cover
Contact Name
Muhammad Farid
Contact Email
mfarid01@yahoo.com
Phone
+6285280442063
Journal Mail Official
lppm.hattasjahrir@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. email: lpm@hattasjahrir.ac.id
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
ISSN : 25497502     EISSN : 28288459     DOI : -
MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA NAIRA.
Articles 74 Documents
PEMETAAN LOKASI BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI OHOI LANGGUR KABUPATEN MALUKU TENGGARA Asriyanti Hasan; Jenny Abidin; Abdullah Saimima; Ruwia Abdurasid
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya wilayah pesisir Ohoi Langgur, memiliki potensi sumber daya perairan yang cukup besar untuk pengembangan budidaya rumput laut. Kondisi geografis berupa perairan pesisir yang relatif tenang, perairan dangkal, serta kualitas perairan yang masih tergolong baik menjadikan wilayah ini berpotensi sebagai sentra budidaya rumput laut. Namun demikian, pemanfaatan ruang perairan di Ohoi Langgur hingga saat ini belum didukung oleh data pemetaan kesesuaian lokasi yang komprehensif dan berbasis ilmiah. Akibatnya, kegiatan budidaya yang dilakukan masyarakat masih bersifat tradisional dan belum optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk Memetakan lokasi budidaya rumput laut yang tepat di Ohoi Langgur Kabupaten Maluku Tenggara. Sedangkan manfaat dari penelitian ini kepada Masyarakat Ohoi Langgur lebih mengetahui luas lahan budidaya rumput laut dan Dapat mengetahui lokasi-lokasi lahan budidaya yang cocok untuk membudidaya rumput laut. Daya dukung perairan Ohoi Langgur untuk budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii dibagi menjadi tiga kriteria yakni tidak sesuai, sesuai, dan sangat sesuai. Pada musim timur perairan Ohoi Langgur tidak dapat dijadikan tempat budidaya rumput laut dikarenakan banyak parameter ekologi perairan yang tidak sesuai untuk dijadikan lokasi budidaya rumput laut.Secara infastruktur perairan Ohoi Langgur dapat dijadikan lokasi budidaya rumput laut karena berjarak yang lumayan jauh dari pelabuhan Kota Tual, sehingga tidak terkena limbah industri atau minyak.
ANALISIS DAMPAK VOLATILITAS MUSIM TERHADAP STABILITAS PENDAPATAN NELAYAN TANGKAP IKAN LAYANG DI BANDA NAIRA Qomariah Idris
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor perikanan tangkap memainkan peran krusial dalam perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah Maluku yang kaya sumber daya laut, dengan kontribusi ekspor perikanan mencapai Rp400 miliar pada semester I 2024. Ikan laying, sebagai komoditas utama nelayan tangkap, mendominasi produksi nasional perikanan tangkap dengan 549.553 ton pada 2024, didukung oleh proses oseanografi seperti upwelling di Laut Banda. Dengan mata pencaharian Masyarakat Banda Naira, ikan layang yang ditangkap menggunakan purse seine atau jaring bobo, di mana fluktuasi musiman hasil tangkapan memengaruhi pasokan dan harga secara signifikan. Penelitian kuantitatif ini menganalisis dampak volatilitas musim terhadap stabilitas pendapatan nelayan tangkap ikan layang di Banda Naira, Maluku Tengah, menggunakan desain explanatory research dengan sampel 150 nelayan (usia 20-60 tahun) yang memakai purse seine atau jaring bobo. Model regresi linear berganda ARCH/GARCH(1,1) di EViews 12 menunjukkan dummy musim tenang meningkatkan pendapatan Rp8.000.000 (t=5.10, p<0.01), dengan R-squared 0.742 dan persistence volatilitas β=0.72; purse seine mencapai Rp10 juta musim tenang versus Rp5 juta musim angin, sementara jaring bobo Rp25 juta versus Rp15 juta. Profil responden didominasi laki-laki (100%), usia rata-rata 43 tahun (SD 9.2), pendidikan SD/SMP (76%), dengan koefisien variasi pendapatan 32% musim tenang versus 50% musim angin. Uji asumsi klasik (Kolmogorov-Smirnov p=0.12, Breusch-Pagan p=0.02) memvalidasi model, di mana simulasi mitigasi GARCH memproyeksikan pengurangan volatilitas 28% melalui diversifikasi dan asuransi. Temuan ini berkontribusi pada kebijakan perikanan berkelanjutan di Maluku dengan ekspor Rp400 miliar tahunan sebagai konteks.
KOMPOSISI JENIS IKAN KARANG HASIL TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN PULAU HATTA KEPULAUAN BANDA Abdul Rahim Lestaluhu; Ruwia Abdurasid; Tjameria La Ima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan karang merupakan salah satu aktivitas perikanan penting bagi masyarakat pesisir di wilayah pulau kecil, termasuk Pulau Hatta di Kepulauan Banda. Ekosistem terumbu karang menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan karang bernilai ekonomi yang mendukung perikanan skala kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan komposisi jenis ikan karang hasil tangkapan nelayan di Perairan Pulau Hatta. Data dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan nelayan, dilanjutkan dengan identifikasi jenis ikan berdasarkan nama lokal, nama ilmiah, dan famili ikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan komposisi jenis ikan karang dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan karang hasil tangkapan nelayan terdiri atas 11 famili, yaitu Lutjanidae, Serranidae, Carangidae, Lethrinidae, Mullidae, Haemulidae, Siganidae, Scaridae, Priacanthidae, Holocentridae, dan Kyphosidae. Famili Lutjanidae dan Serranidae merupakan kelompok ikan yang paling dominan dari total 44 spesies ikan karang yang teridentifikasi. Komposisi jenis tersebut mencerminkan karakteristik perikanan karang skala kecil yang bersifat multispesies dan berorientasi pada pemanfaatan ikan bernilai ekonomi. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting sebagai acuan awal dalam pengelolaan perikanan karang di wilayah pulau-pulau kecil.
PEMETAAN LUAS PENUTUPAN MAKROALGA PADA PERAIRAN PANTAI TITA DESA DWIWARNA KECAMATAN BANDA Basir, Aditya Putra; Munira, Munira; Amtju, Zikra
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 12 No 01 (2026): Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan makroalga dapat digunakan sebagai indikator kesehatan habitat bentik, yang berhubungan dengan kualitas perairan. Distribusi spasial makro alga juga digunakan untuk analisis keanekaragaman hayati ekosistem pesisir. Penelitian pemetaan tutupan makroalga dilakukan di perairan panta Tita Desa Dwiwarna Kecamatan Banda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung persentasi penutupan makroalga, mengidentifikasi jenis-jenis makroalga dan memetakan sebaran makroalga pada Perairan Pantai Tita Desa Dwiwarna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 1.091,30 m2 areal lokasi penelitian, persentasi tutupan makroalga pada perairan pantai Tita Desa Dwiwarna adalah 47 % atau 512,9 m2 kawasan tertutupi makroalga dan 53 % atau 578,4 m2 kawasan pada lokasi penelitian tidak tertutupi oleh makroalga.Jenis makroalga yang ditemukan pada perairan pantai Tita Desa Dwiwarna adalah alga hijau (Chlorophyta) dari jenis Ulva reticulata Forsskall 1775. Keberadaan makroalga jenis U. reticulata ditemukan pada 24 kuadran dari total 51 kuadran yang disebar pada lokasi penelitian.Sebaran makroalga pada lokasi penelitian dibagi menjadi 5 kelas yaitu, kelas (1) adalah lokasi yang tidak tertutupi makroalga (0 %) sebesar 578,4 m2. kelas (2) lokasi dengan tutupan 1 - 10 % sebesar 207,3 m2, kelas (3) lokasi dengan tutupan 11 - 50 % sebesar 174,6 m2, kelas (4) lokasi dengan tutupan 51 - 75 % sebesar 87,3 m2 dan kelas (5) lokasi penelitian yang tertutupi makroalga dengan persentasi 76-100 % sebesar 43,6 m2.