cover
Contact Name
Fahyuddin
Contact Email
fahyuddin@uho.ac.id
Phone
+6285222057139
Journal Mail Official
fahyuddin@uho.ac.id
Editorial Address
Prodi S2 Pendidikan IPA, Kampus Pascasarjana UHO Kemaraya, Jalan Mayjend S. Parman Kendari, 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 2684995     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/biofiskim
Jurnal Biofiskim untuk Pendidikan dan Pembelajaran IPA (JBPPI) merupakan jurnal untuk peneliti, guru , dan pengembang kurikulum IPA pada semua level pendidikan IPA. JBPPI terbit dua kali setahun secara elektronik pada bulan april dan Oktober. Tulisan yang dapat dimuat pada jurnal ini meliputi: hasil penelitian survei, dan revie penelitian (meta analisis), evaluasi program atau efektifitas suatu inovasi dalam pengajaran atau pembelajaran IPA (biologi, fisika, dan kimia), dan analisis mendalam pada isu-isu pendidikan yang relevan secara langsung dengan peningkatan kualitas pendidikan IPA
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2022)" : 12 Documents clear
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERINTEGRASI MIND MAPPING TERHADAP PENGETAHUAN METAKOGNITIF DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI DI SMA Zumaria Zumaria; Jahidin Jahidin; Sitti Wirdhana Ahmad B
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh model problem based learning terintegrasi mind mapping (PBL-MM) terhadap pengetahuan metakognitif siswa. (2) pengaruh model problem based learning terintegrasi mind mapping (PBL-MM) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. (3) Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran PBL-MM. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA SMAN 1 Tongkuno, yang terdiri dari empat kelas dengan jumlah 114 siswa. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas XI MIA C sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 siswa dan XI MIA D sebagai kelas kontrol yang berjumlah 28 siswa. Sampel ditetapkan secara random sampling. Jenis penelitian adalah penelitian kuasi eksperimen, menggunakan desain Pretes-Posttest Nonequivalent Control Group. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian dan angket. Data dianalisis dengan uji t-test (independent sample t-test). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Model PBL-MM berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan metakognitif siswa, rerata N-gain kelas model PBL-MM lebih tinggi yakni mencapai 0,37 dibandingkan dengan kelas pembelajaran langsung mencapai 0,23. (2) Model PBL-MM berpengaruh secara signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa, rerata N-gain kelas model PBL-MM lebih tinggi yakni mencapai 0,71 dibandingkan dengan kelas pembelajaran langsung mencapai 0,62. (3) Tanggapan siswa terhadap penerapan model Problem Basid Learning terintegrasi Mind Mapping (PBL-MM) sangat baik dengan total persentase 85%.
PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING (POGIL) DENGAN PENDEKATAN BERBASIS KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI KEDISIPLINAN SISWA SMA Juwit Nopti Supdian Anugrah; La Harimu; LOAN Ramadhan
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26558

Abstract

Telah dilakukan penelitian Pengaruh Model Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dengan Pendekatan Berbasis Kontekstual dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis ditinjau dari Kedisiplinan Siswa SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran POGIL dengan pendekatan berbasis kontekstual terhadap hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis ditinjau dari kedisiplinan peserta didik. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 peserta didik SMAN 5 Konawe Selatan kelas XI MIPA tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Pengumpulan data dilakukan dengan tes hasil belajar, tes keterampilan berpikir kritis, dan angket kedisiplinan peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji univariat. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar antara peserta didik kelas eksperimen dengan peserta didik kelas kontrol berturut-turut sebesar 0,65 dan 0,51; untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 0,40 dan 0,24. Selanjutnya, nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar antara peserta didik dengan tingkat kedisiplinan sangat kuat, kuat dan cukup berturt-turut sebesar 0,65, 0,56, dan 0,38; untuk keterampilan berpikir kritis peserta didik adalah 0,36, 0,32, dan 0,16. Berdasarkan hasil analisis inferensial memberikan kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran POGIL dengan pendekatan berbasis kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Peserta didik dengan tingkat kedisiplinan sangat kuat lebih baik dari peserta didik dengan tingkat kedisiplinan kuat dan cukup dalam capaian hasil belajar dan berpikir kritis, serta tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan kedisiplinan peserta didik terhadap nilai rata-rata peningkatan (N-gain) hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
ANALISIS LITERASI SAINS, KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS, DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA SMA KELAS XI DI KOTA KENDARI Joko Saharuddin; Arisona Arisona; Fahyuddin Fahyuddin
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.27319

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis literasi sains, kemampuan berpikir logis, dan prestasi belajar fisika Siswa SMA di Kota Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1161 siswa SMA di Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik stratified random sampling, diperoleh sampel penelitian berjumlah 256 siswa. Teknik pengambilan data dilakukan melalui instrumen tes literasi sains dan kemampuan berpikir logis dan prestasi belajar fisika melalui dokumentasi Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) nilai rata-rata literasi sains, kemampuan berpikir logis, dan prestasi belajar fisika siswa SMA kelas XI di kota kendari secara berturut-turut adalah 31, 25 dan 82; 2) literasi sains dan kemampuan berpikir logis secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan pada prestasi belajar fisika dengan kontribusi sebesar 37%; 3) Secara individual, literasi sains dan kemampuan berpikir logis berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar fisika dengan besarnya pengaruh secara berturut-turut adalah 0,41 dan 0,37.
HUBUNGAN MISKONSEPSI SISWA DAN KETERLAKSANAAN STANDAR PROSES GURU PADA TOPIK KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA DI SMPN KOTA RAHA Ferawati Ferawati; Safilu Safilu; Sitti Wirdhana
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa, keterlaksanaan standar proses guru, dan hubungan miskonsepsi siswa dan keterlaksanaan standar proses guru pada topik klasifikasi materi dan perubahannya di kelas VII SMPN Kota Raha. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling dan sampel penelitian adalah sembilan orang guru IPA dan sembilan kelas siswa kelas VII dengan total 215 siswa dari lima sekolah di SMPN Kota Raha. Jenis penelitian adalah penelitian survey. Miskonsepsi siswa diketahui dengan menggunakan tes two-tier multiple choice, keterlaksanaan standar proses guru menggunakan lembar observasi dan wawancara untuk mengetahui penyebab terjadinya miskonsepsi siswa dan kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan standar proses pada topik klasifikasi materi dan perubahannya. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif persentase dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi siswa pada topik klasifikasi materi dan perubahannya terjadi pada semua kelas. Persentase tertinggi terdapat pada indikator kategori di kelas VII.8 di SMPN 2 Raha yaitu pada subtopik larutan asam dan basa, dan persentase terendah yaitu indikator prinsip di kelas VII.2 di SMPN 3 Raha pada subtopik perubahan fisika. Miskonsepsi siswa terjadi pada setiap indikator, baik dalam hal mengklasifikasi, mengkategori, prinsip dan generalisasi pada topik klasifikasi materi dan perubahannya. Keterlaksanaan standar proses guru pada topik klasifikasi materi dan perubahannya terdiri atas perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Persentase tertinggi pada perencanaan pembelajaran adalah SMPN 2 Raha dan persentase terendah adalah SMPN 5 Raha, sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran persentase tertinggi adalah kelas VII.6 SMPN 1 Raha, kelas VII.4 SMPN 2 Raha, dan kelas VII.1 SMPN 4 Raha. Terdapat hubungan yang sangat lemah dan memiliki korelasi negatif (-) yang artinya jika persentase keterlaksanaan standar proses guru IPA rendah maka persentase miskonsepsi siswa akan tinggi pada topik klasifikasi materi dan perubahannya.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN MULTIMODEL TES UNTUK MENGIDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN PADA SISWA KELAS VIII SMPN 27 KONAWE SELATAN Suci Cahaya Rezki; Jahidin Jahidin; Suriana Suriana
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26608

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kategori pemahaman konsep dan mengungkap miskonsepsi materi struktur dan fungsi tumbuhan menggunakan instrumen multimodel tes. Jenis penelitian ini merupakan research and development (R and D) model  Borg and Gall. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 27 Konawe Selatan dengan jumlah 38 siswa. Pengembangan instrumen multimodel tes ini berupa uji kelayakan soal meliputi validitas tes pilihan ganda sebesar 0,89, tes benar-salah sebesar 0,91, tes esai sebesar 0,96 dan reliabilitas tes pilihan ganda sebesar 0,85, tes benar-salah sebesar 0,64, tes esai sebesar 0,97, serta mengetahui gambaran pemahaman konsep tentang struktur dan fungsi tumbuhan pada siswa SMPN 27 Konawe Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep kategori sangat baik dengan persentase rata-rata 3,16%, kategori baik dengan persentase rata-rata 11,67%, kategori kurang baik dengan persentase rata-rata 59,47%, kategori tidak baik dengan persentase rata-rata 20,04%, dan siswa yang mengalami miskonsepsi dengan persentase rata-rata sebesar 5,66%.
EFEKTIFITAS LEVEL INKUIRI PADA PEMBELAJARAN STOIKIOMETRI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN ALGORITMA MAHASISWA Fahyuddin Fahyuddin; Abraham Rahman
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.29831

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of two levels of inquiry in increasing students' conceptual understanding and algorithmic abilities in solving stoichiometry problems. The levels of inquiry that were examined for their effectiveness on direct instruction were structured inquiry and guided inquiry. The sample of this study consisted of 96 chemistry education students who attended basic chemistry courses which were distributed in three parallel classes with the same characteristics, such as age and initial knowledge. This research is a quasi-experimental study using a pretest-posttest control group design. Two classes were randomly selected to receive structured inquiry learning and guided inquiry, while one other class received direct instruction (DI). The results showed that the increase in students' understanding of stoichiometry concepts did not differ significantly between the levels of inquiry and DI. The structured and guided inquiry levels did not differ significantly in increasing understanding of stoichiometry concepts. Another finding in the study was that the algorithmic abilities of students who received structured inquiry learning were significantly better than the student groups in the other two study groups, while the results of guided inquiry learning were not different from those of direct instruction.
ANALISIS DIMENSI LITERASI SAINS PADA BUKU TEKS PELAJARAN IPA TERPADU KELAS VIII DI SMP NEGERI KABUPATEN MUNA BARAT Babeningsi Babeningsi; Amiruddin Takda; Muhammad Zamrun Firihu
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.28186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  kemunculan literasi sains pada dimensi pengetahuan, kompetensi dan konteks dan  menentukan dimensi yang paling banyak muncul pada setiap  buku teks pelajaran IPA Terpadu Kelas VIII di SMP Negeri Kabupaten Muna Barat. Subyek dalam penelitian ini adalah buku teks pelajaran  IPA terpadu kelas VIII terbitan erlangga, terbitan Kemendikbud edisi 2017 dan terbitan Yudhistira. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survey dan metode dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen lembar hasil analisis buku berdasarkan dimensi  literasi sains diadopsi dari PISA 2018. Hasil analisis data menunjukkan bahwa buku A, buku B dan buku C berturut – turut  memiliki jumlah kemunculan literasi sains pada dimensi pengetahuan pada sub indikator faktual, konseptual, prosedural dan epistemik yaitu  13,19%, 69,78%, 17,03% dan 0%. Buku B yaitu 29,41%, 43,53%, 12,35% dan 14,71%. Buku C yaitu 31,92%, 50%, 12,23% dan 5.85%. Buku A, buku B dan buku C berturut-turut  memiliki jumlah kemunculan literasi sains pada dimensi kompetensi pada sub  indikator menjelaskan fenomena ilmiah, mengevaluasi dan mendesain inkuiri penelitian ilmiah dan mendesain inkuiri penelitian ilmiah yaitu  85,37%, 12,2% dan 2,43%. Buku B yaitu 49,56%, 35,4% dan 15,04%. Buku C yaitu 75,68%, 8,1% dan 16,22%. Buku A, buku B dan buku C berturut-turut memiliki jumlah kemunculan literasi sains pada dimensi konteks pada sub indikator lokal, nasional dan global yaitu 100%, 0% dan 0%. Buku B yaitu 41,66%, 29,17% dan 29,17%. Buku C yaitu 72,73%, 18,18% dan 9,09%. Dimensi literasi sains yang paling banyak muncul dalam setiap buku teks yaitu dimensi pengetahuan dengan jumlah proporsi pada buku A sebanyak 66,78%, pada buku B sebanyak 55,4% dan pada buku C sebanyak 79,6%. Hasil perbandingan ketiga buku berdasarkan dimensi literasi sains, buku yang baik digunakan adalah buku B dengan dimensi kompetensi sains yang tinggi.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DI SMAN 1 TONGKUNO Nurul Amalia Haerun; Jamili Jamili; Jahidin Jahidin
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26932

Abstract

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar kognitif, keterampilan proses sains siswa, dan respon siswa terhadap model pembelajaran PBL. Jenis penelitian merupakan penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan Pretes-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Data Hasil belajar kognitif diperoleh dengan menggunakan tes tulis berupa pilihan ganda, Data keterampilan proses sains diperoleh dengan menggunakan angket observasi dengan skala likert dengan rentang skor antara 1-4 sesuai dengan indikator pada setiap pertemuan, dan respon siswa menggunakan angket ya/tidak. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIA A sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 siswa dan X MIA B sebagai kelas kontrol yang berjumlah 28 siswa. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar kognitif menunjukkan bahwa rerata N-gain kelas dengan model PBL lebih tinggi yakni mencapai rerata 0,50 dibandingkan dengan kelas kontrol dengan model konvensional mencapai rerata 0,33 dan hasil analisis data keterampilan proses sains siswa menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen dengan model PBL lebih tinggi yakni mencapai rerata 86,35 dibandingkan dengan kelas kontrol model konvensional mencapai rerata 65,30 dan respon siswa terhadap model PBL memperoleh presentase total sebesar 88,96% dengan kategori sangat baik. Hasil uji-t (independent sample t-test) hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa menunjukkan bahwa PBL berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif dan keterampilan proses sains siswa pada materi ekosistem di SMAN 1 Tongkuno. Respon siswa terhadap penerapan model PBL berkategori  sangat baik.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL FLIPPED CLASSROOM PADA MATERI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP/MTs Harsup Harsup; Amiruddin Takda; La Aba
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.26766

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model flipped classroom yang memenuhi unsur kevalidan, praktis, efektif dan konsisten dalam pembelajaran IPA sehingga dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik SMP/MTs. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang mengacu pada desain Research and Development (R & D) dengan model 4-D yang terdiri atas empat tahapan kegiatan yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan dessiminate (penyebaran). Pelaksanaan uji coba keterlaksanaan dan uji coba implementasi pembelajaran flipped classroom menggunakan desain the static one-group pretest posttest design. Subjek penelitian pada uji coba keterlaksanaan adalah peserta didik kelas VIII C yang berjumlah 18 orang pada semester genap 2021/2022, sedangkan pada uji coba implementasi dilakukan pada kelas VIII B dengan jumlah peserta didik 20 orang. Untuk memperoleh data penelitian menggunakan instrumen dalam bentuk lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan, angket, dan tes keterampilan proses sains dan hasil belajar. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan analisis inferensial dengan menggunakan uji perbedaan dua rata-rata melalui uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model flipped classroom yang dikembangkan telah memenuhi untuk kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan, sehingga layak digunakan dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar peserta didik SMP/MTs.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FOUR TIER TEST UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK DI SMP Susi Israwati; M Sirih; Nur Arfa Yanti
Jurnal Biofiskim: Pendidikan dan Pembelajaran IPA Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/biofiskim.v4i2.27702

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan instrumen tes diagnostik four tier test yang valid, efektif dan praktis untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi cahaya dan alat optik di SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development)  dengan model  4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Subjek penelitian ini terdiri atas 30 orang peserta didik SMPN 1 Kendari pada tahap try out dan 60 orang peserta didik SMPN 1 Kendari dan SMPN 3 Kendari pada uji coba terbatas. Instrumen tes diagnostik dilakukan uji validitas logis dan uji validitas empiris. Validitas logis terdiri dari validitas isi dan validitas konstruk yang dianalisis dengan indeks V’Aiken. Hasil uji validitas isi berada pada rentang 0,74-0,88 dengan kategori sangat valid dan valid sedangkan hasil uji validitas konstruk berada pada rentang 0,74-0,91 dengan kategori sangat valid dan valid. Uji validitas empiris terdiri dari validitas item, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran. Hasil uji validitas item soal berdasarkan korelasi pearson product moment menunjukkan 18 butir soal termasuk kategori valid dan 2 butir soal termasuk kategori tidak valid. Hasil uji reliabilitas instrumen sebesar 0,8802 termasuk kategori sangat tinggi. Hasil uji daya pembeda butir soal berada pada rentang 0,27-0,72 dengan kriteria cukup, baik dan sangat baik. Hasil uji tingkat kesukaran butir soal berada pada rentang 0,33-0,60 berkategori sedang. Hasil analisis tes diagnostik four tier test menunjukkan sebanyak 30,92% termasuk kriteria paham konsep, sebanyak 16,20% termasuk kriteria miskonsepsi dan sebanyak 52,69% termasuk kriteria tidak paham konsep. Instrumen tes diagnostik four tier test telah mampu mencapai tujuan pengembangan instrumen yaitu mengukur miskonsepsi peserta didik pada materi cahaya dan alat optik. Hasil uji kepraktisan instrumen termasuk dalam kategori sangat praktis berdasarkan hasil respon guru dan respon siswa. Hasil respon guru terhadap instrumen diagnostik four tier test dengan indeks rata-rata persentase keputusan akhir sebesar 90,83% sedangkan hasil respon peserta didik terhadap instrumen diagnostik four tier test dengan indeks rata-rata persentase keputusan akhir sebesar 85,04%. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa instrumen diagnostik four tier test yang telah dikembangkan telah memenuhi kriteria dan dinyatakan layak digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi peserta didik pada materi cahaya dan alat optik di SMP.

Page 1 of 2 | Total Record : 12