cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 219 Documents
Efektivitas Jenis dan Frekuensi Pemberian Sampah Organik terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Biokonservasi Maggot BSF (Hermetia illucens). Dewi, Mutiarani Kartika; Widiatningrum, Talitha; Subekti, Niken; Setiati, Ning
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.64137

Abstract

Organic waste is the type of waste that has the largest amount in Indonesia. If not managed properly, the organic waste can cause various kinds problem. One of the technologies to overcome this is by means composting using Black Soldier Fly (BSF) larvae. BSF larvae (maggot) has a better decomposition ability compared to organisms as well as other microorganisms. The aims of this research is to determine the most effective substarte that can affect the growth of black soldier larvae and the speed of bioconversion. This research is a quantitative descriptive study with an expreslanatory design. The study uses two variables (independent and dependent). Independent variables in this study are feeding frequency and type of organic waste as substrate. The dependent variables in this study are the speed ofbioconversion and the growth of black soldier larvae. The instruments used in this study are experiment research. The primary Data was obtained from 8 different composition and kind of organic waste. The analysis used is univariate analysis of variance using the SPSS 25.0 application. Results showed that restaurant waste is the most effective waste for reduction by black soldier fly larvae because it produces larvae with the best growth and the highest bioconversion rate among other waste.
Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen) Mahsunah, Nuryana; Ubadillah, Rosichon; Rahayuningsih, Margareta; Priyono, Bambang
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65185

Abstract

Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.
Efektivitas Pemberian Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) pada Pakan terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh Nisa', Lailatun Nisa'; Peniati, Endah; Marianti, Aditya; Lisdiana, Lisdiana; Christijanti, Wulan
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65203

Abstract

Tepung ikan mempunyai harga yang relative tinggi, sehingga diperlukan penambahan pakan dengan kandungan protein yang tidak kalah dengan tepung ikan seperti tepung maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan larva lalat Hermetia Illucens yang dapat digunakan sebagai sumber pakan protein yang sangat baik. Tujuan penelitian yaitu menganalisis efektivitas tepung maggot BSF yang dicampur dalam pakan terhadap indeks kuning telur, bobot telur, diameter telur, dan kadar protein telur burung puyuh. Metode penelitian yang digunakan menggunakan rancang acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Puyuh dipelihara selama 3 bulan. Data dianalisis secara statistic, apabila ada perbedaan pengaruh dintara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan kualitas telur burung puyuh yang diberikan pakan berupa tepung maggot memiliki pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan antara tiap perlakuan. Simpulan yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tepung maggot dapat meningkatkan kualitas telur burung puyuh.
Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Tikus Diabetik Induksi Aloksan Priyanto, Yudi; Christijanti, Wulan; Lisdiana, Lisdiana; Marianti, Aditya
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65968

Abstract

Hiperglikemia sebagai indikator penyakit diabetes melitus merupakan kondisi gula darah yang melebihi kadar normal yang menghasilkan radikal bebas (ROS) sebagai stress oksidatif yang akan ditangani oleh antioksidan endogen terutama superoksida dismutase (SOD), Glutationin peroksidase dan katalase. Stres oksidatif akan menyebabkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan Malondialdehid (MDA). Antioksidan eksogen pada daun kelor dapat berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas antioksidan daun kelor (moringa oleifera) pada tikus diabetik yang di induksi aloksan. Kondisi Hiperglikemia didapatkan dengan penginduksian aloksan 125 mg/KgBB. Rancangan penelitian ini merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan hewan coba sebanyak 24 ekor tikus galur wistar. Tikus dibagi kedalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol atau tikus hiperglikemia (K), kemudian tikus hiperglikemia yang diberi perlakuan dengan ekstrak daun Moringa oleifera pada dosis 200 mg/KgBB (P1), 400 mg/KgBB (P2) dan 600 mg/KgBB (P3). Perlakuan dilakukan dengan pemberian ekstrak daun kelor sebanyak masing-masing dosis secara per oral selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA pada kelompok K memiliki kadar MDA tertinggi (9,77 mmol/ml) dan semakin menurun sejalan dengan ditambahkannya dosis ekstrak daun kelor yaitu P1 (5,91 mmol/ml), P2 (4,10 mmol/ml), dan P3 (2,70 mmol/ml). Sedangkan aktivitas enzim SOD kelompok K merupakan yang terrendah yaitu 19,05% dan meningkat seiring dengan jumlah pemberian ekstrak daun kelor, yaitu P1 (32,67%), P2 (55,06%), dan P3 (62,37%). Simpulan yang diambil adalah ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar MDA dan meningkatkan Kadar SOD.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Danau Tang Desa Penepian Raya Kabupaten Kapuas Hulu Romini, Romini; Riyandi, Riyandi; Yanti, Ari Hepi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.66274

Abstract

Keanekaragaman ikan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Aktivitas manusia merupakan faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya perubahan keanekaragaman dan distribusi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan dan faktor yang memengaruhi keanekaragaman ikan di Danau Tang Desa Penepian Raya Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode survei, dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling. pengambilan sampel ikan dilakukan menggunakan variasi alat tangkap yang terdiri dari rawai, jala, pukat dan bubu payung. Hasil penelitiaan ini mencatat sebanyak 14.159 individu dari 53 jenis, 32 genus dan 14 famili. Indeks keanekaragaman Shannon-winner berkisar antara 1,28-2,48 (rendah-sedang). Keanekaragaman tertinggi terjadi pada stasiun 1 yang merupakan inlet menuju danau. Faktor fisika dan kimia yang paling berpengaruh di Danau Tang yaitu kecerahan, karbondioksida dan suhu air.
Profil Antioksidan Minuman Sari Tempe Berbahan Dasar Tepung Tempe Original dan Tepung Tempe Kelor Andiniyati, Fitri; Bintari, Siti Harnina; Dewi, Pramesti; Mustikaningtyas, Dewi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.66771

Abstract

Tepung tempe dapat dijadikan sebagai substitusi makanan atau suplemen antara lain minuman sari tempe. Namun, minuman sari tempe saat ini belum banyak diproduksi. Padahal minuman sari tempe memiliki efek fungsional untuk menjaga kesehatan tubuh. Perlu adanya pengujian terhadap kualitas minuman sari tempe meliputi nilai aktivitas antioksidan, kadar protein, dan tingkat kesukaan terhadap produk minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original dan tepung tempe kelor dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 1%, 2%, dan 3%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai aktivitas antioksidan dan kadar protein minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original dan tepung tempe kelor dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3%, dan mengetahui minuman sari tempe yang paling disukai konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan berupa minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original konsentrasi 1%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original konsentrasi 2%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original konsentrasi 3%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor konsentrasi 1%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor konsentrasi 2%, dan minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor konsentrasi 3%. Masing-masing perlakuan dilakukan dua kali ulangan. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, pengujian kadar protein menggunakan metode Kjeldhal, dan pengujian tingkat kesukaan menggunakan metode hedonik. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji Anova dua arah dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan minuman sari tempe yang mempunyai nilai aktivitas antioksidan sangat kuat adalah minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor dengan konsentrasi 1% yang ditunjukkan dengan nilai (IC₅₀ < 50), minuman sari tempe dengan kadar protein tertinggi ada pada minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor dengan konsentrasi 3%, dan minuman sari tempe yang paling disukai oleh konsumen adalah minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original dengan konsentrasi 1%.
Potensi Ekstrak Buah Jambu Tangkalak (Bellucia pentamera Naudin) sebagai Penghambat Pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus Windiyanti, Riska; Khotimah, Siti; Zakiah, Zulfa
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.66777

Abstract

Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit gangguan saluran pencernaan dan infeksi. Salah satu tumbuhan obat yang dapat digunakan sebagai antibakteri adalah buah jambu tangkalak (Bellucia pentamera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah jambu tangkalak dan konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus serta golongan senyawa metabolit sekunder. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan beberapa perlakuan konsentrasi yaitu 200; 400; 600; dan 800 mg/mL serta kontrol positif antibiotik kloramfenikol 0,03 mg/mL. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah B. pentamera mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Ekstrak buah jambu tangkalak berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus. Konsentrasi 200 mg/mL ekstrak buah jambu tangkalak sudah mampu menghambat dengan zona hambat 3,82 mm (24 jam) untuk bakteri E. coli sedangkan untuk bakteri S. aureus menghasilkan zona hambat 7,12 mm (24 jam) dan 8,37 mm (48 jam). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan bakteri berpotensi sebagai bakteriostatik dengan kategori lemah. kata kunci: Antibakteri; Bellucia pentamera; Ekstrak; Escherichia coli; Staphylococcus aureus
Daftar Isi Life Science 12 (1) 2023 Science, Life
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.70728

Abstract

Daftar Isi Life Science 12 (1) 2023
Daftar Isi Life Science 13 (1) 2024 Science, Life
Life Science Vol 13 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v13i1.56005

Abstract

Edisi 13 (1) 2024 memuat 9 artikel hasil penelitian yang mencakup bidang ekologi, mikrobiologi, botani, dan zoologi. Penulis tersebar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Negeri Semarang, Universitas Tanjungpura, dan Institut Agama Islam Negeri Kudus.
Karakter Anatomi dan Kandungan Pigmen Daun Mangga Wirasangka (Mangifera indica var. Wirasangka) Rahayu, Reny; Rahayu, Enni Suwarsi; Rudyatmi, Ely; Widiatningrum, Talitha
Life Science Vol 13 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v13i1.64386

Abstract

Wirasangka mango is the identity flora of Tegal Regency. The morphological characters of the wirasangka mango have been studied, but need to be supplemented with anatomical characters. The anatomical character of the plant that needs to be studied is the anatomy of the leaves. Leaves have varying tissue structures and pigment content. This study aims to describe the anatomical characters and analyze the pigment content of wirasangka mango leaves. The characteristics and pigment content of wirasangka mango leaves have never been reported. Anatomical characters of mango wirasangka leaves were determined by cross-sectional leaf preparations using non-embedding method and whole mount leaf preparations. The pigment content of mango wirasangka leaves was analyzed using a spectrophotometer. The results of the study of the anatomical characters showed that the leaves of wirasangka mango have dorsiventral and hypostomatous leaf, have a palisade ratio of 4-5 cells, stomata are anomocytic type, guard cell length is 11.45 µm and guard cell width is 4.78 µm, and has a stomatal density of 173.25 /mm2. The chlorophyll content of shoots, young and mature leaves of wirasangka mango were 9.1 mg/l, 12.28 mg/l and 47.89 mg/l. The carotenoid content of shoots, young leaves and mature leaves were 293.51 µmol/g, 371.76 µmol/g, and 1445.88 µmol/g respectively, and the anthocyanin content of shoots, young leaves and mature leaves were respectively also 1.36 mg/100g, 0.75 mg/100g, and 0.38 mg/100g. The results of the research can be used to complete the characters that need to be observed in the characterization of wirasangka mango.