cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
SOIL CEMENT MIXING COLUMN SEBAGAI PERKUATAN PADA TANAH DASAR LUNAK Umar, Abdulloh; Setiawan, Bambang; Dananjaya, Raden Harya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.155 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36711

Abstract

Permasalahan subgrade akan muncul jika subgrade merupakan tanah lunak. Perlu dilakukan perkuatan atau perbaikan tanah agar tanah dapat digunakan untuk pembangunan. Salah satu metode yang menarik yaitu metode untuk memperbaiki tanah lunak kohesif dengan cara membuat kolom semen-tanah seperti soil mixing column dengan pencampuran insitu. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku penambahan soil mixing column terhadap lendutan pada tanah dasar (subgrade) lunak, dan membandingkan lendutan antara pengamatan dengan pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Metode penelitian yang digunakan yaitu pemodelan skala laboratorium. Sampel tanah dibedakan menjadi 4 macam Variasi, yaitu: tanah lunak tanpa perkuatan (varasi A), dengan perkuatan soil mixing column (Variasi B), dengan penambahan subbase di atas perkuatan (Variasi C), dan dengan penambahan base course di atas subbase (Variasi D). Pengujian lendutan dilakukan dengan meletakkan pelat besi di atas setiap Variasi kemudian dibebani dengan beban berulang baik pada posisi sentris pelat maupun posisi eksentris pelat. Dial gauge sebanyak 5 buah diletakkan di atas pelat untuk membaca lendutan yang terjadi saat uji pembebanan. Hasil penelitian ini menunjukan perkuatan soil mixing column (Variasi B) mampu mereduksi lendutan yang terjadi sebesar 59,77% (untuk beban sentris) dan 59,85% (untuk beban eksentis) terhadap lendutan pelat diatas tanah tanpa perkuatan (Variasi A). Perbandingan lendutan antara pengamatan dengan metode pendekatan rumus Hetenyi (1974) secara menunjukkan grafik lendutan yang hampir sama dan nilai lendutan lebih besar bila dibandingkan degan pendekatan Hetenyi.
ANALISIS BANJIR DENGAN STANDARD STEP METHOD DAN PEMETAAN BANJIR DI KELURAHAN JOYOTAKAN, KOTA SURAKARTA Setia Aji, Dewanti Anggit; Hadiani, Rintis; Suryandari, Endah Sitaresmi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.222 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36502

Abstract

Banjir adalah air yang melimpah dari sungai atau saluran karena melebihi kapasitas dari tampungan. Kelurahan Joyotakan merupakan salah satu dari 26 wilayah di Surakarta yang masuk dalam daerah rawan banjir. Penyebab utamanya adalah karena terjadi backwater dari pertemuan Sungai Premulung dan Kali Wingko. Oleh karena itu diperlukan penelitian agar dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan untuk penanggulangan banjir.Banjir yang dianalisis merupakan banjir periode ulang berdasarkan Q2, Q5, Q10, Q20, Q25 dan Q50 dan Q3 harian dari hasil Hidrograf Satuan Sintesis Limantara. Analisis banjir yang digunakan adalah Standard Step Method, yang kemudian dipetakan dalam peta potensi banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Hasil analisis banjir permodelan I dengan Pintu Air Plalan tertutup dan pompa tidak aktif pada periode ulang Q2 adalah 32,4281  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6641  m. Debit periode ulang Q5 adalah 34,4001  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6592  m. Debit periode ulang Q10 adalah 35,7058  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6715 m. Debit periode ulang Q20 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6838 m. Debit periode ulang Q25 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6878 m. Debit periode ulang Q50 adalah 38,5794  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,7003 m. Debit periode ulang Q3 Harian adalah 62,4224  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 3,0243 m. Hasil analisis banjir permodelan II dengan Pintu Air Plalan terbuka maksimum dan pompa aktif pada periode ulang Q5 adalah 34,4001  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 5,2492 m. Debit periode ulang Q10 adalah 35,7058  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 5,7415 m. Debit periode ulang Q25 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 8,2078 m. Debit periode ulang Q50 adalah 38,5794  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 8,4303 m.
IMPLEMENTASI METODE PALMER UNTUK ANALISIS KEKERINGAN PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI TEMON KABUPATEN WONOGIRI Julian Wahyu Purnomo Putro; Raden Roro Rintis Hadiani; Suyanto Suyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.116 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37082

Abstract

Salah satu sumber daya alam yang paling penting dalam kehidupan serta dapat diperbaharui adalah air. Air merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui melalui siklus hidrologi, dimana siklus hidrologi tersebut sangat dipengaruhi oleh iklim suatu wilayah. Perbedaan iklim disetiap wilayah menjadi penyebab bayak sedikitnya air yang terdapat di wilayah tersebut. DAS Temon yang terdapat di wilayah Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah salah satunya yang mengalami kekeringan. Kekeringan disebabkan oleh terjadinya defisit air yang terjadi di suatu wilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ketersediaan air dengan menggunakan Metode Mock serta indeks kekeringan dengan menggunakan Metode Palmer, juga akan dilanjutkan dengan kriteria kekeringan berdasarkan debit yang mana terdiri dari debit normal rerata (Q50rerata) dan debit andalan rerata (Q80rerata) terhadap kriteria kekeringan Palmer. Hasil yang didapat dari penelitian menunjukan bahwa potensi ketersediaan air yang dibawah threshold Q50rerata sebesar 1,0774 m3/ det terjadi pada Juni sampai dengan November kecuali pada tahun 2010 dan 2013. Namun berdasarkan threshold Q80rerata sebesar 0,3842 m3/ det , tidak adanya ketersediaan air hanya pada Agustus, September dan Oktober, kecuali pada tahun 2010 dan 2013 memiliki ketersediaan air yang berbeda dari tahun-tahun yang lainnya. Kekeringan yang terjadi pada DAS Temon kurang dari threshold Q50rerata maupun threshold Q80rerata hampir sama tiap tahunnya yaitu terjadi selama tiga sampai lima bulan. Begitu pula berdasrkan indeks kekeringan Palmer kekeringan cukup tinggi terjadi pada tahun 2006 dan 2007 terjadi kekeringan dimana besaran indeks Palmer pada 2006 berkisar antara -13,157 yang setara dengan amat sangat kering sampai dengan 0,000 yang setara dengan kering sedangkan pada 2007 berkisar antara -10,718 yang setara dengan amat sangat kering sampai dengan 0,000 yang setara dengan kering. Kriteria kering berdasarkan data debit dan Palmer menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh, dimana jika debit kurang dari 0.204 m3/det setara dengan indeks kekeringan Palmer ? (-4) yang berarti amat sangat kering, bila besarnya debit tersedia 0,207 m3/det sampai dengan 0,291 m3/det setara dengan indeks kekeringan Palmer (-3) - (-3,99) yang berarti sangat kering, dan jika debit 0,291 m3/det < Qtersedia < 1,077 m3/det setara dengan indek kekeringan Palmer 0 - (-2,99) yang berarti kering.
APLIKASI ROAD EVALUATION AND MONITORING SYSTEM (REMS) ( Studi Kasus : Ruas Jalan Magelang-Yogya, Sta.8+451 S.D Sta.10+000, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah ) Regi Andrean; Ary Setyawan; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.934 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v8i1.41512

Abstract

Jalan merupakan sebuah prasarana transportasi darat yang berfungsi sebagai penghubung satu tempat ke tempat yang lain. Evaluasi perkerasan jalan harus dilakukan secara teratur untuk mengetahui kondisi perkerasan jalan. Evaluasi dewasa ini membutuhkan software yang dapat membantu memudahkan dalam survey kerusakan jalan baik dalam aspek biaya, waktu, tenaga maupun akses hasil survey kerusakan jalan tersebut. Penilaian kondisi perkerasan dapat dilakukan dengan menggunakan Analisa kerusakan menggunakan metode PCI REMS ( Road Evaluation and Monitoring System ) dengan penggolongan berdasarkan jenis, tingkat dan kelas kerusakannya. Metode ini memiliki skala penilaian lebih akurat dengan skala 0-100. Untuk mengukur keakuratannya, software REMS akan dibandingkan dengan perhitungan PCI secara manual.Ruas Jalan yang akan diteliti adalah Ruas Jalan Magelang-Yogya sta Sta.8+451 – Sta.10+000. Magelang, Provinsi Jawa Tengah.Penelitian ini dilakukan dengan membagi 29 segmen yaitu mulai dari STA 8+451 sampai STA 10+000. Tiap kerusakan diukur dimensinya, kemudian data yang diperoleh dimasukan kedalam formulir yang disediakan dan software REMS yang kemudian dianalisa oleh program. Data yang telah diisi kedalam sofware REMS kemudian menunjukkan hasil nilai PCI. Hasil data ini kemudian akan disinkronkan ke server REMS yang dapat di akses oleh surveyor atau pihak yang telah melakukan register ke website infrasoft.id (server).Hasil evaluasi kondisi permukaan perkerasan Jalan Magelang-Yogya STA 8+450 sampai STA 10+000 menggunakan metode PCI Manual menghasilkan nilai sebesar 53,72    dengan kategori “Poor”. Hasil perhitungan metode Pavement Condition  Index  (PCI)  dengan  menggunakan  aplikasi  Road  Evaluation  and  Monitoring  System  (REMS)  pada  ruas  tersebut didapatkan nilai sebesar 64,86 dengan kategori “Fair”. Perbandingan nilai kondisi PCI manual dan PCI REMS dari total 29 segmen, diperoleh 27 segmen yang mempunyai pesentase simpangan lebih dari atau sama dengan 1% dengan simpangan rata-rata sebesar 11%. Nilai PCI REMS cenderung lebih tinggi dibandingkan Nilai PCI Manual. Hal ini disebabkan karena perbedaan keakuratan dalam pembacaan grafik (DV dan CDV) dan dalam metode PCI Manual untuk pemilihan nilai CDV, dipilih dari nilai CDV paling tinggi tetapi untuk PCI REMS diambil nilai dengan CDV urutan pertama.
MODEL PENELUSURAN BANJIR METODE GABUNGAN MUSKINGUM-CUNGE DAN O'DONNEL SERTA METODE MUSKINGUM EXTENDED PADA SUNGAI SAMIN DENGAN KETERBATASAN DATA AWLR DI HULU Agus Suryono; Sobriyah Sobriyah; Siti Qomariyah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.248 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i1.37324

Abstract

Model penelusuran banjir merupakan perhitungan hidrograf aliran di suatu lokasi sungai yang didasarkan pada hidrograf aliran di lokasi lain. Data yang dibutuhkan dalam penelusuran banjir Metode Muskingum adalah hidrograf aliran di hulu dan hilir. Data tersebut digunakan untuk mengestimasi besarnya parameter penelusuran. Syarat agar Metode Muskingum dapat digunakan adalah dengan tidak adanya aliran lateral yang masuk ke sungai utama. Permasalahan yang muncul pada proses penelusuran banjir adalah ketidaktersediaan data hidroraf terukur di hulu-hilir dan adanya aliran lateral. Model penelusuran banjir yang memperhitungkan adanya aliran lateral adalah Metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O'Donnel dan Muskingum-Cunge. Penelitian ini dilakukan dengan cara analisis desktiptif kuantitatif. Analisis dilakukan dengan mengaplikasikan dua metode yaitu metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O'Donnel dan Muskingum-Cunge pada Sungai Samin. Inflow yang digunakan berupa hidrograf aliran hasil estimasi menggunakan metode HSS Gama 1. Sungai Samin berada di Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo Propinsi Jawa Tengah. Data yang digunakan dalam analisis diperoleh dari Balai Besar Wilayah Sungai Surakarta, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Perum Jasa Tirta 1 Surakarta. Hasil penelitian penelusuran banjir pada Sungai Samin untuk kejadian 23 April 2011 menggunakan Metode Muskingum Extended dan Metode Gabungan O'Donnel Dan Muskingum-Cunge berturut-turut menghasilkan nilai kesesuaian antara hasil simulasi dengan hasil pengamatan sebesar =32,34%, =13,96%, = 0%, =14,20%, =14,20%, dan =40%. Perhitungan penelusuran banjir untuk kejadian tanggal 30 April 2011 menghasilkan nilai kesesuaian sebesar =15,36%, =34,04%, =20%, =12,74%, =32,77%, dan =40%. Berdasarkan data yang ada, kedua metode dapat digunakan untuk menghitung besarnya debit puncak, sedangkan untuk menghitung waktu konsentrasi dan besarnya volume di Sungai Samin tidak disarankan.
STUDI PENGARUH MIKROBAKTERI TERHADAP PERMEABILITAS DAN KUAT GESER TANAH LEMPUNG DENGAN VARIASI WAKTU PEMERAMAN Thomas Edi Setianto; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.642 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36969

Abstract

Nilai permeabilitas dan kuat geser memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan stabilitas tanah. Jika di Indonesia pada umumnya bahan yang digunakan untuk material peningkatan stabilitas tanah adalah bahan kimia, namun pada penelitian ini penulis akan mencoba menganalisa penambahan mikrobakteri penghasil eksopolisakarida pada tanah lempung sebagai alternatif bahan tersebut. Dimana diharapkan penambahan mikrobakteri ini dapat menambah stabilitas tanah dengan cara mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanahnya. Proses inokulasi mikrobakteri ini dilakukan terhadap dua variasi jenis mikrobakteri (Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis). Pemeraman setelah inokulasi mikrobakteri kedalam tanah selama 15 dan 30 hari yang kemudian dilakukan pengujian permeabilitas dan kuat geser. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh mikrobakteri dalam mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanah setelah proses inokulasi selesai. Hasil penelitian ini didukung dengan foto scan hasil uji SEM untuk mengetahui perubahan pada tanah asli dan tanah campuran bakteri pada masa pemeraman 30 hari. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa inokulasi mikrobakteri sangat berpengaruh terhadap tanah lempung yang dinyatakan dalam presentase. Hasil pengujian permeabilitas didapatkan prosentase penurunan nilai permeabilitas sampel hasil inokulasi Bacillus subtilis sebesar 67,18% dan sampel hasil inokulasi Pseudomonas sp sebesar 58,73% terhadap sampel natural sebagai kontrol. Sedangkan hasil pengujian kuat geser didapatkan prosentase peningkatan nilai kuat geser sampel hasil inokulasi Bacillus subtilis sebesar 79,57% dan hasil inokulasi Pseudomonas sp sebesar 70,97% terhadap sampel natural sebagai kontrol.
KARAKTERISTIK ULTRA THIN SURFACING HOT MIX ASPHALT DITINJAU DARI NILAI MARSHALL, KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG, KUAT TEKAN BEBAS, DAN PERMEABILITAS Hafid Riyan Purnomo; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 4 (2013): Desember 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.643 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v1i4.37511

Abstract

Jalan di Indonesia umumnya memiliki struktur yang kuat, kerusakan yang biasanya terjadi adalah cacat permukaan.Overlayyang dilakukan untuk mengatasinya masih terlalu tebal.UltraThin Surfacing Hot Mix Asphalt(UTSHMA)memiliki ketebalan 12-15mm. Gradasi UTSHMAditentukan berdasarkan nilai Marshall Qoutient tertinggi dari pengujian Marshall kepada 5 jenis varian gradasi dari Standard Spesification Construction of Transport Systems (Georgia Department of Transportation, 2001) dengan penyesuaian proporsi fraksi CA (Coarse Agregate) maupun FA (Fine Agregate). Kadar Aspal Optimum (KAO) didapat dari pengujian Marshall kepada 5 varian kadar aspal, yakni (Pb-1)%, (Pb-0,5)%, (Pb)%, (Pb+0,5)%, (Pb+1)%. Aspal yang digunakan adalah penetrasi 60/70. Pengujian kuat tarik tidak langsung/ ITS (indirect tensile strength), kuat tekan bebas/ UCS (unconfined compressive strength), dan permeabilitas (water permeability) dilakukan kepada UTSHMA dengan gradasi terbaik dan KAO. Gradasi dengan proporsi fraksi CA terkecil memilikiMarshall Qoutient terbesar. KAO yang didapat adalah 6,35%. UTSHMA dapat digunakan sebagai perkerasan di Indonesia karena memenuhi standar Laston AC-WC Bina Marga. UTSHMA memiliki nilaiITS, regangan, modulus elastisitas, dan koefisien permeabilitas yang lebih besar dibandingkan campuran panas AC.UTSHMA memiliki nilai stabilitas dan UCS yang lebih kecil dibandingkan campuran panas AC.
ANALISIS STABILITAS LERENG BERDASARKAN PENGARUH HUJAN BULANAN MAKSIMUM DI DAS TIRTOMOYO WONOGIRI MENGGUNAKAN METODE BISHOP DISEDERHANAKAN (Studi Kasus di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri) Muh. Fachrudin Arrozi; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.098 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v3i2.37211

Abstract

Wonogiri merupakan salah satu kabupaten di bagian Selatan Jawa Tengah dengan kondisi topografi cenderung curam, dimana sebagian wilayahnya merupakan wilayah dengan morfologi yang bergelombang, perbukitan hingga pegunungan. Kondisi ini yang menyebabkan Wonogiri termasuk daerah dengan potensi longsor cukup tinggi ketika memasuki musim penghujan. Hal ini diperkuat dengan adanya peristiwa longsor yang terjadi pada Desember 2007 silam pada beberapa daerah di Wonogiri salah satunya di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo 14 jiwa melayang akibat peristiwa ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hujan bulanan maksimum terhadap stabilitas lereng di Dusun Pagah, Hargantoro, Tirtomoyo, Wonogiri dengan beberapa variasi kemiringan (30o, 45o, dan 60o) dengan tutupan lahan eksisting berupa hutan, ladang, dan lahan kosong. Sampel tanah dari lokasi penelitian diuji untuk mengetahui parameter tanah yang dibutuhkan dalam analisis stabilitas lereng (?, c, dan ?). Analisis stabilitas lereng menggunakan metode Bishop disederhanakan. Analisis infiltrasi air hujan menggunakan metode SCS-CN. Data hujan digunakan merupakan hujan yang terjadi pada bulan musim hujan (November-April) pada kurun waktu 2007-2011. Infiltrasi air hujan akan menyebabkan berat volume tanah menjadi bertambah sehingga beban lereng menjadi bertambah. Hasil analisis menunjukkan bahwa infiltrasi berpengaruh terhadap penurunan nilai SF. Kemiringan 30o dari 2,7233 menjadi 2,1885, kemiringan 45o dari 1,5485 menjadi 1,2329, dan kemiringan 60o dari 1,2877 menjadi 0,8655.
Pengaruh Konsentrasi Klorida Terhadap Laju Penetrasi Ion Klorida Ke Dalam Beton High Volume Fly Ash-Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Hardianti, Hilda; Kristiawan, Stefanus Adi; Wibowo, Wibowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.747 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36727

Abstract

Bangunan yang berada pada wilayah perairan terutama laut sangat rentan terkena korosi akibat lingkungan air yang asam. Hal tersebut mempengaruhi umur layan struktur bangunan baik dari segi fungsi maupun kemampuannya dalam memenuhi layanan. Berdasarkan latar belakang tersebut,tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju penetrasi ion klorida pada beton HVFA-SCC. Pada penelitian ini didasarkan pada rumus Hukum Ficks kedua dan menggunakan metode eksperimental dengan membuat 5 benda uji dengan ukuran 20 x 20 x 10 cm. Dari 5 benda uji, 4 benda uji digenangi larutan klorida 1%-4% dan 1 benda uji tidak digenangi larutan klorida. Metode yang digunakan dalam pengujian penetrasi ion klorida didasarkan pada standar AASHTO T 259, ASTM 1556 dan Uji X-Ray Fluoresensi (XRF). Hasil dari pengujian tersebut bertujuan untuk mendapatkan parameter yang mempengaruhi penetrasi klorida ke dalam beton pada tahap inisiasi korosi, yaitu koefisien difusi (D), konsentrasi klorida di permukaan beton (Cs) dan pengaruh waktu terhadap umur layan tahap inisiasi. Dengan parameter tersebut dapat digunakan untuk menentukan umur layan dengan batasan nilai klorida kritis (Ccr) dan tebal selimut beton. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi klorida lingkungan 2% adalah yang paling kritis menyerang pada beton. Jika beton terus berada pada lingkungan asam, akan semakin tinggi kandungan klorida dalam beton. Umur layan beton pada klorida lingkungan 1%-4% terhadap ketebalan selimut beton 5 cm diprediksi sampai umur 37 tahun. Prediksi ketebalan selimut beton pada klorida lingkungan 1%-4% terhadap umur layan 50 tahun sebesar 6 cm.
Prediksi Neraca Air DAS Tirtomoyo Dengan Metode GR2M Berdasar-kan Hujan Debit 15 Harian Tahun 2018 Bayu, Ridwan Kresna; Hadiani, Raden Roro Rintis; Solichin, Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.7 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i1.36528

Abstract

Pengelolan air diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di suatu DAS (Daerah Aliran Sungai). Kebutuhan air di suatu DAS terpenuhi apabila ketersediaan air tercukupi. Perlu diketahui neraca air yang terjadi agar pengelolaan air dapat dilakukan secara optimal.Penelitian ini dilakukan di DAS Tirtomoyo. Penelitian ini menganalisis debit andalan dengan metode GR2M. Metode GR2M jarang digunakan untuk menghitung debit di Indonesia, walaupun hanya menggunakan dua parameter, yaitu kapasitas simpanan kelembaban tanah dan koefisien penyerapan tanah.Hasil menunjukkan bahwa ketersediaan air di DAS Tirtomoyo tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan air di tahun 2018. Defisit air terbesar terjadi pada bulan April periode 15 harian ke dua sebesar –8,2848 m3/detik sedangkan surplus air terbesar terjadi pada bulan Februari periode 15 harian ke dua sebesar 8,1220 m3/detik.