cover
Contact Name
Muhammad Farid
Contact Email
mfarid01@yahoo.com
Phone
+6285280442063
Journal Mail Official
lppm.hattasjahrir@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. email: lpm@hattasjahrir.ac.id
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
ISSN : 25497502     EISSN : 28288459     DOI : -
MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA NAIRA.
Articles 74 Documents
KELANGSUNGAN HIDUP BIBIT MANGROVE (Ceriops tagal) YANG DITANAM DENGAN MENGGUNAKAN KURUNGAN BAMBU Jenny Abidin; Idul La Muhamad; Ruwia Abdurasid; Dinsa Sohilau
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan hutan mangrove memiliki peranan yang kompleks dalam ekosistem pesisir. Keberadaan ekosistem mangrove dapat menahan abrasi yang terjadi di pantai, daerah berkembang biak bagi beberapa spesies ikan (nursery ground) dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satu upaya memperluas sebaran hutan mangrove dengan cara menyediakan bibit yang baik dan kegiatan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberhasilan hidup bibit mangrove (Ceriops tagal) yang direhabilitasi dengan metode kurungan bambu di pesisir pantai Desa Walling-Spanciby, Kecamatan Banda. Stasiun penelitian untuk penanaman bibit mangrove terbagi menjadi 3 dengan tiap stasiun dipasang 5 kurungan. Masing masing kurungan terdapat 10 anakan mangrove dengan demikian total bibit untuk ketiga stasiun 150 anakan. Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup serta faktor kualitas air sebagai pendukung. Data yang diperoleh kemudian dimasukkan dalam table excel kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat kelangsungan hidup bibit mangrove yang dibudidayakan dengan system kurungan bambu adalah 84% pada stasiun A, 79% pada stasiun B dan 80% pada stasiun C. Kematian mangrove sebagian besar disebabkan oleh rusaknya pot bambu sebagai wadah budidaya yang membuat bibit mangrove yang ditanam tercabut dan hilang terbawa oleh ombak. Kualitas air yang ada di lokasi penelitian masih tergolong baik dengan nilai salinitas 32 ppt, suhu 290C, kecepatan arus 3,2 m/s dan pH 7.
PENAMBAHAN TEPUNG UMBI BIT (Beta vulgaris) DALAM PAKAN PELLET TERHADAP PERUBAHAN WARNA IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Munawwar Khalil; Muhammad Syafii; Muliani; Eva Ayuzar; Riri Ezraneti
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warna merupakan salah satu alasan ikan hias diminati oleh masyarakat, warna pada ikan hias merupakan salah satu faktor yang mendukung dalam meningkatkan nilai jual ikan hias. Oleh karena itu, kualitas warna menjadi salah satu parameter yang harus diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perubahan warna, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus) setelah diberi pakan penambahan tepung bit. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari 2018 di Laboratorium Teknologi Pembenihan dan Budidaya Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial 4 perlakuan 3 ulangan yaitu Perlakuan A : Tanpa penambahan tepung ubi bit (kontrol), perlakuan B : Penambahan tepung ubi bit 3%/100 gram pakan, perlakuan C : Penambahan tepung ubi bit 5%/100 gram pakan, perlakuan D : Penambahan tepung ubi bit 7%/100 gram pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung umbi bit ke dalam pakan pelet berpengaruh sangat nyata terhadap perubahan warna, berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan, dan tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan mas koki (Carassius auratus). Hasil terbaik terdapat pada perlakuan D dengan penambahan 7%/100 tepung buah bit. Kualitas air selama penelitian untuk suhu berkisar antara 25-27 oC, pH 6,9-7,3, dan Oksigen terlarut (DO) 4,4 – 5,6 mg/L
INVENTARISASI DAN KERAPATAN JENIS LAMUN DI PERAIRAN PANTAI DESA TANAH RATA KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Rosni Astuti Siahaya; Abdullah Saimima; Ruliati Yusuf; Rama
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lamun umumnya tumbuh di sekitar daerah pasang surut dan sekitar pulau-pulau karang pada substrat dengan dasar lumpur, pasir berlumpur, pasir dan pecahan karang. Padang lamun juga banyak ditemukan di substrat pasir berlumpur yang tebal antara hutan rawa mangrove dan karang. Berdasarkan informasi dari masyarakat dan survei awal di perairan pantai Desa Tanah Rata merupakan kawasan yang memiliki sumber daya ekosistem lamun yang menjadi habitat dan tempat mencari makan bagi organisme laut. Penelitian ini dilakukan untuk menginventarisasi dan menghitung kerapatan jenis lamun di perairan pantai Desa Tanah Rata. Pengamatan lamun dilakukan secara langsung selama 1 bulan menggunakan metode transek kuadran. Lokasi penelitian dibagi menjadi 3 stasiun dengan jarak tiap stasiun 50 m. Pengamatan dilakukan terhadap jenis, kerapatan dan keanekaragaman lamun yang ditemukan di Pantai Desa Tanah Rata. Parameter kualitas air pendukung kehidupan lamun juga diukur setiap pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Tanah Rata ditemukan 3 jenis lamun yaitu , Enhalus acoroides, Halophila ovalis dan Halodule uninervis. Tingkat kerapatan lamun tertinggi terdapat pada Stasiun III Enhalus acoroides dengan nilai 2,68 ind/m2, Halophila ovalis 0,24 ind/m2 , dan Halodu1e uninervis 1,08 ind/m2. Pada stasiun I kerapatan lamun tertinggi yaitu jenis Enhalus acoroides 2,4 ind/m2, Halodu1e uninervis 0,96 ind/m2 dan Halophila ovalis 0,92 ind/m2. Kerapatan lamun terendah yaitu pada stasiun I dimana Enhalus acoroides 0,84 ind/m2, Halodule uninervis 0,44 ind/m2 dan Halophilla ovalis 0,12 ind/m2.
KEPADATAN JENIS TIRAM BATU DI TIANG DERMAGA PANTAI LAMANI DAN PANTAI KASTEN DESA NUSANTARA KECAMATAN BANDA Munira Munira; Jenny Abidin; Ifandris Kaimudin; Nisha Ishak
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiram merupakan salah satu komoditas sumberdaya hayati non ikan yang termasuk ke dalam klas Bivalvia. Tiram juga adalah jenis kerang laut yang hidup menetap dan menempel pada substrat yang keras. Perbedaan antara tiram dengan kerang adalah pada cangkang dan tempat hidupnya. Umumnya tiram di jumpai menempel pada batu dan tiang-tiang pelabuhan, karamba, dan pada akar-akar pohon di daerah pantai yang terkena pengaruh pasang surut air laut. Pantai Lamani dan Pantai kasten berada di Wilayah Desa Nusantara Kecamatan Banda merupakan pusat aktivitas pendaratan berbagai transportasi laut yang mendaratkan berbagai hasil bumi seperti bahan pangan, barang dagangan dan juga masyarakat dari berbagai macam pulau yang ada di Kecamatan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Tiram dan Tingkat kepadatan jenis tiram yang terdapat di tiang dermaga Pantai Kasten dan Pantai Lamani. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2022 dengan metode Deskriptif. Data yang diukur meliputi jenis dan kepadatan tiram pada ke dua tiang jembatan. Parameter kualitas air yang diukur meliputi parameter fisika dan kimia perairan. Dari hasil penelitian ini pada dua lokasi di Pantai Lamani ditemukan 4 jenis Tiram yaitu Saccostrea glomerata, Saccostrea cucullata, Saccostrea echinata dan Ostrea edulis. Sedangkan di jembatan Pantai Kasten ditemukan 2 jenis tiram yaitu Saccostrea glomerata dan Saccostrea cucullata. Nilai kepadatan jenis tiram tertinggi ditemukan di Pantai Lamani dari jenis tiram Saccostrea cucullata (3,5 ind/m2 ) dan kepadatan terendah adalah Ostrea edulis dengan nilai 0,54 ind/m2. Sedangkan di lokasi jembatan pantai Kasten jenis tiram dengan nilai kepadatan tertinggi adalah S. cucullata (2,5 ind/m2) dan yang terendah S. glomerata (2,3 ind/m2).
INVENTARISASI DAN KERAPATAN JENIS LAMUN DI PERAIRAN PANTAI KETAPANG KECAMATAN SEKOTONG BARAT KABUPATEN LOMBOK BARAT Muh. Fahruddin; Anita Prihatini Ilyas
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v9i2.306

Abstract

Lamun merupakan tumbuhan yang dipengaruhi oleh komposisi jenis substrat di daerah mangrove dan terumbu karang. Penelitian ini dilakukan untuk menginventarisasi dan mengetahui kerapatan jenis lamun di perairan pantai Ketapang, Kecamatan Sekotong Barat, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode transek kuadrat yang berukuran 50x50 cm pada tiga lokasi yang berbeda. Stasiun 1 dekat habitat mangrove, stasiun 2 habitat lamun dan stasiun 3 dekat dengan terumbu karang. Hasil penelitian terdapat 4 jenis lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides, Thalassa hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Halophila ovalis. Kerapatan jenis lamun tertinggi ditunjukkan pada jenis Cymodocea rotundata pada stasiun 1 dan 2 yang masing –masing stasiun 1 400 individu/m2 dan stasiun 2 236.7 individu/m2, sedangkan pada stasiun 3 jenis lamun yang memiliki kerapatan tertinggi adalah jenis Enhalus acoroides 166.7 individu/m2.
IDENTIFIKASI KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA BIOTA BUDIDAYA (IKAN DAN BIVALVIA) DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Jacqueline M. F. Sahetapy; S. F. Tuhumury; Loilatu, Yulfia R.
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v9i2.313

Abstract

Tingginya aktivitas masyarakat mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah plastik di perairan Teluk Ambon. Munculnya bahan pencemar mikroplastik merupakan hasil dari semakin meningkatnya aktivitas penduduk dan pola konsumsi bahan kemasan plastik yang tidak dapat dihindari. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengidentifikasi keberadaan jenis, ukuran dan jumlah mikroplastik pada ikan dan bivalvia di perairan teluk ambon. Penelitian ini dilakukan pada Agustus-September 2021 di perairan Teluk Ambon. Khususnya pada keramba jaring apung. Pengambilan sampel ikan budidaya yang siap panen serta kerang, dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis mikroplastik dilakukan di laboratorium mikroplastik Pusat Penelitian Laut Dalam, Badan Riset dan Inovasi Nasional Ambon. Sampel yang diperoleh di destruksi secara peroksida, kemudian ditambahkan Nacl jenuh. Selanjutnya sampel diamati dengan menggunakan mikroskop Nikon Eclipson 50 I dan di dokumentasikan analisis data secara deskriptif yang tampilkan dalam bentuk Gambar/ Grafik dan Tabel. Hasil penelitian diperoleh empat jenis mikroplastik yaitu fiber, fragmen, film, dan pellet. Jumlah partikel mikroplastik pada ikan budidaya sebesar 834 partikel. Mikroplastik jenis fiber memiliki jumlah partikel tertinggi yaitu sebesar 446 pada ikan bubara Dan jumlah partikel mikroplastik pada kerang sebesar 98 partikel.
PENGENDALIAN HAMA MAKRO PADA BUDIDAYA IKAN KAKAP PUTIH ( Lates calcarifer) DI KERAMBA JARING APUNG La Muhamad , Idul; Abdullah Saimima; Ruwia Abdurasid; Akli Ismail Amtju
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v9i2.314

Abstract

Keberadaan hama makro pada budidaya ikan sistem keramba jaring apung (KJA) sangat mempengaruhi kultivan. Sebab, hama makro dapat menghalangi pakan, cahaya, dan sirkulasi air. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan hama makro pada budidaya ikan kakap putih (lates calcarifer) di KJA. Penelitian ini berlangsung pada bulan Mei–Juli 2022 bertempat di KJA Kelompok “BETA HOUSE” Universitas Banda Naira. KJA tersebut terdiri atas 6 (enam) kotak budidaya ikan dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm sebagai media tumbuh atau substrat untuk menempelnya hama makro. Hama makro yang ditemukan dari KJA dimasukan ke dalam kantong plastik yang berisi formalin 40% secukupnya. Selanjutnya sampel hama makro diidentifikasi di Laboraturium Universitas Banda Naira. Variabel yang diamati terdiri atas identifikasi jenis, frekuensi kehadiran dan kepadatan hama makro. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian yang dilakukan dapat menurunkan pertumbuhan hama makro yang menempel pada waring KJA secara maksimum pada jenis Gyrineum natator, Oliva tigridellaorida, Monoplex vespaceus, sedangkan jenis Spondylus squamosus, Sycon cilistum, Cypraea moneta, Rhodophyta, Phaeophyta, dan Plamadusta clandestina belum dapat dikendalikan dan masih tetap tumbuh selama penelitian berlangsung.
KELIMPAHAN DAN POLA PENYEBARAN BULU BABI (Echinoidea) DI PERAIRAN PANTAI TITA DESA DWIWARNA KECAMATAN BANDA, KABUPATEN MALUKU TENGAH Tjameria La Ima; Didiet Trisno Dharmady Anwar
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v9i2.315

Abstract

Salah satu sumberdaya perikanan yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai sumber protein hewani adalah Bulu Babi (Echinoidea). Perairan Pantai Tita, Desa Dwiwarna, merupakan salah satu perairan pantai yang terletak di sebelah selatan pulau Naira yang memiliki potensi Bulu Babi (Echinoidea) yang dapat ditemukan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kelimpahandan Pola Penyebaran Bulu Babi (Echinoidea) di Perairan Pantai Tita, Desa Dwiwarna, Kecamatan Banda,Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2020 sampai selesai, di Perairan Pantai Tita, Desa Dwiwarna, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan metode transek linier kuadrat. Jenis Bulu Babi (Echinoidea) yang ditemukan di lokasi penelitian adalah Diadema savignyi, Diadema setosum, Echinothrix callamaris, dan Tripneus teusgratilla. Kelimpahan tertinggi dimiliki oleh jenis Tripneus teusgratilla dengan nilai kelimpahan sebesar 0,0486 ind/m2 sedangkan Diadema savignyi memiliki kelimpahan terendah dengan nilai 0,0002 ind/m2. Pola penyebaran Bulu Babi (Echinoidea) yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah seragam dan mengelompok.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN KAWALINYA (Selar crumenopthalmus) YANG TERTANGKAP PURSE SEINE DI PERAIRAN BANDA Munira munira; Jenny Abidin; Ifandris Kaimudin; Vivindya Sari Djohar
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v9i2.316

Abstract

Ikan Selar (Selar crumenopthalmus) merupakan ikan yang banyak tertangkap di perairan Banda. Nama lokal ikan Selar adalah kawalinya. Selain dikonsumsi ikan ini juga digunakan oleh nelayan sebagai ikan umpan untuk penangkapan ikan tuna. Melihat pentingnya sumberdaya ikan tesebut, diharapkan keberadaannya perlu dikelola secara baik dan optimal dengan tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya ikan tersebut agar dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan kawalinya yang tertangkap dengan purse seine di perairan Kepulauan Banda. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pembaca mengenai hubungan panjang berat dan faktor kondisi. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengambilan sampel ikan Kawalinya diperoleh dari hasil tangkapan nelayan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak, di perahu nelayan. Lokasi penangkapan ikan sampel di sekitar perairan Banda. Sampel ikan diambil secara acak sebanyak 35 ekor setiap 2 minggu 1 kali sebanyak delapan minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penelitian ikan yang diamati berjumlah 175 ekor yang terdiri dari 94 ekor ikan jantan dan 81 ekor ikan betina. Nilai koefisien korelasi (r) ikan jantan sebesar 0,410731 dan ikan betina sebesar 0.19799. Koefisien determinan (R2) diperoleh 0,1687 dan 0,0392. Dengan demikian ikan jantan maupun ikan betina memiliki korelasi panjang dan berat yang tidak erat atau kurang kuat. Rendahnya nilai korelasi mengindikasikan bahwa pertambahan Panjang total ikan tidak mempengaruhi berat total ikan. Sesuai dengan nilai faktor kondisi yang dapat diperoleh maka ikan dikategorikan sebagai ikan yang pipih.
HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI IKAN LAYANG (Decapterus macrosoma) YANG TERTANGKAP DI PERAIRAN LAUT BANDA Basir, Aditya Putra; munira, Munira; Karim, Izma
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 01 (2024): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i01.360

Abstract

Banda Naira merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang terdapat di provinsi Maluku. Sumberdaya perikanan pelagis kecil di Perairan Banda Naira pada umumnya didominasi oleh ikan layang deles (Decapterus macrosoma). Ikan ini mempunyai peranan penting tidak saja sebagai sumber makanan bergizi tetapi juga sebagai sumber mata pencaharian dan sumber lapangan kerja bagi banyak penduduk. Penelitian tentang Hubungan Panjang Berat dan Faktor Kondisi Ikan Layang (Decapterus macrosoma) yang Tertangkap di Perairan Banda. dilaksanakan selama tiga bulan mulai dari bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan panjang berat dan faktor kondisi ikan layang (Decapterus macrosoma) yang tertangkap di perairan Banda. Kegunaan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk memberi informasi mengenai pertumbuhan ikan layang (Decapterus macrosoma) dalam memperkaya wawasan. Sampel ikan layang sebanyak 210 ekor terdiri dari 117 ekor ikan jantan dan 93 ekor ikan betina, data panjang berat di peroleh melalui pengukuran panjang total dan penimbangan berat tubuh ikan. Penentuan perhitungan panjang berat menggunakan formula umum menurut (Effendi 2002), Faktor kondisi dihitung dengan formula sistemetrik (Effendi 2002), hasil uji-t menunjukkan bahwa ikan layang (Decapterus macrosoma) bersifat allometrik negatif. Kisaran ratarata faktor kondisi ikan layang jantan 1.12-1.74 dan ikan betina berkisar antara 0.931.73.