cover
Contact Name
Dhimas Wicaksono
Contact Email
p3m@sttkd.ac.id
Phone
+6285729186991
Journal Mail Official
dhimas.wicaksono@sttkd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/Editorial_Team
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
ISSN : 24601608     EISSN : 26223244     DOI : https://doi.org/10.56521/teknika.v8i1
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles 187 Documents
STUDI EKSPERIMENTAL HEAT TRANSFER PADA HEAT EXCHANGER DENGAN TIPE HELICAL COIL TUBE GUNA MENURUNKAN TEMPERATUR OLI HIDROLIK Muhammad Tri Anjas Aji Lumintar; Farid Jayadi; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.461 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.306

Abstract

Perpindahan panas (heat transfer) merupakan suatu kejadian yang mengakibatkan terjadinya perubahan suatu parameter seperti yang terjadi pada fluida. Dengan demikian, perlunya alat pengendalian yang mampu mengoptimalkan temperatur fluida yaitu dengan alat penukar kalor. Heat exchanger salah satu alat penukar kalor yang digunakan untuk merubah keadaan temperatur antara dua fluida yang berbeda dalam satu shell. Pengujian dilakukan memvariasikan geometri berbentuk helical coil tube dengan masing-masing diameter yang berbeda, bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor diantaranya pengaruh koefisien perpindahan kalor secara menyeluruh (Uo), efektivitas (ε), dan pressure drop (ΔP). Penelitian ini merupakan salah satu pembelajaran eksperimental dengan membuat prototype yang merekayasa lintasan aktif oli hidrolik. Ukuran tube di antaranya 3⁄8 inchi,5⁄16 inchi, dan 1⁄4 inchi dimana memiliki 7 lengkung helical serta memvariasikan putaran pompa oli 600 rpm, 800 rpm, 1000 rpm, dan 1200 rpm dengan variasi waktu 25 s, 50 s, 75 s, sehingga menciptakan terjadinya suatu aliran dan memaksimalkan proses pelepasan kalor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dengan memvariasikan geometri helical coil tube dan putaran pompa (Rpm) mengakibatkan perubahan parameter salah satunya menciptakan aliran laminar dan perubahan temperatur. Pemanfaatan fuel dengan mensimulasikan pertamax sebagai media pendingin sehingga pelepasan kalor bertemperatur tinggi mampu dikendalikan dengan baik. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa, pada pengujian dengan memvariasikan geometri helical coil tube dan kecepatan putaran pompa oli dapat mempengaruhi nilai koefisien perpindahan kalor secara menyeluruh (Uo) rata-rata tertinggi dengan nilai 859.32, efektivitas (ε) rata-rata tertinggi dengan nilai 35.00, dan pressure drop (ΔP) rata-rata tertinggi dengan nilai 282.214,96 pada heat exchanger.
ANALISIS PERPINDAHAN KALOR PADA STRAIGHT TUBE DOUBLE V- CUT TWISTED TAPE INSERT PADA HORIZONTAL STABILIZER Winda Partini; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.362 KB)

Abstract

Pesawat turboprop kebanyakan melakukan penerbangan diatas 10.000 ft, pada ketinggian ini dapat terjadi icing salah satunya pada bagian leading edge horizontal stabilizer. Bentuk gangguan tersebut berupa terjadinya penumpukan bunga es pada leading edge. Oleh karena itu leading edge dari wing pada horizontal stabilizer harus bebas dari kontaminasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan variabel double v-cut twisted tape insert yang memanfaatkan perpindahan kalor dari heatgun terhadap variabel geometri yang berbeda. Pada penelitian ini akan membandingan nilai perpindahan kalor dengan penurunan tekanan. Hasil dari penelitian ini, dari ke empat parameter twist ratio menunjukkan bahwa penambahan vortex generator tipe double v-cut twist ratio 5.7 dengan nilai bilangan Reynold (Re) 4121.75 meningkat 16.61%, bilangan Nusselt (Nu) 15.66 meningkat 13.54%, dapat meningkatkan karakteristik perpindahan kalor sebesar 11.02 Watt pada heater pipa konsentrik. Memiliki nilai rata-rata perpindahan kalor konveksi tertinggi sebesar 24.56 W/m2.˚K dengan peningkatan 13.35% dibandingkan dengan twist 4.8 dan 7, penurunan tekanan (ΔP) dengan nilai 10.14 Pa serta faktor gesekan (f) 0.0412. Hal ini terjadi karena efek dari perbedaan geometri twist yang mempengaruhi intensitas perpindahan panas. Maka geometri twist 5.7 lebih baik dibandingkan geometri twist yang lain.
STUDI EKSPERIMENTAL PENINGKATAN HEAT TRANSFER PADA HEATER PIPA KONSENTRIK DENGAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR GUNA MENGATASI TAILPLANE ICING Sabas Damanik; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.743 KB)

Abstract

Pesawat merupakan teknologi transportasi udara yang mengalami perkembangan secara signifikan, salah satu komponen yang terpenting dari pesawat yaitu horizontal stabilizer, pada horizontal stabilizer terdapat bagian leading edge horizontal stabilizer yang riskan mengalami terjadi icing diakibatkan faktor cuaca, karena akan mengakibatkan kegagalan fungsi elevator pada system pitch up dan pitch down, sehingga mengurangi performa pesawat ketika terbang. Maka dilakukan penelitian untuk mengatasi icing dengan menggunakan heater. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimental, dengan menggunakan vortex generator type yang berbeda yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik perpindahan panas dan perbandingan penurunan tekanan pada heater pipa konsentrik dengan vortex generator type rectangle, delta, dan deltawinglet (delta dan rectangle). Dengan pemanfaatan fluida panas dari heat gun terhadap beberapa vortex generator type. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa type deltawinglet mengalami efisiensi (h) terendah 9,15% dari yang tertinggi type rectangle dengan nilai rata-rata 32.28%, tetapi pada nilai perpindahan kalor konveksi memiliki nilai 19,47 W/m2.°K meningkat 17,56%, reynold number dengan nilai 5.157,5 meningkat 22,28%, bilangan nusselt (Nu) dengan nilai 18,79 meningkat 18,36%, penurunan tekanan (DP) dengan nilai 4,38 Pa meningkat 32,72%, sehingga dengan nilai efisiensi terendah sudah mendapatkan hasil properties perpindahan panas yang tinggi, jadi vortex generator type yang terbaik terdapat pada deltawinglet.
STUDI EKSPERIMENTAL HEAT TRANSFER PADA HEAT EXCHANGER DENGAN METODE PASIF GUNA MENGATASI ICING PADA PISTON ENGINE Stefanus Fendy Pradana; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.504 KB)

Abstract

Heat exchanger merupakan suatu alat yang dimana terjadi perpindahan panas diantara dua fluida atau lebih pada temperatur yang berbeda, dimana fluida tersebut keduanya mengalir didalam sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi pitch recoil vortex generator terhadap koefisien perpindahan kalor menyeluruh (Uo), penurunan pressure drop (ΔP) dan efektivitas (ε) pada heat exchanger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan membuat prototype, mensimulasikan sebuah alat heat exchanger yang memanfaatkan gas buang mesin genset sebagai pencegah icing pada karburator piston engine. Vortex generator yang digunakan pada penelitian ini berupa recoil ukuran 1.5 cm, 2.5 cm dan 3.5 cm serta twisted empat dibuat konstan guna menghasilkan aliran sekunder. Hasil penilitian menunjukan bahwa perubahan geometri vortex generator berupa variasi recoil dan twisted insert di dalam pipa konsentrik dapat menciptakan aliran sekunder berupa turbulen dan memaksimalkan perpindahan kalor ke media yang bertemperatur lebih rendah dalam hal ini adalah udara di shell serta dapat memaksimalkan pelepasan kalor pada fluida bertemperatur tinggi dari gas buang, sebaliknya terjadi penyerapan kalor secara maksimal juga di fluida yang bertemperatur rendah pada shell. Maka kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa perubahan geometri variasi pitch recoil vortex generator dapat mempengaruhi koefisien perpindahan kalor menyeluruh (Uo) dengan hasil perhitungan menunjukan pada rata-rata ratio 0.85 menghasilkan sebesar 13 W/m2.oC, ratio 1.31 sebesar 9.4 W/m2.oC dan ratio 1.61 sebesar 8.9 W/m2.oC, penurunan pressure drop (ΔP) dengan hasil perhitungan menunjukan rata-rata ratio 0.85 menghasilkan sebesar 21 Pa, ratio 1.31 sebesar 19 Pa dan ratio 1.62 sebesar 18 Pa dan efektivitas (ε) pada heat exchanger dengan hasil perhitungan menunjukan rata-rata ratio 0.85 menghasilkan sebesar 70.6%, ratio 1.31 sebesar 66.1% dan ratio 1.62 sebesar 65.5%.
ANALISIS HEAT TRANSFER PADA STRAIGHT TUBE TWISTED TAPE INSERT ANTI ICING HEATER DENGAN MEMANFAATKAN THERMAL GAS BUANG ENGINE Fahmi Anwar; Joni Kasmara; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.901 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.311

Abstract

Penerbangan merupakan bisnis dengan resiko yang sangat tinggi, sehingga kelalaian sekecil apapun dapat mendatangkan bahaya. Pada dunia penerbangan keselamatan merupakan prioritas utama, tertinggi dan satu- satunya yang tidak dapat ditoleransi. Mulai dari rancangan pesawat, aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama. Wing merupakan salah satu komponen terpenting dari pesawat terbang sehingga jika wing terganggu maka dapat menyebabkan pesawat terjatuh. Karena pentingnya faktor keselamatan maka perlu di jaga wing dari gangguan-gangguan yang dapat menyebabkan kehilangan gaya angkat dari wing. Salah satu gangguan pada wing adanya kontaminasi saat pesawat tersebut sedang terbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pada bentuk twisted terhadap performa alat heater yang menggunakan panas gas buang engine dalam memanaskan airfoil contamination pada lending edge wing. Penelitian ini menggunakan engine genset berkapasitas 2000 Watt, menggunakan lampu pijar dengan total beban 500 Watt. Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan geometri twisted akan mempengaruhi performa dari heater. Pemanasan yang memanfaatkan limbah panas gas buang engine dengan menggunakan alat heater straight tube plain twistes tape memberi peningkatan performa pemanasan lending edge wing untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan alat heater straight tube plain twisted tape insert pada variasi jumlah twisted 5 adalah yang terbaik dalam meningkatkan performa heater.
PENGARUH METODE HOT DIPPING ALUMUNIZING COATING PADA MATERIAL STAINLESS STEEL 304 DALAM KOMPONEN FIREWALL PESAWAT CESSNA 150 Isla Ikhlasul Hazmi; Sehono; Dhimas Wicaksono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.033 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.313

Abstract

Baja tahan karat (Stainless steel) adalah salah satu logam ferro yang sering digunakan dalam dunia teknik. Baja tahan karat termasuk dalam baja paduan tinggi yang mempunyai sifat mampu bentuk yang baik, ketangguhan yang baik pada temperatur rendah maupun temperatur tinggi, memiliki sifat ketahanan korosi yang baik serta memiliki ketahan mulur yang cukup besar pada temperatur tinggi. Kemudian penerapan pada pesawat Cessna 150 digunakan pada bagian firewall, fungsi dari firewall yaitu untuk menahan laju perpindahan panas dari engine menuju bagian cockpit. Dengan demikian maka material firewall harus memiliki ketahanan yang baik terhadap panas, kemudian juga harus memiliki sifak mekanik yang baik untuk menguatkan strukur pada pesawat. Pada penelitian ini dilakukan secara eksperimental kuantitatif, dengan melakukan perlakukan hot dipping alumunizing untuk meningkatkan ketahanan panas dan sifat mekanik dari material stainless steel 304. Setelah dilakukan perlakukan hot dipping alumunizing maka selanjutnya melakukan pengujian mekanik berupa uji tarik dan kekerasan, sedangkan untuk melakukan uji ketebalan terhadap lapisan alumunium yang melekat menggunakan mikroskop. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa spesimen terbaik terdapat pada variasi pencelupan 4 menit dengan kekuatan tarik sebesar 232 Mpa, regangan rata-rata mencapai 25 % dan beban maksimal yang dapat ditahan mencapai 5207 N. Kemudian untuk pengujian kekerasan menunjukkan spesimen variasi 4 menit merupakan yang terbaik nilai rata-rata HV 90 kgf/mm2. Kemudian untuk ketebalan tertinggi terdapat pada spesimen 6 menit dengan ketebalan 370.75 μm.
PENGARUH PEMANASAN AWAL TERHADAP SIFAT MEKANIK SAMBUNGAN SPOT FRICTION STIR WELDING DALAM PEMASANGAN RIVET ALUMUNIUM 2024 Dicky Prasetyo Koesgi; Sehono; Dhimas Wicaksono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.621 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.315

Abstract

Teknik pengelasan pada aluminium sangat perlu dikembangkan dikarenakan penggunaannya dalam bidang manufaktur sangatlah dibutuhkan khususnya aluminium 2024 yang digunakan pada penelitian ini. Logam jenis aluminium ini memiliki peranan penting pada industri manufaktur pesawat dan otomotif hal tersebut dapat perhatikan dari hampir seluruh rangka dan skin menggunakan aluminium. Selain itu metode penggabungan dua bahan material saat ini juga banyak yang sama namun banyak yang belum sesuai dengan karakteristik material yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan nilai kekuatan tarik pada paduan aluminium dengan pengelasan FSW tanpa pemanas dan pengelasan FSW dengan tambahan pemanas (transient thermal). Metode Penelitian dilakukan dengan pengelasan paduan aluminium plat 2024-T3 menggunakan teknik FSW tanpa pemanas dan teknik FSW dengan perlakuan transient thermal. Metode pengumpulan data yang akan digunakan untuk penelitian ini adalah dengan metode eksperimen, pada penelitian ini menggunakan alumunium seri Aluminum 2024-T3: skin dan doubler. Sebelum proses pengeboran terjadi untuk penggabungan aluminium pemanasan awal dilakukan pada plat menggunakan heater dengan variasi temperatur 100℃, 150℃, dan 200℃. Kemudian saat proses pengeboran dilakukan, kecepatan putar yang di gunakan adalah 1350 rpm, kecepatan tersebut di ambil berdasarkan peneliti sebelumnya dikarenakan penggabungan material dengan nilai tersebut merupakan yang terbaik. Proses riveting dilakukan setelah pengeboran (welding) menggunakan paku keling. Peningkatan temperatur pada spesimen menyebabkan sifat mekanik yang cenderung meningkat pada tiap-tiap temperatur 100℃, 150℃, dan 200℃ yang di uji coba pada kekuatan geser pada spesimen. Hasil pengujian kekuatan geser yang terbaik pada temperatur 150℃ dengan nilai sebesar 16,87 MPa. Uji kekerasan terbaik pada temperatur 200℃ dengan nilai 287,52 kg/mm. Hal ini disebabkan karena munculnya pada struktur mikro dan hilangnya efek tempa dari panas yang dihasilkan dalam proses friction stir welding. Pengujian kekerasan menunjukkan bahwa nilai kekerasan dari tiap spesimen hasil dengan metode friction stir welding semakin menurun.. Namun penurunan nilai kekerasan yang terjadi tidaklah sangat signifikan. Penurunan nilai kekerasan ini dikarenakan sifat material aluminium 2024 yang telah mengalami strain hardened temper di mana adanya panas yang cukup tinggi akan membuat rekristalisasi pada material spesimen.
RANCANG BANGUN INDIKATOR PARAMETER BATERAI UNTUK PESAWAT TANPA AWAK MENGGUNAKAN SENSOR MAX 471 SECARA NIRKABEL Hernanda Bagas.A; Erwan Eko Prasetiyo; Erwhin Irmawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.407 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.317

Abstract

Abstrak UAV (Unmanned Aerial Vehicle) didefinisikan sebagai pesawat tanpa awak. UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan salah satu teknologi yang sedang mengalami perkembangan yang pesat dan memiliki potensi yang sangat besar, baik untuk keperluan militer maupun sipil. UAV dapat dioperasikan jarak jauh dengan mengunakan nergy remote control oleh pilot. Salah satu jenis UAV adalah quadcopter. Sumber tenaga (energy) dari UAVyaitu baterai, baterai merupakan salah satu bagian dari UAV, peran baterai bagi UAV yaitu menyimpan tenaga listrik dan mendistribusikan listrik selama UAV digunakan. Baterai memegang pernan penting bagi UAV karena semua komponen/unit bergantung pada komponen ini.jika baterai mengalami kegagalan/kerusakan maka seluruh komponen/unit akan terganggu. Dalam penggunaan UAV sering kali terjadi UAV jatuh secara tiba tiba karena kehabisan baterai. Faktor ini dikarenakan kurangnya fitur untuk mengontrol atau mengetahui kondisi baterai. Dalam penelitian ini dirancang suatu alat yang dimana alat ini dapat membantu pengguna UAV untuk mengatahui/memantau kondisi baterai pada saat UAV digunkan. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan kekuatan sensor dalam mengukur arus sebesar 99,14%, tegangan sebesar 99,30%, dan daya sebesar 94,33%. Tingkat keakuratan dalam mengukur sisa baterai sebesar 97,88%. Rancangan mampu mengukur baterai hingga jarak 37 meter.
PERANCANGAN AKTIVITAS MAINTENANCE DENGAN METODE RELIABILITY PADA SISTEM AUXILIARY POWER UNIT (APU) PESAWAT BOEING 737-500 STUDI KASUS DI PT. MMF SURABAYA Mohammed Taaqbier; Edi Sofyan; Ferry Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.492 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.318

Abstract

Analisis reliability auxiliary power unit pada boeing 737-500 ini bertujuan untuk menentukan tingkat suatu kehandalan dan failure mode sehingga dapat dibentuk suatu effective schedule maintenance dan cara perawatan (desain maintenance) yang tepat berdasarkan kerusakan komponen auxiliary power unit. Analisis akan dilakukan menggunakan metode reliability, dimana menghitung umur suatu komponen seperti menghitung rata-rata (MTTF), Reliability, dan parameter kehandalan didapat menggunakan bantuan perangkat lunak Microsoft exel. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dimana mengingat penelitian tersebut sudah terperinci pada proposal, Adapun langkah-langkah perawatan pesawat terbang merupakan salah satu kegiatan yang telah menjadi unsur penting dalam dunia penerbangan, dimana kegiatan ini tersusun baik secara terjadwal (schedule) dan secara tidak terjadwal (unscheduled) yang menyebabkan kerugian dalam operasi maupun pembiayaan perawatan (maintenance cost) yang dimana penelitian ini dapat mereduksi data dengan tujuan menyederhanakan dan mengkatagorisasi data secara terperinci. Hasil dari analisis memperlihatkan bahwa top even reason of removal disebabkan karena komponen auxiliary power unit (APU) pada part start relay (electronic system) merupakan part yang memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 194. Sementara itu effective schedule maintenance untuk system kerja electronic system part sebesar 201 jam terbang, lubrication system 601 fligt cycle, dan system sebesar 801 fligt cycle.
EFEK FRICTION STIR SPOT WELDING DALAM PEMASANGAN RIVET TERHADAP SIFAT MEKANIK MATERIAL ALMUNIUM SERI 2024 Sehono; Haris Ardianto
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.114 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.319

Abstract

Melakukan pemilihan dan perlakuan pada suatu material merupakan hal yang sangat penting. Khususnya dibidang industri kedirgantaraan, mariner, alat transportasi dan industri manufaktur merupakan tujuan dalam pengembangan material tersebut. Bahan alumunium merupakan logam yang ringan dan memiliki ketahanan korosi yang baik, hantaran listrik yang baik dan sifat-sifat lainnya. Paduan ini memiliki keunggulan, yaitu pada perbandingan kekuatan yang dihasilkan dengan berat struktur yang lebih tinggi daripada baja, ketahanan lelah yang baik, keuletan serta sifat mampu bentuk yang tinggi. Dibidang manufaktur saat ini telah dikembangkan teknologi penyambungan yang mana hal tersebut berawal dari cara konvensional seperti riveting (paku keling), sambungan susut tekan, hingga kini dilakukannya proses pengelasan. Friction stir spot welding sebuah metode untuk menggabungkan lembaran atau pelat dengan pekerjaan termomekanis yang awalnya dikembangkan untuk industri otomotif. Keunggulan dari metode (FSSW) tidak menggunakan busur listrik untuk menyambungkan potongan logam, tidak menghasilkan asap atau radiasi berbahaya, juga tidak memerlukan personel yang berkualifikasi tinggi. Selain itu, tidak meninggalkan tegangan sisa yang kecil dan hasil permukaan yang baik. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah paduan aluminium 2024 dengan dimensi 200 x 20 x 2 mm. Proses pengelasan dilakukan dengan putaran mesin 2500 rpm. Parameter lainnya yaitu dilakukan proses drilling pada plat almunium kemudian penggunaan tool untuk FSSW dengan tool ukuran diameter 2.5 mm. Kemudian pengamatan yang dilakukan meliputi pengukuran temperatur, uji geser,kekerasan, makro dan mikro struktur. Hasil pengujian didapatkan bahwa metode FSSW dapat mengubah ukuran butiran pada daerah HAZ, tingkat kekersan meningkat dan kekuatan geser juga terjadi peningkatan. Penggunaan metode FSSW memberikan hasilpada peningkatan kekerasan pada daerah las. Sebagai kesimpulannya, perlakuan FSSW pada almunium 2024 memberikan hasil yang maksimal pada setiap pengujian dibandingkan dengan proses.

Page 7 of 19 | Total Record : 187