cover
Contact Name
Zakiah Uslinawaty
Contact Email
nadzirin@gmail.com
Phone
+6281245849917
Journal Mail Official
uho.fhil@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Kehutanan FHIL UHO Jl. Mayjen S. Parman, Kampus Kemaraya Kendari journalcelebica@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27231909     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jc.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Celebica merupakan jurnal online open akses enam bulanan yang diterbitkan oleh Jurusan Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo yang fokus untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian dan pemikiran di bidang Kehutanan. Hasil Penelitian kehutanan yang dipublikasikan dalam jurnal ini mencakup bidang Manajemen Hutan, Sosial Ekonomi Kehutanan, Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, Teknologi Pemanfaatan Hasil Hutan, Silvikultur dan Konservasi Sumberdaya Hutan
Articles 40 Documents
Sifat Fisik Mekanik Bambu Betung (Dendrocalamus asper) dengan Metode Perendaman Larutan Kulit Bintaro Zakiah Uslinawaty; Nurhayati Hadjar; Iwan Bahmid
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.824 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i2.16822

Abstract

Abstrak:  Bambu betung (Dendrocalamus asper)  merupakan hasil hutan non kayu yang termasuk ke dalam famili Poacea yang umumnya tumbuh berumpun, batang berkayu, memiliki ruas, berbuku-buku, dan berongga, serta bermanfaat sebagai bahan bangunan, bahan baku kerajinan, bahan bakar (arang/arang aktif, bio-etanol), alat musik tradisional, obat herbal, dan sebagai sumber nutrisi.Bambu sangat rentan terhadap serangan organisme perusak terutama oleh rayap dan bubuk kayu kering (powder post beetle).  Karena berbagai macam kekurangannya tersebut sangat merugikan, maka perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan umur pakainya dengan cara pengawetan. Pengawetan yang digunakan dengan menggunakan lautan kulit bintaro (Cerbera manghas) karenamengandung senyawa alkaloid yang berfungsi sebagai anti jamur. Tujuan penelitian Ini adalah mengetahui sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocelamus asper) sebelum dan setelah diawetkan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kehutanan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dan Laboratorium Fakultas Kehutann Universitas Hasanudin Makassar. Prosedur Penelitian Ini digunakan dengan Standar American Society Of Testing Methods  (ASTM) D-143 (2015) Standar  Test Methods For Small Clear Specimens Of Timber terdiri dari 54 Sampel dengan Analisi data Paired Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan sifat fisik dan mekanik bambu betung (Dendrocalamus asper) yang diawetkan menggunakan larutan kulit  bintaro tidak berbeda nyata sebelum dan setelah diawetkan Kata Kunci : Perendaman Bambu Betung (Dendrocalamus asper) Dengan Larutan Kulit Bintaro
PROSES PEMBENTUKAN DAN TINGKAT PARTISIPASI KELOMPOK TANI PELESTARI HUTAN DI TAMAN HUTAN RAYA NIPA-NIPA Anas Nikoyan; Safril Kasim; zakiah Uslinawaty; Rita Yani
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.754 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12345

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat proses pembentukan kelompok Tani Pelestari Hutan di Taman Hutan Raya Nipa—Nipa (Tahura Nipa-Nipa) dan tingkat partisipasi anggota KPTH tahura Nipa-Nipa dalam pengelolaan Hutan.. Penelitian dini dilakukan di Tahura Nipa-Nipa pada kelurahan  Watu- watu dan Tipulu  dengan sampel sebanyak 70 KK. Variabel yang diamati adalah proses pembentukan KPTH berupa latar belakang dan tujuan pembentukan KPTH, serta tingkat partisipasi kelompok dalam pengelolaan Hutan di Tahura Nipa-Nipa. Data hasil penelitian ditabulasi dan diberi skoring berdasarkan skala Likert. Hasil penelitian adalah KPTH dibentuk pada awalnya karena adanya keinginan masyarakat untuk mengelola kawasan Tahura dengan lestari sekaligus dapat mensejahterakan anggotanya. Tingkat partispasi masyarakat pada tahap perencanaan pembentukan kelompok tergolong rendah, sedangkan tingkat partispasi anggota KPTH pada pengorganisasian dan pelaksanaan program tergolong tingkat partisipasi tinggi, hal ini disebabkan karena adanya kemauan masyarakat untuk mnegelola hutan secara lestari. Kata Kunci: KPTH, Taman Hutan Raya Nipa-Nipa, Partisipasi, pengelolaan hutan Establishment Process And Level Of Participation Of Forest Farmers In Taman Hutan Raya Nipa-NipaAbstract: This study aims to determine the process of forming a group of Forest Conservation Farmers in Nipa-Nipa Forest Park (Tahura Nipa-Nipa) and the level of participation of Nipa-Nipa Tahura KPTH members in forest management. watu and tipulu. This study used a simple random sampling method. The observed variables were the process of forming a KPTH in the form of the background and purpose of establishing a KPTH, as well as the level of group participation in forest management in Tahura Nipa-Nipa. The research data were tabulated and scored based on a Likert scale. The results of research on the background of the KPTH were formed is the desire of the community to manage the Tahura area sustainably while at the same time be able to prosper its members. The level of community participation at the planning stage of group formation is relatively low, while the level of participation of KPTH members in organizing and implementing programs is classified as a high level of participation, this is due to the willingness of the community to manage forests sustainably. Keywords: KPTH, Nipa-Nipa Forest Park, Participation, forest management
TINGKAT KESILINDRISAN KAYU RAKYAT PADA INDUSTRI VENEER (Cylindrisian Level Of Community Wood In The Veneer Industry) Muhammad Tahnur; Naufal Ahmad
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v2i1.20562

Abstract

AbstakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi rentang diameter bahan baku kayu rakyat dan menganalisis  tingkat kesilindirisan bahan baku kayu rakyat pada Industri Veneer. Penelitian ini dilakukan di PT. Konsorsium Berdaya Hijau, Kec. Tomoni Kab. Luwu Timur, pada bulan April – Oktober 2020. Dengan menggunakan Metode kuantitatif dengan menghitung rendemen dan penetuan kesilindrisan berdasarkan Standar Nasional Indonesis (SNI 7533.1:2010) kriteria kesilindrisan. Penelitian kesilindrisan ini menjadi penting karena dengan mengetahui kesilindrisan bahan baku akan memberi gambaran rendemen dari bahan baku yang berasal dari kayu rakyat yang saat ini menjadi bahan baku utama bagi industri yang tidak memiliki sumber bahan baku seperti HPH atau HTI. Selain itu, data hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan kedepannya terkait dengan kesilindrisan kayu yang berasal dari kayu rakyat atau hutan rakyat.   Kata Kunci:  Rendemen, Kesilindrisan, Kayu rakyat                                                                                                    
POTENSI DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN AREN (Arenga pinnata Merr.) DI KAWASAN HUTAN KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Marwah, Sitti; Hadjar, Nurhayati; Hadjar, Nurhayati; Muhusana, Muhusana; Muhusana, Muhusana
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.09 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12346

Abstract

Abstrak: Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan bagian dari ekosistem hutan yang memiliki peran ekologis maupun ekonomi dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar hutan baik secara langsung maupun tidak langsung.  Salah satu hasil hutan bukan kayu adalah tumbuhan aren (A. Pinnata Merr.) yang merupakan tumbuhan multiguna dan bernilai ekonomi cukup tinggi, karena seluruh bagian tumbuhan mulai dari daun sampai akar dapat dimanfaatkan. penelitian ini bertujuan mengkaji potensi dan pemanfaatan tumbuhan aren yang berada di kawasan hutan Kecamatan Abeli Kota Kendari. Metode yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan wawancara. Analisa data mencakup analisis potensi tumbuhan Aren di kawasan hutan Kelurahan Tobimeita dan analisis deskriptif terhadap pemanfaatan Aren bagi responden di Kelurahan Tobimeita Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di kawasan hutan Kelurahan Tobimeita memiliki kerapatan tumbuhan Aren 175 pohon hektar-1 dan rata-rata setiap responden mengolah/menyadap sebanyak 4 pohon dan menghasilkan nira rata-rata 10 liter pohon-1 hari-1. Seluruh produksi nira yang dihasilkan oleh responden masih dimanfaatkan sebagai minuman alkohol yang diolah secara tradisional. Selain itu, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan adalah tulang daun berupa sapu lidi untuk kebutuhan sendiri. Kata Kunci: Aren, pemanfaatan, potensi.The Potential and Use of Aren (Arenga pinnata) trees In The Forest Area Kendari City Southeast Sulawesi ProvinceAbstract: Non-Timber Forest Products (NTFPs) are part of the forest ecosystem which has an ecological and economic role and has been used directly and indirectly by the community around the forest. One of the non-wood forest products is aren (A. Pinnata Merr.) Which is a multipurpose plant and has a high economic value, because all parts of plants ranging from leaves to roots can be utilized. This study aims to examine the potential and utilization of palm sugar plants located in the forest area of Abeli District, Kendari City. The method used in this research is survey and interview methods. Data analysis includes an analysis of the potential of Aren plants in the forest area of Tobimeita Village and a descriptive analysis of the use of Aren for respondents in the Tobimeita Village of Kendari City. The results showed that in the forest area of Tobimeita Village had a density of 175 Aren-1 tree and the average of each respondent processed / tapped as many as 4 trees and produced an average of 10 liters of sap for tree-1 day-1. The entire roomie production produced by respondents is still used as traditionally processed alcoholic drinks. In addition, the plant parts that are used are leaf bone in the form of a broom stick for their own needs. Key words:   Non-Timber Forest Products (NTFPs) , Arenga pinnata, utilization, potential.
IDENTIFIKASI JENIS TUMBUHAN ASING INVASIF DI HUTAN PENDIDIKAN TATANGGE TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW) Made Sri Martini
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1262.066 KB) | DOI: 10.33772/jc.v2i2.23747

Abstract

Tatangge Education Forest is part of the Rawa Aopa Watumohai National Park which includes a utilization zone that is used for scientific research purposes, to support culture, tourism and nature recreation. The study aims to determine the types of invasive alien species in the Tatangge Education Forest Rawa Aopa Watumohai National Park, which was carried out in the Tatangge Education Forest Rawa Aopa Watumohai National Park from August to September 2021 using the purposive sampling method. Based on the results of the study, obtaibed 24 types of invasive alien species spread ove the 3 largest ecosystem types in a row, namely in the savanna ecosystem found as many as 16 species, in the forest ecosystem as many a 15 species and swamp ecosystem found only 5 species.
Sebaran dan Karakteristik Sarang Lebag Tak Bersengat Di Kawasan Hutan Kampus Unibversitas Halu Oleo Niken Pujirahayu; Rosmarlinasiah Rosmarlinasiah; Zakiah Uslinawaty; Nurhayati Hadjar; Supriadi Supriadi
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.784 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i2.16823

Abstract

Abstrak: This study aims to determine the distribution and characteristics of stingless bee nests (Trigona sp) found in the Haluoleo University Campus Forest Area. The outer nest's characteristics are the shape of the entrance to the nest, the nest's distance from the water source, and the nest's height from the ground. The nests' internal characteristics were observed, namely the pollen and honey pots' shape and the pollen and honey pots size. The results showed that around the Haluoleo University campus forest, 11 nests of Trigona sp were located in an open area with high light intensity and not humid. There are two forms of nest entrance, namely oval and circular shapes. The honey and pollen pots are ovoid with an average diameter of 1.01 cm, the average nest distance from the water source is 186.4 m, and the average nest distance from the ground is 3.4 m. Key words: stingless bee, nest characteristic, Halu Oleo University forest, nest distribution
PENGARUH SKARIFIKASI DAN LAMA PENYIMPANAN BENIH TERHADAP VIABILITAS BENIH KAYU KUKU (Pericopsis mooniana[Thw]Thw.) Husna Husna; Andi Mahmud; Faisal Danu Tuheteru; Asrianti Arif; Albasri Albasri; Basrudin Basrudin; Wiwin Rahmawati Nurdin; Sedek Karepesina
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.515 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i1.12347

Abstract

Abstrak: Kayu kuku (Pericopsis mooniana [Thw] Thw.) merupakan jenis dari famili Fabaceae. Kayu kuku dilaporkan termasuk dalam jenis kayu lokal sulawesi yang saat ini masuk kategori terancam punah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas benih kayu yang dipengaruhi pengikiran dan lama penyimpanan. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) cabang Sulawesi Tenggara selama 1 bulan (Mei). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (Ral Faktorial) dengan tiga kali ulangan dan tiap unit 50 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih tanpa skarifikasi memiliki nilai tertinggi pada peubah rata-rata waktu untuk berkecambah yaitu 10.58 hari. Penyimpanan benih 1 tahun mempunyai nilai tertinggi pada peubah persentase kecambah = 67,50%, daya kecambah = 66,50% dan rata-rata benih berkecambah perhari = 1,12 benih dan tidak berpengaruh signifikan terhadap perkecambahan benih. Perlakuan skarifikasi signifikan terhadap persen kecambah = 91.33%, daya kecambah = 91.00%, dan rata-rata benih berkecambah perhari = 1.52 benih. Benih kayu kuku perlu diskarifikasi sebelum dikecambahkan untuk mempercepat perkecambahan. Kata Kunci: kayu kuku, skarifikasi, perkecambahan The Effect of Scarification and Seed Storage Duration on The Viability of Kuku Wood Seeds (Pericopsis mooniana[Thw]Thw.)Abstract: Kayu kuku [Pericopsis mooniana (Thw) Thw.] is one of the species in the family Fabaceae. Kayu kuku is reportedly included in the local Sulawesi timber species which is currently in endangered category. This study aims to determine the viability of kayu kuku seeds which influences by scarification and the length of seed storage. This research carried out at the Indonesian Mycorrhiza Association greenhouse in the Southeast Sulawesi for one month (May 2019). This study used a completely randomized design on Factorial Ral with three replications and each unit of 50 seeds.The results showed that the seed without scarification had the highest value on the average time to germinate variable, which was 10.58 days. One year seed storage has the highest value on the variable percentage of germination = 67.50%, sprouts power = 66.50% and the average germination rate per day = 1.12 seeds and no significant effect on seed germination.Significant scarification treatment of sprout percent = 91.33%, germination power = 91.00%, and average germinating seeds per day = 1.52 seeds. The seed of Kayu Kuku needs to be clarified before germination to accelerate germination. Key words: Kayu kuku, scarification, Germination
JUMLAH SPECIES POHON PADA FORMASI CAMBA DAN FORMASI VULKANIK CAMBA DI KOMPLEKS HUTAN PEGUNUNGAN BAWAH BULUSARAUNG TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG Nirwana Nirwana; Amran Achmad
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v2i1.20875

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah species pohon pada Formasi Camba (Tmc) dan Formasi Vulkanik Camba (Tmcv). Penelitian ini dilakukan di Kompleks Hutan Pegunungan Bawah Bulusaraung. Sebanyak 20 plot sampel, masing-masing berukuran 20m x 40m ditempatkan secara purposive di dalam hutan pada ke dua formasi: 10 plot pada Formasi Tmc dan 10 plot pada Formasi Tmcv. Data yang dikumpulkan adalah jenis tumbuhan yang dispesifikasi sebagai pohon. Data dianalisis dengan menggunakan Metode Tabel dan Uji Beda T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 129 spesies dari 47 Family ditemukan di dalam 20 plot yang tersebar pada Formasi Tmc dan Tmcv. Pada Formasi Tmc didalam 10 plot ditemukan 59 spesies tingkat pohon, 62 spesies untuk tingkat tiang, dan 73 spesies untuk tingkat pancang. Sedangkan pada 10 Plot yang menyebar pada Formasi Tmcv ditemukan 51 spesies untuk tingkat pohon, 72 spesies untuk tingkat tiang, dan 81 spesies untuk tingkat pancang. Uji Beda T menunjukkan hanya tingkat tiang yang memiliki nilai signifikansi = 0,026 (< 0.05) yang artinya jumlah jenis untuk tingkat tiang pada Formasi Tmc berbeda nyata dengan jumlah jenis pada Formasi Tmcv.
Pengelolaan Persemaian Di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan (Nursery Management In Kendari City And Konawe Selatan District) Faisal Danu Tuheteru; Albasri Albasri; Husna Husna; Asrianti Arif; Basrudin Basrudin; wiwin R. Nurdin; ika Puspita Sari Jainuddin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.296 KB) | DOI: 10.33772/jc.v1i2.16798

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan persemaian di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan di persemaian Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan, berlangsung selama tiga bulan pada bulan juni sampai Agustus 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah dengan Metode sensus atau melakukan pengambilan sampel pada seluruh persemaian yang ada dalam populasi. Penelitian menunjukkan bahwa teknik pengelolaan persemaian yang terdapat di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan yaitu tipe persemaian permanen dengan tujuan untuk penjualan bibit/keuntungan terutama dari pembibitan yang dikelolah oleh swasta. Karakteristik tenaga kerja persemaian yaitu tipe pekerja sewa dengan biaya sewa pekerja Rp. 50.000/hari (60%).  Produksi bibit dengan tujuan produksi pohon berkayu dan buah (36,3%). Produksi bibit pertahun yaitu sebesar 1.000 bibit (100%). Bibit yang di produksi adalah tanaman kehutanan (71,4%) dan perkebunan (28,5%). Kata Kunci: Persemaian Permanen, Bibit, Bitti, Swasta Abstract:This study aims to determine the management of nurseries in Kendari City and Konawe Selatan District, lasted for three months in Juni until August 2019. The sample in this study was the census method or sampling of all nurseries in the population. Research shows nursery management techniques found in the City of Kendari and Konawe Selatan Districts, namely permanent nursery types for the purpose of selling seedlings/profits, especially from nurseries managed by the private sector. The characteristics of the nursery laborers are the type of hire worker with a labor rental fee of Rp. 50.000/day (60%). Seed production with the aim of producing woody and fruit trees (36,3 %). Annual seed production is 1.000 seeds (100%). The seeds produced are forestry plants (71,4%) and plantations (28,5%). Keywords: Permanent Nursery, Seedlings, Bitti, Private
IDENTIFIKASI JENIS ANGGREK EPIFIT PADA HUTAN HUJAN DATARAN RENDAH MANDU-MANDULA, KAWASAN TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI (TNRAW) Sitti Marwah; Muhammad Andra Aulianto; Albasri Albasri
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jc.v2i2.24179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis anggrek epifit pada ekosistem hutan hujan dataran rendah Mandu-Mandula di Taman Nasional Rawa AopaWatumohai. Penelitian ini menggunakan metode jelajah (Survey Eksploratif) dengan menjelajahi hutan dataran rendah Mandu-Mandula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Anggrek epifit yang ditemukan sebanyak 9 jenis antara lain Vanda miniata (Lindl.) L.M.Gardiner., Cleisostomasimondii (Gagnep.) Seidenf., Cymbidium finlaysonianumWall ex. Lindl., Dendrobium crumenatumSwatz., Dendrobium litoraleSchltr., Dendrobium sp., Luisiajavanica J.J. Smith, Taeniophyllum sp., dan Vandopsislissochiloides (Gaud.) Pfitz.

Page 2 of 4 | Total Record : 40