cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 219 Documents
Keanekaragaman Makrozoobentos sebagai Bioindikator Pencemaran Air di Sungai Banjir Kanal Barat Kota Semarang
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The West Flood Canal River is one of the major rivers in Semarang City which is used by the surrounding community to fulfill their daily life. The purpose of this study was to analyze the diversity, evenness and dominance of macrozoobenthos in the West Flood Canal, and to determine the effect of C-organic on the presence of macrozoobenthos. The sampling method in this study used the exploratory method. Determination of sampling stations using purposive random sampling method. The samples obtained were sorted using the hand sorting method and washed with water. The data obtained were calculated indices of diversity, evenness and dominance. The environmental parameters tested were temperature, pH, DO, salinity, brightness, and C-organic. obtained 22 species consisting of classes gastropods, bivalves, crustaceans and malacostraca with a total of 2610 individuals. The Shannon Wiener diversity index value in the West Flood Canal River is 1.51 – 1.88 which is included in the medium diversity category, the evenness index is 0.71-0.87 which is included in the high evenness category and the dominance index is 0.19-0.27 which is included in the category of low dominance. The environmental parameter values in the West Flood Canal River flow include temperatures ranging from 29-33 0C; salinity ranged from 0-29 ppt; brightness ranges from 50-59 cm; pH ranges from 7.1 to 7.3; DO ranges from 3.7-5.3 mg/L; C-organic ranged from 0.21 to 1.04. ungai Banjir Kanal Barat merupakan salah satu sungai besar di Kota Semarang yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah menganalisis keanekaragaman, kemerataan dan dominansi makrozoobentos yang ada di aliran Sungai Banjir Kanal Barat, serta mengetahui pengaruh C-organik terhadap keberadaan makrozoobentos. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode eksplorasi. Penentuan stasiun pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling. Sampel yang didapat disortir menggunakan metode hand sortir dan dilakukan pencucian dengan air. Data yang didapat dihitung indeks keanekaragaman, kemerataan dan dominansi. Parameter lingkungan yang diuji antara lain suhu, pH, DO, salinitas kecerahan, dan C-organik. didapat 22 spesies yang terdiri dari kelas gastropoda, bivalvia, crustacea dan malacostraca dengan cacah individu sebanyak 2610 individu. Nilai indeks keanekaragaman Shannon Wiener di Sungai Banjir Kanal Barat sebesar 1,51 – 1,88 yang termasuk dalam kategori keanekaragaman sedang, indeks kemerataan sebesar 0,71-0,87 yang termasuk dalam kategori kemerataan tinggi dan indeks dominansi sebesar 0,19-0,27 yang termasuk dalam kategori dominansi rendah. Nilai parameter lingkungan di aliran Sungai Banjir Kanal Barat antara lain suhu berkisar 29-33 0C; salinitas berkisar 0-29 ppt; kecerahan berkisar 50-59 cm; pH berkisar 7,1-7,3; DO berkisar 3,7-5,3 mg/L; C-organik berkisar 0,21-1,04. Keywords: Bioindicator,Diversity,Macrozoobenthos, Banjir Kanal Barat River, Bioindikator,Keanekaragaman ,Makrozoobentos,Sungai Banjir Kanal Barat
Etnopangan yang Digunakan Masyarakat Desa Lapolea Kecamatan Barangka Kabupaten Muna
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the types of plants and plant organs that are used as food sources by the people of Lapolea Village, Barangka District, West Muna Regency. The time of conducting the research starts from July 2020 to January 2021. Method used in research using interview techniques and sample collection in the field. The selection of respondents used snowball sampling. The data from this research were processed and analyzed descriptively. Based on the results of the study, it was found that there were 44 types of food plants consisting of 14 types of fruits, 12 types of spices, 11 types of vegetables, 3 types of staple foods, 2 types of tubers, and 2 types of nuts. The most commonly found families are Myrtaceae and Zingiberaceae, there are 4 types of food plants. Based on the plant organs used consisted of 24 types of fruit, 4 types of rhizomes, 4 types of tubers, 4 types of leaves, (leaves and fruit) 2 types, (leaves, fruit, and flowers) 2 types, seeds 1 type, (stem and ) 1 kind, and (fruit and flowers) 1 kind. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan dan organ tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan oleh masyarakat Desa Lapolea Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai dari bulan Juli 2020 sampai Januari 2021. Metode yang digunakan pada penelitian dengan menggunakan teknik wawancara dan pengumpulan sampel di lapangan. Pemilihan responden dengan metode snowball sampling. Data hasil penelitian ini diolah dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan sebanyak 44 jenis tumbuhan pangan yang terdiri dari 14 jenis buah-buahan, 12 jenis rempah-rempah, 11 jenis sayur- sayuran, 3 jenis makanan pokok, 2 jenis umbi-umbian, dan 2 jenis kacang- kacangan. Familia yang paling banyak ditemukan yaitu familia Myrtaceae dan Zingiberaceae terdapat 4 jenis tumbuhan pangan. Berdasarkan organ tumbuhan yang digunakan terdiri dari buah 24 jenis, rimpang 4 jenis, umbi 4 jenis, daun 4 jenis, (daun dan buah) 2 jenis, (daun, buah, dan bunga) 2 jenis, biji 1 jenis, (batang dan daun) 1 jenis, dan (buah dan bunga) 1 jenis. Keywords: etnobotanny; food ; Muna tribe, pangan; suku Muna
Pemberian Kombinasi Limbah Lumpur Kentang dan Fermentasi Ampas Kelapa Pada Larva Hermetia illucens
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

H. illucens is an insect that can be used as an alternative protein. H. illucens larvae can convert organic waste and produce animal feed at low prices without degrading its quality. The purpose of this study was to analyze the effect of giving a combination of sludge waste and fermentation of coconut pulp on the individual weight of the larvae, the survival rate of larvae, and the index of reducing waste / waste by larvae per day. This study was conducted with 4 treatments, namely A = control, B = sludge waste (75%) and fermentation of coconut pulp (25%), C = waste sludge (50%) and fermentation of coconut pulp (50%), and D = waste sludge (25%) and fermentation of coconut pulp (75%) with as much as 2 kg of waste / waste and 1333 5-DOL in each treatment for 12 days. The results showed that the highest individual weight was in the C treatment with a value (0.19 gr). The highest survival rate in treatment D was (68.92%). The highest waste reduction index is in treatment D, which is 4.07 / day. The best protein content was found in the D treatment with protein values, namely (55.85%) and fat (25.06%). The results of data analysis showed that each research parameter correlated with each other showed that the combined feed media of sludge waste and fermented coconut pulp had a significant influence. H. illucens merupakan serangga yang dapat digunakan sebagai protein alternatif. Larva H. illucens dapat mengkonversi sampah organic dan menghasilkan pakan ternak dengan harga murah tanpa menurunkan kualitas nya. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui menganalisis pengaruh pemberian kombinasi limbah lumpur kentang dan fermentasi ampas kelapa terhadap bobot akhir larva, tingkat kelangsungan hidup larva, dan kemampuan degradasi sampah/limbah oleh larva per hari. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu A = kontrol, B = limbah lumpur kentang (75%) dan fermentasi ampas kelapa (25%), C = limbah lumpur kentang (50%) dan fermentasi ampas kelapa (50%), serta D = limbah lumpur kentang (25%) dan fermentasi ampas kelapa (75%) dengan sebanyak 2 kg sampah/limbah dan 1333 5-DOL pada tiap perlakuan selama 12 hari. Hasil penelitian menunjukan bobot akhir tertinggi ada pada perlakuan C dengan nilai (0,19 gr). Tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan D sebesar (68,92%). Kemampuan degradasi sampah tertinggi ada pada perlakuan D yaitu 4,07/hari. Kandungan protein terbaik terdapat pada perlakuan D dengan nilai protein yaitu (55,85%) dan lemak (25,06%). Hasil analisis data menunjukan bahwa tiap parameter penelitian saling berkorelasi menunjukan bahwa media pakan kombinasi limbah lumpur kentang dan ampas kelapa difermentasi memiliki pengaruh yang signifikan. Keywords: Waste sludge, coconut pulp, fermentation, Limbah lumpur, ampas kelapa, fermentasi
Formulasi Sediaan Serum Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) sebagai Antioksidan
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secang wood (Caesalpinia sappan L.) contains brazilin which has antioxidant activity. Serum is one of the cosmetics with high levels of active substances. The purpose of this study was to know the physical quality. and the stability of the serum ethanol extract of Secang wood, to determine whether the serum ethanol extract of secang wood had antioxidant activity, and to know the IC50 value obtained from the serum ethanol extract of secang wood with variations in the extract concentration of 0.5%, 1%, and 2%. This study used five formulas, namely negative control, positive control, and three formulas with concentrations of ethanol extract of secang wood of 0.5%, 1%, and 2%. The method used to measure the antioxidant activity of serum is the DPPH method, by looking at the IC50 value. The IC50 was determined using UV-Vis spectrophotometry. Evaluation of the physical properties of the preparation includes organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, adhesiveness, and stability. Data were analyzed using the SPSS application. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) mengandung brazilin yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Serum merupakan salah satu kosmetik dengan kadar zat aktifnya yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui mutu fisik dan stabilitas dari sediaan serum ekstrak etanol kayu secang, mengetahui apakah sediaan serum ekstrak etanol kayu secang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dan mengetahui nilai IC50 yang diperoleh dari sediaan serum ekstrak etanol kayu secang dengan variasi konsentrasi ekstrak 0,5%, 1%, dan 2%. Penelitian ini menggunakan lima formula yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan tiga formula dengan konsentrasi ekstrak etanol kayu secang sebesar 0,5%, 1%, dan 2%. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan serum adalah metode DPPH, dengan melihat nilai IC50. Penetapan nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Evaluasi sifat fisik sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar lekat, dan stabilitas. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian didapatkan sediaan serum yang memiliki mutu fisik dan nilai IC50 yang paling baik adalah serum dengan konsentrasi ekstrak sebesar 2%, dengan nilai IC50 sebesar 34,2888 ppm dan masuk dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Keywords: Antioxidant; secang wood ethanol extract; serum; Antioksidan; ekstrak etanol kayu secang; serum
Aplikasi Kitosan Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) dalam Ransum terhadap Profil Lipid Darah Itik
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The farm sector has the potential to be developed, one of which is ducks. Ducks are birds with advantages, among others the meat's distinctive taste with high protein. However, public interest in consuming processed products from duck meat is still low because duck meat contains high cholesterol fat, which causes coronary heart disease. The main objective of this study was to analyze the effect of crab shell chitosan on the lipid profile of duck blood. This study was conducted using a sample of 24 Javan ducks aged five weeks with 4 treatment groups consisting of a control group (giving rations without chitosan), group 1 (giving rations with a dose of 1% chitosan), group 2 (giving rations with a dose of 1.5% chitosan) and group 3 (giving rations with a dose of 2% chitosan), each group was 6 ducks and carried out for 32 days.The result of the study showed that chitosan in the ratio with a dose of 1%, 1.5% chitosan, did not decrease cholesterol levels while at a dose of 2% chitosan, cholesterol levels had a lower value than the control group (without chitosan). It can reduce triglyceride and LDL levels at various doses of chitosan but did not decrease significantly. Meanwhile, the HDL levels of chitosan at various doses can increase the HDL levels in the blood of ducks with significant differences. From this study, it can be concluded that the chitosan in the ratio did not significant (P>0.05) on total cholesterol levels, LDL levels, and triglyceride levels, but had a significant effect (P<0.05) on HDL levels in the blood with an optimum dose of 1.5% chitosan in ration. Sektor peternakan memiliki potensi untuk dikembangkan salah satunya itik. Itik memiliki kelebihan yaitu dagingnya yang memiliki cita rasa yang khas dengan protein tinggi. Namun, minat masyarakat mengkonsumsi produk olahan dari daging itik masih rendah karena daging itik mengandung lemak kolesterol tinggi dan menyebabkan terjadinya jantung koroner. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis pengaruh kitosan cangkang rajungan terhadap profil lipid darah itik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel itik jawa dengan umur lima minggu sebanyak 24 ekor dengan 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol (pemberian ransum tanpa kitosan), kelompok 1 (pemberian ransum dengan dosis 1% kitosan), kelompok 2 (pemberian ransum dengan dosis 1,5 % kitosan) dan kelompok 3 (pemberian ransum dengan dosis 2% kitosan) dimana tiap kelompok 6 ekor itik, dilakukan selama 32 hari setelah itu dilakukan pemeriksaan profil lipid dalam darah dan dilakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukan kitosan dalam ransum dengan dosis 1%, 1,5%, tidak mengalami penurunan kadar kolesterol sedangkan pada dosis 2% kitosan, kadar kolesterol memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol (tanpa kitosan). Pada kadar Trigliserida dan LDL, kitosan dengan berbagai dosis dapat menurunkan namun tidak signifikan. Pada kadar HDL, kitosan dapat meningkatkan kadar HDL dalam darah itik dengan perbedaan yang signifikan. Disimpulkan bahwa kitosan dalam ransum tidak berbeda signifikan (P>0.05) terhadap kadar kolesterol total, kadar LDL, dan kadar Trigliserida akan tetapi berbeda signifikan terhadap kadar HDL (P<0.05) dalam darah dengan dosis optimum 1,5% kitosan dalam ransum. Keywords: Chitosan, Blood Lipid Profile, Duck, Kitosan, Profil Lipid Darah, Itik
Farmakokinetika Flavonoid Ekstrak Daun Tin pada Plasma Darah Tikus
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fig leaves are used in medicine. Fig leaves containt flavonoids that are important for the body because have antioxidant activity to prevent oxidative stress and various ROS-related diseases. Fig leaf extract must qualify the requirements of clinical trials to strengthen data and information in the context of developing herbal medicine industry. The variable observed was the profile of flavonoid levels in rat blood plasma through pharmacokinetic parameters, namely Cmax, Tmax, T1/2, AUC, K and absorbtion speed. The research design used is an observational design with the time series method. Fasted rats were given 800 mg of fig leaf extract orally. Plasma flavonoid levels was analyzed using HPLC-UV-VIS with rutin as standard at time series 0, , 1, 2, 4, 6, 12, and 24 hours. The results of administration of fig leaf extract were absorbed and found in plasma Cmax 0.016 mg/ml with Tmax after 4 hours of oral administration, with a half-life (t1/2) 7.5 h and AUC 0.216 mg h/ml. Based on the plasma flavonoid levels data, the value of absorption speed 0.21 mg/h and the elimination speed (K) 0.092 mg/hour were obtained. Fig leaf extract was absorbed faster and eliminated from the body longer. Daun tin digunakan dalam pengobatan. Daun tin mengandung flavonoid yang penting bagi tubuh karena memiliki aktifitas antioksidan untuk mencegah stress oksidatif dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan ROS. Ekstrak daun tin harus memenuhi syarat uji klinik untuk memperkuat data dan informasi dalam rangka pengembangan industri obat herbal. Variabel yang diamati adalah profil kadar flavonoid dalam plasma darah tikus melalui parameter farmakokinetik yaitu Cmax, Tmax, T1/2, AUC, K dan Ka. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan observasional dengan metode time series. Tikus yang sudah dipuasakan diberi 800 mg ekstrak daun tin secara per oral. Kadar flavonoid plasma dianalisis menggunakan HPLC-UV-VIS dengan standar rutin pada serial waktu 0, , 1, 2, 4, 6, 12, dan 24 jam. Hasil pemberian ekstrak daun tin diabsorbsi dan ditemukan dalam plasma darah dengan Cmax 0,016 mg/ml setelah 4 jam pemberian per oral, dengan waktu paruh (t1/2) 7,5 jam dan AUC 0,216 mg jam/ml. Berdasarkan data kadar flavonoid ekstrak daun tin dalam plasma, diperoleh nilai kecepatan absorbsi (Ka) 0,21 mg/jam dan kecepatan eliminasi (K) 0,092 mg/jam. Ekstrak daun tin diabsorbsi lebih cepat dan tereliminasi dari tubuh lebih lama. Keywords: Fig leaf extract; flavonoids; pharmacokinetics; ekstrak daun tin; farmakokinetika; flavonoid
Farmakokinetika Flavonoid Ekstrak Daun Tin pada Plasma Darah Tikus
Life Science Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v11i2.64403

Abstract

Fig leaves are used in medicine. Fig leaves containt flavonoids that are important for the body because have antioxidant activity to prevent oxidative stress and various ROS-related diseases. Fig leaf extract must qualify the requirements of clinical trials to strengthen data and information in the context of developing herbal medicine industry. The variable observed was the profile of flavonoid levels in rat blood plasma through pharmacokinetic parameters, namely Cmax, Tmax, T1/2, AUC, K and absorbtion speed. The research design used is an observational design with the time series method. Fasted rats were given 800 mg of fig leaf extract orally. Plasma flavonoid levels was analyzed using HPLC-UV-VIS with rutin as standard at time series 0, , 1, 2, 4, 6, 12, and 24 hours. The results of administration of fig leaf extract were absorbed and found in plasma Cmax 0.016 mg/ml with Tmax after 4 hours of oral administration, with a half-life (t1/2) 7.5 h and AUC 0.216 mg h/ml. Based on the plasma flavonoid levels data, the value of absorption speed 0.21 mg/h and the elimination speed (K) 0.092 mg/hour were obtained. Fig leaf extract was absorbed faster and eliminated from the body longer. Daun tin digunakan dalam pengobatan. Daun tin mengandung flavonoid yang penting bagi tubuh karena memiliki aktifitas antioksidan untuk mencegah stress oksidatif dan berbagai penyakit yang berhubungan dengan ROS. Ekstrak daun tin harus memenuhi syarat uji klinik untuk memperkuat data dan informasi dalam rangka pengembangan industri obat herbal. Variabel yang diamati adalah profil kadar flavonoid dalam plasma darah tikus melalui parameter farmakokinetik yaitu Cmax, Tmax, T1/2, AUC, K dan Ka. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan observasional dengan metode time series. Tikus yang sudah dipuasakan diberi 800 mg ekstrak daun tin secara per oral. Kadar flavonoid plasma dianalisis menggunakan HPLC-UV-VIS dengan standar rutin pada serial waktu 0, , 1, 2, 4, 6, 12, dan 24 jam. Hasil pemberian ekstrak daun tin diabsorbsi dan ditemukan dalam plasma darah dengan Cmax 0,016 mg/ml setelah 4 jam pemberian per oral, dengan waktu paruh (t1/2) 7,5 jam dan AUC 0,216 mg jam/ml. Berdasarkan data kadar flavonoid ekstrak daun tin dalam plasma, diperoleh nilai kecepatan absorbsi (Ka) 0,21 mg/jam dan kecepatan eliminasi (K) 0,092 mg/jam. Ekstrak daun tin diabsorbsi lebih cepat dan tereliminasi dari tubuh lebih lama Keywords: Fig leaf extract; flavonoids; pharmacokinetics, ekstrak daun tin; farmakokinetika; flavonoid
Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Rebung Bambu Apus (Gigantochloa apus) yang Difermentasi Naulandari, Mesi; Kurniatuhadi, Rikhsan; Rahmawati, Rahmawati
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.62706

Abstract

Bakteri asam laktat umumnya digunakan dalam proses fermentasi makanan atau minuman dari bahan dasar yang mengandung gula seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Proses fermentasi bakteri asam laktat terjadi secara spontan dengan fermentasi yang cukup sederhana, misalnya pada rebung bambu apus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri asam laktat yang diisolasi dari rebung bambu apus (Gigantochloa apus) yang difermentasi. Isolasi menggunakan metode pengenceran dan tuang (pour plate) dengan media MRSA (de Man Rogosa Sharpe Agar). Identifikasi bakteri asam laktat diidentifikasi mengacu pada Bergey’s Mannual of Determination Bacteriology. Hasil isolasi diperoleh delapan isolat yaitu dengan kode isolat MESI01, MESI02, MESI03, MESI04, MESI05, MESI06, MESI07 dan MESI08. Hasil uji morfologis, fisiologis dan analisis berdasarkan indeks kemiripan menunjukan bahwa isolat tersebut diduga merupakan anggota genus Lactobacillus dengan dugaan spesies Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus reuteri. Similaritas ke delapan isolat kurang lebih dari 70% dan mendekati angka satu, menunjukan bahwa semua isolat merupakan bakteri asam laktat dari genus Lactobacillus.
Pengaruh Intensitas Cahaya, Jenis Pemadat Media, dan Konsentrasi BAP terhadap Kadar Klorofil dan Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum indicum L.) secara In Vitro Amalia, Adninta Husnu; Habibah, Noor Aini; Rahayu, Enni Suwarsi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.63079

Abstract

Abstrak Krisan memiliki tingkat heterozigositas dan self incompatibility yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan krisan jarang membentuk biji. Perbanyakan tanaman Krisan secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Kultur in vitro dipengaruhi oleh lingkungan pertumbuhan, komposisi media dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi BAP serta interaksinya terhadap kadar klorofil dan pertumbuhan krisan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu intensitas cahaya (1000 lux, 3000 lux dan 5000 lux), jenis pemadat media (agar-agar dan vermikulit) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 0,25 ppm; 0,5 ppm dan 1 ppm) diulang sebanyak 3 kali pada setiap taraf perlakuan dengan unit perlakuan 1 eksplan/botol. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi plantlet, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan perhitungan kadar klorofil total yang seluruhnya dilakukan pada 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Kruskal Wallis serta uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan tinggi planlet hanya dipengaruhi jenis media. Interaksi media agar-agar dan BAP 1 ppm menghasilkan pertambahan tunas paling banyak, sedangkan kadar klorofil total planlet krisan tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi. Untuk perbanyakan krisan secara in vitro seebaiknya menggunakan media agar-agar + BAP 1 ppm dan pada rentang cahaya 1000 lux - 5000 lux
Analisis Kesuburan Perairan Berdasarkan Klorofil-a, Nitrat dan Ortofosfat di Pantai Pasir Putih Wates, Kaliori, Rembang Oktaviana, Clarisa Ika; Muskananfola, Max Rudolf; Purnomo, Pujiono Wahyu
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.63819

Abstract

Pantai Wates merupakan salah satu pantai pasir putih yang menjadi tujuan destinasi wisata di Kabupaten Rembang. Tingginya aktivitas manusia di sekitar pantai seperti kegiatan wisata, pemukiman penduduk, pertambakan dan kegiatan industri, dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan kualitas perairan terutama kandungan unsur hara. Unsur hara dalam perairan akan berdampak terhadap kelimpahan fitoplankton dan kandungan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton, konsentrasi, sebaran, dan hubungan antara klorofil-a, nitrat dan ortofosfat, serta mengkaji status kesuburan perairan di perairan Pantai Wates Kabupaten Rembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling pada 9 stasiun. Analisis status kesuburan perairan dengan metode TSI dan sebaran konsentrasi variabel dengan metode IDW. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.077-6.042 sel/L. Konsentrasi klorofil-a sebesar 2,117-8,376 µg/L, nitrat sebesar 0,9-1,8 mg/L dan ortofosfat sebesar 0,07-3,79 mg/L dengan sebaran cenderung menurun ke arah laut. Status kesuburan di perairan Pantai Wates termasuk kategori mesotrofik hingga eutrofik. Kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh nitrat dan ortofosfat sebesar 85,1%dengan korelasi sangat kuat, sedangkan klorofil-a dipengaruhi sebesar 52% dengan korelasi kuat.