cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
Peran dan Usaha Komite Sekolah Dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Mts Al Hidayah Sadeng Kota Semarang Prasetyowati, Evi; Widayati, Sri
Pawiyatan Vol 28 No 01 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.855 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: 1) peran komite sekolah; 2) usaha komite sekolah; 3) kendala yang dihadapi komite sekolah; dan 4) solusi komite sekolah dalam mengatasi kendala pada peningkatan mutu pendidikan di MTs Al Hidayah Sadeng Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jenis penelitian yang digunakan termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data digunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk uji keabsahan perolehan data digunakan triangulasi dan crosschek. Informan dalam penelitian ini adalah: 1) komite sekolah; 2) kepala sekolah; 3) Wakasek bidang humas; 4) perwakilan guru; 5) perwakilan orang tua siswa; dan 6) beberapa siswa sebagai peserta didik di MTs Al Hidayah Sadeng Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di MTs Al Hidayah Sadeng cukup optimal dan sudah baik, terutama perannya sebagai badan pertimbangan, pendukung, pengontrol, dan mediator antara orang tua atau wali murid dengan pihak sekolah; 2) usaha komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan berupa keikutsertaan dalam pengambilan keputusan/ kebijakan program sekolah, mendukung secara finansial, tenaga, dan pikiran, melakukan kontrol terhadap anggaran pendidikan, menjadi fasilitator untuk orang tua siswa, meminta saran dan masukan dari wali murid; 3) kendala yang dihadapi komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan pada masa pandemi Covid-19 terkait dengan pembelajaran daring adalah rendahnya kesadaran orang tua siswa dalam pembicaraan masalah pendidikan dan minimnya input siswa; dan 4) solusi komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan yaitu melalui pengadaan rapat rutin bersama orang tua dan pihak sekolah untuk mengevaluasi secara bersama kekurangan dan kelemahan sekolah. Kata kunci: Komite sekolah, mutu pendidikan.
REVITALISASI BENDA CAGAR BUDAYA DI KOTA SEMARANG
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang merupakan salah satu kota yang memiliki kawasan cagar budaya yang cukup banyak, sehingga Kota Semarang termasuk salah satu kota pusaka. Cagar budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang sangat penting, merupaka warisan nenek moyang bangsa Indonesia mempunyai nilai-nilai yang cukup tinggi, baik di tinjau dari latar belakang sejarah maupun dari sudut kajian arsitektur dan ragam seninya. Kota Semarang memiliki keunik sering disebut dengan “Little Netherland”, sebab kawasan kota lama pada jaman Beland merupakan pusat pemukiman, pusat bisnis, sehingga tatakotanya mengadopsi tata kota di Belanda. Saat ini kawasan kota lama kondisinya sangat memprihatinkan, tidak terawat, bahkan terkesan kumuh, pada hal kota lama menyimpan potensi yang sangat besar baik sebagai wisata, sumber belajar dan pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya. Dengan melihat permasalahan tersebut maka pokok masalah dalam penelitian ini adalah tentang revitalisasi benda cagar budaya di Kota Semarang khususnya kawasan kota lama. Pengumpulan datanya menggunakan survey intensif, wawancara mendalam dan observasi sebagai data pendukung, analisis datanya menggunakan analisis deskriptif interaktif. Hasil penelitian yang di dapat 70 % bangunan di Kawasan Kota Lama kondisinya tidak terawat dengan baik, sebab bangunan-bangunan yang ada 75 % dimiliki oleh perorangan. Untuk merawatnya dibutuhkan dana yang besar, sehingga pemerintah perlu member subsidi dana bagi pemiliknya. Upaya lain untuk melestarikan kawasan kota lama adalah dengan mengimplementasikan Undang-Undang Cagar yaitu UU no.5 tahun 1990 yang diperbaiki dengan UU No. 11 Tahun 2010. Upaya lain untuk mengidupkan kawasan kota lama adalah dengan mengadakan berbagai kegiatan yang lokasinya di kawasan kota lama, kegiatan ini antara lain adalah Car free night setiap malam minggu, konser musik, pameran-pameran, bahkan setiap minggu pagi menjadi pusat pasar benda antik. Berbagai upaya yang dilakukan oleh memerintah serta berbagai organisasi sosial merupakan upaya untuk mendorong agar kawasan kota lama dapat dijadikan sebagai tujuan wisata di Kota Semarang. Kata Kunci : cagar budaya, revitalisasi
Sumbangan Pengetahuan, Persepsi, dan Partisipasi Terhadap Pengolahan Sampah Infeksius Rumah Tangga Mulyawati, Isti; Zulfa, Nely
Pawiyatan Vol 28 No 3 (2021): Edisi Khusus Pawiyatan
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.348 KB)

Abstract

Masa pandemi virus covid-19 masyarakat dianjurkan untuk memakai masker ataupun alat pelindung diri untuk mencegah penularan virus. salah satu masalah yang ditimbulkan adalah penambahan volume sampah terutama sampah infeksius yang dihasilkan oleh riumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah untu menganalisis bagaimana pengaruh pengetahua, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah infeksius dalam rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat umum yang berusia antara 15 tahun sampai 60 tahun yang berjumlah 57 responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data diskriptif kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket untuk mengetahui pengetahuan, persepsi, partisipasi, dan pengolahan sampah infeksius rumah tangga. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan, persepsi, dan partisipasi dalam pengolahan sampah infeksius rumah tangga. Hal ini ditunjukkan dengan nilai R = 0.417 yang berarti bahwa cukup berpengaruh, dimana R Square menunjukka 0,174 dimana sumbangan pengetahuan, persepsi, dan partisipasi hanya 17,4% dalam pengolahan sampah infeksius rumah tangga, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam artikel ini. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh pengetahuan, persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengolahan sampah infeksius rumah tangga. Kata Kunci: Pengetahuan, Persepsi, Partisipasi, Sampah Infeksius Rumah Tangga
PENGELOLAAN PAUD RAMAH ANAK BERBASIS MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN METAKOGNISI
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PAUD ramah anak berbasis masyarakat merupakan layanan pendidikan anak usia dini yang memberikan pelayanan dengan memenuhi kebutuhan dasar anak, berpihak kepada hak-hak anak dan memberikan perlindungan terhadap anak. Pengelola PAUD harus memahami konsep kebermaknaan pada diri anak. Pengelola harus dapat mengedukasi seluruhstake holder dengan metode yang tepat dan hasil akhirnya bermuara pada awarness. Ramah keluarga, ramah lingkungan ramah masyarakat, ramah pembelajaran dan ramah kelembagaan adalah elemen dasar dari terwujudnya PAUD ramah anak berbasis masyarakat. Berangkat dari masyarakat dan untuk masyarakat. Gagasan MAKE (Lima Kepedulian) melalui pendekatan metakognisi adalah sebuah metode yang memiliki kekhasan yaitu awarness yang tinggi dan penemuan metode yang bersifat inovatif. Pendekatan metakognisi merupakan sebuah pendekatan yang berhubungan dengan self regulation atau regulasi diri melalui cheking, planning, monitoring, testing, revising, dan evaluating. Melalui proses tersebut akan dihasilkan kepribadian yang ramah anak yaitu peduli dengan kesadaran yang mendalam. Permasalahan yang dihadapi diselesaikan melalui problem solving yang tepat, PAUD ramah anak akan terwujud melalui kepribadian stake holder yang baik, service excellent pada semua lini, suasana PAUD yang menyenangkan, dan ramah pada seluruh layanan program yaitu TPA, SPS, KB, dan TK. PAUD ramah anak berbasis masyarakat mendapatkan dukungan sepenuhnya dari masyarakat dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Kata Kunci : Ramah Anak, Lima Kepedulian, Pendekatan Metakognisi, Pengelolaan PAUD
DAMPAK PERISTIWA MADIUN 1948 TERHADAP MASYARAKAT KOTA MADIUN
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1948 terjadi peristiwa yang menyangkut revolusi Indonesia, yaitu Peristiwa Madiun. PKI dianggap sebagai dalang yang bertanggungjawab dalam peristiwa tersebut. Peristiwa Madiun dilatarbelakangi oleh adanya Perjanjian Renville dan program ReRa oleh Kabinet Hatta yang menyebabkan adanya ketegangan diantara kalangan TNI, FDR/PKI dan masyarakat. Peristiwa Madiun 1948 merupakan upaya dari FDR/PKI untuk menguasai Kota Madiun dan mengambilalih pemerintahan dari tangan Republik. FDR/PKI mendirikan sebuah pemerintahan darurat yaitu Front Nasional Daerah Madiun. Peristiwa tersebut menelan banyak korban jiwa karena terjadi pembunuhan-pembunuhan terhadap tokoh masyarakat, pegawai pemerintahan, pasukan-pasukan pemerintah, ulama-ulama, para santri dan masyarakat biasa yang dilakukan oleh oknum-oknum PKI. Di bidang sosial, karena kekejaman PKI masyarakat Madiun cenderung menutup diri, sikap diam dan tidak berbicara terkait dengan peristiwa yang terjadi pada 1948 dianggap sebagai solusi yang tepat. Kebencian yang mendalam membekas di hati masyarakat Madiun antara kaum abangan dengan kaum santri. Di bidang ekonomi, harga-harga bahan pokok sempat mengalami penurunan dan masyarakat Madiun yang berbasis ekonomi pertanian tidak menjual hasil pertaniannya ke kota lain tetapi untuk dikonsumsi sendiri, sehingga pemenuhan kebutuhan bahan pokok dapat terpenuhi.  Kata Kunci: Peristiwa Madiun, Masyarakat
Permainan Kreatif Untuk Perkembangan Fisik Motorik Anak (Kajian Integratif Berbasis APE)
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsepsi dasar permainan kreatif adalah permainan tersebut edukatif, transformatif, sekaligus aman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini tentu saja secara langsung menemukan titik aksentuasinya dengan apa yan disebut sebagai Alat Peraga Edukatif (APE). Oleh karena itu, maka sebuah sebuah permainan kreatif mutlak dibutuhkan dalam pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini. Aktivitas-aktivitas pembelajaran seyogianya bisa diejawantahkan dalam permainan. Pada titik ini, orangtua dan pendidik atau guru memiliki kewajiban untuk memberikan permainan yang baik, aman, dan edukatif. Melalui permainan ini, anak akan bisa mendapatkan ransuman nilai dan pengetahuan, dan pada saat yang sama, tetap dalam wilayah keamanan yang terjaga. Begitu pula dengan alat peraga, sebab alat peraga tersebut bisa menjadi bagian dari permainan, atau permainan tersebut bisa dikemas dalam alat peraga yang sedang digunakan. Muara dari kombinasi menarik-unik adalah terciptanya dunia yang begitu menyenangkan bagi anak. Anak pun mampu mendapat berjibun kebaikan dan nilai-nilai positif, baik dari alat peraga yang digunakan maupun dari permainan yang sedang ditampilkan atau dilakukan. Apabila diarahkan ke dalam kajian permainan kreatif, maka hal ini pun akan menemukan titik konfirmasinya. Istilah permainan kreatif sebenarnya tidak mengacu pada tipe permainan, tetapi pada pendekatan pembelajaran yang digunakan. Pendekatan permainan kreatif digunakan sebgai dasar untuk meracang sebuah kurikulum yang disebut dengan model kurikulum permiana kreatif. Model ini awalnya dikembangkan di Universitas Tenesse, Knoxville pada tahun 1985. Secara teoretis model ini berbijak pada teori perkembangan Jean Piaget, model pembelajaran konstruktif dan praktik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan (developmentally appropriate practise) anak usia dini yang dikeluarkan oleh NAEYC. Pendekatan permainan kreatif juga berhubungan erat dengan potensi kreatif yang dimiliki tiap anak. menurut Tegano (1991) seperti  yang dikutip oleh Catron dan Allen dalam bukanya, Early Curicullum a Creative Play, model potensi kreatif anak dapat dilihat dari 2 sisi yaitu karakteristik kognitif dan kepribadian. Berdasarkan beberapa analisis di atas, maka kajian ini menitikberatkan pada internalisasi permainan kreatif tersebut pada perkembangan fisik motoric anak, khususnya dalam hal pembelajaran yang dilaluinya, sekaligus berpijak pada analisis APE atau Alat Peraga Edukatif yang ada atau yang bisa dibuat oleh guru atau pendidik. Kata Kunci: permainan kreatif, kurikulum, perkembangan, fisik morotik anak.
MEMAHAMI PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM Samidjo, Jacobus; Suharso, Yohanes
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.201 KB)

Abstract

Pamanasan gblobal terjadi karena peningkatan jumlah Gas Rumah Kaca (GRK) di lapisan udara dekat muka bumi (atmosfer). Gas tersebut memerangkap panas dari matahari sehingga menebarkan suhu bumi dan air laut semakin panas dan akhirnya lebih panas dari pada suhu normal. Dengan terjadinya pemanasan global, berbagai parameter iklim akan terganggu, sehingga dalam jangka panjang akan mengalami perubahan yang bersifat tetap. Perubahan iklim akan menimbulkan perubahan pada musim sehingga menjadi sulit diperkirakan. Pada beberapa bagian wilayah akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan yang berpotensi memicu terjadinya banjir dan tanah longsor, sedang di bagian lain bisa mengalami musim kering yang berkepanjangan, karena kenaikan suhu dan turunnya kelembaban. Dampak perubahan iklim pada kehidupan di antaranya: ketahanan pangan terancam, kelangkaan air, ancaman kesehatan, degradasi lingkungan, dampak ekonomi dan dampak pada sosial politik serta budaya.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF DENGAN METODE BERMAIN MEDIA BENDA KONKRIT PADA ANAK USIA DINI elyana, luluk; latief, abdul
Pawiyatan Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.267 KB)

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan salah satu aspek yang dikembangkan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan kognitif anak dalam kegiatan membilang di TK Annida Ya Fatimah Jepat Lor Tayu Pati. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang direncanakan dilakukan dalam 2 siklus. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik analisi deskriptif kuantitatif. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak pada kegiatan membilang tergolong rendah. Upaya yang dilakukan adalah menggunakan pembelajaran melalui bermain dengan menggunakan media benda konkrit. Hasil penelitian didapatkan bahwa dengan menggunakan metode bermain media benda konkrit dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam kegiatan membilang.
Membangun Konsep Diri Positif Pada Anak
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia sebagai organisme memiliki dorongan untuk berkembang sampai mencapai tujuan yang diinginkan. Proses perkembangan tersebut dapat membantu terbentuknya konsep diri pada individu yang bersangkutan. Sering individu mempunyai perasaan bahwa ia tidak memiliki kemampuan, padahal segala keberhasilan dapat bergantung kepada cara pandang individu terhadap kemampuan yang dimiliki. Pandangan dan sikap negatif terhadap kualitas kemampuan yang dimiliki mengakibatkan individu memandang seluruh tugas sebagai suatu hal yang sulit untuk diselesaikan. Sebaliknya pandangan positif terhadap kualitas kemampuan yang untuk diselesaikan. Oleh karena itu sangat penting pembentukan dan pengembangan konsep diri positif pada anak.Kata kunci : konsep diri positif
ARAH BARU PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER MENUJU PROFESIONALISASI KONSELOR SEKOLAH (SEBUAH KAJIAN AKADEMIK) Rimayati, elfi
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.772 KB)

Abstract

Pembelajaran berbasis pendidikan karakter sudah lama didengungkan baik oleh pemerintah ataupun pakar pendidikan. Bagi lembaga Pendidikan Tinggi Program Studi Bimbingan dan Konseling yang mengorientasikan lulusannya menjadi pendidik di bidang Bimbingan dan Konseling, pembelajaran berbasis pendidikan karakter mendesak untuk dijadikan gerakan bersama. Mengingat konselor Sekolah atau sering disebut dengan istilah guru BK adalah sosok penting yang memiliki peran cukup signifikan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi siswa. Meski demikian, asumsi : “Guru BK identik dengen Polisi Sekolah” belum juga hilang. Hal ini dikarenakan masih banyak guru BK yang belum dapat memerankan dirinya sebagai “sahabat siswa” dalam membantu menyelesaikan permasalahan mereka. Dominasi prilaku yang tidak bersahabat seperti menghukum, menginvestigasi, menyalahkan dan menghakimi sering disebut sebagai sumber lahirnya istilah polisi sekolah. Melalui pembelajaran yang berbasis pada pendidikan karakter diharapkan akan memberi kontribusi positif bagi lahirnya guru-guru BK yang profesional.

Page 11 of 21 | Total Record : 207