cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS REAKSI ALKALI SILIKA AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON UNTUK PERKERASAN KAKU YANG TAHAN TERHADAP AIR LAUT Naufal Makarim Labib; Ary Setyawan; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.275 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i2.37018

Abstract

Agregat merupakan material penyusun utama plat beton perkerasan kaku. Mutu agregat sangat mempengaruhi tingkat ketahanan dan keawetan kontruksi perkerasan kaku. Penurunan muka tanah pada daerah pesisir menyebabkan jalan dengan struktur perkerasan kaku mengalami kerusakan karena banjir rob. Air laut dapat menimbulkan serangan reaksi alkali silika pada beton. Untuk itu diperlukan suatu penelitian untuk memilih jenis agregat yang lebih tahan terhadap serangan reaksi alkali silika sehingga akan menghasilkan beton yang lebih tahan terhadap air laut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu dengan menggunakan agregat andesit dan agregat basalt untuk pengujian kereaktifan agregat terhadap reaksi alkali silika dan pengujian kuat tekan dan kuat lentur beton yang dilakukan setelah 3 variasi perendaman yakni 1) perendaman dengan air tawar 28 hari, 2) rendam air tawar 28 hari + rendam air laut selama 13 hari, 3) rendam air tawar 28 hari + rendam air laut selama 26 hari. Hasil analisis menunjukan kuat tekan dan kuat lentur beton dengan agregat basalt lebih tinggi dibandingkan agregat andesit. Dengan selisih kuat tekan 0.86% dan kuat lentur 5.9% untuk kondisi pertama, pada kondisi kedua dan ketiga selisih kuat tekan 4%; 2.96% dan kuat lentur 7.5%; 7.5%. Dari pengujian kereaktifan agregat, agregat basalt bukan agregat reaktif sedangkan agregat andesit merupakan agregat yang berpotensi reaktif terhadap reaksi alkali silika. Agregat basalt lebih tahan terhadap serangan reaksi alkali silika karena air laut dibandingkan agregat andesit.
SIMULASI PENGARUH TATA GUNA LAHAN TERHADAP DEBIT BANJIR DI DAS KEDUANG Ratih Baniva; Sobriyah Sobriyah; Susilowati Susilowati
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.192 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37560

Abstract

DAS Keduang mengalami kondisi kritis yang ditunjukkan dengan sering terjadinya banjir karena adanya tutupan lahan berupa tanaman keras hanya tersisa kurang dari 10% selebihnya menjadi ladang hal ini menyebabkan berkurangnya resapan air. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendapatkan hasil kalibrasi koefisien C pada debit dan volume terhitung, (2) mendapatkan hasil perbandingan debit dan volume yang dihasilkan dari pengukuran dan simulasi perubahan tata guna lahan, (3) mendapatkan tata guna lahan yang tepat guna mengurangi debit banjir DAS Keduang. Tahapan penelitian yang dilaksanakan dengan pengumpulan data peta topografi, peta tata guna lahan terakhir, Automatic Water Level Recorder (AWLR), Automatic Rainfall Recorder (ARR). Selanjutnya dilakukan analisis data dengan mencari pasangan data AWLR dan ARR pada waktu yang sama. Hasil debit terukur dari data AWLR menggunakan rumus rating curve dan untuk menghitung debit digunakan metode time area. Kalibrasi koefisien (C) terukur dan terhitung mempunyai tingkat kesalahan yang ditetapkan sebesar 10-20%. Selanjutnya dilakukan simulasi untuk mendapatkan debit banjir . Hasil perhitungan debit banjir tersebut dengan tiga alternatif tata guna lahan dibandingkan dengan hasil terukur. Nilai debit puncak dan volume air terendah dapat dipilih sebagai tata guna lahan yang tepat guna mengurangi debit banjir DAS Keduang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien aliran (C) pada tiap-tiap isochrone yaitu pada isochrone 1, C = 0,60, isochrone 2, C = 0,53, isochrone 3, C = 0,66, isochrone 4, C = 0,51, isochrone 5 = 0,42, isochrone 6 = 0,40 dan simulasi 3 dianggap lebih tepat digunakan guna mengurangi banjir di DAS Keduang karena mempunyai persentase penurunan tertinggi.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT TEMBAGA PADABETON MUTU TINGGI METODEDREUX TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS OF RUPTURE, DAN KETAHANAN KEJUT (IMPACT) Slamet Prayitno; Purnawan Gunawan; Andy Feby Develya
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.52 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37259

Abstract

Struktur bangunan mengalami perkembangan yang sangat pesat. Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dengan bentang panjang, tower dan sebagainya. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat tembaga yang berasal dari bahan limbah kabel listrik atau daur ulang yang tidak bermanfaat, untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat tembagaterhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, modulus of rupture dan ketahanan kejut (impact). Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, Benda uji berbentuk kubus dengan dimensi 10 x 10x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk pengujian kuat tekan, Loading Frame untuk modulus of rupture dan Impact Drop Weight untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat tekan, modulus of rupture dan ketahanan kejut (impact)mutu tinggisetelah ditambah serat tembagapada kadar 1% dari berat volume.Penambahan kadar seratsebesar 1% menghasilkan peningkatan kuat tekan, modulus of rupture, danketahanan kejut (impact)berturut-turut sebesar 11,56%; 34,69%; dan 39,16 % dibandingkan dengan beton mutu tinggi tanpa serat.
ANALISIS PERCEPATAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE CRASHING DENGAN PENAMBAHAN TENAGA KERJA DAN SHIFT KERJA (Studi Kasus : Proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha, Yogyakarta) Anggraeni, Elisabeth Riska; Hartono, Widi; Sugiyarto, Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.189 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36876

Abstract

Penilaian keberhasilan proyek dalam mencapai tujuannya dapat ditinjau dari aspek waktu, biaya, dan mutu. Proyek dikatakan berhasil ketika dapat mencapai standar ketiga aspek tersebut sesuai dengan perencanaan awal. Namun pada praktik di lapangan seringkali pelaksanaan proyek tidak sesuai dengan perencanaan. Sehingga terjadi keterlambatan proyek. Para pelaksana proyek biasanya memilih melakukan percepatan proyek sebagai solusi keterlambatan dengan salah satu metodenya yaitu crashing. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan percepatan pada proyek Pembangunan Hotel Grand Keisha, Yogyakarta yang mengalami keterlambatan dengan menggunakan alternatif Penambahan Tenaga Kerja dan Shift Kerja. Pada penelitian ini dilakukan percepatan menggunakan metode crashing dengan membandingkan alternatif penambahan tenaga kerja dan shift kerja. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah data primer yang diambil dari proses wawancara dan data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait, yaitu RAB, kurva S, volume pekerjaan, daftar satuan upah, dan jumlah pekerja. Hasil perhitungan menunjukkan percepatan menggunakan alternatif penambahan tenaga kerja dan shift kerja dapat mengurangi durasi selama 34 hari atau sebesar 7,76% dari durasi normal yaitu 438 hari. Pada alternatif penambahan tenaga kerja dihasilkan pengurangan biaya sebesar Rp 701.809.654,74 dari total cost rencana sebesar Rp 90.620.898.879,84 dengan efisiensi 0,77%. Sementara itu pada alternatif shift kerja diperoleh total cost setelah percepatan sebesar Rp 89.905.927.558,34 dengan pengurangan sebesar Rp 714.971.321,41 atau 0,79 % dari total cost normal. Sehingga pada penelitian ini diperoleh bahwa alternatif shift kerja lebih efisien dibanding alternatif penambahan tenaga kerja
KAJIAN NILAI SLUMP, KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS BETONDENGAN BAHAN TAMBAHAN FILLER ABU BATU PARAS Harnung Tri Hardagung; Kusno Adi Sambowo; Purnawan Gunawan
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2014): Juni 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.306 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i2.37446

Abstract

Nowadays, concrete is still being the primary choice in the construction of structure, because basically it has superiorities which are easy to obtainthe constituent materials, having a high compressive strength, convenient curing and formation. Various researches had been done in order toadvance the concrete technology, which one of them was the use of industrial waste as a compound aimed at improving the quality of concrete. Thisstudy tested the use of waste Paras stone dust from the industry of natural stone craft in Sambirejo village, Sleman as filler. The addition of fillerwas expected to increase the compressive strength and modulus of elasticity of concrete in the planned slump, and to optimize the use of the waste toreduce environmental pollution.This study employed an experimental method with 15 pieces of specimen. Each variation consisted of 3 samples with the variations of filleraddition were 0%; 5%; 10%; 15% and 20% of cement weight. The specimens were concrete cylinders with diameter of 15 cm and height of 30cm.Slump values obtained from this study on the variation of filler addition 0% until 5% by cement weight was still included in the plan slump thatwas, slump for concreting work of plate, beams, columns and walls with a value of 7,50 cm to 15 cm. The optimum value of the concretecompressive strength generated from the addition of Paras stone dust filler was 40,27 MPa, increased compared to the strength of concrete withoutfiller which was 38,46 MPa. The optimum value of the modulus of elasticity of concrete generated from the addition of Paras stone dust filler was26922,67 MPa, increased compared modulus of elasticity of concrete without filler which was 24867,33 MPa. The amount of the optimumvariation of filler addition of Paras stone dust that could give the highest value of concrete compressive strength was on the variation of 2,66% bycement weight. While the optimum variation of filler addition of Paras stone dust that could give the highest value of modulus of elasticity ofconcrete was on the variation of 1,74% by cement weight.Key words: concrete, filler, slump, compressive strength and modulus of elasticity.AbstrakSampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur, karena pada dasarnya memiliki keunggulandiantaranya mudah mendapatkan bahan penyusunnya, memiliki kuat tekan yang tinggi, perawatan dan pembentukan yangmudah. Berbagai upaya penelitian telah dilakukan guna memperoleh kemajuan dalam teknologi beton, salah satunya denganpemanfaatan limbah industri sebagai bahan campuran yang bertujuan meningkatkan kualitas beton. Dalam penelitian inidicoba menggunakan limbah abu batu Paras dari industri kerajinan batu alam di desa Sambirejo, Sleman sebagai filler.Penambahan filler diharapkan dapat meningkatkan kuat tekan dan modulus elastisitas beton dalam slump yang direncanakan,serta dapat mengoptimalkan penggunaan limbah tersebut untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 15 buah. Tiap variasi terdiri dari 3 sampel denganvariasi penambahan filler sebesar 0%; 5%; 10%; 15% dan 20% dari berat semen. Benda uji berupa silinder beton dengandiameter 15 cm dan tinggi 30 cm.Dari penelitian diperoleh nilai slump pada variasi penambahan filler 0% sampai dengan 5% dari berat semen masih masukdalam slump rencana yaitu, slump yang direncanakan untuk pekerjaan pembetonan plat, balok, kolom dan dinding dengannilai 7,50 cm sampai dengan 15 cm. Nilai kuat tekan beton optimum yang yang dihasilkan dari penambahan filler abu batuParas adalah sebesar 40,27 MPa atau naik dibandingkan kuat tekan beton tampa filler yang besarnya hanya 38,46 MPa. Nilaimodulus elastisitas beton optimum yang yang dihasilkan dari penambahan filler abu batu Paras adalah sebesar 26922,67 MPaatau naik dibandingkan modulus elastisitas beton tampa filler yang besarnya hanya 24867,33 MPa. Besarnya variasi optimumpenambahan filler abu batu Paras yang dapat memberikan nilai kuat tekan beton tertinggi adalah pada variasi 2,66% dariberat semen. Sedangkan variasi optimum penambahan filler abu batu Paras yang dapat memberikan nilai modulus elastisitasbeton tertinggi adalah pada variasi 1,74% dari berat semen.Kata kunci: beton, filler, slump, kuat tekan dan modulus elastisitas.PENDAHULUANSampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur karena mudah dalam mendapatkanmatrial penyusunnya. Beton sendiri terbuat dari campuran homogen dengan perbandingan tertentu yang terdiridari semen, agregat halus, agregat kasar, air, serta terkadang ditambahkan pula dengan bahan tambahan lainnyajika dianggap perlu (Syamsiyyah, 2008).
Optimalisasi Tata Letak Fasilitas Pada Proyek Pembangunan Gedung Sudirman Suite Jakarta Menggunakan Metode Multi Objectives Function Siahaan, Enriko; Sugiyarto, Sugiyarto; Sunarmasto, Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.013 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i2.36576

Abstract

Tujuan dari tata letak fasilitas adalah mengembangkan sebuah sistem area yang efisien dan efektif dengan cara mendekatkan fasilitas-fasilitas yang dilalui pekerja. Pendekatan antar fasilitas yang dilalui pekerja ini agar kehilangan jam kerja karna jarak perjalanan dapat dikurangi. Metode yang digunakan ialah Multi Objectives Function, yaitu analisis terhadap lebih dari satu fungsi objektif, pada hal ini adalah traveling distance dan safety index. Perhitungan traveling distance yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai minimum TD terjadi pada skenario 2 dengan nilai sebesar 11168,1383 m, atau mengalami penurunan sebesar 27% dari kondisi awal. Perubahan dari tata letak fasilitas pada penelitian ini tidak menunjukkan penurunan nilai safety index secara signifikan, dengan ini disimpulkan bahwa skenario 2 merupakan saran dari peneliti sebagai kondisi optimal pada penelitian ini.
PENGARUH VOLUME AGREGAT HALUS TERHADAP SIFAT SEGAR DAN KUAT TEKAN PADA HIGH VOLUME FLY ASH CONCRETE (HVFAC) Valentino Rio Andriawan; Stefanus Adi Kristiawan; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 3 (2014): September 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.964 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i3.37396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume agregat halus terhadap karakteristik sifat segar dan kuat tekan pada beton yang memiliki kandungan fly ash dalam volume tinggi.Metodeyang dipakaidalampenelitianiniadalahmetodeeksperimen,yaitu membuatkomposisicampuranbetondengan variasi volume agregat halus yang ideal untuk menghasilkan campuranHigh Volume Fly Ash Concrete (HVFAC). Pengujianbetonsegar dilakukandengan5(lima)metode,yaitu :slump flowtest,j-ringflow test,l-box test,box type test danv-funneltest. Pengujianbetonkerasdilakukan terhadap kuat tekan silinder beton dengan menggunakan alat uji kuat tekan padaumur 7 hari, 28 hari, 56 hari serta90 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi agregat halus dengan kadar tertentu mempengaruhi sifat segar dari campuran beton. Pada penelitian ini dengan penambahan agregat halus, terdapat beberapa campuran beton yang memenuhi syarat sifat segar. Penambahan agregat halus pada kadar tertentu dapat menaikkan ataupun menurunkan kuat tekannya. Pada pengujian ini nilai kuat tekan yang paling tinggi yaitu pada variasi agregat halus 30%, untuk umur pengujian 7 hari, 28 hari, 56 hari serta 90 hari.
ANALISIS RANTAI PASOK TENAGA KERJA PADA KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI WILAYAH SURAKARTA DENGAN REGRESI LINIER BERGANDA Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Novita Putri Utami
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2020): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.3 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i2.44018

Abstract

Keterlambatan merupakan salah satu masalah yang paling umum terjadi dalam dunia konstruksi. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terlambatnya proyek konstruksi, salah satunya adalah tenaga kerja. Rantai pasok tenaga kerja menjadi upaya untuk mendapatkan tenaga kerja yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rantai pasok tenaga kerja, permasalahan yang terjadi, serta faktor yang menjadi pertimbangan dalam perekrutan tenaga kerja. Penelitian dilakukan pada 11 proyek konstruksi gedung di wilayah Surakarta. Penelitian dilakukan dengan cara pengisian kuesioner kepada 38 responden serta wawancara kepada pihak proyek. Dari hasil pengumpulan kuesioner dilakukan analisis data menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan variabel yang mempunyai pengaruh dalam rantai pasok tenaga kerja adalah usia, jenis kelamin, keahlian, kepemilikan sertifikat, pengalaman kerja, produktivitas dan jumlah kebutuhan. Dari ketujuh variabel tersebut, variabel keahlian menjadi variabel yang paling dominan, sehingga dalam proses rantai pasok tenaga kerja variabel keahlian perlu lebih diperhatikan.
EVALUASI KEKUATAN DAN DETAILING TULANGAN KOLOM BETON BERTULANG SESUAI SNI 2847:2013 DAN SNI 1726:2012 (STUDI KASUS : HOTEL 7 LANTAI DI WILAYAH PEKALONGAN)chsan Toni Ulinnuha; Supardi Supardi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.89 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37034

Abstract

Seiring terjadinya perkembangan ilmu dan teknologi dikarenakan kondisi di lapangan, maka peraturan-peraturan bangunan seperti SNI gempa dan SNI beton juga sering terjadi perubahan. Berdasarkan hal tersebut, evaluasi gedung-gedung yang direncanakan menurut SNI terdahulu perlu di evaluasi ulang untuk mengetahui bagaimana perbedaan dengan munculnya peraturan terbaru apakah masih aman atau tidak. Evaluasi bangunan diperoleh melalui metode analisis statik ekuivalen dengan program ETABS. Setelah pembebanan gempa sesuai peraturan SNI 1726:2012 didistribusikan ke struktur bangunan, kemudian tentukan defleksi maksimum masing-masing lantai untuk mendapatkan nilai simpangan antar lantai pada struktur bangunan tersebut. Berdasarkan analisis program ETABS untuk berbagai macam kombinasi pembebanan gempa dan gravitasi, didapatkan gaya dalam untuk masing-masing elemen struktur bangunan. Beberapa gaya dalam pada kolom tersebut yang nantinya akan dievaluasi kekuatan dan persyaratan detailling tulangannya berdasarkan SNI 2847:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh simpangan antar tingkat untuk gedung hotel 7 lantai di Pekalongan (?) < ?a/?. Evaluasi elemen kolom eksisting memenuhi persyaratan geometri struktur kolom. Kekuatan lentur dan aksial kolom memenuhi persyaratan yaitu gaya luar berfaktor (Pu-Mu) masuk dalam diagram interaksi Pn-Mn, sehingga Pu < ?Pn dan Mu < ?Mn . Kekuatan geser nominal (Vn) pada kolom untuk semua kondisi memenuhi persyaratan Ve < ?Vn. Persyaratan detailing tulangan memanjang kolom memenuhi syarat 0,01Ag < Ast < 0,06Ag. Pada tulangan transversal untuk jarak spasi sengkang pada lo maupun di luar lo memenuhi persyaratan detailing dan panjang lo tulangan transversal juga memenuhi persyaratan detailing. Spasi pengikat silang atau kaki-kaki sengkang persegi pada lo memenuhi persyaratan detailing hx < 350 mm, sedangkan di luar lo lebih dari persayaratan detailing hx > 350 mm. Panjang sambungan lewatan untuk tulangan memanjang memenuhi persyaratan detailing sesuai SNI 2847:2013.
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI KEROSIN DAN LAMA PENGADUKAN Arif Nurrohman; Djoko Sarwono; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37576

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang berasal dari pulau buton. Asbuton di Indonesia belum terlalu populer karena sulitnya pengolahan dan pemanfaatan dari asbuton itu sendiri. Berlimpahnya asbuton yang belum dimanfaatkan sehingga dibuatlah asbuton butir yang mempunyai tekstur yang lebih lembut. Asbuton butir saat ini belum banyak digunakan / kurang workable, dengan kadar aspal sekitar 10% sampai 25%. Pemanfaatan lain dari asbuton yaitu pembuatan asbuton emulsi yang terdiri dari bahan-bahan asbuton butir tipe 5/20, Cocamide DEA, Asam Klorida (HCl), Kerosin,dan H2O. Phasa padat asbuton emulsi merupakan campuran asbuton butir dan kerosin yang dicampur dengan perbandingan tertentu menggunakan alat mixer, sedangkan phasa cair asbuton emulsi terdiri dari bahan pengemulsi, H2O, dan HCl. Variabel konsentrasi kerosin pada phase padat yang digunakan sebesar 7.17%, 7.76%, 8.33%, 8.90%, dan 9.46% dari berat campuran total asbuton emulsi. Phasa padat dan phasa cair asbuton emulsi dicampur dan kemudian diekstraksi, variable waktu mixing yang digunakan selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Peningkatan kadar aspal dalam asbuton emulsi diperoleh presentase bitumen yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya waktu mixing dan diketahui konsentrasi kerosin sebesar 9,46% dengan waktu mixing 25 menit, menghasilkan kadar bitumen tertinggi sebesar 50,33%.