cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015" : 38 Documents clear
ANALISIS SIMPANG KOORDINASI DI SEPANJANG JALAN VETERAN Hilyatuz Zakiya; Agus Sumarsono; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.809 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37185

Abstract

Dewasa ini, pertumbuhan jumlah kendaraan di Indonesia semakin meningkat termasuk di kota Surakarta. Hal tersebut dapat menyebabkan kemacetan. Salah satu cara untuk mengurangi masalah kemacetan adalah dengan pemasangan lampu lalu lintas (Traffic signal) pada daerah simpang terutama di perkotaan. Jalan Veteran merupakan jalan mayor yang terdapat tiga simpang yang saling berdekatan, dan terdapat sekelompok pergerakan kendaraan yang berjalan bersamaan (platoon) yang mengalami tundaan pada tiap simpang, sehingga jika dikoordinasikan dapat mengantarkan pengendara melalui ketiga simpang tersebut tanpa mendapatkan lampu merah dengan kecepatan yang telah ditentukan (kecepatan green wave). Penelitian dilakukan untuk mengetahui besar waktu siklus lampu lalu lintas, kinerja simpang semua simpang di sepanjang Jalan Veteran sebelum dan sesudah koordinasi, dan besar kecepatan green wave. Lokasi penelitian berada di sepanjang Jalan Veteran yaitu di simpang Kapten Mulyadi, simpang Brigjend Sudiarto, dan simpang Yos Sudarso kota Surakarta. Metode perhitungan kinerja simpang berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Data simpang diambil pada jam sibuk yaitu pukul 07.00-09.00 dan 15.00-17.00 WIB pada hari kerja. Besar waktu siklus eksisting pada simpang Kapten Mulyadi (86 detik), Brigjend Sudiato (96 detik), dan Yos Sudarso (99 detik), sedangkan waktu siklus koordinasi yaitu sebesar 96 detik untuk ketiga simpang. Hasil perhitungan kinerja simpang koordinasi pada jalan mayor dapat diketahui bahwa nilai derajat kejenuhan setelah dikoordinasikan mengalami penurunan rata-rata sebesar 19,55 % pada pagi hari dan 8,03 % pada sore hari. Panjang antrian setelah dikoordinasikan mengalami penurunan rata-rata sebesar 12,09 % pada pagi hari dan 8,88 % pada sore hari. Jumlah tundaan setelah dikoordinasikan mengalami penurunan rata-rata sebesar 28,34 % pada pagi hari dan 20,22 % pada sore hari. Kecepatan green wave untuk dapat melewati simpang Kapten Mulyadi-Yos Sudarso dan sebaliknya adalah 30 km/jam pada lalu lintas pagi hari, dan 25 km/jam untuk lalu lintas sore hari.
Analisis Tarif Batik Solo Trans Koridor 2 Berdasarkan Estimasi Penambahan Demand Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Menggunakan Metode Ability to Pay(ATP), Willingness to Pay (WTP) dan BOK Aditya Krisnanda; Budi Yulianto; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.79 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37201

Abstract

Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) yang mencanangkan program green campus untuk mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor didalam lingkungan kampus merupakan langkah yang harus diapresiasi. Hal ini berhubungan dengan tujuan Pemerintah Kota Surakarta untuk mengembangkan transportasi yang berkelanjutan, salah satu moda yang sedang dikembangkan adalah bus Batik Solo Trans (BST). Data penelitian dibagi menjadi 2, yaitu data primer dan data sekunder, kemudian data di analisis untuk mengetahui besarnya penambahan demand yang akan berpengaruh terhadap penurunan nilai BOK BST koridor 2 berdasarkan metode Departemen Perhubungan dan mengetahui daya beli mahasiswa UNS dari kemampuan (ATP) dan kemauan (WTP) untuk membayar tarif BST. Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK beli Rp. 4.300 sedangkan tarif BOK hibah Rp. 3.735. Berdasarkan ATP sebesar Rp 2.850. Besarnya nilai WTP sebesar Rp.2.500. Tarif yang berlaku saat ini lebih besar daripada tarif berdasarkan BOK, ATP dan WTP. Diperlukan adanya evaluasi tarif dari pemerintah agar menarik minat mahasiswa untuk menggunakan BST sebagai moda transportasi utama. Diharapkan tarif yang telah di evaluasi sesuai dengan BOK, kemampuan dan kemauan penumpang. Pemerintah diharapkan terus berinovasi dalam memberikan kebijakan dan perbaikan pelayanan serta fasilitas angkutan umum agar nilai load factor yang saat ini dapat meningkat dan menarik minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum. Kata kunci :tarif, Potensi demand, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), ability to pay (ATP), willingness to pay (WTP)
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP) DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS TRANS JOGJA RUTE 4A DAN 4B) Joni Suryoputro; Agus Sumarsono; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.158 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37217

Abstract

Trans Jogja diharapkan dapat memperbaiki sistem angkutan di perkotaan wilayah Yogyakarta yang ada, sehingga tercipta angkutan umum perkotaan yang aman, nyaman dan tepat waktu, khususnya Trans Jogja. Rute 4A dan 4B dimana kedua rute ini merupakan rute yang baru demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang lebih luas. Data primer diperoleh dengan cara pembagian kuisioner sebanyak 144 lembar kepada pengguna Trans Jogja Rute 4A dan sebanyak 143 lembar kepada pengguna Trans Jogja Rute 4B. Data sekunder diperoleh dengan wawancara dengan instansi terkait yang kemudian data di analisis. Hasil dari analisis data untuk mengetahui besarnya Biaya Operasional Kendaraan dan untuk mengetahui daya beli penumpang dari kemampuan (ATP) dan kemauan (WTP) untuk membayar tarif Trans Jogja, Dari hasil analisis data menunjukan bahwa tarif berdasarkan ATP pada hari kerja untuk kategori umum sebesar Rp. 4.401,1, untuk kategori pelajar sebesar Rp. 2.381,8 dan untuk kategori mahasiswa sebesar Rp. 4.167,2. Sedangkan pada hari libur untuk umum sebesar Rp. 4.445,5, untuk kategori pelajar sebesar Rp. 3.717,6 dan untuk kategori mahasiswa sebesar Rp. 5.161,0. Besarnya nilai (WTP) pada hari kerja untuk kategori umum sebesar Rp. 2.898,81, untuk kategori pelajar sebesar Rp. 1.945,6 dan untuk kategori mahasiswa sebesar Rp. 2.951,9. Sedangkan pada hari libur untuk umum sebesar Rp. 2.995,69 dan untuk kategori pelajar sebesar Rp. 1.928,6 dan untuk kategori mahasiswa sebesar Rp. 2.964,7. Besarnya tarif berdasarkan biaya operasional kendaraan (BOK) Trans Jogja Rute 4A adalah sebesar Rp. 3.586,58 sedangkan Trans Jogja Rute 4B adalah sebesar Rp. 3.378,27. Subsidi yang disediakan masih mencukupi untuk menutup biaya operasional kendaraan Trans Jogja Kata kunci : Tarif, Biaya Operasional Kendaraan, ATP, WTP
PENGARUH DOSIS DAN ASPEK RASIO SERAT BAJA TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS PADA BETON NORMAL DAN BETON MUTU TINGGI Musyaffa, Dwi Nuur; As'ad, Sholihin; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.614 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37196

Abstract

Masalah yang sering muncul dalam hal penggunaan beton adalah sifatnya yang getas. Kuat tekan beton yang semakin besar maka beton mempunyai daktilitas yang rendah.. Penambahan serat diharapkan dapat mengatasi hal tersebut. Serat baja dapat menambah penyerapan energi yang lebih besar dan meningkatkan daktilitas beton. Karakter dari beton serat dipengaruhi oleh tipe material serat, geometri serat, distribusi serat, orientasi serat, dan konsentrasi serat. Penelitian ini mencari besar pengaruh dosis serat yang ditambahkan dan aspek rasio serat baja yang berbeda pada beton normal dan beton mutu tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik beton yaitu kuat tekan, modulus elastisitas, dan disrtibusi serat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan 54benda uji, 3 benda uji untuk setiap variasi penambahan serat antara lain 0 kg/m3, 20 kg/m3, 40 kg/m3, 60 kg/m3, dan 80 kg/m3. Serat yang digunakan adalah tipe serat end hooked dengan 2 aspek rasio(l/d) yang berbeda yaitu RC 80/60 BN (tipe A) dan RC 65/35 BN (tipe B). Masing- masing benda uji digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas. Ukuran benda uji yang digunakan adalah silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian dilakukan setelah beton berumur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan dosis serat baja sebesar 60 kg/m3menghasilkan kuat tekan dan nilai modulus elastisitas maksimum kecuali pada beton mutu tinggi aspek rasio 80. Besar kenaikan kuat tekan maksimum pada beton normal sebesar 10,54% (tipe A) dan 10,81% (tipe B) dan beton mutu tinggi sebesar 12,41% (tipe A penambahan 80 kg/m3) dan 12,41%. Peningkatan maksimum nilai modulus elastisitas pada beton normal adalah 25,10% pada tipe B sedangkan pada beton mutu tinggi sebesar 10,98% pada tipe A. Jumlah serat pada saat pemeriksaan distribusi pada beton segar dan beton setelah diuji terhadap jumlah serat teoritis terdapat perbedaan.Dosis serat lebih berpengaruh terhadap kenaikan kuat tekan dan modulus elastisitas daripada jumlah seratnya.
PENGARUH LUBANG RESAPAN BIOPORI PADA TANAH BERPENUTUP RUMPUT GAJAH MINI (Pennisetum Purpureum Schumach. 1827) TERHADAP REDUKSI LIMPASAN PERMUKAAN Kurniawan, Rizki Putro; Qomariyah, Siti; Sobriyah, Sobriyah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.581 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37212

Abstract

Perubahan tata guna lahan sebagai akibat dari pertambahan jumlah penduduk yang pesat menyebabkan banyak masalah lingkungan, salah satunya adalah banjir. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah pembuatan lubang resapan biopori yang merupakan fasilitas resapan air yang digunakan untuk mengatasi banjir dengan cara mempercepat peresapan air ke dalam tanah. Pengaruh lubang resapan biopori pada berbagai tipe penutup tanah belum banyak dibahas sehingga sangat menarik untuk diteliti. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Penelitian dilakukan pada area yang terletak di depan gedung 5 Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 1 lubang, 2 lubang, dan 3 lubang resapan biopori berdiameter 15 cm dan kedalaman 100 cm yang dibuat pada lahan berpenutup rumput gajah mini (Pennisetum purpureum Schumach. 1827). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh lubang resapan biopori akan berbanding lurus dengan bertambahnya jumlah lubang dan debit masukan (inflow). Dengan inflow sebesar 0,1400 liter/detik, 1 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0412 liter/detik atau 29,4286 %, 2 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0434 liter/detik atau 31,0000 %, 3 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0458 liter/detik atau 32,7143 %. Dengan inflow sebesar 0,1658 liter/detik, 1 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0586 liter/detik atau 35,3438 %, 2 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0663 liter/detik atau 39,9879 %, 3 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,0665 liter/detik atau 40,1086 %. Dengan inflow sebesar 0,2926 liter/detik, 1 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,1148 liter/detik atau 39,2344 %, 2 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,1208 liter/detik atau 41,2850 %, 3 lubang dapat mereduksi debit sebesar 0,1349 liter/detik atau 46,1039 %. Nilai C (koefisien limpasan) pada rumput gajah mini (Pennisetum purpureum Schumach. 1827) sebesar 0,2423; 0,3714; dan 0,5243 pada kondisi tanah dengan kadar air sebesar 47,68 %; 63,32 %; dan 76,92 %.
EVALUASI TARIF BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK), ABILITY TO PAY (ATP), WILLINGNESS TO PAY (WTP), DAN ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) BUS BATIK SOLO TRANS (Studi Kasus: Koridor 1) Tb. Pradika; Slamet Jauhari Legowo; Budi Yulianto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.271 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37191

Abstract

Tarif merupakan salah satu unsur angkutan umum yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan operasional. Kebijakan tarif yang berlaku harus ditinjau terhadap dua aspek, penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Angkutan bus BST merupakan angkutan bus kota yang saat ini sedang digalakkan pengoperasiaannya di daerah Surakarta. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tarif yang berlaku saat ini berdasarkan penghitungan BOK, ATP, WTP, dan analisis BEP. Data penelitian ini didapat dengan mewawancarai dengan Perum Damri sebagai pengelola bus BST dan dengan menyebarkan kuisioner kepada pengguna angkutan bus BST koridor 1. Data yang didapat kemudian di analisis untuk mengetahui besarnya BOK, ATP, WTP serta nilai BEP pada bus BST Koridor 1. Dalam hal ini penghitungan BOK menggunakan 3 metode yaitu Dephub, DLLAJ, FSTPT serta dilakukan dalam 2 skenario. Skenario 1 yaitu kondisi dimana operator membeli bus baru, sedangkan skenario 2 adalah kondisi dimana bus merupakan hibah dari pemerintah. Penghitungan ATP dan WTP dilakukan pada 2 hari, yaitu hari kerja dan libur. Hasil analisis data yang didapatkan pada skenario 1 penghitungan BOK menurut metode Dephub sebesar Rp. 5.621,68, metode DLLAJ sebesar Rp. 5.532,91, dan metode FSTPT sebesar Rp. 5.087,92. Pada skenario 2 terjadi penurunan sebesar 19 - 20 % dibanding skenario 1. Jika dilihat nilai BOK, tarif saat ini masih dibawah dari nilai BOK. Berdasarkan ATP pada hari kerja sebesar Rp 3.488,95 untuk kategori umum dan Rp. 2.000,22 untuk kategori pelajar. Sedangkan pada hari libur sebesar Rp. 3.485,4, untuk kategori umum dan Rp. 1.996,07, untuk kategori pelajar. Besarnya nilai WTP pada hari kerja sebesar Rp. 3.374,33 untuk kategori umum dan Rp 2.136,36 untuk kategori pelajar, pada hari libur sebesar Rp. 3.422,37 untuk kategori umum dan Rp. 2.000 untuk kategori pelajar. Hal ini menunjukkan nilai ATP & WTP sudah mendekati dengan tarif yang berlaku saat ini, walaupun pada kategori umum nilai ATP & WTP sedikit dibawah dari tarif yang berlaku. Nilai BEP berdasarkan load factor pada hari kerja sebesar 0,63 dan pada hari libur sebesar 0,59 pada skenario 1. Penghitungan nilai BEP pada skenario 2 terjadi penurunan sebesar 18 - 20 % dibanding skenario 1. Selain itu, pada skenario 1 membutuhkan waktu 19,57 tahun untuk impas dan membutuhkan waktu 1,61 tahun pada skenario 2.
STUDI EVALUASI HARGA AIR PADA BENDUNGAN WONOGIRI UNTUK PLTA AKIBAT PENGERUKAN SEDIMEN Ariet Setiawan; Sugiyarto Sugiyarto; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.114 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37207

Abstract

Bendungan Wonogiri terletak di Kecamatan Wuryorejo, Kabupaten Wonogiri terletak ±10 km disebelah selatan Kota Wonogiri. Akibat banyaknya sedimen yang menumpuk dari hulu DAS Keduang merupakan masalah yang terjadi pada Bendungan Wonogiri Hal ini mengakibatkan tampungan air pada bendungan berkurang. Sehingga mengurangi kinerja pasokan pembangkit listrik tenaga air untuk PT. Indonesia Power. Studi ini dilakukan untuk mengetahui harga jual air minimal untuk pembangkit listrik yang harus dibayar oleh PT. Indonesia Power untuk biaya operasional dan pemeliharaan serta biaya pengerukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ini adalah deskriptif evaluatif, penelitian yang menggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Studi evaluasi ini mengkaji kelayakan Analisa ekonomi Bendungan Wonogiri ditinjau terhadap Nilai Rasio Biaya Manfaat (B/C), Selisih Biaya Manfaat (B-C) atau NPV, Tingkat Pengembalian Internal (IRR) serta Analisa Sensivitas. Dari hasil Hasil Analisa sensitivitas sesudah pengerukan dapat diperoleh dan B/C sesudah pengerukan sebesar 1,48, NPV sesudah pengerukan pengerukan untuk harga air pada suku bunga 11% yaitu 1,065.,884.078.824, IRR sesudah pengerukan diperoleh hasil 18,055 %, Titik Impas atau BEP tercapai setelah 34 tahun 5 bulan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pemakaian harga jual minimal air PLTA sebesar Rp. 154,9 per kWh layak dari sisi ekonomi
PERUBAHAN SERAPAN AIR DAN KUAT KEJUT BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR PECAHAN GENTENG BERSERAT ALUMINIUM PASCA BAKAR DENGAN VARIASI WAKTU RENDAMAN AIR Hisyam Sibarani; Antonius Mediyanto; Mukahar Mukahar
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.664 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37182

Abstract

Salah satu kelemahan beton adalah memiliki berat isi yang tinggi, yaitu sebesar 2400 kg/m3. Untuk meringankan berat isi tersebut, maka digunakan pecahan genteng sebagai pengganti agregat kasar. Penambahan serat alumunium ke dalam campuran beton bertujuan meningkatkan nilai serapan air dan kuat kejut beton. Hasil penelitian pengujian serapan air pada menit ke 10+5 dan 24 jam pada beton tanpa serat aluminium pra, pasca pembakaran dan setelah mendapakan perawatan ulang selama 28 x 24, 42 x 24, dan 56 x 24 jam berturut-turut adalah 3,468% dan 9,096%; 4,889% dan 11,133%; 2,304% dan 7,435%; 1,503% dan 8,516%; 1,153% dan 4,841%. Untuk beton berserat aluminium nilai serapan air pada beton pra, pasca bakar dan setelah mendapatkan water curing sebesar 4,448% dan 11,336%; 5,656% dan 12,777%; 2,583% dan 10,548%; 2,195% dan 11,809%; 5,283% dan 9,654%. Hasil pengujian kuat kejut beton tanpa serat pada retak pertama dan runtuh total dengan perlakuan yang sama adalah 4079,00 J dan 4697,03 J; 1389,10 J dan 1618,65 J; 1536,25 J dan 1842,32 J; 2042,44 J dan 2254,34 J; 2095,42 J dan 2419,15 J. Sedangkan hasil pengujian kuat kejut beton dengan serat aluminium adalah 4585,19 J dan 5833,03 J; 2183,71 J dan 2401,49 J; 2230,79 J dan 2572,18 J; 2272,00 J dan 2678,13 J; 2260,22 J dan 2689,90 J. Berdasarkan hasil di atas penambahan serat aluminium hanya dapat meningkatkan kuat kejut beton. Pembakaran sampel mengakibatkan penurunan kekuatan karena terjadinya penguapan air beton dan terjadi dekomposisi pada senyawa CSH. Dengan dilakukan water curing dapat meningkatkan nilai serapan air dan kuat kejut beton, karena terisinya kembali rongga-rongga kosong akibat penguapan air akibat pembakaran dan terbentuknya kriltal-kristal CSH baru yang berasal dari reaksi air curing ulang dengan semen yang belum terhidrasi pada beton tersebut.
Analisis Tarif dan Penambahan Demand Batik Solo Trans Koridor 1 Khusus Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta Menggunakan Metode Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP) dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Reza Alviano; Budi Yulianto; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.104 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37199

Abstract

Keputusan Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) mengenai pedoman pengelolaan kampus ramah lingkungan (green campus) dan draft Peraturan Rektor UNS mengenai kebijakan transportasi di kampus merupakan wujud keseriusan UNS dalam mengatasi permasalahan transportasi di kampus. Hal ini sesuai dengan tujuan Kota Surakarta dalam mewujudkan transportasi yang berkelanjutan. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tengah mengembangkan bus umum yang berbasis BRT (bus rapid transit) yaotu Batik Solo Trans (BST). Data penelitian dibagi menjadi 2 yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan penyebaran kuisioner langsung kepada mahasiswa disetiap fakultas UNS sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian sebelumnya yang mendukung dan instansi-instansi yang terkait dengan BST koridor 1 seperti GIZ, Dinas Perhubungan danmanagemen PT. BST. Data yang terkumpul kemudian di analisis untuk mengetahui besarnya potensi demand yang akan berpengaruh terhadap penurunan nilai Biaya Operasional Kendaraan (BOK) BST koridor 1 berdasarkan metode Dephub dan mengetahui daya beli mahasiswa UNS dari kemampuan (Ability To Pay/ATP) dan kemauan (Willingness To Pay/WTP) untuk membayar tarif BST. Hasil analisis data menunjukkan tarif berdasarkan BOK beli sebesar Rp. 4.450,3 dan BOK hibah sebesar Rp. 3.651,6. Nilai ATP sebesar Rp 2.916 dan nilai WTP sebesar Rp.2.524. Berdasarkan analisis diperoleh kesimpulan bahwa tarif yang berlaku saat ini yaitu Rp. 3.500,0 lebih besar daripada nilai ATP dan WTP mahasiswa UNS. Perlu adanya kerja sama antara UNS sebagai pemilik potensi demand dengan PT. DAMRI sebagai operator BST koridor 1. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memunculkan tarif baru khusus mahasiswa UNS sehingga UNS mendapat keuntungan dengan berkurangnya penggunaan kendaraan bermotor dikampus dan PT. DAMRI memperoleh keuntungan dengan berkurangnya nilai BOK.
PERBANDINGAN ANALISIS KAPASITAS DUKUNG TIANG TUNGGAL PONDASI MINIPILE MENGGUNAKAN RUMUS DINAMIK, HASIL UJI SPT DENGAN HASIL UJI PDA Hendrik Prama; Yusep Muslih Purwana; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.178 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37215

Abstract

Pada perencanaan pondasi perlu memperhitungkan besarnya kapasitas dukung tanah setempat dan beban yang bekerja. Apabila pondasi yang direncanakan tidak mampu memikul beban pondasi, maka akan terjadi keruntuhan (failure) dan penurunan yang dapat mengakibatkan kerusakan fatal pada bangunan. Beberapa contoh penyelidikan tanah di lapangan adalah sondir, pengeboran dan Standard Penetration Test (SPT) serta uji beban tiang Pile Driving Analyzer (PDA). Dalam perencanaan pondasi terkadang hasil perhitungan kapasitas dukung pondasi antara metode satu dan lainnya menunjukan hasil yang bebeda. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis tanah, metode perhitungan dan pengambilan sampel tanah yang berbeda. Oleh karena itu perlu dilakukan studi yang komperhensif guna mengevaluasi hasil perhitungan kapasitas dukung pondasi tiang. Pada studi ini akan membandingkan kapasitas dukung pondasi minipile menggunakan rumus dinamik dan hasil uji SPT terhadap hasil uji PDA. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder, berupa data SPT, data minipile dan data uji PDA pada proyek Pembangunan Pabrik PT. Andalan Busana di Banyudono Kabupaten Boyolali. Studi ini mengggunakan beberapa rumus dinamik, antara lain: Rumus Hiley (1930), Rumus Janbu (1953) yang disempurnakan oleh Mansur-Hunter (1970), Rumus Sandres (1851), Rumus Olsen-Flaate (1967) dan Pasific Coast Uniform Building Code (PCUBC). Data SPT dihitung ulang dengan menggunakan 2 (dua) metode, yaitu: Metode Meyerhof dan Metode Poulos Davis (1980). Hasil dari perbandingan kapasitas dukung pondasi minipile mengalami perbedaan antara satu dengan lainnya. Dilihat dari nilai rasio kapasitas dukung (BCR) menunjukkan Qu-dinamik Rumus Hilley (1930) dan Rumus Sandres (1851) adalah kurang dari 1. Sedangkan BCR Rumus Janbu (1953) yang disempurnakan Mansur-Hunter (1970) dan Rumus Olsen-Flaate (1967) menunjukan hasil lebih dari 1. Hal berbeda ditunjukkan oleh Rumus PCUBC, rumus tersebut menunjukan nilai BCR kurang dari 1 pada kedalaman 10 meter dan lebih dari 1 pada kedalaman 6 meter. Qu-SPT Metode Meyerhof dan Poulos Davismenunjukan BCR kurang dari 1. Dari nilai-nilai tersebut, diketahui bahwa SPT Metode Meyerhof paling mendekati 1. Yang artinya Metode Meyerhof merupakan metode yang paling bisa diandalkan di dalam studi ini.

Page 1 of 4 | Total Record : 38