cover
Contact Name
Muhammad Nur Murdan
Contact Email
nure1mandary@stainmajene.ac.id
Phone
+6281357285802
Journal Mail Official
pappasangjournaliat@gmail.com
Editorial Address
Jln. BLK Balai Lingkungan Kerja Kabupaten Majene, Lingkungan Passarang Kec. Banggae Kabupaten Majene Prop. Sulawesi Barat
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
Pappasang
ISSN : -     EISSN : 27453812     DOI : https://doi.org/10.46870/jiat.v3i2
Pappasang is a journal published by Department of the Quranic Studies and Tafseer, Faculty of Usuluddin, Adab and Dakwah (UAD), STAIN Majene. The journal is published twice annually (June and December) to encourage and promote the study of the Quran-Hadith and Islam and Contemporary Thought, was designed to facilitate and take the scientific work of researchers, lecturers, students, practitioner and etc. into dialogueand. Focus : to provide readers with a better understanding of Islamic Studies and present developments through the publication of articles and book reviews Scopes : a journal concern on Quran and Hadith Studies such as the Living Quran, the Quran and Social Culture, thoughts of figures about the Quranic Studies, the Exegesis Studies and etc.; Similarly, matters relating to the Hadith, the Hadith Studies, Living Hadith, Hadith and Social Culture, thoughts of figures about hadith and etc.; Islam and Contemporary Thought; Islamic Philosophy
Articles 84 Documents
Hubungan Mahram karena Penyusuan: Hadis ‘Aisyah Tentang Pertalian Mahram Antara Suami Dari Ibu Susuan Dengan Anak Yang Disusuinya ( KASUS AFLAHA) Abdul Gaffar Haris
PAPPASANG Vol. 3 No. 2 (2021): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.988 KB) | DOI: 10.46870/jiat.v3i2.84

Abstract

Hubungan Mahram Karena susuan: Hadis Aisyah tentang pertalian mahram antara suami dari ibu susuan dengan anak yang disusuinya ( kasus Aflaha) adalah objek bahasan dalam tulisan ini. Dalam ajaran islam persoalan ini telah diatur sedemikian rupa sehingga jelas status hubungan nasab dan mahram antara seorang anak dengan ibu, anak sesuan dengan saudara sesuannya. Aturan tersebut ditetapkan demi menghindari sikap amoral dalam membangun tatanan kehidupan sosial terutama terhadap kaum Hawa. Misalkan antara anak dan orang tua, saudara sekandung, saudara sesusuan tidak diperbolehkan menjalin hubungan suami isteri. Metode yang digunakan untuk membahas persoalan ini adalah library research dengan cara mengumpulkan hadis hadis dalam beberapa kitab hadis.
SUAP DALAM Q.S. AL-BAQARAH/2: 188: (STUDI ANALISIS MA’NA-CUM-MAGHZA) Ismi Wakhidatul Hikmah
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.156

Abstract

Kasus suap sangat merugikan negara dan berbahaya bagi kehidupan masyarakat karena dapat mempengaruhi tatanan sistem yang telah berjalan dengan baik. Perkara suap menggampangkan sebuah sistem untuk dirubah dengan mudahnya menggunakan uang sehingga akan terjadi ketidakadilan, kerugian, dan kekacauan dalam sebuah negara. Kasus suap menyuap ini telah dibahas oleh al-Qur’an dalam surat al-Baqarah/2 ayat 188 dan ayat ini yang akan diteliti untuk mengungkap kasus suap menyuap dalam pandangan Islam. Pada penelitian ini akan menggunakan pendekatan Ma’na-cum-Maghza dengan langkah-langkah sebagai berikut: Analisis ma’na ayat, penelusuran intertekstualitas dengan merujuk pada al-Qur’an, penelusuran intertekstualitas dengan merujuk teks-teks lain, analisis historis, dan terakhir analisis maghza ayat. Adapun hasil penelitian ini adalah suap menyuap mendapat kecaman keras dari surat al-Baqarah/2 ayat 188 yang menerangkan tentang janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lain dengan jalan yang tidak dibenarkan oleh agama atau dengan jalan yang batil dan kasus suap menyuap merupakan memakan harta dengan jalan yang batil. Suap menyuap kepada hakim sangat disoroti dalam ayat ini di mana bahaya yang sangat besar apabila dalam peradilan terjadi suap menyuap karena hal ini akan menjadikan hakim tidak adil dalam mengambil keputusan untuk para terdakwa. Kata Kunci: Suap, al-Baqarah/2 ayat 188, Ma’na-cum-Maghza.
REKONTRUKSI PEMIKIRAN HERMENEUTIKA HADIS SYUHUDI ISMAIL Umar Hadi Umar
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.166

Abstract

Dalam sejarah kesarjaan hadis di Indonesi, nama Syuhudi Ismail wajib disebut. Karena beliau adalah seorang peraih doktor pertama dalam bidang ilmu hadis di Indonesia dengan karya monumentalnya “Kaedah Kesahihan Sanad Hadis: Telaah Kritis dan Tinjauan dengan Pendekatan IlmuSejarah. Sumbangan Syuhudi dalam kesarjaan hadis di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kritik sanad. Tapi juga berkaitan dengan cara menafsirkan hadis secara akurat yang dia sampaikan dalam pidato pengukuhan guru besarnya. Dalam tulisan ini ide utamanya tentang hadis tekstual dan kontekstual akan direkontruksi menjadi pemikiran hermeneutis hadisnya sehingga menjadi salah satu sumbangan dalam khazanah penfasfsiran hadis
MEMAHAMI KEMUKJIZATAN AL-QUR’AN : (TINJAUAN ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AKSIOLOGI) Muhammad Dirman Rasyid; Anugrah Reskiani
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.178

Abstract

This study aims to describe the miracles of the Qur'an in terms of ontology, epistemology and axiology. This research is a library research, by collecting related literature from both classical and contemporary sources then presented in a qualitative descriptive manner, then analyzed (content analysis) to arrive at a conclusion. Miracles of the Qur'an is a term that emerged as a response to the inability of humans to match the beauty of language and the message it contains. The Sunni scholars believe that the miracle of the Qur'an comes from itself, while the muktazilah scholars argue that the inability of humans to compete with the Qur'an is due to the existence of al-sarfah (transfer/revocation) ability by Allah swt. to match the Qur'an. As for the degree of miraculousness of the Qur'an, the most common opinion states that it relates to a complete chapter in the Qur'an although it is short. Miracles of the Qur'an include several aspects, namely; al-i‘ja>z al-baya>ni>, al-i‘ja>z al-‘ilmi>, al-i‘ja>z al-Tasyri>‘i>, dan al-i‘ja>z al-gaibi.The miraculous function of the Qur'an is as tangible evidence of the authenticity of the Qur'an which is the word of Allah swt. which occurs in every place and time.
KONTRIBUSI AL-QUR’AN DAN HADIS DALAM MENGATASI KRISIS LAHAN Mei Nurul Habibah
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.182

Abstract

Krisis lahan merupakan hal yang krusial dan menjadi momok bagi kedaulatan negara. Hal tersebut merupakan problem yang telah menggurita secara historis. Untuk menanggulangi hal tersebut, negara sebetulnya telah mengatur agar Reforma Agraria dijalankan melalui UUPA tahun 1960. Lebih jauh dari pengesahan UU tersebut, Islam dengan al-Qur’an dan Hadis telah menetapkan konsep keadilan agraria melalui hukum dan etika yang diajarkan. Tulisan ini bermaksud mengeksplorasi konsep-konsep yang terdapat pada pedoman kaum muslimin tersebut dan bagaimana bentuk kontribusinya dalam mengatasi krisis lahan. Hasil dari penelusuran ini diperoleh beberapa poin kesimpulan mengenai peran Islam dalam upaya mewujudkan keadilan agraria dalam al-Qur’an dan Hadis. Kontribusi tersebut berupa Konsep-ideal dan praksis. Konsep-ideal yang termaktub di dalam al-Qur’an dan hadis antara lain: 1) Bumi dan seisinya adalah milik Allah yang dititipkan kepada manusia untuk dikelola demi berlangsungnya kehidupan, 2) melarang perampasan tanah, 3) menghidupi lahan yang mati 4) berserikat dalam mengelola sumber daya agraria, 5) membagi tanah kepada tunakisma dan 6) menerapkan kebijakan tanah milik publik/hima. Konsep-konsep tersebut adalah pondasi yang mengusung visi dari Islam yang mengutamakan kehidupan ‘adl wa al-ihsan. Sementara bentuk praksis dari kontribusi yang telah diberikan kepada negara, termanifestasikan ke dalam peran ulama yang telah ikut andil dalam merumuskan UUPA tahun 1960. Kata Kunci: Krisis Lahan, Al-Qur’an dan Hadis, Kontribusi Islam
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BACA TULIS AL-QUR'AN DENGAN AMALAN WADHIFAH YAUMIYAH: : STUDI LIVING QUR'AN DI TPQ AL-HUDA BANGUNSARI Astika Nur Fahriani
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah amalan Wadhifah Yaumiyah yang merupakan usaha batiniyah untuk mengoptimalisasikan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di TPQ Al-Huda Bangunsari. Dengan melibatkan ayat-ayat Al-Qur'an yang disertai munajat, amalan Wadhifah Yaumiyah dapat penulis kaji menggunakan penelitian living Qur'an dengan pendekatan fungsional. Tinjauan lapangan dan kepustakaan yang bersifat deskriptif-interaktif pada penelitian ini menghasilkan temuan, bahwa dalam amalan Wadhifah Yaumiyah terkandung beberapa Fadhilah/keutamaan yang penulis petakan menjadi dua (Fadhilah bagi pendidik dan peserta didik). Adapun fungsionalisasi amalan tersebut dalam mengoptimalkan pembelajaran baca tulis Al-Qur'an di TPQ Al-Huda Bangunsari, tercermin pada usaha peningkatan kualitas spiritual pendidik yang berdampak pada kualitas mengajarnya. Selain itu, spirit usaha batiniyah (Wadhifah Yaumiyah) dapat mewujudkan agenda evaluasi pembelajaran, dan memiliki fungsi membidik jiwa pendidik agar memiliki energi positif ketika mengajar, sehingga peserta didik dapat turut merasakan energi positif pendidik, dan mendapatkan ketenangan ketika mengaji, memiliki kejernihan berfikir untuk menerima materi, serta dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif, dengan demikian pembelajaran lebih optimal.
PROBLEMATIKA WUDHU: (STUDI NASKAH TAFSIR AL-MUNIR KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI TERHADAP QS AL-MAIDAH/5: 6) Mirsan; Andi Abdul Hamzah
PAPPASANG Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i1.198

Abstract

Berbagai macam bentuk al-Qur'an, mulai dari Nabi saw. sampai pada zaman kontemporer. Upaya dalam mengatasi ayat al-Qur'an adalah bagian dari strategi untuk membumikan isi kandunganya, karena dengan tafsiranlah para mukallaf mudah dalam mengaktualisasikan ajaran Islam yang bersumber dari asas-asas al-Qur'an sesuai dengan zamannya. Salah satu mufassir kontemporer yang terkenal banyak menguasai cabang ilmu adalah Wahbah al-Zuh}aili> dengan karya monumentalnya Tafsi>r al-Muni>r. Tafsir ini dikenal umat Islam secara luas dan banyak kalangan kalangan akademisi terutama para pengkaji al-Qur'an, karena tafsir ini memiliki kecenderungan dan pendekatan tersendiri yang mungkin jarang ditemukan pada tafsir-tafsir lain. Di dalamnya menyentuh aspek bahasa, bala>gah, i'rab, muna>sabah, sabab al-Nuzu> l dan aspek lainnya. Salah satu corak kecenderungannya adalah yuridis/fiqh, terlihat ketika menghadapi QS. al-Ma>idah/5 ayat 6 yang secara umum membahas masalah-masalah bersuci baik dari hadas\ kecil maupun hadas\ besar. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa perbedaan dalam masalah wudhu, misalnya: sebagian besar atau mengusap secara keseluruhan, itu terjadi karena berbeda dalam menilai lafaz}-lafaz} al-Qur'an.
Pemaknaan Huruf-Huruf Muqat{t{a’ah dalam Al-Qur’an : (Telaah Penafsiran Maulana Muhammad Ali) Roma Wijaya
PAPPASANG Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i2.259

Abstract

The response of the mufassir towards some muqatha'ah letters is just silence it without any attempt at interpretation. Meanwhile, Maulana Muhammad Ali is a twentieth century mufasir who interpreted the letters muqatha'ah by using several poems and sya'ir as references, but also had a view of his own. Therefore, it is interesting to trace Maulana Muhammad Ali's interpretation of the letters muqatha'ah / as well as the Ahmadiyah ideology inherent in Maulana Ali. The type of this research is a research library that examines written polemic about muqatha'ah letters. This study uses an interpretive approach that describes Maulana Muhammad Ali's interpretation of the muqatha'ah letters in his book. Also shows the dynamics of the meaning of the muqatha'ah letters from various tafsir books. The meaning of الم is defined as "I, Allah, Who Knows All". ا I, ل Allah, and م who is all-knowing. This interpretation is one of Maulana Muhammad Ali's interpretations of the Muqatha'ah letters.
Pengaruh Marji' Dhamir Terhadap Penentuan Hukum: (Study Nahwu Fiqhi pada Tiga Dhamir di Surah al-Baqarah) Aksa Muhammad Nawawi
PAPPASANG Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i2.269

Abstract

Ilmu bahasa khususnya nahwu sangat berperan penting dalam memahami teks wahyu, yaitu Al-Quran dan Hadist, sehingga orang yang tidak memiliki bekal ilmu bahasa yang mumpuni haram baginya untuk seenaknya menginterpretasikan teks wahyu serta mengistinbatkan hukum dari teks wahyu, sebab teks wahyu menggunakan bahasa arab. Perbedaan kata, huruf bahkan harakat sangat mempengaruhi makna, sehingga dari perbedaan makna akan lahir perbedaan hukum. Tulisan ini membahas tentang Analisa pengembalian dhamir pada tiga ayat ahkam di surah Al-Baqarah. Pengembalian dhamir pada ayat ahkam berperang penting terhadap penentuan makna, penentuan makna ini akan berimplikasi kepada penentuan hukum, bahkan bisa jadi ulama berbeda pandangan secar asignifikan berdasarkan dengan penentuan dhamir, bisa jadi seorang ulama berpendapat wajib pada satu ayat, namun menurut ulama lain itu sunnah. Tulisan ini merupakan study gabungan antara nahwu dan fiqhi, dengan menggunakan metode Analisa pada tiga dhamir yang terdapat pada ayat ahkam di Surah Al-Baqarah. Tulisan ini bertujuan melihat urgensi ilmu nahwu dalam memahami tesk wahyu.
Pandangan Mahmud Yunus terhadap Penggunaan Kisah Israiliyat dalam Penafsiran Alquran : (Studi Kritis atas Kitab Tafsir Qur’an Karim Karya Mahmud Yunus) M. Dalip
PAPPASANG Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Pappasang
Publisher : STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jiat.v4i2.280

Abstract

Karya tafsir berbahasa Indonesia pertama yang pernah ditulis oleh orang Indonesia sendiri adalah tafsir Quran Karim yang ditulis oleh Mahmud Yunus. Karya tafsir yang ditulis oleh Mahmud Yunus ini tidak sepopuler tafsir al-Azhar yang ditulis oleh Hamka, atau kitab tafsir al-Nur karya T.M. Hasbi ash-Shiddiqy, serta kitab tafsir al-Misbah karya M.Quraish Shihab. Pada umumnya, sebuah karya tafsir selalu memiliki kecenderungan dengan orientasi-orientasi tertentu. Seorang Mufasir dengan latar belakang faham Mu’tazilah, tentu orientasi penafsirannya selalu berlandaskan kepada ajaran Mu’tazilah. Demikian pula mufasir dari kalangan Asy’ariyah sudah barang tentu penafsirannnya cenderung mengambil faham dari alirannya. Artikel ini hendak menelusuri bagaimana pandangan Mahmud Yunus tentang penggunaan kisah-kisah Israiliyat dijadikan sebagai salah satu sumber tafsir. Selain itu artikel ini ingin juga menelusuri orientasi penafsiran dari seorang Mahmud Yunus dalam karya tafsirnya Quran karim. Pada kenyataannya, Mahmud Yunus ketika menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an selalu mengedepankan dan menjaga sikap ukhuwah Islamiyah. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya ayat-ayat al-Qur’an ditafsirkan dengan mengambil berbagai macam pendapat dari aliran atau faham dalam Islam.