cover
Contact Name
Ahmad Fatoni
Contact Email
jurnalstifibp@gmail.com
Phone
+6281368741387
Journal Mail Official
jurnalstifibp@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ariodillah III No.22A, RT.27/RW.9, 20 Ilir D. IV, Kec. Ilir Tim. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30128
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
ISSN : 25026712     EISSN : 26215519     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi memuat hasil penelitian dan review hasil penelitian yang berhubungan dengan ilmu dan teknologi farmasi. Topik-topik karya ilmiah adalah di bidang kimia farmasi, biologi farmasi, farmakologi dan farmasi klinis, farmasetika, serta pemanfaatan bahan alam untuk produk farmasi
Articles 128 Documents
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIDIABETES PRODUK OBAT HERBAL JAMU “X” DAN “Y” YANG MENGANDUNG EKSTRAK MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) PADA MENCIT JANTAN MODEL DIABETES YANG DIINDUKSI DENGAN DEKSAMETASON DAN DEKSTROSA 40% Imanda, Yunita Listiani; Zamhari, Muhammad; Nurleni, Novi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i1.84

Abstract

Telah dilakukan penelitian perbandingan aktivitas antidiabetes jamu “X” dan “Y” yang mengandung ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada mencit putih jantan model diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efek antidiabetes hamu ‘X’ dan ‘Y’ dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hewan uji yang digunakan adalah 24 ekor mencit putih jantan, dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yang terdiri dari kelompok I (suspensi tween 1%), kelompok II (suspensi glibenclamid 0,65 mg/KgBB), kelompok III (suspensi jamu X ekstrak mengkudu tunggal 65 mg/KgBB) dan kelompok IV (suspensi jamu Y ekstrak mengkudu tunggal 65 mg/KgBB. Seluruh hewan uji diinduksi dengan deksametason 5 mg/KgBB secara sub kutan (s.c) dan dekstrosa 40% secara peroral (p.o) selama 14 hari, kemudian diberikan perlakuaan sediaan uji selama 14 hari. Efek antidiabetes diuji dengan metode glukosa tes. Data dianalisa menggunakan One Way Anova dan Duncan. Hasil uji One Way Anova dan Duncan menunjukkan bahwa jamu X ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan jamu Y ekstrak mengkudu (Morinda citrifolia L.) memiliki efek aktifitas yang sama dalam menurunkan kadar gula darah puasa mencit dan pemberian obat glibenklamid memiliki aktifitas yang lebih besar dalam menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan produk obat herbal jamu “X” dan “Y”
PERBANDINGAN KANDUNGAN FITOKIMIA FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum Folium) DENGAN PERBEDAAN KETINGGIAN GEOGRAFIS TUMBUH Hadi, Ismanurrahman; Nurfazera, Asya; Rohmatika, Nirma
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i1.85

Abstract

Daun kemangi (Ocimum basilicum folium) merupakan salah satu tumbuhan yang biasa digunakan sebagai obat tradisional adalah daun kemangi. Kemangi dapat tumbuh liar ataupun dibudidayakan. Perbedaan letak geografis tumbuh memberikan pengaruh pada senyawa fitokimia yang dihasilkan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan senyawa fitokimia daun kemangi yang tumbuh pada perbedaan letak geografis. Daun kemangi didapatkan dari dataran rendah Cirebon dan dataran tinggi kabupaten Kuningan. Sampel yang digunakan yaitu fraksi etil asetat daun kemangi.Identifikasi senyawa fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid, saponin dan terpenoid. Hasil uji menunjukkan fraksi daun kemangi dari datarn rendah dan dataran tinggi mengandung ketiga senyawa tersebut. Menariknya, pada identifikasi flavonoid dan terpenoid, dataran rendah memiliki flavonoid lebih banyak serta terpenoid yang lebih sedikit dari sampel dari dataran tinggi. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa perbedaan geografis tumbuh menyebabkan adanya perbedaan kandungan senyawa fitokimia pada fraksi etil asetat daun kemangi
Eksplorasi Toksisitas Ekstrak N-Hexan dan Aseton Telur Keong Mas (Pomacea canaliculata) Secara In Vitro dan In Silico Kholifah, Eva; Alifia A.T, Mohammad; Nur S, Afifah
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i1.86

Abstract

Telur keong mas merupakan salah satu hama pada tanaman padi. Namun, saat ini penanggulangan hama padi tersebut diarahkan pada pengembangan obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi toksik yang ditimbulkan oleh ekstrak telur keong mas secara in silico. Kemudian dilakukan analisis secara in vitro untuk melihat potensi toksik pada larva Artemia salina denganmetode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Selain itu, dilakukan skrining fitokimia dan untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak telur keong mas. Hasil penelitian telur keong mas mengandung senyawa metabolit sekunder yakni alkaloid, flavonoid, steroid, saponin. Pengujian secara komputasi menunjukan senyawa yang terkandung dalam telur keong mas berpotensi menyebabkan toksik pada alga, daphnia. Namun senyawa tersebut tidak menyebabkan mutasi atau non mutagen. Namun hal ini berbanding terbalik dengan pengujian secara in vitro menggunakan artemia salina. Pengujian BSLT menggunakan pelarut aseton memiliki nilai LC50 1161,408 μg/ml dan n-heksana 1303,497 μg/ml. Berdaarkan nilai tersebut ekstrak telur keong mas (Pomacea canaliculata) dinyatakan bersifat tidak toksik terhadap Artemia salina Leach karna nilai LC50 >1000 μg/ml.
ANALISIS SERVQUAL PENGUKURAN TINGKAT KUALITAS LAYANAN DAN KEPUASAN KONSUMEN DINAS KESEHATAN KOTA BEKASI Indrawati, Budi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i1.87

Abstract

Kualitas layanan publik dapat menjadi tolok ukur keberhasilan lembaga pemeritahan dalam melayani masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan harapan atau ekspektasi masyarakat dengan kinerja layanan publik Dinas Kesehatan Kota Bekasi, yang membawahi puskesmas dan rumah sakit daerah. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data primer dan skala Likert dan Tingkat kepuasan masyarakat diukur menggunakan model ServQual (Service Quality) terhadap lima (5) dimensi kualitas layanan, yaitu dimensi Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy. analisis data dengan diagram cartesius. Sampel 100 responden masyarakat pengguna jasa layanan puskesmas dan rumah sakit daerah dengan teknik purposive sampling serta alat analisis SPSS (Statistical Product for Service Solutions ). Hasil penelitian dan kesimpulan menunjukkan tingkat kinerja pegawai dinas lebih kecil dari pada tingkat kepentingan (harapan) masyarakat pengguna jasa layanan. Disarankan untuk lebih meningkatkan dan memprioritaskan lagi pelaksanaan pelayanan pada unsur-unsur yang berada di kuadran A, unsur-unsur yang masuk pada kuadran A menunjukkan unsur-unsur yang dianggap mempengaruhi kepuasan masyarakat pengguna jasa, dan termasuk unsur-unsur jasa yang dianggap sangat penting, namun dinas belum sepenuhnya melaksanakan sesuai dengan keinginan masyarakat.
KARAKTERISTIK FISIK DAN PENETAPAN KADAR ANTOSIANIN TOTAL SERTA KADAR FENOL TOTAL BUBUK INSTAN ANTOSIANIN KULIT RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) Martha, Septiani; Putri, Pebrianggi Dedi; Isromarina, Rini
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.88

Abstract

Kulit rambutan merupakan salah satu tanaman yang memiliki pigmen antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik fisik dan penetapan kadar antosianin total serta fenol total dari bubuk instan antosianin kulit rambutan. Metode yang digunakan terhadap pembuatan bubuk instan yaitu metode pengeringan foam mat drying. Penetapan kadar antosianin total dan kadar fenol total menggunakan metode pH differensial dan metode Folin-Ciocalteu (FC) yang di analisa dengan spektrofotometer UV-Vis. Hasil karakteristik fisik diperoleh nilai rendemen 10,69%, organoleptis berwana coklat, aroma khas rambutan dan rasa pahit, kelarutan 79,10%, kadar air 3,3%, kadar abu 0,66%. Sedangkan kadar antosianin total sebesar 1,836 mg/L dan kadar fenol total sebesar 37,409 mg GAE/g.
FORMULASI SEDIAAN KRIM ASAM KOJAT DENGAN VARIASI ISOPROPIL MIRISTAT SEBAGAI ENHANCER DAN EVALUASI STABILITAS FISIKA WAKTU SEBENARNYA Nurleni, Novi; Erviana, Nur; Firdiawan, Arie; Sari, Ema Ratna
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.89

Abstract

Asam kojat merupakan salah satu senyawa yang dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase asam kojat juga sifatnya hidrofilik menjadikannya sulit untuk berpenetrasi ke dalam kulit sehingga membutuhkan suatu zat enhencer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah asam kojat dapat diformulasikan menjadi sediaan krim dan pengaruh penggunaan isopropil miristat sebagai enhancer. Krim dibuat dalam 3 formula yang memiliki variasi konsentrasi isopropil miristat 8%, 9%, dan 10%. Pengujian stabilitas fisika waktu sebenarnya yang diamati adalah perubahan organoleptis, homogentias, pH, dan viskositas yang diamati pada hari ke 0, 7, 14, 21 dan 28. Hari hasil analisa menunjukan formulasi krim asam kojat 9% merupakan formula terbaik dan stabil dibandingkan dengan formulasi lainnya.
Uji Aktivitas Antidepresan Fraksi Etil Asetat Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz &Pav.) Terhadap Mencit Putih Jantan Galur Swiss Webster Lely, Nilda; Rasyad, Ade Arinia; Sundari, Ayu Agita
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.90

Abstract

Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan mood, kehilangan minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur atau nafsu makan,kehilangan energi dan penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidepresan dari fraksi etil asetat ekstrak daun sirih merah dan dosis yang paling optimal untuk mengurangi depresi pada mencit putih jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan hewan percobaan berupa mencit putih jantan sebanyak 25 ekor dan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Tween 80 1%), kontrol positif (fluoxetine 2,6 mg/kgBB), fraksi etil asetat daun sirih merah dengan variasi dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB dan 800 mg/kgBB dengan menggunakan dua metode yaitu Hole Board Test dan Tail Suspension Test. Uji antidepresan dilakukan selama 10 hari dengan parameter berupa jumlah jengukan dan Immobility time. Hasil uji di analisa dengan menggunakan metode ANOVA satu arah dan uji Independent T-Test. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak daun sirih merah dengan dosis 400 mg/kgBB memiliki aktivitas sebagai antidepresan yang paling optimal.
Efektifitas Gel Ekstrak Etanol Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes Nurlina, Sri; Patmayuni, Dewi; Amelia, Kiki
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.91

Abstract

Propionibacterium acnes merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan jerawat. Daun serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan salah satu tumbuhan yang mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun serai wangi menjadi bentuk gel dengan memvariasikan konsentrasi HPMC sebagai gelling agent. Gel dibuat dalam tiga formula dengan konsentrasi HPMC masing-masing adalah formula I (2%), formula II (3%), formula III (3,5%). Hasil penelitian menunjukan formula I merupakan formula yang terbaik karena menunjukkan nilai p value pada uji stabilitas real time dan dipercepat untuk uji pH dan uji viskositas berturut turut adalah 0,057 ; 0,081 ; 0,060 ; 0,174. Karakteristik gel Formula I memiliki bentuk semi solid, bau khas daun serai wangi dan berwarna kuning kecoklatan, homogen, nilai pH 4,9-6,2, viskositas 2100-3700 cps, daya sebar 5-6 cm, daya lekat 5-7 detik dan tidak menunjukkan adanya efek mengiritasi kulit. Kemudian dilanjutkan uji aktivitas antibakteri terhadap gel formula I, didapatkan hasil zona hambat sebesar 20,5 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun serai wangi dapat diformulasikan dengan baik menjadi sediaan gel dan mempunyai aktivitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan kategori kuat.
Pola Penggunaan Obat Dan Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Inap Di Rumah Sakit Siti Fatimah Sumatera Selatan Firdiawan, Arie; Fadhilah, Rizky; Listiani Imanda, Yunita; Nurleni, Novi
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.92

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang terjadi karena meningkatnya kadar glukosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat dan karakteristik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data dari rekam medik pasien DM rawat inap di RS Siti Fatimah Palembang Tahun 2021. Pada penelitian ini diperoleh sebanyak 53 sampel yang telah memenuhi kriteria inklus. Hasil yang diperoleh berdasarkan karakteristik pasien jenis kelamin terbanyak yaitu pada perempuan 54,72%, dengan usia yang terbanyak yakni 46 - 60 tahun sebesar 50,94%, tingkat pendidikan pasien terbanyak ialah SMA 52,83%, kemudian tingkat pekerjaan yang terbanyak yaitu ibu rumah tangga 50,95%, berdasarkan penyakit komplikasi penyakit terbanyak yaitu CHF 25%, dan penyakit penyerta terbanyak yaitu penyakit hipertensi sebanyak 50%. Pola penggunaan obat pasien diabetes melitus tipe 2 berdasarkan penggunaan obat lainnya yang terbanyak yaitu golongan kardiovaskuler, vitamin dan mineral, dan antibiotik, sedangkan obat antidiabetes yaitu metformin 39,66%, dengan obat kombinasi insulin rapid – acting dan insulin long – acting yaitu novorapid dengan levemir 20,69%.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanolik Kulit Umbi bit (Beta vulgaris L.) Putra, Teguh Adiyas; Safitri, Karin Angeline; Bisam, Zahra Azizah Nursetya; Shinta, Tiara Aries
Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIFI Bhakti Pertiwi Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61685/jibf.v7i2.93

Abstract

Penelitian dengan judul Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanolik Kulit Umbi bit (Beta vulgaris L.) bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dalam kulit umbi bit. Umbi bit merupakan merupakan bahan pangan yang memiliki aktivitas tinggi antioksidan. Dari proses preparasi sampel serbuk simplisia yang dihasilkan diektraksi dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan skrining fitokimia flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid. Identifikasi fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan pereaksi warna dan uji pengendapan. Identifikasi senyawa metabolit sekunder pada ekstrak etanolik kulit umbi bit dihasilkan positif mengandung flavonoid, tanin, saponin dan alkaloid.

Page 9 of 13 | Total Record : 128