cover
Contact Name
Astri Ayu Purwati
Contact Email
jkip.almatani@gmail.com
Phone
+6282283109433
Journal Mail Official
jkip.almatani@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaharudin Nst, Komplek UIR, Pekanbaru-Riau, Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
ISSN : 27745074     EISSN : 27750531     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan is published by Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani as an information and communication media for practitioners, researchers and academics who are interested in the field of Business Management and Accounting Studies. First publish in November 2020. The Editorial Team invites scientists, scholars, professionals, and researchers to publish the results of their research after the selection of manuscripts, with the peer review and the editing process. JKIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan with registered number ISSN 2774-5074 (Print) and ISSN 2775-0531 (Online) is a peer-reviewed journal published two times a year (Mei and November). KIP : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan publishes any research-based articles on and about education i.e. articles which contribute to the understanding, theoretical development, theoretical concept and implementation of theories of education at any level.
Articles 958 Documents
Persepsi Siswa Sebagai Indikator Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Di Sekolah Menengah Kejuruan Siti Aqilah Habibah; Sita Nurmasitah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.1978

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik serta mendukung keberlangsungan proses pendidikan di sekolah. Keberhasilan implementasi program ini tidak hanya ditentukan oleh indikator objektif, tetapi juga oleh persepsi siswa sebagai penerima manfaat langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa sebagai indikator evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 32 siswa kelas X jurusan Kuliner di SMK Mataram Semarang melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 26 pernyataan yang diadopsi dari penelitian terdahulu dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 81,25% siswa memiliki persepsi dalam kategori baik dan 18,75% berada dalam kategori cukup, tanpa adanya persepsi kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa menilai program MBG relevan, bermanfaat, dan mendukung kenyamanan serta kesiapan belajar di lingkungan sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa persepsi siswa dapat digunakan sebagai indikator evaluatif dalam menilai kualitas pelaksanaan program MBG.
Peningkatan Kemampuan Memasang Kaus Kaki Melalui Teknik Task Analysis Pada Anak Dengan Down Sydrome Asnitha M. Banjarnahor; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Marlina Marlina; Antoni Tsaputra
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1979

Abstract

This study aimed to improve the sock-wearing skills of children with Down syndrome through the implementation of the task analysis technique. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in Grade I at SLB Negeri Simalungun. The research subjects consisted of two students with Down syndrome, identified as EVT and NPS. Based on the initial assessment, the students’ ability to wear socks was categorized as low, with achievement percentages of 37% for EVT and 43% for NPS. The study was carried out in two cycles, each consisting of three meetings. In Cycle I, the application of the task analysis technique resulted in an improvement in sock-wearing skills, with EVT’s performance increasing from 47% to 63%, while NPS showed improvement from 53% to 73%. Furthermore, in Cycle II, EVT demonstrated more optimal improvement, reaching a range of 73%–85%, whereas NPS showed a stable increase within the range of 80%–88%. Data were collected through observation using a self-care skills assessment sheet, and data analysis was conducted using descriptive quantitative analysis by comparing results across cycles. The findings indicate that the task analysis technique is effective in improving self-care skills, particularly sock-wearing abilities, in children with Down syndrome. This study confirms that learning activities structured in a gradual and systematic manner can support children with Down syndrome in understanding and performing self-care activities more independently in accordance with their developmental characteristics.
Ekstensi Sekolah Minggu Buddha Dalam Membangun Karakter Generasi Muda Buddhis Thio Su Ni
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.1981

Abstract

Krisis karakter yang terjadi pada generasi muda saat ini semakin memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius, karena berkaitan dengan aspek emosional, watak, dan mentalitas manusia. Kemajuan teknologi dan media sosial membawa pengaruh yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku remaja, sehingga nilai-nilai moral dan etika mulai terdegradasi. Dalam konteks pendidikan Buddhis, eksistensi Sekolah Minggu Buddha menjadi sangat penting sebagai wadah pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai luhur ajaran Buddha bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi Sekolah Minggu Buddha dalam membangun pendidikan karakter generasi muda Buddhis di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala Sekolah Minggu Buddha, guru pembimbing, orang tua, dan peserta didik di Sekolah Minggu Buddha Vihara Maitreya Duta Palembang. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi Sekolah Minggu Buddha masih sangat relevan dan berperan penting dalam membangun karakter generasi muda Buddhis melalui penanaman nilai-nilai Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (turut berbahagia), dan Upekkha (keseimbangan batin), pembiasaan praktik ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari, keteladanan guru, serta kerja sama antara pihak sekolah, keluarga, dan vihara. Penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Minggu Buddha merupakan instrumen pendidikan karakter yang efektif dan tetap diperlukan di tengah tantangan perkembangan zaman.
Permainan Parvitas untuk Meningkatkan Kreatifitas Anak Usia 5-6 Tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 4 Senggreng Kecamatan Sumberpucung Malang Semiarni Semiarni; Henni Anggraini; M. Ramli Akbar
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1986

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana permainan Parvitas untuk meningkatkan kreativitas anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 4 Senggreng, Kecamatan Sumberpucung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok usia 5–6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas dan kemampuan kreativitas anak selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Parvitas mampu meningkatkan kreativitas anak secara signifikan. Pada tahap pra tindakan, tingkat kreativitas anak berada pada persentase 35%. Setelah pelaksanaan Siklus I, kreativitas meningkat menjadi 45%, dan pada Siklus II mengalami peningkatan yang lebih tinggi hingga mencapai 78%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa permainan Parvitas merupakan strategi pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini, khususnya pada anak usia 5–6 tahun di TK Dharma Wanita Persatuan 4 Senggreng.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Media Aplikasi Marbel Pada Anak Disabilitas Intelektual Ringan Wiwik Sugiarti; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Zulmiyetri Zulmiyetri; Syari Yuliana
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1987

Abstract

This study aimed to improve early reading skills and to describe the learning process through the use of the Marbel application for students with mild intellectual disabilities. The study employed Classroom Action Research (CAR) and was conducted at SLB Negeri Simalungun. The research subjects were two fifth-grade students with mild intellectual disabilities, identified as SA and VL. Based on the initial assessment, students’ early reading skills were at a low level, with achievement percentages of 35% for SA and 30% for VL.The research was implemented in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The findings indicated a gradual improvement in the learning process. In Cycle I, students showed increased focus, interest, and ability to recognize letters and syllables, although intensive teacher guidance was still required. In Cycle II, the learning process became more effective, as indicated by higher student participation, increased independence, and improved reading fluency. In terms of effectiveness, early reading skills improved to 78% for both students in Cycle I, and increased significantly in Cycle II, reaching 93% for SA and 90% for VL. The results demonstrate that the Marbel application is effective in improving both the learning process and early reading outcomes for students with mild intellectual disabilities.
Efektivitas Metode Jigsaw Untuk Meningkatkan kemampuan Komunikasi verbal pada Anak Berkesulitan Belajar (Single Subject Research Di SDN 17 Jawa Gadut) Silva Murdiyani; Marlina Marlina; Damri Damri; Arisul Mahdi; Yosa Yulia Nasri
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.1990

Abstract

Keterampilan komunikasi verbal merupakan aspek penting dalam kehidupan sosial dan pendidikan, komunikasi verbal yang baik memungkinkan anak untuk menyampaikan ide, pendapat, dan informasi secara jelas, efektif , dan logis. Tidak semua anak memiliki komunikasi verbal yang berkembang secara optimal, anak dengan kesulitan belajar sering kali menunujukkan berbagai perilaku positif maupun negatif. Anak berkesulitan belajar menghadapi hambatan menyimak, berbicara, maupun mempresentasikan informasi secara lisan. Berdasarkan hasil asesemen yang dilakukan di sekolah inklusif terdapat satu anak yang menunjukkan kuranya kemampuan dalam berkomunikasi secara verbal. Hasil identifikasi dan asesmen yang peneliti lakukan didasari oleh intrumen identifikasi anak berkesulitan belajar dan komunikasi verbal. Tujuan penelitian ini yaitu menguji keefektifan metode jigsaw untuk meningkatkan kemampuan komunikasi verbal pada anak berkesulitan belajar. Pemilihan subjek penelitian menggunakan intrumen identifikasi anak berkesulitan belajar dan asemen komuikasi verbal. Penelitian ini menggunakan bentuk Single Subject Research dengan desain A-B-A. subjek penelitian satu orang dengan enam paspek komunikasi verbal. Data dikumpulkan melalui observasi dan alat yang digunakan yaitu intrumen komunikasi verbal dengan frekuensi berapa kali perilaku muncul selama penelitian. Data analisis dibuat dalam bentuk analisis visual grafik yang terdiri dari analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan komunikasi pada anak setalah diberikanya metode jigsaw.
Evaluasi Efektivitas Aktivasi DOI Terhadap Kesiapan Tata Kelola Jurnal Studi Pre–Post Pada Jurnal Perguruan Tinggi Vokasi Fitriana Rakhma Dhanias; Eko Prasetyo
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1992

Abstract

Aktivasi Digital Object Identifier (DOI) merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan kualitas tata kelola jurnal ilmiah, khususnya dalam mendukung visibilitas, keterlacakan sitasi, dan standarisasi publikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aktivasi DOI terhadap kesiapan tata kelola jurnal di lingkungan perguruan tinggi vokasi dengan menggunakan desain studi pre–post. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner kepada pengelola jurnal sebelum dan sesudah implementasi DOI. Aspek kesiapan yang dianalisis meliputi kelengkapan metadata, konsistensi pengindeksan, manajemen artikel, kepatuhan terhadap standar OJS, serta pemahaman pengelola terhadap etika dan manajemen publikasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kualitas pengelolaan jurnal setelah aktivasi DOI, terutama pada aspek keteraturan metadata, kemudahan penelusuran artikel, serta peningkatan kesadaran pengelola terhadap standar internasional pengelolaan jurnal. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivasi DOI tidak hanya berfungsi sebagai identitas digital artikel, tetapi juga berperan strategis dalam mendorong kesiapan dan profesionalisme tata kelola jurnal perguruan tinggi vokasi menuju akreditasi dan indeksasi bereputasi.
Efektivitas Teknik Reinforcement Negatif Dalam Mengurangi Perilaku Agresif Motorik Pada Anak Dengan Gangguan Emosional Dan Perilaku Gusria Herlina; Marlina Marlina; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Safaruddin Safaruddin; Endang Sri Handayani
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i2.1993

Abstract

This study was conducted to address aggressive motor behavior in the form of hitting exhibited by a ninth-grade student with emotional and behavioral disorders (EBD) at Aisyiyah Sijunjung. The behavior occurred spontaneously, repeatedly, and frequently during learning activities, disrupting the learning process and social interactions. The purpose of this study was to examine the effectiveness of negative reinforcement techniques in reducing the frequency of aggressive motor behavior. The research subject consisted of students with EBD, with one student selected as the subject using purposive sampling. The study employed a single subject research (SSR) method with an A-B-A design. Data were collected through direct observation using frequency recording and supported documentation. Data analysis was carried out using visual graphical analysis, focusing on changes in trend direction, level, variability, and overlap between phases. The findings indicated that the frequency of hitting behavior decreased from an average of 7.25 times per session during the initial baseline phase (A1) to 3.67 times during the intervention phase (B), and further declined to 1.8 times during the final baseline phase (A2), with a 0% overlap. The results conclude that negative reinforcement techniques are effective in reducing aggressive motor behavior in students with emotional and behavioral disorders.
Political Meaning-Making In Indonesian Presidential Debates: A Systematic Review Of Multimodal Discourse Analysis Yanti Kristina Sinaga; Rahmah Fithriani; Pardi Pardi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1994

Abstract

Political debates are critical sites of meaning-making in democratic elections, where candidates communicate policies, values, and leadership personas through multiple semiotic modes. This study systematically reviews research on multimodal discourse analysis (MDA) of Indonesian presidential debates published between 2020 and 2025, aiming to synthesize theoretical frameworks, analytical practices, and thematic patterns in political communication. Using a structured systematic literature review, peer-reviewed journal articles, conference proceedings, and book chapters were collected from Scopus, Web of Science, Google Scholar, and DOAJ. Studies were screened based on their relevance to Indonesian presidential debates, use of multimodal frameworks, and empirical rigor. The review revealed that social semiotics is the predominant theoretical framework, with verbal language, gesture, and facial expressions being the most analyzed semiotic modes. Dominant themes of political meaning-making include leadership construction, national identity and populist appeals, and interactional power negotiation, often mediated by televised and digital platforms. While multimodality enhances understanding of how meaning is co-constructed, methodological inconsistencies—including small datasets and variable transcription practices—limit comparability across studies. This review highlights the growing importance of multimodal approaches for analyzing political debates in Indonesia and identifies gaps for future research. Specifically, more balanced attention to underexplored semiotic modes, standardized transcription methods, and theoretical integration are needed to advance the field. The study contributes to political discourse research by providing a comprehensive synthesis of recent multimodal analyses, offering insights into the complex ways in which Indonesian presidential candidates communicate meaning to diverse audiences.
Exploring Deictic Expressions In The Sigale-Gale Story: A Pragmatic Analysis Lasyuli Simbolon; Rahmah Fithriani; Pardi Pardi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1995

Abstract

This study explores deictic expressions in the Sigale-Gale story, a traditional Batak Toba folklore, using a pragmatic approach. Deictic expressions are context-dependent linguistic elements that indicate participants, time, place, discourse, or social relationships, and they play a crucial role in constructing meaning in narrative texts. The study aims to identify and analyze the types of deixis used in the story and to explain their functions in relation to context and culture. A qualitative descriptive method was employed, with the story serving as the primary data source. Data were collected through the documentation method and analyzed using classification based on five deixis categories: person, place, time, discourse, and social deixis. The findings reveal that person deixis is the most frequently used type, particularly third-person pronouns, reflecting the narrative focus on characters and events. Place and time deixis are also significant, helping to establish spatial and temporal frameworks that guide readers’ understanding of the story. Discourse and social deixis, though less frequent, contribute to textual coherence and convey cultural norms, such as social hierarchy and kinship relations. Overall, the analysis demonstrates that deictic expressions in the Sigale-Gale story function not only as linguistic devices but also as tools for cultural representation and narrative cohesion. This study highlights the importance of pragmatic analysis in traditional folklore, offering insights into how context and culture interact in storytelling. The results may serve as a reference for further research on deixis in other local narratives.