cover
Contact Name
Azwar Anwar
Contact Email
azwaranwar99@gmail.com
Phone
+6285250104307
Journal Mail Official
meta@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan, Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
MATHEMATIC EDUCATION AND APLICATION JOURNAL (META)
ISSN : 26844740     EISSN : 2686018X     DOI : https://doi.org/10.35334/meta.v3i2.2396
Core Subject : Education,
1. Belajar dan Pembelajaran Matematika 2. Pengajaran Matematika 3. Pengembangan Kurikulum Matematika 4. Pendidikan Guru Matematika 5. Teknologi Pendidikan Matematika
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2023)" : 5 Documents clear
CREATIVE PROBLEM SOLVING: APAKAH EFEKTIF MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK? Nursyam Nursyam; Herna Herna; Aprisal Aprisal
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.4362

Abstract

AbstractThis study aims to describe enhancement mathematical problem solving ability of students by applying creative problem solving learning. This study is classroom action research which consists of 2 cycles by adopting the scheme from Kemmis and Taggar. This study was carried out at SMP Negeri SATAP Tandasura. The instruments used to collect data consisted of problem solving ability tests, student response questionnairy, and learning observation sheet. The study results showed that creative problem solving learning can increase students' mathematical problem solving ability based on predetermined success indicators.Keywords: creative problem solving, problem solving ability, classroom action researchAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran creative problem solving. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 Siklus dengan mengadopsi skema dari Kemmis dan Taggar. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri SATAP Tandasura. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes kemampuan pemecahan masalah, angket respon peserta didik, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik meningkat berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan setelah pembelajaran creative problem solving diterapkan.Kata kunci: Creative problem solving, pemecahan masalah, PTK 
MEMPERSIAPKAN SISWA MERAIH PRESTASI DALAM KOMPETISI MATEMATIKA: APA YANG DILAKUKAN GURU? Rustam Effendy Simamora; Zainuddin Suardi; Eka Widyawati
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.3676

Abstract

This research aimed to describe the role undertaken by teachers at SMP Negeri 1 Tarakan, one of the public junior high schools in Tarakan, Indonesia, in preparing their students to succeed in mathematics competitions. This qualitative research employed a case study approach. The data collection techniques included interviews, documentation, and observation. The data analysis consisted of several interactive steps: preparing the collected data, reading it repeatedly to comprehend it, coding, identifying and testing themes through triangulation and member checking, describing the established themes, interpreting the themes and descriptions, and drawing conclusions. We also conducted peer debriefing during coding and writing research reports. Based on the data analysis, the findings regarding the role of teachers in preparing students for participation in mathematics competitions in the school consisted of two categories: students selection and coaching. Mathematics teachers select students through two main steps: set criteria and analyze students’ mathematical abilities. While coaching students to prepare for competition participation, teachers employed a personalized approach, facilitated student learning, motivated students, and utilized resources and facilities.Keywords: case study, mathematics competition, mathematics in junior high school, teacher roles. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hal yang dilakukan oleh guru di SMP Negeri 1 Tarakan dalam mempersiapkan siswanya untuk meraih prestasi dalam kompetisi Matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilakukan terdiri dari beberapa langkah interaktif: mempersiapkan data yang telah terkumpul, membaca berulang-ulang untuk memahami semua data, melakukan pengkodean, menentukan tema dan mengujinya melalui triangulasi dan memeriksa anggota, mendeskripsikan tema yang sudah ditetapkan, menginterpretasi tema dan deskripsi tersebut, dan menarik kesimpulan. Sepanjang melakukan pengkodean dan penulisan laporan penelitian, kami juga melakukan peer debriefing. Berdasarkan hasil analisis data, temuan tentang bagaimana peran guru dalam mempersiapkan siswa untuk mengikuti kompetisi Matematika  di sekolah tersebut terdiri dari dua kategori: memilih siswa dan melakukan pembinaan. Guru Matematika memilih siswa dengan dua langkah utama, yaitu menetapkan syarat dan menganalisis kemampuan Matematika siswa. Selama membina siswa untuk mempersiapkan mereka mengikuti kompetisi, guru melakukan pendekatan personal, memfasilitasi siswa dalam belajar, memotivasi siswa, dan memanfaatkan sarana dan prasarana.Kata kunci: kompetisi Matematika, Matematika SMP, peran guru, studi kasus. 
MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING : APAKAH MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA? Rezki Rezki; Ika Noviantari; Dwi Susanti; Hermansyah Hermansyah
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.3367

Abstract

AbstractThe reciprocal teaching-learning model was applied to determine its effect on student’s motivation to learn mathematics at SMP Negeri 11 Tarakan. This study used a quantitative approach to the type of quasi-experimental research. The data collection technique used is a motivational questionnaire to learn mathematics. The sample in this study were students of class VIII-1 and class VIII-2 of SMP Negeri 11 Tarakan. Simple regression analysis was used as a data analysis technique. Based on data analysis, it was found that the reciprocal teaching-learning model had a positive effect on student’s motivation to learn mathematics at SMP Negeri 11 Tarakan.Keywords: Reciprocal Teaching, Mathematic Learning MotivationAbstrakModel pembelajaran reciprocal teaching diterapkan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap motivasi belajar matematika siswa SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen semu. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket motivasi belajar matematika. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 dan kelas VIII-2  SMP Negeri 11 Tarakan. Analisis regresi sederhana digunakan sebagai teknik analisis data. Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa model pembelajaran reciprocal teaching berpengaruh positif terhadap motivasi belajar matematika siswa SMP Negeri 11 Tarakan.Kata kunci: Reciprocal Teaching, Motivasi Belajar Matematika
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA MENURUT SKEMA FONG PADA MATERI IRISAN KERUCUT DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI ANALITIK Yasmin Arifatun Sadidah; Eyus Sudihartinih
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.3751

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to describe the results of student error analysis on conic sections according to the Fong scheme. This study uses qualitative research with descriptive methods. The participants in this study were students from a university in West Java, Indonesia who took an analytical geometry course. Based on the results of the study it was known that more than half of the participants made mistakes in the conic section material. At the first level, the most errors made by students for parabola material were incomplete schemes with errors, for elliptical materials were incomplete schemes with errors and complete schemes with errors, for hyperbola material there was no solution. At the second level, the errors made by students for parabola material were language and operational errors, for elliptical material were operational errors, mathematical and psychological themes, for hyperbola material were mathematical theme errors. Therefore, teachers should design teaching materials that can facilitate students' understanding of the topic of conic sections so as to minimize errors.Keywords: Analytical Geometry, Conic Sections, Fault Analysis, Fong SchematicsAbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil analisis kesalahan mahasiswa pada materi irisan kerucut menurut skema Fong. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Partisipan penelitian ini adalah mahasiswa salah satu universitas di Jawa Barat, Indonesia yang mengikuti mata kuliah geometri analitik. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa lebih dari setengah partisipan yang melakukan kesalahan pada materi irisan kerucut. Pada tingkat pertama kesalahan yang paling banyak dilakukan mahasiswa untuk materi parabola adalah skema tidak lengkap dengan kesalahan, untuk materi ellips adalah skema tidak lengkap dengan kesalahan dan skema lengkap dengan kesalahan, untuk materi hiperbola adalah tidak ada penyelesaian. Pada tingkat kedua kesalahan yang dilakukan mahasiswa untuk materi parabola adalah kesalahan bahasa dan operasional, untuk materi ellips adalah kesalahan opersai, tema matematis dan psikologi, untuk materi hiperbola adalah kesalahan tema matematis. Oleh karena itu, hendaknya pengajar mendesain bahan ajar yang dapat menfasilitasi pemahaman mahasiswa pada topik irisan kerucut sehingga dapat meminimalisir kesalahan.Kata kunci: Geometri Analitik, Irisan Kerucut, Analisis Kesalahan, Skema Fong
EKSPLORASI FAKTOR PENGHAMBAT BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA MENENGAH PERTAMA Jean Gloria Kamara; Rustam Effendy Simamora; Setia Widia Rahayu
Mathematics Education And Application Journal (META) Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/meta.v5i1.4070

Abstract

AbstractMathematical Creative Thinking Ability (MCTA) is a crucial skill for students in their mathematics learning. However, limited research exists on the inhibiting factors of Mathematical Creative Thinking (MCT), specifically among junior high school students. Therefore, this study aims to explore these inhibiting factors among junior high school students using a qualitative method with a case study approach. Data were collected through assignment tasks, observations, and interviews, wherein the tasks were designed as open-ended questions. The study identified themes generated from the data analysis, revealing several factors inhibiting students’ MCT. These factors include negative perceptions towards mathematics and its learning, intrinsic motivation, inadequate understanding of basic concepts, the experience of learning loss, low self-efficacy towards open-ended questions, low procedural understanding of open-ended questions, and insufficient teacher competence.Keywords: Mathematical creative thinking, school mathematics, open-ended problem, case study.AbstrakKemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas faktor penghambat berpikir kreatif matematis (BKM) siswa menengah pertama. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor penghambat BKM siswa menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan adalah tipe soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan kompetensi guru yang kurang memadai.Kata kunci: Berpikir kreatif matematis, Matematika sekolah, soal open-ended, studi kasus.

Page 1 of 1 | Total Record : 5