cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
Model Pengembangan Kompetensi Konselor Multikultur Berbasis Experien Learning Melalui Media Film Populer
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asean Economic Community as a political decision sparing us not only have an impact on economic aspects alone, but also have implications for the culture. One indicator is the cross-cultural in a society that virtually no screen. Counseling as a profession affected indirectly,. Therefore, for counselors generally require the development of multicultural competence and particularly on the prospective bearers of the counseling profession. Development of multicultural counseling competencies-based experiential learning by using media popular film intended as innovative and strategic efforts to address the demands and needs.  Keywords: Multicultural Counseling Competence Development. Experiential Learning, Media Popular Film
PROSES PEMBENTUKAN KELEKATAN PADA BAYI Hardiyanti, Dwi
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.883 KB)

Abstract

Kelekatan merupakan sebuah ikatan emosional antara anak dan orang tuanya yang terjalin sejak dini. Kelekatan ini bukan hanya sebatas ikatan emosional melainkan juga dasar bagi perkembangan sosial emosi anak ke depannya. Anak membangun kelekatan ini dengan figur lekatnya yang dapat saja berupa ibu, ayah, pengasuh atau anggota keluarga lainnya. Kelekatan pasti terbentuk pada anak, hanya ada anak yang mengembangkan bentuk kelekatan aman sedangkan yang lainnya mengembangkan bentuk kelekatan yang tidak aman. Kelekatan yang aman akan membawa dampak positif bagi perkembangan anak sedangkan kelekatan yang tidak aman akan membawa dampak negatif bagi perkembangan anak. Dampak negatif ini dapat berupa permasalahan perilaku, sosial atau emosi yang akan sulit tertangani karena letak permasalahannya ada pada hubungan orang tua dan anak yang tidak berjalan harmonis. Dampak positif yang muncul pada anak dengan kelekatan yang aman adalah anak akan menjadi individu yang mandiri, berani dan percaya diri walaupun berada di lingkungan baru serta kemampuan adaptasinya baik yang akan membuat anak ini menjadi individu yang menyenangkan. Kesimpulannya adalah sangat penting membentuk kelekatan yang aman pada anak agar perkembangan sosial emosionalnya menjadi lebih optimal.
Penanggulangan Narkoba Di Kalangan Remaja
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Narkoba merupakan obat, bahan, atau zat dan bukan tergolong makanan jika diminum, diisap, dihirup, ditelan atau disuntikkan, berpengaruh terutama pada kerja otak (susunan syaraf pusat), dan sering menyebabkan ketergantungan. Akibatnya kerja otak berubah, demikian juga fungsi vital organ tubuh lain ( jantung, peredaran darah, pernapasan dan lainnya). Dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba sudah terbukti pada generasi muda seperti kerusakan fisik (otak, paru-paru, jantung, syaraf-syaraf, gangguan mental, emosional dan spiritual, akibat lebih lanjut adalah daya tahan tubuh lemah. Remaja merupakan usia transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa. Usia ini sangat rentan dengan pengaruh dari luar termasuk penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu arahan dan bimbingan dari orang tua sangat dibutuhkan agar remaja terhindar dari penggunaan narkoba. Kualitas bangsa dimulai dari kualitas keluarga, oleh karena itu kesadaran para orang tua untuk menjaga anak-anaknya terutama remaja dari pencemaran akibat narkoba sangat signifikan. Upaya penanggulangan narkoba di kalangan remaja menjadi tanggung jawab bersama keluarga, sekolah dan masyarakat.Kata Kunci : Penyalahgunaan narkoba, Remaja
MUSEUM SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH nuryanti, nuryanti nur; Slamet, Slamet; Zusrotin, Zusrotin
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.91 KB)

Abstract

Museum sebagai sumber belajar dapat menjadi program pendidikan yang mendorong kompetensi, belajar menilai, berpikir kritis dan selanjutnya mendorong peserta didik berani/mahasiswa untuk memberikan sebuah tanggapan serta komentar terhadap sebuah peristiwa sejarah yang telah terjadi, sehingga proses pembelajaran terpusat pada peserta didik/mahasiswa. Permasalahan penelitian adalah: 1) bagaimana dukungan penggunaan koleksi museum dalam penerapan media pembelajaran sejarah?; 2) bagaimana langkah penggunaan museum sebagai media pembelajaran sejarah?; dan 3) kendala apa yang ditemui penerapan museum sebagai media pembelajaran sejarah dan bagaimana solusi pemecahannya? Hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa penggunaan museum sebagai media pembelajaran sejarah masih kurang optimal, karena kurangnya publikasi dari pihak pengambil kebijakan serta berbagai kendala yang ditemukan. Hal ini berdampak pada tradisi lama guru/dosen dalam mengajar mengunakan metode konvensional, sehingga peserta didik/mahasiswa merasa bosan dan menganggap pelajaran sejarah sebagai pelajaran yang menghafal urutan peristiwa atau waktu.
Pandangan Masyarakat Tentang Penyelenggaraan Program Studi PG PAUD Di IKIP Veteran Semarang
Pawiyatan Vol 20 No 4 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kebutuhan untuk melakukan pembenahan penyelenggaraan pendidikan sebelum pendidikan dasar, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangatlah penting dalam rangka untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Kebutuhan akan pembenahan penyelenggaraan PAUD itu tentu dipicu oleh besarnya minat masyarakat seperti tampak pada banyaknya penyelenggaraan berbagai bentuk PAUD oleh masyarakat. IKIP Veteran sebagai salah satu LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) mempunyai peran sangat penting untuk mempersiapkan calon tenaga pendidik yang profesional sesuai standart yang berlaku. Dengan mengantisipasi kebutuhan masyarakat tersebut, lembaga IKIP Veteran melalui upayanya telah membuka jurusan/program baru yaitu program pendidikan guru PAUD, sejak bulan Juli tahun 2008 sesuai dengan ijin penyelenggaraan yang telah di keluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Setelah kurun waktu 3 tahun lebih semenjak SK ijin penyelenggaraan program studi PG PAUD S1 turun, maka dirasa perlu melakukan penelitian evaluasi secara mendalam tentang bagaimana pandangan masyarakat tentang penyelenggaraan program S1 (PAUD) di IKIP Veteran Semarang. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 150 orang responden dengan rincian sebagai berikut : untuk mahasiswa yang sudah lulus angkatan pertama PG PAUD sebanyak 100 orang (dari transfer) sedangkan yang 50 orang adalah mahasiswa reguler yang sekarang semester VIII. Data yang diambil dari responden meliputi data tentang identitas responden. Data lain yang diambil yaitu pengetahuan responden (sikap responden) tentang dibukanya program S1 PAUD di IKIP Veteran Semarang. Penilaian tentang penyelenggaraan program studi PG PAUD yang terdiri dari sistem penyelenggaraan dengan SKS, jumlah total SKS, masa studi, rata-rata bobot per mata kuliah, penilaian terhadap kurikulum, biaya penyelenggaraan dan cara pembayarannya. Disamping itu juga diperoleh data tentang bagaimana minat mereka untuk kuliah di IKIP Veteran Semarang jurusan PG PAUD. Untuk mengungkap data tersebut digunakan angket, kemudian hasilnya dideskripsikan dengan tabulasi melalui prosentase. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa evaluasi secara mendalam tentang bagaimana penyelenggaraan program PAUD diperoleh data sebagai berikut: bahwa hampir semua responden menyatakan setuju dengan pembukaan program studi PG PAUD di IKIP Veteran Semarang mengingat mereka merasa terbantu dengan adanya program studi ini, yaitu bisa kuliah tapi juga bisa tetap bekerja sebagai guru TK/RA atau di PAUD sejenis. Minat mereka juga masih tinggi. Hal ini juga didukung oleh instansi mereka untuk melanjutkan kuliah di program studi PG PAUD IKIP Veteran Semarang. Bahkan instansi mereka juga berminat memakai lulusan dari program studi PG PAUD IKIP Veteran Semarang, serta mereka juga menyarankan orang lain, teman sejawat atau rekan seprofesi untuk kuliah disini. Penilaian terhadap kurikulum umumnya dinyatakan baik. Hal ini berlaku untuk jumlah SKS 159, rata-rata bobot per mata kuliah 2 SKS dan lama studi 4 tahun. Dari penilaian kurikulum dan sejumlah mata kuliah yang disajikan ditemukan beberapa mata kuliah yang mereka anggap kurang baik karena mata kuliah tersebut terlalu over yaitu : Psikologi Perkembangan, Pembinaan Kompetensi Mengajar II (PKM II), PKL II (Praktek Kerja Lapangan II) dan Statistik. Rekomendasi dari penelitian ini adalah pembukaan jurusan PG PAUD ternyata diminati oleh masyarakat (baik alumni dari D2 PGTK IKIP Veteran Semarang maupun masyarakat yang lain). Perombakan kurikulum untuk program studi PG PAUD penting dilakukan. Ada beberapa mata kuliah yang layak dipertimbangkan kemunculannya mengingat mata kuliah tersebut terlalu over atau tumpang tindih dengan mata kuliah yang lain.Kata Kunci : Masyarakat, PAUD, Pendidikan
Pengaruh Motivasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Dampaknya Pada Karir Dosen slamet, slamet
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.149 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui secara empiris dan signifikan pengaruh: (1) motivasi kerja terhadap kinerja dosen; (2) kepuasan kerja terhadap kinerja dosen; (3) motivasi kerja terhadap karir dosen; (4) kepuasan kerja terhadap karir dosen; (5) kinerja terhadap karir dosen; (6) motivasi kerja terhadap kinerja dampaknya pada karir dosen; dan (7) kepuasan kerja terhadap kinerja dampaknya pada karir dosen. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan expost facto untuk mengetahui korelasi keempat variabel yang digunakan. Penelitian dilaksanakan di IKIP Veteran Semarang dengan subjek 98 dosen. Metode pengumpulan data digunakan dokumen dan angket. Dokumen untuk mengetahui: jumlah, nama, lama kerja, jenjang kepangkatan, jafa dosen, dan sebagainya, sedangkan angket digunakan untuk memperoleh informasi dari persepsi responden terhadap variabel motivasi kerja (X1), kepuasan kerja (X2), kinerja dosen (Y), dan karir dosen (Z). Teknik analisis data digunakan dua model, yaitu analisis deskriptif persentase dan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen; (2) kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen; (3) motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap karir dosen; (4) kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karir dosen; (5) kinerja dosen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap karir dosen; (6) motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen dampaknya pada karir dosen; dan (7) kepuasan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen dampaknya pada karir dosen IKIP Veteran Semarang.
MENANAMKAN JIWA WIRASWASTA MELALUI PENDIDIKAN
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih ada sebagian orang beranggapan bahwa kewiraswastaan adalah merupakan dunianya para pengusaha besar dengan modal yang besar pula yang semata-mata menghasilkan untung. Pengertian kewiraswastaan sebenarnya tidaklah sesempit hanya mencari untung yang bersifat materi saja, tetapi menyangkut semua aktivitas baik yang bersifat profit oriented maupun yang di luar itu, misalnya di lingkungan BUMN, Koperasi, Pendidikan dan sebaginya. Kewiraswastaan adalah sifat-sifat keberanian, kekuatan dan keteladanan dalam mengambil risiko yang bersumber pada kemampuan sendiri, pendekar kemajuan baik dalam kekaryaan pemerintahan maupun di luar pemerintahan dalam arti yang menjadi pangkal keberhasilan seseorang. Untuk menanamkan jiwa wiraswasta dapat dimulai sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan formal bisa mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai jenjang perguruan tinggi. Kata kunci: jiwa wiraswasta, pendidikan.
Dampak Pengembangan Kawasan Objek Wisata Pantai Morosari Dan Tambakbulusan Bagi Perkembangan Keswadayaan Kehidupan Ekonomi Kreatif Warga Masyarakat Kabupaten Demak Sujatmiko, Amin; slamet, slamet
Pawiyatan Vol 28 No 01 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.277 KB)

Abstract

Peran berbagai unsur terkait dan warga setempat perlu ditingkatkan dalam upaya pengembangan keswadayaan kehidupan ekonomi kreatif warga selaras tujuan perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan suatu wilayah, sehingga tujuan penelitian adalah: 1) menganalisis kondisi aktual masyarakat Desa Morosari dan Desa Tambakbulusan kaitannya dengan kawasan objek wisata pantai; 2) menganalisis dampak pengembangan kawasan objek wisata pantai bagi pengembangan keswadayaan ekonomi kreatif bagi masyarakat sekitar; 3) menganalisis berbagai potensi ekonomi lokal guna menunjang tumbuhkembangnya berbagai kegiatan ekonomi kreatif dengan potensi keswadayaan warga masyarakat; dan 4) menganalisis hambatan yang dihadapi dan upaya pemecahan demi terwujudnya keswadayaan masyarakat berdasar potensi lokal dalam pengembangan ekonomi kreatif pada masyarakat sekitar. Bentuk dan terapan metode penelitian digunakan pendekatan kualitatif. Penetapan subjek atau informan digunakan teknik pusposif, sedangkan teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara mendalam, studi dokumen, dan pengamatan lapangan. Adapun keabsahan data digunakan teknik triangulasi dengan analisis data model analisis interaktif pola siklus yang dikembangkan Miles & Huberman. Hasil penelilian: 1) keberadaan masyarakat daerah penelitian bersifat homogen dan sebagian besar sebagai petani tambak; 2) masyarakat cukup memahami tentang perencanaan dan pelaksanaan program pengembangan kawasan wisata dalam batas dan potensi pelibatannya pada peningkatan kehidupan sosial ekonomi warga; 3) dampak program pengembangan kawasan wisata pantai cukup positif bagi perkembangan keswadayaan kehidupan ekonomi kreatif warga sekitar walau masih terbatas pada potensi ekonomi lokal yang sebagian besar warga petani tambak; dan 4) hambatan yang dihadapi terkait pendanaan (masih terbatasnya pos APBD) untuk pengembangan aset lokal, upaya yang ditempuh sebagai solusi adalah peningkatan progran pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan potensi ekonomi warga sekitar yang dimungkinkan dapat menunjang manfaat dampak pengembangan objek wisata pantai tersebut. Kata kunci: wisata pantai, keswadayaan ekonomi kreatif.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA DALAM PENELITIAN KUALITATIF
Pawiyatan Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang utama adalah observasi partisipatif dan wawancara mendalam, ditambah kajian dokumen, yang bertujuan tidak hanya untuk menggali data, tetapi juga untuk mengungkap makna yang terkandung dalam latar penelitian. Dalam melakukan observasi partisipatif, peneliti berperan aktif dalam kegiatan di lapang, sehingga peneliti dengan mudah mengamati, karena berbaur dengan yang diteliti. Penggunaan cheklist  hanya sebagai pelengkap, utamanya adalah membuat catatan lapangan yang terdiri dari catatan deskriptif yang berisi gambaran tempat, orang dan kegiatannya, termasuk pembicaraan dan ekspresinya, serta catatan reflektif yang berisi pendapat, gagasan dan kesimpulan sementara peneliti beserta rencana berikutnya. Dalam wawancara mendalam sebaiknya digunakan wawancara terbuka yang dapat secara leluasa menggali data selengkap mungkin dan sedalam mungkin sehingga pemahaman peneliti terhadap fenomena yang ada sesuai dengan pemahaman para pelaku itu sendiri, jika perlu dibantu alat perekam. FGD atau diskusi kelompok terarah dapat digunakan untuk mengungkap data dan pemaknaannya dari sekelompok orang berdasarkan hasil diskusi yang terfokus atau terarah pada suatu permasalahan yang akan diteliti. FGD merupakan bagian dari wawancara kelompok, karena kebenaran data bukan lagi subyektif individual, tetapi menjadi kebenaran kelompok. Kajian dokumen dilakukan dengan cara menyelidiki data yang didapat dari dokumen, catatan, manuskrip, file, foto dan hal-hal lain yang sudah didokumentasikan. Keabsahan data dilakukan pada saat pengumpulan data untuk menjaga agar hasil penelitian tetap valid dan reliabel. Dengan cara meningkatkan derajat kepercayaan, keteralihan, kebergantungan dan kepastian. Analisis data dilakukan selama dan sesudah pengumpulan data dilakukan. Kata Kunci : Teknik Pengumpulan data, Penelitian Kualitatif, Makna  
Menyemai Karakter Anak Usia Dini Berbasis Nilai – Nilai Pancasila Irnawati, Irnawati; Ihwanto, Muhammad Arif
Pawiyatan Vol 28 No 3 (2021): Edisi Khusus Pawiyatan
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.777 KB)

Abstract

Anak usia dini merupakan sosok unik dengan potensi yang masih murni, yang akan bersinar dengan nilai pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk menelisik cara menyemai karakter anak usia dini berbasis nilai-nilai Pancasila khususnya nilai ketuhanan di TPA Hanifa. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif-analitis dengan desain fenomenologi. Subyek penelitian yaitu guru dan siswa TPA Hanifa, pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis penelitian menggunakan miles dan Huberman yaitu koleksi data, reduksi data, display data dan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan pertama, istilah menyemai sebagai kata untuk mengungkapkan proses pendidikan karakter anak usia dini berbasis nilai-nilai Pancasila. Kedua, proses menyemai dilakukan melalui bermain dan kegiatan humanis sesuai dengan usia perkembangan anak. Ketiga, nilai-nilai Pancasila khususnya nilai ketuhanan menjadi sumber utama pendidikan karakter di TPA Hanifa guna menumbuhkembangkan karakter Pancasilais. Kata Kunci: Karakter, Anak Usia Dini, Nilai – Nilai Pancasila

Page 7 of 21 | Total Record : 207