Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2: July 2021"
:
10 Documents
clear
Identifikasi Mikroplastik Sampel Air Anak Sungai Brantas Hilir
Anggana Mulya Saputra Pratama, Angwildi
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.87 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.8
Anak Sungai memiliki peran penting sebagai penunjang kebutuhan manusia seperti Sungai Gunting, Sungai Marmoyo, Sungai Tengah, Sungai Pelayaran dan Sungai Rowo. Pada sisi lain kandungan mikroplastik di sungai berpotensi masuk ke tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan mengetahui mikroplastik pada Anak Sungai Brantas. Metode Pengambilan sampel air di lima titik Anak Sungai Brantas sebanyak 100L air menggunakan Plankton net. Kemudian sampel yang didapatkan dipreparasi menggunakan larutan H202 dan H2SO4 sebanyak 20ml. kemudian sampel disaring dan diindetifikasi di mikroskop stereo. Hasil mikroplastik pada sampel air anak sungai tertinggi pada Sungai Gunting 1630 partikel/m3, dengan rata-rata 1400 partikel/m3. Pentingnya peran pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyrakat tidak membuang sampah ke sungai.
Identifikasi Kandungan Mikroplastik pada Ikan dan Air Hilir Sungai Brantas
Sri Ayu Hartini, Ani;
Sandra Dewi, Ratna
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.052 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.9
Pencemaran mikroplastik sangat menganggu ekosistem perairan dan kerusakan serius pada biota seperti Ikan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan mikroplastik pada ikan air di hilir sungai Brantas. Sampel air diambil pada 7 stasiun, sedangkan sampel ikan yang diperoleh adalah 12 sampel. Preparasi sampel menggunakan larutan H2SO4 dan H2O2. Hasil identifikasi mikroplastik pada sampel air ditemukan bentuk fiber, fragmen, film dan pelet. Sedangkan pada sampel ikan ditemukan bentuk fiber, fragmen dan film. Kelimpahan total mikroplastik pada air berkisar antara 370-1670 partikel/m3, pada ikan ditemukan 17-90 partikel/ekor. Mikroplastik berasal dari limbah dan tumpukan sampah maka dari itu, perlu adanya pengawasan pengelolahan limbah dan kurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Analisis Yuridis PMH Pemerintah atas Ikan Mati Sungai Brantas Putusan No.08 / pdt.G /2019/PN SBY
Siswoyo, Heru;
Azis
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (183.758 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.10
Penelitian ini bertujuan mengetahui landasan pertimbangan majelis hakim dalam mengabulkan gugatan atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya No.08/pdt 6/2019/PN Sby. mengetahui sistem penerapan Surat Keputusan Mahkamah Agung No. 36/ KMA/SK/II/2013 Tentang Pedoman Penanganan Perkara Lingkungan Hidup. Penelitian ini termasuk penelitian Yuridis Normatif Dan Sosiologis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan skunder. Tehnik pengumpulan data yang di pergunakan melalui studi kepustakaan, analisis data yang digunakan adalah analisis induktif dan deduktif. Hasil putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya NO.08/pdt 6/2019/PN Sby adalah “Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian”, “menyatakan bahwa para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum”. Putusan ini telah dikoreksi oleh Majelis Hakim setelah melakukan pertimbangan dengan seksama. Dalam mengadili dan memutus perkara tersebut Majelis Hakim hakim menggunakan teori hukum Positif dan Progresif. Dalam penelitian ini terdapat saran yaitu Pemerintah harus memberikan sosialisasi secara reguler terhadap pentingnya peran serta industry dan masyarakat dalam menjaga pelestarian lingkungan hidup dan Penegakan hukum lingkungan harus dijalankan kerusakan lingkungan tidak semakin parah.
Identifikasi Mikroplasti pada Feses Manusia
Chlara Budiarti, Eka
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.127 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.11
Mikroplastik adalah masalah baru di lingkungan akibat dari penggunaan plastik yang massive serta kelalaian limbahnya yang dapat mencemari lingkungan darat hingga ke perairan. Penelitian terkini sudah banyak melaporkan keberadaannya yang memasuki rantai makanan sehingga dimungkinkan juga secara tidak langsung hadir dalam tubuh manusia. Penelitian bertujuan untuk memeriksa keberadaan mikroplastik pada feses manusia. Sampel feses sebanyak 10 gram dikumpulkan dari 102 sukarelawan. Preparasi sampel menggunakan 20ml campuran 3 : 1 H2SO4 dan H2O2 lalu diflotasi menggunakan NaCl 1% kemudian diidentifikasi menggunakan Mikroskop Stereo. Hasil yang didapatkan adalah seluruh sampel feses positif mengandung mikroplastik dengan nilai median sebesar 17,5 partikel/ 10 g. Jenis dan polimer mikroplastik yang didapatkan masing – masing yakni 4 jenis dengan fiber tertinggi sebesar 36% sedangkan polimer didapatkan 38 jenis dengan polimer EVOH tertinggi sebesar 19%. Berbagai mikroplastik terdeteksi dalam feses manusia, menunjukkan konsumsi yang tidak disengaja baik dari sumber makanan maupun dari lingkungan yang telah terkontaminasi.
Identifikasi Mikroplastik pada Sedimen dan Bivalvia Sungai Brantas
Ayu Wijayanti, Diyah;
Ayu Zuanita Susanto, Chulud;
Chandra, AB.;
Zainuri, Muhammad
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (642.726 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.12
Sungai akan mengalami penurunan kualitas air karena pembuangan sampah ke sungai, jenis paling dominan ditemukan adalah plastik memiliki sifat yang sulit terdegradasi. Plastik dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan yaitu mikroplastik. Mikroplastik yang masuk dalam perairan dapat terakumulasi kedalam sedimen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada sedimen dan bivalvia di Sungai Brantas. Lokasi pengambilan sampel dilakukan di 7 titik sedangkan bivalvia 15 individu. Preparasi sampel sedimen menggunakan NaCl dan bivalvia menggunakan H2SO4 dan H2O2 Mikroplastik yang diperoleh pada sedimen mencapai 87 partikel/50 gr sedimen kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan mikroplastik pada bivalvia mencapai 47 partikel/ind mikroplastik yang banyak ditemukan adalah Fiber. oleh karena itu perlu adanya peran masyarakat dan pemerintah dalam menjaga lingkungan dengan menyediakan fasilitas pengankutan sampah serta mengurangi penggunaan plasik sekali pakai.
Kajian Persepsi Masyarakat tentang Pengelolaan Sampah di Hilir Daerah Aliran Sungai Brantas
Mas’ulatul Janah, Firly
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (240.751 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.13
Sampah menjadi masalah yang serius diberbagai daerah. Pengelolaan sampah masih dilakukan dengan cara yang buruk, bahkan yang sering kali mengalami kebocoran ke Sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang pengelolahan sampah di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan survei, jumlah responden sebanyak 272 orang. Melalui pengumpulan data dengan kuesioner, hasil temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di hilir DAS Brantas memiliki persepsi buruk terhadap pengelolaan sampah. Hasil kajian menyatakan bahwa secara rerata persepsi masyarakat tentang pengolahan sampah rumah tangga masih buruk. Dari kelima kota/ kabupaten lokasi penelitian, hanya responden dari kota surabaya yang memiliki persepsi yang baik tentang pengelolaan sampah rumah tangga. Hal ini berkolerasi dengan adanya sistem pengelolaan sampah di kota surabaya. Dengan demikian, untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang baik, penting untuk melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah yang benar serta perlu ada regulasi yang mengatur itu didalamnya.
Penegakan Hukum Lingkungan terhadap Pencemaranlingkungan oleh PT. Pakeirn di Kabupaten Mojokerto
Kholid Basyaiban, Muhammad;
Wartiningsih
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.465 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.14
Penegakan hukum terhadap pencemaran lingkungan harus ditegakkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan terutama oleh Kepolisian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Dinas Lingkungan Hidup. Dalam studi ini membahas pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Pakerin di Kabupaten Mojokerto. Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) seharusnya berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian ini menggunakan hukum yuridis sosiologis dan pendekatan fakta-fakta dengan melihat kenyataan hukum di dalam masyarakat dan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepolisian dalam menegakkan hukum sudah baik, namun juga perlu dukungan oleh Instansi Pemerintah bidang lingkungan. Dinas lingkungan Hidup dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah memberikan sanksi administratif terhadap PT. Pakerin. Jika tidak dijalankan maka sanksi pidana akan dijatuhkan sesuai dengan Undang - undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Analisis Kandungan Mikroplastik pada Ikan Gabus (Channa striata B.) dan Ikan Baung (Mystus nemurus CV) di Samarinda
Septiana, Renny;
Jailani;
Purwati, Sri;
Aditya Budiarsa, Anugrah
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.352 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.15
Mikroplastik merupakan partikel berbahaya yang dapat masuk ke dalam sistem rantai makanan sehingga dapat berdampak pada kesehatan baik bagi biota air maupun mamalia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan mikroplastik pada ikan gabus (Channa striata B) dan ikan baung (Mystus nemurus CV) di Samarinda. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel ikan Gabus diambil dari 5 pasar, Sungai Mahakam, dan Waduk Benanga. Sampel ikan baung (Mystus nemurus C.V) diambil di Pasar Ijabah dan daerah aliran Sungai Mahakam. Analisis dilakukan di Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan dan Kelautan. Pengumpulan data dengan melarutkan sampel pada NaCl jenuh kemudian diamati dengan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan terdapat jenis fiber, fragmen, monofilamen dengan ukuran 20-350 µm dan didominasi ukuran <150 μm pada sampel ikan. Jika termakan oleh manusia atau mamalia dapat terjadi penyerapan ≤0,3% pada limpa namun masih dapat ditoleransi. Maka perlu tindak lanjut penelitian terkait kadar maksimal terjadinya akumulasi mikroplastik pada manusia.
Identifikasi Mikroplastik pada Gastropoda dan Udang di Sungai Brantas
Nur Fitria, Shinta;
Anggraeni, Vita;
Wahyuni Abida, Indah;
Salam Junaedi, Abdus
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (516.796 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.16
Mikroplastik memiliki ukuran yang kecil <5 mm sehingga mikroplastik dapat mengontaminasi biota yang ada pada perairan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada udang dan gastropoda Sungai Brantas. Metode dalam penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu sampling, preparasi sampel, identifikasi sampel dan analisa data. Pengambilan sampel diambil sebanyak 7 stasiun. Hasil yang diperoleh dalam penelitian yaitu ditemukan sebanyak 0,6-5,8 partikel/ekor pada udang galah (Macrobacium rosenbergii) dan sebanyak 1,8-26 partikel/ekor pada gastropoda (Thedoxus sp, Oncomelania sp, Filopaludina javanica, Pomacea cannaliculata). Persentase bentuk mikroplastik yang paling banyak ditemukan adalah fiber, bentuk lain yang ditemukan adalah film dan fragmen. Sebaiknya perlu adanya IPAL Komunal agar limbah yang dibuang bisa diolah terlebih dahulu dan tentunya perlu peran masyarakat dalam pengurangan penggunan sampah plastik sekali pakai yang menjadi salah satu pemicu adanya pencemaran mikroplastik.
Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Miroplastik pada Ikan di Hilir Bengawan Solo
Rizqiyah, Ziadatur;
Listya Nurina, Vidya;
Rahmania
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (389.618 KB)
|
DOI: 10.58954/epj.v1i2.17
Indonesia merupakan negara produser limbah plastik terbesar kedua di dunia setelah Negara China. Pada tahun 2010, total limbah plastik yang tidak terolah sebesar 3.22 juta kubikton/tahun yang memicu terbentuknya mikroplastik di lingkungan salahsatunya di perairan Hilir Bengawan Solo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroplastik pada saluran pencernaan ikan di Hilir Bengawan Solo. Metode pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive rundom di lima lokasi lalu dibedah untuk mendapatkan saluran pencernaannya. Preparasi saluran pencernaan menggunakan campuran H2O2 30% dan H2SO4 30% sebanyak 20mL dengan perbandingan 1:3 lalu diflotasi menggunakan NaCl 1% kemudian diidentifikasi menggunakan Mikroskop Stereo. Hasil kajian menunjukkan bahwa ditemukan partikel mikroplastik pada semua sampel ikan. Jenis mikroplastik yang didapatkan ada 3 jenis yaitu fiber, film dan fragmen dengan kelimpahan sebesar 8,2 partikel/ikan. Dengan adanya temuan ini maka perlu tindak lanjut penelitian terkait kadar maksimal mikroplastik pada manusia.