cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS VALUE ENGINEERING PADA PONDASI JEMBATAN (STUDI KASUS: PROYEK JEMBATAN KALI CENGGER TOL SEMARANG-SOLO RUAS SALATIGA-BOYOLALI SESI AMPEL-BOYOLALI) Himawan Nur Aredha Putra; Sugiyarto Sugiyarto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.511 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36536

Abstract

Rekayasa Nilai atau yang biasa dikenal dengan istilah Value Engineering (VE) adalah suatu cara pendekatan kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisiensikan biaya-biaya yang tidak perlu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen yang dapat diefisiensikan dengan metode VE, mengetahui alternatif terbaik yang dapat mengganti desain awal, dan mendapatkan perbandingan biaya konstruksi. Analisis VE dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Jembatan Kali Cengger Tol Semarang Solo ruas Salatiga Boyolali sesi Ampel-Boyolali.Pada studi VE, ada 5 tahap yang harus dilakukan yang biasa dikenal dengan value engineering job plan yaitu tahap informasi, tahap kreatif atau tahap spekulasi, tahap analisis, tahap pengembangan, dan tahap penyajian dan tindak lanjut.Dalam penelitian ini komponen pekerjaan yang dipilih untuk dilakukan studi VE adalah pekerjaan struktur pondasi jembatan. Desain awal struktur pondasi awal yaitu pondasi bored pile d=150 cm dan penulis merekomendasikan dua alternatif untuk menggantikan desain awal tersebut. Alternatif pertama dengan pondasi bored pile d=100 cm dengan kedalaman 8 m dan alternatif ke-dua menggunakan pondasi tiang pancang d=100 cm dengan kedalaman 10 m. Biaya pekerjaan struktur pondasi dengan desain awal adalah Rp. 70.741.519.932,00 dan setelah dilakukan analisis VE diperoleh biaya alternatif 1 Rp. 70.472.541.358,00 dengan penghematan sebesar Rp. 268.978.574,00 dan biaya pekerjaan alternatif 2 Rp. 69.406.435.961,00 dengan penghematan sebesar Rp. 1.335.083.971,00.
EVALUASI PENERAPAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA BANGUNAN RUMAH SAKIT (Studi Kasus RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta) Primanda Arief Kurniawan; Sugiyarto Sugiyarto; Budi Laksito
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.028 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37384

Abstract

Adanya resiko bahaya kebakaran pada bangunan gedung, termasuk bangunan rumah sakit menjadi dasar dari terbitnya peraturan mengenai sistem proteksi kebakaran. Diantaranya adalah Peraturan Menteri PU nomor : 26 PRT/M/2008 dan peraturan Pd-T-11-2005-C. Peraturan tersebut hendaknya dapat diterapkan untuk menjamin keselamatan pengguna bangunan. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui sejauh mana peraturan-peraturan tersebut diterapkan pada bangunan perawatan kesehatan atau rumah sakit dengan mengambil lokasi studi kasus di RS.Ortopedi. Prof.DR.R.Soeharso Surakarta Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Dimana untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, dilakukan pengamatan langsung di lapangan, kemudian mengkonversi hasilnya ke dalam angka menggunakan skala likert dan prosentase. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui tingkat penerapan sistem proteksi kebakaran dan nilai keandaan sistem keselamatan bangunan terhadap bahaya kebakaran ( NKSKB ) berdasarkan pada peraturan-peraturan di atas. Hasil dari penelitian ini adalah Variabel "Akses dan Pasokan Air untuk Pemadam Kebakaran" mendapatkan skor rata-rata 4,17 dalam skala Likert, yang artinya Sesuai dengan peraturan. Variabel "Sistem Proteksi Pasif" mendapatkan skor rata-rata 4,26 dalam skala Likert, yang artinya Sesuai dengan peraturan. Variabel "Sistem Proteksi Aktif " mendapatkan skor rata-rata 3,95 dalam skala Likert, yang artinya Cukup Sesuai dengan peraturan. Variabel "Sarana Penyelamatan " mendapatkan skor rata-rata 4,17 dalam skala Likert, yang artinya Sesuai dengan peraturan. Variabel "Utilitas Bangunan" mendapatkan skor rata-rata 4,58 dalam skala Likert, yang artinya Sesuai dengan peraturan. Sedangkan Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan (NKSKB) rata-rata sebesar 92,77 %, hal iniberartimenurut Pd-T-11-2005-C nilai keandalanbangunan terhadapbahayakebakaranadalahbaik
ANALISIS AKURASI ESTIMASI WAKTU PERJALANAN BERDASARKAN DATA KECEPATAN SESAAT DENGAN INSTANTANEOUS MODEL DAN TIME SLICE MODEL Aan Febrian; Amirotul M.H. Mahmudah; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37263

Abstract

Waktu perjalanan merupakan indikator yang paling baik dalam mengukur kinerja ruas jalan, bahkan merupakan variable yang sangat penting untuk mengukur kemacetan. Waktu perjalanan dapat diukur dan diperkirakan dengan survei secara langsung maupun diperoleh dari model matematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model manakah di antara Instantaneous Model dan Time Slice Model yang mempunyai akurasi lebih tinggi dalam mengestimasi waktu perjalanan berdasarkan data kecepatan sesaat menggunakan Time Mean Speed (TMS) dan Space Mean Speed (SMS) pada Jalan Ringroad Utara Surakarta. Akurasi estimasi waktu perjalanan ditentukan dengan menggunakan indikator uji keandalan, yaitu Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Absolute Relative Error (MARE). Hasil uji keandalan untuk Instantaneous Model berdasarkan TMS diperoleh nilai RMSE = 0,892 menit; MAE = 0,842 menit; dan MARE = 11,6 %; dan untuk SMS diperoleh nilai RMSE = 0,566 menit; MAE = 0,483 menit; dan MARE = 6,6 %. Sedangkan hasil uji keandalan untuk Time Slice Model berdasarkan TMS diperoleh nilai RMSE = 0,895 menit; MAE = 0,842 menit; dan MARE = 11,6 %; dan untuk SMS diperoleh nilai RMSE = 0,569 menit; MAE = 0,487 menit; dan MARE = 6,6 %. Hal ini menunjukkan bahwa estimasi waktu perjalanan dengan Instantaneous Model lebih akurat jika dibandingkan dengan Time Slice Model pada karakteristik lalu lintas campuran di jam puncak.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT KAWAT IKAT (BENDRAT) PADA KUAT TEKAN DAN LENTUR BETON BERTULANG DENGAN ABU SEKAM PADI DAN ACCELERATOR Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi; Yudha Asmara, Amanda Ditya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.976 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37099

Abstract

Beton memiliki beberapa kekurangan, berbagai usaha telah dilakukan untuk mendapatan beton dengan mutu tinggi dan memiliki sifat-sifat yang lebih baik. Penelitian - penelitian telah dilakukan dan dengan beberapa inovasi-inovasi baru, salah satunya adalah dengan penggantian sebagian semen dengan abu sekam padi dan menambahkan serat kawat ikat (bendrat) dan accelerator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen dengan abu sekam padi dan penambahan serat kawat ikat (bendrat) dan accelerator pada beton terhadap kuat tekan dan kuat lentur balok beton bertulang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah. Benda uji berbentuk balok dengan 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Benda uji untuk setiap variasi kadar bendrat masing-masing berjumlah 4 buah untuk uji kuat tekan, berjumlah 4 buah untuk uji kuat tarik belah dan berjumlah 3 buah untuk uji kuat lentur. Persentase bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Hasil dari penelitian penambahan serat kawat ikat (bendrat) pada beton adalah dapat meningkatan nilai kuat tekan dan kuat lentur. Kadar optimum kuat tekan berdasarkan grafik fungsi polinomial adalah pada kadar 0,51% dengan nilai kuat tekan sebesar 41,46 Mpa. Kadar optimum kuat lentur berdasarkan grafik fungsi polinomial adalah pada kadar 0,84% dengan nilai kuat lentur sebesar 7,48 kN.m.
ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL EASTPARC YOGYAKARTA) Erik Pradana Putra; Siti Qomariyah; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.807 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37554

Abstract

Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan, salah satunya dengan menggunakan metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan EVA (Earned Value Analysis) dalam memperkirakan waktu akhir penyelesaian proyek untuk setiap minggunya. Penelitian ini membutuhkan data seperti Time schedule, Rekapitulasi biaya anggaran proyek dan Laporan progress mingguan proyek. Metode ini memberikan informasi Nilai Hasil (EV), Jadwal Anggaran (PV), Varian Jadwal (SV) Indek Kinerja Jadwal (SPI), Prakiraan Waktu Pekerjaan Tersisa (ETS) dan Prakiraan Total Waktu (EAS) yang akan digunakan untuk analisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data pengerjaan proyek selama 14 minggu pelaporan. Studi ini menghasilkan, waktu penyelesaian proyek tidak sesuai dengan rencana awal jadwal proyek. Minggu-ke 1 hingga minggu ke-6 dan minggu ke 9 hingga minggu ke 14 proyek akan selesai lebih lambat dari rencana awal proyek. Namun pada minggu ke-7 hingga ke-8, menunjukan bahwa waktu pelaksanaan proyek lebih cepat dari rencana jadwal proyek. Prakiraan waktu penyelesaian proyek berdasar perhitungan komulatif tiap minggu, minggu ke-14 adalah 271 hari (12 Januari 2013), sedangkan waktu rencana adalah 240 hari (12 Desember 2012). Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih lambat 31 hari dari yang direncanakan.
SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN GEDUNG-GEDUNG KANTOR KECAMATAN DI KABUPATEN SUKOHARJO DENGAN METODE ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Widi Hartono; Yopi Saparudin; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.715 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36852

Abstract

Kantor Kecamatan Kabupaten Sukoharjo adalah bangunan pemerintah yang digunakan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Pemeliharaan bangunan diperlukan untuk menjaga kondisi fisik bangunan kantor kecamatan dari kerusakan, sehingga terwujudnya kenyamanan pelayanan dan aktivitas pemerintahan yang kondusif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui urutan prioritas dan kondisi bangunan kecamatan, yang berguna sebagai acuan dalam kegiatan pemeliharaan. Data primer pada penelitian ini diperoleh dengan cara pengamatan langsung di lokasi penelitian, dan menyebarkan form kuisioner kepada responden yang terkait. Data sekunder diperoleh dari data penelitian terdahulu, peraturan yang berlaku, dan pedoman bangunan gedung. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (Ahp), untuk menentukan bobot komponen yang diperoleh dari hasil penilaian kepentingan komponen bangunan, oleh masing-masing responden. Penentuan kondisi bangunan dan prioritas pemeliharaan, dengan menghitung nilai Indeks Kondisi Bangunan (IKB) yang merupakan penggabungan dua atau lebih nilai kondisi komponen dikalikan bobot masing-masing komponen. Hasil urutan prioritas diperoleh skala Indeks Kondisi Bangunan (IKB) yang menunjukkan dalam kriteria kondisi baik sekali, dengan rentang nilai antara 85,2496 sampai dengan 94,6833 dan rata-rata IKB yaitu 92,037. Uraian kondisi pada kriteria tersebut adalah, beberapa kerusakan mungkin terlihat akan tetapi tidak mempengaruhi fungsi bangunan. Perawatan rutin dan pengantian beberapa elemen diperlukan agar tetap dalam kondisi yang baik.
Uji Lentur Balok Beton Bertulang Memadat Sendiri High Volume Fly Ash 60% Agus Setiya Budi; Halwan Alfisa Saifullah; Lutfi Dwi Rahardian
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2020): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.764 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i3.45420

Abstract

High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) merupakan solusi untuk mengurangi penggunaan semen, dan tuntutan beton yang dapat mengalir tanpa menggunakan alat pemadatan. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis lentur pada balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) dengan 60% fly ash yang akan dibandingkan dengan balok beton bertulang beton normal yang diuji pada umur 28 hari. Benda uji yang digunakan adalah balok beton bertulang dengan luas penampang 10 cm x 18,5 cm dengan panjang 155 cm. Pengujian kapasitas lentur menggunakan loading frame dengan 2 titik pembebanan dengan jarak antar beban sebesar 45 cm. Dari pengujian ini didapatkan grafik hubungan beban-lendutan serta perhitungan kapasitas lentur balok beton HVFA-SCC 60%. Berdasarkan hasil penelitian ini kapasitas lentur pada pengujian balok beton bertulang HVFA-SCC 60% memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas lentur hasil pengujian beton normal.
ANALISIS KELAYAKAN HARGA SEWA DAN INVESTASI RUSUNAWA (Studi Kasus Pada Rusunawa Kerkof di Kelurahan Purwodiningratan, Jebres, Surakarta) Angga, Dimas; Sugiyarto, Sugiyarto; Handayani, Fajar Sri
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.11 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36987

Abstract

Beberapa faktor yang menjadi penyebab kepadatan penduduk di Surakarta antara lain pekerjaan, pendidikan, dan perumahan. Timbulnya pemukiman kumuh di sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo juga menjadi salah satu faktor yang dominan dalam pembangunan Rumah Sususn Sederhana Sewa (Rusunawa) di daerah Surakata pada umumnya dan Jebres pada khususnya. Dengan kemampuan menampung warga dalam jumlah besar namun hanya memanfaatkan lahan relatif sedikit, Rusunawa diharapkan mampu mengurangi permasalahan kependudukan tersebut. Adapun alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Studi Kelayakan Aspek Keuangan yaitu dengan metode Net Present Value (NPV) Internal Rate of Return (IRR), Revenue Cost Ratio (RCR), Break Event Point (BEP),Return On Investmen (ROI), Return On Equity (ROE). Besar nilai sewa minimum dengan memperhitungkan biaya tanah dan depresiasi sebesar Rp 135.250,06/ m2/ bulan, sedangkan tanpa memperhitungkan biaya tanah sebesar Rp 88.765,87/ m2/ bulan, dan tanpa memperhitungkan biaya tanah dan depresiasi sebesar Rp 74.092,60/ m2/ bulan. Dari penilaian kelayakan investasi yang dilakukan didapatkan hasil yaitu NPV positif sesuai yang diharapkan, yaitu sebesar Rp 2.132.266.938,87. RCR diperoleh sebesar 1,142 lebih besar dari rasio 1, IRR yang diperoleh adalah sebesar 14,284% lebih besar dari suku bunga komersil 12%, BEP diperoleh dalam jangka waktu 15 tahun, BEP Okupansi diperoleh 93%, ROI sebelum pajak diperoleh 1,004 > 1, ROI setelah pajak diperoleh 1,512 > 1, dan ROE diperoleh 1,058 > 1. Hasil analisis harga sewa per bulan untuk lantai satu Rp 1.212.506,48, lantai dua Rp 884.802,03, lantai tiga Rp 589.868,02, dan lantai empat Rp 589.868,02. Dibandingkan dengan harga sewa per bulan dari Pemerintah Kota Surakarta untuk lantai satu Rp 100.000,00, lantai dua Rp 75.000,00, lantai tiga Rp 50.000,00, dan lantai empat Rp 50.000,00.
INTEGER PROGRAMMING DENGAN PENDEKATAN METODE BRANCH AND BOUND UNTUK OPTIMASI SISA MATERIAL BESI (WASTE ) PADA PLAT LANTAI (STUDI KASUS : PASAR ELPABES BANJARSARI SURAKARTA) Widi Hartono; Alfichri Dilian Yanuar Agus Putri; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.493 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37440

Abstract

Use of materials in the project implementation closely monitored both quality and quantity in accordance with the specifications and requirementsthat have been set. But the problem is, in the work field, material used by the workers can leave big piece of material waste. The aim of thisresearch is to know visible optimum to optimize iron cutting for reducing iron waste and knowing how big the differences of the amount of pieces ofiron in the work field and with Linear interger program. The location of the research is the construction of ELPABES market BanjarsariSurakarta in the year of 2013. The secondary data which is used is iron reinforcement data in the form of Bar Bending Schedule. The processingof the data using Branch and Bound Method and LINDO program. The secondary data which is used is iron reinforcement data in the form ofBar Bending Schedule. The processing of the data using Branch and Bound Method and LINDO.Program.Analysis result from Branch andBound Method can optimization waste in iron cut from floor plate which is iron with diameter 12 mm. total of cut residue 141,35 m with savingpercentage 1,5449% and iron with diameter 10 mm. total of cut residue 1208,3 m with saving percentage 4,0399%.
Pengaruh Kadar Fly Ash terhadap Kuat Tekan pada High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) pada Usia 90 Hari. Hudha Pramudya Murti; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.726 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i3.36552

Abstract

Fly ash yang notabene adalah sisa pembakaran batu bara sering digunakan sebagai substituen semen dalam jumlah besar karena memiliki kandungan silica dan alumina. Senyawa tersebut membentuk C3S2H3 atau tubermorite yang dapat menaikkan mutu beton akibat bereaksi dengan Ca(OH)2 hasil proses hidrasi semen. Konsep tersebut dipadukan dengan SCC sehingga membentuk High Volume Fly Ash Self-Compacting Concrete (HVFAC-SCC). Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap kinerja beton. Kinerja beton dalam hal ini adalah kemampuan dalam menerima beban ditinjau dari workability dan kuat desak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, pada HVFA-SCC menggunakan 3 variasi kadar fly ash yaitu 50%, 60%, 70% dan pengujian workability berupa  flow table test, L-box test, dan V-funnel test. Sedangkan untuk kuat desak beton diuji pada umur 90 hari. Sebagai pembanding digunakan beton normal kadar fly ash 0%. Sampel tersebut diseragamkan berdasarkan target mutu 40 MPa. Tiap variasi terdiri dari 3 sampel berukuran 75 mm x 150 mm. Hasil output penelitian diperoleh kesimpulan bahwa seiring bertambahnya persentase penambahan fly ash membuat kuat tekan beton semakin menurun.