Jurnal Pariwisata Indonesia
JPI (Jurnal Pariwisata Indonesia) is an open access, peer-reviewed, multidisciplinary journal dedicated to publication in tourism research, with a focus on the application of tourism science to the Indonesian tourism industry. JPI maintains its contribution to scholarships in tourism science in Indonesia. JPI invites writings from various disciplines to contribute to literature on tourism science. JPI invites manuscripts in three main topics but is not limited to: Hospitality Each study focuses on the hospitality industry, including marketing management in the hospitality industry, restaurants, quality assurance, Policy and Regulation of Hospitality, Human Resources, and related topics in the hospitality industry (such as operational departments on hotel) Culinary Each study focuses on culinary development in tourism, innovation in the culinary business, Gastronomy, Herbs, Spices, Traditional Food, Cultural Food Studies, Food Product, Bakery and Pastry, Food Packaging and Product Development, Food Product Branding and Marketing, Education and Training, Nutrition of Food Product, Regulation and Policy Food and Product. Tourism Each study focuses on destination development, including Policy for Destination Planning, Tour Industry, accessibility, and Infrastruktur Destination, Ticketing on destination Policy, Destination marketing, tourist behavior, travel patterns, and related topics on destination development (such as Sustainable Tourism Development Low Carbon Destination, Halal tourism, Community-based Tourism, Nature-based Tourism, Creative Tourism, Social Media for Tourism Marketing, Smart Tourism)
Articles
146 Documents
Analisis Tahapan Culture Shock (Kejutan Budaya) Pada Film Anna and The King
Titik Akiriningsih
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 9 No 2 (2014): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.86 KB)
Kejutan budaya atau yang sering disebut sebagai culture shock dapat melanda siapa saja, di mana saja, dan kapan pun. Culture shock terutama sekali sering terjadi pada seseorang yang mengalami interaksi budaya yang berbeda. Pada akhirnya, tahap terakhir dari tahapan culture shock adalah fase penyesuaian diri. Pada film Anna and the King, tokoh utama film ini mengalami semua tahapan culture shock, dimulai dari fase optimistik, masalah kultural, fase recovery, dan fase penyesuaian. Pada akhirnya, tokoh utama film ini mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang menaunginya. Hal ini tidaklah mudah dilakukan, namun dengan pemahaman lintas budaya serta kondisi fisik dan psikologi yang baik, fase penyesuaian dapat diraih. Selain itu, setiap individu yang terlibat dalam penyesuaian terhadap budaya baru dipengaruhi oleh sikap negara, status budaya, status sosio politik negara, serta motivasi dan aspirasi individu yang terlibat.
Potensi Obyek Wisata Goa Gong, Pantai Klayar, Pemandian Air Panas Tirta Husada di Kabupaten Pacitan
Kris Cahyani Ermawati;
Judith Aditya Sari Aditya Sari
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 10 No 1 (2014): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.222 KB)
Indonesia memiliki obyek wisata alam yang terkenal di seluruh dunia, baik itu berupa pantai, pegunungan, hutan wisata, air terjun, wisata goa, serta kekayaan alam lain yang potensi besar untuk menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan wisata. Salah satu daerah di wilayah Indonesia yang menjadi tujuan wisata adalah Kabupaten Pacitan. Kabupaten ini sering disebut sebagai kota seribu yang mempunyai obyek wisata 1000 goa dan memiliki pantai-pantai yang indah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana potensi dan pengembangan obyek wisata di Goa Gong, Pantai Klayar, dan Pemandian Air Hangat Tirta Husada di Pacitan. bahwa obyek wisata Goa Gong, Pantai Klayar, dan Pemandian Air Hangat Tirta Husada merupakan obyek dan daya tarik wisata yang dapat dijadikan obyek wisata andalan dan sebagai salah satu aset di Kabupaten Pacitan. Untuk meningkatkan pendapatan dan jumlah pengunjung pihak pengelola harus melakukan pengembangan di berbagai bidang, yaitu sarana dan prasarana, promosi dan publikasi, upaya pengamanan, dan kerjasama antara pihak pengelola dengan pemerintah Kabupaten Pacitan. Potensi yang dimiliki oleh obyek wisata Goa Gong, Pantai Klayar, dan Pemandian Air Hangat Tirta Husada, sebenarnya sangat besar, mulai dari potensi alam, atraksi, aksesibilitas, yang dapat dijangkau dari berbagai jalur. Kurangnya pemasaran dan promosi menyebabkan daerah ini kurang maksimal. Banyaknya kendala dan kelemahan yang dihadapi dari pihak pengelola menyebabkan obyek wisata ini belum banyak dikenal oleh wisatawan di luar daerah khususnya.
Perubahan Sosial Budaya: (Studi Kasus: Perubahan Gaya Hidup Anak Muda Di Desa Wironanggan Sukoharjo)
Kris Cahyani Ermawati;
Judith Aditya Sari
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (153.084 KB)
Perkembangan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari peran serta anak muda. Terdapat perubahan yang signifikan terkait dengan gaya hidup anak muda yang mengalami pergeseran akibat adanya pengaruh globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan gaya hidup anak muda di Desa Wironanggan, Sukoharjo. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Desa Wironggunan, Sukoharjo, tentang perubahan gaya hidup anak muda, dapat diketahui bahwa terdapat perubahan gaya hidup anak muda yang meliputi cara berpakaian yang cenderung memilih produk bermerek, kebiasaan nongkrong, dan gaya bahasa yang cenderung menggunakan logat kota dan menggunakan bahasa gaul. Kondisi demikian terjadi karena proses pergeseran budaya dari daerah yang cenderung menjadi budaya kota yang identik dengan kehidupan mall dan nongkrong, sehingga bukan hanya cara berpakaian yang berubah, namun pola kebiasaan anak muda juga mengalami perubahan. Namun demikian, tidak semua budaya kota tersebut sesuai dan baik untuk diadopsi. Oleh karena itu, anak muda di desa tetap harus mampu memilih dan memilah budaya mana yang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga gaya hidup di lingkungan desa yang mengedepankan rasa kekeluargaan dan persaudaraan tetap lestari terjaga.
EFEKTIVITAS PROGRAM TRAINING TERHADAP TINGKAT KUALITAS KERJA KARYAWAN DI DEPARTEMEN FRONT OFFICE HOTEL GRAND DAFAM ROHAN JOGJAKARTA
Nur Widya Asiska Pratiwi;
Agus Solikhin;
Kris Cahyani Ermawati
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 15 No 2 (2020): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.691 KB)
The objectives of this study were (1) To determine the effectiveness of the training program at the Front Office Hotel Grand Dafam Rohan Jogja. (2) To find out what are the effects of the effectiveness of the training program on the level of work quality of employees at the Grand Dafam Rohan Jogja hotel. Hotels as a type of accommodation that are often used by tourists are growing rapidly in Indonesia. The more complete facilities that support guest comfort and the benefits offered by a hotel are expected to attract guests' attention optimally. The method used in this research is descriptive qualitative method. Data collection techniques in this study include observation, interviews, documentation, and literature study. The effectiveness of training is generally seen from the extent to which the training achieves the stated behavioral goals and how much it costs for return training because this effectiveness is a way to benefit the company and affects the level of employee work quality. Based on the results of research and discussion, information can be obtained that the quality of employee work can be seen from the work ability of employees.
Peningkatan Peran Wanita Bekerja Pada Hotel Berbintang di Wilayah Surakarta
Titik Akiriningsih
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.811 KB)
Pariwisata tidak bisa dianggap sebagai hal yang remeh dalam meningkatkan devisa negara. Mengingat perekonomian tidak lagi bisa disandarkan pada sektor migas, maka pariwisata menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan perekonomian. Apabila pariwisata berkembang di suatu daerah, maka hal tersebut akan mempengaruhi timbulnya industri pariwisata di daerah tersebut. Industri pariwisata terbesar saat ini adalah pelayanan akomodasi. Hotel sebagai pemenuhan pelayanan akomodasi wisatawan akan semakin terangkat seiring dengan perkembangan industri pariwisata. Secara otomatis, dengan keberadaan hotel di suatu daerah akan membuka kesempatan kerja terutama bagi masyarakat yang berada disekitarnya. Sejauh ini, hotel tidak bertindak diskriminatif gender terhadap karyawan yang akan direcruit. Baik pria maupun wanita bisa bekerja di sebuah hotel asal memenuhi persyaratan yang diajukan pihak hotel. Wanita yang bekerja di hotel, selama ini masih mendapat perspektif yang kurang baik oleh masyarakat mengingat beberapa hal terutama kondisi fisik mereka yang bagus terkadang tidak dibarengi dengan kondisi intelektual yang bagus pula. Padahal, seperti kita ketahui bahwa wanita pada era globalisasi ini bebas untuk meningkatkan pendapatan keluarga dengan bekerja seperti halnya laki-laki. Kota Surakarta memiliki banyak hotel yang ada maupun yang sedang dirintis. Wanita yang bekerja di hotel juga tidak sedikit jumlahnya. Secara tidak langsung, peran mereka akan membantu meningkatkan pelayanan pada sektor pariwisata. Untuk menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif, serta untuk menuju profesionalisme yang berdaya saing tinggi, sehingga mampu meningkatan peran hotel pada industri wisata dalam kurun jangka panjang, baik di pasar domestik maupun global, maka sumber daya manusia sebagai faktor utama harus selalu ditingkatkan peranannya. Dengan mengikuti beberapa kebijakan dari pihak hotel, maka wanita yang bekerja pada hotel dapat meningkatkan kemampuannya dalam bekerja sehingga perspektif negatif tentang dirinya akan berkurang, dan peran hotel dalam kurun waktu yang panjang bisa meningkat.
Etasia Woodball Sebagai Wisata Olahraga (Sport Tourism) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Sekitar
I.G.N. Wedagama
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.055 KB)
Woodball merupakan salah satu pendukung obyek wisata minat khusus yaitu wisata olahraga (sport tourism) yang akhir-akhir ini mulai diminati kalangan umum. Olahraga ini mulai muncul di hotel-hotel berbintang sebagai alternatif olahraga sejenis, yaitu golf. Seiring dengan perkembangan olahraga ini, keberadaannya bergeser tidak hanya berada di hotel-hotel berbintang, namun juga berada di obyek wisata. Salah satu yang cukup terkenal di wilayah Surakarta adalah Etasia woodball yang berada di ekowisata Taman Air Tlatar Boyolali. Tujuan dari penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui peran olahraga woodball yang berada di ekowisata Taman Air Tlatar sebagai wisata olahraga. Yang kedua adalah untuk mengetahui bagaimanakah daya tarik olahraga woodball di ekowisata Taman Air Tlatar Boyolali sebagai wisata olahraga. Metode penelitian yang digunakan adalah pertama dengan teknik pengumpulan data yang berupa observasi, interview, dan dokumentasi dimana data tersebut diperoleh dari data umum ekowisata Taman Air Tlatar. Metode yang kedua adalah dengan menggunakan metode teknik data analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran olahraga woodball yang berada di ekowisata Taman Air Tlatar Boyolali telah menjadi wisata olah raga yang berdampak positif, baik terhadap masyarakat sekitar obyek, kelangsungan kelestarian alam dan lingkungan, maupun terhadap kesejahteraan masyarakat. Olahraga ini termasuk jenis olahraga baru yang masih memiliki banyak potensi serta peluang yang timbul didalamnya sehingga banyak orang yang tertarik untuk mencoba memainkan dan terlibat dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan olahraga woodball. Selain itu suasana yang menyenangkan, fasilitas yang memadai, serta sarana prasarana pendukung yang lengkap menjadikan olahraga ini menarik untuk dikunjungi.
Pengaruh Perilaku Wisatawan Nusantara Terhadap Wisata Kuliner di Nusantara
D. Soegiarto
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.822 KB)
Sebagian besar kajian tentang pilihan tujuan wisata terpusat pada penelitian mengenai hubungan antara perilaku pada suatu tempat atau citranya, dan pilihan tempat itu sebagai tujuan wisata. Akan tetapi temuan-temuan dalam kajian ini terbatas pada pilihan dan tidak meluas sampai pada perilaku memilih tempat tujuan wisata yang sesungguhnya. Pada dasarnya perilaku adalah pengalaman subjektif yang melibatkan penilaian terhadap sesuatu atau seseorang. Sesuatu atau seseorang itu dihadirkan dalam pengalaman tetapi juga mempunyai acuan di dunia luar; dunia luar dalam arti bahwa, kalau kita mengungkapkan perilaku kita, orang lain pada prinsipnya akan sanggup mengenali sesuatu atau seseorang yang kita nilai itu. Kita membedakan pernyataan mengenai perilaku dari pernyataan-pernyataan lain karena pernyataan mengenai perilaku mempunyai implikasi ada tindak menilai, bukan karena pernyataan itu menggambarkan suatu fenomena yang lain. Kuatnya citra dan tempat wisata ternyata dapat mempengaruhi wisatawan untuk menentukan tujuan wisatanya. Pada perspektif demikian, analisis perilaku wisatawan sangat urgent dilakukan guna mempertahankan pertumbuhan kunjungan wisatawan pada suatu daerah wisata.
Pengaruh Atraksi Wisata Terhadap Tingkat Kunjungan Wisatawan Pada Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri
J. Aditya Sari
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.022 KB)
Banyak hal yang mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di objek wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Kesadaran pemerintah kabupaten Wonogiri terutama Kantor Dinas Pariwisata untuk menyelenggarakan berbagai atraksi wisata di objek wisata tersebut seperti Sepekan Gebyar Gajah Mungkur, Gelar Wisata Budaya dan Event Olahraga Ganthole terbukti menimbulkan minat wisatawan untuk berkunjung. Namun demikian masih terdapat kendala yang dihadapi oleh pengelola yaitu keterbatasan dana yang akan digunakan untuk pengadaan atraksi, kurangnya kualitas SDM, kurangnya promosi, dan rendahnya minat investor untuk menanamkan modalnya untuk membangun sarana dan prasarana di objek wisata tersebut. Analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari hasil penelitian dengan memberikan gambaran apa adanya sesuai dengan kenyataan pada waktu mengadakan penelitian di objek wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa atraksi wisata yang diadakan mampu meningkatkan tingkat kunjunga wisatawan di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.
Peningkatan Kualitas Dan Akuntabilitas Tridarma Perguruan Tinggi di Era Globalisasi
Marimin
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.958 KB)
Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga tugas tersebut selama ini dikenal dengan istilah Tridarma Perguruan Tinggi. Tujuan pendidikan tinggi adalah untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; serta mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Dalam dunia pendidikan, pengertian mutu dapat digunakan konsep relatif. Pertama, sebuah pendidikan (proses, produk atau lembaga) dapat dikatakan bermutu manakala memenuhi standar. Standar ini dapat berupa ujian kelulusan, seleksi masuk perguruan tinggi, standar kompetensi, standar nasional maupun internasional. Kedua,mutu dapat dilihat dari kepuasan customers. Perguruan tinggi sebenarnya tidak boleh hanya menawarkan jasa transfer of knowledge dan atau bukan pabrik ijazah, harus bisa memberikan quality assurance (jaminan mutu) terhadap produknya, dan benar-benar dapat dipertanggungjawaban atas produk yang dihasilkan.
Pengaruh Promotion Expenses Terhadap Hotel Revenue Marketing Department di Hotel SahId Raya Solo
R. Setiawan;
H. Kristanto
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 4 No 1 (2008): Jurnal Pariwisata Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.866 KB)
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Promotion Expenses terhadap Hotel Revenue di Marketing Department di Hotel Sahid Raya Solo. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Kuantitatif, dilakukan di Hotel Sahid Raya Solo dengan waktu penelitian pada bulan Mei s/d Juli 2007.Teknik analisis yang digunakan meliputi uji analisis regresi berganda, uji hipotesis, uji t serta uji F.Hasil penelitian yang didapat adalah Sesuai dengan analisis yang dilakukan dengan menggunakan uji regresi berganda dan uji hipotesis [uji t (t-test) dan uji F (F-test) ] hasil yang didapat menunjukkan bahwa Promotion Expenses Marketing Department yang meliputi Advertising, Personal selling, sales promotion, Publisitas & Humas serta Direct Marketing Terhadap Pencapaian Hotel Revenue menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan.