cover
Contact Name
Dhimas Wicaksono
Contact Email
p3m@sttkd.ac.id
Phone
+6285729186991
Journal Mail Official
dhimas.wicaksono@sttkd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/Editorial_Team
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
ISSN : 24601608     EISSN : 26223244     DOI : https://doi.org/10.56521/teknika.v8i1
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles 187 Documents
ANALISIS KESTABILAN STATIK DAN DINAMIK PADA PESAWAT LSU-05 NG (LAPAN SURVEILLANCE UAV 05 NEW GENERATION) DENGAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK XFLR5 Zera Angeline Rerung; Edi Sofyan; Ferry Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 6 No 2 (2020): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.766 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v6i2.215

Abstract

Aviation in Indonesia has progressed from time to time, both in terms of existing technology and infrastructure. One of them is the development of unmanned aircraft or commonly called unmanned aircraft which is commonly abbreviated as UAV (Unmanned Aerial Vehicle). The LSU-05NG aircraft is an unmanned aircraft designed by the LAPAN Aviation Technology Center (National Institute of Aviation and Space). This aircraft is designed to meet surveillance needs or is intended for observation of a very wide area of coverage only by installing sensor devices such as cameras and FLIR (Forward Looking Infra Red). To launch this surveillance mission, the LSU05NG aircraft must have stability. Due to the light weight and also small aircraft, the stability of this aircraft will be more easily disrupted, so there is a need for stability for the LSU-05NG aircraft to carry out its mission properly. An aircraft is said to be statically stable if the lateral dimension has a value ????ɩ???? < 0, the longitudinal dimension has a value ???????????? < 0, and on the directional dimension the value ???????????? > 0. By modeling the Lsu05 new generation aircraft and analyzing the stability of the aircraft in XFLR5 software so as to obtain the roots of aerodynamic characteristics. Based on the results of analyzes conducted on XFLR5 software, the LSU-05 new generation aircraft is statically stable and changes in speed cannot affect its stability.
DESAIN STRUKTUR FLOAT PESAWAT AMFIBI Sigit Adhi Nugroho; Haris Ardianto; Hery Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 6 No 2 (2020): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.831 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v6i2.216

Abstract

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berkerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) berupaya mengembangkan pesawat N219 menjadi pesawat amfibi. Pengembangan tersebut membutuhkan penambahan komponen pada pesawat yaitu float agar dapat lepas landas dan mendarat di air. Pengembangan tersebut mempertimbangkan struktur float yang harus mengurangi beban float. Pada penelitian ini dilakukan analisis nilai stress dan ketebalan float yang akan diubah kedalam berat float. Simulasi Finite Element Method (FEM) dengan perangkat lunak ABAQUS 6.14. Metode yang digunakan yaitu dengan mensimulasikan desain float dengan material Aluminium 6061-T6 dan material Komposit Carbon/Epoxy. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa ketebalan material akan mempengaruhi nilai stress float. Semakin tebal float maka nilai stress akan semakin kecil. Material Komposit Carbon/Epoxy mampu mengurangi berat float sebesar 14.7 % dibandingkan material Aluminium 6061-T6. Dengan nilai efisiensi tersebut, material komposit layak diperhitungkan dalam mengganti material float tanpa mengurangi kekuatan float tersebut.
STUDI EKSPERIMENTAL PERFORMA ANTI-ICING PICCOLO TUBE WITH TWISTED DENGAN MEMANFAATKAN THERMAL GAS BUANG DARI ENGINE Danang Prasetyo; Gaguk Marausna; Joni Kasmara
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.835 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.253

Abstract

Hilangnya gaya angkat pada pesawat bisa terjadi karena airfoil contamination berupa icing atau penumpukan partikel es pada leading edge wing yang dikarenakan faktor cuaca dan kelembaban pada ketinggian tertentu. Untuk mencegah terjadinya icing, yaitu dengan menggunakan anti icing guna mencegah terjadinya icing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh geometri pada rasio diameter tube yang diberi hole terhadap performa heater yang memanfaatkan panas gas buang dari engine dan pengaruh geometri heater terhadap efisiensi heater dalam mencegah terjadinya airfoil contamination pada leading edge wing. Penelitian ini menggunakan engine genset 1 silinder berkapasitas 2000 W dengan variasi beban menggunakan lampu pijar dengan total beban 500 W serta menggunakan profil wing yang dikondisikan. Perubahan geometri twist pada heater dengan penambahan hole dapat menciptakan aliran turbulen, meningkatkan proses perpindahan kalor, dan meningkatkan koefisien perpindahan kalor konveksi pada tube. Dari tiga geometri twist ratio 1.5, 2.27, 2.45 yang paling baik dalam melepaskan kalor yaitu twist ratio 2.45 dengan nilai perpindahan kalor konveksi pada beban rata-rata terbesar.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan alat berupa piccolo tube with twisted dengan rasio diameter terbesar adalah yang terbaik dalam meningkatkan parameter performa dan efisiensi heater. Perubahan geometri twist akan mempengaruhi efisiensi dari heater.
PENGUJIAN SISTEM PENDINGIN PANEL SURYA BERBENTUK TUBULAR COOLER DENGAN SOLAR SIMULATOR UNTUK MENGUJI DAYA KELUARAN PANEL SURYA Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.041 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.254

Abstract

Abstrak Energi listrik menjadi kebutuhan utama untuk menjalankan segala unit kegiatan bisnis termasuk layanan bandara pesawat terbang. Meningkatnya kebutuhan listrik pada berbagai sektor mendorong kebijakan penerapan energi terbarukan sehingga mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Energi terbarukan salah satunya adalah energi yang bersumber dari penggunaan panel surya untuk mengkonversi radiasi solar menjadi energi listrik. Kinerja dan massa pakai panel surya bergantung pada faktor temperatur. Temperatur yang tinggi selama panel surya bekerja akan menyebabkan penurunan kinerja dan memperpendek massa pemakaian. Sistem pendingin dibutuhkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam penelitian ini dirancang sebuah sistem pendingin yang memanfaatkan fluida berupa air. Bentuk channel yang dipilih adalah tubular cooler dengan pengujian aliran 1.8 liter per menit dalam kondisi ruangan memanfaatkan solar simulator dengan radiasi solar 581 W/m2. Pengujian menunjukkan terjadi penurunan temperatur bagian atas panel surya sebesar 6 °C dan kestabilan daya keluaran panel surya dibandingkan panel surya yang tidak dilengkapi dengan sistem pendingin.
ANALISIS PERFORMA HEAT EXCHANGER DENGAN VARIASI ARAH ALIRAN DAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR UNTUK MENGATASI ICING PADA KARBURATOR PESAWAT PISTON ENGINE Lucia Rahayu Geroda; Joni Kasmara; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.709 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.255

Abstract

Pesawat merupakan alat transportasi yang pada saat ini populer digunakan oleh masyarakat. Salah satu gangguan yang sering terjadi yaitu hujan dan cuaca buruk, hal ini menyebabkan temperatur dan tekanan di setiap lingkungan berbeda dan akan mengakibatkan terbentuknya lapisan es pada komponen pesawat. Pada pesawat piston engine, terdapat beberapa komponen salah satunya yaitu karburator, yang berfungsi mencampurkan udara dan fuel. Dengan ini, dibutuhkan adanya anti icing guna mencegah terjadinya icing pada karburator.Metode yang digunakan adalah metode experimental dengan membuat prototype untuk mensimulasikan heat exchanger, dengan memanfaatkan gas buang yang berasal dari mesin geset guna mengatasi icing (drop late) pada karburator khususnya pada pesawat piston engine. Variasi arah aliran dan penambahan vortex generator twisted type pada penelitian ini yaitu aliran paralel dan aliran counter tanpa dan dengan penambahan vortex generator.Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi arah aliran tanpa dan dengan penambahan vortex generator twisted insert type di dalam pipa konsentrik. Pada aliran paralel tanpa vortex generator twisted insert type memiliki nilai perpindahan kalor konveksi sebesar 337,8 W dan nilai efektifitas sebesar 66,3%, sedangkan pada aliran counter tanpa vortex generator twisted insert type memiliki nilai perpindahan kalor konveksi sebesar 316,6 W dan nilai efektifitas sebesar 67,2%. Sebaliknya aliran paralel dengan penambahan vortex generator twisted insert type memiliki nilai perpindahan kalor konveksi sebesar 340,8 W, nilai pressure drop sebesar 17,6 Pa, dan nilai efektivitas sebesar 71,5%. Sedangkan aliran counter dengan penambahan vortex generator twisted insert type memiliki nilai perpindahan kalor konveksi sebesar 435,4 W, nilai pressure drop sebesar 21,1 Pa, dan nilai efektivitas sebesar 74,6%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa variasi arah aliran tanpa dan dengan penambahan vortex generator twisted insert type dapat mempengaruhi peningkatan nilai perpindahan kalor konveksi menyeluruh (Q), pressure drop (DP) dan nilai efektivitas (e) pada heat exchanger.
ANALISIS RISER TERHADAP PENGECORAN PROPELLER DENGAN ALUMINIUM BEKAS Dhimas Wicaksono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1412.002 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.264

Abstract

Riser merupakan saluran yang berfungsi sebagai pensuplai cairan pada saat coran mengalami penyusutan dan juga sebagai lubang keluarnya udara-udara yang terjebak dalam rongga cetakan. Pemanfaat Kualitas produk pengecoran salah satunya dipengaruhi oleh sistem konstruksi saluran penambah/Riser yang merupakan metode alternative pengembangan industry pengecoran di Indonesia. Propeller merupakan salah satu produk hasil yang sangat dibutuhkan di sector otomotif Dirgantara. Untuk dapat meminimalkan biaya produksi, penulis mengguanakan bahan baku aluminium bekas yang sering digunakan pada sector industri di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saluran penambahan Riser terhadap kekerasan, porositas serta Penyusutan hasil pengecoran Propeller yang menggunakan bahan aluminium bekas. Penelitian dilakukan dengan membuat 3 variasi Riser berbentuk tabung dengan variasi A tidak menggunakan Riser dan variasi ke B dan C menggunakan diameter 7 mm dan 15 mm dengan panjang 10 mm dengan bahan baku pengecoran aluminium bekas (daur ulang) pada temperature tuang 7000 C. Berdasarkan hasil pengujian untuk komposisi kimia aluminium daur ulang terkandung paduan (Al) 90.60% dan (Si) 4.51%. Nilai persentase penyusutan untuk variasi A sebesar 3,88%, untuk variasi B sebesar 2,59%, dan untuk variasi C sebesar 2,02%. Hasil penelitian penyusutan menunjukan bahwa semakin besar Riser maka semakin kecil tingkat penyusutannya. Pada pengujian struktur mikro dapat diambil kesimpulan bahwa 3 variasi memiliki pengaruh pada tingkat porositas yang mana Pada variasi (A) memperlihatkan cacat yang nampak dan memiliki ukuran yang cukup besar dan luas. Sedangkan variasi (B) memperlihatkan cacat cor dimana ukuran cacat relatif lebih kecil apabila dibandingkan dengan variasi (A) akan tetapi pada pengujian kekerasan, variasi Riser tidak siginifikan mempengaruhi tingkat kekerasan aluminium bekas tetapi sangat berpengaruh pada tingkat penyusutan dan porositas specimen.
STUDI INVESTIGASI PERFORMA HEAT EXCHANGER DENGAN MEMANFAATKAN GAS BUANG GUNA MENGATASI ICING PADA KARBURATOR PESAWAT PISTON ENGINE Moh Imam Assyafiq Syahputra; Gaguk Marausna; Joni Kasmara
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.878 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perubahan variasi geometri vortex generator twisted tape insert terhadap koefisien perpindahan kalor menyeluruh, pressure drop, dan efektifitas heat exchanger dalam memanaskan udara yang akan digunakan untuk mengatasi icing pada karburator. Penelitian ini menggunakan engine genset 1 silinder berkapasitas 2000 W yang disimulasikan sebagai pengganti piston engine pesawat sebagai penghasil gas buang dan dengan variasi pembebanan menggunakan lampu pijar sebesar 0 W sampai 400 W serta variasi twist yang dikondisikan dalam heat exchanger shell and tube. Vortex generator twisted tape insert pada penelitian ini terbuat dari aluminium yang dimasukkan kedalam tube dari heat exchanger untuk menjadikan aliran di dalam tube menjadi turbulen dan dapat melepas kalor dengan baik sehingga dapat memanaskan udara pada shell dengan baik, dengan variasi twist ratio (P/W) yaitu 5.6, 6.8, dan 8.6. Pada saat pengambilan data penelitian terdapat perlakuan pembebanan dengan menggunakan lampu pijar dan setiap satu beban pengambilan waktunya terdapat 3 variasi yaitu 25, 50, dan 75 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perubahan variasi geometri vortex generator twisted tape insert terhadap koefisien perpindahan kalor menyeluruh, pressure drop, dan efektifitas heat exchanger. Aliran panas pada tube yang memanfaatkan limbah panas gas buang engine dengan menggunakan alat penukar kalor heat exchanger shell and tube memberikan pengaruh dalam melakukan pemanasan terhadap udara pada shell dalam mencegah terjadinya icing pada karburator. Kesimpulan dari penelitian ini menujukkan bahwa penggunaan variasi geometri vortex generator twisted tape insert dengan twist ratio (P/W) 5.8 atau twist ratio terkecil adalah yang terbaik dibandingkan dengan twist ratio 6.8 dan 8.2 pada heat exchanger shell and tube dalam memanaskan udara yang akan digunakan untuk mencegah terjadinya icing pada karburator pesawat piston engine, dengan nilai koefisien perpindahan kalor menyeluruh (U0) sebesar 45.8 W/m2.oC, pressure drop sebesar 21.0 Pa, dan efektifitas sebesar 74.6%.
ANALISIS RELIABILITY SISTEM STARTER VALVE UNTUK MERENCANAKAN AKTIVITAS MAINTENANCE PADA PESAWAT BOEING 737 NEXT GENERATION DI PT GMF AEROASIA Ferry Setiawan; Edi Sofyan; Dwi Muridha C. Putra
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 6 No 2 (2020): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.489 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v6i2.272

Abstract

Aktivitas maintenance pesawat terbang pada penelitian ini bertujuan untuk menjamin kehandalan sistem operasional tanpa adanya kerusakan komponen atau kegagalan sistem, juga mempertahankan komponen-komponen pesawat dan perlengkapan lainnya dalam keadaan laik udara (airworthy). Salah satu sistem yang sering mengalami maslah pada saat operasional adalah sistem Starter Valve Part Number 3289630-2 pada boeing 737 next generation, permasalahan tersebut antara lain stuck late, respond, leak, light ill, electrical problem, eroded, low pressure solenoid orifice. Analisis dilakukan dengan 2 cara yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, analisis kualitatif menggunakan metode FMECA (failure mode effect and critical analysis) dan FTA (fault tree analysis) untuk mengidentifikasi faktor penyebab kegagalan dan menganalisis efek dan kondisi kritis penebab kegagalan, sedangkan analisis kuantitatif menggunakan metode reliability dengan perhitungan menggunakan distribusi Weibull sehingga dapat di ketahui batas kritis waktu operasional pesawat, pada ahirnaya dapat direncanakan schedule maintenance dan cara perawatan (desain maintenance) yang effective berdasarkan kerusakan dan kegagalan sistem starter valve. Hasil analisis menunjukkan bahwa top even reason of removal disebabkan karena starter valve stuck yang memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 180. Sementara itu effective schedule maintenance untuk sistem kerja mechanical part dapat dilaksanakan setelah mencapai 901 jam operasional dengan nilai reliability 74,50%, electrical system setelah mencapai 1001 jam operasional dengan nilai reliability 72,72%, dan Pneumatic actuator system setelah mencapai 4801 jam operasional dengan nilai reliability 78,66%.
ANALISIS EFEKTIVITAS TURN AROUND TIME DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD PADA AKTIVITAS PERAWATAN C05- CHECK PESAWAT AIRBUS 320-200 Ferry Setiawan; Edi Sofyan; Faisal Romadhon
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.966 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan suatu aktivitas perawatan sesuai dengan task card C05-Check Pesawat Airbus 320-200, sehingga dihasilkan aktivitas perawatan yang lebih efektive terhadap jumlah waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan sebuah tugas kerja dari mulai awal perawatan sampai selesai atau sering di sebut Turn Around Time (TAT). Permasalahan TAT pada aktivitas perawatan C05-Check Airbus 320-200 adalah waktu TAT yang cukup lama sehingga membutuhkan biaya operasional teknisi yang cukup besar, dan adanya kerugian karena waktu tunggu operasinal pesawat pada saat perawatan. TAT pada aktivitas perawatan C05-Check Pesawat Airbus 320-200 dengan jumplah 351 task card, selama ini masih memakai standart perusahaan yang di hitung dengan metoda giant chart yaitu selama 13 hari kerja. Permasalahan yang ada mendorong penulis melakukan analisis dan perhitungan TAT pada aktivitas perawatan C05-Check Pesawat Airbus 320-200 dengan metode Critical Path Method (CPM), sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi tugas-tugas yang ada dalam sebuah aktivitas pekerjaan dan membentuk desain jaringan CPM sesuai dengan urutan dan jalur kritis pekerjaan. Hasil perhitungan Turn Around Time dengan metode (CPM) pada aktivitas perawatan C05-Check Pesawat Airbus 320-200 dengan jumlah task card 315 adalah 10,46 hari kerja, dengan jalur kritis berada pada code aktivity A-B-D-D1-D2-D3-D4-D5-D6-D7-H-I-J, pekerjaan secara seri code aktivity A-B-H-I-J, Sedangkan pekerjaan code aktivity C-D-E-F-G. Desian jarring CPM ini menghasilkan waktu perawatan yang lebih sedikit jika di bandingkan TAT standart Perusahaan yaitu 13 hari kerja. Selisih waktu penyelesaian TAT dengan metode CPM dengan Standart perusahanan adalah 2,54 hari kerja, sehingga dapat di simpulkan bahwa TAT dengan perhitungan CPM lebih efektif pada aktivitas perawatan C05-Check Air Bus 320 - 200.
PERANCANGAN REAKTOR KAPASITAS 12 m³ UNTUK EPOXY RESIN DENGAN TEKANAN KERJA 3,8 kg/cm² DAN TEMPERATUR KERJA 150℃ Yudhi Chandra Dwiaji; Lintar Aji Saputra; Ferry Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.116 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.301

Abstract

Penggunaan epoxy resin di industri kimia sangat besar, epoxy resin digunakan sebagai bahan adhesif dan lapisan pelindung yang baik. Epoxy resin mempunyai densitas 1.051 kg/m³, viskositas 10.000 cps pada tekanan kerja 3.8 kg/cm² dan temperature kerja 150 ͦC dari media uap air kering, material yang ditentukan yaitu stainless steel SA 240 TP 304. Reaktor terdiri dari bejana tekan dan pengaduk/agitator, reaktor sering terjadi ledakan pada saat pengoperasian dan untuk agitator terjadi permasalahan dari daya motor dan poros yang dikarenakan kurang ketelitian dalam proses mendesain reaktor. Dalam penelitian ini reaktor didesain untuk menghasilkan tebal dari bejana tekan berdasarkan standar ASME Sec. VIII div. I, daya motor dan tipe motor yang dibutuhkan, diameter poros dan tebal dari impeller. Ada dua metode untuk mendesain reaktor yaitu perhitungan manual menggunakan microsoft Excel dan pembanding software PV Elite 2016 untuk bejana tekan, dan untuk perhitungan agitator menggunakan microsoft Excel dengan hasil akhir adalah sketsa reaktor yang desain. Hasil perhitungan ini ketebalan pada shell sebesar 3 mm, pada top torispherical sebesar 5 mm, pada bottom torispherical sebesar 5 mm dengan material SA-240 TP304 dan pada half coil sebesar 3 mm dengan material SA-283 grade C. Dan kedua metode baik manual maupun dengan software PV Elite 2016 tidak ada perbedaan yang signifikan. Perhitungan daya motor penggerak reaktor kapasitas 12 m³ sebesar 3 kW dengan putaran 72 rpm, dan spesifikasi gear motor SK 4282-100LA/4, dengan diameter poros 63,5 mm atau 2,5 inci dengan aktual defleksi sebesar 9,76 mm. dan diameter dari pitch paddle blade sebesar 805 mm dengan tebal 10 mm dan lebar blade 120 mm.

Page 6 of 19 | Total Record : 187