cover
Contact Name
Dwiyono
Contact Email
mz.dwie79@gmail.com
Phone
+6281217692844
Journal Mail Official
jurnalshema@sttii-purwokerto.ac.id
Editorial Address
STTII Purwokerto, Jl. Raya Kaliori No. 77x Banyumas - Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Shema : Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen
ISSN : -     EISSN : 27987450     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia (STTII) Purwokerto sejak tahun 2020. Jurnal SHEMA adalah wadah untuk mempublikasikan hasil kegiatan penelitian ilmiah di bidang teologi dan pendidikan, baik dalam bentuk penelitian pustaka maupun lapangan. Jurnal ini bersifat nasional sehingga artikel yang dipublikasikan hanya menggunakan bahasa Indonesia. Subjek Jurnal SHEMA mencakup penelitian; Teologi Biblika, Teologi Sistematika, Teologi Historis, Teologi Praktika, Teologi Multikultural, dan Kajian Pendidikan Kristen. Kontributor Jurnal SHEMA berasal dari STTII Purwokerto dan dari luar dengan rasio 40:60. Publikasi dilakukan pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Orisinial dan Format tulisan perlu diperhatikan. Jurnal SHEMA menerima artikel dan resensi buku dari berbagai sub-disiplin ilmu Teologi dan pendidikan Kristen yang orisinil. Artinya, artikel yang dikirimkan haruslah belum pernah atau tidak sedang dalam proses dimuat dalam jurnal lainnya. Kemudian, artikel yang masuk harus sesuai dengan format penulisan yang telah ditentukan. Editor akan menolak artikel yang tidak memenuhi persyaratan. Sedangkan artikel yang telah memenuhi syarat akan dinilai kelayakannya oleh reviewer melalui proses double blind-review.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Pengaruh Peran Ayah Terhadap Pembentukan Karakter Remaja Yoan Olivia; Joko Prihanto
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1: Jurnal Shema Juni 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fathers play an important role in the life of adolescents, in particular to youth character-building. The study is done to find out how much a father’s role is affected in the formation of a teenager’s character. So the study was carried out in Betania Fresh Anointing Church Bandung with a total of 65 samples. The instrument was a closed questionnaire using a google form. Data processing uses a quantitative method with the help of SPSS software 25. Data validity is gained through validity and reliability. Studies have shown that there is a strong and significant connection between fatherhood and the forming of teenage character. The role of the father has a 69,5% effect on the development of the teen character while the rest is an influence of other factors not studied in the study.
KATEKESE TENTANG PELAYANAN GEREJA BAGI PPA PAROKI IJEN DI MASA PANDEMI COVID-19: (Peran Pelayan Katekese di Paroki Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel Ijen-Malang) Galuh Wicaksono
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1: Jurnal Shema Juni 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak membahas mengenai katekese kepada PPA mengenai pelayanan. PPA yang bertugas sebagai pelayan imam atau disebut misdinar, merupakan salah satu pelayanan di dalam Gereja. Selama masa pandemi covid-19, PPA paroki Ijen tidak melakukan tugas misdinar seperti biasanya. Kegiatan pertemuan PPA atau tugas melayani imam saat perayaan ekaristi juga ditiadakan. Fokus dari tulisan ini adalah pelayanan PPA selama pandemi. Priska Valeria dalam tulisannya mengatakan “misdinar dalam perayaan ekaristi adalah sebuah keharusan” (Priska, 2016), akan tetapi selama masa pandemi tentu hal ini tidak memungkinkan. Permasalahan ini akan dirumuskan dalam pertanyaan sebagai berikut: mengapa misdinar atau PPA itu diperlukan dalam sebuah paroki? mengapa pendampingan PPA/Misdinar selama pandemi harus digiatkan? mengapa PPA harus diberi katekese menganai pelayanan? mengapa Paroki Ijen membimbing PPA? Metode penulisan yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menganalisa pelayanan PPA selama pandemi, kemudian mendeskripsikan sesuai realita yang terjadi. Temuan dari tema ini yaitu pandemi yang menjadikan segala macam kegiatan menjadi terbatas tidak menciutkan semangat pelayanan mereka. Meskipun tidak ada tugas misdinar selama pandemi namun kehadiran mereka sebagai anggota gereja adalah penting.
ANALISA TEKS “TETAPLAH KERJAKAN KESELAMATANMU” MENURUT FILIPI 2:12-13 DALAM ISU SOTERIOLOGI “Historis Kemunculan penafsiran yang salah” lukasbaliate; Rodenitabr.barus
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1: Jurnal Shema Juni 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam tulisan ini terletak pada isu soteriologi tentang “tetaplah kerjakan keselamatanmu”, khususnya tentang aspek teologi munculnya penafsiran yang salah. Munculnya paham tentang konsep “kerjakan keselamatan” atas sebagian orang telah menimbulkan masalah teologis yang kompleks karena ditafsirkan secara berbeda-beda oleh William Barclay dan Wesley Brill. Pembahasan ini bertujuan untuk melacak kebenaran dalam teks tersebut, karena pengaruhnya sangat berdampak jika disalah tafsir, maka tulisan ini menggunakan pendekatan penelitian bersifat literatur kepustakaan. Tulisan ini akan menjabarkan penjelasan yang sesungguhnya dalam teks “tetaplah kerjakan keselamatanmu” keadaan teologi pada saat rumusan itu dimunculkan. Hasilnya, pemaknaan teks tersebut adanya penganiayaan, penyesatan sehingga dimulailah gagasan Paulus kerjakan keselamatan dalam arti buah dari keselamatan. Kesimpulan dari tulisan membuktikan bahwa penafsiran tentang teks “tetaplah kerjakan keselamatanmu” dari aspek teologis adalah merujuk kepada buah dari keselamatan yang sudah diperoleh. Gagasan Paulus tidak dapat dilepaskan dari aspek teologi dalam Analisa teks untuk membuktian kebenarannya. Kata Kunci: Analisa - tetaplah – kerjakan – keselamatanmu - soteriologi - Historis
STUDI TEOLOGIS TENTANG PENCURAHAN ROH KUDUS DALAM SEJUMLAH KITAB PERJANJIAN BARU Destianalende; Pangeran Manurung
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1: Jurnal Shema Juni 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan dalam tulisan ini terletak pada isu teologis tentang pencurahan Roh Kudus yang terjadi di Kisah Para Rasul. Munculnya pandangan para ahli dimana ada pandangan yang mengatakan bahwa Pencurahan Roh Kudus itu terjadi berulang-ulang kali dan akan lebih dasyat lagi dari yang sebelumnya atau dari yang terjadi di Kisah Para Rasul. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara biblical tentang pencurahan Roh Kudus, menguraikan teori Pneumatologi pada masa sekarang, apa sebenarnya pencurahan Roh Kudus yang dialami oleh setiap orang percaya dan meluruskan kekeliruan penafsiran yang di tafsrikan oleh para bapa-bapa gereja. metode yang digunakan adalah metode kepustakaan meneluti buku-buku. Hasil dari penelitian ini adalah memuat bahwa pencurahan Roh Kudus itu hanya terjadi sekali untuk selamanya, setiap orang yang sudah lama percaya maupun yang baru percaya bukan lagi mengalami pencurahan Roh Kudus melainkan dipenuhi Roh Kudus untuk diperlengkapi di dalam dunia pelayanannya.
KELAHIRAN BARU MENURUT YOHANES 3:3-6 Entiusitlay; Pangeran Manurung
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 1: Jurnal Shema Juni 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this paper lies in the theological issue of Rebirth, especially in the book of John 3:3-6, the emergence of an understanding of the concept of rebirth through human naturalism and others so that many understandings interpreted by theologians are not in accordance with the context of the concept of birth. back so that the author will give a correct view according to the bible. So this paper uses a library research approach that is comprehensive in the discussion. Abstrak Bahasa Indonesia Permasalahan dalam tulisan ini terletak pada isu teologis tentang kelahiran kembali, khususnya dalam kitab Yohanes 3:3-6, munculnya pemahaman tentang konsep kelahiran kembali  melalui sebagai naturalism kemanusiwian dan lain lain sehingga  banyak pemahaman yang ditafsirkan oleh para teolog tidak sesuai dengan dalam konteks konsep kelahiran kembali sehingga penulis akan memberikan suatu pandangan yang benar sesuai dengan alkitabiah. Maka tulisan ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka bersifat  secara kompherensif dalam pembahasan tersebut.
Analisis Yohanes 14:16 Suatu Kajian Apologetika Doktrin Roh Kudus Daud Balang; Eko Chandra Setiawan
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Criticism comes to the text of John 14:16. Criticism comes especially to the phrase "one helps another". Criticism comes with various types of interpretation. From various interpretations, there is an assumption that the phrase "another helper" in John 14:16 does not refer to the Holy Spirit. There are four critics who doubt the phrase. Criticism of theology, interpretation, etymology and equating of texts with books of other faiths. An analysis of John 14:16 is needed to answer the criticism of the phrase "another helper" in John 14:16. The analysis becomes an apologetic study of this criticism. With apologetics, in the end this article answers that the phrase "a helper to another" is the Holy Spirit. Abstrak Bahasa Indonesia Kritisi datang kepada teks Yohanes 14:16. Kritisi datang khususnya kepada frasa “seorang penolong yang lain”. Kritisi datang dengan berbagai macam jenis penafsiran. Dari berbagai macam penafsiran, terdapat asumsi bahwa frasa “seorang penolong yang lain” dalam Yohanes 14:16 bukanlah merujuk kepada Roh Kudus. Terdapat empat kritisi yang meragukan frasa tersebut. Kritisi teologi, interpretasi, etimologi dan penyepadanan teks dengan kitab kepercayaan lain. Dibutuhkan analisis terhadap Yohanes 14:16 untuk menjawan kitisi frasa “seorang penolong yang lain” dalam Yohanes 14:16. Analisisnya menjadi sebuah kajian apologetika terhadap kritisi tersebut. Dengan apologetika, pada akhirnya artikel ini menjawab bahwa frasa “seorang penolong yang lain” adalah Roh Kudus.
Eksposisi Keluaran 3:14 Mengenal Allah Dan Implikasinya Bagi Orang Percaya Lispan; Januario; Andreta
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowing God knowing and believing in the existence of God, the statement of the name "Yahweh"/Jehovah to Moses as the liberator of the Israelites as God's self-revelation. The name of Allah is translated “I AM THAT I AM” which denotes all personal, adequate aspects of the essence of God's character. Reveal His nature and person, presence, and also His divine will and purpose. According to expert David Noel, the word "ehyeh" is vocalized as a form of the verb Qal, which is a form influenced by the tradition that is used as a standard by the Septuagint or perhaps an older tradition. This research includes biblical texts, so the approach that will be used is a hermeneutic approach in the form of exegesis studies, aiming to gain a better understanding of the context under study. In Exodus 3:14 there is the word "ehyeh asher ehye" translated "I cause what exists, what exists". People who know God will do God's will, great and great deeds for His glory, do God's commandments, "we know God, if we keep His commandments." (1John 2: 3 Abstrak Bahasa Indonesia Mengenal Allah mengetahui dan meyakini adanya Allah, pernyataan nama “Yahweh”/Yehova kepada Musa sebagai pembebas bangsa Israel sebagai penyataan diri Allah. Nama Allah diterjemahkan “AKU ADALAH AKU” yang menunjukkan semua aspek pribadi, memadai dari hakikat dari karakter Allah. Menyatakan sifat dan pribadi, kehadiran, dan juga kehendak serta tujuan ilahi-Nya. Menurut para ahli David Noel kata “ehyeh” divokalisasikan sebagai bentuk kata kerja Qal, merupakan bentuk mendapat pengaruh dari tradisi yang dijadikan patokan oleh Septuaginta atau mungkin tradisi yang lebih tua. Penelitian ini mencakup teks Alkitab, maka ancangan yang akan digunakan adalah ancangan hermeneutik dengan bentuk kajian eksegesis, bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konteks yang diteliti. Dalam Keluaran 3:14 terdapat kata “ehyeh asher ehye” diterjemahkan “ Aku yang menyebabkan ada, apa yang ada”. Orang mengenal Allah akan melakukan kehendak Allah, perbuatan hebat dan besar bagi kemuliaan-Nya, melakukan perintah Allah, “kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-Nya.” (1Yoh. 2: 3-6).
Hubungan Antara Torah Dan Anugerah Dwiyono; Ampe RT Nainggolan
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the mindset of the Jewish people, the Torah law seems to be a solution to the problem of sin they face. Torah is a command from God so that humans can obey and be saved. Christianity has a unique teaching. God saves mankind freely through grace. Grace in Christianity makes it possible for sinners to be forgiven and their lives sanctified, bearing in mind that there is not a single good in man that makes him worthy of being saved. Between the law and grace seem to be contradictory there is no relationship. In this research, the writer will find the relationship between the law and grace. This study uses library research methods. This research gives the result that there is a relationship between one and the other. Abstrak Bahasa Indonesia Dalam pola pikir orang Yahudi, hukum Taurat nampaknya bisa menjadi solusi bagi permasalahan dosa yang dihadapinya. Taurat adalah perintah dari Allah agar manusia dapat mentaati dan beroleh selamat. Kekristenan memiliki ajaran yang unik. Allah menyelamatkan manusia secara cuma-cuma melalui anugerah. Anugerah di dalam kekristenan memungkinkan bagi orang berdosa untuk diampuni dan dikuduskan hidupnya mengingat tidak ada satu kebaikan pun dalam diri manusia yang menjadikan dirinya layak untuk diselamatkan. Antara hukum Taurat dan anugerah nampaknya bertentangan tidak ada hubungan. Dalam penelitaian ini penulis akan menemukan hubungan antara hukum Taurat dengan anugerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa ada keterkaitannya antara yang satu dengan yang lainnya.
Komparasi Pandangan Eskatologi Amilenialisme Louis Berkhof Dan Premilenialisme Charles C. Ryrie Paulus Dimas Prabowo; Dwiyono
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are various views about the future, including Christianity from evangelical circles themselves. There are at least two camps that have emerged related to views of the future, namely amillennialism and premillennialism. Each view has its own arguments and peculiarities. On the other hand, some Christians blame ignorance of the doctrine of the future because they find this doctrine so difficult and worthy of doubt. Using the literature study method, this article attempts to reveal the peculiarities of amillennialism and premillennialism so that the differences between the two are apparent as a result of this research. At the end, there will be suggestions as to which view to suggest. Through this article, it is hoped that believers will understand and believe in the future as revealed by the Bible. Abstrak Bahasa Indonesia Terdapat beragam pandangan tentang masa depan, termasuk kekristenan dari kalangan injili sendiri. Setidaknya ada dua kubu yang muncul terkait dengan pandangan akan masa depan, yakni amilenialism dan premilenialism. Masing-masing pandangan memiliki argumen dan kekhasannya masing-masing. Di sisi lain, sebagian orang Kristen bersikap abai terhadap doktrin tentang masa depan karena menganggap doktrin ini begitu sulit dan layak diragukan. Dengan metode studi literatur, artikel ini berusaha mengungkap kekhasan pandangan amilenialism dan premilenialism sehingga nampak perbedaan di antara keduanya sebagai hasil dari penelitian ini. Di bagian penghujung, akan ada saran mengenai pandangan mana yang disarankan. Melalui artikel ini diharapkan orang percaya memahami dan meyakini masa depan sebagaimana yang Alkitab ungkapkan.
Pra Eksistensi Yesus Kristus Sebelum Kelahiran-Nya Meneguhkan Dia Sebagai Allah Fenius Gulo
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to know about Jesus Christ completely, the investigation of His existence in the Old Testament is something that cannot be ignored . If Christ's existence had only existed in New Testament times since His birth in Bethlehem, then He certainly can only be seen as a human nature and not worthy of being called Divine Nature (God). Meanwhile, the New Testament claims and proclaims that Jesus Christ is the divine God who became human. Therefore, in order to prove the New Testament essay about Him, the investigation of His existence in the Old Testament is very crucial. Thus, through some researches, an actual evidence is generated and confirmed that Christ has both pre-existence and eternity in the Old Testament before He incarnated as a human. A closer examination confirms that Christ is the true God who existed in all ages including the Old Testament. Abstrak Bahasa Indonesia Untuk mengenal siapa Yesus Kristus secara utuh, Penyelidikan keberadaanNya dalam Perjanjian Lama merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. Bila keberadaan Kristus hanya ada di zaman Perjanjian Baru sejak kelahiranNya di Betlehem, tentunya Dia hanya bisa dipandang sebagai manusia sejati dan tidak layak disebut sebagai Allah. Sementara dalam Perjanjian Baru mengklaim dan mengumandangkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati yang telah menjadi manusia. Oleh sebab itu, untuk membuktikan esai Perjanjian Baru tentang Dia, penyelidikan keberadaanNya dalam Perjanjian Lama adalah hal yang sangat penting. Maka dengan demikian, setelah melakukan penelitian, menghasilkan bukti aktual yang menyungguhkan bahwa Kristus telah memiliki Pra-eksistensi dalam Perjanjian Lama maupun kekekalan masa lampau sebelum Dia berinkarnasi menjadi manusia. Penyelidikan yang lebih teliti, menyungguhkan bahwa Kristus adalah Allah sejati yang ada di segala zaman termasuk dalam Perjanjian Lama.

Page 2 of 3 | Total Record : 24