cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
STUDI EKSPLORASI VIOLENCE AWARENESS PADA MAHASISWA: UPAYA PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN PADA WANITA DAN ANAK
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak kekerasan terhadap wanita dan anak masih sering terjadi di dalam dunia pendidikan. Tindak kekerasan yang paling banyak terjadi disinyalir berturut-turut adalah tindak kekerasan fisik, kemudian psikis, dan tindak kekerasan seksual. Tindak kekerasan dapat terjadi pada siapa saja, dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Salah satu tempat publik yang disinyalir sering terjadi tindak kekerasan adalah di sekolah, sedangkan tempat domestiknya adalah di rumah. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui apakah ada perbedaan Violence Awareness antara mahasiswa laki-laki dengan wanita. 2) Apakah ada perbedaan Violence Awarness antara mahasiswa jurusan kependidikan dengan non kependidikan, dan 3) untuk mengetahui karakteristik latar belakang sosial ekonomi keluarga responden. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa dari perguruan tinggi di Semarang, baik dari PTN atau PTS. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik proportional sampling.  Proporsi yang dimaksud yaitu proporsi jumlah subjek laki-laki dan wanita, serta dari jurusan kependidikan dan non kependidikan. Subjek penelitian sebanyak 160 orang terdiri dari 80 orang mahasiswa laki-laki dan 80 orang wanita. Mereka berasal dari mahasiswa kependidikan sebanyak 80 orang dan yang berasal dari non kependidikan sebanyak 80 orang. Metode pengumpulan data dengan mengkombinasikan beberapa teknik yaitu kuesioner, wawancara, focus group discussion (FGD). Metode analisis data menggunakan uji beda (t-test) untuk melihat ada tidaknya perbedaan violence awareness antara subjek laki-laki dan wanita, serta subjek dari mahasiswa kependidikan dan non kependidikan. Analisis kualitatif digunakan untuk menjelaskan dinamika yang tidak bisa didapatkan dari data kuantitatif. Hasil analisis statistik dengan uji beda (t-test) diperoleh hasil sebagai berikut (1). Terdapat perbedaan yang sangat signifikan violence awareness antara subjek laki-laki dan wanita dengan t sebesar 0,0001 dengan nilai mean wanita lebih besar dari laki-laki. Mean subjek wanita sebesar 98,97 sedangkan mean laki-laki sebesar 93,87. Hal ini berarti violence awareness wanita lebih tinggi dibandingkan dengan subjek laki-laki. (2). Tidak terdapat perbedaan violence awareness antara mahasiswa kependidikan dan mahasiswa non kependidikan, dengan t sebesar 1,08 dan nilai mean mahasiswa kependidikan sebesar 97,34 dan mahasiswa non kependidikan dengan mean sebesar 95,51. Mayoritas subjek (92%) memiliki violence awareness tinggi, dan hanya sedikit (8%) yang memiliki violence awareness rendah. Kata Kunci : Violence Awareness, mahasiswa, kekerasan, wanita dan anak.
PANDUAN PENULISAN KARYA ILMIAH
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ilmiah atau tulisan ilmiah adalah karya seorang ilmuan yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diperolehnya melalui kepustakaan, kumpulan pengalaman, penelitian dan pengetahuan orang lain. Dalam literatur lain, disebutkan bahwa karya tulis ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan yang didasar-kan pada pengkajian atau penelitian ilmiah yang ditulis secara sistematis menggunakan bahasa prinsip-prinsip ilmiah. Atau ada juga yang menyatakan bahwa karya tulis ilmiah merupakan karya tulis yang disusun berdasarkan kriteria ilmiah. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Karya ilmiah  ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan, maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering meng-angkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Jika pun tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengem-bangan dari tema terdahulu, yang disebut juga sebagai  penelitian lanjutan. Kata Kunci : Penulisan, Karya Ilmiah
Pengembangan Metode Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Menengah Pertama Melalui Pendekatan Reflective Moral Inqury
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan karakter yang merupakan upaya perwujudan amanat Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan yang berkembang saat ini. Pendidikan karakter bukan sekedar mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, lebih dari itu, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) tentang hal mana yang baik, sehingga peserta didik menjadi paham (kognitif) tentang mana yang benar dan salah, mampu merasakan (afektif) nilai yang baik dan biasa melakukannya (psikomotorik). Dengan kata lain, pendidikan karakter yang baik harus melibatkan bukan saja aspek “pengetahuan yang baik (moral knowing), akan tetapi juga “merasakan dengan baik atau loving good (moral feeling), dan perilaku yang baik (moral action). Pendidikan karakter menekankan pada habit atau kebiasaan yang terus-menerus dipraktikkan dan dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui dan menganalisis respon siswa terhadap penerapan metode pendidikan karakter dengan menggunakan pendekatan inkuiri moral secara reflektif; 2) Mengetahui dampak penerapan metode inkuiri moral scara reflektif dalam membantu siswa mengambil keputusan untuk meyakini moral tertentu sebagai standar perilaku mereka; metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan partisipasif, jenis penelitian ekspermen. Metode  pengumpulan data dengan angket, observasi lapangan dan wawancara. Analisis yang digunakan yaitu analisis dekskirptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan reflective moral inquiry, siswa dapat lebih bersemangat untuk belajar. Dengan menggunakan pendekatan reflective moral inquiry, karakter siswa dalam hal ini kejujuran, kedisiplinan, kerjasama, saling menghargai dan tangung jawab dapat dikatkan meningkat, yang diketahui peningkatan tersebut sudah cukup baik.  Kata Kunci: pendidikan karakter, reflective moral inquiry
PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA GLOBALISASI MELALUI PENDIDIKAN
Pawiyatan Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan faktor yang amat penting dalam pembangunan. Ketersediaan SDM yang berkualitas akan memberikan manfaat yang optimal bagi pembangunan untuk peningkatan dan perbaikan kesejahteraan. Secara empiris, negara-negara industry maju berbasis atau didukung oleh kualitas SDM yang handal. Di era global ini, kompetensi di berbagai bidang kehidupan antar bangsa sangat ketat. Untuk bias berkompetensi di era global ini, jelas SDM yang berkualitas handal niscaya harus dimiliki oleh setiap bangsa. Oleh karena itu, setiap bangsa dituntut untuk menyediakan SDM yang berkualitas yang jumlahnya harus memadahi. Melalui pendidikan dapat disiapkan SDM yang berkualitas. Pendidikan merupakan salah satu upaya utama untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Peningkatan kualitas SDM merupakan tanggung jawab semua pihak. Kata Kunci : SDM, Pendidikan
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA setyaningsih, sri
Pawiyatan Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.871 KB)

Abstract

Pengembangan kurikulum di Perguruan Tinggi pada prinsipnya menyesuaikan dinamika dan perubahan pada masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa berdasarkan data empiris terkait dengan perenarapan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) khususnya pada program studi Pendidikan Ekonomi IKIP Veteran Semarang. Kebutuhan dan dinamika masyarakat menjadi parameter kualifikasi capaian pembelajaran yang menjadi acuan bagi pengembangan beban studi, mata kuliah dan program pembelajaran. Guru ekonomi adalah output Sarjana S-1 yang memiliki sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan pada jenjang 6 KKNI. Dinamika masyarakat, sekolah, dan lingkungan dunia usaha-industri menjadi referensi dan subjek yang dilibatkan sejak tahapan penyusunan profil program studi, penetapan capaian pembelajaran lulusan dan mata kuliah. Penelitian menggunakan pendekatam deskriptif kuantitatif dengan subjek 90 mahasiswa. Alat pengumpulan data utama adalah angket dengan teknik analisis deskriptif persentase (DP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap: (1) KKNI dalam kurikulum Pendidikan Tinggi diperoleh skor tertinggi 76 atau 84,44% dengan kriteria sangat baik; (2) pembentukan mata kuliahndiperoleh skor tertinggi 75 atau 83,33% dengan kriteria sangat baik; (3) perumusan capaian pembelajaran dipeorleh skor tertinggi 78 atau 86,67%; dan (4) public partnership dalam pengembangan kurikulum berdasarkan KKNI diperoleh skor tertinggi 68 atau 75,56% dengan kriteria baik dari seluruh responden yang berjumlah 90 mahasiswa.
Peningkatan Kualitas Pemukiman Berwawasan Lingkungan
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan yang begitu pesat di berbagai sektor dan pertambahan penduduk telah mendorong timbulnya masalah-masalah baru yang mendesak, salah satunya adalah masalah kebutuhan pemukiman yang memadai. Banyak kawasan hunian atau pemukiman yang dulunya tertata dengan baik dan berkualitas, lama-lama menurun kualitasnya, menjadi tidak kurang nyaman,kurang sehat, menjadi kumuh bahkan tidak layak huni. Dahulu air sungai dan selokan cukup jernih, sekarang menjadi coklat bahkan hitam pekat, dahulu air tanah mudah di didapat, sekarang sulit didapat. Banjir, rob, dan longsor menjadi langganan, dan masih banyak hal-hal yang menimbulkan masalah karena ulah kita sendiri. Masalah pemukiman merupakan masalah yang sangat kompleks, karena begitu banyak faktor yang saling berkaitan satu sama yang lainnya. Pemukiman sebagai wadah kehidupan manusia bukan hanya menyangkut aspek fisik dan teknis semata, tetapi juga aspek-aspek sosial, ekonomi dan budaya dari para penghuni nya.Tidak hanya menyangkut kuantitas melainkan juga kualitas, tidak hanya menyangkut rumah tinggal saja, tetapi juga tempat kerja, bersantai, sarana dan prasarana dan lain-lain. Untuk meningkatkan kualitas pemukiman ada banyak hal yang harus dilakukan,antara lain; (1) Dirancangnya Peraturan yang baku sebagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis bagi perencanaan dan pelaksanaan serta pengawasan pembangunan pemukiman berwawasan lingkungan yang sejalan dengan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup; (2) Sosialisasi Peraturan Pembangunan Pemukiman yang Berwawasan kepada masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan; (3) Pemukiman sehat tidak hanya dijadikan program apalagi proyek, tetapi dijadikan suatu gerakan masif yang berkesinambungan; (4) Pemantauan yang terus menerus kondisi bangunan dan lingkungan yang melibatkan berbagai fihak, termasuk di dalamnya Instansi pemerintah, Perguruan Tinggi, Dunia Usaha, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Tokoh Masyarakat serta masyarakat itu sendiri; (5) Pemberian sanksi yang tegas terhadap pelanggar lingkungan, tanpa pandang bulu,sehingga menimbulkan efek jera; (6) Penataan kembali secara menyeluruh tata guna lahan dan kondisi bangunan di seluruh Indonesia. Dan kemudahan dalam mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB); (7) Perlu adanya Evaluasi yang berkesinambungan terhadap pelaksanaan program peningkatan bangunan berwawasan lingkungan.Kata Kunci : Peningkatan Kualitas, Pemukiman Berwawasan Lingkungan
Pembuatan Digester Kapasitas Volume 12 M3 Untuk Memenuhi Kebutuhan Kelompok Peternak Sapi Di Desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah achmad1, ngubaidi; Kasidi, Kasidi; Mahendra, Sena
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.947 KB)

Abstract

Di Kabupaten Kudus mengeluhkan kelangkaan tabung elpiji ukuran 3 kilogram (kg) dengan harga Rp. 14.800. Kelangkaan bahan bakar itu berimbas lesunya produksi usaha kecil. Potensi kabupaten Kudus untuk memenuhi kebutuhan elpiji sangat besar dengan membuat biogas. Jumlah kelompok peternak di kabupaten kudus yang terdaftar Bidang Peternakan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan mencapai 362 buah, dan ada 14 kelompok peternak berada di desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Kelompok peternak Gemah Makmur dan Besito Tama merupakan usaha penggemukan sapi dan salah satu sumber energi biogas. Kelompok peternak sapi ini memiliki permasalahan mulai dari kotoran sapi yang menggangu kesehatan masyarakat dan lingkungan, besarnya biaya memasak para anggota yang menggunakan gas elpiji. Tujuan kegiatan membuat dan menganalisa tekanan biogas pada alat digester kubah kapasitas 12 m3 dan instalasi saluran biogas ke rumah-rumah. Metode yang digunakan dengan membuat digester kubah kapasitas 12 m3 dengan memanfaatkan kotoran sapi. Hasilnya dengan pembuatan digester biogas dapat menghemat uang belanja Rp.4.000/hari dengan hasil biogas lebih dari 15 kg dan bisa digunakan 10-12 rumah. Tekanan biogas paling optimal 0.4206 lbf/in2 dengan jumlah lumpur 20 kg dan panjang pipa saluran biogas 10 m
Spirit dan Aktualisasi Nilai Kesejarahan Untuk Pemahaman Rasa Kebangsaan
Pawiyatan Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa kebangsaan atau nasionalisme adalah suatu untuk sikap kesetiaan atau cinta pada bangsa dan negara. Penanamannya bisa melewati berbagai cara, salah satunya adalah lewat pendidikan, terutama pendidikan sejarah. Sejarah adalah suatu ilmu yang mempelajari masa lalu manusia, dengan mempelajari masa lalu, maka kita akan dapat mengambil makna dan hikmahnya, sehingga dapat dijadikan modal untuk berperilaku di masa kini dan masa yang akan datang. Semangat dan aktualisasi rasa kebangsanaan dalam kehidupan sehari-hari anak merupakan suatu keharusan, agar sebagai generasi penerus anak mempunyai suasana kehidupan yang tenang, tentram dan damai yang berujung pada tercapainya kesejahteraan rakyat. Dengan demikian rasa kebangsaan ini dapat dijadikan modal bagi pembangunan bangsa dan negara Indonesia, lebih khusus lagi bagi anak-anak kita dalam menatap hari esoknya. Oleh karenanya pemerintah perlu mencari cara yang tepat untuk menanamkan nasionalisme atau rasa kebangsaan kepada bangsa Indonesia. Kata Kunci : Rasa Kebangsaan (Nasionalisme), Aktualisasi
Sejarah Organisasi Muhammadiyah Dalam Kontribusi Bidang Pendidikan di Kabupaten Kendal nuryanti, nuryanti nur
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.226 KB)

Abstract

Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi di Indonesia memiliki kiprah dan andil yang besar dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, juga banyak bergerak pada bidang – bidang yang lain diantaranya adalah bidang pendidikan di tingkat pendidikan Nasional hingga di daerah termasuk wilayah kabupaten Kendal. Dalam Sejarahnya organisasi ini telah memberikan kontribusi yang banyak terutama bidang pendidikan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Sejarah organisasi Muhammadiyah dalam memberikan konrtibusi pada dunia pendidikan di kabupaten Kendal. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Setting penelitian di wilayah Kabupaten Kendal. Teknik pengumpulan data berupa teknik dokumen, teknik observasi dan teknik wawancara.Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Proses analisis data meliputi empat komponen yaitu Pengumpulan data, reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa Sejarah organisasi Muhammadiyah wilayah kabupaten Kendal telah banyak cabang-cabangnya, namun masih berdiri sendiri-sendiri atau menginduk. Muhammadiyah dalam perkembangannya mengalami kemajuan yang pesat sampai pelosok tanah air baik secara vetikal maupun horisontal. Perkembangan secara vertikal yaitu berupa berdirinya wilayah-wilayah di tiap propinsi, daerah-daerah di setiap kabupaten, cabang-cabang di tiap kecamatan dan ranting-ranting serta jumlah anggotanya semakin bertambah di berbagai daerah. Perkembangan secara horizontal yaitu perkembangan dan perluasan amal usaha Muhammadiyah yang meliputi barbagai bidang kehidupan berbagai tantangan dan rintangan yang datang selalu dihadapi dengan sabar dan tawakkal. Keuletan dan semangat untuk membesarkan organisasi Muhammadiyah oleh seluruh pendukungnya, akhirnya Muhammadiyah berhasil membawa kebesaran nama dan keleluasaan gerakannya. Organisasi Muhammadiyah dalam dunia pendidikan telah memberikan kontribusi yang sangat besar diantaranya memperbaharui sistem pendidikan Islam secara modern sesuai dengan kehendak dan kemajuan jaman. tolak ukur keberhasilan peningkatan pendidikan Muhammadiyah adalah kemampuan daya serap sekolah - sekolah Muhammadiyah terhadap sekolah–sekolah disekitanya. Dalam pengelolaan sekolah swasta, biaya bersumber dari masyarakat. Sehingga dalam pengelolaan sekolah–sekolah Muhammadiyah, fungsi organisasi Muhammadiyah adalah sebagai kontrol. Disinilah letak peran organisasi Muhammadiyah yang membedakan dengan lembaga pendidikan lain dimana sekolah–sekolah dalam naungan Muhammadiyah mempunyai nilai sosial yang lebih Kata Kunci: Organisasi Muhammadiyah, bidang pendidikan
PENDIDIKAN KARAKTER, SEBUAH WACANA INTEGRASI PEMBELAJARAN
Pawiyatan Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian materi pendidikan karakter bagi anak di sekolah dirasa penting karena di dalamnya  menanamkan dan membentuk sifat atau karakter yang diperoleh dari cobaan, pengorbanan, pengalaman hidup, serta nilai yang ditanamkan sehingga dapat membentuk nilai intrinsik yang akan menjadi sikap dan perilaku bagi anak. Nilai-nilai yang ditanamkan berupa sikap dan tingkah laku diberikan secara terus-menerus, sehingga membentuk sebuah kebiasaan dan akhirnya dari kebiasaan itu akan menjadi karakter khusus bagi anak baik secara individu maupun secara  kelompok. Pendidikan karakter bangsa dapat dipadukan  dengan semua mata pelajaran. Konsekuensi dari pembelajaran terpadu, maka modus belajar para siswa harus bervariasi sesuai dengan karakter masing-masing anak. Variasi belajar dapat berupa mem-baca bahan rujukan, melakukan pengamatan, melakukan per-cobaan, mewawancarai nara sumber, dan sebagainya dengan cara kelompok maupun individual. Terselenggaranya variasi modus belajar siswa perlu ditunjang berbagai variasi modus penyampaian  oleh guru. Kebiasaan penyampaian pelajaran secara eksklusif dan pendekatan ekspositorik hendaknya dikembangkan kepada pen-dekatan yang lebih beragam seperti diskoveri dan inkuiri. Kegiatan penyampaian informasi, pemantapan konsep, pengungkapan pengalaman para siswa melalui monolog oleh guru perlu diganti dengan modus penyampaian yang ditandai oleh pelibatan aktif para siswa baik secara intelektual (bermakna) maupun secara emosional (dihayati kemanfaatannya) sehingga lebih responsif terhadap upaya mewujudkan tujuan utuh pendidikan. Dengan demikian sangat beralasan jika karakter bangsa dalam pembelajaran diintegrasikan ke dalam semua mata pelajaran. Alasan itu  karena meningkatkan akhlak luhur para siswa adalah tanggung jawab semua guru dan semua guru harus menjadi teladan yang memiliki kewibawaan yang semu. Kata Kunci : Pendidikan karakter, integrasi pembelajaran.

Page 8 of 21 | Total Record : 207