cover
Contact Name
SISWANTO
Contact Email
p3mpoltekpel.srg@gmail.com
Phone
+6281328098111
Journal Mail Official
p3mpoltekpel.srg@gmail.com
Editorial Address
Kompleks Politeknik Pelayaran Sorong Jalan tanjung Saoka N0.1. Sorong Papua barat
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Patria Bahari
ISSN : 27765881     EISSN : 27980510     DOI : https://doi.org/10.54017/jpb.v1i2.40
Core Subject : Engineering,
Maritime Social and Labour Maritime Safety Safety of Navigation Maritime Security and Piracy Maritime Facilitation Human Element for Maritime Industry Marine Environment Maritime Legal Affairs Marine Engineering Port and shipping Maritime Education and Training
Articles 65 Documents
ANALISIS PENYEBAB KENAIKAN TEMPERATUR GAS BUANG PADA MESIN DIESEL DUA LANGKAH DI MT. MUTIARA GLOBAL Irawan, Riki; Nalle, Carles Yerid Absalom; Sumarta, Ryan Puby; Suroyo, Suroyo; Hafita, Yuniar Ayu
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.212

Abstract

Kenaikan temperatur gas buang (exhaust gas temperature/EGT) pada mesin diesel dua langkah merupakan indikator penting terjadinya ketidaksempurnaan pembakaran atau gangguan pada sistem udara bilas dan bahan bakar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab peningkatan temperatur gas buang pada mesin induk Ssang Yong B/W 6L/35MC di MT. Mutiara Global. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dengan awak mesin, serta analisis dokumen seperti logbook dan manual mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EGT mencapai 540°C akibat kombinasi penurunan kinerja turbocharger karena penumpukan kerak karbon, serta pola pengabutan bahan bakar yang tidak sempurna akibat kebocoran pada nozzle injector. Kondisi ini menyebabkan suplai udara berkurang, pembakaran tidak optimal, dan ketidakseimbangan tenaga antar silinder. Ketidakteraturan perawatan turut memperburuk peningkatan suhu. Penelitian menegaskan pentingnya perawatan terjadwal pada turbocharger dan injector serta pemantauan real-time untuk menjaga efisiensi mesin.
ANALISIS KENAIKAN TEMPERATUR AIR PENDINGIN PADA MESIN INDUK KAPAL CB. KCT 4001 Noya, Andre Viandro; Hamir, Ahmad; Yulianingsih, Lilik; Nalle, Carles Yerid Absalom; Sumarta, Ryan Puby
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.213

Abstract

Kenaikan temperatur air pendingin pada mesin induk kapal merupakan indikasi gangguan sistem pendingin yang dapat menyebabkan overheating dan menurunkan kinerja mesin. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab peningkatan temperatur air pendingin pada kapal CB. KCT 4001 serta langkah penanganan yang tepat. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi komponen sistem pendingin—termasuk strainer, pompa air laut, impeller, heat exchanger, dan kualitas coolant—serta wawancara dengan masinis dan kru kamar mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyumbatan strainer, keausan impeller, endapan pada heat exchanger, serta penurunan kualitas coolant merupakan penyebab utama naiknya temperatur air pendingin. Ketidakteraturan perawatan berkala semakin memperburuk kondisi sistem. Diperlukan pembersihan rutin strainer dan cooler, perawatan impeller, penggantian coolant berkala, serta peningkatan koordinasi kru dalam merespons alarm temperatur untuk menjaga stabilitas sistem pendingin dan mencegah overheating.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGAWASAN BONGKAR MUAT DI KM LINTAS BAHARI 18 Ratumasa, Delpiero Franklin; Haryanto, Dwi; Sulistiono, Agus; Adiputra, I Komang Hedi Pramana; Nalle, Carles Yerid Absalom
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengawasan bongkar muat di KM Lintas Bahari 18 serta mengidentifikasi kendala operasional yang memengaruhi keselamatan dan kelancaran proses bongkar muat. Metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap perwira jaga, kru deck, dan tenaga bongkar muat pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan telah mengikuti prosedur dasar, namun efektivitasnya masih dipengaruhi keterbatasan alat bantu, kerusakan peralatan, ketidaksesuaian muatan, serta kurangnya ketelitian dalam pemeriksaan dokumen. Faktor manusia, termasuk pengalaman kru, beban kerja, dan konsistensi penerapan SOP juga berpengaruh signifikan. Optimalisasi pengawasan dapat dilakukan melalui peningkatan koordinasi, pemeriksaan dokumen yang lebih teliti, pemeliharaan alat secara berkala, serta pelatihan rutin bagi kru. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko kerusakan muatan maupun kecelakaan kerja.
EVALUASI PROSES EMBARKASI, DEBARKASI, DAN BONGKAR MUAT PENUMPANG PADA KAPAL KM. SABUK NUSANTARA 62 Nur, Ahmad Maulana Fadillah; Kendek, Meti; Nalle, Carles Yerid Absalom; Adiputra, I Komang Hedi Pramana; Firdani, Arief Nashrul
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.215

Abstract

Transportasi laut memegang peranan penting dalam menghubungkan pulau-pulau di Indonesia, khususnya melalui kapal penumpang yang menjadi sarana utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Efektivitas operasional kapal bergantung pada kelancaran proses embarkasi, debarkasi, dan bongkar muat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi proses tersebut pada KM. SABUK NUSANTARA 62 milik PT. Mandala Sejahtera Abadi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan Nakhoda, Mualim I, ABK, dan agen perusahaan, serta studi pustaka terkait prosedur operasional dan keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan hambatan seperti antrean tiket manual, keterlibatan pengantar dan pedagang asongan, keterbatasan koordinasi kru kapal dengan pihak pelabuhan, serta keterbatasan peran ABK dalam bongkar muat. Penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan koordinasi, pemanfaatan teknologi verifikasi tiket, dan keterlibatan ABK. Penerapan perbaikan prosedur dan manajemen operasional dapat meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan penumpang.
IDENTIFIKASI KENDALA OPERASIONAL DALAM BONGKAR MUAT DAN DISTRIBUSI BARANG DI TERMINAL PETIKEMAS SORONG Idris, Muhammad; Muhammad, Fadel; Setiyono, Muji
JPB : Jurnal Patria Bahari Vol. 5 No. 2 (2025): JPB: NOVEMBER 2025
Publisher : PPPM POLTEKPEL SORONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54017/jpb.v5i2.218

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan operasional dalam proses bongkar muat dan distribusi barang di Terminal Petikemas Sorong, salah satu simpul logistik penting di Papua Barat Daya yang berperan dalam mendukung pelaksanaan program Tol Laut. Meskipun memiliki posisi strategis sebagai penghubung distribusi barang menuju wilayah terpencil di Indonesia Timur, operasional terminal tidak selalu berjalan optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi langsung dan wawancara dengan pihak terminal, agen kapal, dan distributor barang. Analisis tematik digunakan untuk mengelompokkan hambatan yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi keterbatasan kesiapan dan ketersediaan peralatan bongkar muat, gangguan mekanis pada alat, ketidakteraturan jadwal pelayanan kapal, koordinasi yang belum optimal antar pelaku logistik, serta terbatasnya akses transportasi lanjutan menuju wilayah terpencil. Hambatan ini berdampak pada meningkatnya waktu tunggu dan ketidakefisienan alur distribusi barang. Temuan penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan manajemen operasional, pemeliharaan peralatan, penguatan sistem informasi layanan, serta peningkatan integrasi logistik antar moda. Rekomendasi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran distribusi barang dalam rangka memperkuat konektivitas logistik dan efektivitas program Tol Laut di kawasan Indonesia Timur.