cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
PERKEMBANGAN MADRASAH DI KOTA BANJARMASIN (SEBUAH TINJAUAN HISTORIS DARI TAHUN 2010-2014) Ahdi Makmur; Imran Sarman; Radiansyah Radiansyah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3185.021 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1829

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan madrasah di Kota Banjarmasin dari tahun 2010–2014, yang diringkas dari hasil penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kuantitatif-kualitatif. Ada 15 buah madrasah yang dikaji, tersebar pada empat kecamatan, yang bervariasi jenjang (MI, MTs, MA), status (Negeri dan Swasta), organisasi pembinanya (NU dan Muhammadiyah), dan keberadaan lokasinya (satu atap dan tersendiri). Pengumpulan datanya menggunakan kuestioner, wawancara, observasi dan dokumenter. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan madrasah di kota Banjarmasin selama lima tahun terakhir tidak mengalami perubahan yang berarti. Perkembangan SDM, sarana dan prasarana madrasah masih kurang stabil. Walaupun kelulusan UAN siswanya telah mencapai 100 %, tetapi nilai rata-ratanya belum mendekati nilai kelulusan maksimal. Perkembangan guru dan tenaga kependidikan secara kuantitas agak mengalami stagnasi, tetapi secara kualitas cukup membanggakan. Mayoritas gurunya adalah lulusan S1 dan S2, kecuali pada madrasah swasta di mana masih terdapat guru lulusan SLTA dan Diploma.Kata kunci: madrasah, perkembangan, SDM, sarana dan prasarana
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN AKHLAK ANAK YANG TERLIBAT NARKOBA DI KELURAHAN ULU BENTENG KECAMATAN MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA Masyitah Masyitah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.884 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v7i1.1794

Abstract

Peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak yang terlibat narkoba di Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala. Dilihat dari beberapaperanan yang dilakukan orang tua sebagai pendidik / pembimbing dalam memberikan pembinaan akhlak terhadap anaknya, akan tetapi anak terkadang tidak menurut kepada orang tuanya, sehingga pembinaan orang tua masih dikatakan kurang berjalan dengan baik. Sebagai contoh teladan, sebagian orang tua masih kurang dalam memberikan tauladan terhadap anaknya, misalnya dalam hal mengajak anak untuk shalat sebagian orang tua Cuma bisa mengajak anaknya dalam shalat jumat dan magrib saja. Memberikan pengawasan, dalam memberikan pengawasan terhadap anaknya, karena orang tua sering mengawasi anaknya ketika anak masih bisa diawasi oleh orang tua mereka. Dan pemberi nasehat, setiap orang tua selalu memberikan nasehat terhadap anaknya, baik itu pada saat anaknya berbuat salah maupun anaknya tidak salah, karena memberikan nasehat itu merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang tua. Dari semua kegiatan yang dilakukan orang tua dapat dinilai cukup baik sebagai peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak yang terlibat narkoba di Kelurahan Ulu Benteng Kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala.Faktor-faktor yang mempengaruhi bagi orang tua dalam pendidikan akhlak anak yang mengkonsumsi narkoba (miras) ini dapat di kategorikan cukup baik dalam membina akhlak anak yaitu: Pertama ; Latar belakang pendidikan orang tua, jika dilihat dari segi pendidikan para orang tua maka dapat dikatakan bahwa taraf pendidikan mereka masih rendah, dikarenakan mayoritas para orang tua hanya berpendidikan SLTA / sederajat. Namun, sebagian dari orang tua masih ada yang berpendidikan rendah seperti SD, tetapi mereka dapat mengatasinya dengan pendidikan informal yang bersifat keagamaan. Kedua; Ekonomi orang tua sangat berpengaruh terhadap pendidikan anak, dikarenakan sebagian dari orang tua masih ada dari segi ekonominya yang kurang memadai, dikarenakan dari penghasilan setiap orang tua tidak sama. Oleh karena itu sebagian dari orang tua yang profesinya sebagai petani, mereka menutupi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai macam pekerjaan seperti nelayan, buruh bangunan dan sebagainya. Ketiga; Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh dalam pembinaan akhlak anak. Karena dalam keluarga, anak diberikan bimbingan serta pembiasaan tingkah laku yang baik, Di sekolah anak mendapatkan contoh teladan dari guru-gurunya. Dan di lingkungan masyarakat tidak hanya orang tua yang memberikan Pembinaan akhlak terhadap anaknnya, tetapi anak juga mendapatkan tambahan pengetahuan dalam pembinaan akhlak.Kata Kunci: Peran, Pendidikan, Akhlak dan Terlibat Narkoba
KONSEP DAN NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME DALAM PENDIDIKAN DASAR ISLAM Muhammad Zulkarnaen
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.773 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4529

Abstract

ABSTRACTThis paper discusses the concepts and values of multiculturalism in Islamic basic education and how it is relevant to Islamic basic education itself. Multiculturalism is a relatively new concept in the scientific treasures, especially in the social sciences, so the concept of multiculturalism is very important to be introduced and included in the realm of education, especially Islamic basic education as multicultural values should be taught from an early age to raise awareness of the importance of justice and equality. The multicultural concept has noble values such as justice, tolerance, human rights, justice and gender equality.KEYWORDS: Multiculturalism Values; Islamic Basic Education; Knowledge Treasure. ABSTRAKTulisan ini membahas tentang konsep dan nilai-nilai multikulturalime dalam pendidikan dasar Islam dan bagaimana relevansinya terhadap pendidikan dasar Islam itu sendiri. Multikulturalisme merupakan suatu konsep yang relatif paling anyar dalam khazanah ilmu pengetahuan, khususnya dalam ilmu-ilmu sosial, sehingga konsep multikultural sangat penting untuk dikenalkan dan masuk dalam ranah pendidikan, terutama pendidikan dasar Islam sebagaimana nilai-nilai multikultural sebaiknya diajarkan sedari dini untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya perbedaan dan kesetaraan keadilan. Konsep multikultural memiliki nilai-nilai yang luhur seperti keadilan, toleransi, HAM, keadilan dan kesetaraan gender.KATA KUNCI: Nilai-Nilai Multikulturalisme; Pendidikan Dasar Islam; Khazanah Ilmu.
PENDIDIKAN KARAKTER PADA ANAK USIA DINI DI PAUD ALAM “SAYANG IBU” BANJARMASIN Yahya MOF
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2014): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.054 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1846

Abstract

Pembangunan generasi pembelajaran yang berkarakter, berakhlak mulia, cerdas, kreatif, inovatif, produktif, mandiri, bertanggung jawab, santun dan rendah hati membutuhkan suatu program pembelajaran yang komprehensif, integral dan berkelanjutan. Pelaksanaan pendidikan karakter di PAUD Alam “Sayang Ibu” Banjarmasin yaitu dengan cara  mengintegrasikan nilai-nilai pembentuk karakter yang menjadi prioritas kedalam metode pembelajaran, antara lain metode bermain, bercerita, karya wisata dan bercakap-cakap. Mengem-bangkan kreatifitas anak dengan cara kemandirian dan mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup, menyesuaikan diri dengan lingkunganya dan menjadikan karakter yang baik melalui sentra,  antara lain sentra bahan alam, sentra bermain peran, sentra balok dan sentra persiapan. Selain melalui kegiatan terprogram, nilai-nilai pendidikan karakter di Paud Alam “Sayang Ibu” Banjarmasin juga dilakukan melalui kegiatan pembiasaan. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Anak Usia Dini
PERANAN GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA Muhrin Muhrin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.412 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3099

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan cangihnya teknologi, sudah banyak anak-anak yang meleceng perilakunya terutama anak-anak yang berada di daerah kota. Kebanyakan anak-anak yang berada dikota lebih cendrung menguunakan internet untuk hal yang tidak penting, contohnya saja banyak terjadi siswa yang sering menggunakan internet di hape untuk bermain serta membuka hal-hal yang tidak senonoh. Di bandingkan dengan anak-anak yang berada di desa, anak-anak yang berada didesa belum begitu banyak mengetahui tentang medsos dan hidup dalam lingkungan keluarga yang ketat dengan nilai agama dan budaya.Peranan guru dalam pembinaan siswa yaitu harus menanamkan dalam diri siswa tersebut nilai-nilai agama dan budaya yang sesuai dengan ajaran islam. Budaya juga harus diperhatikan karena dengan budaya yang baik akan mencerminkan akhlak yang baik. Kata Kunci: Guru, Pembinaan Akhlak, Peranan, Siswa
BAHASA AGAMA: ANTARA NORMATIFITAS DAN HISTORISITAS Abd. Basir
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.798 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i2.1858

Abstract

Islam adalah wahyu, maka yang diwahyukan dalam Islam bukan hanya isi, tetapi juga teks Arab dari ayat-ayat yang terkandung dalam Alquran. Kebenaran datangnya Alquran dalam teksArabnya dariTuhan adalah bersifat absolut. Dengan kata lain, yang diakui wahyu dalam Islam adalah teksArab Alquran sebagai yang diterima Nabi Muhammad Saw dari Jibril.Kalau teks dirubah susunan kata ataupun diganti kata sinonimnya, itutidak lagi wahyu, itu sudah merupakan penafsiran dari ayat Alquran.Penafsiran bukanlah wahyu, tetapi adalah hasil ijtihad atau pemikiranmanusia. Yang menjadi pegangan bagi ulama adalah teks wahyu dalambahasa Arab, bukan penafsiran atau terjemahan. Yang diperbandingkanadalah pendapat akal dengan teks dari Alquran. Pengklasifikasian pada aspek normativitas atauhistorisitas hendaknya berjalan seimbang sebagai dua sisi koin yang mempunyai dua permukaan. Ketidak puasan pada salah satu sisi adalah suatu yang wajar, dan tentunya terbuka banyak solusi/alternatif akademis lainnya, semisal tinjauan Antrapologis-Fenomenologis.  Kata Kunci: Bahasa Agama, Normatifitas, dan Historisitas
DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONSEP ALQURAN Zulkipli Nasution
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.088 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3366

Abstract

Alquran adalah petunjuk bagi kehidupan manusaia. Semua aspek kehidupan manusia dari hal yang terbesar sampai terkecil dibicarakan dengan jelas dalam Alquran. Begitu juga dengan dasar dan tujuan pendidikan Islam. Alquran menyebutkan dasar dan tujuan pendidikan Islam pada berbagai ayat Alquran untuk memberikan pedoman dan petunjuk berkaitan dengan dasar dan tujuan pendidikan Islam. Dasar pendidikan Islam menjadi pondasi yang urgen dalam meraih tujuan pendidikan Islam, karena dengan dasar dan pondasi pendidikan Islam yang kokoh akan menghasilkan tujuan pendidikan Islam yang baik dan efisien. Kata Kunci: Dasar, Tujuan Pendidikan, Alquran.
KERJASAMA ORANG TUA DAN SEKOLAH DALAM PEMBINAAN ANAK Ida Norlena
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.168 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i1.1824

Abstract

Pendidikan bukanlah tanggung jawab pemerintah daerah, namun merupakan tanggung jawab oleh seluruh komponen masyarakat untuk menciptakan sistem pendidikan bersesuaian dengan kebutuhan dan kepentingan. Hubungan kerjasama antara guru dan orang tua murid dalam pembinaan anak sangatlah penting. Ada berbagai bentuk kerjasama pembinaan yang dapat dilakukan seperti pembinaan akidah dan akhlak. Selain itu, kerjasama guru dan orang tua dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu adanya kegiatan pembelajaran, pengembangan bakat, pembinaan mental dan kebudayaan. Kerjasama yang baik antara orang tua dan sekolah berpulang pada komitmen masing-masing. Tingginya komitmen yang ditunjukkan tentunya akan berdampak positif bagi bentuk yang akan dijalankan.Kata Kunci: Sekolah, Orang tua, Pembinaan Anak, Kerjasama
KEMANFAATAN LKS DALAM PEMBELAJARAN FIQIH Suraijiah Suraijiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 2 (2012): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.446 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v2i2.1874

Abstract

Lembar kerja siswa (LKS) fiqih dirancang tim penyusun untuk bisa dipakai sebagai pengajaran yang bisa dikerjakan siswa di kelas maupun di luar kelas sebagai kegiatan ko-kurikuler. Oleh karena itulah, penggunaan lembar kerja siswa (LKS) sangat bermanfaat untuk membantu guru maupun siswa   dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif.  LKS merupakan salah satu sumber belajar yang terencana dan  sangat  bermanfaat dalam membantu guru dan siswa dalam mengefektifkan proses belajar siswa dalam pembelajaran fiqih. Dan pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Kata Kunci: LKS, Pembelajaran Fiqih
PENDIDIKAN PRANATAL DALAM PESEPEKTIF ISLAM Amal Fathullah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.234 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4312

Abstract

ABSTRACTPrenatal education in an Islamic perspective is an interesting study from Islamic education experts because at this time in choosing a mate, children are more entitled to determine their mate compared to their parents. This is very far from the tradition exemplified by the Prophet and his companions. When someone wants to get married, almost no premarital education is carried out. Though this is very important to know because it involves the terms and pillars of marriage. In fact, the most important thing is that education carried out during pregnancy is no less important given the awareness of the positive or negative influence of education in an Islamic perspective, when parents are pregnant with their baby. Therefore, parents are required to maintain emotional stability and even Islam forbids dropping divorce when the wife is pregnant. This implies that the importance of prenatal education in the perspective of Islamic education and Islamic education experts should dissect this problem seriously.KEYWORDS: Prenatal Education; Divorce; Islamic Education.ABSTRAKPendidikan pranatal dalam perspektif Islam menjadi kajian yang menarik dari pakar pendidikan Islam karena saat ini dalam memilih jodoh anak lebih berhak dalam menentukan jodohnya dibandingkan dengan orangtuanya. Hal ini sangat jauh dari tradisi yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Pada saat seseorang ingin menikah, hampir tidak ada lagi pendidikan pranikah yang dilakukan. Padahal hal ini sangat penting diketahui karena menyangkut syarat, dan rukun nikah. Bahkan yang terpenting adalah pendidikan yang dilakukan ketika hamil juga tidak kalah pentingnya dilakukan mengingat kesadaran akan adanya  pengaruh positif ataupun negatif  pendidikan dalam perspektif Islam justru  sudah ada ketika orang tua sedang mengandung bayinya.  Karenanya dituntut orang tuanya menjaga kestabilan emosi bahkan Islam mengharamkan menjatuhkan talak ketika Istri hamil. Hal ini mengsiyaratkan bahwa pentingnya pendidikan pranatal ini dalam perspektif pendidikan Islam dan para pakar pendidikan Islam semestinya membedah permasalahan ini secara serius.KATA KUNCI: Pendidikan Pranatal; Talak; Pendidikan Islam.

Page 6 of 34 | Total Record : 340


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue