cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat Dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Balok Beton Bertulang Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Mohamad Fahrurrozi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.553 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36937

Abstract

Beton sangat populer digunakan dalam struktur bangunan, karena merupakan bahan konstruksi yang mempunyai banyak kelebihan, diantaranya mudah dikerjakan dan ketersediaan material. Sebagai upaya meningkatkan kualitas beton, maka dilakukan penelitian untuk menemukan, menggabungkan, dan merekayasa suatu material. Penelitian ini menggunakan beton serat dengan bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi, sehingga beton akan lebih mampu membatasi dan mencegah berkembangnya retak yang lebih besar, serta menjadikan beton serat lebih daktail daripada beton biasa. Parameter yang ditinjau dari kuat tekan dan kuat geser. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujiankuat tekan,8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat bendrat. Persentase serat bendrat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) untuk kuat tekan dan Loading Frame untuk kuat geser. Hitungan analisis menggunakan bantuan program Microsoft Excel. Dari analisis hasil penelitian diperoleh peningkatan nilai kuat tekan beton, menurut grafik polynomial dapat disimpulkan bahwa, ada kenaikan nilai kuat tekan beton dengan penambahan serat bendrat, hingga mencapai optimum yaitu pada kadar bendrat 0,99%.sebesar 24,77 MPa. Dengan defleksi optimum, menurut grafik polynomial pada balok beton dengan kadar serat bendrat 0,85% (SB-1%) sebesar 2,17 mm, untuk pembebanan saat retak pertama dan kadar serat bendrat 1,19% (SB-1%) sebesar 4,88 mm untuk beban maksimum. Nilai kuat geser kadar optimum penambahan serat bendrat dan abu sekam padi adalah pada kadar 0,98% (SB-1%) sebesar 23,16 kN.
PENGGUNAAN GEOTEKSTIL PADA LERENG SUNGAI GAJAH PUTIH SURAKARTA Fadhliyah Nurul Azizah; Niken Silmi Surjandari; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.547 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37478

Abstract

Condition of the slopes of the Gajah Putih Surakarta is not able to withstand the new flow of river water, so the movement of soilclays. This is caused because the riverbanks is also used to build houses and roads. Torrential streams and abuse this land contributeto the slopes of the Gajah Putih Surakarta that cause the onset of instability or failure. The slope instability or failure can berepaired using geotextile. Geotextile is used because it has several advantages, such as easy in execution, inexpensive, and can improvethe stability of slopes in an effective manner. This research aims to know the value of the safety factor before and after the use ofgeotextile in the slope of the Gajah Putih Surakarta. The influence of the length of the vertical distance between the geotextile andgeotextile (Sv) of the number of slopes calculated security manually using the methods of the bishop. The safety factors on the slope ofGajah Putih river was calenlated under the condition of without geotextile and after the slope improvement using geotextile. Thestudy also aimed to determine the effect of fluctuations in the water surface ,the increased load due to dead load and live load + deadload. The fluctuation of the water surface and increasing load has great influence toward figures of peace from a slope . Value safetyfactor after being given geotextile is larger than before given. Configuration for a given variation is a variation of 1 to 4.00 m longgeotextile distance between geotextile 0.26 m , variation 2 with 4.00 m long geotextile distance between geotextile 0.35 m , variantion3 with 4.00 m long geotextile distance between geotextile 0,5 m. Use of geotextile reinforced slopes afford Gajah Putih river, sothe fixing is precisely to overcome avalanche happened and as varied filtration. The Varied configuration geotextile fixing influencefigures of peace.Keywords : Slope stability , GeotextileAbstrakKondisi lereng sungai Gajah Putih Surakarta tidak mampu menahan derasnya aliran air sungai, sehingga terjadi pergerakantanah lempung. Hal ini disebabkan juga karena bantaran sungai digunakan untuk membangun rumah penduduk dan badanjalan. Aliran sungai yang deras dan penyalahgunaan lahan ini berkontribusi pada lereng sungai Gajah Putih sehingga menyebabkanterjadinya kelongsoran. Kelongsoran lereng tersebut dapat diperbaiki menggunakan geotekstil. Geotekstildigunakan karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dalam pelaksanaan, murah, dan dapat meningkatkanstabilitas lereng secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan sebelum dan setelah penggunaangeotekstil pada lereng sungai Gajah Putih Surakarta. Pengaruh panjang geotekstil dan jarak vertikal antar geotekstil (Sv)terhadap angka keamanan lereng dihitung secara manual menggunakan metode bishop. Faktor keamanan (SF) lereng sungaiGajah Putih Surakarta dihitung dalam kondisi tanpa geotekstil dan setelah perbaikan lereng dengan geotekstil. Penelitian inijuga memperhitungkan pengaruh fluktuasi muka air tanah (MAT), penambahan beban akibat beban mati dan beban mati +beban hidup. Adanya fluktuasi muka air tanah dan penambahan beban sangat berpengaruh terhadap angka keamanan darisuatu lereng. Nilai Faktor Keamanan (SF) lereng sungai Gajah Putih lebih besar setelah pemasangan geotekstil. Konfigurasivariasi yang diberikan adalah variasi 1 dengan panjang geotekstil 4,00 m dengan jaarak antar geotekstil 0,26 m , variasi 2 denganpanjang geotekstil 4,00 m dengan jaarak antar geotekstil 0,35 m, variasi 3 dengan panjang geotekstil 4,00 m dengan jaarakantar geotekstil 0,5 m. Penggunaan geotekstil mampu memperkuat lereng sungai Gajah Putih, sehingga pemasangannyasangat tepat untuk mengatasi kelongsoran yang terjadi dan sebagai filtrasi. Konfigurasi pemasangan geotekstil yang bervariasiberpengaruh terhadap angka keamanan.Kata Kunci : Stabilitas lereng, GeotekstilPENDAHULUANProblema stabilitas lereng diwilayah bantaran sungai umumnya terjadi bila terdapat gangguan pada keseimbanganlereng tersebut yang diakibatkan oleh berbagai kegiatan manusia maupun alam. Kekuatan geser suatu tanah tidakmampu memikul suatu kondisi beban kerja yang berlebihan. Air yang mengalir disepanjang sungai sangat berpengaruhpada kestabilan lereng (Hary Christady, 2006). Dalam pemeliharaan stabilitas lereng yang baik, terutamapada area bantaran sungai, salah satunya perlu dibuat perkuatan tanah (reinforcement of earth). Pada umumnyatujuan utama dari suatu analisis stabilitas lereng adalah untuk dapat memberikan kompetensi terhadap suatu perencanaankonstruksi yang aman dan ekonomis. Salah satu bentuk perkuatan ialah dengan menggunakan geotekstil(Hardiyatmo,2007).
PEMETAAN ANGKA KEAMANAN LERENG DENGAN SCRIPT PYTHON SEBAGAI MITIGASI BENCANA ALAM TANAH LONGSOR BUKIT GANOMAN Natanhia, Belinda Rosa; Dananjaya Hesti I, Raden Harya; Hadiani, Raden Roro Rintis
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.212 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v6i1.36612

Abstract

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat bahwa di Kabupaten Karanganyar terjadi longsor sejak tahun 2001 dan mulai 2006, longsor ini terjadi rutin setiap tahun. Khususnya di Bukit Ganoman, longsor terakhir adalah 5 Februari 2016 yang mengakibatkan longsoran tanah mengganggu lalu lintas di jalan. Daerah rawan longsor perlu diidentifikasi, salah satu solusi yang tepat adalah dengan pembuatan peta safety factor (sf). Peta SF dapat dibuat dengan mudah menggunakan skrip (rangkaian kode yang dapat dijalankan sebagai program). Penelitian dilakukan dengan menggunakan masukan data tanah, data hujan, dan data kemiringan lereng. Analisa dilakukan dengan Microsoft Excel dan skrip (bahasa Python) yang terintegrasi langsung dengan Geographic Resources Analysis Support System Geographic Information System (GRASS GIS). Hasil penelitian pemetaan SF di Bukit Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar ini menunjukkan bahwa beberapa titik di lokasi ini rawan longsor. Nilai SF lebih dari 1,25 (lereng stabil-jarang terjadi longsor) berupa sawah, pemukiman, dan perkebunan. Nilai SF antara 1,25 dan 1,07 (lereng kritis-pernah terjadi longsor) berupa perkebunan. Nilai SF kurang dari 1,07 (lereng labil-bisa atau sering terjadi longsor) berupa ladang dan melalui badan jalan. Pada daerah jalan ini yang pernah terjadi longsor pada 5 Februari 2016, sehingga penelitian ini terbukti cukup valid.
Kecenderungan Masyarakat Dalam Memilih Apartemen di Kota Tangerang Menggunakan Metode Fuzzy Hierarchy Process (F-AHP) Athaya Salsabila; Setiono Setiono; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 4 (2020): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.333 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i4.46860

Abstract

AbstrakKebutuhan akan tempat tinggal merupakan suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat  pada perkembangan dunia modern dan globalisasi saat ini. Hal ini menyebabkan permintaan kebutuhan masyarakat di bidang properti semakin meningkat. Namun tingkat keinginan masyarakat tidak sebanding dengan luas lahan yang tersedia dan juga mengakibatkan tingginya harga lahan. Oleh sebab itu, hunian vertikal seperti apartemen adalah pilihan yang menarik bagi masyarakat. Hal ini menjadi daya tarik developer untuk berlomba-lomba mendirikan apartemen dengan hunian yang terjangkau dan fasilitas yang memadai. Maka dari itu, perlunya melakukan penelitian terkait kecenderungan masyarakat dalam pememilihan apartemen yang selaras dengan kebutuhan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor apa saja yang paling berpengaruh pada masyarakat dalam memilih sebuah apartemen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP) dengan pengisian kuisioner oleh masyarakat. Serta program yang digunakan adalah program software Microsoft Excel 2010. Hasil dari pengolahan data yang telah dilakukan, faktor yang memiliki bobot paling besar dan juga merupakan faktor yang paling berpengaruh pada masyarakat dalam pemilihan apartemen adalah faktor legalitas. Kata Kunci : Kecenderungan Masyarakat, Metode Fuzzy Analytical Hierarchy Process (F-AHP), Pemilihan Apartemen
Pengaruh Penambahan Serat Bendrat Terhadap Kuat Lentur Nominal Balok Beton Bertulang Slamet Prayitno; Supardi Supardi; Dimas Faisal Prabowo
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.572 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37066

Abstract

Beton serat didefinisikan sebagai beton yang dibuat dari campuran semen, agregat, air, dan sejumlah serat yang disebar secara random. Prinsip penambahan serat yang disebar merata kedalam adukan beton dengan orientasi random untuk mencegah terjadinya retakan beton yang terlalu dini di daerah tarik akibat panas hidrasi maupun akibat pembebanan. Bahan tambah abu sekam padi diharapkan dapat menambah mutu beton, karena abu sekam padi bersifat seperti pozzolan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan beton normal dengan beton berserat bendrat dan abu sekam padi ditinjau dari kuat tekan dan kuat lentur. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 36 buah. Benda uji terdiri dari beton normal tanpa bahan tambah, beton bahan tambah abu sekam padi serta beton bahan tambah serat bendrat dan abu sekam padi dangan variasi serat bendrat 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%. Setiap jenis campuran beton dibuat 3 benda uji. Benda uji yang digunakan adalah silinder beton dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, balok dimensi 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat lentur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat 0,89% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan 24,604% Mpa. Kadar optimum penambahan serat bendrat pada semen adalah pada kadar 1,014% berdasarkan grafik fungsi polinomial dengan nilai kuat lentur sebesar 5,131 kN.m. Penambahan kadar serat bendrat diatas 1% tidak menunjukan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun
KAPASITAS GESER BALOK BETON BERTULANG HVFA MEMADAT SENDIRI DENGAN KADAR FLY ASH 60% TERHADAP BETON NORMAL Arjun Prasetyo; Agus Setiya Setiya Budi; Stefanus Adi Kristiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 4 (2019): DESEMBER
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.375 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i4.38477

Abstract

Fly ash adalah sisa-sisa pembakaran batu bara yang berbentuk partikel halus dan merupakan bahan anorganik yang terbentuk dari perubahan bahan mineral karena proses pembakaran dari proses pembakaran batubara. Sifat kimia fly ash memiliki kandungan silica (SiO2) yang tinggi, sifat inilah yang menjadikan fly ash digunakan sebagai bahan pengganti semen, sehingga pemanfataan fly ash sebagai bahan pengganti semen dapat mengurangi produksi semen. Penelitian ini akan mengkaji seberapa besar kapasitas geser balok beton bertulang High Volume Fly Ash - Self Compacting Concrete (HVFA - SCC) dengan kadar fly ash 60 % dan kemudian akan dibandingkan dengan balok beton normal. Benda uji yang digunakan balok beton bertulang dengan luas penampang 10 cm x 15 cm dengan panjang 150 cm. Pengujian kapasitas geser menggunakan alat loading frame dengan melakukan 2 titik pembebanan pada 1/3 bentang balok. Dari pengujian ini akan didapatkan grafik hubungan beban-lendutan serta perhitungan kapasitas geser balok beton HVFA-SCC 60%. Berdasarkan hasil penelitian ini kapasitas geser pengujian balok beton HVFA-SCC 60% memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kapasitas geser hasil pengujian balok beton normal yang diuji pada umur 28 hari yakni sebesar 26,125 kN untuk HVFA-SCC 60% dan 21,500 kN untuk beton normal.
KAPASITAS LENTUR BALOK LAMINATED VENEER LUMBER (LVL)KAYU SENGON Rismaya Nurrahma Putri; Achmad Basuki; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.377 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37308

Abstract

Kebutuhan kayu sebagaimaterial konstruksi yang semakin meninggitidak sebanding dengan kecepatan penebangan pohon dengan kayu berkualitas baik (kelas kuat I/II).Salah satu alternatif untuk masalah tersebut yaitu dengan menggunakan Laminated Veneer Lumber (LVL)kayu sengon. Kayu sengon memiliki usia tebang cukup singkat sehingga ketersediaannya terjamin. Kayu LVL ini juga dapat mengatasi berkurangnya kayu dengan dimensi yang besar. Penggunaan balok susun LVL memungkinkan penggunaan balok kayu secara optimal sehingga perlu dilakukan penelitian dengan berbagai macam variasi susunan penampang balok susun.Penelitian ini dilakukan dengan melakukan pengujian lentur pada balok kayu. Sistem pembebanan yang digunakan adalah two point loading. Pengujian lentur dilakukan dengan memberikan pembebanan secara bertahap hingga benda uji tak mampu menerima tambahan beban.Dalam penelitian ini diperoleh nilai Pmaks; MOE; ?lt balok A sebesar 7833,33 N; 2816,56 MPa; 9,76 MPa, balok B sebesar 12250 N; 3642,88 MPa; 13,88 MPa, balok C sebesar 11000 N; 2501,17 MPa; 12,47 MPa dan balok D sebesar 15583,33 N; 2602,16 MPa; 16,20 MPa. Perbandingan nilai eksperimen dengan nilai analisis pada nilai Pmaks balok A sebesar 0,24; balok B sebesar 0,28; balok C sebesar 0,25; balok D sebesar 0,28. Selisih nilai eksperimen yang cukup jauh dari nilai analisis disebabkan penggunaan paku sebagai shear connector.Sewaktu balok diberi beban secara bertahap, paku cenderung mudah tercabut sehingga perlu digunakan shear connector yang memiliki lebih kuat menancap dan tidak mudah tercabut.Tekanan paku yang mengalahkan kayu juga mengakibatkan cepat rusaknya badan balok LVL kayu sengon.
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN PEJALAN KAKI, PESEPEDA, DAN ANGKUTAN UMUM MENGGUNAKAN TIC-TOOLS YANG BERDASAR HCM 2010 DI KAWASAN PASAR GEDE SURAKARTA Eliza Winasrika Arba'inisiah; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.387 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36953

Abstract

Pasar Gede Kota Surakarta merupakan kawasan komersial dengan aktifitas perdagangan yang tinggi. Aktifitas tersebut membangkitkan arus lalu lintas yang menjadi permasalahan tersendiri pada kawasan ini. Untuk itu, maka diperlukan penataan kawasan. Pemkot Surakarta telah melakukan penataan ulang kawasan Pasar Gede dengan konsep kawasan transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pelayanan multimoda yang terdiri dari pejalan kaki, pesepeda dan angkutan umum pada kondisi eksisting dan setelah penanganan. Kondisi eksisting merupakan kondisi sebelum dilakukan penataan ulang kawasan, sedangkan kondisi setelah penanganan merupakan kondisi setelah penataan ulang kawasan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis tingkat pelayanan multimoda berbasis web dengan domain tic-tools.com yang berdasarkan HCM 2010. Hasil tingkat pelayanan pejalan kaki kondisi eksisting masuk kategori A sampai dengan C, pesepeda masuk kategori B sampai dengan D, dan angkutan umum masuk kategori B dan C. Tingkat pelayanan pejalan kaki setelah penanganan masuk kategori A dan B, pesepeda dan angkutan umum masuk kategori B dan C.
ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Pada Proyek ICB Civil Work Construction off Spillway of Countermeasures for Sedimen in Wonogiri) Agung Pamungkas; Sugiarto Sugiarto; Setiono Setiono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.766 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37495

Abstract

Pengendalian waktu yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang direncanakan, salah satunya dengan menggunakan metode analisis nilai hasil. Analisis nilai hasil digunakan dengan tujuan dapat memperkirakan (forecasting) sejauh mana proyek yang dilaksanakan sesuai dengan rencana kerja. Tujuan penelitian ini untuk memperkirakan waktu dan biaya pada akhir proyek mengalami keuntungan atau kerugian, serta dari segi biaya mengalami keterlambatan atau percepatan dari waktu perencanaan. Penelitian ini di lakukan selama 13 minggu, sedangkan data-data yang di perlukan adalah kurva S, laporan mingguan pelaksanaan proyek, dan pengeluaran keuangan proyek. Untuk mengolah data-data tersebut di perlukan indicator-indikator adalah ACWP, BCWP, BCWS. Studi ini menghasilkan, pada minggu ke-1 nilainya paling tinggi dari minggu sesudahnya di karenakan biaya actual yang di keluarkan lebih besar dari anggaran rencana, sehingga perkiraan biaya untuk menyelesaikan proyek menjadi besar. Dari minggu ke-1 sampai minggu ke-6 mengalami penurunan, sedangkan minggu ke-7 sampai minggu ke-11 mengalami kenaikan tetapi tidak melebihi biaya. Lalu minggu ke-12 sampai minggu ke-13 mengalami penurunan tetapi tidak signifikan. Prakiraan waktu penyelesaian proyek apabila menggunakan perhitungan komulatif, berdasar minggu ke-109 adalah 448,67 hari (29 februari 2014), sedangkan waktu rencana adalah 469 hari (30 juni 2013). Hal ini menunjukkan bahwa waktu penyelesaian lebih cepat 21 hari dari yang direncanakan, dengan biaya Rp101,828,845,159.98 dengan dana tersisa Rp 37,528,171,410.02.
PENGARUH AGREGAT LIMBAH GRABAH TERHADAP MODULUS OF RUPTURE DAN KUAT TARIK BELAH PADA BETON PERVIOUS Thien Giang Hao; Sholihin As'ad; Achmad Basuki
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.354 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37195

Abstract

Pervious Concrete adalah salah satu jenis beton lolos air. Adanya inovasi baru pervious concrete dengan menggunakan bahan tambah limbah gerabah yang berguna untukmengembangkanjenis material bahanbangunan. Material ini dapat mengurangi polusi, mengalirkan air hujan, ramah lingkungan, ekonomis, dan mudah dalam pengerjaannya.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tarik belah dan balok yang berukuran 10 cm x 10 cm x 40 cm untuk pengujian modulus of rupture. Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan limbah gerabah. Persentase bahan tambah limbah gerabah yang digunakan adalah 0%; 25%; 50 %; 75%; dan 100%. Setiap variasi benda uji masing-masing direndam dalam air sampai 21 hari.Pengujian dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Dari hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini di peroleh nilai modulus of rupture rata-rata dari persentase penambahan limbah gerabah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat beton adalah sebagai berikut: 1,77 MPa, 1,61 MPa, 1,36 MPa, 1,09 MPa, dan 0,81 MPa. Sedangkan nilai kuat tarik belah rata-rata dari persentase penambahan limbah gerabah gerabah 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% dari berat beton adalah sebagai berikut: 1,63 MPa, 1,24 MPa, 1,06 MPa, 0,87 MPa, dan 0,74.