cover
Contact Name
HENNY SYAPITRI
Contact Email
heny_syahfitri86@yahoo.com
Phone
+6285359022627
Journal Mail Official
ojs.usmindonesia19@gmail.com
Editorial Address
http://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/2/Editorial-Team
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Farmanesia
ISSN : """"     EISSN : 25282484     DOI : https://doi.org/10.51544/jf.v8i2
Core Subject : Health,
Jurnal Farmanesia dengan E-ISSN: 2528-2484 merupakan jurnal resmi yang diterbitkan oleh Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, yang artikelnya dapat diakses dan diunduh secara online oleh publik (open access journal). Jurnal ini merupakan jurnal peer-review yang diterbitkan dua kali setahun dengan topik keunggulan hasil penelitian di bidang pelayanan dan praktik kefarmasian, teknologi farmasi, dan disiplin ilmu kesehatan yang berkaitan erat. Jurnal ini menerima teks bahasa Indonesia. Berikut ini adalah area penelitian yang menjadi fokus jurnal ini: 1. Farmakologi 2. Farmasetika 3. Biologi Farmasi 4. Kimia Farmasi 5. Farmakognosi 6. Fitokimia
Articles 248 Documents
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa Duschesne) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET (UV) Denny Satria; Rida Evalina Tarigan
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.107 KB)

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang terbuat dari turunan heksosa yang larut dalam air dan mudah teroksidasi. Vitamin C juga merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Untuk melengkapi kebutuhan akan vitamin C, sebagai salah satu sumber vitamin C adalah buah stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C yang terdapat dalam buah stroberi (Fragaria x ananassa Duschesne) yang diperoleh dari pasar tradisional dan pasar modern. Sampel yang digunakan adalah buah stroberi yang diperoleh dari pasar tradisional dan pasar pasar modern di Kota Medan. Analisis kandungan vitamin C dilakukan dengan metode spektrofotometri ultraviolet. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin C pada sampel buah Stroberi pasar modern Berastagi Supermarket sebesar 54,92 mg/100g, Palangkaraya Supermarket sebesar 53,62 mg/100g, dan Transmart Supermarket sebesar 54,68 mg/100g. Dari pasar tradisional, Pasar Rame sebesar 28,07 mg/100g, Pusat Pasar sebesar 30,28 mg/100g,dan Pasar Induk sebesar 28,05 mg/100g.Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa kandungan vitamin C dalam buah stroberi yang diperoleh dari pasar modern lebih tinggi dibandingkan dengan pasar tradisional
Penggunaan Daun Kelor (Moringao oleifera) Sebagai Sediaan Hair Tonic Siti Nurbaya; Yossy C. E. Silalahi
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.417 KB)

Abstract

Hair tonic merupakan sediaan kosmetik berbentuk cair yang merupakan campuran bahan kimia atau bahan lainnya. Daun kelor (Moringa oleifera) mengandung asam amino dipergunakan untuk memacu pertumbuhan rambut. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan rambut kelinci dan stabilitas fisik sediaan hair tonic ekstrak daun kelor. Ekstrak daun kelor di ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi yaitu menggunakan pelarut etanol 96% dan menggunakan alat rotary evaporator kemudian dipekatkan dengan penagas uap. Selanjutnya ekstrak dibuat menjadi sediaan hair tonic dengan konsentrasi 2%,4%,6%. Kemudian dilakukan pengamatan stabilitas sediaan hair tonic dengan penyimpanan dalam suhu kamar selama 8 minggu dan uji iritasi diamati selama 24 jam dan 48 jam, Uji Homogenitas ,Uji pH dilakukan 3 x pengukuran Selama 3 minggu. Hasil dari uji stabilitas ekstrak daun kelor tidak mengalami perubahan warna,bau,kejernihan. Hasil pengamatan uji pH bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun kelor maka terlihat adanya pertumbuhan rambut kelinci. Hasil pemeriksaan homogenitas sediaan 1,2,3 homogen. Disimpulkan bahwa dengan konsentrasi 6%. Aktifitas pertumbuhan rambut semakin cepat dan semakin baik
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL AKAR PEGAGAN (Centella asiatica (L.) Urban) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Yetrie B. C. Simarmata; Dicky Yuswardi Wiratma
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.53 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan sindrom metabolik paling umun di seluruh dunia dengan angka kejadian 1-8%. Penyakit ini muncul ketika insulin tidak cukup di produksi atau insulin tidak dapat berfungsi dengan baik. Diabetes ditandai dengan hiperglikemik (Elevasi Kadar Glukosa Darah) yang menyebabkan berbagai gangguan metabolik jangka pendek dalam metabolisme lemak dan protein dan jangka panjang menyebabkan perubahan aliran kadar yang irreversibel. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Sari Mutiara Indoneisa yang bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol akar pegagan terhadap efek penurunan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental meliputi penyiapan sampel, (pengumpulan sampel, identifikasi sampel, pengolahan sampel), pemeriksaan karakterisasi simplisia, skrinning fitokimia, pembuatan ekstrak, uji toleransi glukosa dan uji aktivitas antidiabetes. Uji toleransi glukosa dalam ekstrak etanol akar pengagan terhadap tikus putih jantan. Uji aktivitas antidiabetes dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I (kontrol negatif) diberi Na- CMC 1%, ke­lompok II (kontrol positif) diberi Glibenklamid dosis 0,45% mg/kg bb. Kelompok III, IV dan V diberi ekstrak etanol bawang merah dengan dosis 50,100 dan 200 mg/kg bb. Kadar glukosa darah (KGD) diamati setelah diinduksi aloksan, jika terjadi KGD tikus ≥ 200 mg/dl maka tikus dianggap sudah diabetes. Hasil analisis one way ANOVA uji Tukey HSD menunjukkan pemberian EEBM dosis 50 mg/kg bb memberikan hasil yang lebih baik terhadap penurunan kadar glukosa darah yaitu menurunkan sampai kadar rata-rata 83,6±6,87 mg/dl.
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa Duschesne) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET (UV) Denny Satria; Rida Evalina Tarigan
Jurnal Farmanesia Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.231 KB)

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang terbuat dari turunan heksosa yang larut dalam air dan mudah teroksidasi.Vitamin C juga merupakan salah satu vitamin yang diperlukan oleh tubuh yang berfungsi untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Untuk melengkapi kebutuhan akan vitamin C, sebagai salah satu sumber vitamin C adalah buah stroberi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar vitamin C yang terdapat dalam buah stroberi (Fragaria x ananassa Duschesne) yang diperoleh dari pasar tradisional dan pasar modern. Sampel yang digunakan adalah buah stroberi yang diperoleh dari pasar tradisional dan pasar pasar modern di Kota Medan.Analisis kandungan vitamin C dilakukan dengan metode spektrofotometri ultraviolet. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa kandungan vitamin C pada sampel buah Stroberi pasar modern Berastagi Supermarket sebesar 54,92 mg/100g, Palangkaraya Supermarket sebesar 53,62 mg/100g, dan Transmart Supermarket sebesar 54,68 mg/100g. Dari pasar tradisional, Pasar Rame sebesar 28,07 mg/100g, Pusat Pasar sebesar 30,28 mg/100g,dan Pasar Induk sebesar 28,05 mg/100g.Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa kandungan vitamin C dalam buah stroberi yang diperoleh dari pasar modern lebih tinggi dibandingkan dengan pasar tradisional
FORMULASI KRIM ANTI-AGING DARI EKSTRAK KULIT JERUK BALI (Citrus maxima (Burm). Merr) DAN SARI BUAH MANGGA MANALAGI (Mangifera indica. L) Eka Margareta Sinaga; Siti Nurbaya
Jurnal Farmanesia Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.825 KB)

Abstract

Proses penuaan merupakan proses alami yang akan dialami setiap orang. Kulit Jeruk Bali mengandung beberapa senyawa kimia yaitu: alkaloid, flavanoid, likopen, vitamin C, serta pektin dan tannin yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan. Memformulasikan ekstrak kulit Jeruk Bali dalam bentuk sediaan krim dengan tipe emulsi minyak dalam air dan mengetahui efektivitasnya sebagai anti-aging. Serbuk kulit Jeruk Bali diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 96%, maserat yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator. Ekstrak kulit Jeruk Bali diformulasikan dalam bentuk sediaan krim dengan konsentrasi 2,5%; 5%; 7,5%; dan 10%. Selanjutnya sediaan krim diperiksa homogenitasnya, tipe emulsi, pengukuran pH, dan evaluasi stabilitasnya serta uji iritasi dan efektivitasnya dengan menggunakan alat Skin analyzer. Pembuktian kemampuan sedian anti-aging meliputi beberapa parameter yaitu kadar air (moisture), pori (pore), keriput (wrinkle). Hasil evaluasi sediaan krim ekstrak kulit Jeruk Bali stabil dalam penyimpanan 10 minggu pada suhu kamar yaitu tidak mengalami perubahan warna, bau, dan pemisahan fase. Sediaan krim homogen, krim dengan tipe emulsi minyak dalam air m/a, pH sediaan krim 6,99 tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil pemeriksaan sediaan krim ekstrak kulit Jeruk Bali menunjukkan efektivitasnya sebagai anti-aging yang baik setelah perawatan 4 minggu. Efektivitas paling baik sebagai anti-aging adalah krim 10% yang mampu meningkatkan kelembaban kulit, pori-pori semakin kecil, dan keriput berkurang. Penuaan disebabkan oleh berbagai faktor dari dalam maupun dari luar tubuh. Radikal bebas sering dikaitkan sebagai penyebab faktor-faktor penuaan. Senyawa yang dapat menangkal radikal bebas adalah antioksidan. Penggunaan kosmetika yang mengandung antioksidan seperti krim menjadi pilihan untuk mengatasi penuaan dini. Salah satu bahan alam yang mengandung senyawa yang beraktifitas sebagai antioksidan adalah buah mangga manalagi, karena mengandung senyawa flavonoid, beta karoten, saponin, serta vitamin C dan E. Konsentrat sari buah mangga manalagi dibuat dengan cara di juicer dan di freeze dryer, kemudian diformulasikan dalam sediaan krim dengan konsentrasi 1%, 3%, 5%, 7% dan 9%. Pengujian krim meliputi uji homogenitas, tipe emulsi, pH, iritasi kulit, stabilitas penyimpan dalam suhu kamar selama 10 minggu dan uji efektifitas sediaan sebagai anti-aging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi krim konsentrat sari buah mangga manalagi dapat diformulasikan menjadi sediaan krim anti-aging. Uji homogenitas menunjukkan bahwa sediaan krim yang dihasilkan adalah homogen. Hasil pengukuran pH krim rata-rata adalah 5-6 dan semua menunjukkan hasil yang baik selama 10. Hasil uji efektivitas anti-aging menunjukkan perubahan kondisi kulit dari dehidrasi menjadi normal, pori besar menjadi sedang dan berkeriput menjadi tidak berkeriput. Efektivitas yang paling baik sebagai anti-aging adalah krim konsentrat sari buah mangga manalagi 9%
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.)), EKSTRAK ETANOL BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia (L.)) DAN KOMBINASI KEDUANYA PADA MENCIT PUTIH JANTAN Cut Masyithah; Nova Florentina
Jurnal Farmanesia Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.623 KB)

Abstract

Salah satu yang sudah digunakan dalam pengobatan tradisional adalah tanaman brotowali dan buah mengkudu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia yang terdapat pada simplisia batang brotowali (EEBB) dan simplisia buah mengkudu (EEBM) serta mengetahui ada tidaknya aktivitas antidiabetes dari kombinasi ekstrak etanol batang brotowali (EEBB) (Tinospora crispa (L.))dan ekstrak etanol buah mengkudu (EEBM) (Morindacitrifolia(L.)) pada mencit putih jantan. Penelitian ini meliputi penyiapan sampel, pemeriksaan karakteristik simplisia, skrining fitokimia, pengolahan ekstrak, pemeriksaan aktivitas anti diabetes pada mencit putih jantan menggunakan metode induksi aloksan. Hewan uji yang digunakan adalah mencit putih jantan yang di induksi dengan aloksan secara intraperitonial 150 mg/kg bb dan dibagi secara acak menjadi 8 kelompok penelitian yaitu :kelompok Na- CMC (Carboksil methyl celulose), Metformin, EEBB 100 mg/kgbb, EEBB 200 mg/kgbb, EEBM 500 mg/kgbb, EEBM 1000 mg/kgbb, kombinasi EEBM 500 mg/kgbb dengan 100 mg/kgbb dan kombinasi EEBM 1000 mg/kgbb dengan EEBB 200 mg/kgbb. Hasil pemeriksaan kadar glukosa darah diperoleh dari hasil pemeriksaan hari ke 3, 5,7, 9, 11, 13, 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak etanol batang brotowali dan ekstrak etanol buah mengkudu masing masing dosis secara berturut-turut :100 mg/kgbb, 200 mg/kgbb, 500 mg/kgbb, 1000 mg/kgbb, kombinasi 1 dan kombinasi 2 dapat menurunkan kadar glukosa mencit diabetes yang diinduksi aloksan dengan masing-masing persentase penurunan 55,29% ; 67,68% ; 40,98% ; 66,57%, 68,60% dan 69,68% secara bermakna dengan nilai signifikansi bertutut-turut :0,995 ; 1,000 ; 1,000 ; 1,000 ; 0,375 dan 1,000
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL BUAH JIPANG (Sechium edule Jacq. Swartz.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Siti Maimunah; Denny Satria
Jurnal Farmanesia Vol 2 No 1 (2015): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.225 KB)

Abstract

Inflamasi merupakan perubahan yang terjadi dalam respons pada kerusakan jaringan termasuk nyeri, kemerahan, rasa panas, bengkak dan hilangnya fungsi. Buah Jipang (Sechium edule Jacq. Swartz.) adalah salah satu tanaman obat yang mengandung flavonoid. Flavonoid dapat membantu menghentikan proses inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas anti-inflamasi dari ekstrak etanol buah jipang (Sechium edule Jacq. Swartz.) terhadap tikus putih jantan yang telah diinduksi karagenan dan untuk mengetahui dosis ekstrak etanol buah jipang yang memberikan aktivitas antiinflamasi yang paling potensial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental di laboratorium. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney untuk melihat perbedaan nyata antar perlakuan dan menggunakan uji paired tes untuk melihat dosis optimum menggunakan program SPSS (Statistic Product and Service Solution) versi 23.0. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Universitas Sari Mutiara Indonesia dan di Laboratorium Universitas Sumatera Utara. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli – September 2017. Hasil penelitian mengemukakan bahwa : ekstrak etanol buah jipang (Sechium edule Jacq. Swartz.) memberikan aktivitas anti-inflamasi pada tikus putih jantan yang telah di induksi karagenan, dimana nilai P-Value sebesar .000. dan suspensi ekstrak etanol buah jipang 100 mg/kg bb memiliki sifat inhibisi radang (aktivitas antiinflamasi) yang lebih kuat dibandingkan dengan suspensi EEBJ 50 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb.
PEMBUATAN SABUN MADU DAN UJIAKTIVITAS TERHADAP Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Nova Florentina Ambarwati; Erly Sitompul
Jurnal Farmanesia Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.007 KB)

Abstract

Madu adalah cairan manis yang berasal dari nectar tanaman yang diproses oleh lebah menjadi madu dan tersimpan dalam sel-sel sarang lebah. Sejak ribuan tahun yang lalu sampai sekarang ini, madu telah dikenal sebagai salah satu bahan makanan atau minuman alami yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Dalam penelitian telah dilakukan pembuatan sabun madu. Kemudian diuji beberapa parameter sabun madu meliputi tinggi busa dan pH. Sabun madu tersebut di uji aktivitasnya terhadap bakteri dengan metode DifusiAgar, menggunakan cakram kertas dengan media pertumbuhan Mueller Hinton Agar (MHA) dan bakteri uji yang dipakai adalah Escherihcia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun madu memenuhi uji parameter sabun meliputi tinggi busa dan pH. Hasil uji aktivitas anti bakteri terhadap bakteri Escherihcia coli menunjukkan bahwa sabun madu dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 30% dan 40% berturut- turut 5,93mm, 6,80mm, 7,10mm, 7,80mm, 8,40mm dengan blanko 9,96mm dan pada bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 30% dan 40% berturut-turut 5,93mm, 6,60mm, 7,36mm, 7,96mm, 8,76mm dan blanko 9,76mm. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sabun madu mempunyai aktivitas antibakteri.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN ANDALIMAN (Zanthoxylum acanthopodium DC.) DAN DAUN PIRDOT (Saurauia vulcani Korth) Denny Satria; Rida Evalina
Jurnal Farmanesia Vol 1 No 1 (2014): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.237 KB)

Abstract

Flavonoid merupakan golongan senyawa polifenol yang mempunyai efek antioksidan dengan mendonorkan atom hidrogen dan berkaitan dengan ion logam. Flavonoid paling banyak ditemukan dari tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang banyak mengandung flavonoid adalah andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) dan pirdot (Saurauia vulcani Korth). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui senyawa yang terdapat dalam daun andaliman dan mengetahui kadar flavonoid total dari ekstrak daun andaliman dan ekstrak etanol daun pirdot. Jenis penelitian yang dilakukan secara deskriptif, meliputi identifikasi bahan tumbuhan, pengumpulan bahan tumbuhan, skrining fitokimia, dan pemeriksaan flavonoid total dengan spektrofotometri ultraviolet visibel. Sampel diambil dari desa Lobu Siregar, Siborongborong, Tapanuli Utara.Ekstrak daun andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kolorimetri. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, tanin, dan steroid. Penetapan kadar flavonoid total yang dihitung sebagai kuersetin dengan persamaan regresi y= 0,03278 X + 0,04086, dan r =0,99825. Hasil pengukuran kandungan flavonoid total dari ekstrak etanol daun andaliman yaitu 39,65 ± 0,08 mg QE/g
PENGGUNAAN KULIT BATANG JAMBLANG (Syzygiumcumini) DALAM FORMULASI PEWARNA RAMBUT Artha Yuliana Sianipar; Siti Nurbaya; Sisca Mayryanisa
Jurnal Farmanesia Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.89 KB)

Abstract

Hair dye is a cosmetic used in hair makeup to color hair, either to restore the original hair color or change the original hair color to a new color. Jamblang bark contains dyes and produces tannins which are used to dye textiles. The purpose of this study was to determine that Jamblang bark extract could be formulated as a hair dye. Hair dye preparations contain Jamblang bark extract with concentrations of A (2.5%), B (5%), C (7.5%), and D (10%). Observation of color stability was carried out by means of a stability test against 15 washes and exposure in the sun for 5 hours on colored hair, then an irritation test was carried out. This study shows that a formula made with Jamblang bark extract can give hair a brown color. The longer the immersion of gray hair in hair dye preparations, the darker the resulting brown color at a concentration of C (7.5%). The results of stability tests against washing and sunlight showed that there was no change in hair color and did not cause skin irritation. Jamblang bark extract can be formulated as hair dye. The best dye was obtained from Formula C which consisted of 7.5% Jamblang stem bark extract producing a dark brown color.

Page 2 of 25 | Total Record : 248