cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
PENINGKATAN SDM (SISWA) MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) suhono, agus sri
Pawiyatan Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.788 KB)

Abstract

Pendidikan dan pengajaran selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang effektif dan effisien. Upaya tersebut antara lain peningkatan sarana prasarana, peningkatan mutu, para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum secara continue. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik , sehingga yang bersangkutan mampu memiliki dan memecahkan problem pendidikan yang dihadapinya. Kurikulum yang diberlakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang dirancang untuk responsif terhadap penerapan hak asasi manusia, kehidupan berdemokrasi, globalisasi dan otonomi daerah. Keunggulannya adalah terwujudnya proses pembelajaran yang lebih menekankan pada belajar mengetahui, learning to know, learning to do, learning to be, learning tolive together . begitu pula ada beberapa strategi dalam pembelajaran yang antara lain , pembelajaran kontekstual, pengajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif, inquiry maupun yang lain-lain. Dalam proses pembelajaran guru harus memiliki strategi-strategi tertentu, banyak strategi atau metode yang digunakan dalam proses PBM. Salah satu metode yang dikembangkan seiring dengan kurikulum berbasis kompetensi adalah metode Kooperatif, dimana metode ini memiliki keunggulan dari metode yang lain.
Kepercayaan Diri Anak TK Yang Berasal Dari Kelompok Bermain dan Yang Tidak Berasal Dari Kelompok Bermain Di TK Belia Semarang
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan kelompok bermain memiliki peranan yang cukup penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pada kelompok bermain seharusnya memiliki ciri-ciri kegiatan bermain, dengan demikian anak-anak akan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. Salah satu tujuan kelompok bermain adalah untuk menyiapkan anak memasuki lembaga formal Taman Kanak-Kanak, maupun di lembaga dasar. Di dalam kelompok bermain, anak-anak dilatih dan dimatangkan kondisi psikis, rohani, intelektual dan kepribadiannya serta tingkah laku dan stabilitasnya. Salah satu kepribadian yang terbentuk adalah kepercayaan diri anak. Dengan kepercayaan diri ini anak akan dapat melaksanakan tugas-tugas di TK dengan lancar dan tak tergantung pada orang lain. Bervariasinya kepercayaan diri pada anak TK Belia Semarang yang mempunyai jumlah siswa sebanyak 41 anak membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut. Anak-anak yang masuk ke TK adalah anak-anak yang dahulunya pernah masuk di kelompok bermain. Namun juga banyak yang tidak berasal dari kelompok bermain, pastinya mereka langsung memasuki TK tanpa dengan pendidikan anak usia dini sebelumnya. Atas dasar hal tersebut di atas peneliti tertarik untuk mengetahui kepercayaan diri mereka baik yang berasal dari kelompok bermain maupun yang bukan berasal dari kelompok bermain. Dari hasil penelitian sebanyak 41 anak diperoleh data sebagai berikut: terdapat 27% anak kepercayaan dirinya tinggi, 63% anak kepercayaan diri anak cukup, 10% kepercayaan diri anak sedang dan tidak terdapat kepercayaan diri rendah (0%). Dari 27% anak yang kepercayaan dirinya tinggi, sebagian besar berasal dari kelompok bermain. Dengan uji T-Test diperoleh perbedaan yang signifikan kepercayaan diri anak antara yang berasal dari kelompok bermain dan yang bukan berasal dari kelompok bermain. Artinya anak-anak yang berasal dari kelompok bermain kepercayaan dirinya lebih tinggi dibandingkan dengan anak-anak yang bukan berasal dari kelompok bermain. Oleh karena itu digunakan angket untuk mengetahui kepercayaan diri anak, dimana guru-gurulah yang mengisi atau mengevaluasi anak-anak tersebut. Atas dasar hasil penelitian tersebut, disarankan bahwa pada orang tua untuk memasukkan pendidikan anak sejak usia dini lewat jalur-jalur pendidikan yang tersedia seperti TPA, kelompok bermain dan sebagainya, sebelum anak dimasukkan ke jenjang pendidikan berikutnya. Sebab pemberian rangsangan belajar sejak dini memungkinkan anak untuk dapat tumbuh dan berkembang lebih baik. Di samping guru yang berperan untuk membantu anak mewujudkan rasa percaya diri mereka, orang tua anak juga harus bertanggung jawab untuk tercapainya kepercayaan diri anak. Mengingat hasil penelitian ini baru mengupas sedikit tentang kepercayaan diri anak, maka menjadi rujukan bagi peneliti lain untuk mengupas lebih dalam lagi tentang kepercayaan diri anak agar diperoleh masukan yang komprehensif.Kata Kunci : kepercayaan diri, kelompok bermain
Pendidikan Karakter Sebagai Transformasi Nilai-Nilai Luhur Bangsa susuiatik, titik
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.955 KB)

Abstract

Pendidikan karakter di sekolah merupakan penanaman sikap dan kepribadian kepada peserta didik untuk investasi kehidupan kelak dalam bermasyarakat. Karakter dibentuk melalui penanaman dalam berbagai metode dan media yang dikembangkan berdasarkan kearifan lokal dan perubahan sosial yang terjadi. Pendidikan karakter kearifan lokal adalah pendidikan karakter yang dikembangkan berdasarkan produk kebudayaan masyarakat pendukungnya, yang mencakup filosofi, nilai-nilai, norma, etika, folklore, ritual, kepercayaan, kebiasaan, dan adat-istiadat. Salah satu wujud kearifan lokal di Jawa adalah “Kasusastran”. Sastra Jawa Klasik yang merupakan puncak kearifan Jawa pada masanya dapat dijadikan sumber muatan isi (content) dan media melalui proses transformasi sesuai dengan perkembangan jaman. Pendidikan karakter tidak dapat diajarkan melalui proses kognitif, melainkan melalui pengembangan pembiasaan dan penanaman nilai secara inklusif yang terintegrasi dengan semua piranti pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Untuk menjawab relevansi materi dengan perubahan sosial sekarang adalah melalui usaha-usaha transformasi. Persoalan utama yang perlu dikembangkan terlebih dahulu adalah pengembangan “content” atau muatan isi sebagai dasar kebutuhan pendidikan karakter. Oleh sebab itulah pendekatan pedagogi kritis akan digunakan dalam menganalisis, memberi argumen, dan menjelaskan transformasi nilai-nilai luhur Sastra Jawa Klasik sebagai pengembang muatan isi pendidikan karakter kearifan lokal di sekolah. Pedagogi kritis sebagai pendidikan penyadaran kontekstual diterapkan dalam mentransformasikan nilai-nilai luhur Sastra Jawa Klasik Jawa melalui muatan lokal berisi: 1) hakikat hidup dan keseimbangan spiritual; 2) hakikat berkarya dan pengembangan potensi diri peserta didik melalui berkarya; 3) hakikat kedudukan diri pribadi di tengah masyarakat yang sesuai dengan ruang dan waktu; dan 4) hakikat hidup dan keseimbangan hidup dengan lingkungan alam dan relasi-relasi sosial.
Permasalahan Anak Berbakat Di Indonesia
Pawiyatan Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakat yang dimiliki oleh sebagian individu  masih belum terwujud,yaitu masih berupa potensi ,maka perlu dikembangkan. Berkembangnya bakat dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor lingkungan. Sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memiliki peranan yang cukup besar untuk mengembangakan bakat khususnya bagi peserta didik. Banyak peserta didik yang memiliki bakat yang luar biasa , tetapi tidak dapat berkembang secara optimal. Hal ini berarti ada permasalahan dengan keberbakatan yang dialami oleh peserta didik. Salah satu penyebab permasalahan tersebut adalah kurang atau belum adanya pelayanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meskipun saat ini di sekolah baik negeri maupun swasta telah menyelenggarakan pendidikan khusus untuk anak berbakat akademik (program akselerasi ),namun masih banyak mengalami permasalahan. Untuk itu penyusunan  program pendidkan di sekolah bagi peserta didik harus disesuaikan dengan kebutuhan dan juga budaya Indonesia. Kata Kunci : Anak berbakat dan Permasalahanya
Pengaruh Tingkat Kecemasan dan Resilience Terhadap Motivasi Berprestasi Mahasiswa Prodi Bk-Fkip Universitas IVET novi, widya; Haksasi, Banun Sri
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.466 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis secara empiris data: 1) pengaruh tingkat kecemasan terhadap motivasi berprestasi; 2) pengaruh resilience terhadap motivasi berprestasi; dan 3) pengaruh tingkat kecemasan dan resilience terhadap motivasi berprestasi pada mahasiswa prodi BK-FKIP Universitas IVET di Semarang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain tipe eksplanatori, yaitu suatu penelitian yang berusaha menjelaskan hubungan kausal/sebab-akibat antara variabel yang digunakan melalui pengujian hipotesis. Subjek penelitian sebanyal 71 mahasiswa dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan angket. Alat pengumpul data utama adalah angket, sebelum digunakan sebagai alat pengumpul data di lapangan telah dilakukan uji instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas, hasilnya instrumen yang digunakan telah valid dan reliabel. Teknik analisis data dari penelitian yang bersifat asosiatif ini digunakan teknik analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada pengaruh positif dan signifikan tingkat kecemasan terhadap motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,792 atau 79,2%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator tingkat kecemasan; 2) ada pengaruh positif dan signifikan resiliensi terhadap motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,751 atau 75,1%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator resiliensi; dan 3) ada pengaruh positif dan signifikan tingkat kecemasan dan resiliensi terhadap motivasi berprestasi mahasiswa sebesar 0,772 atau 77,2%, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar indikator tingkat kecemasan dan resiliensi. Kata Kunci: Kecemasan, resilience, motivasi berprestasi.
STUDI PENINGKATAN MUTU PEMBUATAN DAN REKONDISI PEGAS ULIR JIS G4801 SUP 9 DI BALAI YASA PT. KERETA API INDONESIA MANGGARAI JAKARTA
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi yang diaplikasikan untuk membentuk material dapat mengubah sifat dari suatu material. Pada penelitian tentang Studi Peningkatan Mutu Pembuatan dan Rekondosi Pegas Ulir JIS G4801 SUP 9 di Balai Yasa PT. Kereta Api Indonesia Manggarai Jakarta sebagai komponen bogie kereta api, Adapun proses perlakuan panas bertujuan untuk mengubah sifat mekanik pada produk melalui mekanisme transformasi difusi maupun geser. Perlakuan panas pada proses pembuatan pegas diperlukan untuk menaikkan σu (kekuatan ultimate), sehingga kita mendapatkan perbandingan E u σ sebesar-besarnya. Dengan semakin tingginya perbandingan ini, maka umur pegas juga akan lebih panjang. Bahan dasar pegas yang digunakan adalah baja  JIS G4801 SUP 9.Tujuan dari penelitian ini untuk perancangan proses pembuatan dan control kualitas yang tetapdapat dilaksanakan oleh Balai Yasa Manggarai Jakarta, mempertahankan harga yang relative rendah dan pemanfaatan dan mempertahankan kualitas pegas ulir yang telah mengalami pengurangan regangan setelah terpakai, diperbaiki kembali. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan adanya peningkatan harga kekerasan dan perubahan struktur mikro dari material pegas sehingga peningkatan mutu pembuatan dan perbaikan pegas ulir di Balai Yasa Manggarai dapat tercapai. Dari literatur diperoleh bahwa mekanisme yang menyebabkan proses penguatan ini adalah transformasi martensitik, dan mekanismenya bergantung pada temperatur dan waktu. Berdasarkan harga keuletan, rasio E u σ , dan penampakan inklusi, material dasar pegas JIS G4801 SUP 9 asal Jepang cukup baik untuk dipilih sebagai material dasar pegas ulir. Dan proses produksi pegas ulir di Balai Yasa Manggarai diperlukan kontrol kualitas yang baik serta memenuhi standar proses pembuatan pegas ulir agar peningkatan mutu selalu tercapai. Kata kunci : Pegas ulir, Perlakuan panas, Analisa proses produksi
Peran Pembelajaran PAUD dalam Membentuk Karakter di Era Revolusi Industri 4.0 Fitriati, Radiana
Pawiyatan Vol 28 No 02 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.671 KB)

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pondasi untuk membentuk karakter sumber daya manusia Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran pembelajaran PAUD dalam membentuk karakter di era revolusi industri 4.0. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek PAUD Terpadu Lab. Belia IKIP Veteran Semarang. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD Terpadu Lab. Belia IKIP Veteran Semarang telah berperan untuk mempersiapkan karakter anak didiknya sesuai tuntutan di era revolusi industri 4.0. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pendidikan karakter di PAUD Terpadu Lab. Belia IKIP Veteran Semarang dimplementasikan dalam kurikulum secara holistik dan integratif.
MENANGANI / COPING STRESS PADA PENDIDIK PAUD SAAT AKREDITASI
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mengenali dan mendeteksi serta mengevaluasi kelayakan diri dari suatu lembaga PAUD, maka dilakukan diakreditasi. Dalam pelaksanaan akreditasi terlihat tanda-tanda stress yang dialami para pendidik maupun pengelola lembaga PAUDcara untuk mengurangi dan menghilangkan stresnya atau biasa disebut dengan coping stress. Copingyang digunakan yaitu emotion-focused coping dan problem-focused coping. Emotion-focused coping digunakan untuk mengatur respon emosional terhadap stres yang dilakukan melalui dua pendekatan yaitu perilaku dan kognitif.  Kata Kunci : Penanganan Stress, Akreditasi.
Dampak Belajar Dari Rumah (BDR) Terhadap Perkembangan Motorik Halus Sebagai Persiapan Kemampuan Menulis Permulaan Anak Usia Dini Di Tk It Al-Hikmah 2 Semarang Mubaroq, Akhmad Khusni; Muryani, Arlis; BA, Maria Denok
Pawiyatan Vol 29 No 1 (2022): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.202 KB)

Abstract

Wabah covid-19 telah melanda di berbagai aspek kehidupan salah satunya bidang pendidikan. Kebijakan yang diterapkan pemerintah dalam bidang pendidikan adalah dengan menerapkan sistem belajar dari rumah (BDR) yang diharapkan akan memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pendidikan anak prasekolah merupakan usia masa peka pada anak yang memasuki periode sensitif dan mengalami banyak perkembangan, salah satunya adalah bentuk perkembangan motorik halus. Motorik halus sangat penting untuk menunjang kesiapan anak dalam menulis permulaan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling. Sumber data penelitian adalah guru dan orang tua siswa di TK IT Al Hikmah 2 Semarang. Data penelitian ini diperoleh dari hasil angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Angket dan wawancara diisi oleh guru dan orang tua sedangkan observasi dan dokumentasi dilakukan selama proses pembelajaran dilakukan. Hasil penelitian yang diperoleh adalah proses pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) terhadap perkembangan motorik halus sebagai persiapan kemampuan menulis permulaan anak usia dini di Tk IT Al- Hikmah 2 Semarang dilaksanakan dua cara yaitu menggunakan media WatshApp dengan memanfaatkan panggilan video dan orang tua mengambil penugasan peserta didik dengan datang ke sekolah sebanyak 2 kali dalam sepekan. Selain itu, belajar dari rumah (BDR) menimbulkan suasana membosankan, tingkat kedisiplinan anak menurun, motivasi belajar peserta didik kurang, kurang fokus dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran dan suasana belajar yang kurang menyenangkan. Dalam hal perkembangan motorik halus sebagai kemampuan menulis permulaan anak menjadi lambat dan tidak terkontrol karena sebagian orang tua yang sibuk bekerja dan tidak ada pengawasan secara maksimal. Kata Kunci : Covid 19, BDR, Motorik halus, Menulis permulaan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERVISI SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY AND SOCIETY) DAN BERBASIS KEWIRAUSAHAAN KIMIA (CHEMOENTREPRENEURSHIP) KOMPETENSI TERKAIT HIDROKARBON DAN MINYAK BUMI
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dalam rangka menghasilkan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) kompetensi terkait hidrokarbon dan minyak bumi yang valid dan efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkan minat berwirausaha siswa kelas X SMAN 4 Semarang tahun ajaran 2011/2012. Pengujian pengembangan bahan ajar dan pembelajaran menggunakan rancangan penelitian pretest and posttest group design yang dilakukan pada kelas terbatas dan kelas luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) dapat meningkatkan prestasi belajar kelas luas dengan peningkatan sebesar 0,70 (tinggi) dan 78,12% siswa mempunyai minat berwirausaha dengan kategori sangat tinggi. Sedangkan respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) menghasilkan respon positif serta pembelajaran dapat dikatakan praktis dan efektif. Dengan demikian pengembangan bahan ajar bervisi SETS dan berbasis kewirausahaan kimia (chemoentrepreneurship) disimpulkan dapat meningkatkan prestasi belajar dan menumbuhkan minat berwirausaha siswa. Kata Kunci : bahan ajar, visi SETS, kewirausahaan kimia, hidrokarbon dan minyak bumi

Page 6 of 21 | Total Record : 207