cover
Contact Name
ABDUL KADIR
Contact Email
mauizhahjurnal@gmail.com
Phone
+6285274111211
Journal Mail Official
mauizhahjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. Agus Salim No.6, Kp. Baru, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat 25512
Location
Kota pariaman,
Sumatera barat
INDONESIA
MAUIZHAH JURNAL KAJIAN KEISLAMAN
ISSN : 20891229     EISSN : 26545055     DOI : -
Core Subject : Religion,
Jurnal Kajian Keislaman merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT)Syekh Burhanuddin Pariaman. Menerima artikel dengan kajian studi islam sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu studi islam. Semua artikel yang masuk akan melalui peer-review process setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Mauizhah jurnal Kajian Keislaman terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 145 Documents
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PEMIKIRAN AHMAD KHATIB DATUAK TUMANGGUANG DI KAYU TANAM Nurasiah Ahmad; Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.416 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.48

Abstract

Ahmad Khatib Datuak Tuangguang di Kayutanam merupakansalah seorang tokoh yang pada hari ini sempat terlupakan. Iaadalah seorang tokoh pendidikan agama Islam sekaligus tokohadat yang ikut berperan dalam memberikan kontribusi pemikiranpendidikan agama islam kepada masyarakat Tigo NagariKayutanam Kabupaten Padang Pariaman. Adanya sebuahMadrasah Tarbiyah Islamiyah di Kanagarian Kayutanam adalahsalah satu bukti sepakterjang atau usaha keras dan perjuanganyang berat dari Ahmad Khatib Datuak Tumangguang besertapara tokoh masyarakat lainnya. Adanya murid-murid yang telahberhasil pada hari ini dan dengan keberadaan sekolah atau yangdisebut dengan Madrasah tersebut juga sebagai bukti darikeikutsertaannya dalam mencerdaskan dan menyiarkan ajaranagama islam. Sifat kepemimpinannya yang arif, bijaksana, tulus,disiplin, pekerja keras serta memiliki maru’ah yang tinggimenjadikan Ahmad Khatib Datuak Tumangguang mendapatkantempat dihati masyarakat, sehingga memudahkan Ahmad KhatibDatuak Tumangguang untuk memberikan pemahaman danpencerahan agama islam kepada murid-muridnya danmasyarakat.
MENGOPTIMALKAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA GENERASI MILENIAL SEBAGAI BINGKAI PEMBENTUK GENERASI KREATIF DAN INOVATIF DALAM MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI 2030 Nurasiah Ahmad; Hilma Nafsiyati; Fauzana Ahmad
Mau'izhah Vol 11 No 2 (2021): Volume XI No. 2 Juli - Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.085 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i2.65

Abstract

Pada tahun 2028-2035, Indonesia diprediksi akan mengalamimasa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif(berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usiatidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64tahun). Pada periode tersebut, penduduk usia produktifdiprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yangdiproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Agar Indonesia dapatmemetik manfaat maksimal dari bonus demografi, salah satuupaya mempersiapkan bonus demografi adalah dengan carameningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) melaluipendidikan. Pendidikan sampai saat ini dianggap sebagai unsurutama dalam pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia).Ketersediaan sumber daya manusia usia produktif yangmelimpah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas darisisi pendidikan pada generasi milenal, atau kadang juga disebutdengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelahgenerasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an. Pendidikan karakter merupakan salah satu bingkaipembentuk generasi yang kreatif dan inovatif yang sangatdibutuhkan sekali dalam menghadapi bonus demografi padatahun 2030 mendatang, dengan terbentuknya generasi kreatifdan inovatif diharapkan nantinya mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, strateginya adalah melaluipeningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan,termasuk mengembangkan pendidikan kejuruan atau vokasiuntuk memperkuat kemampuan inovasi dan meningkatkankreativitas. Metode penulisan yang digunakan dalam karyatulis ilmiah ini adalah metode deskriptif kualitatif. Denganteknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknikanalisis dokumen. Analisis data dilakukan saat pengumpulandata berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan dalamperiode tertentu
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MASA ORDE BARU PADA SEKOLAH ALIYAH DAN PERGURUAN TINGGI ISLAM (IAIN DAN STAIN) Yumna Yumna
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.831 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.9

Abstract

Era orde baru dunia kependidikan di Indonesia berkembang dalam sistem yang dualistik antara pendidikan umum (Nasional) di satu pihak dan pendidikan agama (Islam) di lain pihak, dengan posisi pendidikan umum jauh lebih dominan. Dualisme itu sendiri pada awalnya merupakan produk penjajahan Hindia Belanda, namun sampai pada batas tertentu ia juga merupakan refleksi dari pergumulan dua basis politik, antara Islam dengan Nasionalisme, yang sejak awal kemerdekaan tidak bisa dielakkan telah menjadi titik perbenturan yang cukup serius khususnya dalam penentuan dasar dan bentuk negara Indonesia. Usaha untuk memadukan sistem pendidikan yang dualistik itu, sebagaimana diusahakan dalam era orde baru, bukan merupakan usaha yang baru sama sekali. Pada tingkat yang sangat signifikan, usaha kearah itu sudah dimiliki sejak paruh kedua abad ke-19 ketika gerakan modernisme Islam mulai berkembang di Indonesia. Pada tahap ini usaha memperbaharui Pendidikan Islam dengan memasukkan mata pelajaran baru (umum) dan memperke-nalkan sistem didaktik metodik ala “Belanda” sudah mulai dilakukan, di samping usaha mempengaruhi kebijakan pemerintah Hindia Belanda untuk memasukkan pendidikan agama dalam sistem pendidikan pribumi yang dikembangkannya. Secara berangsur upaya-upaya ini bermuara pada peningkatan yang signifikan dalam kualitas, skala, dan tingkat pendidikan umat Islam Indonesia
Peranan Ayah dalam Pendidikan Anak Nursyamsi Nursyamsi; Novia Yanti
Mau'izhah Vol 9 No 2 (2019): Volume IX No. 2 Juli - Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.847 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i2.27

Abstract

Dalam Islam kedudukan seorang ayah sangatlah penting. Ayahmerupakan kepala rumah tangga yang memimpin seluruh anggota keluarga. Ayah memiliki tanggung jawab penuh terhadap seluruh anggota keluarga dan ayah akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinanya oleh Allah Subḥanahu wa Ta’āla.1 Diantara hal yang akan dimintai pertanggung jawaban adalah tentang peran apa yang telah dilakukan seorang ayah dalam memberikan pendidikan terhadap anaknya. Peran ayah adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh ayah dalam menjalankan perannya didalam keluarga sebagai seseorang yang bertugas memberikan Pendidikan yang baik bagi anak-anaknya.Ayah adalah pencari nafkah utama dalam keluarga. Peluh yang mengaliri tubuhnya menjadi garansi sepiring nasi legam di bahunya berbuah seragam sekolah bagi anaknya. Luka di telapak kakinya berganti uang belanja bagi istrinya. Semua tenaga dia kerahkan untuk kebutuhan keluargannya. Bisa menjamin keberlangsungan hidup rumah tangga merupakan sumber bahagia bagi seorang ayah.Dalam segala keadaan seorang ayah yang beriman harus selalu mengusahakan rezeki halal bagi keluargannya. Meskipun datang kepadanya saat yang sulit, sehingga mencari rezeki yang halal menjadi berat, dia tetap harus mengusahakan jalan halal. Tidak ada peluang sedikit pun untuk menghalalkan yang haram karena rezeki akan menjadi bahan pertanyaan di akhirat. Seseorang akan di tanya tentang rezekinya, darimana dia dapatkan dan bagaimana dia membelanjakannya.
SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA HALAKAH SURAU TUANKU MUNCAK KORONG MUDIAK BALAI NAGARI TANDIKEK KECAMATAN PATAMUAN KABUPATEN PADANG PARIAMAN Heri Surikno; Fauziyah Amini Basyir
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.444 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.43

Abstract

Halakah Surau Tuanku Muncak yang berdiri sejak tahun1948 telah banyak melahirkan ulama-ulama yang berkhidmat diNagari Tandikek dan daerah sekitarnya. Seiring denganmunculnya lembaga-lembaga pendidikan umum yang mendapatkantempat di hati masyarakat membuat animo masyarakat terhadaplembaga pendidikan halakah surau semakin berkurang. Akan tetapihalakah surau Tuanku Muncak mempertahankan eksistensinyasebagai halakah surau yang masih diminati masyarakat.Batasan masalah dari penelitian ini adalah tujuanpendidikan pada halakah surau Tuanku Muncak, kurikulumpendidikan pada halakah surau Tuanku Muncak, evaluasipendidikan pada halakah surau Tuanku Muncak. Tujuan daripenelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan tujuan,kurikulum dan evaluasi pendidikan pada halakah surau TuankuMuncak Korong Mudiak Balai Nagari Tandikek KecamatanPatamuan, Kabupaten Padang Pariaman.Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan denganmetode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ada sumberdata primer dan sumber data sekunder. Sumber data primerberasal dari Buya, pimpinan surau sekaligus pendidik di halakahsurau Tuanku Muncak. Sedangkan sumber data sekunder adalahguru tuo yang mengajar di halakah surau Tuanku Muncak dananak siak di yang menuntut ilmu halakah surau Tuanku Muncak.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yaitu reduksi data, klasifikasi data, interpretasi data dan penarikankesimpulan. Sedangkan penguji keabsahan data dengan caratriangulasi data.Akhirnya setelah melakukan penelitian, ditenemukan bahwatujuan pendidikan pada halakah surau Tuanku Muncak adalahmencetak kader ulama yang tangguh dan bertaqwa kepada AllahSWT. Kurikulum pendidikan pada halakah surau Tuanku Muncakmengacu kepada mempertahankan eksistensi dari kurikulum surauitu sendiri. Metode pembelajarannya adalah metode sorogan,bandongan dan muzakarah. Materi pembelajarannya adalahpembelajaran kitab kuning yang menjadi unggulannya. Evaluasipendidikannya masih bergantung kepada Buya selaku pimpinanhalakah surau dan pendidik yang berstandarkan pada adab, ilmu,ibadah, sosial dan istiqamah nya dalam menuntut ilmu.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM K.H. AHMAD DAHLAN DAN K.H. HASYIM ASY’ARI Novia Yanti; Roni Faslah
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.756 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.59

Abstract

Pendidikan Islam memegang peranan penting dalamkehidupan manusia. Pendidikan Islam bukan sekedar prosespenanaman nilai-nilai moral untuk membentengi diri dari aksinegatif globalisasi. Secara ideal, pendidikan Islam bertujuanmelahirkan pribadi seutuhnya. Maka dari itu pendidikan Islamdiarahkan untuk mengembangkan segenap potensi manusiaseperti fisik, akal, ruh, dan hati. Berbicara tentang pendidikanIslam, tidak akan terlepas dari pemikiran para tokoh, diantaranya adalah K. H. Ahmad Dahlan dan K. H. HasyimAsy'ari.
PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT IBNU MISKAWAIH M Yusuf
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.424 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.4

Abstract

Ibnu Miskawaih merupakan intelektual pertama dalam bidang filsafat akhlak. Pemikiran Ibnu Miskawaih dalam bidang akhlak termasuk salah satu yang mendasari konsepnya dalam bidang pendidikan. Konsep akhlak yang ditawarkannya berdasarkan pada doktrin jalan tengah. Artinya dari ketiga jiwa yang mendasari akhlak manusia, ada induk akhlakul karimah yaitu menjaga diri (iffah), perwira (as-saj’ah), dan kebijaksanaan (al hikmah). Alasan mengapa Ibnu Miskawaih menggunakan doktrin akhlak jalan tengah adalah jelan tengah merupakan nuasa dinamis, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai-nilai esensial akhlak. Ibnu Miskawaih menetapkan kemungkinan manusia mengalami perubahan-perubahan Khulq, dan dari segi inilah maka diperlukan adanya aturan-aturan syari’at, diperlukan adanya nasihat-nasihat dan berbagai macam ajaran tentang adab dan sopan santun. Dengan memakai aturan pribadi moral, Miskwaih membagi kebijaksanaan menjadi tujuh: ketajaman intelegensi, kesigapan akal, kejelasan pemahaman, fasilitas perolehan, ketepatan dalam membedakan, penyimpanan dan pengungkapan kembali. Sebelas bagian dalam keberanian yaitu: kemurah hatian, kebersamaan, ketinggian pengharapan, keteguhan, kesejukan, keterarahan, keberanian, kesabaran, kerendahdirian, semangat dan kepengampunan; dua belas dalam kesederhanaan yaitu: malu, ramah, benar, damai, manahan diri, sabar, berarti, tenang, shaleh, keteraturan, menyeluruh dan kebebasan; dan sembilan belas bagian dalam keadilan, yaitu: persahabatan, persatuan, kepercayaan, kasih sayang, persaudaraan, pengajaran, keserasian, hubungan yang terbuka, ramah tamah, taat, penyerahdirian, pengabdian pada Tuhan, meninggalkan permusuhan, tidak membicarakan sesuatu yang menyakiti orang lain, membahas sifat keadilan, tak mengenal ketidakadilan dan lepas dari mempercayai yang hina, pedagang yang jahat dan penipu.
MOHAMMAD NATSIR DAN PEMIKIRANNYA TENTANG PENDIDIKAN Julhadi Julhadi
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.514 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.22

Abstract

Muhammad Natsir merupakan salah satu tokoh pembaharuislam. Terdadap beberapa gagasan yang memberi sumbangsipada kemajuan pendidikan islam dengan cara merombak sistemyang dikotomis kepada sistem yang integrated antara ilmu-ilmuagama dengan ilmu-ilmu umum, merombak kurikulum darikurikulum yang dikotomis menjadi kurikulum yang integrated,dan menggunakan metode-metode yang aplicable dan sesuaidengan syariat-syariat Islam. Gagasan dan pemikiran Natsirdalam bidang kenegaraan maupun bidang pendidikandipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. faktor internaladalah kecerdasan, karakter dan kepribadian Natsir yangdemikian kuat, tabah dan rela berkorban untukmemperjuangkan kebenaran yang diyakininya sekalipun harusdibayar dengan penderitaan. Dan yang dimaksud dengan faktorekternal adalah penjajahan belanda yang telahmenyengsarakan rakyat baik lahir maupun bathin, dan jugakondisi umat Islam sendiri yang bersikap pasrah, memusuhiilmu pengetahuan, tidak menguasai manajeman dan cita-citayang tinggi.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH, EFIKASI DIRI, DAN KOMITMEN PROFESIONAL TERHADAP MOTIVASI KERJA DAN KINERJA GURU MTsN KOTA PARIAMAN Handriadi Handriadi; Nurasiah Ahmad
Mau'izhah Vol 10 No 2 (2020): Volume X No. 2 Juli – Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.183 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i2.38

Abstract

Berkaitan dengan kinerja guru beberapa indikator kinerja guru seperti berikut. Pertama, kemampuan merencanakan belajar-mengajar, yang meliputi (1) Menguasai Garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan, (2) Menyesuaikan analisa materi pelajaran, (3) Menyususn program semester, (4) Menyususn program atau pembelajaran. Kedua, kemampuan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yang meliputi : (1) Tahap pra instruktur, (2) Tahap instruksional, (3) Tahap evaluasi dan tindak lanjut. Ketiga, kemampuan mengevaluasi, yang meliputi : (1) Evaluasi normatif, (2) Evaluasi formatif, (3) Laporan hasil evaluasi, dan (4) Pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1. Pengaruh langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Motivasi Kerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 2. Pengaruh Langsung Efikasi Diri Guru terhadap Motivasi Kerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 3. Pengaruh Langsung Komitmen Profesional Guru Terhadap Motivasi Kerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 4. Pengaruh Langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah, Efikasi Diri dan Komitmen Profesional secara bersama-sama terhadap Motivasi Kerja guru-guru MTsN di Kota Pariaman, 5. Pengaruh Langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah terhadap Kinrja Guru MTsN di Kota Pariaman, 6. Pengaruh Langsung Efikasi Diri Guru terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman,7. Pengaruh Langsung Komitmen Profesional Guru terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman,8. Pengaruh Langsung Kepemimpinan Kepala Madrasah, Efikasi Diri dan Komitmen Profesional secara bersama-sama terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman, 9. Pengaruh Langsung Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru MTsN di Kota Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk melihat pengaruh secara parsial antara variabel-variabel yang ada. Variabel penelitian kuantitatif yang diuji dalam penelitian ini terdiri dari kepemimpinan kepala sekoalah terhadap motivasi kerja, kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, efikasi diri terhadap kinerja guru, da komitmen profesional terhadap kinerja guru, kemudian seluruh data yang diperoleh diproses dan diolah dengan analisa kuantitatif.
PENTINGNYA PEMBAHASAN AKAD DALAM HUKUM ISLAM Hilma Nafsiyati
Mau'izhah Vol 11 No 1 (2021): Volume XI No. 1 Januari - Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.18 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v11i1.54

Abstract

Akad atau perjanjian tidak dapat dipisahkan darikehidupan manusia. Dari sekian banyak aktivitas keseharianmanusia. akad memfasilitasi setiap orang dalam memenuhikebutuhan dan kepentingannya. Karena akad itulah yangmembatasi hubungan antara kedua belah pihak yang terlibatdalam usaha tersebut dan akan mengikat hubungan itu dimasasekarang maupun masa yang akan datang. Akad dalamkehidupan umat manusia begitu penting karena ia merupakansalah satu faktor menjadi halalnya sesuatu bagi mereka.Meskipun akad menempati posisi yang sangat penting dalamhubungan dengan sesama tapi banyak kita lihat pihak yangmelakukan kontrak (perjanjian) yang masih belum memahamihak dan kewajiban yang mereka harus penuhi, sehinggawalaupun menggunakan sistem perjanjian hukum Islam, tetapinilai nilai yang ada dalam konsep tersebut belumlahdijalankan sepenuhnya. Akad yang telah memenuhi rukun dansyarat akad, dinyatakan sebagai akad yang sahih akanmengikat para pihak yang melakukan akad. Tindakan parapihak dalam melakukan akad baik atas namanya sendiri ataumewakili orang lain berimplikasi pada timbulnya hak dankewajiban.

Page 3 of 15 | Total Record : 145