cover
Contact Name
Yudi Hendrilia
Contact Email
yudihendrilia@gmail.com
Phone
+628112900177
Journal Mail Official
yudihendrilia@gmail.com
Editorial Address
Ungaran, Semarang - Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen)
ISSN : 26859718     EISSN : 26859726     DOI : -
Core Subject : Education,
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) diterbitkan dua kali dalam 1 tahun (Februari dan Agustus) oleh Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara. Veritas Lux Mea menerima artikel ilmiah dari dosen, mahasiswa, praktisi teologi maupun pendidikan Kristen. Jurnal ini pun telah memiliki ISSN baik online (2685-9718) maupun cetak (2685-9718). Jurnal ini mempublikasikan artikel hasil penelitian dalam bidang: 1. Teologi Praktika 2. Teologi Biblika 3. Teologi Sistematika 4. Sejarah Teologi dan Gereja 5. Pendidikan Kristen (Gereja dan Sekolah)
Articles 160 Documents
Peran Pendidikan Agama Kristen dalam Perdebatan Rhema dan Logos Suhadi, Suhadi; Damanik, Hilderia
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.692 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i2.114

Abstract

The terms Rhema and Logos are still a hot topic of discussion today. The existence of a gap in terms of understanding is one of the main attractions for trying to explore more deeply about these two terms. Misunderstanding the meaning of the word became the starting point for the emergence of the above differences of opinion. Rhema is a word or speech that often also has a synonym with the word logos which also means word, speech. The methodology used in this paper is a descriptive qualitative method, namely providing descriptions, descriptions, descriptions in detail so as to be able to explain the phenomena that are currently happening in society. The presence of Christian Religious Education is expected to be able to answer existing debates through its role in content, process, methodology and norms.AbstrakIstilah Rhema dan Logos masih menjadi perbincangan yang marak sampai saat ini. Adanya kesenjangan dalam hal pengertian menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk mencoba mengupas lebih dalam tentang kedua istilah ini. Salah paham terhadap makna kata menjadi titik awal munculnya perbedaan pendapat diatas. Rhema adalah kata atau ucapan yang sering juga memiliki sinonim dengan kata logos yang juga berarti kata, perkataan. Adapun metodologi yang yang dipakai dalam penulisan ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu memberikan deskripsi, uraian, gambaran secara detail sehingga mampu menjelaskan fenomena-fenomena yang saat ini terjadi dalam masyarakat. Hadirnya Pendidikan Agama Kristen diharapkan mampu menjawab perdebatan-perdebatan yang ada melalui perannya baik dalam content, proses, metodologi maupun norma.
Pendidikan Kristen Dalam Menghadapi Pembelajaran Daring Sinkron dan Asinkron Filgod, Dejan; Tangkin, Wiyun Philipus
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.547 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v4i1.117

Abstract

Education should be implemented online whether synchronously and asynchronously because of Covid-19 pandemic since the end of 2019. According to the survey from KPAI on 1.700 students, there are problems are occurred during the implementation of online learning. Problems that occurred throughout the online learning caused by several aspects such as facility, the teacher, and the student. Significantly, education should be conducted consecutively because it is a long-life process. This paper serves to investigate responses that Christian education should apply to face current issues. Literature review based on the truth of the Scripture as the source of truth is used in writing this paper. An understanding of the definition and purpose of Christian education will assist each individual who is involved in education. For that reason, personal identity as a concrete embodiment of God’s Image which is marred with sin yet redeemed by Christ has implications for every action that is committed by each person. Last but not least, live in vigilance based on the Scripture’s truth will prepare the teacher to be responsive to face every problem. Thus, every person in Christian education should have that understanding. Therefore, Christian education will have a proper response in facing problems throughout its implementations in online learning during the Covid-19 pandemic and other kinds of problems.
Prinsip Hidup Kristen di Tengah Masyarakat yang Majemuk Diana, Ruat; Katarina, K; Tamara, Yesi; Priskila, Kiki
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.457 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v1i2.50

Abstract

This article discusses the principles of Christian life in a pluralistic society. Indonesia as a country with a pluralistic society has a diversity that can be used to build a nation. Christians in Indonesia have an important role as citizens to realize the progress of the nation. Through the literature research, the author presents the principles of Christian life in a pluralistic society by reviewing various relevant literature. From the results of the study that the authors did, the authors put forward four important principles that need to be done by Christians including 1) building harmony of life, 2) strengthening the faith in the family environment, 3) displaying love as the fruit of the Holy Spirit, 4) understanding the differences that are characteristic of a pluralistic society. Artikel ini membahas tentang prinsip hidup Kristen di tengah masyarakat majemuk. Indonesia sebagai negara dengan masyarakat majemuk memiliki keragaman yang dapat digunakan untuk membangun bangsa. Umat Kristen di Indonesia memiliki peran penting sebagai warga negara untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Melalui penelitian pustaka, penulis mengemukakan prinsip hidup Kristen di tengah masyarakat majemuk dengan mengkaji berbagai literatur yang relevan. Dari hasil kajian yang penulis lakukan, penulis mengemukakan empat prinsip penting yang perlu dilakukan oleh orang Kristen antara lain 1) membangun kerukunan hidup, 2) melakukan penguatan iman dalam lingkungan keluarga, 3) menampilkan kasih sebagai buah Roh Kudus, 4) memahami perbedaan yang merupakan ciri dari masyarakat yang majemuk.
Prinsip-Prinsip Penggembalaan Berhati Hamba Menurut 1 Petrus 5:2-3 dan Implikasinya bagi Pertumbuhan Jemaat Baskoro, Paulus Kunto
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.206 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v2i2.89

Abstract

The pastor of the congresgation is an important figure in the pastor of the church. Adminttedly or not, progressing or not, the church also depends on the pastoral system of the sidng pastors. Besides strongly believing in the Holy Spirit to be a very extraordinary Person in the movement of God’s church. However, a pastor’s heart is an important point fot the growth of God’s church. Is is undeniable that are some shepherds who only make pasture field a place of escape and a place for popularity, not by pastoring with my heart. My heart is an important point in this writing, because this is the essence of a shepherding. In this literature descriptive method, the writer does text excavation and observations using a lot of literature from various book sources. The source of the book is obtained from book or literature and various book sources. The source of the book is obtained from books or literature and various other writing such as the Bible in various language versions, book on pastoral care, leadership, church growth and orther supporting books related to the subejt. In extracting the text, te inductive method will be used. The inductive method is drawing conclusions based on specific circumstances for general needs. With thus method the authos studies 1 Peter 5:2-3 as a whole, then adds from orther books on the principles of pastoral care. The biggest objective in thus paper is Frist, every siding pastor is made aware of the trus function of being a shepherd. Second, shepherding the congregation with a servant’s heart is a pattern in shephersind. Third, the congregation has grown tremendously in its pastoral ministry.AbstrakGembala Sidang menjadi sosok penting dalam sebuah penggembalaan gereja. Diakui atau tidak, maju tidak gereja tergantung juga kepada system penggembalaan gembala siding. Selain sangat percaya Roh Kudus menjadi Pribadi yang sangat luar biasa dalam kegerakan gereja Tuhan. Namun hati seorang gembala menjadi point penting pertumbuhan gereja Tuhan. Tanpa dipungkiri ada beberapa gembala yang hanya menjadikan ladang penggembalaan sebagai tempat pelarian dan tempat untuk popularitas, bukan dengan menggembalakan dengan hati hamba. Hati hamba menjadi point penting penulisan ini, sebab inilah esensi dalam sebuah penggembalaan. Dalam metode diskriptif literatur ini, penulis melakukan penggalian teks dan pengamatan memakai banyak literatur dari berbagai sumber buku.  Sumber buku tersebut didapatkan dari buku-buku atau literatur dan berbagai tulisan yang lain seperti Alkitab dalam berbagai versi bahasa, buku tentang penggembalaan, kepemimpinan, pertumbuhan gereja serta buku-buku pendukung lainnya yang berkaitan dengan pokok bahasan.  Dalam penggalian teks akan di pakai metode induktif.  Metode induktif adalah penarikan kesimpulan berdasarkan keadaan yang khusus untuk diperlukan secara umum. Dengan metode ini penulis mempelajari 1 Petrus 5:2-3 secara keseluruhan, selanjutnya baru menambah dari buku lain mengenai prinsip-prinsip gembala sidang. Tujuan terbesar dalam penulisan ini adalah Pertama, setiap gembala siding disadarkan kembali fungsi yang sesungguhnya menjadi gembala. Kedua, menggembalakan jemaat dengan hati hamba menjadi pola dalam penggembalaan. Ketiga, jemaat makin bertumbuh dengan luar biasa dalam pelayanan penggembalaannya.
Pendidikan Anak Dalam Keluarga Kristen di Tengah Transformasi dan Era Globalisasi Tanikule, Yisai
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.58 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i2.111

Abstract

Each era has its own civilization as a result of change and it cannot be repeated unless it is written down and told. Everyone, including Christian families, must anticipate and face every change. Education is one way to prepare someone to support his future. The educational process occurs in three environments, namely; school, family and community environment. This paper aims to explain the importance of Christian education in the family, namely by correct and consistent teachings. The research method is literature study, namely by collecting information and data through various reference materials in the library in the form of reference books and similar previous research, articles, notes, and various journals related to the problem to be studied. This paper shows that children as a generation for the nation, church and family are a very vulnerable group in a change. For this reason, efforts are needed to instill the values of spiritual life, so that children are able to answer the challenges of change in their environment starting from the family. For this reason, every family must have a formula in living spiritual spirituality together, consistently, with a commitment, one of which is through the family altar.AbstrakSetiap zaman memiliki peradaban tersendiri sebagai akibat dari perubahan dan itu tidak dapat diulang kembali kecuali dituliskan dan diceritakan. Setiap perubahan harus diantisipasi sekaligus dihadapi oleh setiap orang, termasuk keluarga-keluarga Kristen. Pendidikan adalah salah satu cara untuk mempersiapkan seseorang untuk menyonsong masa depannya. Proses pendidikan terjadi dalam tiga lingkungan yaitu; sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat.   Tulisan ini bertujuan memaparkan pentingnya Pendidikan Kristen dalam keluarga yaitu dengan pengajaran-pengajaran yang benar dan konsisten. Metode penelitian dengan studi Pustaka, yaitu dengan cara mengumpulkan informasi dan data melalui berbagai referensi material yang ada di perpustakaan berupa buku referensi dan penelitian sebelumnya yang sejenis, artikel, catatan, serta berbagai jurnal yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti. Melalui tulisan ini menunjukan bahwa anak-anak sebagai generasi bagi bangsa, gereja dan keluarga menjadi kelompok yang sangat rentan dalam sebuah perubahan. Untuk itu diperlukan upaya untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan rohani, agar anak-anak mampu menjawab tantangan perubahan dilingkungannya yang dimulai dari keluarga.  Untuk itu setiap keluarga harus memiliki formula dalam menghidupakan spririt rohani secara bersama-sama, konsisten, komitmen yang salah satunya adalah melalui mezbah keluarga. 
Implikasi Dari Kepemimpinan Yang Berintegritas Bagi Pendidikan Pemimpin Kristen Yeniretnowati, Tri Astuti; Perangin Angin, Yakub Hendrawan
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.264 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v4i1.141

Abstract

Leadership with integrity is increasingly difficult to have and find in today's world. The same thing was also experienced by several Christian organizations and churches. Even some leaders of Christian organizations show behavior and character that does not reflect the integrity as a church leader as stated in the Bible. The research method used in this research is literature study. The results of this study in realizing Christian leader education as a regeneration process that must be carried out intentionally and seriously, namely: First, Successful Leadership is Strongly Influenced by Integrity. Second, Leadership with Integrity Can Produce Christian Leaders with Integrity. Third, the Call to Form and Develop Integrity Leadership.AbstrakKepemimpinan yang berintegritas semakin sulit dimiliki dan ditemukan dalam dunia saat ini. Hal serupa juga dialami juga oleh beberapa organisasi Kristen dan gereja. Bahkan beberapa pemimpin organisasi Kristen menunjukkan perilaku dan karakter yang tidak mencerminkan integritas sebagaimana seharusnya pemimpin gereja sebagaimana dinyatakan Alkitab. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Hasil dari penelitian ini dalam mewujudkan pendidikan pemimpin Kristen sebagai proses regenerasi yang harus dilakukan dengan sengaja dan serius, yaitu: Pertama, Kepemimpinan yang sukses sangat dipengaruhi integritas. Kedua, Kepemimpinan yang berintegritas dapat melahirkan pemimpin Kristen berintegritas. Ketiga, Panggilan membentuk dan mengembangkan kepemimpinan yang berintegritas.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Agama Kristen Pada Siswa Sriyanti, Fera Siska; Wenas, Maria Lidya
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 1, No 1 (2019): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.104 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v1i1.57

Abstract

Motivation is very important in learning activities to encourage students to learn well. Motivation is seen as a mental drive that directs human behavior, including learning behavior. In motivation there is a desire to activate, move, chanel and direct attitudes and behavior in learnes. Desiredbehavior in learning activities is a reaction to stimuli that lead to an action. The research aims to find out the factors that motivate Christian learning in SD Negeri 02 Ungaran. sThe main factors that influence learning motivation are intrinsic factors and extrinsic factors. Intrinsic factors, self-will, interest in subjects, and orientation to education. While the extrinsic factor is the way of teaching the teacher, the teacher’s character, the atmosphere of the classroom is calm and comfortable, and the learning facilitas used. Motivasi sangat penting dalam kegiatan belajar untuk mendorong peserta didik untuk belajar dengan baik. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang mengarahkan perilaku manusia, termasuk dalam perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap serta perilaku pada peserta didik yang belajar. Perilaku yang diinginkan dalam kegiatan belajar yaitu adanya reaksi terhadap rangsangan yang membawa pada suatu tindakan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang motivasi belajar Agama Kristen di SD Negeri 02 Ungaran. Faktor utama yang mempengaruhi motivasi belajar adalah faktor Intrinsik dan faktor Ekstrinsik. Faktor Intrinsik, kemauan diri, minat terhadap mata pelajaran, dan orientasi pada pendidikan. Sedangkan faktor Ekstrinsiknya ialah cara mengajar guru, karakter guru, suasana kelas tenang dan nyaman, dan fasilitas belajar yang digunakan.
Perlukah Menghadirkan Tuhan? Notoprodjo, Hartati Muljani
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.538 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v2i1.78

Abstract

There are practices to invoke the presence of God among charismatic churches in their regular and irregular meetings. Are these practices necessary? Must the presence of God be shown by certain signs? The absence of these signs causes the congregation to feel not loved, not blessed by the Lord, and do not grow spiritually. This writing researches Biblical meaning of the presence of God in the Old Testament and the New Testament. The understanding of the theological truth of the presence of God can be used by Christian leaders and congregations to apply in the followings: understanding if God’s presence needs to be invoked by His people, understanding how the church can experience the blessings from the presence of God, and dealing with the problems – of both individual and collective – which is often wrongly understood as caused by the absence of God or not being with God. Ada praktik-praktik menghadirkan Tuhan di kalangan gereja karismatik baik Kristen maupun Katolik dalam ibadah, persekutuan doa rutin dan pertemuan-pertemuan di luar itu seperti kebaktian kebangunan rohani dan retreat. Apakah praktik-praktik ini diperlukan? Apakah kehadiran Tuhan perlu disertai tanda-tanda tertentu supaya jemaat yakin bahwa Tuhan hadir? Ketiadaan tanda-tanda ini menyebabkan jemaat merasa tidak dikasihi dan tidak diberkati Tuhan, bahkan merasa tidak bisa bertumbuh kerohaniannya. Tulisan ini meneliti makna Alkitabiah dari kehadiran Allah di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Pemahaman kebenaran teologis tentang kehadiran Allah sebagaimana dipaparkan di Alkitab akan dapat dipakai oleh pemimpin dan jemaat Kristen maupun Katolik untuk diterapkan dalam: memahami apakah Tuhan perlu dihadirkan oleh manusia, memahami bagaimana agar umat Tuhan mengalami berkat kehadiran-Nya, dan menjawab persoalan-persoalan baik pribadi maupun kolektif yang sering disalah-mengerti sebagai disebabkan oleh ketidakhadiran Tuhan atau tidak disertai Tuhan.
Makna Glossalalia Menurut Kisah Para Rasul 2:1-13 dan Implikasi Urapan Roh Kudus Bagi Mahasiswa Teologi Mau, Marthen
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.307 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i1.104

Abstract

Glossalalia is an act of speaking using language or tongues or tongues. Tongues can be considered by certain people as tongues. Actually speaking in tongues is not the same as tongues. Therefore, this study uses a qualitative research method with an exegetical approach according to the text of Acts 2: 1-13 on glossalalia. The purpose of this research is to encourage theology students to understand and apply the meaning of glossalalia correctly. The result of this research is the finding that the meaning of glossalalia is not in tongues which is generally used by certain churches of God with the pretext that it is God's voice that must be developed, but in tongues that can be learned by everyone to be used in ministry. In conclusion, theological students understand glossalalia in Acts 2: 1-13 so that theological students properly apply tongues in the preaching of the gospel of Christ. Gospel preaching is growing and advancing, so students of theology must continually receive the anointing of the Holy Spirit.AbstrakGlossalalia merupakan suatu tindakan dalam berbicara menggunakan bahasa atau lidah atau bahasa lidah. Bahasa lidah dapat dianggap oleh orang-orang tertentu sebagai bahasa roh. Sebenarnya bahasa lidah tidaklah sama dengan bahasa roh. Karena itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan eksegesis menurut teks Kisah 2:1-13 tentang glossalalia. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendorong mahasiswa teologi dalam memahami dan menerapkan secara tepat makna tentang glossalalia. Hasil penelitian ini ialah temuan makna glossalalia bukan bahasa roh yang umumnya dipakai oleh gereja Tuhan tertentu dengan sebuah dalih sebagai suara Tuhan yang harus dikembangkan, melainkan bahasa lidah yang boleh dipelajari oleh setiap orang untuk digunakan dalam pelayanan. Kesimpulannya, mahasiswa teologi memahami glossalalia dalam Kisah 2:1-13 supaya mahasiswa teologi secara benar menerapkan bahasa lidah di dalam pemberitaan Injil Kristus. Pemberitaan Injil semakin berkembang dan maju, maka para mahasiswa teologi harus terus-menerus menerima pengurapan dari Roh Kudus.  
Deskripsi Teologis Kejadian 1 sebagai Dasar dan Strategi Penginjilan di Era Pluralisme Prakoso, Christian Bayu; Kristiyono, Paul; Suseno, Aji
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.084 KB) | DOI: 10.59177/veritas.v3i2.124

Abstract

The existence of a pluralistic and pluralistic society makes most people look for ways to be appreciated and recognized. Religious pluralism emerged as the answer to this problem. However, the wrong approach and interpretation of the Bible makes it a threat to Christianity. The truth about everything was created to be the basis for answering the challenge of religious pluralism. By using a qualitative method with a literature study approach, several evangelistic strategies were produced in the Pluralism era based on the concept of creation in Genesis Article 1. Those strategies include the existence of a person who creates everything, a call from darkness to light, and salvation is present on God's own initiative.AbstrakKeberadaan masyarakat yang mejemuk dan plural membuat sebagian besar orang mencari cara untuk dihargai dan diakui. Pluralisme agama muncul sebagai jawaban akan masalah ini. Namun, pendekatan dan penafsiran yang salah terhadap Alkitab membuat hal ini menjadi sebuah ancaman bagi Kekristenan. Kebenaran tentang segala sesuatu diciptakan menjadi landasan untuk menjawab tantangan pluralisme agama. Dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan studi literatur maka dihasilkan beberapa strategi penginjilan di era Pluralisme berdasarkan konsep penciptaan dalam Kejadian Pasal 1. Startegi itu diantaranya adalah adanya pribadi yang menciptakan segala sesautu, panggilan dari gelap menuju terang, dan keselamatan hadir atas inisiatif Allah sendiri. 

Page 4 of 16 | Total Record : 160