cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
Kajian Kuat Lekat Pada Beton Self Compacting Concrete, Fly Ash Concrete Dengan Kadar Fly Ash 15%, High Volume Fly Ash Concrete Dengan Kadar Fly Ash 50% Dan High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete Dengan Kadar Fly Ash 50% Dari Berat Binder Agus Setiya Budi; Erik Wahyu Pradana; Rizki Nur Romadhon
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.366 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i3.54545

Abstract

Perkembangan infrastruktur yang pesat memunculkan sebuah inovasi beton baru yaitu Self Compacting Concrete yang dapat memadat dan menggalir secara mandiri tanpa vibrator. Fly ash adalah maetrial yang dipakai sebagai pengganti semen karena kandungan silika yang tinggi. Penggunaan fly ash dalam beton dapat meningkatkan workability beton segar. Dalam penggunaannya fly ash dapat digunakan dalam volume kcil atau volume tinggi (≥50%). Penggunaan beton fly ash juga dapat dikombinasikan dengan SCC untuk mendapatkan keuntungan dari keduanya. Penelitian ini mengkaji mengenai kuat lekat dari SCC, FAC dengan kadar fly ash 15 %, HVFAC dengan kadar fly ash 50%, dan HVFA-SCC dengan kadar fly ash 50% yang masing-masing berumur 28 hari, kemudian dibandingkan dengan beton normal. Benda uji berbentuk silinder berukuran tinggi 30 cm dan diameter 15 cm masing-masing sebanyak 3 buah. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penggunaan fly ash dapat meningkatkan kuat lekat beton dibandingkan dengan beton normal. Kuat lekat pada HVFAC 50% sebesar 2,28 MPa, FAC 15% sebesar 2,05 MPa, HVFA-SCC 50% sebesar 1,45 MPa dan SCC sebesar 1,35 MPa, sedangkan beton normal sebesar 1,05 MPa.
PENGARUH PANJANG SAMBUNGAN LEWATAN LEBIH DARI SYARAT SNI-2847-2013 TERHADAP KUAT LENTUR PADA BALOK BETON BERTULANG TULANGAN BAJA ULIR Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto; Hening Agustya
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.141 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37098

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan material komposit yang terdiri dari beton dan baja tulangan yang ditanam di dalam beton. Beton bertulang memiliki tulangan memanjang sebagai penulangan lentur yang berfungsi menahan gaya tarik yang bekerja. Elemen struktur yang panjang dan menerus membuat tulangan yang dipasang memerlukan penyambungan sesuai panjang yang direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan terhadap kuat lentur pada balok beton bertulang tulangan baja ulir. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variasi panjang sambungan lewatan yang digunakan adalah 300 mm, 325 mm dan 350 mm. Benda uji yang digunakan merupakan balok beton bertulang dengan lebar 80 mm, tinggi 120 mm dan panjang 1100 mm. Alat yang digunakan dalam pengujian kuat lentur adalah Bending Testing Machine yang ada di laboratorium bahan Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Hasil pengujian dalam penelitian ini adalah momen lentur yang terjadi lebih besar dari momen lentur yang disyaratkan, sehingga momen lentur hasil pengujian telah memenuhi syarat dengan menggunakan sambungan lewatan. Semakin panjang sambungan lewatan pada balok beton bertulang, maka semakin besar momen lentur yang dapat ditahan oleh balok beton bertulang tersebut. Pola retak yang terjadi merupakan retak lentur. Peningkatan beban aksial yang terjadi saat pembebanan menyebabkan peningkatan nilai lendutan dan pertambahan panjang retakan.
ANALISIS PEMODELAN TARIKAN PERGERAKAN DEPARTMENT STORE (STUDI KASUS DI WILAYAH SOLORAYA) Syafi’i Syafi’i; Slamet Jauhari Legowo; Mahmud Nur Kholis
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.252 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41531

Abstract

Transportasi merupakan kebutuhan dasar dari sebuah wilayah yang digunakan sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Perencanaan transportasi mutlak diperlukan untuk mencari solusi paling efisien dari adanya interaksi pergerakan. Pergerakan diawali dengan adanya bangkitan dan tarikan pergerakan (Trip Generation). Department Store adalah salah satu tata guna lahan yang membangkitkan pergerakan secara massal dan memiliki ukuran yang besar. Karena itu dilakukan studi mengenai tarikan pergerakan pada department store yang ada di Soloraya menggunakan analisis regresi linier. Dengan begitu dapat diketahui faktor apa yang mempengaruhi tarikan pergerakan kendaraan ke department store di Soloraya serta model terbaik yang dapat dibuat. Penelitian dilakukan pada hari Sabtu – Minggu, 27 – 28 April 2019 pada jam puncak mall dimana tiap mall jam puncaknya berbeda-beda. Data kendaraan yang terkumpul kemudian dikonversikan menjadi satuan mobil penumpang. Variabel yang digunakan adalah tarikan pergerakan kendaraan (Y), total luas lahan (X1), dan total luas bangunan (X2). Analisis menggunakan software SPSS dengan metode enter dan stepwise. Dilakukan berbagai uji data untuk mendapatkan hasil sesuai syarat BLUE (Best Linear Unbias Estimator). Hasil analisis dan uji yang telah dilakukan disimpulkan bahwa model regresi dari metode Stepwise adalah model terbaik, yaitu Y = 14.455 + 0.005 X2 dimana X2 adalah total luas bangunan. Sehingga disimpulkan bahwa pengaruh terbesar tarikan pergerakan kendaraan dipengaruhi oleh total luas bangunan.
PENGARUH AGREGAT LIMBAH GERABAH PADA SUSUT BETON NORMAL DAN BETON PERVIOUS DI LINGKUNGAN KERING DAN BASAH Ina Murwani Prasetyaningrum; Sholihin As'ad; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.374 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37340

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar agregat limbah gerabah dengan variasi 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari agregat kasar batu pecah terhadap susut beton normal dan pervious concrete di lingkungan kering dan basah, dan mengetahui pengaruh lingkungan air pada proses susut beton. Sebelum pengujian susut dilakukan, perlu dilakukan uji verifikasi kuat tekan beton normal, serta permeabilitas dan kuat tekan pervious concrete untuk memastikan apakah rancang campur telah sesuai dengan prakteknya. Pengujian susut dilakukan menggunakan demountable mechanical strain gauge selama 91 hari pada 60 benda uji. Pada beton normal dan pervious concrete di lingkungan kering, makin banyak kadar agregat gerabah, makin besar susut yang terjadi. Grafik perbandingan nilai susut pada setiap beton dengan penggunaan gerabah di lingkungan kering menunjukkan hubungan linier naik. Pada beton normal dan pervious concrete di lingkungan basah, makin banyak kadar agregat gerabah, makin kecil susut yang terjadi. Grafik perbandingan nilai susut pada setiap beton dengan penggunaan gerabah di lingkungan basah menunjukkan hubungan linier turun. Pada lingkungan basah, beton cenderung mengalami pengembangan dan susut yang terjadi jauh lebih sedikit dibandingkan pada beton di lingkungan kering. Pada kondisi kering, air pada pori-pori beton menguap sehingga beton menyusut. Pada kondisi basah, air cenderung mengisi pori-pori beton sehingga beton mengembang.
PREDIKSI PASOK DAN KEBUTUHAN AIR SUNGAI CILIWUNG RUAS HULU BENDUNG KATULAMPA Mamok Suprapto; Agung Prasetyo; Agus P Saido
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.255 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.36986

Abstract

Sungai Ciliwung saat ini memasok air bagi wilayah Jabodetabek. Kebutuhan air meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, sedangkan air ciliwung jumlahnya relatif tetap. Oleh sebab itu, perlu adanya kajian keseimbangan air di DAS Ciliwung. Penelitian dilakukan di ruas hulu Bendung Katulampa. Kebutuhan air bersih diperhitungkan sebesar 100 liter/hari/orang. Debit andalan dihitung berdasarkan analisis transformasi hujan menjadi debit menggunakan metode hidrograf satuan sintetik Snyder. Parameter yang digunakan adalah Standard lag sebesar 0,6dan Peaking koefisien sebesar 0,2. Data hujan yang digunakan dari stasiun penakar hujan Gunung Mas, Gadok, dan Katulampa. Debit andalan yang digunakan adalah 90% yang diperoleh dengan metode Weibull. Hasil analsis menunjukkan bahwa debit andalan yang ada di Sungai Ciliwung ruas hulu Bendung Katulampa berkisar antara 0 m3/dt dan 2,9 m3/dt. Prediksi kebutuhan air bersih untuk jumlah penduduk 280.214 orang pada tahun 2013 sebesar 0,19 m3/dt. Peramalan debit untuk 10 tahun yang akan datang dengan metode Neural Network menunjukkan bahwa pada tahun 2023 Sungai Ciliwung akan memiliki debit andalan berkisar antara 0 m3/dt dan 2,88 m3/dt. Debit andalan ini diprediksi masih bisa mencukupi kebutuhan air domestik untuk 357.736 orang sesuai dengan prediksi jumlah penduduk tahun 2023, dengan kebutuhan air bersih sebesar 0,25 m3/dt.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT GALVALUM AZ 150 PADA BETON RINGAN DENGAN TEKNOLOGI FOAM TERHADAP MODULUS ELASTISITAS, KUAT TARIK DAN KUAT TEKAN Purnawan Gunawan; Slamet Prayitno; Elfas Amalia Cahyadi Cahyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2013): September 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.641 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i3.37528

Abstract

Beton ringan foam diperoleh dengan cara menambahkan foam agent kedalam campuran beton. Beton ringan foam mempunyai kekuatan tekan antara 1 MPa sampai 15 MPa. Solusi untuk meningkatkan kuat tekan, kuat tarik dan modulus elastisitas, salah satunya dengan menambahkan serat galvalum AZ 150.Penambahan serat dalam beton akan membentuk suatu komposit antara beton dengan serat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penambahan serat galvalum AZ 150 terhadap modulus elastisitas, kuat tarik, dan kuat belah beton ringan foam berserat galvalum AZ 150.Metode yang digunakan adalah pengamatan secara eksperimental dan kemudian dilakukan analisis secara teoritis untuk mendukung hasil/kesimpulan akhirnya. Benda uji berupa silinder 7,5cm x15cm untuk pengujian kuat tekan dan kuattarik, sedangkan untuk pengujian modulus elastisitas menggunakan benda uji berupa silinder15cm x30cm. Alat yang digunakan untuk pengujian adalah CTM (Compression Testing Machine). Kuat tekan meningkat sebesar 34,09%, Kuat tarik belah meningkat sebesar 47,37%. Nilai modulus elastisitas meningkat sebesar 24,22%.Dari pengujian secara eksperimental dan perhitungan secara analisis diperoleh nilai kuat tekan, kuat tarik belah dan modulus elastisitas pada beton ringan foam berserat yang tidak jauh berbeda.
Estimasi Waktu Perjalanan Berbasis Kecepatan Sesaat Dengan Bahasa Pemrograman VB.NET (Menggunakan Metode Instantaneous Model dan Time Slice Model) Anjas Budi Priono; Setiono Setiono; Amirotul M. H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.529 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37227

Abstract

Informasi tentang perkiraan waktu perjalanan lalu lintas sangat berguna bagi para pengguna jalan karena pengguna jalan tersebut dapat memilih dan menentukan waktu perjalanan terbaik yang akan dilaluinya pada rute yang telah ditentukan/dilewati sebelum melakukan perjalanan. Implementasi Intelegent Transport System (ITS) merupakan suatu media yang dibutuhkan di tengah meningkatnya masalah transportasi yang dihadapi di Kota Surakarta. Travel Time Information (TTI) yang dibutuhkan nantinya dapat diinformasikan melalui media tersebut sehingga dapat memberikan informasi tentang estimasi waktu perjalanan. Suatu program estimasi waktu perjalanan akan sangat membantu dalam menginformasikan suatu waktu perjalanan kepada pengguna jalan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui deviasi keakuratan suatu program dibandingkan dengan perhitungan manual dan mengetahui kelebihan-kelebihan yang didapat dari program rekayasa estimasi waktu perjalanan yang telah dibuat dengan memerjemahkan/memodelkan perhitungan estimasi waktu perjalanan yang telah ada. Program ini dibuat dengan Visual Studio Express 2010 dengan penggunaan database Microsoft Access, proses pembuatannya meliputi konsep dan perhitungan estimasi waktu perjalanan berbasis kecepatan sesaat dengan dua model, yaitu Instantaneous Model dan Time Slice Model. Uji validasi antara program dengan perhitungan manual menggunakan perbandingan dengan pembulatan tiga angka dibelakang koma. Hasil penelitian dari program TravTime didapat selisih perhitungan antara program dengan hitungan manual apabila digunakan pembulatan tiga angka dibelakang koma adalah 0%. Keuntungan-keuntungan penggunaan program adalah meminimalisasi kesalahan masukan data dan menampilkan peringatan apabila terjadi kesalahan; mempercepat perhitungan estimasi waktu perjalanan; menyimpan data kecepatan yang terekam ke dalam database secara otomatis; serta mencetak datanya ke dalam selembar kertas.
PENGHITUNGAN OPTIMASI BAJA TULANGAN PADA PEKERJAAN SHEAR WALL DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL DAN AUTOCAD (Studi Kasus Pembangunan Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya) Khalifah, Suciati Nur; Hartono, Widi; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.088 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36746

Abstract

Pada pelaksanaan suatu proyek konstruksi tidak dapat dihindari munculnya sisa material. Sisa material yang paling banyak dijumpai yakni sisa-sisa potongan baja tulangan, maka perlu dilakukan penghitungan yang teliti dan tepat dalam menentukan jumlah kebutuhan material tulangan yang akan digunakan dalam proyek. Salah satu cara untuk meminimalisir munculnya sisa material baja tulangan adalah dengan membuat suatu penghitungan bar bending schedule. Untuk mempermudah dalam proses penghitungan dapat dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel dan AutoCAD. Microsoft Excel digunakan untuk melakukan penghitungan kebutuhan tulangan karena di dalamnya terdapat program tambahan berupa Add-In Solver yang dapat digunakan untuk menganalisis data sehingga diperoleh hasil yang optimal. Metode yang digunakan dalam proses penghitungan kebutuhan tulangan struktur shear wall adalah linear programming dengan meminimumkan sisa potongan baja tulangan, sedangkan AutoCAD digunakan untuk menampilkan gambar hasil penghitungan. Dari hasil optimasi yang dilakukan menunjukkan waste baja tulangan yang minimum serta terjadi penghematan kebutuhan tulangan shear wall untuk masing-masing tipe yakni sebesar 38,66% pada shear wall tipe 2, 26,67% pada shear wall tipe 3, dan 51,89% pada shear wall tipe 9 dan 10. Hal ini dapat diartikan bahwa penggunaan program bantu pengerjaan bar bending schedule dinilai cukup efektif jika dibandingkan dengan penghitungan manual di lapangan.
ANALISIS PROBABILISTIK BAHAYA GEMPA PADA BENDUNGAN WADASLINTANG Dewi, Rahma Kusuma; Purwana, Yusep Muslih; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.711 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36544

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan dengan tingkat intensitas kegempaan yang cukup tinggi, terlihat dari lokasinya yang berdekatan dengan sumber-sumber gempa diantaranya, zona subduksi, sesar (fault) yang aktif, dan cinicin api pasifik (gunung berapi) yang tersebar di sepanjang negara kepulauan ini. Diantara beberapa pulau di Indonesia, Pulau Jawa menjadi salah satu pulau dengan aktivitas seismik yang tinggi. Pulau dengan jumlah penduduk paling banyak, sebagai pusat pemerintahan dan kegiatan industri menjadikan Jawa mempunyai tingkat resiko kerusakan bangunan dan infrastruktur yang cukup tinggi. Salah satu bangunan yang mempunyai tingkat resiko tinggi adalah bendungan urugan. Penelitian ini akan mengevaluasi bahaya gempa pada salah satu bendungan besar Indonesia yaitu Bendungan Wadaslintang. Bendungan ini terletak di perbatasan 3 kabupaten besar yaitu Kabupaten Kebumen, Purworejo dan Wonosobo. Bendungan ini dibangun pada tahun 1982 sampai 1987, dengan tinggi 116 m. Mengingat usia bendungan yang mencapai 31 tahun serta potensi gempa yang cukup tinggi, maka perlu adanya evaluasi terbaru mengenagi resiko gempa di Bendungan Wadaslintang. Analisis ini menggunakan metode Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) dengan bantuan software R-Crisis 2018. Hasil analisis PSHA menunujukkan nilai percepatan tanah maksimum di lokasi tinjuan dengan periode ulang 500, 2.500, dan 10.000 tahun sebesar 0,22 g; 0,35 g dan 0,52 g. Hasil dari proses deagregasi menunjukkan besaran dan jarak gempa yang paling berpengaruh terhadap Bendungan Wadaslintang sebesar 6,87 – 7,13 Mw dan jarak 0-33 km. Hasil pencarian ground motion, didapatkan bahwa Gempa Irpinia, Italia (1980) mempunyai kriteria yang sama dengan lokasi tinjuan sesuai hasil deagregasi.  
Pengoptimalisasian Waktu dan Biaya pada Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan di Sumatera Barat dengan Menggunakan Aplikasi Primavera P6 Setiono Setiono; Muji Rifai; Ivander Immanuel
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.472 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v10i1.55079

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai LPMP di Sumatera Barat, lembaga ini bertugas untuk melaksanakan penjaminan mutu, pengembangan model dan kemitraan penjaminan mutu pendidikan dasar dan pendidikan menengah di provinsi berdasarkan kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Gedung Asrama LPMP ini mempunyai luas lahan 1500 m2 yang terdiri dari 5 Lantai serta satu Roof Top yang mampu menampung 500 orang setiap harinya. Proyek Pembangunan Gedung Asrama 5 Lantai LPMP di Sumatera Barat membutuhkan biaya total sebanyak Rp 10.155.457.429,60, dan durasi total yaitu 145 Hari. Untuk itu, diperlukannya suatu program atau aplikasi perangkat lunak untuk membantu manusia dalam menyusun dan menghitung data-data proyek tersebut secara akurat dan cepat. Program Primavera Project Planner P6 merupakan salah satu aplikasi penjadwalan untuk menghitung serta mengoptimalisasikan proyek tersebut  dari segi biaya dan waktu proyek sehingga didapatkan hasil yang seoptimal mungkin. Pengoptimalisasian proyek dihitung menggunakan metode Time Cost Trade Off dengan menambahkan jam kerja lembur dan menambahkan jumlah tenaga kerja pada pekerjaan kritis proyek. Setelah dihitung menggunakan metode tersebut, didapatkan data baru setelah di optimasi, dan dimasukkan kedalam Program Primavera Project Planner P6 untuk didapatkan total biaya dan durasi proyek setelah dioptimasi. Hasil yang didapatkan yaitu dengan menggunakan metode penambahan jam kerja lembur, total biaya dan durasi proyek menjadi Rp 10.354.117.835 dan 133 hari (selisih total biaya proyek dengan sebelum dilakukan pengoptimasian adalah Rp 198.660.406,13 dan selisih waktunya 12 hari). Sementara itu, dengan penambahan jumlah tenaga kerja, total biaya dan durasi proyek menjadi Rp 10.238.473.806,75 dan 124 Hari (selisih total biaya proyek dengan sebelum dilakukan pengoptimasian adalah Rp 83.016.377,15 dan selisih waktunya 21 hari). Dengan metode perhitungan pada 1 pekerjaan kritis saja, didapatkan bahwa durasi proyek berkurang sebanyak 3 hari dan biaya proyek berkurang sebanyak Rp 10.279.030,80.  Maka dari itu, metode penambahan jam kerja lembur pada 1 pekerjaan kritis saja dinilai lebih efisien karena mempercepat proyek sebanyak 3 hari dan mengurangi biaya sebanyak Rp 10.279.030,80.