cover
Contact Name
Muhammad Farid
Contact Email
mfarid01@yahoo.com
Phone
+6285280442063
Journal Mail Official
lppm.hattasjahrir@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. email: lpm@hattasjahrir.ac.id
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
ISSN : 25497502     EISSN : 28288459     DOI : -
MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA NAIRA.
Articles 69 Documents
PENGARUH PERBEDAAN PANJANG TALI GANTUNG TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI PERAIRAN PANTAI DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA Jenny Abidin
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 4 No 1 (2018): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.461 KB)

Abstract

Paradigrma subsektor perikanan yang selama ini hanya tertumpu pada kegiatan penangkapan hasil-hasil perikanan maka dipandang perlu untuk melakukan suatu kegiatan yang bisa menghasilkan produksi perikanan yaitu dengan cara budidaya. Rumput laut adalah salah satu komoditas perikanan yang sangat potensial untuk dikembangkan dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir. Luas lahan di Perairan Kepulauan Banda sangat mendukung pertumbuhan rumput laut, namun lahan ini belum dimanfaatkan secara optimal. Jenis rumput laut yang paling popular dibudidayakan adalah jenis alga merah Kappaphycus alvarezii (Doty) karena memiliki kandungan karagenan yang tinggi. Karagenan digunakan untuk berbagai bidang industry misalnya pengecatan, makanan maupun obatobatan. Pertumbuhan rumput laut terkadang mengalami kendala yaitupertumbuhan yang lambat karena pemilihan metode yang tidak tepat serta diserang penyakit ice-ice. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan panjang tali gantung yang berbeda. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan tiga perlakuan (panjang tali 20 cm, 30 cm dan 40 cm). Analisis sidik ragam (ANOVA) digunakan untuk melihat pengaruh perbedaan laju pertumbuhan rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan rumput laut dengan panjang tali gantung 30 cm ( 846, 67 gram) lebih tinggi jika dibandingkan dengan panjang tali 40 cm (805,56 gram) dan 20 cm (732,22 gram).
STRATEGI PEMANFAATAN LAHAN PESISIR PULAU HATTA UNTUK KEGIATAN BUDIDAYA TERIPANG Aditya Putra Basir
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 4 No 1 (2018): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.507 KB)

Abstract

Teripang merupakan salah satu organisme perairan yang potensial untuk dibudidayakan. Pemilihan lokasi yang sesuai merupakan tahapan awal untuk mendukung keberhasilan usaha budidaya teripang. Penelitian ini dilaksanakanpada bulan Maret 2017 di Perairan Pulau Hatta Kepulauan Banda Neira Provinsi Maluku. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi pemanfaatan lahan pesisir Pulau Hatta untuk budidaya teripang (Holothuria sp.). Penentuan strategi dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT dengan memaksimalkan Kekuatan (Strength) dan Peluang (Opportunities), tetapi secara bersamaan dapat meminimalisasi Kelemahan (Weakness) dan Ancaman (Threats). Responden yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Akademisi, DKP, Pemerintah Desa, LSM dan Masyarakat Pulau Hatta. Untuk menentukan skala prioritas dari strategi yang diperoleh digunakan Analitical Hierarchy Proccess (AHP). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi yang sesuai untuk untuk kawasan pesisir perairan Pulau Hatta adalah strategi ST, yaitu dengan membuat kebijakan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menghadapi ancaman yang akan dihadapi. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa strategi memprioritaskan lokasi yang mudah dijangkau dan mudah proses pengawasannya selama kegiatan budidaya berlangsung, memperoleh nilai prioritas sebesar 44,3 %. Strategi menghindari pelaksanaan kegiatan budidaya pada daerah pariwisata dan kawasan lindung memperoleh nilai 38,7 %, sedangkan strategi meminimalisir tingkat kerusakan lingkungan akibat kegiatan budidaya teripang memperoleh nilai sebesar 16,9 %.
POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN SUMBERDAYA IKAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacores) DI PERAIRAN KEPULAUAN BANDA, MALUKU TENGAH Idul La Muhamad
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 4 No 1 (2018): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.623 KB)

Abstract

Permintaan pasar dalam maupun luar negeri terhadap produk tuna dalam bentuk segar, beku dan kaleng mengalami peningkatan, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan produksinya. Upaya peningkatanproduksi tuna di suatu daerah harus didasari dengan informasi tentang status sumberdaya ikan tuna tersebut, yaitu jumlah stok dan tingkat produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna Madidihang (Thunnus albacores) di perairan Kepulauan Banda. Data diperoleh dengan metode survey terdiri dari total hasil tangkapan dan jumlah alat tangkap yang dihitung satu kali melakukan operasi penangkapan dalam satu bulan selama 7 tahun (2000 – 2006) yang dianalisis dengan model Schaefer. Produksi ikan tuna Madidihang (Thunnus albacores) cenderungmengalami penurunan selama 7 tahun (2000 – 2006). Hasil potensi maksimum lestari (MSY) yang diperoleh sebesar 499,42 ton dan upaya optimum (fMSY ) sebanyak 6.704 unit. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan tuna Madidihang (Thunnus albacores) di perairan Kepulauan Banda selama 7 tahun (2000 – 2006) dengan persentase rata-rata sebesar 89,59%.
STUDI EKOLOGI GASTROPODA DI PERAIRAN PANTAI LAUTAKA, KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH Munira
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 4 No 1 (2018): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.269 KB)

Abstract

Gastropoda memiliki peranan penting dalam kehidupan baik secara ekologis maupun ekonomis. Secara ekologis, gastropoda berperan antara lain menjaga lingkungan organisme perairan sebagai pakan alami bagi organisme perairan. Sedangkan secara ekonomis cangkang gastropoda digunakan sebagai campuran bahan baku industri yang mempunyai nilai komersial yaitu sebagai dekorasi souvenir, asesoris, dan pelengkap perhiasan. Pemanfaatan jenis ini di Kecamatan Banda masih tergolong rendah, namun dikhawatirkan akan semakin meningkat seiring dengan kebutuhan hidup masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa aspek ekologis dari gastropoda meliputi kepadatan, keragaman, pola distribusi dan potensi gastropoda di perairan pantai Lautaka, Negeri Administratif Merdeka, Kecamatan Banda. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari bulan Oktober sampai bulan Desember 2014. Pengambilan contoh gastropoda dilakukan menggunakan metode stratified random sampling. Analisis data kepadatan, keragaman dan pola distribusi mengacu pada Michael (1995) dalam Bernard (2006). Pada lokasi penelitian, gastropoda yang diperoleh sebanyak 33 jenis yang tergolong ke dalam 13 famili, 7 ordo dan 12 genus. Jumlah individu terbanyak yang ditemukan adalah Conus emaciates dan Conus parfulus. Nilai keragaman dan keseragaman memperlihatkan tingkat keragaman yang sedang. Demikian pula indeks dominansi yang ditemukan pada lokasi penelitian juga memperlihatkan nilai sedang dan pola distribusinya menunjukkan bahwa spesies gastropoda pada lokasi penelitian bersifat mengelompok.
RITUS “PANUNGGU” SEBAGAI KECERDASAN EKOLOGIS MASYARAKAT PULAU RHUN UNTUK PELESTARIAN LINGKUNGAN PESISIR Muhammad Farid
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 5 No 1 (2019): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.037 KB)

Abstract

Modernisasi menghantam sendi-sendi kultural masyarakat, menyisakan kearifanlocal yang nyaris punah. Maka upaya untuk menemukan kembali (reinventing)sebuah kepercayaan local menjadi suatu yang penting dilakukan demi pelestariannilai-nilai tradisional bagi keberlangsungan masyarakat dan lingkungan itusendiri. “Panunggu” adalah salah satu keyakinan para leluhur yang dipercayamasyarakat Rhun sebagai sosok penjaga wilayah-wilayah tertentu, yang memilikiimplikasi nyata bagi tumbuh kembangnya kesadaran masyarakat dalam menjagaekosistem alam. Maka Panunggu adalah sebentuk “kecerdasan ekologis”(ecological inteligence) manusia yang berorientasi pada pelestarian alamsekitarnya. Penelitian ini dilakukan selama 5 (lima) bulan berlokasi di wilayahpemukiman masyarakat nelayan Pulau Rhun, Kecamatan Banda Naira, MalukuTengah. Melalui pendekatan metode deskriptif-kualitatif, penelitian diarahkanuntuk sebuah telaah mendalam terhadap; (1) Kepercayaan local “panunggu”dalam konteks pengelolaan dan pelestarian sumberdaya pesisir. (2) Peranmasyarakat dan lembaga dalam upaya menjadikan kearifan lokal sebagai nilai,norma dan prinsip yang dianut untuk tujuan pelestarian sumberdaya pesisir PulauRhun. Penelitian ini menemukan; (1) Terdapat tradisi, aturan dan pengetahuanyang dipraktikkan oleh masyarakat yang memiliki relevansi terhadap pengelolaanpesisir pantai berbasis kepercayaan tradisional. (2) Adanya bukti korelatif antarakepercayaan tradisional “panunggu” dengan kelestarian biota alam yang tumbuhdi sekitarnya. (3) Masih relatif minim upaya masyarakat Pulau Rhun untukmelestarikan nilai-nilai tradisi yang berimplikasi negatif terhadap pelestariansumberdaya pesisir (coastal-marine conservation) sehingga wilayah-wilayahdimana biota alam yang selama ini terpelihara justru dalam ancaman kerusakan.
POTENSI DAN TINGKAT PEMANFAATAN JENIS TERIPANG (Holothuroidea) DI PERAIRAN PANTAI DESA LONTHOIR DAN PULAU RHUN KEPULAUAN BANDA MALUKU TENGAH Mochtar Amiluddin; Yeny Ahad
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 5 No 1 (2019): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.555 KB)

Abstract

Teripang (Holothuroidea) merupakan salah satu sumberdaya laut yang memilikinilai ekonomis penting. Teripang selain dimanfaatkan sebagai makanan, jugatelah digunakan dalam industri obat-obatan, kosmetik dan industri lainnya.Pengadaan teripang sebagian besar masih bersumber dari stok alami, sedangkanpeningkatan produksi tanpa informasi terhadap sumberdaya teripang, maka tidakmenutup kemungkinan akan terjadi kepunahan, sehingga perlu dilakukanpenelitian guna penyediaan data dan informasi lebih lanjut tentangkeberadaannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan,pola distribusi, potensi dan tingkat pemanfaatan jenis teripang pada perairanpantai Desa Lonthoir dan Pulau Rhun Kecamatan Banda Kabupaten MalukuTengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transekkuadrat dengan ukuran kuadran 10 x 10 m2. Jarak antara transek 30 meter, danjarak antara kuadran 10 meter. Pada kedua lokasi, ditemukan 11 jenis teripang,dimana di Desa Lonthoir, ditemukan 11 jenis dengan jumlah individu teripangsebanyak 245 dan jenis yang mendominasi yaitu Synapta maculata sebanyak 173individu. Pada Desa Pulau Rhun, ditemukan hanya 3 jenis dengan jumlah individusebanyak 655 individu dan jenis yang mendominasi yaitu H. leucospilotasebanyak 549 individu. Kepadatan tertinggi pada perairan pantai Desa Lonthoirdimiliki oleh Synapta maculata sebesar 0,0251 ind/m2, sedangkan pada perairanpantai Desa Pulau Rhun diwakili oleh H. leucospilota sebesar 0,0381 ind/m2.Distribusi populasi teripang pada kedua lokasi adalah mengelompok sedangkanuntuk distribusi jenis, ditemukan pola distribusi acak dan mengelompok padaperairan pantai Desa Lonthoir, dan hanya mengelompok pada perairan pantaiDesa Pulau Rhun. Potensi total teripang pada lokasi penelitian Desa Lonthoirsebesar 19.034 ind dengan batas pemanfaatan total adalah sebesar 10.523 ind,sedangkan pada lokasi Pulau Rhun sebesar 10.179 ind dengan tingkatpemanfaatan total yang diperbolehkan yaitu sebesar 8.902 ind
IDENTIFIKASI JENIS-JENIS KARANG YANG TUMBUH DI SELTER MINIATUR BANDA DAN BANGKAI KAPAL KARAM DI TWP LAUT BANDA Aditya Putra Basir; Budiono Senen; Irdham Lanuru
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 5 No 1 (2019): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.821 KB)

Abstract

Terumbu Karang membutuhkan media sebagai tempat untuk menempel, tumbuhdan berkembang pada suatu perairan. Pada Perairan Pantai Kampung Baru,terdapat Bangkai KM. Putra Biru yang tenggelam pada tahun 2009 dan kini telahmenjadi media untuk penempelan dan tumbuhnya berbagai jenis karang. Selainitu, pada pantai Tita Desa Dwiwarna juga terdapat “Miniatur Banda” yangmerupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga SwadayaMasyarakat (LSM) Parduli Negeri bersama Satker TWP Laut Banda sebagaimedia tempat pertumbuhan karang serta dapat meningkatkan jumlah populasi ikandi ekosistem terumbu karang yang berada pada pantai istana mini dan jugamenjadi destinasi wisata, baik domestik maupun mancanegara. Peneltian inibertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang karang dan pertumbuhannya padalokasi Bangkai Kapal Karam dan Miniatur Banda. Penelitian ini dilakukan denganmetode deskriptif, yaitu mendreskripsikan suatu subjek yang dalam hal ini adalahkarang dengan cara mengidentifikasi jenis-jenis karang yang tumbuh di dua lokasiyang berbeda. Pada lokasi Miniatur Banda ditemukan 7 jenis karang yaitu,Pocillopora eyodouxi, Porites, Galaxea, Massive, Acropora formosa, Seriatoporahystrix dan Porites lichen. Acropora formosa adalah jenis karang terbanyak yangditemukan pada lokasi Miniatur Banda, dengan pertumbuhan rata-rata adalah 2,58cm per tahun dan total tinggi rata-rata 7,76 cm dalam tiga tahun. Sedangkan padalokasi Bangkai Kapal Karam ditemukan 9 jenis karang yang teridri dari Poriteslatistella, Acropora selago, Acropora acuminate, Acropora subglabra, Montiporadigitata, Stylophora, Pocillopora woodjonesi, Pocillpora damicornis, Pocilloporaverucossa. Hasil pengukuran pertumbuhan karang pada lokasi Bangkai KapalKaram menunjukan nilai rata-rata 9,8 Cm dan lebar 1,78 Cm. Pertumbuhan padamedia Kapal Karam telah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun. Dengandemikian nilai rata-rata pertumbuhan karang pada lokasi ini adalah 0,98 Cm danlebar 1,78 Cm per tahun.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP DI KEPULAUAN BANDA Abdullah Saimima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 5 No 1 (2019): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.307 KB)

Abstract

Perikanan tangkap di Kabupaten Maluku Tengah berbasis pada potensisumberdaya ikan yang terkandung di wilayah kelola Laut Banda dan Laut Seram.Wilayah Laut Banda diperkirakan memiliki potensi sumberdaya ikan yang sangatbesar dengan nilai estimasi potensi 9,562,7 ton/tahun, dengan total jumlahtangkapan yang diperbolehkan sebesar 1,934,93 ton/tahun. Data yangdikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data sekunder dan data primer.Analisis strategis pengembangan perikanan tangkap di Kepulauan Banda dikeloladengan tujuan untuk menemukan aternatif strategi pengembangan berdasarkankondisi internal dan eksternal perikanan tangkap dilakukan dengan pendekatanAnalisis SWOT. Potensi sumberdaya ikan di perairan Laut Banda berada padatingkat yang aman untuk dieksploitasi dalam jangka panjang. Strategipengembangan perikanan tangkap diperairan Laut Banda adalah peningkatanproduksi perikanan, peningkatan investasi di bidang perikanan tangkap,peningkatan jumlah dan kualitas infrastruktur perikanan tangkap, pengelolaan stokikan, peningkatan pengawasan, peningkatan koordiansi pengelolaan kapal-kapalkolekting, pengelolaan stok ikan migrasi dan penataan rumpon, peningkatanmodal dan manajemen usaha perikanan tangkap dan peningkatan jumlah dankualitas armada penangkapan.
POLA DISTRIBUSI DAN POTENSI TERIPANG (Holothuroidea) DI PERAIRAN PANTAI PULAU SJAHRIR, DESA SLAMON KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH Munira; Vanesa
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teripang atau timun laut merupakan salah satu organisme yang hidup di perairan pantai dan memiliki peranan penting untuk perairan, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Teripang sering dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai bahan obat-obatan, bahan untuk kecantikan dan juga sering dikonsumsi dalam bentuk mentah atau dikeringkan. Di Kepulauan Banda khususnya di perairan pantai Pulau Sjahrir, jenis komoditas ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, padahal peranannya di perairan sangatlah penting dan juga bermanfaat untuk manusia, sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan, pola distribusi dan potensi teripang di Pulau Sjahrir. Pengambilan sampel dilaksanakan pada malam hari disesuasikan dengan kebiasaan hidupnya yang nocturnal dan dilakukan pada saat air surut. Metode yang digunakan adalah transek linier kuadrat dengan ukuran kuadran 1 x 1 m2. Garis transek ditarik tegak lurus ke arah laut. Jarak antar transek 30 m sedangkan jarak antar kuadran adalah 10 m. Hasil penelitian menunjukan bahwa di perairan pantai Pulau Sjahrir terdapat dua jenis teripang yaitu Holothuria atra dan Sticopus chloronotus. Jenis teripang Holothuria atra dijumpai pada substrat berpasir yang didominasi karang hidup dan tersebar hingga ke zona tubir, sedangkan Sticopus chloronotus ditemukan hidup di substrat karang hidup dan patahan karang yang terdapat pada zona tubir. Kepadatan tertinggi dimiliki oleh jenis H.atra sebesar 0.0021 ind/m2 sedangkan S. chloronotus merupakan jenis dengan nilai kepadatan terendah yaitu 0.0001 ind/m2. Pola Distribusi teripang yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah seragam dan acak. Nilai potensi total pada perairan pantai Pulau Sjahrir adalah 47 ind dan batas pemanfaatan teripang dengan luas areal 21.600 m2 untuk jenis teripang H. atra dan S. chloronotus dengan total pemanfaatan yang diperbolehkan yaitu sebesar 0.000519 ind/m2.
PENGARUH SUBSTRAT YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN MANGROVE Bruguiera Sp. DI PANTAI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Jenny Abidin
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.513 KB)

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu kawasan yang sangat penting dalam menjaga tingkat keanekaragaman organisme di laut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 berlokasi di Pesisir Pantai Desa Kampung Baru Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substrat terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan mangrove Bruguiera sp. Penelitian ini menerapkan 3 perlakuan substrat yang berbeda yakni perlakuan A (lumpur), B (pasir berlumpur), C (pasir) dengan menggunakan 3 kali ulangan. Pengamatan yang dilakukan dalampenelitian ini selama 7 minggu meliputi data pertumbuhan yang terdiri dari data ukuran panjang dan data kelulushidupan mangrove yang meliputi jumlah mangrove yang hidup dari setiap perlakuan. Selanjutnya Data yang diperolehkemudian ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan program Exel 2007 dan SPSS 16.0. Analisis Ragam (ANOVA) dengan uji F pada selang kepercayaan 95% digunakan untuk menentukan apakah perlakuan berpengaruh nyata terhadappertumbuhan dan kelulushidupan bibit mangrove Bruguiera Sp. Apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) untuk menentuka perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan A (lumpur) memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan mangrove Bruguiera sp.