Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine pertama kali terbit pada tahun 2014. Jurnal ini sempat vakum pada tahun 2019, kemudian aktif kembali mulai volume 1 tahun 2020 dan akan terbit 2 volume setiap tahunnya yaitu pada bulan Juli dan Desember.
Articles
187 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK KEAUSAN MATERIAL DENGAN MATRIKS RESIN MENGGUNAKAN FILLER SERAT BAMBU DAN PASIR BESI UNTUK APLIKASI KAMPAS REM
Lili Mulyani;
Ferry Setiawan;
Edi Sofyan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1039.366 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.549
Kampas rem merpakan komponen yang mempunyai fungsi memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Saat ini kendaraan bermotor pada umumnya memiliki kecepatan yang sangat tinggi seiring dengan kemajuan teknologi pada kendaraan bermotor. Perkrmbangan teknologi material telah menghasilkan jenis material baru yaitu komposit yang merupakan campuran antara 2 bahan atau lebih dirancang untuk mencapai kombinasi sifat terbaik material. Pada penelitian ini yaitu membuat kampas rem dngan menggunakan bahan komposit yaitu pasir besi, resin, dan juga serat bambu dengan menggunakan variasi volume material. Kemudian di uji keausan untuk mendapatkan kesesuaian sebagai kampas rem yang layak. Hasil pengujian menghasilkan yaitu pada spesimen A & B dengan nilai aus yang sama yaitu 3,06735 x 10-7 mm2/kg dengan variasi 10% serat, 10% pasir dan 80% resin untuk spesimen A dan spesimen B dengan variasi 10% pasir, 25% serat dan 65% resin. Sedangkan nilai keausan yang paling besar adalah pada spesimen E dengan nilai aus 5,0881 x 10-7 mm2/kg. Dengan variasi 25% pasir, 25% serat dan 50% resin.
STUDI EKSPERIMENTAL PEMBUATAN KAMPAS REM BERBAHAN SERAT SABUT TERHADAP PENGUJIAN KEAUSAN
Anugrah Putra Juang Zebua;
Dhimas Wicaksono;
Sehono Sehono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (400.533 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.557
Brake pads are media or components on the brakes that work to slow down or stop the vehicle. In general , brake dregs that are widely marketed are made of asbestos, semi-metal and non - asbestos materials . Asbestos-based brake pads are known to be environmentally unfriendly and carcinogenic. Therefore, the manufacture of non-asbestos-based brake pads with coconut fiber as the base material needs to be developed. This study aims to make brake linings made from coconut fiber, epoxy resin, and coconut charcoal. The manufacture of brake linings is made in 2 variations of fiber direction, namely horizontal and irregular as well as variations in the weight of the material with each consisting of 3 specimens. The brake lining specimens that have been made are tested for specific wear rates using the ogoshi method. The results of the wear test of brake linings made from coconut fiber with horizontal variations have an average wear value of 3,37 kg and irregular brake lining variations get a wear value of 3,83 kg . The specific wear value of a brake lining is influenced by the direction of the fiber and the composition of the fiber weight, the weight of the charcoal, and the weight of the epoxy resin. Based on data on horizontal and irregular brake pads, the more fiber and coconut charcoal it will affect the wear value.
STUDI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN SABUT KELAPA SEBAGAI SERAT PENGUAT KAMPAS REM NON ASBES
Mochammad Davi Yudha Prakasa;
Dhimas wicaksono;
Sehono Sehono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (67.531 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.558
One of the safety factors in a vehicle is the braking system, where the brakes are the biggest factor in slowing and stopping the vehicle and if neglected this brake system can cause accidents while driving which are quite fatal. Because the brakes bear of a crucial amount in the braking process or stopping a vehicle's speed. By utilizing waste coconut coir fiber to make brake linings with non-asbestos materials that have better mechanical properties. The specimens were made in 2 variations of fiber direction, namely vertical and horizontal fiber directions and each consisted of 3 specimens. And the specimen will be tested using the ogoshi method to find the specific wear value. The results showed that the level of wear of the brake pads with variations in the vertical direction had an average wear level of 4.78 × 10 -7 mm 2 /kg and variations in the direction of the horizontal fiber have an average wear rate of 3.37 × 10 -7 mm 2 /kg. So the conclusion of this study shows that the specific wear value can be influenced by differences in composition, as well as fiber direction. The direction of the fiber affects the difference in the specific wear value which is quite small, while the greater the content of coco fiber, the specific wear value is quite large and quite good compared to the specific wear value of the horizontal fiber direction. and the level of specific wear values of brake linings that are made not according to existing standards. which is where the standard value of the specific wear of the brake lining is 5 × 10 -4 mm 2 /kg up to 5 × 10 -3 mm2 / kg.
UJI KEAUSAN KAMPAS REM BERBAHAN LIMBAH ORGANIK MENGGUNAKAN METODE OGOSHI
Muhammad Nurul Ihsan;
Dhimas Wicaksono;
Sehono Sehono
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.19 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.559
Kampas rem merupakan salah satu komponen yang berfungsi memperlambat dan menghentikan laju putaran poros. Sehingga peneliti ingin mengetahui sifat mekanik dari material bahan kampas rem menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan dengan variasi komposisi yang berbeda. Komposisi bahan kampas rem yang digunakan pada penelitian ini bermatrik resin epoxy dengan penguat serat sabut kelapa dan serbuk arang tempurung kelapa dengan variasi arah serat acak dan arah serat vertikal. Pembuatan kampas rem ini diperoleh dengan cara pencampuran semua bahan dan dicetak menggunakan alat pres hidrolik dengan diberi tekanan antara 200-350 psi selama 60 menit. Penelitian ini menggunakan metode ogoshi bertujuan untuk mengetahui nilai laju keausan. Data yang diperoleh dari pengujian keausan kempas rem dengan variasi arah serat acak dengan komposisi berat serat sabut kelapa 2 gram, berat arang tempurung kelapa 22 gram, berat resin epoxy 25 gram dan berat hardener 25 gram sehingga harga laju keausan rata-rata sebesar 3,83 ´ 10-7 mm2/kg. Kampas rem dengan variasi arah serat vertikal dengan komposisi berat serat sabut kelapa 3 gram, berat arang tempurung kelapa 20 gram, berat resin epoxy 25 gram dan berat hardener 25 gram sehingga harga laju keausan rata-rata sebesar 4,83 ´ 10-7 mm2/kg. Maka, kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin berkurangnya komposisi serat sabut kelapa dalam pembentuk spesimen komposit kampas rem menyebabkan nilai keausan kampas rem semakin tinggi atau tidak tahan aus. Hasil nilai keausan yang didapatkan setelah perhitungan pada spesimen komposit yang telah diuji tidak memenuhi syarat standar nasional indonesia (SNI) sebesar 5 ´ 10-4 - 4 ´ 10-3 mm2/kg dalam pengujian kampas rem komposit.
ANALISIS KARAKTERISTIK KEKUATAN IMPACT MATERIAL DENGAN MATRIK RESIN MENGGUNAKAN FILLER SERAT BAMBU DAN PASIR BESI MENGGUNAKAN METODE HAND LAY UP
Kandriana, Kandeg;
Setiawan, Ferry;
Sofyan, Edy
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1576.883 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.582
Kampas rem merupakan komponen yang mempunyai fungsi memperlambat atau menghentikan laju kendaraan. Perkembangan teknologi material telah menghasilkan jenis material baru yaitu komposit merupakan campuran dari 2 bahan atau lebih yang dirancang untuk mencapai kombinasi material terbaik. Penelitian ini yaitu membuat kampas rem dengan menggunakan pasir besi, resin dan juga serat bambu dengan menggunakan variasi volume material. Kemudian di uji dengan menggunakan uji impact untuk mendapatkan hasil material yang terbaik untuk di jadikan kampas rem yang layak. Hasil pengujian spesimen terbaik setiap variasi yaitu spesimen B dengan variasi 10 % serat, 10 % pasir dan 80 % resin menghasilkan energi impact sebesar 3.9426955 J dan menghasilkan harga impact sebesar 0.032855796 J/mm2. Untuk variasi 25 % serat, 25 % pasir dan 50 % resin spesimen terbaiknya yaitu spesimen F menghasilkan nilai energi impact sebesar 5.1717768 J dan menghasilkan harga impact sebesar 0.04420322 J/mm2. Untuk variasi 40 % serat, 40 % pasir, dan 20 % resin spesimen terbaik yaitu spesimen H memiliki energi impact sebesar 6.357648 J dan harga impact senilai 0.06357648 J/mm2.
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR SAYAP KOMPOSIT DENGAN VARIASI MATERIAL ALUMINIUM DAN TITANIUM MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA
Usman Ghozali;
Ikbal Rizki Putra;
Erwan Eko Prasetyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.027 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.587
Struktur sayap pesawat terbang berfungsi untuk mentransfer beban-beban yang terjadi pada permukaan pesawat ke bidang lain yang memiliki kekuatan lebih besar sehingga komponen pesawat tidak mengalami kegagalan karena setiap komponen menerima beban yang relatif kecil. Struktur yang dibuat harus memiliki kekuatan maksimal dengan berat seringan mungkin serta memenuhi faktor keamanan (safety factor). Penelitian ini melakukan desain dan analisis kekuatan struktur sayap pesawat dengan memvariasikan beberapa material. Jenis material yang digunakan dalam penelitian ini adalah Komposit TORAY T700SC-12K-50C, Aluminium Alloy 2014 T6 dan Titanium Ti-5553. Material komposit dengan susunan arah serat dimana lamina disusun secara simetris dengan arah serat untuk bagian shell dasar airfoil (0°/30°/90°/-30°/0°), dan untuk arah serat Ribs dan Spars (0°/45°/45°/90°), untuk ketebalan sebesar 0,00021 m atau 0,21 mm, Thickness (ketebalan) dibuat seragam dari wingroot sampai dengan wingtip. Dalam penelitian ini diperoleh Stress dan Displacement pada ketebalan yang seragam dimana dengan pembebanan 1 Mpa untuk material komposit dan ketebalan yang seragam 0,21 mm adalah 76.200 Mpa, Aluminium Alloy 2014 T6 pada nilai 87.510 MPa dan untuk Titanium sebesar 87.740 MPa.
ANALISIS PENINGKATAN DAYA MOTOR LISTRIK TERHADAP PENGGUNAAN UKURAN PROPELLER PADA KECEPATAN MOTOR DC BRUSHLESS
Sriyanto Sriyanto;
Riza Arif Pratama;
Indra Permana;
Muhammad Ikhsan;
Sahid Bayu Setiajit
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (615.6 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.588
Penelitian tentang efisiensi tegangan masuk dalam peningkatan daya motor listrik terhadap penggunaan ukuran propeller terhadap kecepatan motor DC brushless (BLDC). Efisiensi motor BLDC membutuhkan kontrol otomatis pada para meter kecepatan, posisi, percepatan dan jumlah blade serta diameter blade. Tegangan menggunakan baterai 2200 mAH 3S 30C (11,1 V) dengan meningkatkan kecepatan akan didapatkan konsumsi tegangan yang bervariasi. Dalam makalah ini dilakukan pengujian untuk mencari parameter tegangan masuk pada propeller. Motor BLDC dan menganalisis kinerja, seperti: nilai overshoot dan kondisi tunak. Hasil percobaan menunjukan bahwa daya maksimal terdapat pada propeller 8045 (2 blade) 120 Watt dan kecepatan motor BLDC maksimal sebesar 11200 RPM pada propeller 8045 (2 blade).
IMPACT STRENGTH OF HORIZONTAL BAMBOO FIBER AND IRON SAND WITH EPOXY MATRIX
Novanda, Billy Putra;
Ardianto, Haris;
Setiawan, Hery
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1112.229 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.593
Composite is a material composed of 2 materials, namely matrix and filler. Natural fibers, especially bamboo fibers and iron sand that are waste in Indonesia, have the potential to be developed as engineering materials for composite materials reinforced with natural materials. Therefore, the researcher used bamboo fiber and iron sand as a filler and epoxy resin as a matrix. The method used in this research is experimental. Impact test aims to determine the mechanical properties of the composite to be tested. In the manufacture of composite specimens, researchers used the hand lay-up method in accordance with the ASTM D 6110-10 standard. Meanwhile, to see the physical properties, researchers used macro photos to see the difference in composite fractures after impact testing. This study aims to determine the impact strength of horizontal bamboo fiber composites and iron sand with an epoxy matrix. The composite was made with fraction 1 (50% epoxy matrix and 50% horizontal bamboo fiber), fraction 2 (50% epoxy matrix and 50% iron sand), fraction 3 (50% epoxy matrix, 20% horizontal bamboo fiber and 30% iron sand ). The results of the charpy impact test showed that the impact strength of the composite fraction 1 was 50 KJ/m². for the composite test fraction 2 has an impact strength is 23 KJ/m². Meanwhile, fraction 3 produces an impact strength is 30 KJ/m². It can be seen from the results of the macro photo that the specimens of fractions 1 and 3 have fiber pull-outs, while for fraction 2 it can be seen that the sand grains absorb resin well.
DESAIN DAN ANALISIS STRUKTUR DRONE BERBAHAN ALUMUNIUM UNTUK PEMANTAUAN MELALUI JALUR UDARA DENGAN KRITERIA DEFLEKSI
Muhammad Ikhsan;
Indra Permana;
Riza Arif Pratama;
Sahid Bayu Setiajit;
Sriyanto Sriyanto
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (709.572 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.594
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pesawat tanpa awak (drone) yang akan digunakan untuk pengambilan gambar melalui pantauan udara. Struktur yang akan dianalisis yaitu bagian lengan yang berfungsi sebagai tempat pemasangan motor listrik dan propeller. Gaya angkat yang dihasilkan oleh motor listrik dan propeller menyebabkan struktur lengan tersebut mengalami defleksi sehingga akan memengaruhi arah gaya angkat dan mengurangi efektivitas gaya angkat. Perhitungan defleksi struktur dilakukan dengan pendekatan empiris, dimana slope (kemiringan) dan deformation (defleksi) dihitung dengan menggunakan distribusi internal bending moment sepanjang struktur lengan drone. Tiga jenis penampang struktur lengan yang dianalisis yaitu penampang plat datar, penampang berbentuk U (U-channel), dan penampang berbentuk kotak (Square-channel). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh bahwa penampang plat datar memiliki berat 13,55 gram dan memberikan defleksi 4,38 mm. Penampang U-channel memiliki berat 13,35 gram dan defleksi 0,12 mm. Sedangkan penampang Square-channel memiliki berat 13,02 gram dan defleksi 0,06 mm. Dari ketiga jenis penampang tersebut, penampang berbentuk kotak (Square-channel) dipilih sebagai penampang terbaik karena dapat memberikan defleksi yang lebih kecil dengan berat yang hampir sama.
ANALISIS PENGARUH PEMASANGAN WINGLET TERHADAP DISTRIBUSI TEKANAN PADA WING BOEING 737-500 DENGAN METODE ELEMEN HINGGA
Fahriza Maulana Fahriza Maulana;
Ferry Setiawan;
Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1437.606 KB)
|
DOI: 10.56521/teknika.v8i1.595
Pada era pesawat modern, pemasangan winglet sendiri adalah untuk mengurangi vortex pada wingtip pesawat, sehingga komponen ini dapat mengurangi gaya hambat atau drag pada pesawat sehingga bahan bakar lebih efisien. Namun, efek negatif dari pemasangan winglet ini adalah terjadinya crack pada spar sebagai komponen penyangga utama dari wing pesawat. Oleh karena itu, perlu adanya analisis yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar akibat dari pemasangan winglet tersebut. Untuk melakukan analisis tersebut, tentunya peneliti wajib mengetahui dimensi wing Boeing 737-500 dan jenis – jenis material yang digunakan pada wing sesuai dengan AMM ATA 6 dan jurnal penelitian sebelumya. Pada proses analisis ini, peneliti melakukan simulasi dengan menggunakan 3 variasi kecepatan yaitu 210 knot, 230 knot dan 250 knot serta pembebanan berdasarkan gaya lift maksimal yang dihasilkan oleh wing. Dengan data tersebut, maka peneliti dapat mengetahui reaksi wing melalui simulasi stress, displacement dan strain yang dihasilkan. Berdasarkan data hasil simulasi, maka dapat diketahui bahwa stress maksimal yang terjadi pada wng Boeing 737-500 tanpa pemasangan winglet adalah terletak pada titik pemasangan engine. Pada wing dengan pemasangan winglet, dapat diketahui bahwa titik stress terbesar tidak jauh berbeda dibandingkan wing tanpa winglet. Namun, beban yang dihasilkan oleh pemasangan winglet ini memiliki peningkatan 10% hingga 35% dimana nilai tersebut merupakan nilai yang cukup besar bagi struktur pesawat terbang.