cover
Contact Name
Dhimas Wicaksono
Contact Email
p3m@sttkd.ac.id
Phone
+6285729186991
Journal Mail Official
dhimas.wicaksono@sttkd.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.sttkd.ac.id/index.php/ts/Editorial_Team
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
ISSN : 24601608     EISSN : 26223244     DOI : https://doi.org/10.56521/teknika.v8i1
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles 187 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK AERODINAMIKA PADA PESAWAT UAV FIXED WING TENAGA SURYA DENGAN AIRFOIL TIPE MH32 Astyra Rombe; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.531 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.320

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) adalah pesawat terbang tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri. UAV diharapkan mampu menghasilkan performa aerodinamika sayap yang baik, yaitu membuat gaya angkat yang besar dan mengurangi gaya hambat. Ketika udara melewati sebuah pesawat terbang maka pada bagian ujung wing akan menghasilkan vortex. Vortex dapat membuat kerugian pada pesawat terbang yaitu membuat performa aerodinamika sayap menjadi berkurang dan menambah gaya hambat. Untuk menambah performa pada pesawat terbang digunakan winglet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan wingtips vortex pada UAV fixed wing tenaga surya dengan variasi sweep angle 30º, 45º, 60º dan variasi cant angle 15º, 30º, 45º, 60º, 75º, 90º. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan software XFLR5. Sweep angle dan cant angle disimulasikan dengan sudut serang -10º sampai 20º. Hasil penelitian menunjukkan bahwa winglet yang menggunakan cant angle 15º dan sweep angle 60º menghasilkan CL/CD sebesar 161,816 dan coefficient lift 0,2563 yang tidak terlalu rendah serta menghasilkan coefficient drag sekitar 0,00163 yang tidak terlalu besar.
RANCANG BANGUN VISUALISASI ALIRAN AIR DI DALAM PIPA TUBULAR DENGAN VORTEX GENERATOR UNTUK MENINGKATKAN SIFAT TURBULENSI FLUIDA M.T.A. Fadli; Gaguk Marausna; Farid Jayadi; G.D.A. Larasati; V.A. Victoria; A.R. Ramadhan; Imama
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.64 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.321

Abstract

Fluida merupakan suati zat yang dapat bergerak serta mengalami perubahan bentuk secara terus meneru yang diakibatkan oleh tekanan dan tegangan geser. Pada sistem heat exchanger peran fluida sangatlah penting, hal ini berkaitan dengan kemampuan fluida dalam menyalurkan kalor pada sistem heat exchanger. Untuk menambah durasi interaksi kalor dengan sistem maka perlu ditambahkan vortex generator. Dengan adanya vortex generator maka akan memperlambat interaksi aliran dan mengubah aliran laminar menjadi turbulance. Untuk mengetahui performa pembentukan aliran turbulance dari masing-masing vortex generator, maka perlu dibuat suatu media visualisasi. Media visualisasi yang dibuat pada penelitian ini yaitu menggunakan water tunnel berbentuk pipa konsentrik. Pada penelitian yang telah dilakukan menunjukkan adanya perbedaan dengan teori Reynolds Number, dimana meskipun secara perhitungan aliran masih tergolong laminar namun dalam visualisasi yang dilakukan aliran yang terbentuk adalah turbulance. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan kecepatan aliran tinta dan air, sehingga pada penelitian ini dilakukan kondisi yang ideal untuk tujuan visualisasi. Berdasarkan hasil pengujian maka hasil visualisasi terbaik pada variasi 1 yaitu spesimen twist 5/10, pada variasi 2 spesimen recoil 5/10, dan pada variasi 3 spesimen twist 5/10.
PENGAPLIKASIAN SENSOR JARAK ULTRASONIK HC-SR04 PADA DRONE QUADCOPTER F330 Bimo Novriditiyo; Sugiri; Agus Nurcahyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.036 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.322

Abstract

Sensor jarak ultrasonik HC-SR04 berguna untuk membantu pilot drone quadcopter pada saat melakukan penerbangan karena dapat mendeteksi objek benda asing atau penghalang didepannya, sehingga dapat menghindari tubrukan dan meminimalisir kerugian material dan finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara kerja sensor ultrasonic HC-SR04 dan jarak aman yang optimal pada drone Quadcopter F330 dalam mendeteksi objek benda asing (penghalang) pada saat melakukan penerbangan. Desain penelitian ini menggunakan ini menggunakan metode penelitian eksperimen (uji coba). Teknik pengumpulan data dilakuπkan dengan cara melakukan uji cara kerja sensor jarak ultrasonik HC-SR04 pada drone quadcopter F330. Analisis data dilakukan dengan mengolah dan menampilkan dalam bentuk tabel dan dijelaskan perbandingan jarak aman yang optimal pada drone quadcopter pada saat melakukan penerbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi sensor jarak ultrasonik HC-SR04 pada drone quadcopter F330 pada program arduino dibuat dengan cara mencari referensi, menyiapkan alat dan bahan, membuat source code dan membuat rangkaian instalasi alat. Cara kerja sensor jarak ultrasonik HC-SR04 pada drone quadcopter F330 pada saat melakukan penerbangan yaitu sensor akan mendeteksi jarak aman minimal yaitu pada 100 cm. Cara menentukan jarak aman yang optimal pada drone quadcopter F330 apabila ada objek benda asing (penghalang) saat melakukan penerbangan yaitu berdasarkan respon peneliti pada saat mengoperasikan drone yang telah di aplikasikan sensor jarak ultrasonik HC-SR04 yaitu pada jarak 50 cm s/d 140cm. Jarak aman optimal pada drone quadcopter F330 saat melakukan penerbangan yang dapat dideteksi oleh sensor adalah <=100 cm.
PEMODELAN DAN SIMULASI GERAK DUA DIMENSI ROKET BALISTIK 122 Faizza Fatmawati; Edi Sofyan; Erwan Eko Prasetyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.399 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.323

Abstract

Roket adalah wahana terbang yang memiliki sistem propulsi dengan mengangkut bahan bakar dan oksigen di dalam badan roket. Roket balistik 122 adalah salah satu jenis roket TNI yang digunakan dalam mempertahankan wialayah kedaulatan Indonesia. Dalam penelitian ini dilakukan analisis gerak dua dimensi. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan simulasi untuk analisis gerak dua dimensi roket, Pemodelan simulasi adalah sistem yang dibuat secara fisik dan logis yang bertujuan untuk mendapatkan hasil simulasi yaitu berupa ouput data. Hal ini membantu memprediksi tentang sistem yang telah dibuat. Parameter database aerodinamika yang digunakan dalam analisis diperoleh dari hasil output software Digital Datcom. Software yang digunakan dalam pemodelan simulasi ini yaitu MATLAB Simulink. Dalam penelitian ini, dimodelkan dengan adanya perubahan massa roket. Perubahan massa roket dikarenakan penggunaan propelan sebagai bahan bakar roket yang akan berkurang massanya jika roket telah diluncurkan. Perubahan massa tersebut menyebakan perubahan posisi center of gravity. Sehingga pada penelitian ini dapat dilihat bahwa jarak jangkau roket balistik hingga 27 km. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa adanya perubahan massa yang dilakukan pada penelitian ini juga mempengaruhi jarak jangkau roket balistik.
ANALISA PERFORMA HEAT EXCHANGER DENGAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR TIPE KOMBINASI WIRE-TWISTED TAPE INSERT GUNA MENGATASI ICING PADA KARBURATOR PISTON ENGINE Geraldina Dyah Ayu Larasati; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.46 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.324

Abstract

Untuk mengatasi permasalahan icing yang ada pada karburator pesawat dan dapat menyebabkan engine mati serta membahayakan keselamatan penerbangan, maka dibuat rangkaian heat exchanger dengan penambahan vortex generator yang memanfaatkan gas buang dari pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vortex generator tipe kombinasi wire-twisted tape insert pada rangkaian heat exchanger sebagai alat anti icing terhadap koefisien perpindahan kalor menyeluruh, penurunan pressure drop, dan efektivitas heat exchanger. Penelitian ini memanfaatkan gas buang dari mesin genset berkapasitas 2000 W sebagai pengganti piston engine pada pesawat, menggunakan pembebanan berupa 4 buah lampu pijar masing-masing sebesar 100 W untuk mensimulasikan beban pada pesawat, dan menggunakan variasi vortex generator tipe kombinasi wire-twisted tape insert yang dipasang pada rangkaian heat exchanger shell dan tube. Vortex generator twisted tape yang digunakan dalam penelitian ini terbuat dari bahan aluminium yang dapat menghantarkan panas dengan baik, sedangkan wire recoil terbuat dari bahan besi. Twist akan divariasikan dengan variasi twist ratio (P/W) sebesar 6.7, 11.9, dan 13 dan dikombinasikan dengan recoil dengan pitch 1.5 cm. Rangkaian vortex generator yang telah dikombinasikan akan dimasukkan ke dalam tube yang berisi CO2 yang berasal dari gas buang genset. Shell pada rangkaian heat exchanger berisikan udara yang berasal dari blower dengan temperatur ruangan. Udara pada shell dan tube akan bergesekan dan menyebabkan terjadinya pertukaran kalor. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pengaruh vortex generator tipe kombinasi wire-twisted tape insert terhadap koefisien perpindahan kalor menyeluruh, penurunan pressure drop, dan efektivitas heat exchanger. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan vortex generator tipe kombinasi wire-twisted tape insert yang terbaik adalah vortex generator dengan twist ratio 13 dengan rata-rata koefisien perpindahan kalor menyeluruh sebesar 37.6 W/m2.oC, rata-rata pressure drop sebesar 117.16 Pa, dan rata-rata efektivitas sebesar 84.08%.
DATABASE AERODINAMIKA ROKET BALISTIK 122 Iqbal Maulana; Edi Sofyan; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.988 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.325

Abstract

Roket adalah wahana terbang yang memiliki sistem propulsi dengan membawa bahan bakar dan oksigen di dalam badan roket tersebut sebagai gaya dorong. Tentunya sebuah roket harus mempunyai kestabilan yang baik agar dapat mencapai target yang ditentukan dengan tepat. Kestabilan aerodinamika merupakan hal yang harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap performa terbang roket. Performa terbang sangat dipengaruhi oleh beberapa karakteristik seperti CL, CD, dan CM. Pada penelitian ini dilakukan analisis aerodinamika pada Roket Balistikk 122 dengan memvariasikan alpha (α) dari – 20 hingga 18 dan Mach Number dari 0.1 hingga 2.9 untuk mengetahui karakterisitik roket pada saat terbang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Software Digital Datcom untuk mendapatkan database aerodinamika roket balistik 122 dan menggunakan nilai CA (Axial Force Moment) dan CN (Normal Force Coefficient) sebagai pengganti CL dan CD. Dari hasil perhitungan menggunakan software Digital Datcom dapat disimpulkan bahwa semakin bertambah nya alpha dan Mach number, maka nilai CA akan bernilai konstan pada 0.1 hingga 0.7 serta mengalami kenaikan pada Mach 0.7 sampai 15. Nilai CN mengalami kenaikan seiring bertambah nya alpha dan Mach Number sehingga menyebabkan gaya lift mengalami kenaikan dan nilai CM (Coefficient Moment) mengalami penurunan seiring bertambahnya alpha dan Mach Number. Dalam hal ini roket telah memenuhi kriteria kestabilan, sehingga roket ini dapat dikatakan stabil.
ANALISIS AERODINAMIKA PENAMBAHAN WINGLET PADA SAYAP PESAWAT LSU-02 NGLD DENGAN VARIASI CANTED ANGLE Syafrina Sekar Kusumaningrum; Gaguk Marausna; Farid Jayadi; Arifin Rasyadi Soemaryanto
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.503 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.326

Abstract

Dalam perkembangannya, UAV disebut-sebut sebagi masa depan dunia dirgantara, dengan begitu banyak perusahaan berlomba-lomba mengembangkan model UAV yang sudah ada untuk digunakan baik untuk komersial, maupun bukan. Salah satunya UAV buatan LAPAN yang digunakan untuk misi surveillance. Winglet yang digunakan untuk mengurangi drag dan vortex yang terjadi diharapkan dapat mampu membantu UAV LSU-02 NGLD untuk menguragi drag yang terjadi. Dengan bantuan software XFLR5, akan terlihat perubahan drag yang terjadi di wingtip sayap setelah maupun sebelum ditambahkan winglet beserta sudut tekuknya. Penelitian ini akan memperlihatkan hasil perbandingan CL dengan sudut serang, CD dengan sudut serang dan rasio efisiensi aerodinamika yang terjadi antara wing tanpa wingle, dan dengan winglet beserta sudut tekuknya. Winglet canted digunakan dalam penelitian in dengan variasi 30°, 45°, 70°, dan 90° dengan kecepatan cruise rata-rata pesawat, yakni 25 m/s. Pada penelitian ini didapat hasil bahwa penambahan winglet dapat mengurangi vortex, berkurangnya CD setelah penambahan winglet, maka nilai efisiensi aerodinamika meningkat 0,14% setelah penambahan winglet.
ANALISA PERFORMA HEAT EXCHANGER DENGAN PENAMBAHAN VORTEX GENERATOR TIPE TWIST WITH HOLE DIKOMBINASI DENGAN WIRE COIL GUNA MENGATASI ICING PADA KARBURATOR PISTON ENGINE Veronica Adina Victori; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.256 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.327

Abstract

Kebutuhan sarana transportasi udara meningkat setiap tahunnya, dikarenakan hal itu pula maka perlu adanya peningkatan keamanan dan perawatan suatu pesawat terbang. Salah satu jenis pesawat terbang yang sering digunakan oleh manusia adalah pesawat berjenis piston engine. Pada kondisi tertentu pesawat dengan mesin piston engine ini dapat mengalami icing termasuk pada engine, kondisi tersebut dapat mengganggu proses terbang nya pesawat, maka dari itu penggunaan alat heat exchanger digunakan pada penelitian ini karena fungsi dari alat tersebut ialah sebagai penukar kalor antara fluida panas yaitu gas buang dan fluida dingin yang digunakan ialah udara hal ini bertujuan untuk mencegah dan menghancurkan kemunculan lapisan es pada mesin terutama pada karburator. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan cara membuat desain sesuai prototype alat heat exchanger yang memanfaatkan gas buang sebagai pencegah icing pada karburator piston engine. Pada tabung yang dilewati fluida gas buang ditambahkan vortex generator tipe twist with hole dengan kombinasi wire coil untuk meningkatkan efektifitas dari alat heat exchanger. Variasi twist ratio pada vortex generator disini adalah (ptw/Wtw) 3, 4, dan 5 .Hasil menunjukan bahwa penambahan vortex generator tipe twist with hole kombinasi wire coil ini dapat mempengaruhi efektifitas (ε) suatu alat sebesar 95.8% di twist ratio 3 dengan nilai Re fluida yang melewati vortex generator sebesar 66491.7, koefisien perpindahan kalor menyeluruh (U0) sebesar 65.2746 W/m2. ˚C.
STUDI EKSPERIMENTAL KARAKTERISTIK PERPINDAHAN KALOR PADA PIPA KONSENTRIK DENGAN TWISTED TAPE INSERT WITH VARIABEL WIRE COIL UNTUK MENGATASI ICING CONTAMINATED TAIL STALL Rivaldy Purwanto; Gaguk Marausna; Farid Jayadi
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 1 (2021): Teknika STTKD
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.609 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i1.328

Abstract

Horizontal stabilizer adalah komponen yang sangat penting pada pesawat terbang, dimana digunakan untuk mengontrol sikap pesawat pada saat terbang. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan twisted tape insert with variabel wire coil dimana untuk memanfaatkan gas panas dengan memanfaatkan perpindahan kalor dengan spesimen yang juga berbeda untuk mencegah horizontal stabilizer dari adanya icing. Hasil penelitian ini adalah metode eksperimen twisted tape insert with variabel wire coil dapat memanfaatkan gas panas untuk mencegah terjadinya icing pada horizontal stabilizer. Penelitian ini membandingkan perpindahan kalor yang paling baik dengan nilai 56,000 W, dan meningkat juga koefisien perpindahan kalor konveksi 16,44 W/m2˚C, dan faktor gesekan 0,041, pressure drop (ΔP), 2,65 Pa.
ANALISIS LINTASAN ROKET BALISTIK DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI VARIASI SUDUT AWAL PELUNCURAN Argo Dwi Hartomo; Edy Sofyan; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.109 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.329

Abstract

Indonesia merupakan negara yang luas, dengan kondisi geografis diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mendapatkan serangan dalam bentuk pertahanan dan keamanan dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, Indonesia harus mempersiapkan kemandirian berteknologi sejak dini. Pengembangan roket merupakan salah satu kemandirian teknologi dalam pertahanan dan keamanan. Roket balistik dapat dibuat dengan jarak dan waktu tempuh yang diinginkan. Roket harus melalui beberapa tahapan penting yang harus dilakukan sebelum Roket dapat diluncurkan dan diproduksi massal. Roket yang diluncurkan tanpa mengetahui sudut yang tepat akan mengakibatkan roket bergerak dengan tidak sesuai dengan jarak jangkau yang diinginkan. Oleh karena itu, penentuan sudut awal peluncuran roket diperlukan agar dapat mengetahui sudut yang tepat untuk peluncuran roket. Sudut awal peluncuran merepresentasikan sudut operasional roket yang digunakan sebagai missile permukaan ke udara. Sudut awal peluncuran divariasikan dimulai 20̊ hingga 60̊ dengan menggunakan Matlab dan Matlab Simulink, variasi sudut awal peluncuran bertujuan untuk mengetahui sudut yang ideal untuk digunakan pada saat peluncuran roket. pergerakan horizontal range pada sudut 20̊ hingga 55̊ mengalami pergerakan yang semakin jauh, akan tetapi saat sudut awal peluncuran sebesar 60̊ pergerakan roket balistik 122 mm semakin kecil. Roket Balistik dengan sudut awal peluncuran sebesar 50̊ merupakan sudut yang tepat untuk digunakan dengan horizontal range sejauh 27.466 meter.

Page 8 of 19 | Total Record : 187