cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
PENGARUHKENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR (BBM) TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN ANGKUTAN TAKSI DAN PENGHASILAN SOPIR (STUDI KASUS TAKSI GELORA SURAKARTA) Eko Supriyanto; Agus Sumarsono; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.715 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37400

Abstract

Sebagai salah satu kota di Jawa Tengah, Surakarta menjadi kota yang perkembangannya sangat pesat. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membawa dampak langsung terhadap kenaikan biaya operasional angkutan umum.Pemilihan angkutan taksi sendiri dapat menjadi satu pilihan yang tepat bagi para penumpang biasa atau wisatawan karena taksi dapat menjangkau tempat-tempat yang lebih strategis dibandingkan dengan bus yang hanya sebatas menjangkau tempat-tempat yang lebih umum.Salah satu perusahaan taksi yang beroperasi adalah taksi Gelora.Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) terhadap Biaya Operasional Kendaraan (BOK) taksi Gelora dan penghasilan sopir taksi. Perhitungan biaya operasional dalam penelitian ini menggunakan metode TRRL Kenya dan metode PCI Model.Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM mengakibatkan kenaikan biaya operasional taksi sebesar 13,99%-20,33% untuk metode TRRL Kenya, sedangkan biaya operasional taksi meningkat sebesar 13,46 %-16,11 % menggunakan Metode PCI Model. Kenaikan harga BBM sebesar 44,4% juga meningkatkan penghasilan sopir taksi sebesar 20,12%-44,66% untuk metode TRRL-Kenya, dan meningkat 29,45%-53,82% untuk metode PCI model.
Pengaruh Penambahan Serat Galvalum Pada Beton Ringan Dengan Teknologi Gas terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas Infan Mixtio Indrawan; Purnawan Gunawan; Endang Rismunarsi
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.11 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37279

Abstract

Beton Ringan dengan teknologi gas adalah campuran antara semen, air, agregat dengan bahan tambah tertentu yaitu dengan mencampur alumunium pasta yang akan bereaksi dengan kalsium hidroksida dari pasir sehingga membentuk gas hidrogen. Gas hidrogen kemudian menciptakan gelembung selama pengembangan, setelah beton kering gas hidrogen tersebut akan menguap dan menjadi rongga udara. Penambahan serat galvalum bertujuan untuk meningkatkan kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas pada beton ringan dengan teknologi gas. Kuat tekan rata-rata dengan prosentase serat 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% sebesar 8,49 MPa; 11,39 MPa; 13,47 MPa; 10,91 MPa dan 10,24 MPa. Prosentase perubahan nilai kuat tekan terbesar yaitu pada penambahan kadar serat 0,5 % sebesar 58,59%. Kuat tarik belah rata-rata dengan prosentase serat 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% adalah 1,28 MPa; 1,65MPa; 2,03 MPa ; 1,64 MPa dan 1,40 MPa. Prosentase perubahan nilai kuat tarik belah terbesar yaitu pada penambahan kadar serat 0,5% sebesar 58,27%. Nilai modulus elastisitas rata-rata beton ringan berserat galvalum dengan persentase serat serat 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75%, dan 1% secara berturut - turut adalah 4140 MPa; 7890 MPa; 9114 MPa; 7598 MPa dan 7377 MPa.
ANALISIS STABILITAS LERENG BERDASARKAN HUJAN 3 HARI BERURUTAN DI DAS TIRTOMOYO (Studi kasus Desa Damon, Hargorejo, Wonogiri) Manurung, Ridho; Surjandari, Niken Silmi; Djarwati, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.322 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37115

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hujan 3 hari berurutan terhadap kestabilan lereng pada kemiringan yang berbeda. Hujan 3 hari berurutan yaitu hujan yang terjadi pada tiga hari berturut-turut meskipun dengan durasi singkat. Analisis stabilitas lereng di lakukan untuk mengetahui keamanan dari suatu lereng. Perubahan tata guna lahan, infiltrasi air hujan akan berpengaruh terhadap kondisi hidrologi lereng karena perubahan tingkat kejenuhan dan tekanan air pori. Perubahan aspek tersebut akan berpengaruh terhadap sifat tanah penutup lereng, misalnya nilai berat isi tanah, kohesi dan sudut gesek. Selain kondisi hidrologi aspek yang sangat berpengaruh terhadap kestabilan lereng adalah kemiringan lereng dimana keadaan lereng semakin curam maka stabilitas lereng nilai keamanannya semakin kecil. Lokasi penelitian terletak di Dusun Damon, Hargorejo, Wonogiri. Dari lokasi penelitian diambil sampel tanah untuk mengetahui data properties tanah (?, ?, dan c). Sampel tanah menunjukkan bahwa jenis tanah berupa pasir berlempung, campuran pasir-lempung. Stabilitas lereng dimodelkan dengan variasi kemiringan 30°, 40°, 45°, 50°, 60° dan 65°. Analisis stabilitas lereng menggunakan limit equilibrium method. Data hujan yang digunakan antara tahun 2004 sampai 2013 dengan menganalisis infiltrasi setiap bulan basah yaitu pada Bulan November, Desember, Januari, Februari, Maret dan April. Metode SCS CN digunakan untuk mengubah hujan menjadi beban lereng dengan menghitung infiltrasi yang terjadi sesuai tutupan lahan. Infiltrasi air hujan akan menyebabkan tanah menjadi jenuh dengan ketebalan tertentu. Hasil analisis menunjukkan kondisi sebelum terjadi hujan di kemiringan 30°, 40°, 45° dan 50° safety factor aman, kemiringan 60° dan 65° safety factor kritis. Infiltrasi hujan tertingggi terjadi pada Bulan Maret Tahun 2010 dan 2012 dengan intensitas hujan sebesar 195,6 mm dan 189,9 mm. Adanya infiltrasi menyatakan sudut 30°, 40°, 45° dan 50° nilai safety factor tidak dalam keadaan kritis, sudut 60° dan 65° menyatakan nilai safety factor dalam keadaan kritis. Hal ini mengindikasikan bahwa hujan dan kemiringan lereng sangat mempengaruhi nilai stabilitas lereng.
ANALISIS HUBUNGAN KINERJA SIMPANG BERSINYAL TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DI KOTA SURAKARTA Putra, Arief Permana; Sumarsono, Agus
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37570

Abstract

Kepadatan arus lalu lintas dan antrian kendaraan yang cukup panjang terlihat jelas pada beberapa simpang bersinyal yang berada di jalan arteri Kota Surakarta, seperti simpang panggung, simpang ngemplak, dan simpang gemblegan, sehingga menyebabkan waktu yang diperlukan untuk melalui simpang-simpang tersebut semakin lama. BBM merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga ketersediaan BBM akan semakin langka seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di bidang transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi BBM untuk energi kendaraan bermotor. Konsumsi BBM yang terbuang di simpang bersinyal pada saat kendaraan diam (idle) sangat dipengaruhi oleh lama tundaan. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan konsumsi BBM dan kinerja simpang bersinyal berupa tundaan di Kota Surakarta. Analisis kinerja simpang bersinyal menggunakan MKJI menghasilkan kinerja simpang berupa kapasitas, derajat kejenuhan, panjang antrian, dan tundaan. Analisis konsumsi BBM berdasarkan lama tundaan dengan menggunakan persamaan dari LAPI-ITB yang telah dikonversikan ke dalam satuan mobil penumpang. Hubungan kinerja simpang berupa tundaan dengan konsumsi BBM menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan analisis dan pembahasan, model regresi linier dengan variabel bebas kinerja simpang berupa tundaan cukup baik dalam memprediksi nilai variabel tidak bebas konsumsi bahan bakar (Y). Hasil analisis menunjukkan tundaan memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar pada simpang bersinyal, artinya semakin tinggi nilai tundaan semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Hasil ini sesuai dengan hipotesa awal bahwa konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor pada saat idle (diam) di simpang bersinyal dipengaruhi oleh lama tundaan.
ANALISIS KINERJA ZONA SELAMAT SEKOLAH DI SURAKARTA (STUDI KASUS JALAN GAJAH MADA, JALAN MT HARYONO DAN JALAN HOS COKROAMINOTO Anjar Budi Santoso; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.653 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36868

Abstract

Banyak sekolah di kota besar khususnya kota Surakarta berada di dekat area jalan raya. Kesadaran pengemudi kendaraan yang masih kurang sehingga mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Keadaan seperti ini sangat berbahaya bagi anak sekolah. Untuk menangani hal tersebut, pemerintah menerapkan program seperti Zona Selamat Sekolah untuk menurunkan kecepatan kendaraan yang melintasi ZoSS dan mengantisipasi perilaku anak sekolah yang tidak bisa direncanakan sehingga memicu kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja ZoSS di Surakarta. Analisis dimulai dengan survei volume kendaraan, spot speed, perilaku penyeberang, perilaku pengantar, kelengkapan ZoSS. Analisis mengacu pada peraturan Dirjen HubDad No. SK 3236/AJ 403/DRDJ/2006. Analisa data menggunakan statistik distribusi normal (uji Z). Hasil analisis dari kelengkapan fasilitas ZoSS belum memenuhi standar di tiga lokasi. Spot speed masih melebihi batas kecepatan ZoSS. Spot speed terendah di ZoSS Tipe 2UD 20 sebesar 22,1 km/jam di pagi hari dan 24,9 km/jam di siang hari, sedangkan tipe 2UD 25 adalah 26,1 km/jam di pagi hari dan 33,5 km/jam di siang hari. Batas untuk 2UD 20 adalah 20 km/jam dan 2UD 25 adalah 25 km/jam. Analisis perilaku penyeberang sudah selamat di dua lokasi. Analisis uji Z perilaku pengantar sudah selamat di Jalan MT Haryono dengan nilai Z sebesar 2,23.
PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH APARTEMEN DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (F-AHP) DI KOTA DEPOK Mega Hafizha; Setiono Setiono; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.192 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.47288

Abstract

AbstrakKota Depok merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota Jakarta, dimana keberadaannya diarahkan sesbagai pola pemukiman dan penyebaran kesempatan kerja secara lebih merata, sebagai upaya meringankan tekanan perkembangan penduduk DKI Jakarta. Banyaknya lembaga, institusi serta perguruan tinggi yang tersebar di Kota Depok, terutama di Jalan Margonda Raya, menjadikan Kota Depok dikenal sebagai sentra pendidikan. Hal ini berimbas kepada jumlah penduduk yang datang dan menetap di Kota Depok, dimana akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kondisi ini tentunya berbanding lurus terhadap meningkatnya permintaan kebutuhan akan tempat tinggal, tak terkecuali permintaan terhadap apartemen sebagai tempat tinggal. Berdasarkan hasil kajian serta penelitian sebelumnya, selera masyarakat dalam memilih apartemen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi preferensi masyarakat dalam memilih apartemen khususnya di Kota Depok. Metode yang digunakan dalam penelitian kali ini yaitu deskriptif kualitatif serta pembobotan dengan metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP). Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei berupa kuesioner dan hasil keputusan dari kuesioner diolah menggunakan Program Software Microsoft Excel 2016. Sebagai hasil, dalam memilih apartemen di Kota Depok, masyarakat akan mempertimbangakan beberapa fakor antara lain: produk, persepsi harga, lokasi, fasilitas apartemen, dan legalitas. Kemudian, dari 10 responden yang menjadi subjek penelitian, diperoleh faktor yang paling mempengaruhi masyarakat yaitu dekat dengan fasilitas sosial dan yang paling tidak mempengaruhi masyarakat adalah nama besar pengembang (Developer). Hasil tersebut didapatkan salah satunya karena lokasi apartemen yang ditinjau berada di jalan utama Kota Depok yaitu Jalan Margonda Raya, dimana terdapat banyak fasilitas sosial seperti sarana Pendidikan, Kesehatan, Olahraga, Rekreasi, maupun Pusat PerbelanjaanKata Kunci : Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP), Pemilihan Apartemen, Preferensi Masyarakat
PREDIKSI KEKERINGAN DENGAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI WURYANTORO KABUPATEN WONOGIRI Riyan Ardiputro; Raden Roro Rintis Hadiyani; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.149 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37003

Abstract

Perubahan cuaca dan iklim tidak menentu yang diakibatkan oleh pemanasan global dapat menyebabkan berbagai dampak negatif. Seperti durasi antara musim penghujan dan musim kemarau tidak seimbang dan musim kemarau yang berkepanjangan. DAS Wuryantoro yang terletak di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah mempunyai kondisi geografis berupa tanah kapur.yang sulit meresapkan air ke dalam tanah. Hal ini menjadikan wilayah Wonogiri rawan akan bencana kekeringan ketika musim kemarau tiba. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di DAS Wuryantoro dan (2) Mengetahui prediksi kekeringan berdasarkan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) jika diverifikasi dengan Metode Indeks Kekeringan Hidrologi (IKH) berdasar debit pada tahun 2015-2018.Perhitungan hujan wilayah menggunakan Metode Poligon Thieseen. Untuk hujan simulasi menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropgation dengan Matlab. Indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan menggunakan Metode SPI. Hasil hujan simulasi digunakan untuk menghitung prediksi indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan Metode SPI. Dari hasil prediksi curah hujan juga digunakan untuk menghitung IKH berdasar debit Metode Mock. Hasil dari analisis ini diperoleh bahwa indeks kekeringan dan indeks ketajaman kekeringan pada tahun 2003-2010 mengalami kondisi normal dan tahun 2011-2014 mengalami kondisi kering terutama pada bulan Juli sampai Oktober dengan indeks kekeringan -1,0131 sampai -1,2487. Prediksi kekeringan pada tahun 2015 sampai tahun 2018 mengalami kondisi Sangat Kering di bulan Juli-September dengan indeks kekeringan rata-rata -1,7907 sampai -1,8056, sementara kondisi kering terjadi pada bulan Juli dengan indeks kekeringan rata-rata -1,1265 sampai -1,1584. Selebihnya bulan-bulan lainnya selama empat tahun tersebut mengalami kondisi normal. Dari hasil analisis dan prediksi antara Metode SPI dan IKH, hasil perhitungan kekeringan metode SPI hampir sama dengan derajad ketajaman kekeringan IKH berdasar debit yaitu pada pertengahan tahun selama 4 tahun mengalami kondisi Kering dan Sangat Kering.
KAJIAN KUAT LENTUR BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG TAKIKAN TIPE V DENGAN JARAK 2 CM DAN 3 CM Kultsum, Ummi; Setiya Budi, Agus; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.688 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37456

Abstract

In construction industry, the reinforcement of concrete beam and steel is a construction material which is commonly used in building structures,where the compressive strength of concrete and the tensile strength of steel is a complementary combination. However, the use of steel as reinforcementstill get some problems such as the higher price and its a product of the mining of non-renewable and will run out someday. To overcome theseproblems, bamboo is selected as an alternative of steel reinforcement which is renewable natural product, easily obtained, inexpensive, and have ahigh tensile strength. This research aims to determine the tensile strength of bamboo wulung used to calculation and analysis of the bending capacityof the bamboo to the steel reinforcement, by making the beam specimen as many as 12 pieces with a size of 11 cm x 15 cm x 170 cm. Three of thefirst six beam specimen planted bamboo wulung reinforcement with V-type notch by notch distance of 2 cm and 3 cm, and then The next threebeam specimens planted ø 8 mm reinforcement steel and three unreinforced beam specimens for comparison. Quality concrete is planned f'c = 17.5MPa. The experiments performed in Laboratorium Struktur/Structures Laboratory, FT UNS on the concrete age of 28 days by giving twopoints of concentrated loads at a distance of 1/3 span beam from the pedestal. Based on the analysis and test results can be concluded, the nominalmoment of the test results in beam specimen planted reinforcement bamboo wulung notches type V with distance of 2 cm, 3 cm, steel ø 8 mm andbeam unreinforced are consecutive obtained a mean of 0.436 tonm, 0.441 tonm, 0.516 tonm and 0.111 tonm. Nominal moment analysis basedin beam specimen planted reinforcement bamboo wulung notches type V on yield strength internodia, nodia and steel ø 8 mm are consecutiveobtained a mean of 0.454 tonm, 0.378 tonm and 0.505 tonm. The ratio of flexural capacity on beam specimen planted reinforcement bamboowulung notches type V with distance of 2 cm and 3 cm obtained of 0.962 and 0.971 on the yield strength internodia. While the yield strength onnodia, ratio of flexural capacity beam reinforcement bamboo wulung notches type V with distance of 2 cm and 3 cm obtained of 1.156 and 1.167.In beam reinforcement steel ø 8 mm ratio of flexural capacity obtained 1.022. Average value of the maximum deflection at maximum loadhappens at 1/3 middle span or on the recording dial gauge 2 whose position is at the middle of the beam span. The pattern of cracks that occur asexpected, which of the 12 pieces beam specimen, the average collapse occurred on 1/3 middle span beams and section in concentrated load point.
ANALISIS TENSILE STRENGTH, BENDING, CANTABRO, DAN PERMEABILITAS PADA SPLIT MASTIC ASPHALT (SMA) DENGAN BAHAN TAMBAH HIGH DENSITY POLYETYLENE (HDPE) Djoko Sarwono; Florentina Pungky Pramesti; Hegar Lasardi Kurniawan
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.707 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36568

Abstract

Split Mastic Asphalt (SMA) merupakan salah satu jenis campuran aspal yang memiliki gradasi senjang. Campuran SMA biasanya digunakan pada lalu lintas berat, oleh karena itu sering terjadi kerusakan pada perkerasan seperti retak dan deformasi. HDPE (High Density Poly Ethylene) memiliki sifat thermoplastik yaitu bersifat elastis pada saat panas dan bersifat kaku pada saat dingin. HDPE digunakan untuk mengganti sebagian agregat saringan no.4 pada campuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik campuran SMA tanpa HDPE dan campuran SMA dengan tambahan HDPE. Penelitian ini dilakukan dengan menguji  ITS, Bending, Cantabro dan Permeabilitas, kemudian nilai setiap pengujian dari masing-masing campuran dibandingkan. Hasil analisis menunjukkan campuran SMA dengan tambahan HDPE mampu meningkatkan nilai tensile strength sebesar 538%, nilai kuat lentur meningkat sebesar 293,05%,  nilai cantabro berkurang sebesar 453,37%, dan nilai koefesien permeabilitas berkurang sebesar 224,5% jika dibandingkan campuran SMA tanpa HDPE.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEMBAGA DENGAN FLY ASHPADABETON MUTU TINGGI METODE DREUX TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS OF RUPTURE, DAN IMPACT Slamet Prayitno; Purwanto Purwanto; Aningtyas Diningrum
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.272 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37295

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, dan sebagainya. Struktur tersebut membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Perlu adanya peningkatan mutu beton dengan cara menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat tembaga yang berasal dari bahan limbah kabel listrik atau daur ulang, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tembaga terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, Modulus Of Rupture danImpact.