cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Keutamaan Kristus di dalam Pola Hubungan Anak dan Orangtua Berdasarkan Alkitab di dalam Kolose 3:20-21 Surna, Suriawan; Widodo, Priyantoro
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.108 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i1.107

Abstract

The pastoral letter of the apostle Paul to the Colossians, especially in Colossians 3:20-21, forms the basic pattern of relationships between Christian children and parents. The pattern based on God's word becomes a natural means of evangelizing Christian parents to their children. In addition, this pattern directs parents and their children to have a foundation in their relationship that puts the Lord Jesus Christ first. A relationship that puts Christ first creates a strong bond for every parent with their child of all ages. And lastly, this pattern of relationships makes children have the character of Christ who is able to face the modern world with its various understandings and teachings.AbstrakSurat pengembalaan rasul Paulus kepada jemaat di Kolose khususnya di dalam Kolose 3:20-21 merupakan pembentuk pola hubungan dasar antara anak dan orang tua Kristen. Pola yang berdasarkan firman Allah tersebut menjadi sarana penginjilan orang tua Kristen kepada anak mereka yang berlangsung alami. Selain itu pola tersebut mengarahkan orang tua beserta anak mereka memiliki fondasi di dalam hubungan mereka yang mengutamakan Tuhan Yesus Kristus. Hubungan yang mengutamakan Kristus menjadi ikatan yang kuat bagi setiap orang tua dengan anak-anak mereka di semua rentang usia mereka. Dan yang terakhir pola hubungan yang tersebut menjadikan anak anak memiliki karakter Kristus yang mampu menghadapi dunia modern dengan berbagai paham dan pengajarannya.
Identifikasi Kesulitan Belajar Dalam Jaringan Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen Un Seran, Soviana Dominggas; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.881 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v4i1.140

Abstract

The impact of learning difficulties is a condition of students experiencing certain obstacles, in following the learning process so that they do not achieve optimal results. The learning difficulties discussed in this study are limited to students' ability to participate in the online learning process. This study aims to describe the difficulties and factors that cause students to have difficulty learning online during the pandemic. Factors that cause students to have difficulty learning through project based learning. This study uses a descriptive qualitative method with a literature study approach. The results showed that there were obstacles in project-based learning, students were found to have problems when sending assignments due to a network system that experienced interference.AbstrakDampak dari kesulitan belajar merupakan suatu kondisi siswa mengalami hambatan-hambatan tertentu, dalam mengikuti proses pembelajaran sehingga tidak mencapai hasil yang optimal. Kesulitan belajar yang dibahas dalam penelitian ini dibatasi pada kemampuan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan dan faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar dalam jaringan selama masa pandemi. Faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar dalam melalui pembelajaran project based learning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan adanya hambatan dalam pembelajaran projectbased learning siswa didapati mengalami masalah ketika mengirim tugas dikarenakan adanya sistem jaringan yang mengalami gangguan.
Konsep Tentang Sikap Pelayanan Gembala Sidang dan Keterlibatan Jemaat dalam Pelayanan Soryadi, Soryadi; Hermanto, Bambang Wiku
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 1 (2019): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.316 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v1i1.55

Abstract

A pastor in pastoral care must have the right service attitude, because with a service attitude that can really help members of the church to be involved in the ministry. Council members in terms of service is very important, because by involving board members can get to know Jesus correctly. The research method used is library research, by utilizing books and several journals. The characteristics of the pastor's ministry attitude, having a servant's heart, serving with love, being an example, embracing the congregation, caring for and caring for the congregation, being a motivator of the congregation, integration. Forms of pastor service, counseling, teaching, visiting, organizing congregations. Supporting factors for the pastor's ministry attitude, spiritual maturity, expertise in building relationships with the congregation, the ability to serve. Consult with members of the congregation in church activities, gather congregations to serve, develop attitudes to serve, develop the potential of the congregation, fostering church spirituality. Forms of meeting church members in church activities, household fellowships, music ministry, conveying the Word of God. Seorang gembala sidang dalam pelayanan penggembalaan tentunya harus me-miliki sikap pelayanan yang benar, karena dengan sikap pelayanan yang benar dapat menolong anggota jemaat untuk terlibat dalam pelayanan. Keterlibatan anggota jemaat dalam pelayanan merupakan hal yang sangat penting, karena dengan terlibat dalam pelayanan anggota jemaat dapat mengenal Yesus dengan benar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka, dengan memanfaatkan buku-buku dan beberapa jurnal. Ciri-ciri sikap pelayanan gembala sidang, memiliki hati hamba, melayani dengan kasih, menjadi teladan, merangkul jemaat, memperhatikan dan memelihara jemaat, menjadi motivator jemaat, integritas. Bentuk-bentuk pelayanan gembala sidang, konseling, mengajar, perkunjungan, melatih jemaat. Faktor pendukung sikap pelayanan gembala sidang, kedewasaan rohani, keahlian dalam membina relasi dengan jemaat, kemampuan dalam melayani. Keterlibatan anggota jemaat dalam kegiatan gereja, melatih jemaat melayani, menanamkan sikap melayani, mengembangkan potensi jemaat, membina kerohanian jemaat. Bentuk-bentuk keterlibatan anggota jemaat dalam kegiatan ge-reja, persekutuan rumah tangga, pelayanan musik, menyampaikan Firman Tuhan.
Makna Teologis Ajaran Rasul Paulus Tentang Karunia Bernubuat Menurut Surat 1 Korintus 14:1-40 Sugiono, S.
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.388 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v2i1.60

Abstract

The purpose of this study is to find out the results of biblical interpretation of Paul's teachings about the gift of prophecy contained in 1 Corinthians 14: 1-40. The writer in this research uses descriptive qualitative research methods and literature study. The object of this study is the biblical perspective on Paul's teachings on the concept of the gift of prophecy according to 1 Corinthians chapter 14. The form of approach used is the exegesis approach in which data collection techniques are interpreting the text with the help of hermeneutic science studies and assisted by books and literature relating to the context of the gift of prophecy in 1 Corinthians. There are several findings of the principles of truth contained in the discussion as theological implications for the Corinthian church or church at that time.  First, the Gift of Prophecy Is a Gift of the Holy Spirit, 1 Corinthians 12: 1-14: 40, The Apostle Paul writes about the gifts of the Holy Spirit that God bestows to believers (the body of Christ). In Christianity, spiritual gifts (or charismata) are gifts given by the Holy Spirit. Second, the Gift of Prophecy Is the First Gift, In 1 Corinthians chapter 14 Paul also explains the ultimate gift. Paul's thought is not based on the understanding that he is ordering the gifts of the Spirit. Paul had stated earlier in chapter 12 that all gifts are important and are from the same Spirit and aim to build the body of Christ (1 Cor 12: 7). Third, the Gift of Prophecy Serves to Build, Entertain and Advise. The gifts of the Spirit are given by the Holy Spirit with a specific purpose, and that purpose is given by God to believers with the intention of building up the body of Christ or His church, not for personal / commercial / profit interests.
Peran Guru PAK dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Masa New Normal Setia Wati, Hani Martha Puji; Triposa, Reni; Purba, Roida
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.989 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i1.102

Abstract

Motivation to learn is very important to give a series of efforts to provide space so that someone wants and wants to do something. Motivation to learn can affect student learning outcomes. Because where a low motivation value can lead to lower success in learning so that it will affect learning achievement. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that: the teacher's job is as a guide and helper to help students to increase learning motivation. The teacher awakens the enthusiasm of students to learn by providing creative ways when teaching, so that it can attract the attention of students. the importance of Christian Religious Education teachers to advise, guide, teach and direct and provide encouragement to continue to move forward in increasing the enthusiasm for learning so as to have good learning motivation. So, the teacher needs to generate motivation in students so that they are more active in learning so that they can achieve learning success. Students who have high learning motivation are very easy to get good learning outcomes, and students will try hard with all their efforts to learn starting from Christian Religious Education subjects so that other subjects can learn with this. Therefore, learning motivation is very important in achieving the learning success of students.AbstrakMotivasi belajar sangatlah penting untuk memberikan serangkaian usaha untuk menyediakan ruang sehingga seseorang mau  dan ingin melakukan sesuatu. Motivasi belajar dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Sebab dimana nilai motivasi yang rendah dapat menyebabkan rendahkanya keberhasilan dalam belajar sehingga akan memperngaruhi prestasi belajar. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa: tugas guru adalah sebagai pembimbing dan penolong untuk membantu siswa untuk meningkatkan motivasi belajar. Guru membangkitkan semangat anak didik untuk belajar dengan memberikan cara-cara kreatifitas saat mengajar, sehingga dapat menarik perhatian peserta didik. pentingnya guru Pendidikan Agama Kristen untuk memberi nasehat, membimbing, mengajarkan dan mengarahkan serta memberikan dorongan untuk terus maju dalam meningkatkan semangat belajar agar punya motivasi belajar yang baik. Maka, Guru perlu membangkitkan motivasi dalam diri anak didik agar mereka semakin aktif belajar sehingga dapat mencapai keberhasilan belajar. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi sangat mudah memperoleh hasil belajar yang baik, dan anak didik akan berusaha keras dengan segala daya upaya mempelajari mulai dari mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen sehingga mata pelajaran yang lain boleh belajar dengan hal ini. Oleh karena itu, motivasi belajar sangat penting dalam mencapai keberhasilan belajar anak didik.
Metode Jigsaw dan Penerapannya di Dalam Kelas Suprihati, Wahyu
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.022 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i2.120

Abstract

The jigsaw method is one of the methods in cooperative learning. The jigsaw method was developed by Elliot Aronson and his colleagues from the University of Texas, then adapted by Robert Slavin and colleagues. The application of the jigsaw method in the classroom is to train students to learn to be responsible and work together, meaning that students do not only focus on themselves, but on one another. On the other hand, students learn to understand the material, on the other hand, students learn to socialize by teaching their friends who do not understand. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that: Teachers have a big role and responsibility in carrying out learning activities with this method. The success and failure of learning activities, depending on the readiness and hard work of teachers in controlling and guiding the implementation of learning. If everything is packaged and presented properly, then the results are good.Abstrak Metode jigsaw merupakan salah satu metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan dari Universitas Texas, kemudian diadaptasi oleh Robert Slavin dan kawan-kawan Penerapan Metode jigsaw di dalam kelas adalah untuk melatih siswa belajar bertanggung jawab dan bekerja sama artinya bahwa siswa tidak hanya fokus pada dirinya sendiri, disatu sisi siswa belajar memahami materi disisi lain siswa belajar bersosialisasi dengan cara mengajarkan temannya yang belum mengerti.mengunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literature maka dapat disimpulkan bahwa:  Guru mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan metode ini. Keberhasilan dan kegagalan kegiatan pembelajaran, tergantung pada kesiapan dan kerja keras pengajar dalam mengendalikan serta membimbing pelaksanaan pembelajaran. Jika semua dikemas dan disajikan dengan baik, maka hasilnya pun baik.
Syair Kristologi Tentang Ke-Allah-An Yesus Dalam Filipi 2:6-11 Rouw, Julian Frank; Sugiono, Sugiono
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.204 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v1i2.46

Abstract

The Christology poem in the language of Philippians 2: 6-11 is one of the passages. This basic truth in the poetry of Christology states that the person and work of Jesus said that He truly was God in His essence (morphe) of pre-existence. Jesus God who became incarnate as a true human is the scheme of true humans. Recognition of Jesus' divinity over the universe as the basis of faith, that is, on the basis of death and change, Jesus has elevated and held a position full of humanity, both living and the dead (Rom. 14: 9). The acknowledgment of Jesus as God, because Jesus has essentially met and God of all gods and other gods, whether real or imaginary (1 Cor. 8: 5-6). This is what is confirmed in this poem of Christology. Syair Kristologi dalam Filipi 2:6-11 adalah salah satu perikop kunci ajaran mengenai ke-Allah-an Kristus.  Kebenaran dasar dalam Syair Kristologi ini yang menyatakan pribadi dan karya Yesus bahwa Dia adalah sungguh-sungguh Allah pada hakikat-Nya (morphe) pra-eksistensi-Nya.  Yesus Allah yang berinkarnasi menjadi manusia sejati (dalam bentuk schema) adalah manusia sejati.Pengakuan ke-Tuhan-an Yesus atas semesta sebagai pokok iman, yakni bahwa melalui kematian dan kebangkitan, Yesus telah diangkat dan menempati kedudukan yang penuh kekuasaan atas seluruh umat manusia, baik yang hidup dan yang mati (Rom. 14:9).  Pengakuan Yesus sebagai Tuhan, karena Yesus pada hakikatnya telah diangkat dan adalah Tuhan atas segala tuhan dan ilah lain, baik yang nyata atau hanya khayalan (1 Kor. 8:5-6).  Inilah yang ditegaskan dalam syair Kristologi ini.
Pengaruh Keuangan keluarga terhadap minat belajar Peserta didik Ermindyawati, Lilis; Tonga, Jois Umbu
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.779 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v2i2.93

Abstract

Family finances have an important role in education, family background must be considered so that the success of education is achieved optimally. If finances are sufficient, the material environment that students in their families face will be broader. In fact, the family has a very big responsibility and role in giving birth and forming a good and quality generation. Both parents have a duty to face their children where they must meet the needs of their children. Through a qualitative descriptive method with a literature study approach it can be concluded that. parents should pay more attention to the financial situation in the family and parents should improve education in the family environment to educate children about financial management such as managing pocket money, getting used to saving and instilling good attitudes and role models in money management and supporting children's education. And especially with good finances, it will also lead to something good, such as the fulfillment of educational facilities and meeting personal needs.AbstrakKeuangan keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan, latar belakang keluarga harus di perhatikan agar keberhasilan pendidikan di capai secara maksimal.  Jika keuangan cukup, lingkungan material yang di hadapi mahasiswa-mahasiswi dalam keluarganya itu akan lebih luas. sesungguhnya keluarga mempunyai tanggung jawab dan peranan yang sangat besar dalam melahirkan dan membentuk generasi yang baik dan berkualitas kedua orang tua memiliki tugas yang di hadapkan anaknya dimana mereka harus memenuhi kebutuhan – kebutuhan anaknya.  Melalui metode deskritif kualitatif dengan pendekatan studi literatur dapat disimpulkan bahwa. orangtua supaya hendaknya lebih memperhatikan keadaan keuangan di keluarga dan hendaknya orang tua meningkatkan pendidikan di lingkungan keluarga untuk mendidik anak tentang pengelolaan keuangan seperti mengelola uang saku, membiasakan untuk menabung dan menanamkan sikap serta teladan yang baik pada anak dalam hal pengelolaan uang dan mendukung pendidikan anak. Dan terlebih dengan keuangan yang baik akan menimbulkan sesuatu yang baik pula, seperti terpenuhinya fasilitas pendidikan dan terpenuhinya kebutuhan pribadi.
Konsep Melawan Dosa Menurut Nikodemus Dari Gunung Kudus dan Impikasinya Bagi Orang Percaya Masa Kini Gulo, Reni; Hendi, Hendi
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.718 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i2.113

Abstract

The concept of Fighting Sin According to Nicodemus of the Holy Mountain. This article discusses how to fight sin in 3 ways, namely guarding the sense, guarding the mind and guarding the heart. This article uses analytical methods and applications as well as literature review based on the views of Nicodemus in his book “Nicodemus of the Holy Mountain A Handbook Of Spiritual Counsel” and is supported by the opinions of leading figures and interacting with the fathers of the Church and the Bible so as to guide at perfection. There are three ways to fight sin, first, taking care of the sense give one the ability to keep one’s body from being polluted by temptations or worldly things that result in sinful acts which result in sinful acts that enter through the five sense.  Second, through guarding one’s mind one can control oneself from evil thoughts that generate lust by constantly directing one’s mind to spiritual and benevolent matters. Third, by taking care of one’s heart one can eep his heart from being polluted with evil deeds and sins. These three methods to help everyone to fight against the desires of the flesh or lust which can produce sin and lead to death. AbstrakKonsep Melawan Dosa Menurut Nikodemus Dari Gunung Kudus. Artikel ini membahas tentang cara melawan dosa melalui 3 cara yakni menjaga indra, menjaga pikiran dan menjaga hati. Artikel ini menggunakan metode analistis dan aplikasi serta kajian kepustakaan berdasarkan pandangan Nikodemus dalam bukunyaa “Nicodemos of the Holy Mountain A Handbook Of Spiritual Counsel” dan didukung dengan pendapat-pendapat dari para tokoh-tokoh serta berinteraksi dengan para bapa-bapa Gereja dan Alkitab sehingga menuntun pada kesempurnaan. Tiga cara untuk melawan dosa yaitu pertama, menjaga indra memberikan kemampuan kepada seseorang dapat menjaga tubuhnya tidak tercemar oleh godaan-godaan atau hal-hal duniawi yang menghasilkan perbuatan dosa yang masuk melalui lima indra. Kedua, melalui menjaga pikiran seseorang dapat mengendalikan dirinya dari pikiran jahat yang menghasilkan nafsu dengan terus mengarahkan pikiran pada hal-hal spiritual dan kebajikan. Ketiga, dengan menjaga hati seseorang dapat menjaga hatinya agar tidak tercemar dengan perbuatan jahat dan dosa. Ketiga cara ini bertujuan untuk membantu setiap orang untuk melawan keinginan daging atau hawa nafsu yang bisa menghasilkan dosa dan membawa pada kematian.
Cara Pandang Guru Kristen Terhadap Siswa Sebagai Gambar dan Rupa Allah yang Membutuhkan Pemuridan Parinding, Lorita; Tangkin, Wiyun Philipus
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.447 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v4i1.116

Abstract

The perspective that is owned by the teacher will affect his actions towards students. That is why teachers must have the right perspective so they can educate students well. Christian teachers should have the perspective that students are the image of God who has fallen into sin so students need the process of restoring the image of God.However, the phenomenon that occurs today in the world of education is the existence of acts of violence committed by teachers as a form of education given to students. Seeing this phenomenon, then this study was written to find out how Christian teachers should see the students so that Christian teachers can carry out their roles properly in school. The conclusion obtained is that Christian teachers must see students as the image of God but have fallen into sin. This perspective can help Christian teachers carry out their task of guiding students in the process of restoring the image of God through discipleship. The author is aware of the shortcomings in this writing, therefore the advice that can be given to the next writer is to be able to examine what steps teachers can take in discipleship for the process of restoring the image of God in students through Christian education.

Page 2 of 16 | Total Record : 160