cover
Contact Name
Muhammad Farid
Contact Email
mfarid01@yahoo.com
Phone
+6285280442063
Journal Mail Official
lppm.hattasjahrir@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Said Tjong Baadilla, No.1, Banda Naira, Maluku Tengah. Telp/Fax 0910-21026. email: lpm@hattasjahrir.ac.id
Location
Kab. maluku tengah,
Maluku
INDONESIA
Munggai: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
ISSN : 25497502     EISSN : 28288459     DOI : -
MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan & Masyarakat Pesisir adalah wadah intelektual yang mengkhususkan kajian pada ilmu-ilmu perikanan, kelautan dan masyarakat pesisir. Jurnal Munggai ini dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SEKOLAH TINGGI PERIKANAN HATTA-SJAHRIR, BANDA NAIRA.
Articles 74 Documents
PEMETAAN KOMPONEN DAN POLA KONEKTIVITAS SOCIAL-ECOLOGICAL SYSTEM (SES) PERIKANAN LAYANG (Decapterus Spp) DI KEPULAUAN BANDA NEIRA Wongsopatty, Karto
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 01 (2024): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i01.364

Abstract

Perikanan layang merupakan suatu kegiatan perikanan yang memanfaatkan sumberdaya ikan pelagis kecil ikan layang yang mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi dalam kegiatan perikanan tangkap. Pendekatan Social-Ecological System (SES) sangat penting dilakukan untuk melihat pola hubungan antar pihak di dalam sebuah sistem perikanan Penelitian ini dilaksakan pada bulan Maret-Oktober 2022 yang berlokasi di Banda Neira. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan komponen serta pola konektivitas SES perikanan layang. Analisis yang digunakan yaitu Social-Ecological Network Analysis (SENA). Hasil penlitian menunjukan bahwa variable paling penting dalam jaringan konektifitas adalah pihak nelayan (NLY) dengan nilai 7, pada kekuatan hubungan yang paling tinggi yaitu antara variable nelayan (NLY) dengan fishing activity (FA). Sementara itu pada analisis kluster terdapat 7 pengelompokan yang memiliki kedekatan hubungan di dalam jaringan.
ESTIMASI NILAI EKSPORT TUNA MALUKU BERDASARKAN PENERBITAN SERTIFIKAT HASIL TANGKAPAN IKAN (SHTI) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA AMBON Kaimudin, Ifandris; Thamrin, Irma
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 01 (2024): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i01.365

Abstract

Tuna merupakan salah satu produk unggulan eksport Indonesia. Selain Amerika, Jepang dan Thailand, Indonesia juga mengirimkan produk Tuna ke pasar Uni Eropa dengan disertai dokumen Sertifikat hasil tangkapan ikan. Penerbitan SHTI diperuntukan bagi ikan yang akan dieksport ke Uni Eropa baik langsung maupun tidak. Perkembangan eksport Tuna dapat tergambarkan melalui besaran produksi yang tercatat dalam penerbitan SHTI. Perkembangan ini secara runtun waktu dapat digunakan sebagai dasar dalam melakukan peramalan produksi pada beberapa tahun mendatang. Berdasarkan hasil peramalan dengan basis data penerbitan SHTI selama 9 tahun diperoleh nilai peningkatan produksi Tuna Maluku dari tahun 2019 ke tahun 2020 sebesar 21,9 %.
ANALISIS KANDUNGAN ASAM FORMIAT PADA DAUN GATAL ( Laportea Decumana Roxb ) SEBAGAI OBAT ANTI NYERI DAN PENGHILANG PEGAL BAGI MASYARAKAT PESISIR KEPULAUAN BANDA Yusuf, Ruliati; Basir, Aditya Putra
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 01 (2024): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i01.366

Abstract

 Obat tradisional merupakan obat yang tidak memiliki efek samping bahan kimia, sehingga baik untuk digunakan warga demi menjaga kondisi kesehatannya. Seperti diketahui, obat tradisional yang banyak dijumpai diindonesia selain terbuat dari tanaman akar rumput, pepohonan, ada pula dari dedaunan. Daun ternyata lebih dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya dalam pengobatan tradisional masyarakat banda salah satunya yaitu daun gatal. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui kadar asam formiat pada daun gatal (Laportea Decumana Roxb) yang telah dipergunakan secara turun temurun oleh masyakat pesisir banda naira sebagai obat anti nyeri dan penghilang pegal. Metologi penelitian  ini adalah motode eksperimen murni untuk mengetahui banyaknya kandungan asam formiat yang diperoleh dan presentase asam formiat pada daun gatal (Laportea Decumana Roxb) yang diambil secara purposive sampling di desa waer kecamatan banda kabupaten maluku tengah. Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis kandungan asam formiat pada daun gatal (Laportea Decumana Roxb) sebesar 21,432 gram dengan pengujian asam formiat (FFA) sebesar 0,441% dari 20 gram sampel yang diuji. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kandungan asam formiat yang terkadung dalam 20 gram sampel yang diuji yaitu dibawah 1%.  
PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KEMATANGAN GONAD IKAN WAKONGMERAH (Caesio chrysozona) YANG DIDARATKAN DI PANTAI DESA KAMPUNG BARU KECAMATAN BANDA MALUKU TENGAH Uswanas , Wita; La Ima, Tjameria; Munira
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 01 (2024): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i01.367

Abstract

 Ikan wakong(Caesio chrysozona) merupakan sumberdaya ikan yang cukup melimpah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi masyarakat di Kepulauan Banda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbahan, tingkat kematangan gonad (TKG) dan Indeks Kematangan Gonad (IKG) ikan wakong merah (Caesio chryzosona) yang di daratkan di pantai Desa Kampung Baru Kecamatan Banda Maluku Tengah. Penelitian ini dilakukan bulan Juli - Agustus 2023.Sampel ikan yang dikoleksi sebanyak 40 ekor.Ikan sampel diukur panjang total dan ditimbang bobot tubuhnya. Selanjutnya ikan dibedah untuk pengamatan gonad. Setiap gonad ikan ditimbang beratnya dan ditentukan tingkat kematangan gonad (TKG). Analisis hubungan panjang bobot, TKG dan IKG mengacu pada Effendi (1979). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh ikan jantan sebanyak 14 ekor dan betina sebanyak 26 ekor dengan ukuran panjang berkisar antara 18 – 24 cm dan bobot tubuh 83-220 gr untuk ikan betina dan jantan 79-171 gr. Analisis hubungan panjang bobot ikan wakong merah (C.chrysozona) diperoleh nilai b sebesar 3.664 untuk ikan betina dengan nilaiR2= 0.834 dan nilai b ikan jantan 1.446 dengannilai R2= 0.273. Persamaan hubungan panjang bobot ikan wakong merah betina W=0.00183.664 dan untuk ikan jantan W=1.78761.446. Tingkat kematangan gonad (TKG) ikan betina maupun jantan didominasi oleh TKG II. Indeks kematangan gonad (IKG) selama penelitian bervariasi pada setiap bulan. Nilai IKG jantan tertinggi3.10  % terendah 0.25 %,  sedangkan IKG betina tertinggi 2,562 % dan terendah 0.091 %.  
ANALISIS HEMATOLOGI IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch, 1790) DALAM SISTEM KARAMBA JARING APUNG DI TELUK AMBON DALAM Borut, Ruku Ratu; Pattipeiluhu, Shelly Mieke; Rijoly, Stefanno Markus Anthony; Sahetapy, Jacqueline Marleen F
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 02 (2024): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i02.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran darah ikan ikan kakap putih (Lates calcarifer Bloch, 1790) dalam sistem KJA di perairan Teluk Ambon Dalam. Jumlah sampel ikan yang digunakan sebanyak 5 ekor. Pengambilan sampel sekali dalam 1 bulan selama 3 perlakuan pengamatan. Ikan dianalisis gambaran darahnya mencakup eritrosit total, leukosit total, kadar hemoglobin, kadar hematokrit. Hasil pengamatan menunjukkan kakap putih memiliki jumlah eritrosit total 2,80×106 sel/mm3; leukosit total 4,76×104 sel/mm3; kadar hemoglobin 7,91 g%; kadar hematokrit 18,26%. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa ikan kakap putih tidak sehat karena kadar hemoglobin, kadar hematokrit di luar batas normal ikan sehat.
PENGARUH PAKAN RUCAH YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PAKAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) DI KERAMBA JARING APUNG Ladjaha, Wa Ode Raniyati; Abidin, Jenny; La Muhamad, Idul; Abdurasid, Ruwia
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 02 (2024): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i02.420

Abstract

Pakan merupakan salah satu kendala dalam budidaya karena total biaya produksi pakan mencapai 70-80%. Sehingga pemanfaatan pakan rucah dapat menjadi alternatif. Oleh karena itu, penelitian in bertujuan untuk menganalisis pengaruh pakan rucah yang berbeda terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan kakap putih di KJA. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan dari April-Mei 2022 bertempat di KJA Kelompok “BETA HOUSE” Universitas Banda Naira. KJA tersebut terdiri atas 6 (enam) media ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm sebagai tempat pemeliharaan ikan dengan padat penebaran 15 ekor yang berukuran 6-8 g. Pengamatan ikan kakap putih meliputi penimbangan bobot ikan, pengukuran Panjang ikan, dan kualitas air dilakukan setiap dua minggu sekali, serta data pakan dilakukan setiap hari sebelum dan sesudah memberi makan ikan. Ikan diberi makan dengan menggunakan metode at satiation dua kali sehari dengan dua jenis pakan rucah yaitu ikan layang (Decapterus sp) dan ikan tongkol komo (Euthynis affinis) pada pagi jam 9.00 dan sore 16.00. Data hasil penelitian selanjutnya akan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS 16.0 dengan uji lanjut Duncan pada tingkat kepercayaan 95% dan nlai signifikan (P<0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai pertumbuhan dan efisiensi pakan cenderung lebih tinggi pada perlakuan menggunakan pakan rucah ikan layang (LPS 4,18% ; EP 22,98%) ketimbang rucah ikan tongkol komo (LPS 3,97% ; EP 20,90%). Akan tetapi, tidak ada perbedaan yang nyata antara kedua perlakuan.
PERSENTASE PENUTUPAN KARANG PADA PERAIRAN LAVA FLOW PULAU GUNUNG API KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Samiun, Winda La; Munira, Munira
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 02 (2024): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i02.429

Abstract

Kepulauan Banda memiliki rataan terumbu karang (reef flat) yang tidak luas dan berhadapan dengan laut terbuka. Salah satu pulau yang memiliki terumbu karang yaitu pulau Gunung Api. Pulau ini memiliki kawasan terumbu karang dengan tipe karang pantai (fringing reef) dapat ditemukan di sepanjang pantai. Selain itu pada pulau Banda sendiri terdapat spot dive yang terletak di utara Banda Neira atau yang biasa disebut dengan Lava Flow. Monitoring terhadap ekosistem terumbu karang perlu dilakukan secara rutin untuk melihat adanya perubahan yang terjadi akibat adanya tekanan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk melihat persentase penutupan karang agar menjadi bahan informasi untuk pengelolaan kawasan tersebut. Metode Point Intercept Transek (PIT) digunakan untuk melihat kondisi karang dan menghitung persen tutupan (% cover) substrat dasar secara acak, dengan menggunakan roll meter. Persentase penutupan berdasarkan kategori buruk, sedang, baik dan sangat baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penutupan karang pada kedalaman 5 m dengan nilai 90 % terkategori baik dan pada kedalamanan 10 m dengan nilai 61,25% terkategori baik yang didominasi oleh Coral branching . Parameter kualitas air yang terukur meliputi suhu, salinitas, pH, kecepatan arus dan kecerahan masih dikatakan layak untuk pertumbuhan terumbu karang.
KARAKTERISTIK MASSA AIR PERAIRAN TELUK AMBON DALAM (TAD) PADA AKHIR MUSIM BARAT Barcinta, Muhammad Fahrul; Ukratalo, Abdul M
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 02 (2024): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i02.430

Abstract

Karakteristik massa air yang merupakan ciri kondisi dari suatu perairan penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik massa air di perairan Teluk Ambon Dalam pada bulan Pebruari. Penelitian ini dilaksanakan di Perairan Teluk Ambon Dalam. Data karakteristik massa air diambil pada 19 stasiun pengamatan yang dianggap mewakili perairan Teluk Ambon Dalam. Pengambilan data karakteristik massa air menggunakan alat Conductivity, Themperature, Depth (CTD). Berdasarkan pola sebaran secara horisonal, vertikal dan melintang massa air dibulan Pebruari sebaran massa air di perairan Teluk Ambon Dalam pada Minggu I dan Minggu II memperlihakan hasil yang berbeda. Pada Minggu I saat pasang nilai suhu perairan Teluk Ambon Dalam lebih rendah, salinitas lebih tinggi, densitas lebih tinggi, memiliki variasi nilai suhu dibagian permukaan lebih kecil dan massa air juga terlihat bergerak dari Teluk Ambon Luar ke arah Teluk Ambon Dalam. Pada Minggu II saat air surut, bila dibandingkan dengan Minggu I nilai suhu perairan Teluk Ambon Dalam terlihat lebih tinggi, salinitas lebih rendah, densitas lebih rendah, variasi nilai suhu dipermukaan lebih besar dan massa air terlihat bergerak ke luar teluk. Hal ini menunjukan bahwa massa air yang masuk ke dalam teluk mengikuti arus pasang adalah massa air Laut Banda yang dicirikan dengan nilai densitas yang tinggi, suhu yang lebih dingin dan salinitas yang lebih tinggi. Secara vertikal terlihat bahwa ketebalan lapisan permukaan tercampur di Minggu I dan Minggu II pada setiap stasiun berkisar antara kedalaman 0-30 m, selanjutnya dibawahnya merupakan lapisan dalam.
UJI COBA PEMELIHARAAN IKAN NILA ( Oreocromis niloticus) PADA MEDIA SALINITAS YANG BERBEDA Ferman, Irnawatti; Saimima, Abdulah; La Puasa, Sani
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 10 No 02 (2024): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan Dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v10i02.431

Abstract

Ikan nila merupakan ikan euryhaline dimana ikan nila mempunyai tingkat adaptasi fisiologi yang baik terhadap rentang salinitas yang luas. Salinitas sebagai sala-satu parameter kualitas air berpengaruh secara langsung terhadap metabolisme tubuh ikan terutama proses osmoregulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas yang berbeda terhadap kelangsungan hidup dan mengetahui kisaran salinitas yang dapat ditoleransi oleh ikan nila (Oreochromis niloticus). Manfaat yang diharapkan adalah sebagai bahan informasi dasar dalam pengembangan usaha budidaya ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan A ( salinitas 5 ppt), B ( salinitas 10 ppt), C (salinitas 15 ppt) dan salinitas 0 ppt sebagai kontrol. Parameter yang diukur adalah kelangsungan hidup dan pertumbuhan dari ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakukan A (salinitas 5 ppt) dan B (salinitas 10 ppt) dengan nilai masing-masing 100%. Tingkat kelangsungan hidup terendah pada perlakuan C (salinitas 15 ppt) dengan nilai 91,5 % sedangkan perumbuhan panjang dan pertumbuhan bobot ikan nila pada perlakuan A (salinitas 5 ppt) lebih meningkat dengan nilai pertumbuhan panjang 0,12 cm dan nilai pertumbuhan bobot 1,16 gram. Berdasarkan hasil analisis ragam ANOVA menunjukan bahwa perlakuan perbedaan salinitas memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang ikan dimana Fhitung 4.000 > F table 0.142 dan Hasil perhitungan analisis ragam ANOVA data pertumbuhan bobot ikan nila yang di pelihara di media salinitas yang berbeda diperoleh nilai F hitung 0.701 > F table 0.563 yang artinya terdapat perbedaan yang nyata terhadap pertumbuhan bobot ikan nila.
PENGARUH PAKAN BERBEDA TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP PADA PENDEDERAN CLOWNFISH (Amphipirion percula) DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT AMBON Arsad, Aryanto; La Muhamad, Idul; Tri Wibowo, Agam; Abdurasid, Ruwia
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 11 No 01 (2025): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/.v11i01.485

Abstract

Clownfih (Amphiprion percula) atau biasa disebut ikan nemo merupakan salah satu komoditas unggulan ikan hias air laut yang hidup di perairan terumbu karang yang bersimbiosis dengan anemon dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi baik dipasar lokal maupun luar negeri. Dalam pengembangan budidaya benih clownfish sendiri masih terdapat beberapa kendala. Salah satu kendalanya yaitu kurangnya pemahaman terkait pemberian nutrien yang baik kepada benih clownfish untuk menunjang pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan berbeda terhadap laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup clownfish (A.percula). Pada penelitian ini dilakukan 4 perlakuan dengan masing-masing 3 kali pengulangan. Perlakuan A (Pellet), perlakuan B (Copepoda sp.), perlakuan C (Artemia sp.), dan perlakuan D (Copepoda sp. + Artemia sp.). Pemberian pakan dilakukan sebanyak 5 kali sehari. Pengukuran panjang tubuh benih ikan dilakukan seminggu sekali selama penelitian. Dari hasil penelitian ini diperoleh laju pertumbuhan mutlak benih clownfish pada perlakuan A 1,32 cm, perlakuan B 1,10 cm, perlakuan C 1,08 cm, dan perlakuan D 1,16 cm. Sedangkan nilai rata-rata kelangsungan hidup benih clownfish diperoleh perlakuan A 98,75%, perlakuan B 98,33%, perlakuan C 98,96%, dan perlakuan D 97,08%. Pemberian jenis pakan berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak benih clownfish. Akan tetapi pemberian jenis pakan berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup benih clownfish.