cover
Contact Name
Erwin Sondakh
Contact Email
ehb_sondakh@unsrat.ac.id
Phone
+6285256923230
Journal Mail Official
jzootek@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Kampus Bahu Manado, 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ZOOTEC
ISSN : 08522626     EISSN : 26158698     DOI : https://doi.org/10.35792/
Zootec is a scientific periodical journal published by the Faculty of Animal Sciences, Sam Ratulangi University in 1995 with the print ISSN number 0852 – 2626. The focus of articles on Animal Sciences includes 1. livestock production, 2. Animal Feed and Nutrition, 3. Livestock Socio-Economics, 4. Animal Product Technology, 5. Animal Health, and 6. Potential pet wildlife Animal. Since its publication in Volume 38 number 1 of January 2018, it has been accredited with Rank 5 at the Ministry of Research, Technology and Higher Education Republic of Indonesia, Number SK 28/E/KPT/2019 with eISSN number 2615-8698. Starting Volume 41 No 2 of July 2021 the Zootec Journal has changed the writing template from the previous writing template. The Zootec journal has been indexed by Google Scholar, SINTA, Crossref, Garuda. Article authors can send articles in Indonesian or in English via email: jzootek@yahoo.com to be considered for publication.
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 43 No. 2 (2023)" : 21 Documents clear
Kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum broiler yang ditambahkan mananoligosakarida (MOS) berasal dari ampas kelapa J. Suak; J.J.M.R. Londok; Y.H.S. Kowel
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum broiler yang ditambahkan manan oligosakarida (MOS) berasal dari ampas kelapa. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ayam pedaging strain CP707 berumur 35 hari. Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan 4 ulangan, Sebagai perlakuan adalah level ektraksi MOS (0, 1, 2, 3 dan 4%). Setiap perlakuan diulang 4 kali. Peubah yang di ukur yaitu konsumsi bahan kering ransum, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik. Data analisis menggunakan Minitab versi 16. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan berbeda tidak nyata terhadap nilai konsumsi dan kecernaan bahan kering ransum, sedangkan untuk kecernaan bahan organik menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan. Uji Tukey menunjukan R0 berbeda nyata dengan R1, tapi berbeda tidak nyata dengan R2, R3, dan R4. R1 berbeda nyata dengan R2 dan R4, tapi berbeda tidak nyata dengan R3. R2 berbeda tidak nyata dengan R3 dan R4. Disimpulkan bahwa penambahan ampas kelapa sebagai sumber manan oligosakarida (MOS) sebanyak 1% dalam ransum broiler tidak mengubah konsumsi dan kecernaan bahan kering namun memberikan nilai kecernaan bahan organik terbaik. Kata kunci: kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, ampas kelapa, manan oligosakarida.                                                     ABSTRACT Digestibility of Dry Matter and Organic Matter of Broiler Feed Added Coconut Pulp as a Source of Mannan Oligosaccharides (MOS). This study was conducted with the aim of determining the digestibility of dry matter and organic matter in broiler feeds added coconut pulp as a source of mannan oligosaccharides (MOS). This study used 20 broiler chickens CP707 strain aged 35 days. The experimental method used a completely randomized design (CRD), with 5 treatments and 4 replications. The treatments were level of MOS extracted (0, 1, 2, 3, and 4%). Each treatment was repeated 4 times. The variables measured included dry matter consumption of the ration, dry matter digestibility, and organic matter digestibility. Data ware analyzed using Minitab version 16. The results of the analysis of variance showed that the treatment was not significantly different on the consumption value of dry matter rations and digestibility of dry matter, but for digestibility of organic matter showed significantly different. Tukey’s test that R0 was significantly different from R1, but not significantly different from R2, R3, and R4. R1 is significantly different from R3. R2 is not significantly different from R3 and R4. It was concluded that the addition of coconut pulp as a source of 1% mannan oligosaccharide (MOS) in broiler rations did not change the consumption and digestibility of dry matter but gave the best organic matter digestibility values.   Keywords: dry matter digestibility, organic matter digestibility, coconut pulp, mannan oligosaccharides.                                                                                                                              
Analisis sektor basis usaha peternakan di kabupaten Minahasa Tenggara N.M Santa; I. P. Ratulangi; M.A.V. Manese
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.43.2.2023.49498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sektor basis bidang peternakan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian telah dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara selama satu bulan pada bulan Februari sampai Maret tahun 2023 menggunakan data sekunder yang diperoleh dari hasil publikasi instansi-instansi (lembaga) pemerintah terkait antara lain Kantor Dinas Pertanian Bidang Peternakan dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Minahasa Tenggara dan Provinsi Sulawesi Utara. Data yang digunakan berupa data jumlah populasi ternak dan jumlah kepala Keluarga. Analisis yang digunakan adalah analisis Location Quation (LQ). Potensi pengembangan usaha peternakan di Kabupaten Minahasa tenggara berdasarkan hasil Analisis LQ diketahui bahwa potensi usaha yang dominan yaitu usaha ternak babi. Keadaan ini didukung dengan faktor sosial kemasyarakatan, ketersediaan sumber daya lahan, ketersediaan pakan ternak berupa dedak, serta pengembangan usaha ini sesuai dengan iklim setempat
Produktivitas tumpangsari Indigofera zollingeriana dan Brachiaria decumbens di areal perkebunan kelapa berdasarkan produksi bahan kering pada jarak tanam dan pemupukan berbeda I.H.G.M. Wagiu; Ch.L Kaunang; M.M. Telleng
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas Tumpangsari Indigofera zollingeriana dan Brachiaria decumbens di areal perkebunan kelapa berdasarkan produksi bahan kering pada jarak tanam dan pemupukkan berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari: faktor A yakni Monokultur, K: kombinasi Jarak Tanam dan faktor B: Pemupukan, setiap kombinasi diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam, pemupukan, serta interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat segar batang Indigofera zollingeriana. Perlakuan jarak tanam, interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat bahan kering batang Indigofera zollingeriana dan berat daun segar Indigofera zollingeriana, sedangkan perlakuan pemupukan memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat bahan kering batang Indigofera zollingeriana dan berat daun segar Indigofera zollingeriana. Perlakuan pemupukan, interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat segar batang Brachiaria decumbens, berat daun segar Brachiaria decumbens dan terhadap berat Bahan kering batang Brachiaria decumbens, sedangkan perlakuan jarak tanam memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat segar batang Brachiaria decumbens, berat bahan kering batang Brachiaria decumbens dan berat daun segar Brachiaria decumbens. Perlakuan interaksi jarak tanam dan pemupukan memberikan hasil yang berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap beratbBahan kering daun Indigofera zollingeriana dan berat bahan kering daun Brachiaria decumbens. sedangkan perlakuan jarak tanam dan perlakuan pemupukkan memberikan hasil yang berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap berat bahan kering daun Indigofera zollingeriana dan berat bahan kering daun Brachiaria decumbens. terhadap berat daun segar Brachiaria decumbens. Disimpulkan bahwa tumpangsari tanaman Legum Indigofera zollingeriana dan rumput Brachiaria decumbens di areal perkebunan kelapa dengan kombinasi jarak tanam Indigofera zolingeriana 1,00 m x 1,50 m dan Brachiaria decumbens 0,25 m x 0,25 m yang diberikan pupuk memberikan hasil produksi bahan kering tertinggi. Kata kunci: Indigofera zollingeriana, Brachiaria decumbens, Jarak tanam, Pemupukan.
Penampilan Reproduksi Sapi Betina Peranakan Ongole di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara Sumiyanti; Lentji Rinny Ngangi; Umar Paputungan
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.43.2.2023.49879

Abstract

ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data informasi mengenai penampilan reproduksi sapi betina Peranakan Ongole (PO) betina di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Populasi sapi di Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2019, 2020 dan 2021 adalah masing-masing 18.351 ekor, 18.627 ekor,dan 19.493 ekor. Dalam data tercantum bahwa Kecamatan Dimembe memiliki sebaran populasi sapi potong tertinggi ketiga (22489 ekor) diantara sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilakukan melalui metode survey menggunakan materi sapi PO betina yang sudah pernah beranak minimal dua kali milik petani peternak yang ada di masing-masing desa yang terpilih di wilayah Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara sebanyak 33 ekor sapi PO betina. Variabel penelitian yaitu umur pubertas, umur pertama kawin, service per conception, umur pertama kali beranak dan calving interval. Hasil kajian menunjukkan rata-rata umur pubertas sapi betina PO di Kecamatan Dimembe adalah 22,84 bulan, umur pertama kawin sapi betina PO di Kecamatan Dimembe 22,84 bulan, Service per conception sapi Betina PO di Kecamatan Dimembe  sebesar 1,45, umur pertama kali beranak sapi betina PO di Kecamatan Dimembe mencapai 3,185 tahun, Calving interval sebesar 16,00 bulan untuk sapi betina PO di Kecamatan Dimembe. Kata Kunci: Penampilan reproduksi, Sapi PO, Kecamatan Dimembe Minahasa Utara.  ABSTRACT  REPRODUCTIVE PERFORMANCE OF ONGOLE CROSS-BREED COWS IN DIMEMBE DISTRICT, NORTH MINAHASA REGENCY. This study aims to identify and obtain information about the reproductive performance of female Ongole Breed (PO) cows in Dimembe District, North Minahasa Regency. The cattle population in North Minahasa Regency in 2019, 2020 and 2021 were 18,351; 18,627 and 19,493 heads, respectively. The data showed that Dimembe District had the third highest population distribution of beef cattle (22,489 heads) among the ten sub-districts in North Minahasa Regency. The research was conducted through a survey method using female PO cattle that had given birth at least twice belonging to farmers in each selected village in the Dimembe District area of North Minahasa Regency as many as 33 female PO cattle. The research variables were puberty, age at first mating, service per conception, age at first giving birth and calving interval. The results of the study showed that the average age of puberty of PO female cattle in Dimembe District was 22.84 months, the first mating age of PO female cattle in Dimembe District was 22.84 months, Service per conception of PO female cattle in Dimembe District was 1.45, the first age of the calving time for PO cows in Dimembe District reached 3.185 years, and the calving interval was 16.00 months for PO cows in Dimembe District. Keywords: Reproductive performance, PO Cattle, Dimembe District, North Minahasa        
Karakteristik kualitatif dan kuantitatif pedet betina dan jantan umur 4-5 bulan pada sapi perah Friesian Holstein di kelompok ternak Bojong Kawung Ciwidey Bandung R.F. Christi; L.B. Salman; P. Edianingsih; S.N.A. Aziz
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas ternak sapi perah dapat dilihat sejak pedet dilahirkan sampau dengan menjelang dewasa. Tampilan luar tubuh pedet sapi perah sangat penting untuk diketahui. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pedet sapi perah betina dan jantan melaui karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif di Kelompok Ternak Sapi Perah  Bojong Kawung Ciwidey Kabupaten Bandung. Objek penelitian menggunakan pedet sapi perah umur 4-5 bulan dengan jenis kelamin betina dan jantan. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Peubah yang diamati kualitatif dengan melihat tanda segitiga pada dahi, warna ujung ekor, dan bagian bawah carpus sedangkan kuantitatif meliputi bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak. Hasil penelitian menunjukan bahwa sifat kualitatif pada pedet betina dan jantan umur 4-5 bulan adalah terdapat segitiga pada dahi, warna ujung ekor putih, dan bawah carpus putih-hitam. Kuantitatif menghasilkan rataan bobot badan, panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak pada pedet betina yaitu 122,13 kg, 90,3 cm, 120,6 cm, 104,3 cm sedangkan pedet jantan memiliki rataan bobot badan, panjang badan, lingkar dada dan tinggi pundak yaitu 130,87 kg, 87,43 cm, 130,5 cm, 108,43 cm. Terdapat kesamaan karakteristik kualitatif pada pedet sapi perah betina dan jantan yaitu segitiga pada dahi, warna putih pada ujung ekor serta carpus bawah bercorak hitam-putih. Sedangkan nilai kuantitatif terdapat perbedaan antara pedet betina dan jantan terhadap bobot badan, Panjang badan, lingkar dada dan tinggi Pundak. Kata kunci : kualitatif, kuantitatif, pedet, FH, Bojong Kawung
Kontribusi rumput lapang terhadap kebutuhan protein dan komponen karbohidrat pada sapi peranakan ongole (PO) yang dipelihara secara tradisional di Kecamatan Langowan Barat A. Rangian; A.F. Pendong; Y.L.R. Tulung; C.A. Rahasia
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi rumput lapang terhadap pemenuhan kebutuhan protein dan komponen karbohidrat sapi PO yang dipelihara secara tradisional. Pola tradisional dimaksud, selanjutnya disebut “System Yantum”. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan secara kuantitatif, dimana perolehan informasi dan data dilakukan dengan metode survey. Penentuan lokasi dan ternak sebagai contoh (sampling) dilakukan dengan purposive sampling. Selanjutnya, data pengamatan dianalisis secara deskriptif statistik. 20 ekor sapi PO, berumur antara 2 – 4 tahun, digunakan dalam penelitian ini, dimana penentuan bobot badan sapi PO dihitung menggunakan rumus Schorll. Variabel yang diamati, meliputi: jumlah konsumsi protein kasar (Pr-K) dan kontribusi protein kasar rumput lapang, jumlah konsumsi serat deterjen netral (neutral detergent fibre=NDF), dan jumlah konsumsi karbohidrat bukan serat (non fiber carbohydrate=NFC). Hasil penelitian menunjukkan, rerata konsumsi Pr-K sebesar 0,92 kg, lebih rendah dari kebutuhan standar Pr-K, sebesar 1,11 kg. Nilai rerata konsumsi NDF yang diperoleh, sebesar 6,86 kg, melampaui kebutuhan standar NDF yang hanya sebesar 5,025 kg. Nilai rerata konsumsi NFC adalah sebesar 0,97 kg, yang perlu dikoreksi dengan penggunaan sumber-sumber karbohidrat tersedia. Disimpulkan, kebutuhan protein kasar sapi PO yang dipelihara secara tradisional masih belum terpenuhi, namun nilai rerata konsumsi NDF melampaui kebutuhan standar, sementara nilai rerata konsumsi karbohidrat bukan serat (NFC), masih perlu dikoreksi dengan penambahan sumber-sumber karbohidrat tersedia. Kata kunci: Sapi PO, pemeliharaan tradisional, rumput lapang, protein kasar, NDF, NFC.
Analisis kelayakan finansial usaha ternak sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (studi kasus) A.F Razak; N.M Santa; P.O.V Waleleng
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.43.2.2023.50046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha ternak sapi potong di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian telah dilaksanakan di Peternakan Sapi Milik Bapak Arif Lauma selama satu bulan pada bulan Oktober sampai November tahun 2022. Data yang digunakan berupa data biaya dan pendapatan usaha ternak sapi. Analisis yang digunakan adalah analisis kelayakan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa usaha peternakan sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara memperoleh nilai Net Present Value (NPV) = Rp82.260.653, Internal Rate of Return (IRR) = 38,058%, RC ratio= 1,13, Break Even Point unit ternak sebesar 12,98 ekor, dan PP = 3,89 tahun. Capaian nilai tersebut menunjukkan bahwa usaha peternakan sapi di Desa Saleo Kecamatan Bolangitang Timur Kabupaten Bolaang Mongondow Utara layak untuk dijalankan dan dikembangkan.
Study kasus kawin berulang (repeat breeding) pada sapi peranakan ongole di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara N.N. Marbun; L.R. Ngangi; J.F. Paath; S. Turangan; J.R. Bujung
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh informasi mengenai     repeat breeding pada sapi PO di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Repeat  breeding dapat merugikan karena menghambat laju perkembangan sapi PO. Penelitian ini menggunakan data dari 69 ekor sapi PO betina yang memiliki siklus estrus normal. Variabel penelitian yaitu umur pubertas, service per conception, calving interval, dan persentase sapi yang terdampak repeat breeding. Hasil penelitian untuk rata-rata umur  pubertas 22,985 ± 2,482 bulan, service per conception untuk sapi yang tidak terdampak repeat breeding 1,3275 ± 0,4734 kali dan yang terdampak 3,9090 ± 1.1361 kali, umur pubertas 22,985 ± 2,482 bulan, dan calving interval 487,5862 ± 11,6318 hari. Kesimpulan terdapat kasus repeat breeding sebesar 16% pada sapi PO yang ada di Kecamatan Wori, dengan faktor penyebab kesalahan manajemen pemeliharaan. Kasus kawin berulang (repeat breeding) sapi betina PO di Kecamatan Wori, tidak mempengaruhi penampilan reproduksi apabila dilihat dari service per conception dan calving interval. Kata Kunci: kawin berulang, sapi PO, Kecamatan Wori    
Karakteristik peternak dan manajemen pemeliharaan ternak babi di Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan Y.R. Pangkey; J.S.I.T. Onibala; A.J. Podung
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu untuk memperoleh informasi dan menganalisis bagaimana karakteristik peternak dan manajemen pemelihara babi pada peternakan rakyat di Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo Kabupaten Minahasa Selatan. Peternak di desa ini telah memelihara ternak babi selama turun temurun. Variabel yang diamati yaitu, karakteristik peternak, manajemen pemeliharaan, manajemen penyakit. Penelitian ini bersifat eksploratif dan menggunakan metode survey, dengan melakukan wawancara pada peternak (responden) dan pengamatan langsung pada kondisi peternakan babi di lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak babi di Desa Mopolo berumur 45-64 tahun (60%), pendidikan formal sebagian besar tamat SMA 46,6%. Pekerjaan utama petani/peternak 100%, pengalaman beternak diatas 10 tahun (50%) dan jumlah ternak babi 173 ekor. Manajemen pemeliharaan ternak babi yang dilakukan adalah pemeliharaan tradisional dan semi intensif. Jenis pakan yang diberikan adalah limbah pertanian, limbah dapur, komersil. Perkandangan di Desa Mopolo 90% peternak memiliki kandang, bahan kandang lantai beton (70,37%), dinding beton (50%), serta atap seng (62,96%). Jenis kandang adalah kandang individu (22,22%), kelompok (40,74%), kepadatan kandang 0,1 – 1,0m² (91,07%). Jarak kandang ke rumah 0-15 meter (36,66%), ketersediaan saluran pembuangan kotoran ternak (90%). Peternakan babi di Desa Mopolo sebagian besar ternak babi belum pernak sakit dengan persentase 63,33%. Kesimpulan penelitian ini yaitu manajemen pemeliharaan ternak babi di Desa Mopolo Kecamatan Ranoyapo menunjukkan pemeliharaan tradisional dan semi intensif. Pemberian pakan yang tidak teratur dan kandang yang digunakan adalah kandang individu, kelompok serta memiliki saluran pembuangan. Kata kunci: Karakteristik peternak, manajemen pemeliharaan babi, peternakan rakyat
Identifikasi kelelawar di sekitar Gunung Lolombulan desa Pakuure Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan G.V. Liudongi; T.A. Ransaleleh; S.C. Rimbing; I. Wahyuni; M. Kawatu; J. Onibala
ZOOTEC Vol. 43 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kelelawar hasil tangkapan pemburu di Gunung Lolombulan Desa Pakuure Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Sampel yang digunakan sebanyak 100 ekor kelelawar pemakan buah. Metode yang digunakan yaitu deskriptif. Pengamatan dilakukan secara langsung pada kelelawar, untuk mengamati ciri-ciri morfologi kelelawar. Prosedur pengambilan sampel dilakukan dengan mempersiapkan semua peralatan yang digunakan untuk melakukan identifikasi, menemui pemburu untuk mengambil sampel, setelah itu melakukan identifikasi. Data yang diperoleh ditabulasi kemudian dibahas secara deskriptif. Variabel morfologi yang diamati yaitu bobot badan, ciri-ciri tubuh, ukuran morfometri. Berdasarkan pada morfologi maka kelelawar yang ditemukan di sekitar Gunung Lolombulan yaitu lima spesies dari lima genus yang berbeda, yaitu Thoopterus nigrescens, Rousettus amplexicaudatus, Cynopterus minutus, Nyctimene cephalotes dan Dobsonia exoleta. Dari kelima spesies tersebut, terdapat dua spesies endemik sulawesi yaitu, T. nigrescens dan D. exoleta Kata Kunci: Identifikasi, Gunung Lolombulan, Kelelawar

Page 2 of 3 | Total Record : 21