cover
Contact Name
ABDUL KADIR
Contact Email
mauizhahjurnal@gmail.com
Phone
+6285274111211
Journal Mail Official
mauizhahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No.6, Kp. Baru, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25512
Location
Kota pariaman,
Sumatera barat
INDONESIA
MAUIZHAH JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
ISSN : 20891229     EISSN : 26545055     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)Syekh Burhanuddin Pariaman. Menerima artikel dengan kajian studi islam sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu studi islam. Semua artikel yang masuk akan melalui peer-review process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Mauizhah jurnal Kajian Keislaman terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 145 Documents
PONDOK PESANTREN: Ciri Khas, Perkembangan, dan Sistem Pendidikannya Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.023 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.26

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan juga sebagai lembaga pengajaran agama dan sosial keagamaan, mulai dikenal di sepanjang pantai utara Jawa se- perti di Gresik, Surabaya, Tuban, dan sebagainya. Beberapa ciri khas yang dimili- ki oleh pondok pesantren secara umum yang masih dipertahankan sampai se- karang ini adalah kiai, santri, pengajaran kitab Islam klasik, masjid, dan pondok. Sistem pendidikan dan pengajaran di pondok pesantren diklasifikasi menjadi tiga tipe, yaitu pesantren tradisional, pesantren semi modern, dan pesantren modern.
MEMPERKERJAKAN ANAK MENURUT UNDANG UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK DAN MENURUT HUKUM ISLAM (STUDI KASUS DI KOTA PADANG) Julhadi Julhadi; Ade Hadaris
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.522 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.42

Abstract

Hal yang melatarbelakangi penelitian ini adalah keberadaan pekerja anak di kota padang, sedangkan padang belum maksimal. Fokus pada tenaga kerja menjadi fokus dibalik terjadinya faktor-faktor dalam penelitian ini yaitu pertama, apa penyebab dipekerjakannya anak di kota padang? Kedua, berdasarkan angka 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kota Padang? Ketiga, bagaimana mempekerjakan anak menurut hukum Islam? Untuk menjawab permasalahan tersebut maka penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan analisis derkriptif yang dilakukan. Sumber data dari penelitian ini terdiri dari data primer, dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara. Pertama, Wawancara Mempekerjakan Anak, Kepala Seksi Perlindungan Pekerja Sosial Dinas Sosial Kota Padang dan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Padang. kedua, dokumentasi, yaitu memotret responden, mereview, mereview dan mencatat semua informasi yang diperoleh dari responden baik primer maupun sekunder. Setelah proses pengumpulan data selesai, selanjutnya dianalisis dengan menghubungkan apa yang diperoleh dari suatu proses kerja dari awal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa praktik mempekerjakan anak di kota padang. Penyebab utama terjadinya pekerja anak adalah karena sulitnya memenuhi kebutuhan hidup karena kemiskinan. Alasan lain karena diatur oleh orang tua, karena dipengaruhi oleh ajakan teman sebaya, karena kesadaran anak itu sendiri ingin membantu orang tua, karena anak ingin hidup mandiri. Kemudian pemberlakuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kota Padang tersebut. Pertama, Pemerintah Kota Padang telah menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Perlindungan Anak yang bertujuan, menjamin pemenuhan hak anak untuk hidup, tumbuh dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat kemanusiaan, demi terwujudnya anak yang berkualitas. berakhlak mulia dan sejahtera, kemudian membentuk karakter anak berdasarkan filosofi adat basandi sarak sarak basandi sesuai dengan filosofi adat minangkabau alam. Kedua, memberikan berbagai penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan oleh Dinas Sosial dan Disnaker Kota Padang di hadapan anak-anak yang bekerja dan orang tua yang mempekerjakan mereka. Namun, upaya pihak kota padang belum maksimal melalui Dinas Sosial dan Dinas Tenaga Kerja Kota padang dalam menghentikan praktik mempekerjakan anak di Kota Padang.
Pendidikan karakter Neni Triana
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.457 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.58

Abstract

Pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara terpadumelalui proses pembelajaran, manajemen sekolah, dankegiatan pembinaan kesiswaan melalui kegiatan budayasekolah dan kegiatan ekstrakurikuler. Pendidikan karakterdalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai,fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nlai,dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah lakupeserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran, baikyang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semuamata pelajaran. Pendidikan karakter yang dilaksanakansecara terpadu dalam manajemen lembaga pendidikan dapatberbentuk: pembuatan tata tertib lembaga pendidikan;penyediaan tempat pembuangan sampah; penyelenggaraankantin kejujuran; penyediaan kotak saran; penyediaan saranaibadah dan pelaksanaan ibadah; salim-taklim (jabat tangan)setiap saat siswa memasuki gerbang sekolah; pengelolaan dankebersihan ruang kelas oleh siswa; dan bentuk kegiatanlainnya yang dapat membiasakan siswa berbuat kebajikan
ISYARAT-ISYARAT PENDIDIKAN DALAM AL-QURAN Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.533 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.3

Abstract

Al-quran merupakan kitab suci mencakup semua sisi kehidupan manusia, sehingga Al-quran bersifat Universal,tidak ada yang luput dalam pembahasan al-Quran termasuk di dalamnya mengenai pendidikan. Ayat pertama yang diturunkan Allah mengsisyarattkan tentang pendidikan. Ayat Al-quran banyak menayampaikan berkaiatan dengan pendidikan baik pendidikan secara umum ataupun secara khusus. Al-quran memberikan isyarat kepada manusia betapa pentingnya pendidikan dalam memanusiakan manusia. Alquran memotivasi manusia agar melaksanakan pendidikan karna melalui pendidikan manusia bisa mengenal tuhanNya. Alquran juga mengisyaratkan kepada tentang bagaimana tujuan pendidikan dilakukan untuk mewujudkan seorang yang selalu menegakkan kebenaran dan mencegah kemunkaran serta Mewujudkan manusia yang selalu bertawaqqal pada Allah. Unsur-unsur pendidikan semuanya termuat dalam Al-quran, seperti pendidik, peserat didik, kurikulum, metoda, subyek pendidikan dan lain sebagainya.
PENETAPAN HARGA OLEH PEMERINTAH DALAM PANDANGAN FUQAHA’ Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.389 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.21

Abstract

Penetapan harga yang dikenal dengan istilah attas’iral- jabari dalam konsep ekonomi islammerupakan sesuatu yang menarik pada hari ini untukdidiskusikan karena hal ini menyangkut kepentinganmasyarakat sebagai konsumen, pedagagang sebagaipengada komoditi dan pemerintah sebagai pengaturperekonomian sebuah negara. Dalam kajian ekonomiislam, jika terjadi konflik ekonomi, rujukan yang utamauntuk dipedomani tentunya al-Qur’an dan sunnah.Ketika suatu persoalan tidak bertemu jawaban secaralangsung dari al-Qur’an, maka sunnahlah yangdijadikan pedoman selanjutnya. Akan tetapi ketikakedua sumber tersebut juga tidak dapat memfasilitasisecara langsung terhadap persoalan yang ada, disinitentunya perlu pendapat fuqaha’ sebagai solusi terakhirterhadap persoalan yang muncul. Dalam kasus at-tas’iral- jabari, pernah pada suatu ketika Rasulullah SAWditanya oleh komunitas masyarakatnya tentang fluktuasiharga yang cenderung memberatkan masyarakat padasaat itu dengan memberikan jawaban seolah-oleh lepasdari tanggungjawab, ini menimbulkan multi tafsir dikalangan cendekia Islam sejak awal perkembangannyahingga kini. Umar ibn al-Khattab merespon prilakuRasulullah adalah kasuistis dan tidak universalsehingga intervensi pemerintah dalam hal ini adalahdibolehkan bila didasarkan pada kemaslahatan umat.Sedangkan di kalangan ulama madzhab sunni secaragaris besar terbagi menjadi dua pendapat: Kelompokpertama, memahami bahwa pemerintah tidak dibenarkan intervensi mengenai harga. Kelompokkedua, menyatakan jika terdapat distori pasar, makapemerintah punya hak untuk melakukan intervensiterhadap harga komoditas perdagangan. Hal inidilakukan untuk kemaslahatan umat dan menjadikanpasar sebagai instrument ekonomi yang akuntabel.
MANAJEMEN PENDIDIKAN TAHFIDZ SEKOLAH DASAR DI LUBUK SIKAPING Rosi Yulita; Yuslinar Yuslinar
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.938 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.37

Abstract

Pelaksanaan pendidikan Islam pada sekolah unggulan, menonjolkan pada penanaman pendidikan karakter di dalamnya. Penanaman pendidikan karakter pada lembaga pendidikan, diwarnai dengan munculnya sistem full day school pada sekolah-sekolah Islam. Kemunculan full day school tentu menjadi sorotan, bahwa pendidikan Islam begitu luwes dan memiliki keluasan dalam mengembangkan sistem penyelenggaraannya. Pendidikan Islam mampu menyiasati situasi dengan melakukan transformasi diri. Bahkan, semakin terintegrasi dengan pendidikan internasional. Yaitu, tradisi pendidikan yang ada di Eropa yang menggunakan praktik full day school dalam penyelenggaraan pendidikan. Dinamika yang pernah dan mungkin saja akan dialami oleh pendidikan Islam menunjukkan bahwa pendidikan Islam senantiasa berorientasi pada prestasi dan berdaya saing.Untuk mengatasi ini pemerintah paaman mengeluarkan undang undang tentang bagimana agar anak anak di pasaman jug di sentuh dan diberi pemahaman pendidikan AL Quran. Pembelajara tahfidz biasanya sangat ditekankan di sekolah sekolah yang berlandaskan agama Islam seperti pesantren Madrasaha dan juga SD IT di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhab tahfidz di sekolah sekolah dasar yang di bawah naungan pendidikna makakeluarlah surat keputusan dari Bupati Pasaman untuk memberikan pembelajarn Tahfiz di sekolah sekolah dasardi seluruh Pasaman
ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN DARING PADA MASA COVID 19 SMPN 10 PADANG AZVI RAHMI; HANDRIADI HANDRIADI; M. YUSUF
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.8 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikanbagaimana proses belajar mengajar yang dilaksanakan saatwabah pandemic covid 19. Proses belajar yang dilaksanakansaat ini dengan menggunakan metode daring. Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi. Sedangkan kebasahan data menggunakantriangluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesbelajar mengajar yang dilaksanakan secara daring ini sangatsusah sekali dijalankan, baik dari segi guru, siswa dan orangtua. Ada masalah paket, ada masalah kesibukan orang tuayang bekerja yang tida sempat mengurus dan memantau anak-anaknya dalam pembelajaran daring ini.
Penerapan Model Mind Mapping dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MIN 2 Padang Pariaman Rahmanita Rahmanita; M. Yusuf
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.707 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.70

Abstract

The purpose of the study was to find out how thelearning process of Islamic Cultural History after theimplementation of the mind mapping model or concept mapand what were the supporting factors in the application of themind mapping model or concept map in learning IslamicCultural History at MIN 2 Padang Pariaman Regency. Thisresearch is a qualitative field research using a descriptivemethod, namely by describing the object of research as it is.The sources of data in this study were the Head of Madrasah,teachers of Islamic Cultural History, and students. While thedata collection techniques used are observation, interviews anddocumentation. The data that has been collected is thenprocessed by means of data reduction, data presentation anddrawing conclusions. From the results of the study, it wasfound that based on the analysis of the syntax of the mindmapping model or concept map at Madrasah Ibitidaiyah Negeri(MIN) 2, Padang Pariaman Regency, it had been implementedwell but did not match perfectly with the mind mapping theory.There are still some shortcomings, namely mind mappingtheory is a learning model that seeks to make students moreactive than the teacher while the learning process takes placenot many students are active to answer or ask the teacher aboutthe material being studied. The supporting factor in the application of the mind mapping model in learning IslamicCultural History at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2Padang Pariaman Regency is the support of the Madrasah Headwho supports the application of the mind mapping model andthe teacher or educator who is the key to the success of thelearning process and parental attention. The obstacle in theapplication of the mind mapping model or concept map inlearning Islamic Cultural History at Madrasah IbtidaiyahNegeri (MIN) 2 Padang Pariaman district is the source bookwhich is not enough funds, there is only one source book.
MOTIVASI SANTRI MENGHAFAL AL-QUR’AN DI RUMAH TAHFIDZ AL IKHLAS KELURAHAN BATIPUH PANJANG KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Nursyamsi Nursyamsi
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.843 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.16

Abstract

Termasuk keistimewaan dari Al-Qur’an adalah menjadi satusatunya kitab suci yang dihafalkan oleh banyak manusia didunia ini. Tak satupun kitab suci yang dihafalkan bagian surat,kalimat, huruf dan bahkan harakatnya seperti Al-Qur’an. Iadiingat didalam hati dan pikiran para penghafalnya. Ini dapatdibuktikan sekaligus dimaklumi, karena Al-Qur’an adalah kitabyang terjaga bahasanya dan telah dijamin oleh Allah SWT akanselalu dijaga dan dipelihara. Jadi salah satu upaya untukmenjaga kelestarian Al-Qur’an adalah denganmenghafalkannya, karena memelihara kesucian denganmenghafalkannya adalah pekerjaan yang terpuji dan amal yangmulia, yang sangat dianjurkan Rasulullah. Dimana Rasulullahsendiri dan para sahabat banyak yang hafal Al-Qur’an. Hinggasekarang tradisi menghafal Al-Qur’an masih dilakukan olehumat islam di dunia ini. Menghafal Al-Qur’an bukanlah suatuhal yang mudah. Bisa jadi hal ini merupakan sesuatu yangtidak mungkin bagi sebagian orang. Ditambah dengan adanyabanyak kalimat yang mirip atau juga berulang, baik itu dalamsurat yang sama maupun dalam surat yang berbeda. Belumlagi, Al-Qur’an juga memiliki hukum – hukum bacaan danaturan – aturan tempat keluarnya huruf yang wajib untuk digunakan setiap kali membacanya. Sedikit saja kesalahan dalamhukum bacaan maupun tempat keluarnya huruf akan bisamengubah arti dari ayat tersebut. Tapi menghafal Al-Qur’anbukanlah suatu hal yang tidak mungkin, karena sudah banyakorang yang mampu menghafal Al-Qur’an. Untuk melestarikanhafalan diperlukan kemauan yang kuat dan istiqamah yangtinggi. Seorang santri penghafal Al-Qur’an, harus meluangkanwaktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya, agarhafalannya tidak hilang.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENGHADAPI TANTANGAN MODERNISASI MARFIYANTI MARFIYANTI; Hilma Nafsiyanti
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.479 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.32

Abstract

Pendidikan Islam merupakan hal perlu dicermati secara terus menerus sesuai dengan kemajuan zaman agar terpantaunya materi dari pendidikan islam itu bisa menemukan jalan keluar atas masalah-masalah yang muncul, dari berbagai permasalahan yang ada tentunya akan sangat berpengaruh terhadap proses pembelaran pendidikan islam itu sendiri. Namun dalam kenyataanya seorang pendidik, memerlukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan pendidikan islam itu sendiri, agar setiap tindakan yang akan diperbuat harus menyesuaikan dengan keadaan yang sedang dihadapi, terutama sekali masalah modernisasi. Kemajuan zaman akan sangat membutuhkan kekuatan ekstra dalam mengembangkan pendidikan islam, baik dari segi keimanan dan keilmuan untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama, kebutuhan pendidikan, tidak rahasia lagi, pendidikan islam merupakan pendidikan yang sangat menjadi sorotan untuk terus melakuakan perbaikan dan peningkatan agar tidak tergilas dan tertingggal oleh kemajuan zaman, pendidikan islam akan mampu bersaing di tengah kuatnya harus modernisasi, dan mengibarkan bendera keberhasilam dalam menggembleng anak bang menuju generi cerdas dan mampu menhadapi tantangan zaman.

Page 2 of 15 | Total Record : 145