cover
Contact Name
Muhammad Farid
Contact Email
mfarid01@yahoo.com
Phone
+6285280442063
Journal Mail Official
lppm.hattasjahrir@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. email: lpm@hattasjahrir.ac.id
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
ISSN : 25497502     EISSN : 28288459     DOI : -
MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA NAIRA.
Articles 69 Documents
PENERAPAN SISTEM INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA) UNTUK PENINGKATAN PERFORMA KOMODITAS BUDIDAYA LAUT DAN KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN DI KEPULAUAN BANDA NAIRA, MALUKU Abdullah Saimima; Aditya Putra Basir
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.368 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis performa komoditas budidaya laut yang diterapkan melalui sistem budidaya laut terintegrasi serta untuk menganalisis kondisi lingkungan (Pra dan Pasca) kegiatan budidaya laut terintegrasi. Model IMTA yang akan digunakan pada penelitian ini merupakan kombinasi antara ikan baronang dan rumput laut. Ikan baronang dibudidayakan pada keramba jaring apung (KJA) yang merupakan pusat dari sitem IMTA. Sedangkan rumput laut dibudidayakan menggunakan rakit apung berukuran 7x7m, yang diletakkan di areal sekitar KJA. Jenis ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan Baronang (Siganus sp.) Ikan baronang dipilih sebagai komoditas utama dalam penelitian ini karena ikan baronang merupakan salah satu ikan ekonomis yang banyak ditemukan di perairan pesisir laut banda dan belum digunakan sebagai objek budidaya. Selain itu, bibit ikan baronang banyak tersedia di alam dan mudah diperoleh untuk kegiatan budidaya. Ikan baronang akan dipelihara pada enam KJA dengan ukran 1m x 1m x 1m untuk masing-masing KJA. Setiap lubang KJA diisi 50 ekor ikan baronang dengan ukuran rata-rata 7-8 cm/ekor. Kegiatan budidaya rumput laut menggunakan sistem rakit apung dengan ukuran 4 m x 4 m dengan jumlah 5 rakit apung. 3 rakit diletakkan dengan jarak 50 m di sekitar KJA. Sedangkan 2 rakit lainnya sebagai kontrol dan diletakkan pada jarak 2-3 Km dari KJA.Pemeliharaan ikan baronang dan rumput laut dilaksanakan selama kurang lebih 45 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa budidaya dengan sistem IMTA jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional tanpa merusak lingkungan perairan dan habitat terumbu karang yang mendominasi substrat dasar perairan laut Banda, sehingga sistem IMTA dapat menjadi contoh pengembangan kegiatan budidaya perikanan dan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari di Kepulauan Banda juga dapat terus berkembang.
ANALISIS LAHAN POTENSIAL UNTUK KEGIATAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PANTAI KAMPUNG BARU DESA PULAU HATTA, KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH Aditya Putra Basir; Abdullah Saimima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.403 KB)

Abstract

Kesesuaian lahan merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan budidaya. Berbagai parameter seperti paramaeter ekologi (Fisik, kimia dan biologi) perairan sebagai parameter utama serta berbagai parameter pendukung seperti kriteria sosial- infrastruktur (jarak ke pemukiman, jarak ke pasar dan jarak ke pelabuhan) harus menjadi acuan dalam penentuan suatu kawasan yang akan dijadikan sebagai lokasi budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya dukung perairan, mengidentifikasi tingkat kesesuaian lahan serta mengukur luasan perairan Pantai Kampung Baru Pulau Hatta yang dapat digunakan untuk kegiatan Budidaya Rumput Laut (K.alvarezii). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengujian laboratorium. Tahapan dalam penelitian meliputi penentuan titik sampling, pengukuran kriteria ekologi (salinitas, suhu, DO, pH, kecerahan, arus, kedalaman air dan keterlindungan), pengukuran kriteria sosial-infrastruktur (jarak ke pemukiman, jarak ke pasar dan jarak ke pelabuhan) dan faktor pembatas. Data hasil pengukuran akan dilakukan analisis spasial dengan pendekatan sistem informasi geografis. selanjutnya dilakukan analisis overlay untuk menggabungkan peta tematik dari semua parameter. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta kawasan potensial untuk budidaya rumput laut di perairan pantai Kampung Baru Pulau Hatta. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh wilayah perairan Pantai Kampung Baru Pulau Hatta masuk dalam kategori sesuai dan sangat sesuai dalam kriteria lahan potensial untuk kegiatan budidaya rumput laut.
BEBERAPA ASPEK BIOLOGI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG TERTANGKAP DENGAN MINI PURSE SEINE (Jaring Bobo) DI PERAIRAN KEPULAUAN BANDA MALUKU TENGAH Budiono Senen; Sahdan La Aci
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.859 KB)

Abstract

Penangkapan ikan layang (Decapterus macrosoma) di perairan kepulauan Banda Naira pada umumnya dilakukan dengan menggunakan jaring bobo (purse seine). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa aspek biologi ikan layangseperti; tingkat kematangan gonad, faktor kondisi, nisbah kelamin dan hubungan panjang berat. Lokasi penelitian di sebelah utara pulau Naira, kemudian data dianalisa, analisa hubungan panjang berat ikan dilakukan dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Hide (1963) dalam Effendie (1979) dengan rumus sebagai berikut: W = aL b dengan W adalah berat ikan (gram), L adalah panjang ikan (mm), serta a dan b adalah konstanta (Effendie 1979). Analisa nisbah kelamin dihitung dengan cara membendingkan jumlah ikan jantan atau ikan betina dengan jumlah ikan keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. Faktor kondisi dihitung dengan sistem metrik (Effendie, 1979) dengan rumus K = W observasi / W kalkulasi dengan keterangan K adalah Faktor kondisi tiap ikan, W observasi adalah Berat tubuh ikan saat observasi (gram) dan W kalkulasi adalah Berat tubuh ikan berdasarkan formula yang diperoleh (gram). Jumlah ikan layang (Decapterus sp) pada penelitian sebanyak 186 ekor yang terdiri dari 83 ekor ikan jantan dan 103 ekor ikan betina. Pada ikan jantan nilai b > 3 (allometrik positif) dan ikan betina nilai b > 3 (allometrik positif). Secara keseluruhan, ikan layang jantan mendominasi TKG I, V dan II, sedangkan ikan betina mendominasi TKG I, II dan V. Dengan presentasi secara keseluruhan ikan jantan 48,4 % dan ikan betina 51,6 %. Umumnya perbedaan jumlah ikan layang yang tertangkap oleh nelayan berkaitan dengan proses alamiah dari strategi reproduksi ikan tersebut. Faktorkondisi relatif terendah ikan layang jantan adalah 0,622 – 1,557 dengan nilai tertinggi pada minggu ke-IV dan ikan layang betina adalah 0,491 – 1,538 dengan nilai tertinggi pada minggu ke-III. Perbedaan nilai faktor kondisi ikan layang diduga karena daerah operasi penangkapan ikan layang merupakan tempat mencari makan, sehingga terjadi persaingan dalam memanfaatkan sumber makanan yang sama untuk kelangsungan hidup ikan layang tersebut.
PENGARUH WARNA WADAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN BUTTERFLY (Chaetodon lunulatus) Jenny Abidin; Abdullah Saimima; Sutiska E Idris
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 01 (2022): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.21 KB)

Abstract

Ikan hias air laut merupakan salah satu jenis ikan yang dapat dibudidaya, merupakan komoditas ekonomis yang sangat potensial di Indonesia. Untuk mendukung upaya meningkatkan keberhasilan rekayasa budidaya ikan Butterfly (Chaetodon lunulatus) pada akuarium dapat dilakukan dengan cara rekayasa lingkungan. Penelitian warna wadah dilakukan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Butterfly (Chaetodon lunulatus) yang terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang mengaplikasikan 3 perlakuan warna wadah ( hijau, merah dan kuning). Waktu penelitian selama 6 minggu, berdasarkan uji statistik ANOVA menunjukkan bahwa nilai Fhitung > dari Ftabel pada selang kepercayaan 95%. Angka tersebut memperlihatkan bahwa ada pengaruh yang nyata dari perlakuan warna wadah terhadap laju pertumbuhan bobot ikan Butterfly (Chaetodon lunulatus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna wadah berpengaruh terhadap pertumbuhan rata-rata bobot tertinggi pada perlakuan B (wadah merah 0,30 gram), perlakuan A (wadah hijau 0,24 gram) dan terendah pada perlakuan C (wadah kuning 0,22). Sedangkan nilai rata-rata pertumbuhan panjang tertinggi juga pada perlakuan B (wadah merah 0,275cm), perlakuan wadah hijau A yaitu (0,23 cm) sedangkan perlakuan terendah yaitu perlakuan C wadah kuning (0,205 cm). Kelangsungan hidup selama penelitian tertinggi pada perlakukan B yaitu 88,3 %, diikuti oleh perlakuan A (66,7 %) dan Nilai terendah kelangsungan hidup ikan terdapat pada perlakuan C ( 50 %).
KEANEKARAGAMAN, KESERAGAMAN DAN DOMINANSI JENIS PLANKTON DI PERAIRAN PANTAI PASIR PANJANG PULAU GUNUNG API DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA Munira; Rosni Astuti Siahaya; Ruliati Yusuf; Rinaldi Aminudin
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 01 (2022): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.895 KB)

Abstract

Plankton adalah organisme yang hidup melayang atau mengambang di dalam air. Kemampuan geraknya terbatas sehingga organisme tersebut selalu terbawa oleh arus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi plankton yang terdapat di perairan pantai pasir panjang. Manfaat dari penelitian ini sebagai bahan informasi untuk mengetahui jenis-jenis plankton yang terdapat di perairan pantai pasir panjang pulau gunung Api Desa Nusantara Kecamatan Banda. Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan mulai dari bulan Juli sampai dengan Agustus 2021. Pengambilan sampel plankton dilakukan pada satu titik yang mewakili bagian tengah area penelitian sebanyak 2 kali dengan volume air sebanyak 10 liter. Sampel plankton yang ditemukan sebanyak 15 jenis yang terdiri dari zooplankton sebanyak 5 jenis dan fitoplankton 10 jenis. indeks keanekaragaman zooplankton pada bulan Juli adalah 1,55698, bulan Agustus 1,5641 sedangkan fitoplankton pada bulan Juli: 2,19981, bulan agustus 2,15682. Indeks keseragaman zooplankton adalah 0,9674 (Juli), 0,97183 (Agustus). Indeks keseragaman fitoplangkton di bulan Juli: 0,95537 sedangkan bulan Agustus -0,9367. Indeks dominansi zooplankton bulan Juli: 0,221 dan bulan Agustus 0,217 sedangkan fitoplankton yaitu 0,120 (bulan Juli) dan 0,127 (bulan Agustus). Kondisi perairan pada pantai pasir panjang pulau gunung api Desa Nusantara memiliki nilai parameter pH 6-8, Salinitas 35%, dan Suhu 26-27⁰C.
POTENSI Lambis sp (SIPUT GAI-GAI) DI PERAIRAN PANTAI DESA DWIWARNA KECAMATAN BANDA MALUKU TENGAH Budiono Senen; Jenny Abidin; Rahmat A. Sulaiman
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 01 (2022): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.579 KB)

Abstract

Perairan pantai Desa Dwiwarna merupakan salah satu daerah yang memiliki hamparan daerah pasang surut yang sangat luas (zona intertidal) yang sangat subur karena memiliki banyak biota yang beragam dan mendiami dasar perairan tersebut. Misalnya saja terumbu karang, siput, teripang, lamun, bivalvia, jenis ikan karang serta masih banyak lagi biota lainnya. keberadaan jenis biota tersebut membuat kita semakin ingin mempelajari lebih dalam baik itu habitat, penyebaran serta fungsi ekologis dan ekonomisnya bagi masyarakat. Penelitian ini betujuan untuk melihat potensi siput Lambis sp atau siput gai-gai dengan mengacu pada jenis dan jumlah yang ditemukan pada Perairan Pantai Desa Dwiwarna Kecamatan Banda. Manfaat yang ingin dicapai adalah sebagai bahan informasi tentang keberadaan siput Lambis sp bagi masyarakat serta dapat dijadikan dasar untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah koleksi bebas dimana setiap kali sampel ditemukan akan dikoleksi dan dihitung serta diidentifikasi jenisnya untuk keperluan pembuatan laporan hasil penelitian. Titik pengambilan sampel yaitu pada bagian bawah pasar lama yang berbatasan dengan pantai Desa Kampung Baru, sepanjang garis pantai menuju pantai Tita Baru dan berakhir pada Pantai Tita Lama. Panjang garis pantai diperkirakan kurang lebih 500 meter. Selain data jenis dan jumlah siput gai-gai yang ditemukan perlu dicatat juga data panjang dan berat sebagai bahan informasi tambahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis siput Lambis sp yang ditemukan di Perairan Pantai Desa Dwiwarna adalah 2 jenis yaitu : Lambis lambis dengan jumlah 19 individu dan Lambis scorpius subspecies Indomaris dengan jumlah 1 individu. Dari 20 ekor individu yang ditemukan terdapat 2 ekor siput lambis lambis yang sedang melakukan pemijahan secara alami.
STUDY KOMPARATIF BULU BABI (Diadema setosum) DI PANTAI TITA DAN PANTAI LAMANE KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Munira; Budiono Senen; Yuniarti Marjud
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 01 (2022): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.471 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan, dengan luas wilayah laut lebih besar dari luas daratan. Kekayaan ini menunjukkan tingginya potensi sumberdaya hayati laut sebagai salah satu sektor penting yang perlu diperhatikan dan dikembangkan dalam rangka menyelenggarakan tataniaga sektor perikanan. Bulu babi termasuk dalam anggota Filum Echinodermata. Anggota dari Filum Echinodermata terdiri dari beberapa kelas, salah satunya yaitu Echinoidea yang merupakan hewan laut berbentuk bulat dan memiliki duri pada kulitnya yang dapat digerakkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai kepadatan jenis bulu babi Diadema setosum yang berada di daerah lamun dan daerah tidak berlamun. Manfaat yang diharapkan ialah sebagai data awal atau informasi bagi masyarakat maupun peneliti yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai Diadema setosum. Penelitian ini berlokasi di Pantai Tita yang mewakili pantai berlamun dan Pantai Lamane yang mewakili pantai tidak berlamun di Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Alat dan bahan yang digunakan ialah rol meter, pipa, patok kayu, alat tulis menulis, kamera. Data bulu babi Diadema setosum yang dikumpulkan kemudian dihitung nilai kepadatan dan dilihat komparasinya.. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepadatan tertinggi Diadema setosum pada stasiun II dengan jumlah 174 individu, dan dengan tingkat kepadatan 0,0348 ind/m2. Sedangkan kepadatan terendah terdapat pada stasiun I yaitu dengan jumlah 3 individu dengan nilai kepadatannnya 0,0006 ind/m2.
ANALISIS USAHA BUDIDAYA IKAN DENGAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG (KJA) DI PERAIRAN PANTAI PASIR PANJANG DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Aditya Putra Basir; Abdullah Saimima; Eka S. Djaya; Septika Hamdja
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 01 (2022): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.81 KB)

Abstract

Potensi perikanan yang cukup baik di bidang usaha budidaya ikan dan memiliki prospek untuk dikembangkan adalah usaha budidaya sistem Keramba Jaring Apung. Dalam penelitian ini, jenis ikan yang di pelihara dalam usaha keramba jaring apung (KJA) yaitu ikan bubara (Caranx tille). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil usaha budidaya ikan sistem keramba jaring apung dan pendapatan usaha budidaya di Perairan Pantai Pasir Panjang Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Teknik pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis hasil budidaya ikan bubara (Caranx tille) dengan menggunakan sistem keramba jaring apung (KJA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata investasi dan biaya produksi yang di keluarkan untuk usaha ikan bubara sebesar Rp. 16.500.000 dan pendapatan bersih yang diterima pembudidaya adalah sebesar 6.300.000.
PEMETAAN LOKASI BUDIDAYA LOBSTER Panulirus sp. DI PERAIRAN DESA LONTHOIR BANDA NAIRA MALUKU TENGAH Jenny Abidin; Aditya Putra Basir; Emil Sjahman
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 7 No 01 (2021): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.613 KB)

Abstract

Pemanfaatan hasil laut di Perairan Desa Lonthoir Kecamatan Banda MalukuTengah pada umumnya masih mengandalkan hasil tangkapan di alam. Besarnyapotensi perairan pantai yang dimiliki Desa Lonthoir dimanfatkan sebagai daerahpengembangan budidaya Lobster. Berdasarkan survey ditemukan sejumlahpopulasi lobster dari jenis Panulirus sp yang mendiami dasar perairan tersebut.Oleh karena itu perlu dilakukan kajian tentang pemetaan lokasi yang potensialuntuk budidaya Lobster yang sesuai dengan kondisi perairan Desa Lonthoir.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan lahan yang sesuai untukbudidaya Lobster di perairan Desa Lonthoir sedangkan manfaatnya adalah dapatmemberikan deskripsi wilayah yang sangat sesuai, dan tidak sesuai untukkegiatan budidaya di perairan Desa Lonthoir. Teknik Pengumpulan Data melalui,data primer dan data sekunder. Analisis data pada penelitian ini menggunakananalisis spasial, analisis skala banding berpasangan ( Analitical HierarchyProcess ) dan analisis overlay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukungPerairan Desa Lonthoir terdiri dari tiga kelas kesesuaian yaitu sangat sesuai,sesuai, dan tidak sesuai. Tingkat kesesuaian lahan untuk budidaya di perairanDesa Lonthoir untuk kategori sangat sesuai terletak tepat pada perairan DesaLonthoir. Lokasi yang tidak sesuai adalah di daerah pintu masuk jalur transportasiantar pulau dan sering terkena hantaman ombak dan gelombang tinggi padamusim angina barat.
LIFE FORM KARANG PADA KAWASAN TAMAN WISATA PERAIRAN (TWP) DI LOKASI YANG BERBEDA KECAMATAN BANDA MALUKU TENGAH Budiono Senen; Nurdin La Puasa
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 7 No 01 (2021): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.036 KB)

Abstract

Secara umum kondisi terumbu karang di kepulauan Banda masih dalam kondisibaik, namun terdapat beberapa tekanan dari sampah, penambangan batu karang,penangkapan ikan dengan cara merusak (destruktif), penanaman bubu. Aktifitastersebut pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan terhadap ekosistemterumbu karang serta biota yang ada di terumbu karang, dan akhirnya akanmempengaruhi tingkat produktifitas perairan serta terumbu karang di kawasantersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pertumbuhan(life form) karang pada lokasi yang sering mendapatkan tekanan di Pulau Nairadan Pulau Syahrir. Manfaat yang dapat peroleh sebagai bahan informasi bagipengelolaan sumberdaya karang dimasa akan datang khususnya di Perairan PulauNaira dan Pulau Syahrir.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bentukpertumbuhan karang pada setiap stasiun penelitian didominasi oleh karangAcropora. Persentase penutupan karang biotik pada stasiun I rata-rata sebesar13,9%, pada stasiun II rata-rata sebesar 38,7%, sedangkan pada stasiun III rataratasebesar 37,67%.