cover
Contact Name
Muhammad Farid
Contact Email
mfarid01@yahoo.com
Phone
+6285280442063
Journal Mail Official
lppm.hattasjahrir@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. email: lpm@hattasjahrir.ac.id
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
ISSN : 25497502     EISSN : 28288459     DOI : -
MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA NAIRA.
Articles 69 Documents
KEPADATAN, KERAGAMAN DAN PENUTUPAN LAMUN DI PERAIRAN PANTAI LAHAR DESA LONTHOIR KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH Munira; Aditya Putra Basir; Maryani La Ade
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 7 No 01 (2021): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.68 KB)

Abstract

Lamun (seagrass) adalah kelompok tumbuhan laut berbunga. Lamun hidup diperairan dangkal hingga kedalaman 50-60 m (Nyabakken, 1988). Kondisi lamundi perairan Pantai Lahar Desa Lonthoir keberadaannya mengalami penurunandisebabkan oleh aktivitas manusia berupa transportasi laut, limbah domestik(pemukiman warga), maupun kegiatan penangkapan yang dapat memengaruhikondisi lamun di daerah pantai Lahar. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui kepadatan, keragaman, dan persen penutupan lamun. Analisis datauntuk menghitung kepadatan menggunkakan formula yang ditulis oleh Soegianto(1994), keragaman dihitung dengan rumus menurut Basmi dan Setyobudiandi(1994), persen penutupan dihitung dengan formula (Hutomo,2014). Hasilpenelitian menunjukkan jenis lamun yang ditemukan di pantai lahar terdiri dari 9jenis yaitu, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Halodule uninervis,Halodule pinifolia, Halophila ovalis, Halophila minor, Thalassia hemprichii,Syringodium isoetifolium, Enhalus acoroides. Nilai kepadatan jenis untuk C.rotundata adalah 13130 tegakan/m2 yang merupakan jenis yang paling banyakditemukan di lokasi penelitian, dan yang terendah adalah H, ovalis dengan nilai130 tegakan/m2. Untuk indeks keragaman terlihat bahwa keragaman jenis padaketiga stasiun adalah stasiun I sebesar 0.975, stasiun II 0.998 dan stasiun IIIsebesar 0.697. Persen penutupan di stasiun I nilai penutupan tertinggi 81,25 %,stasiun II nilai penutupan tertinggi 93,75%, stasiun III nilai persen penutupantertinggi 87,58%.
IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN VEGETASI MANGROVE MENGGUNAKAN METODE PLOT DI PANTAI PULAU GUNUNG API DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Rosni Astuti Siahaya; Abdullah Saimima; Afrizal Kepa
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 7 No 01 (2021): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.554 KB)

Abstract

Mangrove merupakan habitat bagi organisme laut dan juga satwa liarseperti: primata, reptilian, aves, dll. sebagai daerah asuhan, mencari makan danbertahan hidup dilaut. Penelitian ini dilaksanankan pada bulan Oktober 2020,yang berlokasi di Pantai Pulau Gunung Api Desa Nusantara RT.04 KecamatanBanda Kabupaten Maluku Tengah. penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi jenis mangrove, menghitung tingkat keanekaragaman jenismangrove dan Indek Nilai Penting yang ada pada Pulau Gunung Api. Analisiskeanekaragaman vegetasi mangrove dalam penelitian dilakukan dengan metodekombinasi antara metode jalur dan metode garis berpetak yang diletakkan tegaklurus garis pantai menuju daratan. Data dari hasil penelitian yang dilakukan,selanjutnya dianalisis secara deskriptif, kualitatif, untuk tahapan identifikasi.Hasil dari idetntifikasi jenis mangrove yang ditemukan pada Pantai Gunung ApiRT.04 Desa Nusantara yaitu terdapat 7 (tujuh) jenis Mangrove yaitu RhizophoraMucronata, Phempis Acidula, Ceriops Tagal, Bruguiera Gymnorhiza, XylocarpusGranatum, Xylocarpus Moluccensis, dan Scyphipora Hydropillacea. indekskeanekaragaman (H’) dari seluruh jenis dari tingkat pohon di peroleh 0.9181,Sedangkan indeks keanekaragaman (H’) dari seluruh jenis pada tingkat anakandan semai di peroleh nilai yang sama yaitu 0. Hal ini menunjukkan bahwaTingkat keanekaragaman jenis mangrove di Gunung Api RT.04 Desa Nusantaratermasuk dalam kategori rendah.
PENGARUH SUPLEMENTASI BETAIN DALAM PAKAN TERHADAP EFISIENSI NUTRIEN DAN RASIO KONVERSI PAKAN IKAN KERAPU CANTANG (Epinephelus lanceolatus♂ × Epinephelus fuscoguttatus♀) La Muhammad, Idul
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 7 No 01 (2021): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (775.915 KB)

Abstract

Ikan kerapu cantang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, namun kegiatanbudidaya ikan ini masih membutuhkan waktu pemeliharaan sampai ukurankonsumsi lebih dari tujuh bulan, konversi pakan yang tinggi dan tidak tahanterhadap pengaruh lingkungan sehingga perlu perbaikan formulasi pakan yangdapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan mengurangi metabolit yangdihasikan. Salah satu bahan yang dapat meningkatkan efisiensi pakan adalahbetain. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi betain dalampakan terhadap efisiensi nutrien dan rasio konversi pakan ikan kerapu cantang.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuankadar betain yang berbeda, yaitu 0,0%, 0,5%, 1,0%, dan 2,0% dengan 4 ulangan.Sampel ikan kerapu cantang dengan rerata ukuran panjang 5,89 ± 0,01 cm danbobot tubuh 2,85 ± 0,05 g. Akuarium yang digunakan berukuran 60 cm x 40 cm x40 cm yang diisi 75 L air laut dengan sistem resirkulasi (top filter). Benih ikandidistribusikan dengan kepadatan 209 ekor.m-3 yang dipelihara selama 50 haridengan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00secara at satiation. Parameter uji yang dianalisis terdiri atas pertambahan bobottubuh, efesiensi protein, metionin, dan lemak, rasio konversi pakan, ekskresi totalamonia nitrogen, retensi protein, lemak dan metionina. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa adanya perbedaan pertambahan bobot tubuh ikan, efisiensiprotein, lemak dan metionin serta rasio konversi pakan antara pakan dengansuplementasi betain dan kontrol. Pengaruh suplementasi betain juga terlihat padaretensi protein, lemak, dan retensi metionin, terutama betain 0,5%. Penelitian inidapat disimpulkan bahwa suplementasi betain 0,5% dalam pakan berpengaruhnyata terhadap efisiensi nutrien dan rasio konversi pakan pada benih ikan kerapucantang.
BIODIVERSITAS IKAN PADANG LAMUN DI TAMAN WISATA PERAIRAN LAUT BANDA, MALUKU
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 5 No 1 (2019): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai biodiversitas ikan telah dilakukan selama tiga bulan (Juli sampai September 2009) di areal padang lamun Taman Wisata Perairan Laut Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi spesies, keanekaragaman, keseragaman dan dominansi ikan. Lokasi penelitian dibagi dalam tiga stasiun. Stasiun 1 di pantai Lonthoir, stasiun 2 di pantai Waling, keduanya di Pulau Banda Besar, dan stasiun 3 di pantai Tirta, Pulau Naira. Pengambilan sampel ikan di ketiga stasiun dilakukan dengan metode sapuan(swept area method) menggunakan jaring pantai (beach seine). Selama penelitian, ikan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 12.558 ekor, terdiri dari 20 spesies yang mewakili 11 famili. Kelompok Mullidae memiliki jumlah jenis terbanyak (4 jenis), kemudian Siganidae dan Lutjanidae (3 jenis), Lethrinidae dan Carangidaemasing-masing terdiri atas 2 jenis ikan. Hasil perhitungan terhadap indeks keanekaragaman (H’) berkisar antara 2.16-2.72; indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,75 hingga 0,82; nilai dominansi 0.12- 0.17 dan indeks Sorensen (Ss) 91.9%-97.4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas ikan yang dijumpai di ketiga lokasi pengamatan dapat dipandang sebagai satu komunitas yang sama.
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI JEMBATAN PANTAI WALING KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Ruliati Yusuf; La Ode Junaidin
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastropoda adalah hewan berkatup tunggal yang merupakan jenis terbesar dalam filum moluska. Gastropoda terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa yunani Gaster artinya perut dan Podas artinya kaki atau dengan kata lain hewan yang menggunakan perutnya sebagai alat gerak yang dikeluarkan oleh cangkangnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelimpahan kepadatan dan keragaman jenis gastropoda pada jembatan pantai waling Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Manfaat dari penelitian ini juga diharapkan sebagai bahan informasi kepada masyarakat sebagi pengelola pesisir sehingga dapat menjaga dan melestarikan habitatnya Metode yang digseunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode observasi lapangan. Pengambilan sampel gastropoda pada empat titik yang mewakili bagian area penelitian Sebelah Utara berbatasan dengan laut, sebelah selatan berbatasan dengan laut Spanciby, sebelah barat berbatasan dengan laut lonthoir, sebelah timur berbatasan dengan perairan laut kumber. Jenis – jenis gastropoda yang ditemukan pada jembatan pantai waling terdiri atas 1 kelas Gastropoda, 7 famili yaitu Cerithiidae, Littorinidae, Nassaridae, Neritidae, Naticidae, Haliotidae dan Muricidae. Terdiri dari 7 genus yaitu Clypeomorus, Littorina, Nassarius, Nerita, Polinices, Haliotis, Thais dan terdiri dari 11 spesies yaitu Clypeomorus coralium, Clypeomorus moniliferus, Littorina scabra, Nassaruis pullus, Nerita costata, Nerita plicata, Nerita undulate, Polinices tunidus, Haliotis squamata, Thais aculeate, Thais bituberkularis.
STUDI BEBERAPA ASPEK EKOLOGI LAMUN DI PERAIRAN PANTAI BOIYAUW KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Tjameria La Ima; Munira; Nurdiansyah Udjur
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lamun atau dikenal dengan seagrass merupakan salah satu tumbuhan berbunga (angiospermae) yang berbiji satu dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah (Anonim, 2011). Lebih lanjut dikatakan bahwa lamun terdapat diseluruh dunia kecuali di daerah kutub dan terdiri dari sekitar 52 jenis dimana di Indonesia ditemukan kurang lebih 15 jenis yang termasuk kedalam dua famili. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan yang mempengaruhi jenis-jenis lamun dan mengetahui beberapa aspek ekologi lamun.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2015 yang bertempat di Perairan pantai Boiyauw.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadran atau line transek, dengan ukuran kuadran 1 x 1 m, yang ditarik tegak lurus kearah laut. Jarak antartransek 25 meter, sedangkanjarakantarakuadran 10 meter. Hasil penelitian menunjukkan di perairan pantai Boiyauw terdapat lima jenis lamun. Kepadatan tertinggi diwakili oleh jenis Thalassia hemprichii dengan nilai kepadatan rata-rata sebesar1.6239 teg/m² (50.6%), kemudian E.acroides 1. Lamun merupakan salah satu tumbuhan laut berbunga (angiospermae) yang berbiji satu dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga dan buah (Anonim, 2011). Di Indonesia ditemukan kurang lebih 15 jenis yang termasuk ke dalam dua family3454 teg/m² (42.0%), Halodule uninervis0.0990 teg/m² (3.1%), dan Halophila ovalis 0.0900 teg/m² (2.8%), kepadatan terendah dimiliki oleh jenis Holodule pinifolia dengan nilai kepadatan rata-rata sebesar 0.0483teg/m² (1.5%). Hasil analisis keanekaragaman (H') pada stasiun penelitian rata-rata sebesar 0.9799 menunjukan keanekaragaman jenis rendah. Nilai indeks dominasi tertinggiadalahThalassia hemprichii (0.256) diikuti oleh Enhalus acroides (0.176), Halodule uninervis danHalophila ovalis, Halodule pinifolia masing-masing (0.001) menunjukkan tingkat dominasi rendah.
HUBUNGAN KELIMPAHAN BULU BABI (Echinoidea) DENGAN TIPE SUBTRAT PADA DASAR PERAIRAN PANTAI DESA DWIWARNA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Munira; Jenny Abidin
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bulu babi termasuk dalam anggota filum Echinodermata (dari Bahasa Yunani yang artinya kulit berduri). Anggota dari filum Echinodermata terdiri dari beberapa kelas, salah satunya yaitu kelas Echinoidea yang merupakan hewan laut berbentuk bulat dan memiliki duri pada kulitnya yang dapat digerakkan. Di dunia terdapat kurang lebih 6000 jenis fauna Echinodermata dan diperkirakan diantaranya ada 950 speies bulu babi yang tersebar di seluruh dunia. Umumnya setiap jenis bulu babi memiliki sebaran habitat yang spesifik. Bulu babi tersebar mulai dari daerah intertidal yang dangkal hingga ke laut dalam . Bulu babi umumnya menghuni ekosistem terumbu karang dan padang lamun serta menyukai subtrat yang agak keras terutama di padang lamun yang merupakan campuran dari pasir dan pecahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelimpahan bulu babi dengan tipe substrat perairan di pantai Desa Dwiwarna, Banda Naira, Maluku Tengah. Manfaat dari penelitian ini adalah Sebagai bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.dan sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadrat dengan ukuran 10 x 10 m2. Kuadran yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 50 buah. Pengamatan dilakukan pada saat air laut surut terendah atau menjelang surut pada setiap petak transek (plot) tersebut. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenis bulu babi yaitu Tripneusteus gratilla, Echinothrix callamaris, Diadema savignyi, dan Diadema setosum. Kelimpahan tertinggi bulu babi dimiliki oleh jenis bulu babi Tripneusteus gratilla sebesar 243 individu sedangkan Diadema savignyi merupakan kelimpahan terendah dengan nilai sebesar 1 individu.
Pengaruh Serbuk Biji Atung (Parinarium glaberimun HASSK) Terhadap Umur Kesegaran Cumi-Cumi Pasca Tangkap Ifandris Kaimudin
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama kesegaran Cumi-cumi dengan menggunakan Serbuk Biji Buah Atung (Parinarium glaberimun HASSK). Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan Biji buah tersebut sebagai bahan pengawet alami untuk cumi-cumi pasca tangkap. Hasil penelitian menunjukan penggunaan serbuk biji atung dapat menekan naiknya nilai TPC dan TVB hingga masa simpan 12 jam, sedangkan untuk nilai pH serbuk biji atung mampu menekan hingga 16 jam.
PENYEBARAN SAMPAH DI PERAIRAN TANJUNG TIRAM DAN PANTAI POKA, TELUK AMBON BAGIAN DALAM Budiono Senen; Jaqueline M.F Sahetapy; Abdullah Saimima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 8 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamatan penyebaran sampah ini dilakukan disekitar pesisir pantai perairan Tanjung Tiram dan Poka, Teluk Ambon bagian dalam yang dilakukan pada bulan Juli 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sumber dan jenis pencemaran, yang dihasilkan oeh aktivitas masyarakat yang tinggal di pesisir Tanjung Tiram Poka. Merumuskan usulan yang dapat dipergunakan untuk pengendalian pencemaran lingkungan yang berpotensi terjadi di pesisir perairan Poka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dan wawancara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian dari ketiga sumber penghasil sampah dikedua lokasi tersebut ditemukan jenis-jenis sampah yang palin banyak adalah sampah plastik (botol, kemasan makanan dan minuman).
ANALISIS PARAMETER KUALITAS AIR DI KAWASAN TAMBAK RANCONG KOTA LHOKSEUMAWE Ayu Gustina; Riri Ezraneti; Erlangga; Muliani; Saiful Adhar
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lhokseumawe merupakan kota yang dikelola sebagai sektor industri, pariwisata dan perikanan yang masih berjalan hingga saat ini. Tambak Rancong merupakan kawasan yang mudah terkena dampak dari aktivitas tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa nilai parameter fisik dan parameter kimia di kawasan tambak Rancong Lhokseumawe. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019. Metode penentuan lokasi penelitian berdasarkan survey dengan metode sampling dan analisis parameter fisika kimia di laboratorium PT. Prima Bireun. Hasil parameter yang diamati adalah parameter fisik perairan tambak Rancong untuk parameter seperti suhu dengan nilai 34 0C pada stasiun 1 sedangkan pada stasiun 2 dengan nilai 33,5 0C telah melebihi baku mutu (28-310C) dan salinitas. pada stasiun 1 dengan nilai 34 ppt sedangkan pada stasiun 2 dengan nilai 33 ppt. Parameter Kimia Perairan Tambak Rancong untuk parameter seperti : pH dengan nilai 8,0 pada stasiun 1 sedangkan pada stasiun 2 dengan nilai 8,1, nitrat pada stasiun 1 dengan nilai 1.257 ppm sedangkan pada stasiun 2 dengan nilai 1.274 ppm sudah melebihi baku mutu yang ditentukan, nitrit di stasiun 1 dengan nilai 0,016 ppm sedangkan di stasiun 2 dengan nilai 0,012 ppm, dan fosfat dengan nilai 0,021 ppm di stasiun 1 sedangkan di stasiun 2 dengan nilai 0,019 ppm.