cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
THE EFFECTIVENESS OF USING DIRECT METHOD COMPARED WITH TOTAL PHYSICAL RESPONSE IN TEACHING VOCABULARY ON HOBBIES AND DAILY ACTIVITIES TO SIXTH GRADERS STUDENTS
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is an experimental research. In this study, the writer limits the discussion by stating the following problems:” How well do Elementary students produce their vocabulary after being taught using Total Physical Response?”, “How well do Elementary students produce their vocabulary after being taught using Direct Method?”, “Is there any difference result of teaching vocabulary to Elementary students, using Direct Method and Total Physical Response?”. The aim of this experimental research is first; to analysis how well the Direct Method influences the students in learning vocabulary. Second, how well the Total Physical Response influences the students in learning vocabulary. So, we can determine whether there is significance difference in the achievement between students who were taught using Direct Method and taught by using Total Physical Response. There were three steps in conducting this experimental research; choosing the sixth graders of MI Al Iman Gunung Pati as the population, taking two groups of the students as samples; one as an experimental group and the other as a control group that consist of 16 students each group and after that conducting the real experiment. To obtain the data, the writer used post-test only in implement the step. The result of this research showed that the experimental group got better achievement than the control group. Dealing with this experimental research, the writer suggests that Direct Method can be used as a method in teaching vocabulary to sixth graders of elementary school. The purpose is to create a new situation that makes students interested in learning English. Keywords: Teaching, Elementary School, Vocabulary, Direct Method, and Total Physical Response
Pengaruh Lingkungan Tempat Tinggal dan Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Tkr di Smk Negeri 10 Semarang Lestari, Umi Umi; Widayati, Sri
Pawiyatan Vol 28 No 02 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.576 KB)

Abstract

Pada tahun ajaran 2017/2018 pelaksanaan PPDB dilaksanakan dengan sistem zonasi, peserta didik baru di SMK N 10 semarang sebagian besar bertempat tinggal tidak jauh dari lingkungan sekolah. SMK N 10 Semarang yang terletak di jalan kokrosono no 75 Semarang. Lingkungan masyarakat daerah SMK N 10 Semarang terdapat kegiatan perjudian, minuman miras yang menjadi pemandangan biasa. Siswa SMK N 10 beberapa kali terlibat aksi tawuran antar pelajar pada tahun 2018.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa kelas X TKR di SMK N 10 Semarang. Populasi penelitian ini 80 siswa, dan sekaligus sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda, ada 2 variabel independent (X1) lingkungan tempat tinggal, (X2) lingkungan tempat tinggal dan variabel dependent (Y) tentang prestasi siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu (1) kondisi lingkungan tempat tinggal siswa SMK N 10 Semarang rata- rata di kriteria baik dengan prosentase sebesar 56 %, (2) Kondisi lingkungan sekolah di SMK N 10 Semarang berada di kriteria baik dengan rata-rata prosentase sebesar 51%, (3) Hipotesis Ha diterima dan pengaruh lingkungan tempat tinggal dan lingkungan sekolah terhadap prestasi belajar siswa dengan koefisien determinasi 21,1%. Kata Kunci: lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekolah, dan prestasi belajar.
MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT AGRIBISNIS DI KAWASAN BANDUNGAN
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana aksesibilitas kaum perempuan dalam bidang agribisnis dalam meningkatkan ketahan pangan di Kawasan Bandungan serta bagaimana kondisi social capital mempengaruhi aksesibilitas perempuan dalam bidang agribisnis di Kawasan Bandungan. Metode penelitian yang digunakan dalam tahap ini adalah metode penelitian kualitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, observasi dan dokumentasi. Untuk memeriksa keabsahan data dilakukan pengujian atau pengukuran validitas internal dan eksternal, serta menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan perempuan masih bersifat partial belum terintegasikan atau  berkembang di lembaga/intitusi kemasyarakatan yang ada di  Bandungan.  Tingkat aksesibilitas perempuan dalam bidang agribisnis menonjol dalam beberapa kegiatan yaitu perawatan tanaman, memanen dan kegiatan pasca panen sampai kegiatan pemasaran. Aksesibilitas perempuan dalam sumberdaya dan pendapatan relatif seimbang, hanya pada pengelolaan pemanfaatan biaya produksi dan kebutuhan hidup lebih dominan perempuan. Akses pemanfaatan waktu luang bagi perempuan  relatif rendah, karena dominasi kegiatan domestik. Struktur social capital masyarakat agribisnis di Kawasan Bandungan masuk dalam type outward looking, dilihat dari unsur kepercayaan, norma-norma dan jaringan antar individu, maka ukuran modal sosial atau social capital masyarakat di Kawasan Bandungan relatif besar. Model yang direkomendasikan yaitu suatu model pemberdayaan perempuan bidang agribisnis dengan  penekanan pada penguatan dan revitalisasi kelembagaan atau institusi /social capital yang  tumbuh dan berkembang, baik bidang ekonomi, social budaya, agama, dan politik, sehingga tercipta sistem koordinasi kelembagaan yang kondusif, partisipatif dan pasar bersaing bersahabat, sehingga diharapkan berpeluang meningkatkan aksesibilitas perempuan. Kondisi ideal yang terbentuk diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas perempuan agribisnis baik dalam aspek kegiatan atau aktifitas, sumberdaya, pendapatan, kepemimpinan dan waktu luang, sehingga keberdayaan perempuan dan ketahanan pangan dapat masyarakat meningkat.   Kata Kunci : pemberdayaan, social capital
Nilai-Nilai Moral dalam Film “Luca” dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Karakter Anak Pramita, Dian; Setyowati, Hery
Pawiyatan Vol 29 No 1 (2022): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.194 KB)

Abstract

Di zaman yang semakin berkembang seperti sekarang nilai moral sudah dianggap tidak penting oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan munculnya perilaku-perilaku amoral yang dilakukan oleh kaum terpelajar, ini terjadi karena akses informasi yang salah oleh mereka. Banyak informasi yang didapatkan dari media massa seperti internet, radio, surat kabar, televisi maupun film secara leluasa. Akan tetapi, tidak semua tayangan tersebut memberikan efek buruk. Salah satunya adalah film Luca. Dalam film tersebut terdapat beberapa nilai-nilai moral yang patut untuk dijadikan contoh anak-anak. Nilai-nilai moral dalam film tersebut sesuai dengan pendidikan karakter anak. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa Nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Luca antara lain: kasih sayang orangtua kepada anaknya, berusaha dengan sungguh-sungguh, orangtua harus memberikan kebebasan kepada anaknya, tolong menolong antar sesama, saling percaya antar teman/sahabat maupun keluarga, dan percaya diri. Relevansi nilai-nilai moral yang terdapat dalam film Luca dengan pendidikan karakter anak terdapat dalam nilai karakter kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, bersahabat/komunikatif, dan cinta damai. Kata kunci: Pendidikan Karakter, Nilai Moral, Anak
EVALUASI PELAKSANAAN PRAKTIKUM LABORATORIUM SAINS PADA PROGRAM GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bersifat evaluatif dengan menggunakan Stake’s Models untuk mengevaluasi pelaksanaan program praktikum IPA di PGSD pada sekolah tinggi di Jawa tengah. Subjek evaluasi adalah mahasiswa yang menawarkan mata kuliah praktek  IPA pada tahun akademik 2010/2011 yang terdiri atas dua kelas dengan total sampel 75 orang mahasiswa dan satu orang dosen pengampu mata kuliah. Pelaksanaan evaluasi berlangsung pada bulan November 2013. Data diolah secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) jumlah alat, bahan, dan buku penuntun praktikum masih belum sebanding dengan jumlah kelompok mahasiswa yang terbentuk untuk kegiatan praktikum. Ketersediaannya hanya satu set berbanding tiga kelompok mahasiswa. 2) Kinerja dosen dalam implementasi program dapat dikatakan baik meskipun ada berbagai kekurangan. 3) Kompetensi akademik mahasiswa berada pada kategori baik sekali dengan persentase sebesar 30,90%, dan itu merupakan capaian tertinggi. 4) Respon mahasiswa baik terhadap pelaksanaan program praktikum. Hal ini dibuktikan dengan persentase untuk semua item pilihan jawaban menunjukan 85% memilih setuju, 5% memilih sangat setuju, dan 10% memilih tidak setuju  dengan pelaksanaan program tersebut. Kata kunci : evaluasi program praktikum, model evaluasi Stake’s
MANAJEMEN PENGORGANISASIAN SELF REGULATED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AGAMA, MORAL DAN DISIPLIN PADA ANAK USIA DINI
Pawiyatan Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran agama moral dan disiplin merupakan salah satu materi dasar dalam pendidikan yang harus disampaikan kepada anak sebagai pondasi dasar keimanan dan panduan prilaku agar dapat menjadi individu yang baik. Pendidikan agama dan moral bertujuan untuk menumbuh kembangkan benih-benih keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT sedini mungkin dalam kepribadian anak didik yang terwujud dalam perkembangan kehidupan jasmaniah dan rohaniah sesuai dengan tingkat perkembangannya. Keberhasilan Pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa aspek, salah satunya adalah metode pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Metode pembelajaran dengan penerapan Self Regulated Learning (SRL) menjadi salah satu solusi yang dapat digunakan dalam pembelajaran agama dan moral pada anak usia dini. SRL menempatkan urgensi kemampuan anak untuk belajar disiplin mengatur dan mengendalikan diri sendiri serta belajar atas inisiatif sendiri. Hal ini sesuai dengan materi pembelajaran yang menuntut anak untuk dapat memahami agama dan mampu mengamalkan nilai-nilai moral berdasarkan kesadaran diri bukan pada unsur doktrinasi. Pembelajaran berbasis Self Regulated Learning akan membantu anak memahami dan mengamalkan materi pembelajaran agama dan moral dengan baik. Menumbuhkan inisiasi dalam pembelajaran agama dan moral guru menempatkan diri sebagai fasilitator dan motivator dengan memahami keunikan–keunikan yang terdapat pada diri anak yang muncul karena individual differences.  Anak–anak akan tumbuh rasa empatinya dan selalu bangga menemukan pengetahuan yang muncul dari perbedaan ini. Untuk itu pembelajaran SRL pada anak usia dini perlu di terapkan dalam pembelajaran agama dan moral sebagai upaya pembinaan anak sejak dini dalam menumbuhkan rasa empati dan potensi - potensi yang di miliki melalui pembiasaan–pembiasaan positif serta kesadaran melaksanakan tugas–tugasnya dengan baik dan menghargai setiap perbedaan. Kata Kunci : Pembelajaran Agama Moral dan Disiplin, Manajemen, Self Regulated Learning, Anak Usia Dini
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Zusrotin, Zusrotin
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.011 KB)

Abstract

Negara-bangsa Indonesia memiliki keberagaman, baik suku bangsa, agama, budaya, ethnis, ras, kewilayahan, dan sebagainya. Nilai-nilai multikultural (multicultural values) untuk dimasukkan ke dalam kurikulum merupakan kebutuhan yang sangat urgen, setidaknya di “titipkan” pada mata pelajaran lain yang relevan, seperti: PKn, Sejarah, dan Agama. Pendidikan multikultural mencakup seluruh peserta didik tanpa membedakan kelompok, seperti: gender, etnik, ras, suku bangsa, budaya, strata sosial, kewilayahan, dan agama, yang telah menjadi tuntutan dan keharusan dalam membangun Indonsia baru. Namun perlu disadari, pendidikan multikultural memerlukan kajian yang mendalam tentang konsep dan praksis pelaksanaannya, bahkan hingga saat ini konsep pendidikan multikultural belum dikaji secara serius dalam dunia pendidikan. Namun bila ditilik secara yuridis, sebetulnya Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah memberi peluang untuk menjabarkan lebih lanjut terhadap konsep pendidikan multikultural, melalui lembaga pendidikan yang mempertimbangkan nilai-nilai kultural masyarakat dan suku bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika
Evaluasi Pemukiman Dan Perumahan Kumuh Berbasis Lingkungan Di Kel. Kalibanteng Kidul Kota Semarang
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman merupakan bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan hutan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan. Pemukiman berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian dan tempat kegiatan yang mendukung peri-kehidupan dan penghidupan (UU RI No. 4/1992). Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau hunian yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan yaitu kelengkapan dasar fisik lingkungan, misalnya penyediaan air minum, pembuangan sampah, listrik, telephon, jalan, yang memungkinkan lingkungan pemukiman berfungsi sebagaimana mestinya; dan sarana lingkungan yaitu fasilitas penunjang yang berfungsi untuk penyelenggaraan serta pengembangan kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya, seperti fasilitas taman bermain, olah raga, pendidikan, pertokoan, sarana perhubungan, keamanan, serta fasilitas umum lainnya. Perumahan sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor resiko yang berorientasi pada lokasi, bangunan, kualifikasi, adaptasi, manajemen, penggunaan dan pemeliharaan rumah dan lingkungan di sekitarnya, serta mencakup unsur rumah tersebut memiliki penyediaan air minum dan sarana yang memadai untuk memasak, mencuci, menyimpan makanan, serta pembuangan kotoran manusia maupun limbah lainnya (Komisi WHO Mengenai Kesehatan dan Lingkungan, 2001). Kawasan pemukiman di dominasi oleh lingkungan hunian dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, tempat bekerja yang memberi pelayanan dan kesempatan kerja terbatas yang mendukung peri-kehidupan dan penghidupan. Satuan lingkungan pemukiman adalah kawasan perumahan dalam berbagai bentuk ukuran dengan penataan tanah dan ruang, prasarana dan sarana lingkungan terstuktur yang memungkinkan pelayanan dan pengelolaan yang optimal.Kata Kunci : Pemukiman dan Perumahan, Berbasis Lingkungan
Persepsi Masyarakat Kampung Nelayan Pantura Kabupaten Kendal Tentang Pentingnya Pendidikan sh, sri sayekti; Sulistiyanto, Sulistiyanto; Marini, Marini
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.828 KB)

Abstract

Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, oleh sebab itu pendidikan juga merupakan alur tengah dari seluruh sektor pembangunan. Dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia sebenarnya telah disebutkan dan diakui bahwa anak-anak pada hakikatnya berhak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan mereka seyogianya tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi secara dini. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mendiskripsikan persepsi masyarakat kampung nelayan pantura Kabupaten Kendal tentang pentingnya pendidikan bagi anak; Untuk mendiskripsikan faktor pendukung persepsi orang tua terhadap pendidikan anak-anak nelayan pantura Kabupaten Kendal. Jenis penelitian di sini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian ini dilakukan di kampung nelayan Kabupaten Kendal. Sedangkan sumber data/informan yang digunakan adalah nelayan di Kabupaten Kendal. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan persepsi orang tua terhadap pendidikan anak adalah orang tua mempunyai keinginan atau harapan yang tinggi terhadap pendidikan formal untuk anak-anaknya atau orang tua mempunyai persepsi yang positif terhadap pendidikan formal, dengan harapan orang tua setelah anak selesai menempuh pendidikan adalah anak dapat melanjutkan sekolah yang lebih tinggi dan mendapatkan pekerjaan yang baik atau layak, dan dapat membantu orang tuanya. Faktor pendukung persepsi orang tua terhadap pendidikan anak adalah adanya informasi tentang pendidikan di berbagai media, motivasi atau dorongan keluarga yang tinggi untuk menyekolahkan anak, adanya minat pribadi anak yang tinggi untuk belajar maupun untuk sekolah, dan adanya kedekatan yang baik antara orang tua dengan anak sehingga hubungan orang tua dan anak baik, dan yang menjadi faktor penghambat persepsi orang tua terhadap pendidikan adalah kurangnya minat atau kemauan anak untuk sekolah dan anak sering malas untuk belajar, terbatasnya ekonomi dengan penghasilan yang pas-pasan sehingga orang tua tidak bisa menyekolahkan anak sampai jenjang yang lebih tinggi.
Tinjauan Terhadap Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah badan usaha yang paling banyak digunakan dewasa ini dan masa yang akan datang adalah Perseroan Terbatas (PT). Perseroan Terbatas ini berasal dari Hukum Dagang Belanda yaitu Wetboek van Koophandel (WvK) yang dikenal dengan istilah Naamloze Vennoatschap (NV). Dalam rangka lebih meningkatkan pembangunan perekonomian nasional dan sekaligus memberikan landasan yang kokoh bagi dunia usaha dalam menghadapi perkembangan perekonomian dunia dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diera globalisasi pada masa mendatang, perlu di dukung oleh suatu undang-undang yang mengatur tentang perseroan terbatas yang dapat menjamin terselenggaranya iklim dunia usaha yang kondusif. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu: (1) Undang-Undang Perseroan Terbatas dibentuk dan dibangun berdasarkan latarbelakang filosofis, sosiologis serta dalam rangka memenuhi perkembangan hukum dan kebutuhan masyarakat; (2) Undang-Undang Perseroan terbatas memuat substansi pokok, seperti ketentuan umum, pendirian, anggaran dasar dan perubahan anggaran dasar, daftar perseroan dan pengumuman, tanggung jawab sosial dan lingkungan, Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan pengawas syariah dan penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan usaha; dan (3) Undang-Undang Perseroan Terbatas merupakan satu pilihan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan yaitu: (a) Menjaga kepentingan umum dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; (b) Mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui pengaturan Perseroan Terbatas sehingga menjamin adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar, menengah dan kecil; (c) Mencegah praktek monopoli dan/atau persaingan usaha yang tidak sehat; dan (d) Terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha. Kata Kunci : Undang-undang, Perseroan Terbatas.

Page 10 of 21 | Total Record : 207