cover
Contact Name
Dhimas Wicaksono
Contact Email
p3m@sttkd.ac.id
Phone
+6285729186991
Journal Mail Official
dhimas.wicaksono@sttkd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/Editorial_Team
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
ISSN : 24601608     EISSN : 26223244     DOI : https://doi.org/10.56521/teknika.v8i1
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles 187 Documents
SISTEM KOMPRESI DATA PADA MUATAN ROKET MENGGUNAKAN KODE HUFFMAN Muhammad Luqman Bukhori; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.339 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.330

Abstract

Muatan roket (payload) merupakan teknologi terapan dengan pemanfaatan kendali data jarak jauh. Teknologi ini mendukung fungsionalitas sistem pemantauan data ke Ground Control Station (GCS). GCS dijalankan oleh operator yang jaraknya jauh dari roket, sehingga operator dapat langsung melihat paket data yang dibutuhkan untuk keperluan pemantauan secara real-time. Walaupun sistem pemantauan ini dapat berjalan secara real-time, terdapat beberapa kendala yang terjadi yaitu kehilangan data akibat adanya keterlambatan data pada saat pengiriman data. Keterlambatan data dapat terjadi dikarenakan jumlah paket data dan transfer data saat pengiriman tidak seimbang. Jumlah paket data ini tidak diimbangi dengan kapasitas jaringan komunikasi data yang ditentukan. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat salah satu teknik yang dapat diterapkan yaitu sistem kompresi data. Kompresi data yang diterapkan adalah metode kompresi lossless yang dibangun menggunakan kode Huffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma ini dapat melakukan kompresi data sebesar 41,25% dari data aslinya. Sistem roket dapat membaca dan mengirim sensor sebanyak 22 baris data dalam waktu 2 detik. Pada GCS, data yang diterima dan diolah dengan algoritma dekompresi Huffman menghasilkan data yang tervalidasi sebesar 19 baris data atau 86% data diterima.
KONTROL KECEPATAN ROKET EDF MENGGUNAKAN METODE PID Muhammad Fa’iz Alfatih
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.202 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.331

Abstract

Roket merupakan kendaraan terbang berbentuk peluru yang dilengkapi dengan konfigurasi sayap dan ekor untuk mendapatkan kontrol terbang yang diinginkan. Roket EDF merupakan roket penggerak listrik sebagai tenaga penggeraknya, Electric Ducted Fan (EDF) adalah alat penggerak listrik yang terdiri dari motor listrik yang dihubungkan dengan kipas (fan) yang terintegrasi dengan tabung saluran (Ducted). Dengan kombinasi sensor, perangkat kontrol, dan aktuator roket EDF yang dirancang untuk mencapai target dengan kontrol kecepatan booster roket. Roket EDF memiliki dinamika terbang yang kompleks, oleh karena itu diperlukan pengendalian yang baik dan teruji sebelum roket EDF digunakan. Kontrol PID merupakan salah satu kontrol modern yang banyak digunakan dalam kontrol stabilitas, kecepatan, dan putaran. Algoritma kontrol PID mampu memberikan kontrol kecepatan motor yang bervariasi dan stabil berdasarkan kebutuhan penerbangan berdasarkan jarak target, roket mampu terbang menuju target dengan kecepatan yang sesuai.
KARAKTERISTIK KOMPONEN FUEL NOZZLE GASKET PESAWAT CESSNA GRAND CARAVAN 208B Clensaint Andika; Indreswari Suroso; Noviana Utami
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.175 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.341

Abstract

Pesawat Cessna Grand Caravan 208B merupakan pesawat angkut ringan bermesin tunggal dengan penggerak propeller atau engine turboprop. Ada banyak komponen yang saling berhubungan pada mesin pesawat, salah satunya adalah fuel nozzle gasket yang berada diantara fuel nozzle dan combustion chamber yang berfungsi untuk menjaga tekanan yang dihasilkan dari ruang bakar agar tidak keluar dari mesin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik komponen fuel nozzle gasket pesawat Cessna Grand Carravan 208B yang meliputi 1). Komposisi kimia, 2.) Kekerasan Vickers, 3). Laju keausan, 4). Struktur mikro, dan 5). Laju korosi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pengujian: 1). komposisi kimia yang digunakan untuk mempelajari unsur-unsur dan persentase, 2). kekerasan Vickers yang digunakan untuk mempelajari tingkat kekerasan. 3). keausan yang digunakan untuk mempelajari laju keausan, 4). struktur mikro yang digunakan untuk mempelajari fasa-fasa yang terjadi, dan 5). korosi yang digunakan untuk mempelajari laju korosi. Karakteristik komponen fuel nozzle gasket pesawat Cessna Grand Carravan 208B meliputi 1). komposisi kimia dengan unsur-unsur dominan adalah unsur-unsur Fe 69,6500%; Cr 17,600%; Ni 9,1190%; Mn 1,7230%; Si 0,4920% dan termasuk dalam paduan baja austenitik AISI 304 dengan unsur-unsur C < 0,07%; Mn <2%; Cr 17 - 19%; dan Ni 8,5 - 10,5%, 2). kekerasan Vickers rata-rata sebesar 162,26 VHN yang dipengaruhi unsur-unsur Cr, Mn, dan C, 3). struktur mikro menunjukkan fasa perlit (yang tersusun oleh unsur Fe dan unsur C) lebih dominan dibandingkan dengan fasa ferit (yang tersusun oleh unsur Cr), 4). laju keausan sebesar 0,56020 mm3/kgm dan tergolong rendah yang dipengaruhi adanya unsur Mn. 5). laju korosi sebesar 0,036 MPY dan dikategorikan sebagai relative corrosion resistance “outstanding” yang dipengaruhi oleh unsur Cr dan unsur Ni.
PEMANFAATAN INTENSITAS CAHAYA PADA PANEL SURYA 200 WP UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK Yosua, Yosua Karunia; Eko Prasetiyo, Erwan; Marausna, Gaguk
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.099 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.429

Abstract

ada perkembangan dunia saat ini energi listrik merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan di seluruh belahan dunia, karena energi listrik sendiri sudah menjadi salah satu aspek penting bagi seluruh manusia. Indonesia merupakan negara yang terletak di tengah-tengah, antara bagian utara dan bagian selatan, itu menandakan indonesia merupakan negara yang teletak di wilayah aktuator yang mempunyai cuaca relatif cerah. Pada penelitian ini memiliki sebuah tujuan yaitu untuk mendapatkan pengaruh intensitas cahaya terhadap hasil daya yang didapat. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara mengukur intensitas cahaya menggunakan solar power meter, tegangan (volt), arus (ampere) yang keluar dari panel surya 200 Wp, dan daya (watt) yang di hasilkan. Panel surya yang dipakai pada penelitian ini menggunakan 2 buah panel surya yang masing-masing berkapasitas 100 Wp, Waktu pengambilan data ini dimulai dari jam 08.00 – 16.00 sore dan pengambilan data setiap 30 menit sekali. Hasil dari pengujian keempat variabel yang telah diuji meliputi intensitas cahaya, tegangan, arus dan daya menunjukkan bahwa intensitas cahaya matahari sangat mempengaruhi hasil dari panel surya pada arus, tegangan dan daya. Hasil pengujian dari panel surya 200 Wp terhadap intensitas cahaya matahari bahwa intensitas cahaya 922,4 lux menmenghasilkan tegangan sebesar 20,5 volt dan arus sebesar 0,4 ampere dan daya sebesar 8,2 watt. Pada intensitas cahaya 821,5 lux menghasilkan tegangan 20,4 volt dan arus sebesar 0,3 ampere dan daya sebesar 6,12 watt. Artinya bahwa semakin besar intensitas cahaya yang diterima oleh panel surya maka akan semakin besar pula arus, tegangan dan daya yang dihasilkan
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PADA PANEL SURYA Sonya Widyawati Putri; Gaguk Marausna; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.736 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.442

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka meningkat juga kebutuhan listrik yang sekarang menjadi nyawa bagi kehidupan di bumi. Energi listrik sangat berperan penting bagi keberlangsungan aktivitas manusia. Namun, sumber daya alam yang menjadi sumber energi bagi energi listrik akan habis, maka untuk mengganti sumber daya alam yang menipis tersebut dibuatlah sebuah teknologi yang memanfaatkan pancaran sinar matahari karena sinar matahari tidak akan tergantikan dan sangat ramah lingkungan. Panel surya merupakan alat yang dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik dalam bentuk searah (DC). Intensitas cahaya matahari yang didapat oleh panel surya akan merubah menjadi energi listrik dan dapat digunakan untuk menghidupkan alat elektronik yang biasa digunakan oleh manusia. Metode yang digunakan untuk penelitian ini melewati beberapa tahapan, yaitu studi literatur, perancangan alat, pengujian alat dan pengambilan data. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk membahas tentang pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap daya yang dikeluarkan oleh panel surya tipe polycristalline silicone. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan panel surya berkapasitas 100WP sebanyak 2 buah. Pengujian dilaksanakan pada pagi hari hingga sore hari dan mendapatkan hasil intensitas tertinggi mencapai 1544,2 Watt/m2 dengan arus 0,4A dan tegangan sebesar 20,3V. Dan intensitas matahari terendah berada di angka 355 Watt/m2 dengan arus 0,2A dan tegangannya 19,7V. Namun apabila diberi beban lampu pijar maka arus akan semakin naik dan tegangan semakin menurun. Beban pertama diberi lampu pijar sebesar 100Watt arus naik menjadi 8,3A dan tegangan menurun menjadi 13,02V. Lampu pijar sebesar 200Watt arus makin naik menjadi 16,9A dan tegangan menurun menjadi 12,38V. Lampu pijar 300Watt arusnya menjadi 26,8A dan tegangan menjadi 12,14V. Dan terakhir beban lampu pijar 400Watt arusnya menjadi 34,4A dan tegangannya menjadi 11,75V.
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA PANEL SURYA SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN PHOTOVOLAIC 200 WP Jeremi Dwuiki Fajar Laksono; Erwan Eko Prasetiyo; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.62 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.443

Abstract

Daerah yang berada di sekitar garis katulistiwa merupakan daerah yang diuntungkan, dikarenakan daerah tersebut mendapat paparan sinar matahari yang presentasenya lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang jauh dari garis katulistiwa. dengan adanya kondisi tersebut maka kita dapat memanfaatkan potensi dari intensitas sinar matahari tersebut dengan panel surya beserta komponen-komponen elektrik yang dikemas dalam sebuah sistem PLTS (Pembangkit Lisrik Tenaga Surya). Dimana sistem ini berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya matahari menjadi energi listrik, atau biasa kita sebut dengan fenomena photovoltaic. Dengan adanya kegiatan penelitian ini kita dapat megatahui bagaiman kita merancang sebuah sistem PLTS dengan kondisi off grid. Kita dapat mengetahui seberapa besar daya listrik yang dihasilkan dan efektivitas kinerja dari sistem PLTS tersebut melalui beberapa tahapan pengujian yang dilakukan. Dengan diterapkannya sistem solar tracker single dan dual axis pada pengujiannya kita mengetahui bahwa penyerapan energi sinar matahari dapat bekerja dengan optimal pada pukul 11.00-11.30 dengan intensitas cahaya matahari rata-rata sebesar 1303 w/m² yang menghasilkan tegangan listrik rata-rata sebesar 19,82 V dan arus listrik rata-rata sebesar 0,8 A. Pada pengujian sistem solar tracker single axis, rangkaian sistem PLTS dapat menghasilkan daya listrik terbesar yaitu 66,66 watt dan daya listrik terkecilnya yaitu 8,95 watt. Sedangkan PLTS dengan kondisi sistem solar tracker dual axis, dapat menghasilkan daya listrik terbesar yaitu 152,24 watt dan dengan nilai daya listrik terkecilnya yaitu 11,52 watt. Serta dalam penelitian ini PLTS dapat dikatakan sebagai sumber daya terbarukan energi listrik yag efektiv dan dapat berfungsi degan baik karena dapat menyuplay energi listrik kepada beban yang diberikan. Evektifitas tersebut dapat kita lihat pada tabel hasil pengujian beban konstan berupa lapu pijar dengan daya yang berbeda yang dimulai dari 100 watt, 200 watt, 300 watt dan 400 watt.
UJI Tarik KOMPOSIT KARBON DENGAN MATRIX POLYPROYLENE DENGAN PARAMETER SUHU KERJA 600℃ DENGAN MEDIA TEKAN LOGAM DAN KERAMIK Mohammad Pandji Nugraha; Ilham Fahira Minan Nurrohman; Haris Ardianto; Hery Setiawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.62 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.504

Abstract

Right now the distribution of polypropylene in the environment has become more and more so that it can pollute the environment. Thus polypropylene waste can be converted into a composite matrix. In this study, the manufacture of composites from recycled polypropylene was carried out, to be further combined with carbon fiber. After that, tensile testing is carried out to find out the mechanical properties. As a variation, there are differences in press media, namely using metal and ceramics. This research method is carried out experimentally, where when polypropylene waste has been softened using a heat gun at a temperature of 600 °C, it is emphasized using aluminum metal and ceramics so that polypropylene can be solid. Then for the dimensions of its manufacture according to ASTM D 638 for recycled polypropylene and ASTM D3039 for recycled polypropylene matrix carbon fiber composites. From the tensile test results for ASTM D638, specimens with suppression treatment using metal press media have an average maximum tensile strength of 5.40 MPa. As for specimens with ceramic press media has an average value of 6.32 MPa. Tensile testing on recycled polypropylene matrix carbon fiber composite specimens showed tensile strength with a value of 7.53 MPa for the treatment of metal press media and for ceramic press media its strength value of 10.66 MPa. Thus ceramic press media in the polypropylene composite manufacturing process is better than metal press media
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PERPINDAHANN KALOR PADA PIPA KONSENTRIK DENGAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR TIPE BAFFLE DELTA, CIRCLE, DAN RACTANGLE GUNA MENGATASI ICING CONTAMINATED TAIL STALL Galang Rivky Putra; Joni Kasmara; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.335 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.505

Abstract

Horizontal stabilizer is the most important component of an aircraft in controlling the behavior of the aircraft while flying, if this component is disturbed it can result in loss of function in the elevator to pitch up and pitch down so that the plane can fall. One form of interference is icing caused by humidity and weather factors. The purpose of this research is to overcome the icing that occurs by using a heater. In this study, experimental methods with different variables were used to determine the effect of heating the contaminated airfoil on the double baffle delta, circle, and rectangle variations by utilizing the hot fluid produced from the heat gun and to determine the performance of convection heat transfer on baffle variations in heating the contaminated airfoil. The results of this study show that changing the shape of the baffle can increase the optimal convection heat transfer and create a turbulence effect, so that it can affect the performance of the heater. The shape of the baffle with the largest heat release is in the form of a baffle circle with a convective heat transfer value of 45.50 W, Reynold number value 3811.7, Nusselt number 14.80, convection heat transfer coefficient 18.44 W/m2.C, pressure drop 4.39 Pa, friction factor 0.0420.
SISTEM PEMBARUAN OTOMATIS PERANGKAT LUNAK PADA SISTEM KENDALI PESAWAT TERBANG, STUDI KASUS: MCAS BOEING 737 MAX Muhammad Alfandy Pramana Lubis Fandy; Reo Yudhono; Muhammad Luqman Bukhori
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1332.568 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.506

Abstract

Maneuvering characteristic augumentation system is a computer system used to prevent excessive nose up on Boeing 737 Max aircraft, the higher the nose up of the aircraft will cause the aircraft to lose lift force (stall). The system was created to compensate for the new engine shifts on boeing 737 Max aircraft that are likely to be in the future, but this is not offset by the new center of gravity calculations. So that the aircraft has a tendency to always nose up, so that with the MCAS system, it can avoid aircraft tending to nose up. However, due to the MCAS system's misreading of the actual position of the aircraft, MCAS will control the elevator so that the aircraft can nose down, because the pilot has not been able to turn off MCAS, the pilot has difficulty controlling the aircraft and the aircraft has an accident. Based on these problems, researchers made a software design to replace MCAS that has the ability to update and calibrate automatically to detect the angle of attack state of the aeromodelling aircraft. The software used in this study is integrated with LED indicators and buzzers, then connected with servo elevators. LEDs and buzzers are used to notify in the event of a failure of the angle of attack reading between the software and the actual position of the aircraft. The results showed that the software design can work well by integrating XAMPP, data server websites, MySQL, and Apache. When there is a failure to read the angle of attack, the LED and buzzer will light up, then connect the display server to XAMPP, Apache and MySQL. Once all are connected then calibration will be carried out and data will be sent to the aircraft system.
ANALISIS KALOR PADA MINICHANNEL PENDINGIN BATERAI PESAWAT ELEKTRIK DENGAN METODE CFD Muhammad Bayu Adi Kusuma; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.073 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.513

Abstract

The aviation industry has changed the mass and private transportation industry, this type of air transportation has a very high negative impact on the atmosphere because of its very high fuel consumption and emitting a lot of pollutants so that future aircraft will lead to 2 types of aircraft, namely Hybrid-Electric Aircraft and All-Electric Aircraft. But the weakness in the battery is heavy and must have a long life time. The battery uses a minichannel and fluid as a heat transfer medium. The battery used in most aircraft is Lion. Then the desired result is how the speed is suitable for the minichannel as cooling the inner battery, because speed greatly affects convection. This research method uses a simulation to determine the flow conditions in the minichannel and the variation used is the Reynold number ranging from 500 to turbulent 5500, the result of the simulation is that if the Reynold number is larger and the flow velocity is greater, the outlet temperature value will be smaller, the inlet temperature by testing 20 °C., the results obtained are the higher the Reynold number, the higher the speed, and the lower the outlet temperature. The flow in the minichannel changes as the Reynolds number increases.

Page 9 of 19 | Total Record : 187