cover
Contact Name
ABDUL KADIR
Contact Email
mauizhahjurnal@gmail.com
Phone
+6285274111211
Journal Mail Official
mauizhahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No.6, Kp. Baru, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25512
Location
Kota pariaman,
Sumatera barat
INDONESIA
MAUIZHAH JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
ISSN : 20891229     EISSN : 26545055     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)Syekh Burhanuddin Pariaman. Menerima artikel dengan kajian studi islam sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu studi islam. Semua artikel yang masuk akan melalui peer-review process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Mauizhah jurnal Kajian Keislaman terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 145 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP N 8 PARIAMAN Misbah Laila; Erik Gusniadi
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.974 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.23

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi masih ditemukannya sebagian siswa yang cenderung malas dan kurang minat dalam belajar. Hal ini sering terjadi selama pembelajaran di kelas, terlihat aktivitas siswa tidak fokus dan kurang berminat terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam, mereka cenderung tidak memperhatikan guru, bahkan banyak yang keluar saat pembelajaran berlangsung dengan alasan pergi ke kamar mandi. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui gambaran minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 8 Pariaman.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan angket sedangkan teknik analisis menggunakan, uji prasyarat Analisis,yaitu uji normalitas menggunakan sample kolmogorov-smirnov test – one, uji homogenitas menggunakan test of homogeneity of variances, dan uji hipotesis (uji T)menggunakanpaired samples test.Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan minat belajar antara peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran discovery learning yaitu berada pada kategorisasi berminat. Sedangkan Minat belajar peserta didik yang tidak diajar menggunakan model pembelajaran discovery learning yaitu berada pada kategorisasi minat yang rendah. Ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran discovery learning terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 8 Pariaman. Hal itu dapat dibuktikan dengan adanya nilai rata-rata hasil t-test minat belajar siswa diketahui nilai Sig. (2-tailed) adalah 0,000 dengan signifikan 0,47. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan 0,000 < 0,05, maka Ho ditolakdan Ha diterima. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap minat belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP N 8 Pariaman.
KEBIJAKAN PENDIDIKAN ISLAM DI NUSANTARA SEBELUM KEMERDEKAAN: KASUS KEBIJAKAN POLITIK KOLONIAL BELANDA DAN JEPANG TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA. Sukmurdianto Sukmurdianto; Mona Yulia Zulfa
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.269 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.39

Abstract

Islam dilahirkan sebagai agama yang sempurna, yang menjadi rahmat bagi semesta alam dan juga islam diturunkan untuk memperbaiki akhlak manusia yang mulai kehilangan kendalinya, yang mulai rusak dan melakukan kerusakan dimana-mana terutama kerusakan-kerusakan mental spiritual. Dan dalam proses perbaikan itu, juga dikenal dengan pendidikannya. Meneliti sejarah bangsa Indonesia tidak akan lepas dari umat islam, baik dari perjuangan melawan penjajah maupun dalam lapangan pendidikan. Melihat kenyataan betapa bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam mencapai keberhasilan dengan berjuang secara tulus ikhlas mengabdikan diri untuk kepentingan agamanya disamping mengadakan perlawanan militer.Perlu diketahui bahwa sejarah pendidikan islam di Indonesia mencakup fakta-fakta atau kejadian–kejadian yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan pendidikan islam di Indonesia, baik formal maupun non formal. Pendidikan islam dari masa ke masa mengalami perubahan, mulai dari masa awal lahirnya, yaitu pada masa Rosulullah, kemudian pada masa Khulafa’ Urasyidin, dan dilanjutkan masa-masa berikutnya, hingga islampun mengalami masa keemasan, kemunduran, dan perbaiakan yang dikenal dengan masa pembaharuan.Pemerintah kolonial Belanda memperkenalkan sekolah-sekolah moderen menurut sistem persekolahan yang berkembang di dunia barat, sedikit banyak telah mempengaruhi pendidikan Indonesia, yaitu pesantren. Padahal diketahui bahwa pesantren merupakan satu-satunya lembaga pendidikan formal di Indonesia sebelum adanya kolonial Belanda, justru sangat berbeda dalam sistem dan pengelolaannya dengan yang diperkenalkan oleh Belanda. Hal ini dapat dilihat dari terpecahnya dunia pendidikan di Indonesia pada abad dua puluh M menjadi dua golongan, yaitu: Pertama pendidikan yang bercirikan sekolah barat yang sekuler. Kedua Pendidikan yang diberikan oleh pondok pesantren yang hanya mengenal agama saja. Dengan kata lain menurut istilah Wirjosukarto yang dikutip oleh Muhaimin, pada periode tersebut terdapat dua corak pendidikan, yaitu corak lama yang berpusat pada pondok pesasntren dan corak baru dari perguruan sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah Belanda. Pendidikan yang dikelola oleh Belanda khususnya berpusat pada pengetahuan dan keterampilan duniawi yaitu pendidikan umum, sedangkan pada lembaga pendidikan Islam lebih menekankan pada pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi pengahayatan agama.
KETERAMPILAN BERNYANYI DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI Lidia Nusir; Mona Yulia Zulfa
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.009 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.55

Abstract

Bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yangmenyenangkan bagi anak dan sekaligus memberikansemangat dalam pembelajaran. Dalam hal ini gurulebih kreatif dengan memanfaatkan lirik lagu yang isinya disesuaikan dengan tema pembelajaran disekolah,selain itu disesuaikan dengan karakteristik lagu anak.Sehingga kegiatan bernyanyi itu sangat berperan dalamperkembangan bahasa anak. Melalui lirik lagu tersebutmaka secara tidak langsung dapat menstimulasikemampuan bahasa dalam hal kesadaran fonologismelalui kosakata
HUBUNGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PENDIDIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 9 PARIAMAN Saparia Fitriani
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.482 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.72

Abstract

Masalah penelitian ini dilatar belakangi oleh caraberkomunikasi Guru dalam menyajikan pelajaran PendidikanAgama Islam terlalu cepat, gerakan Guru masih kaku dalammengajar, serta emosional dan fokus perhatian hanya kepadabeberapa orang Siswa saja, hal ini berpengaruh pada motivasiSiswa. Metode yang di pergunakan dalam penelitian ini adalahmetode Kuantitatif dengan meneliti sebanyak 112 orangPeserta Didik, dan menetapkan sampel sebagai perwakilanpopulasi sebanyak 22 orang dengan memakai metode teknikSimpel Random Sampling, dimana Peneliti tetapkan 22 dariJumlah Populasi. Sedangkan sumber data Penulis ambilkandari Kepala Sekolah, Pendidik dan Peserta Didik. Berdasarkanhasil peneitian, dapat di ketahui terdapat HubunganKemampuan Komunikasi Pendidik Terhadap Motivasi BelajarPeserta Didik di SMP Negeri 9 Pariaman, yang mana hubungantersebut adalah hubungan dalam hal yang positif, dengandemikian Hipotesis Ho (Nihil) Tertolak serta hal ini jugamengartikan bahwa Komunikasi Pendidik Serta MotivasiPeserta Didik, tergolong baik
PENGARUH POLA ASUH ORANGTUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Mona Yulia Zulfa
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.606 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.18

Abstract

Untuk mendidik dan merawat anak-anak, orang tua memilikigaya pengasuhan yang berbeda. Di antaranya adalah orangtua yang menerapkan pendidikan keras dan disiplin, ada yangterlalu longgar atau memberikan kebebasan penuh kepadaanak-anak, dan ada metode pengasuhan gratis tetapi terikatyang berarti orang tua memberi anak-anak kesempatan untukmelakukan apa yang mereka inginkan, asalkan mereka tidakmelanggar aturan yang disepakati dalam keluarga. Berbagaigaya pengasuhan ini mempengaruhi pembentukan karakteranak usia dini. Jika gaya pengasuhan yang diterapkan olehorang tua baik, maka karakter anak juga akan terbentukdengan baik.
PEMBELAJARAN AKTIF DENGAN MENGGUNAKAN METODE GUIDED NOTE TAKING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Imratul Handayani
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.955 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.34

Abstract

Kedudukan matematika sebagai salah satu mata pelajaran wajib dijenjang pendidikan, penguasaan yang baik terhadap pelajaran matematika sangat diperlukan. Keikutsertaan siswa dalam pembelajaran membantu siswa memahami pelajaran. Pembelajaran yang diperkirakan mampu untuk mengaktifkan siswa dalam belajar adalah metode Active Learning.. Metode Active Learning mengkoordinir kebutuhan siswa yang mempunyai kemampuan belajar yang berbeda-beda (visual, audiotori, dan kinestik) karena siswa terlibat langsung. Metode Active Learning yang dapat digunakan adalah merode Active Learning tipe Guided Note Taking. Tipe Guided Note Taking adalah teknik untuk membuat catatan-catatan yang dipahami oleh siswa dengan bimbingan guru. Bertujuan agar siswa memahami dan menguasai serta meningkatkan daya ingat terhadap pelajaran matematika. Siswa diharapkan agar perhatian terpusat pada pelajaran yang dipelajari, sehingga siswa mampu meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran.
Metode Guru Agama dalam Penerapan Disiplin Belajar Peserta Didik di Tingkat MTS Rosi Yulita; Safdi Lismar
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.774 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.50

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru merupakan salahsatu komponen dalam proses pendidikan yang ikut bergerak aktifdalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru harus berperan aktifdan menempatkan diri sebagai tenaga profesional, sesuai dengantuntunan masyarakat yang semakin berkembang, dengan arti katasetiap guru harus dapat melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya dalam rangka membawa siswanya kepada suatukedewasaan atau taraf kematangan tertentu, sekaligus pencapaiantujuan pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimanakah metode guru agama dalam penerapan disiplinbelajar peserta didik di tingkat MTs.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru di MTsS KotoTuo Kumpulan. Metode pengumpulan data data denganmenggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan (1) banyak dari siswa yangtidak mematuhi peraturan dan tata tertib siswa, walaupun sudahdiberikan berbagai macam sanksi kepada siswa tersebut, sepertimembersihkan pekarangan sekolah, musalla, bahkan ada yangtidak diizinkan untuk mengikuti pelajaran, tetapi masih banyakjuga siswa yang tidak disiplin dalam waktu belajar, (2) banyakdari siswa yang tidak mematuhi nasehat guru, kalaupun ada tetapihanya pada saat guru menegur saja, setelah itu, siswa akan mulailagi ribut, yang mana hal tersebut sangat mengganggu bagi siswalainnya yang ingin belajar. Dalam proses pembelajaran, banyakjuga siswa yang melakukan kegiatan lain yang dapat mengganggukelangsungan belajar, contohnya siswa bermain Handphone pada saat guru menerangkan pelajaran dan membuat pesan-pesan darikertas yang diberikan kepada teman-temannya,(3) banyaknyasiswa serta kecilnya mushala, maka hal tersebut sangatberpengaruh terhadap ketepatan dan ketertiban pelaksanaan SalatZuhur siswa di mushala. Pada saat pelaksanaan salat siswa dibagiatas tiga ronde, yang mana hal tersebut juga berpengaruh padaketepatan waktu pelaksanaan salat siswa. Oleh karena itu, siswaterpaksa mengantri untuk melaksanakan salat, sementara siswamengantri, ada sebagian siswa berbicara dan bercanda di luaratau di dalam mushala ketika dilaksanakannya salat.
PESANTREN DAN PEMBAHARUAN ARAH DAN IMPLIKASI Marfiyanti Marfiyanti; Zulmuqim Zulmuqim; Duski Samad
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.334 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.67

Abstract

Dalam sejarah pendidikan Islam Istilah pesantrenpertamakalinya muncul di Jawa, sedangkan pembelajaranyang sama juga telah ada di beberapa wilayah Indonesia,namun berbeda sebutan dan model pembelajaranya, sepertiyang ada di Aceh disana ada namanya Dayah, di SumateraBarat ada namanya istilah Surau. Namun dalamperkembangan sejarah, berangsur-angsur istilah ini akan dipengaruhi, maka istilah pesantren bisa terkenal di seluruhwilayah Indonesia, tidak terkecuali di Sumatera Barat, Istialahsurau berganti menjadi Pesantren, yang mana pada decadesebelumnya bernama surau, kemudian beralih kepadamadrasyah, dan perguruan tarbiyah Islamiah, dan terusmengalami perkembangan dan banyak dari lembaga tersebutmengalami transformasi ke pesantren.Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islamtertua di Indonesia yang memiliki hubungan fungsionalsimbiotik dengan ajaran Islam. Nilai-nilai Islam yang dianutdan kemudian disebarkan oleh pesantren akhirnya menjadibagian intrinsik dari budaya masyarakat Islam Indonesia.Dalam konteks ini, pesantren sangatlah menjadi pilihan utama dalam mengembangkan nilai-nilai Islam dan mengembangkantoleransi dengan budaya Indonesia. Ketika semua kekuatanyang dipunyai oleh pesantren ini mampu dikelola dengan baikmaka, pesantren akan menjadi kekuatan besar dan pusatperadaban muslim di Indonesia.Dengan demikian keberadaan Kiyai tentunyaperlu disinisebagai unsure pertama dalam sebuah pondok pesantrendengan demikian bisa memunculkan kekhasan tersendiri dalammelaksanakan pendidikan Islam. Yang kedua Santri,merupakan unsur penting dalam pesantren melihat kuantitasdan kualitas dari santri juga sebagi penentu maju danbermutunya pendidikan Islam, yang ketiga adalah Mesjid;merupakan sarana dalam melaksanakan ibadah dan praktekmateri keagamaan tentunya butuh tempat khusus dan sesuaidengan situasi dan kondisi masing-masing, jika yang demikianitu menentukan akan tingkatan dan status dari pesantren itusendiri dari mulai bentuk Mesjid yang sangat sederhanasampai kepada Mesjid yang Elit, yang keempat adalahMadrasyah hal ini merupaka sarana dan prasarana untukterselengaranya proses belajar mengajar, kelima adalah;Asrama atau pemondokan, yang dijadikan tempat berdiam,maka lima unsur ini wajib adanya
KINERJA KEPALA SEKOLAH PADA TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN SAAT INI MARFIYANTI MARFIYANTI
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.658 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.11

Abstract

Kinerja kepala sekolah untuk saat sekarang ini sangatlah berat dan penuh tantangan, ini terlihat dari perubahan undang-undang, dan juga perubahan kurikulum yang selalu berganti, hal ini dalam merealisasikannya disekolah terkadang akan mendapat hambatan ketika tidak ditangani secara bijak sana dan ilmu yang tepat sasaran. Dilihat dilapangan kepala sekolah sering menjadi bulanan-bulanan masyarakat dan guru disekolah kerena tidak menjlankan tugas dengan baik dan benar, bahkan ada juga yang jalan sendiri-sendiri, kalau ini yang terjadi tentunya akan berdampak kepada hasil belajar siswa, tidak ada kerjasama dan saling menhgingatkan. Perubahan terbaru harus tentang kebijakan, mengenai guru sertifikasi, local dikurangi, sementara yang srtifikasi bertambah, otomatis akan menimbulkan konflik di sekolah. Pesertadidik harus menanggung akibatnya, seperti : sedah menemukan tempat yang nyaman, tiba-tiba harus pindah local, dan harus menyesuaikan diri kembali. Dengan adanya memahami kinerja kepala sekolah dan tugas-tugas yang wajib dilaksanakan, diharapkan bisa meminimalkan masalah-masalah disekolah, baik dengan pihak dinas tidak bermasalah, dengan guru kompak, dan peserta didik belajar dengan bersemangat serta kelulusan peserta didik memuaskan dan diterima diperguruan tinggi yang diinginka oleh peserta didik, baik diskala nasional maupun internasional.
Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Konstruktivisme untuk Sekolah Dasar Imratul Handayani
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.724 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.29

Abstract

Perangkat pembelajaran dipakai di sekolah-sekolah seperti RPP dan LKS pada umumnya belum optimal untuk membantu siswa dalam membangun pemahamannya. Maka perlu adanya pengembangan perangkat pembelajaran matematika yang dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya. Pembelajaran berbasis konstruktivisme yang diharapkan dapat mencapai sasaran tersebut. Tujuan yang hendak dicapai adalah menghasilkan perangkat pembelajaran matematika berbasis konstruktivisme yang valid, praktis dan efektif.Pengembangan ini menggunakan model Mc Kenney yang terdiri dari 3 tahap, yaitu preliminary, prototyping dan assesment. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan Lembar Kerja Siswa (LKS). Kepraktisan perangkat pembelajaran dilihat dari hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran. Kefektifan dilihat dari hasil aktivitas dan hasil belajar siswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis konstruktivisme yang dikembangkan memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk. Perangkat pembelajaran juga telah efektif dari segi aktivitas dan hasil belajar siswa. Dalam hal ini, aktivitas siswa meningkat selama pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis konstruktivisme untuk pembelajaran matematika di kelas V yang telah dihasilkan dapat dinyatakan valid, praktis dan efektif.

Page 5 of 15 | Total Record : 145