cover
Contact Name
SISWANTO
Contact Email
p3mpoltekpel.srg@gmail.com
Phone
+6281328098111
Journal Mail Official
p3mpoltekpel.srg@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Politeknik Pelayaran Sorong Jalan tanjung Saoka N0.1. Sorong Papua barat
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Patria Bahari
ISSN : 27765881     EISSN : 27980510     DOI : https://doi.org/10.54017/jpb.v1i2.40
Core Subject : Engineering,
Maritime Social and Labour Maritime Safety Safety of Navigation Maritime Security and Piracy Maritime Facilitation Human Element for Maritime Industry Marine Environment Maritime Legal Affairs Marine Engineering Port and shipping Maritime Education and Training
Articles 72 Documents
PENGARUH KONDISI STRAINER SEA CHEST TERHADAP KINERJA POMPA PENDINGIN MESIN INDUK DI ATAS KAPAL Lumanto Rian Palinggi; Ahmad Hamir; Filemon Filemon; Ariswanto Sa'pang
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.241

Abstract

Sistem pendingin mesin induk merupakan salah satu sistem penting di atas kapal yang berfungsi menjaga temperatur kerja mesin agar tetap stabil selama operasional kapal berlangsung. Salah satu komponen utama dalam sistem pendingin tersebut adalah strainer sea chest yang berfungsi menyaring lumpur, pasir, kerang, dan sampah laut sebelum air laut masuk ke pompa pendingin dan sistem pendingin mesin induk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi strainer sea chest terhadap kinerja pompa pendingin mesin induk serta upaya optimalisasi sistem pendingin di atas kapal. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik laut (prala). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer sea chest akibat lumpur, pasir, kerang, dan sampah laut menyebabkan aliran air pendingin terganggu, tekanan pompa pendingin menurun, dan temperatur mesin induk meningkat sehingga berpotensi menyebabkan overheating pada mesin induk. Selain itu, kurang optimalnya pemeriksaan dan pembersihan strainer sea chest secara rutin turut memengaruhi kinerja sistem pendingin mesin. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan sistem pendingin yaitu melalui pemeriksaan dan pembersihan strainer sea chest secara berkala, pemantauan tekanan pompa dan temperatur mesin induk, serta peningkatan disiplin kru mesin dalam pelaksanaan perawatan sistem pendingin kapal. Dengan perawatan yang baik, sistem pendingin mesin induk diharapkan dapat bekerja secara optimal sehingga risiko kerusakan mesin dan gangguan operasional kapal dapat diminimalisir.
PENINGKATAN KESELAMATAN KERJA TKBM PADA KEGIATAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN MANOKWARI Nisa Ramadani; Oktovianus Cristian Karubaba; Lilik Yulianingsih; Muhammad Idris; Ryan Puby Sumarta
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 6 No. 1 (2026): JPB: MEI 2026
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v6i1.242

Abstract

Kegiatan bongkar muat di pelabuhan merupakan aktivitas yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja tinggi karena melibatkan penggunaan alat berat, pengangkatan barang, dan lingkungan kerja yang padat aktivitas. Oleh karena itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) sangat penting untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan menunjang kelancaran operasional pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab belum optimalnya penerapan keselamatan kerja serta upaya peningkatan keselamatan kerja pada kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan selama pelaksanaan praktik darat (prada) di Pelabuhan Manokwari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan keselamatan kerja bagi TKBM masih belum optimal. Hal tersebut ditunjukkan oleh masih adanya tenaga kerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap, rendahnya kesadaran terhadap pentingnya keselamatan kerja, kurangnya pengawasan, serta keterbatasan fasilitas dan alat keselamatan kerja. Selain itu, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan keselamatan kerja yang belum rutin turut memengaruhi rendahnya disiplin tenaga kerja dalam menerapkan prosedur K3. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keselamatan kerja meliputi peningkatan pengawasan penggunaan APD, penyediaan alat keselamatan kerja yang memadai, pelaksanaan safety meeting dan penyuluhan K3 secara rutin, serta peningkatan kesadaran dan disiplin tenaga kerja terhadap pentingnya keselamatan kerja. Dengan penerapan keselamatan kerja yang baik, diharapkan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalisir sehingga kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Manokwari dapat berjalan dengan aman, efektif, dan efisien.