostility and disputes that lead to the division of the people. Therefore, it is necessary to conduct a research study on the Qur'an regarding hoaxes considering that the Qur'an as a guide for Muslims certainly has a significant role in providing guidance to overcome all problems of the people, including the hoaxes. This study uses the literature method with primary sources, namely Tafsir al-Misbah, because this interpretation is more patterned on the social community. So it is suitable to examine the problem of hoaxes which is a social problem. In addition, the position of the author of this interpretation is quite famous and prominent in Indonesia, so the interpretation is easily understood and accepted by the people of Indonesia. The results of this study obtained interesting ideas from the study of QS. al-Hujurat: 6, namely, the Qur'an provides a solution to overcome hoaxes by teaching to be able to tabayun and sort and choose the essence of the news, knowing the disseminator of the report, and the recipient of the information should know about the message received. If every human being is taught the truth, it will be revealed to him. Keywords: Al-Qur’an, Hoax, al-Misbah Interpretation. Abstrak: Dari masa ke masa, fenomena adanya hoaks selalu ada dan kini meningkat akibat adanya perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi secara masif. Hoaks ini sangat bahaya jika dibiarkan terus-menerus. Bahaya dari hoaks ini dapat menimbulkan banyak masalah sosial seperti permusuhan dan pertikaian yang berujung pada perpecahan umat. Oleh karena itu, perlu diadakan kajian penelitian terhadap Al-Qur‘an mengenai hoaks mengingat Al-Qur‘an sebagai pedoman umat Islam tentunya memiliki peran besar dalam memberikan petunjuk untuk mengatasi segala permasalahan umat termasuk hoaks tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan sumber primer, yaitu Tafisr al-Misbah disebabkan tafsir ini lebih bercorak pada sosial kemasyarakatan sehingga cocok untuk mengkaji masalah hoaks yang merupakan masalah sosial. Selain itu, kedudukan pengarang tafsir ini cukup terkenal dan terkemuka di Indonesia sehingga penafsirannya pun mudah dipahami dan diterima oleh masyarakat Indonesia. Hasil dari penelitian ini diperoleh gagasan yang menarik dari kajian terhadap QS. al-Hujurat: 6, yaitu Al-Qur‘an memberikan solusi untuk mengatasi hoaks dengan mengajarkan untuk dapat bertabayun dan memilah serta memilih esensi berita, mengetahui penyebar berita, dan penerima berita hendaknya memiliki pengetahuan berita yang diterima. Dengan demikian, jika setiap manusia mengamalkan apa yang telah diajarkan oleh Al-Qur‘an, hoaks yang ada akan sedikit demi sedikit teratasi. Kata Kunci: Al-Qur’an, Hoaks, Tafsir al-Misbah.
OPTIMIST AND PESSIMIST MOON-SIGHTING: THE STUDY OF ISLAMIC CALENDAR DETERMINATION IN INDONESIA Ahmad Adib Rofiuddin; Ahmad Izzuddin
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v4i2.7543

Abstract

The Islamic calendar decision has always been a public discourse among Muslims at the beginning of Ramadan, Shawwal, and Dhulhijjah. It is often the case that different decisions made among Muslim groups in determining the first of Ramadhan, Syawal, and Dhulhijjah which will affect the public holiday in Muslim majority countries. This study incorporates the theory of limit proposed by Muhammad Syahrour to analyze the ongoing contestation of Islamic calendar determination. Based on the in-depth analysis, this study suggests that the height criteria of the crescent can be categorized as optimistic and pessimistic criteria. Crescent's altitude of 3 degrees is the lower limit of optimism in crescent observations. Pessimism can be seen from astronomical calculations in which hilal altitude is below 3 degrees. These two criteria could be supported by the existing scientific proof through the image of the hilal altitude below 3 degrees.
JARḤ WA TA’DīL: SEJARAH DAN URGENSINYA DI ERA KONTEMPORER Aliyya Shauma Raffi'u; Tajul Arifin; Dadah Dadah
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.8586

Abstract

Hadis merupakan sumber hukum kedua dalam Islam. Kendati demikian, dalam sejarahnya banyak ditemukan hadis-hadis palsu yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Oleh karena itu, ikhtiar untuk memvalidasi keotentikan hadis melalui kritik sanad, matan dan perawinya menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah perkembangan kritik sanad hadis dari aspek jarh dan ta’dil serta urgensinya di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan menggunakan pendekatan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, kajian kritik hadis pada dasarnya sudah dipraktekkan sejak masa hidup Nabi SAW, kecuali pada aspek sanad atau pribadi rāwi (jarḥ dan ta’dīl). Kajian tersebut juga terus berkembang pada periode sesudahnya. Kedua, keberadaan hadis-hadis palsu terus menyebar dan berkembanghingga sekarang. Bahkan, hadis-hadis palsu yang belum dikaji dan diteliti oleh para ulama terdahulu juga terus bermunculan sehingga kajian jarh wa ta’adil penting untuk terus dilakukan. Kata Kunci: Jarh wa Ta’dil; Sejarah, HadisAbstrak Hadith is the second source of law in Islam. Nevertheless, in its history there are many fake hadiths spread by irresponsible persons. Therefore, the effort to validate the authenticity of the hadith through the criticism of the sanad, matan and narrators is important. This study aims to unravel the history of the development of critique of sanad hadith from the aspects of jarh and ta'dil and their urgency in the contemporary era. This study uses content analysis methods using a historical approach. The results of this study indicate that: first, the study of hadith criticism has basically been practiced since the Prophet's lifetime, except for the aspect of sanad or rāwi's personality (jarḥ and ta'dīl). The study also continued to develop in the following period. Second, the existence of fake hadiths continues to spread and develop until now. Even fake hadiths that have not been studied and researched by previous scholars also continue to emerge, so it is important to continue studying jarh wa ta'adil.Keywords: Jarḥ Wa Ta'dīl, History, Hadith
KONSEP JUAL BELI PADA BINOMO: PERSPEKTIF ULAMA FIQH KLASIK DAN KONTEMPORER DALAM TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM Dian May Syifa; Fikriyadi Fikriyadi
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.8753

Abstract

Abstract: Binomo is a platform that has a varienty of assets to trade using binary option trading system. It is becoming a trend in publics, so it is necessary to do research for knowing more cleary about how the legality of Binomo is in Indonesia and in Islamic law, what are the factors that cause publics interest using Binomo platform, until how perspective of classical and contemporary fiqh scholars about buying and selling, comparing the two things through an analysis of Islamic business ethics on Binomo. This research finds answer to what is the problem through theory “al-Maslahah” from the fiqh scholars’s perspective and draw conclusions based on fiqh rules “Saddu al-Dzariah” with a literature study approach. The results of the study show that Binomo is gambling because it relies on speculation, so that detemined as an illegal business in Indonesia and is classified as a syar’an jaliyyan haram business, publics are interested using this platform because it is considered to be able to provide profits quickly and easily. Based on classical and contemporary fiqh scholars’s perspective who were analyzed through a review of Islamic business ethics, the researcher emphasized that binary option trading from this platform can’t be said to be a legal trade in Islam because too much mafsadat compared to the maslahah. This research is expected to be a study material on buying and seelling in accordance with business ethics and sharia principles (muamalah), so that the objectives in the maqashid sharia principle are achieved.Keywords: Buying; Selling; Binomo; Bussines Ethics; Sharia Principles.      Abstrak: Binomo adalah platform yang memiliki berbagai aset untuk diperdagangkan dengan menggunakan sistem trading binary option. Pengunaanya kini tengah menjado tren di masyarakat, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui lebih jelas tentang bagaimana legalitas Binomo di Indonesia dan dalam hukum Islam, apa yang menjadi faktor penyebab ketertarikan masyarakat menggunakan platform Binomo, hingga bagaimana perspektif ulama fiqh klasik dan kontemporer tentang jual beli, dengan mengkomparasikan dua hal tersebut melalui analisis tinjauan etika bisnis Islam pada Binomo. Penelitian ini menemukan jawaban dari apa yang menjadi permasalahan melalui teori “al-Maslahah” dari pandangan ulama fiqh dan mengambil kesimpulan berdasarkan kaidah fiqh, “Saddu al-Dzariah” dengan pendekatan studi literatur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Binomo merupakan perjudian karena mengandalkan spekulasi sehingga ditetapkan sebagai bisnis yang ilegal di Indonesia dan tergolong sebagai bisnis haram syar’an jaliyyan, masyarakat tertarik menggunakan platform ini karena dianggap dapat memberi keuntungan dengan cepat dan mudah. Berdasarkan pandangan ulama fiqh klasik maupun kontemporer yang dianalisis melalui tinjauan etika bisnis Islam, peneliti menekankan bahwa trading binary option yang digunakan pada platform ini tidak dapat dikatakan sebagai jual beli yang sah dalam Islam, karena terlalu banyak mafsadat dibandingkan maslahahnya. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian tentang jual beli yang sesuai dengan etika bisnis dan prinsip-prinsip syariah (muamalah), demi tercapainya tujuan yang sesuai dengan prinsip maqashid syariah Kata Kunci: Pembelian; Penjualan; Etika Bisnis; Prinsip Syariah
PERGERAKAN ISLAM DI MALAYSIA: KONTEKS DAN FAKTOR SEJARAH Ahmad Nabil Amir; Tasnim Abdul Rahman
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.9335

Abstract

AbstractThe paper highlights early phase of the historical development of Islamic movement in Malaysia since colonial era. This was projected from two crucial and overlapping aspects; the reform movement which brought national awareness and renewed aspiration for tajdid as well as the influence of anti-colonial movement and its underlying impact of political Islam embedded in the Malay-archipelago. It describes the impact of Islamic movement in Malaysia in fostering religious consciousness and reassertion of its dynamic spirit in broad socio-cultural and socio-political context. The pioneering work of Syed Syaikh al-Hadi, Burhanuddin al-Helmy, Ustaz Abu Bakar al-Baqir, and Syed Muhammad Naquib al-Attas has sparked significant influence and inspired profound and lasting spiritual and religious growth and struggle. The intellectual and religious movement inspired by these figures demonstrated meaningful intellectual and spiritual essence that set forth significant threshold for public debates of the Islamic moral and social premise and the dialectic of ijtihad. Their influence has brought forth progressive change that help to foster an inclusive civil society and constructed sustainable Islamic polity. This study is based on qualitative approach in the form of library research. Data collected through documentation technique and interpreted using descriptive, analytical, historical, and comparative method. This research found that the genuine struggle for Islamic cause has bring unprecedented reform in reasserting tawhid consciousness and its principal liberating values through IOK. It set forth the trajectory of realizing the objective of reform in reclaiming the spirit of ijtihad and strengthening its rational, metaphysical, and ideological basis, whose manifestation constitute the socio-political and socio-cultural faces of Islamic revival in Southeast Asia. Their foundational work has been instrumental in strengthening scientific spirit and in the proliferation of effective cadre recruited at the grassroot.Keywords: Intellectual, Islamic Movement, Malaya, Reform, Religious Thought. AbstrakKajian ini menyorot sejarah awal perkembangan gerakan Islam di Malaysia sejak zaman kolonial. Kajian ini ditinjau dari dua sudut yang penting dan bertumpang-tindih; gerakan islah yang membawa kesadaran nasional dan aspirasi pembaharuan dan tajdid serta pengaruh gerakan anti-penjajah dan kepeloporan politik Islam di rantau nusantara. Gerakan ini memunculkan kesan dan pengaruh gerakan Islam di Malaysia dalam melakukan pembaharuan dalam konteks sosio budaya dan sosio politik yang luas. Peranan dan sumbangan yang dicetuskan oleh para pelopor Islam di Malaysia seperti Syed Syeikh al-Hadi, Burhanuddin al-Helmi, Ustaz Abu Bakar al-Baqir, Syed Muhammad Naquib al-Attas dan sebagainya telah memberikan pengaruh yang signifikan dalam mengilhamkan kebangkitan dan kesedaran wa’y al-Islam yang mendalam. Gerakan Islam yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh penting ini memperlihatkan nilai dan falsafah Islam yang ideal dan membuka ruang ijtihad yang signifikan dan segar. Pengaruh pemikiran yang dilontarkan telah menghasilkan perubahan yang progresif dalam pembentukan masyarakat madani yang inklusif dan gerakan akliah yang kuat. Kajian ini berbentuk kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Analisis konten sangat diutamakan dalam aktivitas kajian ini. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi dengan menerapkan kaedah analisis bercorak interpretatif, analitis, deskriptif, historis dan komparatif. Kajian ini merumuskan bahwa perjuangan dakwah yang diketengahkan telah mencetuskan perubahan yang signifikan dalam memperkokoh gerakan (harakah) dan landas (khittah) perjuangan, menggilap ruh dan semangat kebebasan, menggerakkan wacana islah dan islamisasi ilmu. Gerakan ini telah menzahirkan sumbangan dan kefahaman Islam yang tuntas dan meyakinkan dalam menggarap dasar dan arah politik dan sosio-budaya yang eksplisit, dan menzahirkan ketinggian pengaruh dan idealisme yang meluas dalam tradisi akliah dan peradaban serta upaya penggemblingan kader di semua peringkat.Kata Kunci: Gerakan Islam, Islah, Intelektual, Malaya, Pemikiran.
ANALISIS PERKEMBANGAN PEGADAIAN SYARIAH DI INDONESIA Novita Dwi Safitri; Asiah Wati
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.9375

Abstract

Abstract: Problems that often occur in society are economic problems. The community is in a condition where the community only has assets in the form of non-cash but at the same time the community needs funds in the form of cash. This is where the pawn shop comes into play. This article was written to obtain information regarding the development of sharia pawnshops until the emergence of digital sharia pawnshops in Indonesia by applying a qualitative descriptive method and reviewing several references and literature to obtain the required study data. The result of writing is that in Indonesia there are sharia pawnshop institutions that facilitate the community with sharia pawn services. Along with the times, sharia pawnshops continue to develop their business by releasing digital sharia pawnshops in the form of applications and websites. However, the application is not completely perfect. Even though it has several advantages, this service still has disadvantages as well. The advantages of digital sharia pawnshops include 1) making transactions easier for customers; 2) effective in terms of time and cost, 3) information can be known in real time, 4) transactions without having to queue, 5) the features offered are quite complete. However, the drawbacks of this application are 1) it requires a strong internet network so that transactions can run smoothly, 2) not all customers are in an environment with an adequate internet network, 3) not all customers are technologically literate, 4) it allows for cyber data or hacking, 5) rating on Google Play is still low at 2.8. It is hoped that these things can become constructive criticism and suggestions for various parties, especially for parties from sharia pawnshops so that they can provide more excellent and maximum service in the current era.   Abstrak: Permasalahan yang kerap terjadi dalam masyarakat adalah permasalahan ekonomi. Masyarakat berada pada kondisi dimana masyarakat hanya memiliki harta dalam bentuk tidak tunai tetapi saat bersamaan dengan itu masyarakat membutuhkan dana dalam bentuk uang tunai. Di sinilah pegadaian mengambil peran. Artikel ini ditulis untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan pegadaian syariah hingga munculnya pegadaian syariah digital di Indonesia dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif dan mengkaji beberapa referensi serta literatur guna mendapatkan data kajian yang dibutuhkan. Hasil penulisan adalah di Indonesia terdapat lembaga pegadaian syariah yang memfasilitasi masyarakatnya dengan layanan gadai syariah. Seiring dengan perkembangan zaman, pegadaian syariah terus mengembangkan usahanya dengan merilis pegadaian syariah digital dalam bentuk aplikai dan website. Namun, dalam aplikasi tersebut belum sepenuhnya sempurna. Meskipun telah memiliki beberapa kelebihan, layanan ini masih memiliki kekurangan pula. Kelebihan dari pegadaian syariah digital antara lain 1) memudahkan nasabah dalam bertransaksi; 2) efektif dari segi waktu dan biaya, 3) informasi dapat diketahui secara realtime, 4) bertransaksi tanpa harus mengantre, 5) fitur yang ditawarkan cukup lengkap. Namun, kekurangan dari aplikasi ini adalah 1) memerlukan jaringan internet yang kuat agar transaksi dapat berjalan lancar, 2) tidak semua nasabah berada di lingkungan dengan jaringan internet yang memadai, 3) tidak semua nasabah telah melek teknologi, 4) memungkinkan adanya cyber data atau peretasan, 5) rating di Google Play masih rendah yaitu 2,8. Hal-hal tersebut diharapkan mampu menjadi kritik dan saran yang bersifat membangun bagi berbagai pihak terkhusus bagi pihak dari pegadaian syariah agar semakin memberikan pelayanan yang prima dan maksimal di era sekarang ini.
APLIKASI METODE ASBĀB AL-NUZŪL MAKRO DALAM SURAT AL-AN’AM Nadyya Rahma Azhari
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.10172

Abstract

Abstract: Not all verses in the Qur'an have a history (asbāb al-nuzūl micro), sura al-An'am is one of them. While asbāb al-nuzūl has an important role in explaining the historicity of a verse. Even so, there have been methods to keep looking at the historical context of the verse, one of which is by bringing up the macro asbāb al-nuūl. This method has actually been discussed by several Islamic scholars, one of them is Fazlur Rahman in the double movement method. Where there is a macro situation that may have a connection with the verse. More in theory about asbāb al-nuzūl macro is developed in a book entitled The Smart Book of Sababun Nuzul from Micro to Macro an Epistemology by Mu'ammar Zayn Qadafy. In this book he describes several methods for finding the macro asbāb al-nuzul. So this paper will try to apply these methods in looking at the asbāb al-nuzūl Al-An'am and to what extent this macro asbāb al-nuzul is able to help explain its historical conditions.Keywords: Asbāb al-Nuzūl, Makro, Mikro, Al-An’am Abstrak: Tidak semua ayat dalam Al-Qur’an memiliki riwayat (asbāb al-nuzūl mikro), surat al-An’am adalah salah satunya. Sementara asbāb al-nuzūl memiliki peranan penting dalam menjelaskan historisitas suatu ayat. Meski demikian, telah ada metode untuk tetepa melihat konteks historis ayat tersebut, salah satunya dengan memunculkan asbāb al-nuūl makro. Metode ini sebenarnya sudah dibahas oleh beberapa sarjana Islam, salah satunya Fazlur Rahman dalam metode double movement. Di mana ada sebuah situasi makro yang mungkin memilki keterkaitan dengan ayat tersebut. Lebih dalam teori tentang asbāb al-nuzūl makro ini dikembangkan dalam sebuah buku berjudul Buku Pintar Sababun Nuzul dari Mikro hinngga Makro Sebuah Epistimologi oleh Mu’ammar Zayn Qadafy. Dalam  buku ini ia menjelaskan beberapa metode untuk menemukan asbāb al-nuzul makro tersebut.Maka tulisan ini akan mencoba untuk mengaplikasikan metode tersebut dalam melihat asbāb al-nuzūl Al-An’am dan sejauh mana asbāb al-nuzul makro ini mampu membantu menjelaskan kondisi historisnya. Kata Kunci: Asbāb al-Nuzūl, Makro, Mikro, Al-An’am
UNDERSTANDING HUMAN RIGHTS IN ISLAM: THE IDEAS OF ABDULLAH BIN BAYYAH Haidar Masyhur Fadhil
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.10231

Abstract

This article explores Abdullah bin Bayyah's views on human rights within the context of Islam. Bin Bayyah is a prominent Islamic scholar who emphasizes the compatibility between Islamic teachings and universal human rights, challenging misconceptions and fostering dialogue. The article examines Bin Bayyah's core beliefs on human rights in Islam, emphasizing the importance of understanding Islamic principles within their historical and cultural context. It highlights the universality and inclusivity of human rights in Islam, promoting the inherent dignity and worth of all individuals, irrespective of their race, gender, or religion. The article also explores various aspects of human rights in Islam, including freedom of conscience, women's rights, and religious pluralism, and how his interpretations align with contemporary human rights standards. The article critically analyzes potential areas of tension between Islamic teachings and human rights principles, highlighting the need for informed dialogue and contextual interpretations to address these complex issues effectively. Overall, the article aims to shed light on Bin Bayyah's contributions to the discourse on human rights in Islam, emphasizing the importance of an inclusive and comprehensive understanding of Islamic teachings that respects the fundamental rights and freedoms of all individuals.
ANALISIS KOMPARATIF METODE FATWA MUI DAN DÂR AL-IFTÂ MESIR Muhammad Amrul Irsyadi; Asmuni, Asmuni
Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Vol. 5 No. 2 (2023): Desember
Publisher : UIN ANTASARI BANJARMASIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/msr.v5i1.11505

Abstract

This article discusses the comparison of the fatwas Indonesian Ulema Council method and the Egyptian dar ifta method for generating arguments to produce laws. The legal conclusion (istinbâth) methodology was then tested on contemporary fatwas. The research method used in this study is library research, which examines the comparative method of the fatwa method between the Indonesian Ulema Council and the Dar Ifta of Egypt. The sources for this study are the Egyptian Dar Ifta website, the official Indonesial Ulema website, and books related to fatwa wording. The reference source for the fatwa methodology in this study is the topical issue regarding the speeding up of zakat (obligatory charity) time and the distribution of zakat to non-Muslims in Indonesian Ulema Council Fatwa Circular No. 23 of 2020 and Fatwa Dar Ifta Number 1649. The results of this study show that there are similarities in the methodological steps involved in issuing fatwas between the two institutions, such as conducting a search for the opinions of classical Muslim scholars contained in the heritage book (turâts). However, methodological differences can be seen in the phases that have been completed. The Dar Ifta of Egypt has four stages for judging contemporary fatwas: Tashwîr (conception), Takyîf (Adaptation), Hukm (Law), and Ifta. Meanwhile, Indonesian Ulema Council performs collective ijtihad with the ijtihad rule using Bayâni, the Ta'lîli method (Qiyâsi, Istihsâni, Ilhâqi), Istiṣlâhi, and Sad Al-Dzarî'ah Keywords: Fatwa; MUI; dar Ifta   Abstrak: Artikel ini menganalisis perbandingan metode fatwa MUI dan dâr Ifta Mesir tentang cara penggalian dalil hingga melahirkan hukum. Metodologi istinbâth hukum tersebut kemudian diuji coba pada fatwa kontemporer. Kajian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) yang mengkaji perbandingan (comparative method) metode fatwa antara lembaga MUI dan dâr Ifta Mesir. Sumber kajian ini adalah website dâr Ifta Mesir, website resmi MUI dan buku-buku yang berkaitan dengan formulasi fatwa. Sumber referensi untuk metodologi fatwa dalam penelitian ini adalah isu kontemporer mengenai penyegeraan waktu zakat dan distribusi zakat kepada non muslim dalam edaran fatwa MUI No. 23 tahun 2020 dan fatwa dâr Ifta nomor 1649. Hasil dari penelitian ini mengungkap bahwa terdapat kesamaan langkah metodologi dalam memberikan fatwa diantara kedua lembaga seperti melakukan penelusuran pendapat ulama muslim klasik yang termuat dalam kitab turats. Perbedaan metodologi terlihat pada langkah fase-fase yang ditempuh. Dâr Ifta Mesir memiliki empat langkah dalam menghukumi fatwa kontemporer yaitu fase tashwîr, takyîf, hukm, dan ifta. Sedangkan MUI melakukan ijtihad kolektif dengan rule ijtihad dengan metode bayâni, ta’lîli (qiyâsi, istihsâni, ilhâqi), istishlâhi, dan sad al-Dzarî’ah. Kata Kunci: Fatwa; MUI; dar Ifta